<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<codeBook version="1.2.2" ID="IDN_2000_PODES_v01-ID_M" xml-lang="en" xmlns="http://www.icpsr.umich.edu/DDI" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.icpsr.umich.edu/DDI http://www.icpsr.umich.edu/DDI/Version1-2-2.xsd">
<docDscr>
  <citation>
    <titlStmt>
      <IDNo>DDI_IDN_2000_PODES_v02-ID_M</IDNo>
    </titlStmt>
    <prodStmt>
      <producer abbr="AH" affiliation="World Bank" role="Data Cataloging Staff">Ayu Harlinah</producer>
      <prodDate date="2013-03-25">2013-03-25</prodDate>
      <software version="v5">NADA</software>
    </prodStmt>
    <verStmt>
      <version>Version 1 (25 March 2013) : Intial version of DDI documentation</version>
    </verStmt>
  </citation>
</docDscr>
<stdyDscr>
  <citation>
    <titlStmt>
      <titl>Pendataan Potensi Desa / Kelurahany 2000</titl>
      <subTitl/>
      <altTitl>PODES 2000</altTitl>
      <parTitl>Village Potential Survey 2000</parTitl>
      <IDNo>IDN_2000_PODES_v01-ID_M</IDNo>
    </titlStmt>
    <rspStmt>
      <AuthEnty affiliation="BPS">Badan Pusat Statistik</AuthEnty>
    </rspStmt>
    <prodStmt>
      <producer abbr="" affiliation="" role="">Badan Pusat Statistik</producer>
      <copyright>(c) 2000, Badan Pusat Statistik</copyright>
      <software version="5.0" date="2021-04-02">NADA</software>
      <grantNo/>
    </prodStmt>
    <distStmt>
      <depDate date=""/>
      <distDate date=""/>
    </distStmt>
    <serStmt>
      <serName>Population and Housing Census [hh/popcen]</serName>
      <serInfo>Badan Pusat Statistik berfungsi menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan pembangunan sektoral maupun regional. Dalam rangka pembangunan daerah data yang berkaitan dengan potensi suatu wilayah merupakan masukan utama yang menjadi pertimbangan perumus kebijakan dan perencana ketika membuat skala prioritas. Di tingkat yang paling rendah, potensi yang dimiliki suatu wilayah desa seyogyanya berperan dan berfungsi sama dalam perencanaan makro pembangunan desa yang terintegrasi. Misalnya dalam rangka program pengentasan kemiskinan data Podes digunakan untuk mengidentifikasi desa-desa yang diduga sebagai wilayah yang berpotensi dihuni oleh banyak penduduk miskin -- desa-desa tersebut kemudian dikenal sebagai desa tertinggal. 

BPS melakukan pencatatan atas potensi yang dimiliki suatu wilayah desa, yang dikenal dengan Podes sejak tahun 1980 bersamaan dengan penyelenggaraan Sensus Penduduk 1980, yang kemudian pengumpulan data Podes dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan suatu sensus. Dalam rentang 10 tahun, pengumpulan data Podes dilakukan 3 kali, yaitu bersamaan dengan penyelenggaraan Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Penduduk 2000, data Podes bersama dengan hasil Sensus Penduduk 2000 dapat digunakan sebagai bahan penyusun statistik wilayah kecil (small area statistics), yang baru pertama kali dihasilkan BPS.</serInfo>
    </serStmt>
    <verStmt>
      <version date="">Badan Pusat Statistik berfungsi menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan pembangunan sektoral maupun regional. Dalam rangka pembangunan daerah data yang berkaitan dengan potensi suatu wilayah merupakan masukan utama yang menjadi pertimbangan perumus kebijakan dan perencana ketika membuat skala prioritas. Di tingkat yang paling rendah, potensi yang dimiliki suatu wilayah desa seyogyanya berperan dan berfungsi sama dalam perencanaan makro pembangunan desa yang terintegrasi. Misalnya dalam rangka program pengentasan kemiskinan data Podes digunakan untuk mengidentifikasi desa-desa yang diduga sebagai wilayah yang berpotensi dihuni oleh banyak penduduk miskin -- desa-desa tersebut kemudian dikenal sebagai desa tertinggal. 

BPS melakukan pencatatan atas potensi yang dimiliki suatu wilayah desa, yang dikenal dengan Podes sejak tahun 1980 bersamaan dengan penyelenggaraan Sensus Penduduk 1980, yang kemudian pengumpulan data Podes dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan suatu sensus. Dalam rentang 10 tahun, pengumpulan data Podes dilakukan 3 kali, yaitu bersamaan dengan penyelenggaraan Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Penduduk 2000, data Podes bersama dengan hasil Sensus Penduduk 2000 dapat digunakan sebagai bahan penyusun statistik wilayah kecil (small area statistics), yang baru pertama kali dihasilkan BPS.

Secara umum pengumpulan data Podes SP2000 ditujukan untuk :
1. Tersedianya data yang dapat menggambarkan perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat secara umum di tingkat desa.
2. Tersedianya data bagi penyusunan ststistik wilayah kecil (small area statistics).
3. Tersedianya data bagi penentuan desa tertinggal.
4. Tersedianya data bagi penentuan desa perkotaan/pedesaan.
5. Tersedianya data bagi penentuan lokasi dan jenis investasi usaha di tingkat desa.</version>
      <verResp/>
      <notes>Village Potential Survey 2000 juga dikenal sebagai Potensi Desa 2000 (PODES)</notes>
    </verStmt>
    <biblCit format=""/>
    <notes/>
  </citation>
  <stdyInfo>
    <studyBudget/>
    <subject>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Propinsi</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Kabupaten</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Kecamatan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Desa</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Daerah</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Geografis</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Topografi</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Kependudukan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Lingkungan hidup</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Perumahan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Permukiman</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Gangguan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Pendidikan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Sosial Budaya</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Rekreasi</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Hiburan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Kesehatan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Gizi</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Keluarga Berencana</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Perhubungan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Lahan dan Penggunaannya</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Ekonomi</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Keamanan</keyword>
      <keyword vocab="" vocabURI="">Keterangan Kepala Desa/Kelurahan</keyword>
    </subject>
    <abstract>Pencacahan Podes SP2000 ini dilakukan terhadap seluruh desa atau kelurahan di seluruh Indonesia. Selain desa atau kelurahan, yang juga dicacah pada Podes SP2000 ini adalah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) atau Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT) dan Permukiman Masyarakat Terasing (PMT). UPT/SPT dan PMT yang dicacah meliputi UPT/SPT dan PMT yang berada dalam pengelolaan Departemen yang membinanya (UPT/SPT dibina oleh Departemen Transmigrasi dan Perambah Hutan, sedangkan PMT dibina oleh Departemen Sosial) Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat, termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumahtangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan kelurahan adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasi pemerintah langsung di bawah camat, namun tidak berhak meyelenggarakan rumah tangganya sendiri (UU RI No 5 Tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa).

Pencacahan Podes dilakukan dengan cara sensus di seluruh desa/kelurahan yang keberadaannya didasarkan SK Mendagri/SK Gubernur, seluruh Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT), dan seluruh Pemukiman Masyarakat Terasing (PMT). Pencacahan dilakukan dengan wawancara langsung dengan kepala desa/lurah atau staf yang ditunjuk untuk mewakilinya. Petugas pencacah Podes SP2000 membuat 1 rangkap dan kemudian di kirim ke BPS Kabupaten/Kotamadya untuk diolah.</abstract>
    <sumDscr>
      <collDate date="1999-09-01" event="start" cycle="1"/>
      <collDate date="1999-10-31" event="end" cycle="1"/>
      <nation abbr="IDN">Indonesia</nation>
      <geogCover>Cakupan nasional, representatif sampai level desa/kelurahan.</geogCover>
      <geogUnit/>
      <anlyUnit>Desa</anlyUnit>
      <universe>Desa</universe>
      <dataKind>Census/enumeration data</dataKind>
    </sumDscr>
    <!-- qualityStatement - ddi2.5 - complex type
     
     This structure consists of two parts, standardsCompliance and otherQualityStatements. 
     In standardsCompliance list all specific standards complied with during the execution of this 
     study. Note the standard name and producer and how the study complied with the standard. 
     Enter any additional quality statements in otherQualityStatements.
     
     -->
    <qualityStatement>
      <standardsCompliance>
        <standard>
          <standardName/>
          <producer/>
        </standard>
        <complianceDescription/>
      </standardsCompliance>
      <otherQualityStatement/>
    </qualityStatement>
    <notes>Pencacahan Podes SP2000 ini dilakukan terhadap seluruh desa atau kelurahan di seluruh Indonesia. Selain desa atau kelurahan, yang juga dicacah pada Podes SP2000 ini adalah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) atau Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT) dan Permukiman Masyarakat Terasing (PMT). UPT/SPT dan PMT yang dicacah meliputi UPT/SPT dan PMT yang berada dalam pengelolaan Departemen yang membinanya (UPT/SPT dibina oleh Departemen Transmigrasi dan Perambah Hutan, sedangkan PMT dibina oleh Departemen Sosial).

Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat, termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumahtangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan kelurahan adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasi pemerintah langsung di bawah camat, namun tidak berhak meyelenggarakan rumah tangganya sendiri (UU RI No 5 Tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa).</notes>
    <!-- exPostEvaluation ddi2.5
      Use this section to describe evaluation procedures not address in data evaluation processes. 
      These may include issues such as timing of the study, sequencing issues, cost/budget issues, 
      relevance, instituional or legal arrangments etc. of the study. 
      
      The completionDate attribute holds the date the evaluation was completed. 
      The type attribute is an optional type to identify the type of evaluation with or without 
      the use of a controlled vocabulary.
    -->
    <exPostEvaluation completionDate="" type="">
      <evaluationProcess/>
      <outcomes/>
    </exPostEvaluation>
  </stdyInfo>
  <method>
    <dataColl>
      <timeMeth/>
      <!-- collectorTraining - DDI2.5
        
        Collector Training

        Describes the training provided to data collectors including internviewer training, process testing, 
        compliance with standards etc. This is repeatable for language and to capture different aspects of the 
        training process. The type attribute allows specification of the type of training being described.
        
        -->
      <collectorTraining type=""/>
      <frequenc/>
      <sampProc>Pencacahan Podes dilakukan dengan cara sensus di seluruh desa/kelurahan yang keberadaannya didasarkan SK Mendagri/SK Gubernur, seluruh Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT), dan seluruh Pemukiman Masyarakat Terasing (PMT).

Pencacahan dilakukan dengan wawancara langsung dengan kepala desa/lurah atau staf yang ditunjuk untuk mewakilinya. Petugas pencacah Podes SP2000 membuat 1 rangkap dan kemudian di kirim ke BPS Kabupaten/Kotamadya untuk diolah.

Tidak seperti halnya Podes SE-96 yang lalu, seluruh kegiatan pengolahan data Podes SP2000 dilakukan di BPS Kabupaten/Kotamdya. Penggabungan file hasil entri di tingkat kabupaten dilakukan di tingkat Propinsi. Setelah clean (tidak mengandung kesalahan) barulah data

Podes hasil entri tersebut dikirim ke BPS (Bagian Statistik Lingkungan Hidup dan Wilayah,-Biro Statistik Kesejahteraan Rakyat).

Agar waktu pengolahan data selesai pada waktunya, maka partisipasi semua pihak yang terkait harus dikoordinasikan secara terpadu, sehingga jadwal pengolahan tidak mundur.
Petugas pengolah data Podes di daerah akan dilatih secara khusus di propinsi sesuai jadwal</sampProc>
      <sampleFrame>
        <sampleFrameName/>
        <custodian/>
        <universe/>
        <frameUnit isPrimary="">
          <unitType numberOfUnits=""/>
        </frameUnit>
        <updateProcedure/>
      </sampleFrame>
      <deviat/>
      <collMode>Face-to-face [f2f]</collMode>
      <resInstru/>
      <!-- instrumentDevelopment - DDI2.5             
        Describe any development work on the data collection instrument. Type attribute allows for the optional use of a defined development type with or without use of a controlled vocabulary.
        -->
      <instrumentDevelopment type=""/>
      <collSitu/>
      <actMin/>
      <ConOps/>
      <weight/>
      <cleanOps/>
    </dataColl>
    <notes/>
    <anlyInfo>
      <respRate/>
      <EstSmpErr/>
      <dataAppr/>
    </anlyInfo>
    <stdyClas/>
    <dataProcessing type=""/>
    <codingInstructions relatedProcesses="" type="">
      <txt/>
      <command formalLanguage=""/>
    </codingInstructions>
  </method>
  <dataAccs>
    <setAvail>
      <accsPlac URI=""/>
      <origArch/>
      <avlStatus/>
      <collSize/>
      <complete/>
      <fileQnty/>
      <notes/>
    </setAvail>
    <useStmt>
      <restrctn/>
      <contact affiliation="BPS" URI="www.bps.go.id" email="bpshq@bps.go.id">Badan Pusat Statistik</contact>
      <citReq>Penggunaan data harus ditunjukkan dengan dimasukkannya kutipan yang mengandung sekurang-kurangnya:
- Identifikasi peneliti utama (lembaga atau orang yang menyediakan data produksi)
- Judul yang tepat dari survei (termasuk negara, tahun survei dan singkatan dari judul survei bila tersedia)
- Jumlah referensi survei seperti yang ditunjukkan dalam katalog kami
- Sumber dan tanggal file data download untuk data yang diperoleh secara online</citReq>
      <deposReq/>
      <conditions>Data tersedia di sumber eksternal. Silakan hubungi BPS untuk informasi lebih lanjut tentang permintaan data.</conditions>
      <disclaimer>Pengguna data menyatakan bahwa produser data, distributor resmi dari data, dan lembaga donor yang relevan tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan data, interpretasi, atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut.</disclaimer>
    </useStmt>
    <notes/>
  </dataAccs>
  <notes/>
</stdyDscr>
<fileDscr ID="F1">
  <fileTxt>
    <fileName>pds20001</fileName>
    <fileCont>Data ini mencakup sebagian pertanyaan dalam kuesioner SENSUS PERTANIAN 2000 POTENSI DESA/KELURAHAN</fileCont>
    <dimensns>
      <caseQnty>68783</caseQnty>
      <varQnty>216</varQnty>
    </dimensns>
    <dataChck></dataChck>
    <dataMsng></dataMsng>
    <verStmt>
      <version></version>
    </verStmt>
  </fileTxt>
  <notes></notes>
</fileDscr>
<fileDscr ID="F2">
  <fileTxt>
    <fileName>pds20002</fileName>
    <fileCont>Data ini mencakup sebagian pertanyaan dalam kuesioner SENSUS PERTANIAN 2000 POTENSI DESA/KELURAHAN</fileCont>
    <dimensns>
      <caseQnty>68783</caseQnty>
      <varQnty>229</varQnty>
    </dimensns>
    <dataChck></dataChck>
    <dataMsng></dataMsng>
    <verStmt>
      <version></version>
    </verStmt>
  </fileTxt>
  <notes></notes>
</fileDscr>
<dataDscr>
<var ID="V446" name="prop" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="1" EndPos="2" width="2"/>
  <labl>Propinsi</labl>
  <imputation>Propinsi</imputation>
  <security>Propinsi</security>
  <embargo>Propinsi</embargo>
  <respUnit>Propinsi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Propinsi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">11</sumStat>
  <sumStat type="max">82</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>31</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>32</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>33</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>34</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>35</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>51</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>52</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>53</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>61</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>62</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>63</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>64</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>71</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>72</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>73</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>74</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>81</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>82</catValu>
  </catgry>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000–DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000–DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000–WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V447" name="kab" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="3" EndPos="4" width="2"/>
  <labl>Kabupaten</labl>
  <imputation>Kabupaten</imputation>
  <security>Kabupaten</security>
  <embargo>Kabupaten</embargo>
  <respUnit>Kabupaten</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kabupaten</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">78</sumStat>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000–DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000–DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000–WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V448" name="kec" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="5" EndPos="7" width="3"/>
  <labl>Kecamatan</labl>
  <imputation>Kecamatan</imputation>
  <security>Kecamatan</security>
  <embargo>Kecamatan</embargo>
  <respUnit>Kecamatan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecamatan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">10</sumStat>
  <sumStat type="max">750</sumStat>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000–DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000–DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000–WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V449" name="desa" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="8" EndPos="10" width="3"/>
  <labl>Desa</labl>
  <imputation>Desa</imputation>
  <security>Desa</security>
  <embargo>Desa</embargo>
  <respUnit>Desa</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Desa</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">222</sumStat>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000–DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000–DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000–WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V450" name="drh" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="11" EndPos="11" width="1"/>
  <labl>Daerah</labl>
  <imputation>Daerah</imputation>
  <security>Daerah</security>
  <embargo>Daerah</embargo>
  <respUnit>Daerah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Daerah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Perkotaan</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Pedesaan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000–DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000–DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000–WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V451" name="b3r1" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="12" EndPos="12" width="1"/>
  <labl>Status hukum desa/kelurahan</labl>
  <imputation>Status hukum desa/kelurahan</imputation>
  <security>Status hukum desa/kelurahan</security>
  <embargo>Status hukum desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>Status hukum desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Status hukum desa/kelurahan</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.3
Jika jawabannya (3) atau (4), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.6</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Definitif (Mendagri)</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Persiapan (SK Gub)</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>UPT (Dept. Trans &amp; PPH)</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>PMT (Dept. Sos)</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Status hukum desa/kelurahan adalah status hukum yang dikeluarkan oleh Instansi yang berwenang yaitu definitif oleh Mendagri, Persiapan oleh Gubernur, Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) oleh Menteri Transmigrasi &amp; PPH dan, Permukiman Masyarakat Terasing (PMT) oleh Menteri Sosial.
Desa/Kelurahan Definitif adalah desa/kelurahan yang telah memiliki SK Gubernur yang disetujui oleh Mendagri.
Desa/Kelurahan Persiapan adalah desa/kelurahan yang status definitifnya sedang diusulkan Gubernur dan belum disetujui oleh Mendagri.
Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) adalah suatu wilayah permukiman yang ditempati sejumlah penduduk transmigrasi yang terdiri kurang lebih 500 kepala keluarga sebagai satu kesatuan masyarakat.
Pemukiman Masyarakat Terasing (PMT) adalah tempat bermukim masyarakat suku terasing yang secara geografis terpencil, terisolir, dan terasing.</txt>
</var>
<var ID="V452" name="b3r2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="13" EndPos="13" width="1"/>
  <labl>Klasifikasi desa/kelurahan</labl>
  <imputation>Klasifikasi desa/kelurahan</imputation>
  <security>Klasifikasi desa/kelurahan</security>
  <embargo>Klasifikasi desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>Klasifikasi desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika R.1 berkode "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Jika R.1 berkode "1", Klasifikasi desa/kelurahan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Swadaya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Swakarya</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Swasembada</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Rincian ini ditanyakan hanya untuk desa definitif (Blok III R.1 berkode 1).
Klasifikasi desa/kelurahan ditentukan oleh Ditjen PMD-Depdagri yang, didasarkan pada:
1).Kemampuan dalam menyelenggarakan urusan rumahtangga desa/kelurahan.
2).Tingkat berfungsinya/kemajuan administrasi.
3).Tingkat berfungsinya Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa/ Kelurahan (LKMD/K) dalam mengorganisasikan pembangunan desa/kelurahan.
Berdasarkan ketiga kriteria di atas, desa/kelurahan diklasifikasikan menjadi swadaya (tradisional), swakarya (transisional) dan swasembada (berkembang).
Desa/Kelurahan Swadaya adalah desa/kelurahan yang belum mampu mandiri dalam secara terpadu (LKMD termasuk kategori 0 atau 1). Desa swadaya disebut juga Desa Tradisional. menyelenggarakan urusan rumahtangga sendiri, administrasi desa/kelurahan belum terselenggara dengan baik dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) belum berfungsi dengan baik dalam mengorganisasikan dan menggerakkan peran serta masyarakat dalam pembangunan Desa/Kelurahan
Desa/Kelurahan Swakarya adalah desa/kelurahan yang setingkat lebih tinggi dari desa/kelurahan Swadaya. Pada Desa/Kelurahan Swakarya ini mulai mampu mandiri untuk meyelenggarakan urusan rumahtangga sendiri, administrasi desa/kelurahan sudah terselenggara dengan cukup baik dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) cukup berfungsi dalam mengorganisasikan peran serta masyarakat dalam pembangunan Desa/Kelurahan secara terpadu (LKMD termasuk kategori 1 atau 2). Desa Swakarya disebut juga Desa Transisional.
Desa/Kelurahan Swasembada adalah desa/kelurahan yang setingkat lebih tinggi dari desa/kelurahan Swakarya. Desa/Kelurahan Swasembada adalah Desa/Kelurahan yang telah mampu meyelenggarakan urusan rumahtangga sendiri, administrasi desa/kelurahan telah terselenggara dengan baik dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) telah berfungsi dalam mengorganisasikan dan menggerakkan peran serta masyarakat dalam pembangunan
Desa/Kelurahan secara terpadu (LKMD termasuk kategori 2 atau 3). Desa Swasembada disebut juga Desa Berkembang. Pada umumnya aparat desa/kelurahan sudah mengetahui termasuk klasifikasi mana desa/kelurahannya. Bagi desa yang belum ada klasifikasinya isikan berdasarkan definisi. Informasi bisa ditanyakan ke Kaur Pembangunan di Kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V453" name="b3r3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="14" EndPos="14" width="1"/>
  <labl>Status pemerintahan desa/kelurahan</labl>
  <imputation>Status pemerintahan desa/kelurahan</imputation>
  <security>Status pemerintahan desa/kelurahan</security>
  <embargo>Status pemerintahan desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>Status pemerintahan desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika R.1 berkode "1" atau "2"</preQTxt>
    <qstnLit>Jika R.1 berkode "1" atau "2", status pemerintahan desa/kelurahan</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.5</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Desa</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kelurahan</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Rincian ini hanya ditanyakan untuk desa definitif atau persiapan.
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat, termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah dan langsung di bawah camat, serta berhak menyelenggarakan rumah-tangganya sendiri dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia. Kepala desa dipilih oleh rakyat setempat dan bersama lembaga musyawarah desa menentukan anggaran pendapatan dan belanja desanya.
Kelurahan adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasi pemerintahan langsung di bawah camat, dan tidak berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri.</txt>
</var>
<var ID="V454" name="b3r4" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="15" EndPos="15" width="1"/>
  <labl>Apakah ada Lembaga Musyawarah Desa (LMD)</labl>
  <imputation>Apakah ada Lembaga Musyawarah Desa (LMD)</imputation>
  <security>Apakah ada Lembaga Musyawarah Desa (LMD)</security>
  <embargo>Apakah ada Lembaga Musyawarah Desa (LMD)</embargo>
  <respUnit>Apakah ada Lembaga Musyawarah Desa (LMD)</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika R.3 berkode "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Jika R.3 berkode "1" apakah ada Lembaga Musyawarah Desa (LMD)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Rincian ini hanya ditanyakan jika statusnya pemerintahannya desa.
Lembaga Musyawarah Desa (LMD) adalah lembaga permusyawaratan/permufakatan yang keanggotaannya terdiri dari kepala-kepala dusun, pimpinan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan pemuka-pemuka masyarakat desa yang bersangkutan</txt>
</var>
<var ID="V455" name="b3r5" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="16" EndPos="16" width="1"/>
  <labl>Kategori LKMD/K</labl>
  <imputation>Kategori LKMD/K</imputation>
  <security>Kategori LKMD/K</security>
  <embargo>Kategori LKMD/K</embargo>
  <respUnit>Kategori LKMD/K</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kategori LKMD/K</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <labl>Persiapan</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Kategori 1</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kategori 2</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Kategori 3</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa/Kelurahan (LKMD/K) adalah lembaga masyarakat di desa/kelurahan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. LKMD/K merupakan wahana partisipasi masyarakat dalam pembangunan, yang memadukan berbagai kegiatan pemerintah dan prakarsa serta swadaya gotong royong masyarakat dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional yang meliputi aspek-aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, agama, dan pertahanan keamanan.
Kategori LKMD/K:
Persiapan, bila dalam desa sedang dilakukan persiapan pembentukan LKMD/K.
Kategori 1, bila dalam desa telah tumbuh pengertian dan kesadaran untuk mendirikan LKMD/K, cap dan papan LKMD/K telah dibuat, telah dilakukan rapat pembentukan LKMD/K yang struktur organisasinya dirancang sesuai dengan keputusan Mendagri No.25 tahun 1980, tetapi LKMD/K tersebut masih memerlukan bimbingan dan bantuan pemerintah.
Kategori 2, bila LKMD/K yang terbentuk mampu menyusun dan melaksanakan program kerja, program PKK, memanfaatkan dana bantuan desa, dan dapat menggerakkan swadaya gotong royong.
Kategori 3, bila LKMD/K yang terbentuk mampu menyusun perencanaan pembangunan desa berdasarkan potensi setempat, sumber dananya tetap, administrasi dan laporannya tertib, dan seksi-seksinya telah berfungsi (minimal 3 seksi).</txt>
</var>
<var ID="V11" name="b3r6b" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="17" EndPos="26" width="10"/>
  <labl>Sebutkan nama desa induk/lokasi</labl>
  <imputation>Sebutkan nama desa induk/lokasi</imputation>
  <security>Sebutkan nama desa induk/lokasi</security>
  <embargo>Sebutkan nama desa induk/lokasi</embargo>
  <respUnit>Sebutkan nama desa induk/lokasi</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>JiKa R.1 "berkode 2, 3 atau 4"</preQTxt>
    <qstnLit>JiKa R.1 "berkode 2, 3 atau 4", sebutkan nama desa induk/lokasi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">1425</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <txt>Rincian ini ditanyakan apabila status desa/kelurahan adalah persiapan, UPT atau PMT.
Desa Induk adalah desa asal yang mempunyai SK Gubernur yang disetujui Mendagri dari desa persiapan, UPT/PMT. Khusus untuk UPT/PMT yang desa induknya tidak jelas, maka desa induknya adalah desa terdekat dalam kecamatan yang sama. Untuk desa yang mempunyai lebih dari satu desa induk, isikan nama dan identitas desa induk yang luas daerahnya terambil paling luas.
Bagi pencacah, tuliskan nama desa induk/lokasi pada kotak yang disediakan, sedangkan khusus untuk pengawas tuliskan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, dan desa/kelurahan di sebelah kanan dengan mengacu kode wilayah di lampiran buku pengawas. (Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V12" name="b3r7" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="27" EndPos="28" width="2"/>
  <labl>Jumlah dusun/lingkungan</labl>
  <imputation>Jumlah dusun/lingkungan</imputation>
  <security>Jumlah dusun/lingkungan</security>
  <embargo>Jumlah dusun/lingkungan</embargo>
  <respUnit>Jumlah dusun/lingkungan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah dusun/lingkungan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">48</sumStat>
  <txt>Dusun/Lingkungan adalah bagian wilayah dalam desa/kelurahan yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan. Syarat-syarat pembentukannya harus memperhatikan faktor jumlah penduduk, luas wilayah, letak, prasarana, dan sarana serta kondisi kemampuan ekonomi masyarakat. Setiap dusun/lingkungan paling sedikit dibentuk oleh 2-3 RW/RK (Permendagri No.5 Th 1981, pasal 4). Di beberapa propinsi istilah dusun/lingkungan ini dikenal juga dengan istilah lorong di Sumatera Selatan dan marga di Bengkulu</txt>
</var>
<var ID="V456" name="b3r8a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="29" EndPos="29" width="1"/>
  <labl>a. Pembentukan RT/RW</labl>
  <imputation>a. Pembentukan RT/RW</imputation>
  <security>a. Pembentukan RT/RW</security>
  <embargo>a. Pembentukan RT/RW</embargo>
  <respUnit>a. Pembentukan RT/RW</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Pembentukan RT/RW</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.9</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sudah</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Belum</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Kampung (RK)/Rukun Warga (RW) adalah organisasi masyarakat yang diakui dan dibina oleh pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan kegotong-royongan dan kekeluargaan serta untuk membantu meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pemerintah, pembangunan dan masyarakat di desa dan kelurahan.
Dari segi ukuran, RT biasanya lebih kecil dari RW/RK. Jumlah kepala keluarga/rumahtangga di dalam RT biasanya lebih kecil dari 30 keluarga/rumahtangga untuk desa dan 50 untuk kelurahan. Dari setiap RW/RK biasanya terdiri dari paling sedikit 2 RT di desa dan 3 RT di kelurahan ( Permendagri No.5 Th 1981 tentang pembentukan dusun dalam dan lingkungan dalam kelurahan, pasal 4)</txt>
</var>
<var ID="V14" name="b3r8b1" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="30" EndPos="31" width="2"/>
  <labl>1. Rukun Kampung/Rukun Warga</labl>
  <imputation>1. Rukun Kampung/Rukun Warga</imputation>
  <security>1. Rukun Kampung/Rukun Warga</security>
  <embargo>1. Rukun Kampung/Rukun Warga</embargo>
  <respUnit>1. Rukun Kampung/Rukun Warga</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jika "Sudah", isikan banyaknya : 1. Rukun Kampung/Rukun Warga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">61</sumStat>
  <txt>Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Kampung (RK)/Rukun Warga (RW) adalah organisasi masyarakat yang diakui dan dibina oleh pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan kegotong-royongan dan kekeluargaan serta untuk membantu meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pemerintah, pembangunan dan masyarakat di desa dan kelurahan.
Dari segi ukuran, RT biasanya lebih kecil dari RW/RK. Jumlah kepala keluarga/rumahtangga di dalam RT biasanya lebih kecil dari 30 keluarga/rumahtangga untuk desa dan 50 untuk kelurahan. Dari setiap RW/RK biasanya terdiri dari paling sedikit 2 RT di desa dan 3 RT di kelurahan ( Permendagri No.5 Th 1981 tentang pembentukan dusun dalam dan lingkungan dalam kelurahan, pasal 4)</txt>
</var>
<var ID="V15" name="b3r8b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="32" EndPos="34" width="3"/>
  <labl>2. Rukun Tetangga</labl>
  <imputation>2. Rukun Tetangga</imputation>
  <security>2. Rukun Tetangga</security>
  <embargo>2. Rukun Tetangga</embargo>
  <respUnit>2. Rukun Tetangga</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jika "Sudah", isikan banyaknya : 2. Rukun Tetangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">492</sumStat>
  <txt>Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Kampung (RK)/Rukun Warga (RW) adalah organisasi masyarakat yang diakui dan dibina oleh pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan kegotong-royongan dan kekeluargaan serta untuk membantu meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pemerintah, pembangunan dan masyarakat di desa dan kelurahan.
Dari segi ukuran, RT biasanya lebih kecil dari RW/RK. Jumlah kepala keluarga/rumahtangga di dalam RT biasanya lebih kecil dari 30 keluarga/rumahtangga untuk desa dan 50 untuk kelurahan. Dari setiap RW/RK biasanya terdiri dari paling sedikit 2 RT di desa dan 3 RT di kelurahan ( Permendagri No.5 Th 1981 tentang pembentukan dusun dalam dan lingkungan dalam kelurahan, pasal 4)</txt>
</var>
<var ID="V457" name="b3r9" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="35" EndPos="35" width="1"/>
  <labl>Letak geografis desa/kelurahan</labl>
  <imputation>Letak geografis desa/kelurahan</imputation>
  <security>Letak geografis desa/kelurahan</security>
  <embargo>Letak geografis desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>Letak geografis desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Letak geografis desa/kelurahan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Pantai</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Lembah/daerah aliran sungai</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Lereng/punggung bukit</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Dataran</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>1). Desa pantai adalah Desa/Kelurahan yang memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan garis pantai/laut (atau merupakan desa pulau) dengan corak kehidupan rakyatnya tergantung pada potensi laut dan bisa tidak tergantung pada potensi laut
2). Desa bukan pantai adalah desa yang tidak berbatasan dengan laut atau tidak mempunyai pantai. Desa bukan pantai terdiri atas:
a). Desa lembah/daerah aliran sungai (DAS) adalah desa/kelurahan yang wilayahnya sebagian besar merupakan daerah cekungan/ledokan di sekitar aliran sungai atau berada di antara dua buah gunung/bukit.
b). Desa lereng/punggung bukit adalah desa/kelurahan yang wilayahnya sebagian besar berada di lereng/punggung bukit atau gunung.
c). Desa Dataran adalah desa/kelurahan yang sebagian besar wilayahnya rata</txt>
</var>
<var ID="V458" name="b3r10" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="36" EndPos="36" width="1"/>
  <labl>Topografi desa/kelurahan</labl>
  <imputation>Topografi desa/kelurahan</imputation>
  <security>Topografi desa/kelurahan</security>
  <embargo>Topografi desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>Topografi desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Topografi desa/kelurahan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Datar</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Berbukit bukit</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Menurut topografisnya desa/kelurahan dibagi menjadi desa/kelurahan datar dan desa/kelurahan berbukit-bukit.
1). Desa datar adalah desa/kelurahan yang wilayahnya sebagian besar merupakan daerah datar.
2). Desa Berbukit-bukit adalah desa/kelurahan yang wilayahnya berbukit-bukit.</txt>
</var>
<var ID="V459" name="b3r11a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="37" EndPos="37" width="1"/>
  <labl>Jenis kelamin : a. Sekretaris desa/kelurahan</labl>
  <imputation>Jenis kelamin : a. Sekretaris desa/kelurahan</imputation>
  <security>Jenis kelamin : a. Sekretaris desa/kelurahan</security>
  <embargo>Jenis kelamin : a. Sekretaris desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>Jenis kelamin : a. Sekretaris desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kelamin aparat pemerintahan desa/kelurahan : a. Sekretaris desa/kelurahan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Laki-laki</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Perempuan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada aparat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan kode jenis kelamin aparat pemerintah desa. Isikan kode "1" jika laki-laki dan kode "2" jika perempuan, dan jika tidak ada aparat isikan kode "3".
a). Sekretaris Desa/Kelurahan (Sekdes) mempunyai tugas menjalankan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa/kelurahan serta membantu Kepala Desa/Kelurahan serta memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Sekretaris Desa/Kelurahan mempunyai fungsi:
1).Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan dan laporan
2).Melaksanakan urusan keuangan
3).Melaksanakan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
4).Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Desa/Kelurahan apabila Kepala Desa/Kelurahan berhalangan melakukan tugasnya
b). Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pemerintahan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pemerintahan desa/kelurahan, keamanan dan sebagainya
c). Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pembangunan, seperti; pengaturan air, bimbingan pertanian, kerajinan rumahtangga, perdagangan dan sebagainya.
d). Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keagamaan, kesehatan, kesenian, olahraga dan sebagainya
e). Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keuangan desa/kelurahan.
f). Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) merupakan pembantu Sekretaris Desa/kelurahan dalam bidang pengurusan umum selain urusan kaur-kaur di atas. Apabila ada Kaur yang merangkap maka dipilih yang utama.
g). Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yaitu orang yang bertempat tinggal di desa dengan tugas membantu secara teknis (mengurus surat-surat, penghubung dengan KUA dan sebagainya) pegawai pencatat nikah yang berada di Kantor KUA kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V460" name="b3r11b" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="38" EndPos="38" width="1"/>
  <labl>Jenis kelamin : b. Kepala urusan pemerintahan</labl>
  <imputation>Jenis kelamin : b. Kepala urusan pemerintahan</imputation>
  <security>Jenis kelamin : b. Kepala urusan pemerintahan</security>
  <embargo>Jenis kelamin : b. Kepala urusan pemerintahan</embargo>
  <respUnit>Jenis kelamin : b. Kepala urusan pemerintahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kelamin aparat pemerintahan desa/kelurahan : b. Kepala urusan pemerintahan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Laki-laki</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Perempuan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada aparat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan kode jenis kelamin aparat pemerintah desa. Isikan kode "1" jika laki-laki dan kode "2" jika perempuan, dan jika tidak ada aparat isikan kode "3".
a). Sekretaris Desa/Kelurahan (Sekdes) mempunyai tugas menjalankan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa/kelurahan serta membantu Kepala Desa/Kelurahan serta memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Sekretaris Desa/Kelurahan mempunyai fungsi:
1).Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan dan laporan
2).Melaksanakan urusan keuangan
3).Melaksanakan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
4).Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Desa/Kelurahan apabila Kepala Desa/Kelurahan berhalangan melakukan tugasnya
b). Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pemerintahan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pemerintahan desa/kelurahan, keamanan dan sebagainya
c). Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pembangunan, seperti; pengaturan air, bimbingan pertanian, kerajinan rumahtangga, perdagangan dan sebagainya.
d). Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keagamaan, kesehatan, kesenian, olahraga dan sebagainya
e). Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keuangan desa/kelurahan.
f). Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) merupakan pembantu Sekretaris Desa/kelurahan dalam bidang pengurusan umum selain urusan kaur-kaur di atas. Apabila ada Kaur yang merangkap maka dipilih yang utama.
g). Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yaitu orang yang bertempat tinggal di desa dengan tugas membantu secara teknis (mengurus surat-surat, penghubung dengan KUA dan sebagainya) pegawai pencatat nikah yang berada di Kantor KUA kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V461" name="b3r11c" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="39" EndPos="39" width="1"/>
  <labl>Jenis kelamin : c. Kepala urusan pembangunan</labl>
  <imputation>Jenis kelamin : c. Kepala urusan pembangunan</imputation>
  <security>Jenis kelamin : c. Kepala urusan pembangunan</security>
  <embargo>Jenis kelamin : c. Kepala urusan pembangunan</embargo>
  <respUnit>Jenis kelamin : c. Kepala urusan pembangunan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kelamin aparat pemerintahan desa/kelurahan : c. Kepala urusan pembangunan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Laki-laki</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Perempuan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada aparat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan kode jenis kelamin aparat pemerintah desa. Isikan kode "1" jika laki-laki dan kode "2" jika perempuan, dan jika tidak ada aparat isikan kode "3".
a). Sekretaris Desa/Kelurahan (Sekdes) mempunyai tugas menjalankan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa/kelurahan serta membantu Kepala Desa/Kelurahan serta memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Sekretaris Desa/Kelurahan mempunyai fungsi:
1).Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan dan laporan
2).Melaksanakan urusan keuangan
3).Melaksanakan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
4).Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Desa/Kelurahan apabila Kepala Desa/Kelurahan berhalangan melakukan tugasnya
b). Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pemerintahan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pemerintahan desa/kelurahan, keamanan dan sebagainya
c). Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pembangunan, seperti; pengaturan air, bimbingan pertanian, kerajinan rumahtangga, perdagangan dan sebagainya.
d). Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keagamaan, kesehatan, kesenian, olahraga dan sebagainya
e). Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keuangan desa/kelurahan.
f). Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) merupakan pembantu Sekretaris Desa/kelurahan dalam bidang pengurusan umum selain urusan kaur-kaur di atas. Apabila ada Kaur yang merangkap maka dipilih yang utama.
g). Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yaitu orang yang bertempat tinggal di desa dengan tugas membantu secara teknis (mengurus surat-surat, penghubung dengan KUA dan sebagainya) pegawai pencatat nikah yang berada di Kantor KUA kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V462" name="b3r11d" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="40" EndPos="40" width="1"/>
  <labl>Jenis kelamin : d. Kepala urusan kesra</labl>
  <imputation>Jenis kelamin : d. Kepala urusan kesra</imputation>
  <security>Jenis kelamin : d. Kepala urusan kesra</security>
  <embargo>Jenis kelamin : d. Kepala urusan kesra</embargo>
  <respUnit>Jenis kelamin : d. Kepala urusan kesra</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kelamin aparat pemerintahan desa/kelurahan : d. Kepala urusan kesra</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Laki-laki</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Perempuan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada aparat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan kode jenis kelamin aparat pemerintah desa. Isikan kode "1" jika laki-laki dan kode "2" jika perempuan, dan jika tidak ada aparat isikan kode "3".
a). Sekretaris Desa/Kelurahan (Sekdes) mempunyai tugas menjalankan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa/kelurahan serta membantu Kepala Desa/Kelurahan serta memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Sekretaris Desa/Kelurahan mempunyai fungsi:
1).Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan dan laporan
2).Melaksanakan urusan keuangan
3).Melaksanakan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
4).Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Desa/Kelurahan apabila Kepala Desa/Kelurahan berhalangan melakukan tugasnya
b). Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pemerintahan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pemerintahan desa/kelurahan, keamanan dan sebagainya
c). Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pembangunan, seperti; pengaturan air, bimbingan pertanian, kerajinan rumahtangga, perdagangan dan sebagainya.
d). Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keagamaan, kesehatan, kesenian, olahraga dan sebagainya
e). Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keuangan desa/kelurahan.
f). Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) merupakan pembantu Sekretaris Desa/kelurahan dalam bidang pengurusan umum selain urusan kaur-kaur di atas. Apabila ada Kaur yang merangkap maka dipilih yang utama.
g). Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yaitu orang yang bertempat tinggal di desa dengan tugas membantu secara teknis (mengurus surat-surat, penghubung dengan KUA dan sebagainya) pegawai pencatat nikah yang berada di Kantor KUA kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V463" name="b3r11e" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="41" EndPos="41" width="1"/>
  <labl>Jenis kelamin : e. Kepala urusan keuangan</labl>
  <imputation>Jenis kelamin : e. Kepala urusan keuangan</imputation>
  <security>Jenis kelamin : e. Kepala urusan keuangan</security>
  <embargo>Jenis kelamin : e. Kepala urusan keuangan</embargo>
  <respUnit>Jenis kelamin : e. Kepala urusan keuangan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kelamin aparat pemerintahan desa/kelurahan : e. Kepala urusan keuangan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Laki-laki</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Perempuan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada aparat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan kode jenis kelamin aparat pemerintah desa. Isikan kode "1" jika laki-laki dan kode "2" jika perempuan, dan jika tidak ada aparat isikan kode "3".
a). Sekretaris Desa/Kelurahan (Sekdes) mempunyai tugas menjalankan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa/kelurahan serta membantu Kepala Desa/Kelurahan serta memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Sekretaris Desa/Kelurahan mempunyai fungsi:
1).Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan dan laporan
2).Melaksanakan urusan keuangan
3).Melaksanakan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
4).Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Desa/Kelurahan apabila Kepala Desa/Kelurahan berhalangan melakukan tugasnya
b). Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pemerintahan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pemerintahan desa/kelurahan, keamanan dan sebagainya
c). Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pembangunan, seperti; pengaturan air, bimbingan pertanian, kerajinan rumahtangga, perdagangan dan sebagainya.
d). Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keagamaan, kesehatan, kesenian, olahraga dan sebagainya
e). Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keuangan desa/kelurahan.
f). Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) merupakan pembantu Sekretaris Desa/kelurahan dalam bidang pengurusan umum selain urusan kaur-kaur di atas. Apabila ada Kaur yang merangkap maka dipilih yang utama.
g). Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yaitu orang yang bertempat tinggal di desa dengan tugas membantu secara teknis (mengurus surat-surat, penghubung dengan KUA dan sebagainya) pegawai pencatat nikah yang berada di Kantor KUA kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V464" name="b3r11f" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="42" EndPos="42" width="1"/>
  <labl>Jenis kelamin : f. Kepala urusan umum</labl>
  <imputation>Jenis kelamin : f. Kepala urusan umum</imputation>
  <security>Jenis kelamin : f. Kepala urusan umum</security>
  <embargo>Jenis kelamin : f. Kepala urusan umum</embargo>
  <respUnit>Jenis kelamin : f. Kepala urusan umum</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kelamin aparat pemerintahan desa/kelurahan : f. Kepala urusan umum</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Laki-laki</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Perempuan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada aparat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan kode jenis kelamin aparat pemerintah desa. Isikan kode "1" jika laki-laki dan kode "2" jika perempuan, dan jika tidak ada aparat isikan kode "3".
a). Sekretaris Desa/Kelurahan (Sekdes) mempunyai tugas menjalankan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa/kelurahan serta membantu Kepala Desa/Kelurahan serta memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Sekretaris Desa/Kelurahan mempunyai fungsi:
1).Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan dan laporan
2).Melaksanakan urusan keuangan
3).Melaksanakan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
4).Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Desa/Kelurahan apabila Kepala Desa/Kelurahan berhalangan melakukan tugasnya
b). Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pemerintahan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pemerintahan desa/kelurahan, keamanan dan sebagainya
c). Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pembangunan, seperti; pengaturan air, bimbingan pertanian, kerajinan rumahtangga, perdagangan dan sebagainya.
d). Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keagamaan, kesehatan, kesenian, olahraga dan sebagainya
e). Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keuangan desa/kelurahan.
f). Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) merupakan pembantu Sekretaris Desa/kelurahan dalam bidang pengurusan umum selain urusan kaur-kaur di atas. Apabila ada Kaur yang merangkap maka dipilih yang utama.
g). Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yaitu orang yang bertempat tinggal di desa dengan tugas membantu secara teknis (mengurus surat-surat, penghubung dengan KUA dan sebagainya) pegawai pencatat nikah yang berada di Kantor KUA kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V465" name="b3r11g" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="43" EndPos="43" width="1"/>
  <labl>Jenis kelamin : g. Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N)</labl>
  <imputation>Jenis kelamin : g. Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N)</imputation>
  <security>Jenis kelamin : g. Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N)</security>
  <embargo>Jenis kelamin : g. Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N)</embargo>
  <respUnit>Jenis kelamin : g. Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kelamin aparat pemerintahan desa/kelurahan : g. Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Laki-laki</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Perempuan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada aparat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan kode jenis kelamin aparat pemerintah desa. Isikan kode "1" jika laki-laki dan kode "2" jika perempuan, dan jika tidak ada aparat isikan kode "3".
a). Sekretaris Desa/Kelurahan (Sekdes) mempunyai tugas menjalankan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa/kelurahan serta membantu Kepala Desa/Kelurahan serta memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Sekretaris Desa/Kelurahan mempunyai fungsi:
1).Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan dan laporan
2).Melaksanakan urusan keuangan
3).Melaksanakan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
4).Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Desa/Kelurahan apabila Kepala Desa/Kelurahan berhalangan melakukan tugasnya
b). Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pemerintahan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pemerintahan desa/kelurahan, keamanan dan sebagainya
c). Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang pembangunan, seperti; pengaturan air, bimbingan pertanian, kerajinan rumahtangga, perdagangan dan sebagainya.
d). Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keagamaan, kesehatan, kesenian, olahraga dan sebagainya
e). Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) merupakan pembantu Sekretaris Desa/Kelurahan dalam bidang keuangan desa/kelurahan.
f). Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) merupakan pembantu Sekretaris Desa/kelurahan dalam bidang pengurusan umum selain urusan kaur-kaur di atas. Apabila ada Kaur yang merangkap maka dipilih yang utama.
g). Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yaitu orang yang bertempat tinggal di desa dengan tugas membantu secara teknis (mengurus surat-surat, penghubung dengan KUA dan sebagainya) pegawai pencatat nikah yang berada di Kantor KUA kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V25" name="b3r12" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="44" EndPos="59" width="16"/>
  <labl>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kecamatan yang membawahi</labl>
  <imputation>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kecamatan yang membawahi</imputation>
  <security>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kecamatan yang membawahi</security>
  <embargo>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kecamatan yang membawahi</embargo>
  <respUnit>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kecamatan yang membawahi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kecamatan yang membawahi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <txt>Tuliskan jarak (dalam kilometer) yang biasanya ditempuh masyarakat desa/kelurahan jika mereka pergi ke kantor kecamatan yang membawahi desa/kelurahannya.</txt>
</var>
<var ID="V26" name="b3r13" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="60" EndPos="75" width="16"/>
  <labl>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kabupaten/kodya yang membawahi</labl>
  <imputation>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kabupaten/kodya yang membawahi</imputation>
  <security>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kabupaten/kodya yang membawahi</security>
  <embargo>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kabupaten/kodya yang membawahi</embargo>
  <respUnit>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kabupaten/kodya yang membawahi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke kantor kabupaten/kodya yang membawahi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <txt>Tuliskan jarak (dalam kilometer) yang biasanya ditempuh masyarakat desa/kelurahan jika mereka pergi ke kantor kabupaten/kotamadya yang membawahi desa/kelurahannya.</txt>
</var>
<var ID="V27" name="b3r14" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="76" EndPos="91" width="16"/>
  <labl>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke ibukota kabupaten/kodya lain yang terdekat</labl>
  <imputation>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke ibukota kabupaten/kodya lain yang terdekat</imputation>
  <security>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke ibukota kabupaten/kodya lain yang terdekat</security>
  <embargo>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke ibukota kabupaten/kodya lain yang terdekat</embargo>
  <respUnit>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke ibukota kabupaten/kodya lain yang terdekat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jarak dari kantor desa/kelurahan ke ibukota kabupaten/kodya lain yang terdekat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <txt>Tuliskan jarak (dalam kilometer) yang biasanya ditempuh masyarakat desa/kelurahan jika mereka pergi ke ibukota kabupaten/kotamadya lain yang terdekat.</txt>
</var>
<var ID="V466" name="b4ar1" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="92" EndPos="92" width="1"/>
  <labl>Pelaksanaan registrasi penduduk</labl>
  <imputation>Pelaksanaan registrasi penduduk</imputation>
  <security>Pelaksanaan registrasi penduduk</security>
  <embargo>Pelaksanaan registrasi penduduk</embargo>
  <respUnit>Pelaksanaan registrasi penduduk</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Pelaksanaan registrasi penduduk</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada teratur</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Ada tidak teratur</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Registrasi penduduk adalah pencatatan penduduk mengenai kelahiran, kematian maupun perpindahan.
Teratur apabila pencatatannya dilakukan setiap bulan
Tidak teratur apabila pencatatannya tidak dilakukan setiap bulan
Tidak ada apabila selama ini tidak ada pencacatan penduduk</txt>
</var>
<var ID="V29" name="b4ar2a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="93" EndPos="98" width="6"/>
  <labl>a. Jumlah penduduk</labl>
  <imputation>a. Jumlah penduduk</imputation>
  <security>a. Jumlah penduduk</security>
  <embargo>a. Jumlah penduduk</embargo>
  <respUnit>a. Jumlah penduduk</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Penduduk dan rumahtangga : a. Jumlah penduduk</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">163313</sumStat>
  <txt>Jumlah penduduk dan rumahtangga dihitung berdasarkan keadaan terakhir.
a). Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di desa tersebut selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. Banyaknya penduduk desa/kelurahan yang dicatat adalah jumlah penduduk yang tercatat pada saat pencacahan.
b). Rumahtangga adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud dengan makan dari satu dapur adalah mengelola kebutuhan sehari-hari bersama-sama menjadi satu.
c). Rumahtangga Pertanian adalah rumahtangga yang sekurang-kurangnya satu anggota rumahtangganya melakukan kegiatan bertani/berkebun, menanam tanaman kayu-kayuan, beternak ikan di kolam, karamba maupun tambak; menjadi nelayan, melakukan perburuan atau penangkapan satwa liar, mengusahakan ternak/unggas, atau berusaha dalam jasa pertanian.</txt>
</var>
<var ID="V30" name="b4ar2b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="99" EndPos="103" width="5"/>
  <labl>b. Jumlah rumahtangga</labl>
  <imputation>b. Jumlah rumahtangga</imputation>
  <security>b. Jumlah rumahtangga</security>
  <embargo>b. Jumlah rumahtangga</embargo>
  <respUnit>b. Jumlah rumahtangga</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Penduduk dan rumahtangga : b. Jumlah rumahtangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">20075</sumStat>
  <txt>Jumlah penduduk dan rumahtangga dihitung berdasarkan keadaan terakhir.
a). Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di desa tersebut selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. Banyaknya penduduk desa/kelurahan yang dicatat adalah jumlah penduduk yang tercatat pada saat pencacahan.
b). Rumahtangga adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud dengan makan dari satu dapur adalah mengelola kebutuhan sehari-hari bersama-sama menjadi satu.
c). Rumahtangga Pertanian adalah rumahtangga yang sekurang-kurangnya satu anggota rumahtangganya melakukan kegiatan bertani/berkebun, menanam tanaman kayu-kayuan, beternak ikan di kolam, karamba maupun tambak; menjadi nelayan, melakukan perburuan atau penangkapan satwa liar, mengusahakan ternak/unggas, atau berusaha dalam jasa pertanian.</txt>
</var>
<var ID="V31" name="b4ar2c" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="104" EndPos="107" width="4"/>
  <labl>c. Jumlah rumahtangga pertanian</labl>
  <imputation>c. Jumlah rumahtangga pertanian</imputation>
  <security>c. Jumlah rumahtangga pertanian</security>
  <embargo>c. Jumlah rumahtangga pertanian</embargo>
  <respUnit>c. Jumlah rumahtangga pertanian</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Penduduk dan rumahtangga : c. Jumlah rumahtangga pertanian</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4823</sumStat>
  <txt>Jumlah penduduk dan rumahtangga dihitung berdasarkan keadaan terakhir.
a). Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di desa tersebut selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. Banyaknya penduduk desa/kelurahan yang dicatat adalah jumlah penduduk yang tercatat pada saat pencacahan.
b). Rumahtangga adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud dengan makan dari satu dapur adalah mengelola kebutuhan sehari-hari bersama-sama menjadi satu.
c). Rumahtangga Pertanian adalah rumahtangga yang sekurang-kurangnya satu anggota rumahtangganya melakukan kegiatan bertani/berkebun, menanam tanaman kayu-kayuan, beternak ikan di kolam, karamba maupun tambak; menjadi nelayan, melakukan perburuan atau penangkapan satwa liar, mengusahakan ternak/unggas, atau berusaha dalam jasa pertanian.</txt>
</var>
<var ID="V32" name="b4ar3" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="108" EndPos="111" width="4"/>
  <labl>Jumlah keluarga prasejahtera dan sejahtera</labl>
  <imputation>Jumlah keluarga prasejahtera dan sejahtera</imputation>
  <security>Jumlah keluarga prasejahtera dan sejahtera</security>
  <embargo>Jumlah keluarga prasejahtera dan sejahtera</embargo>
  <respUnit>Jumlah keluarga prasejahtera dan sejahtera</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah keluarga prasejahtera dan sejahtera</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6338</sumStat>
  <txt>Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anak-anaknya, atau ibu dan anaknya, atau ayah dan anaknya.
Kepala Keluarga (KK) adalah laki-laki atau perempuan yang berstatus kawin, janda/duda, yang mengepalai satu keluarga yang anggotanya terdiri dari istri/suami dan anak-anak.
Bila informasi Keluarga Sejahtera di desa/kelurahan pada PPKBD tidak tersedia atau tersedia namun ada data di kecamatan (PLKB) yang mutakhir, maka data yang digunakan data dari kecamatan. Bila belum ada pendataan Keluarga Sejahtera dikosongkan.</txt>
</var>
<var ID="V33" name="b4ar4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="112" EndPos="116" width="5"/>
  <labl>Jumlah pasangan usia subur (PUS)</labl>
  <imputation>Jumlah pasangan usia subur (PUS)</imputation>
  <security>Jumlah pasangan usia subur (PUS)</security>
  <embargo>Jumlah pasangan usia subur (PUS)</embargo>
  <respUnit>Jumlah pasangan usia subur (PUS)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah pasangan usia subur (PUS)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">12733</sumStat>
  <txt>Pasangan usia subur (PUS) adalah suami istri yang masih berpotensi untuk mempunyai keturunan lagi atau biasanya ditandai dengan belum datangnya waktu menopouse (terhenti menstruasi) bagi si istri.</txt>
</var>
<var ID="V34" name="b4ar5" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="117" EndPos="121" width="5"/>
  <labl>Jumlah peserta/Akseptor KB</labl>
  <imputation>Jumlah peserta/Akseptor KB</imputation>
  <security>Jumlah peserta/Akseptor KB</security>
  <embargo>Jumlah peserta/Akseptor KB</embargo>
  <respUnit>Jumlah peserta/Akseptor KB</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah peserta/Akseptor KB</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">10881</sumStat>
  <txt>Peserta/akseptor KB adalah pasangan suami-istri yang sedang menggunakan alat atau cara KB</txt>
</var>
<var ID="V467" name="b4ar6a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="122" EndPos="122" width="1"/>
  <labl>Sumber penghasilan sebagian besar penduduk</labl>
  <imputation>Sumber penghasilan sebagian besar penduduk</imputation>
  <security>Sumber penghasilan sebagian besar penduduk</security>
  <embargo>Sumber penghasilan sebagian besar penduduk</embargo>
  <respUnit>Sumber penghasilan sebagian besar penduduk</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Sumber penghasilan sebagian besar penduduk :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">5</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Pertanian</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Pertambangan dan penggalian</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Industri</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Perdagangan besar/eceran, rumah makan dan akomodasi</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Lainnya</labl>
  </catgry>
  <txt>Sumber penghasilan sebagian besar penduduk adalah sektor atau bidang usaha di mana sebagian besar penduduknya memperoleh penghasilan/pendapatan.
a). Pertanian meliputi pertanian tanaman pangan dan tanaman pertanian lainnya; peternakan; jasa pertanian dan peternakan; kehutanan dan penebangan hutan; perburuan/penangkapan, dan pembiakan binatang liar; perikanan laut dan perikanan darat.
b). Pertambangan dan penggalian adalah kegiatan/lapangan usaha di bidang pertambangan dan penggalian, seperti pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, biji logam, penggalian batu batuan, tanah liat, pasir, penambangan dan penggalian garam, pertambangan mineral bahan kimia dan bahan pupuk, dan penambangan gips, aspal, gamping.
c). Industri adalah kegiatan pengubahan bahan dasar menjadi barang jadi atau setengah jadi, dari yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya. Secara garis besar industri meliputi:
1). Industri makanan, minuman dan tembakau;
2). Industri tekstil, pakaian jadi dan kulit;
3). Industri barang dari kayu, termasuk perabot rumah-tangga;
4). Industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan penerbitan;
5). Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bumi, batu bara, karet dan plastik;
6). Industri barang galian bukan logam, kecuali minyak dan batu bara;
7). Industri logam dasar;
8). Industri barang dari logam, mesin dan peralatan;
9). Industri pengolahan lainnya.
d). Perdagangan adalah kegiatan jual beli barang termasuk juga usaha restoran/rumah makan dan minuman, katering, restorasi di kereta api, kafetaria, kantin, warung, penginapan (hotel, motel, hostel, dan losmen).
e). Lainnya adalah kegiatan yang bidang atau sektornya tidak termasuk pada rincian di atas.</txt>
</var>
<var ID="V468" name="b4ar6b" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="123" EndPos="123" width="1"/>
  <labl>Sebagian besar berusaha dalam sub sektor</labl>
  <imputation>Sebagian besar berusaha dalam sub sektor</imputation>
  <security>Sebagian besar berusaha dalam sub sektor</security>
  <embargo>Sebagian besar berusaha dalam sub sektor</embargo>
  <respUnit>Sebagian besar berusaha dalam sub sektor</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika R.6.a. berkode "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Jika R.6.a. berkode "1", maka sebagian besar berusaha dalam sub sektor</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Pertanian tanaman pangan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Peternakan</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Kehutanan</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Perkebunan</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Perikanan</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Pertanian Lainnya</labl>
  </catgry>
  <txt>a). Pertanian Tanaman Pangan adalah kegiatan pertanian yang meliputi pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, pemanenen dan pasca panen, tanaman bahan makanan seperti padi sawah, padi ladang, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan hortikultura.
b). Peternakan adalah kegiatan pemeliharaan/pembibitan, pengembangbiakan dan pemungutan hasil ternak.
c). Kehutanan adalah kegiatan penanaman, pemeliharaan, pemungutan hasil, pengolahan, pembudidayaan hasil hutan, termasuk penangkaran satwa liar dan pengelolaan suaka alam dan marga satwa.
d). Perkebunan adalah kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan panenan tanaman perkebunan seperti kelapa, kopi, kakao, lada, pala, vanili, dan kapuk.
e). Perikanan adalah kegiatan penangkapan atau budidaya ikan dan biota perairan lainnya, seperti penangkapan ikan di laut/sungai, pemeliharaan/budidaya ikan di karamba, dan pengambilan hasil laut lainnya seperti rumput laut dan mutiara.
f). Pertanian Lainnya adalah sub sektor pertanian yang tidak termasuk pada rincian a s/d e di atas. Misalnya pembibitan tanaman hias.</txt>
</var>
<var ID="V37" name="b4ar7a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="124" EndPos="128" width="5"/>
  <labl>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : a. Laki - laki</labl>
  <imputation>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : a. Laki - laki</imputation>
  <security>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : a. Laki - laki</security>
  <embargo>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : a. Laki - laki</embargo>
  <respUnit>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : a. Laki - laki</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : a. Laki laki</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">29535</sumStat>
  <txt>Penduduk yang Berhak Memilih Dalam Pemilu adalah seluruh penduduk yang sudah mencapai umur 17 tahun atau penduduk berumur kurang dari 17 tahun yang pernah kawin.</txt>
</var>
<var ID="V38" name="b4ar7b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="129" EndPos="133" width="5"/>
  <labl>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : b. Perempuan</labl>
  <imputation>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : b. Perempuan</imputation>
  <security>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : b. Perempuan</security>
  <embargo>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : b. Perempuan</embargo>
  <respUnit>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : b. Perempuan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah penduduk yang berhak memiilh dalam pemilu : b. Perempuan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">30850</sumStat>
  <txt>Penduduk yang Berhak Memilih Dalam Pemilu adalah seluruh penduduk yang sudah mencapai umur 17 tahun atau penduduk berumur kurang dari 17 tahun yang pernah kawin.</txt>
</var>
<var ID="V39" name="b4ar8a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="134" EndPos="138" width="5"/>
  <labl>Jumlah calon pemilih : a. Laki - laki</labl>
  <imputation>Jumlah calon pemilih : a. Laki - laki</imputation>
  <security>Jumlah calon pemilih : a. Laki - laki</security>
  <embargo>Jumlah calon pemilih : a. Laki - laki</embargo>
  <respUnit>Jumlah calon pemilih : a. Laki - laki</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah calon pemilih : a. Laki - laki</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">26225</sumStat>
  <txt>Calon Pemilih adalah penduduk yang mempunyai hak pilih dan terdaftar pada Panitia Pemungutan Suara (PPS).</txt>
</var>
<var ID="V40" name="b4ar8b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="139" EndPos="143" width="5"/>
  <labl>Jumlah calon pemilih : b. Perempuan</labl>
  <imputation>Jumlah calon pemilih : b. Perempuan</imputation>
  <security>Jumlah calon pemilih : b. Perempuan</security>
  <embargo>Jumlah calon pemilih : b. Perempuan</embargo>
  <respUnit>Jumlah calon pemilih : b. Perempuan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah calon pemilih : b. Perempuan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">24680</sumStat>
  <txt>Calon Pemilih adalah penduduk yang mempunyai hak pilih dan terdaftar pada Panitia Pemungutan Suara (PPS).</txt>
</var>
<var ID="V41" name="b4ar9a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="144" EndPos="148" width="5"/>
  <labl>Jumlah pemilih : a. Laki-laki</labl>
  <imputation>Jumlah pemilih : a. Laki-laki</imputation>
  <security>Jumlah pemilih : a. Laki-laki</security>
  <embargo>Jumlah pemilih : a. Laki-laki</embargo>
  <respUnit>Jumlah pemilih : a. Laki-laki</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah pemilih : a. Laki-laki</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">26225</sumStat>
  <txt>Pemilih adalah calon pemilih (R.8) yang telah menggunakan hak pilihnya pada saat Pemilu 1999 berlangsung.</txt>
</var>
<var ID="V42" name="b4ar9b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="149" EndPos="153" width="5"/>
  <labl>Jumlah pemilih : Perempuan</labl>
  <imputation>Jumlah pemilih : Perempuan</imputation>
  <security>Jumlah pemilih : Perempuan</security>
  <embargo>Jumlah pemilih : Perempuan</embargo>
  <respUnit>Jumlah pemilih : Perempuan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah pemilih : Perempuan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">23013</sumStat>
  <txt>Pemilih adalah calon pemilih (R.8) yang telah menggunakan hak pilihnya pada saat Pemilu 1999 berlangsung.</txt>
</var>
<var ID="V43" name="b4ar10" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="154" EndPos="157" width="4"/>
  <labl>Jumlah kartu suara yang rusak setelah pencoblosan</labl>
  <imputation>Jumlah kartu suara yang rusak setelah pencoblosan</imputation>
  <security>Jumlah kartu suara yang rusak setelah pencoblosan</security>
  <embargo>Jumlah kartu suara yang rusak setelah pencoblosan</embargo>
  <respUnit>Jumlah kartu suara yang rusak setelah pencoblosan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah kartu suara yang rusak setelah pencoblosan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">9970</sumStat>
  <txt>Kartu Suara yang Rusak adalah kartu suara yang dicoblos (dicolok) lebih dari satu, dicoblos tidak pada tempat yang semestinya, tidak dicoblos sama sekali dan hal-hal lainnya yang menyebabkan kartu suara tersebut tidak syah menurut peraturan yang berlaku.</txt>
</var>
<var ID="V44" name="b4br1a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="158" EndPos="162" width="5"/>
  <labl>a. Listrik PLN</labl>
  <imputation>a. Listrik PLN</imputation>
  <security>a. Listrik PLN</security>
  <embargo>a. Listrik PLN</embargo>
  <respUnit>a. Listrik PLN</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya rumahtangga pelanggan listrik : a. Listrik PLN</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">20075</sumStat>
  <txt>Rumahtangga pelanggan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah rumahtangga yang secara resmi mendapatkan sumber listrik dari PLN.
Rumahtangga pelanggan listrik non-PLN adalah rumah-tangga yang mempunyai sumber listrik bukan berasal dari PLN, misalnya dari diesel/generator yang diusahakan sendiri atau diusahakan secara bersama. Termasuk dari diesel/generator yang dibangkitkan sendiri (tidak diusahakan) dan hanya digunakan sendiri.</txt>
</var>
<var ID="V45" name="b4br1b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="163" EndPos="166" width="4"/>
  <labl>b. Listrik non PLN</labl>
  <imputation>b. Listrik non PLN</imputation>
  <security>b. Listrik non PLN</security>
  <embargo>b. Listrik non PLN</embargo>
  <respUnit>b. Listrik non PLN</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya rumahtangga pelanggan listrik : b. Listrik non PLN</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6934</sumStat>
  <txt>Rumahtangga pelanggan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah rumahtangga yang secara resmi mendapatkan sumber listrik dari PLN.
Rumahtangga pelanggan listrik non-PLN adalah rumah-tangga yang mempunyai sumber listrik bukan berasal dari PLN, misalnya dari diesel/generator yang diusahakan sendiri atau diusahakan secara bersama. Termasuk dari diesel/generator yang dibangkitkan sendiri (tidak diusahakan) dan hanya digunakan sendiri.</txt>
</var>
<var ID="V469" name="b4br2a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="167" EndPos="167" width="1"/>
  <labl>Penerangan jalan utama desa/kelurahan</labl>
  <imputation>Penerangan jalan utama desa/kelurahan</imputation>
  <security>Penerangan jalan utama desa/kelurahan</security>
  <embargo>Penerangan jalan utama desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>Penerangan jalan utama desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Penerangan jalan utama desa/kelurahan</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.3</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Rincian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai ada/tidaknya sarana penerangan dan jenis penerangan yang ada pada jalan utama desa/kelurahan.
Penerangan jalan yang diusahakan oleh masyarakat walaupun sumbernya dari PLN dimasukkan Listrik non PLN.</txt>
</var>
<var ID="V470" name="b4br2b" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="168" EndPos="168" width="1"/>
  <labl>Jenis:</labl>
  <imputation>Jenis:</imputation>
  <security>Jenis:</security>
  <embargo>Jenis:</embargo>
  <respUnit>Jenis:</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada", jenis :</preQTxt>
    <qstnLit>Jika "Ada", jenis :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Listrik PLN (diusahakan resmi oleh pemerintah)</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Listrik non PLN</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Non Listrik</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Rincian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai ada/tidaknya sarana penerangan dan jenis penerangan yang ada pada jalan utama desa/kelurahan.
Penerangan jalan yang diusahakan oleh masyarakat walaupun sumbernya dari PLN dimasukkan Listrik non PLN.</txt>
</var>
<var ID="V471" name="b4br3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="169" EndPos="169" width="1"/>
  <labl>Bahan bakar yang digunakan sebagian besar rumahtangga untuk memasak</labl>
  <imputation>Bahan bakar yang digunakan sebagian besar rumahtangga untuk memasak</imputation>
  <security>Bahan bakar yang digunakan sebagian besar rumahtangga untuk memasak</security>
  <embargo>Bahan bakar yang digunakan sebagian besar rumahtangga untuk memasak</embargo>
  <respUnit>Bahan bakar yang digunakan sebagian besar rumahtangga untuk memasak</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Bahan bakar yang digunakan sebagian besar rumahtangga untuk memasak</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Gas kota/LPG</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Minyak tanah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Kayu bakar</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Lainnya (batu bara, arang, sekam, tempurung, biogas)</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <notes>Rincian 3 s/d Rincian 6 ingin mengetahui informasi keadaan sebagian besar masyarakat/ rumahtangga dalam hal penggunaan bahan bakar untuk memasak, tempat buang sampah, tempat buang air besar, dan saluran pembuangan limbah cair/air kotor</notes>
  <txt>Bahan bakar untuk memasak adalah bahan bakar yang digunakan oleh sebagian besar penduduk di desa/ kelurahan.
Gas kota/Liquid Petroleum Gas (LPG) adalah gas LPG dan gas kota dari perusahaan gas.
Minyak tanah : cukup jelas
Kayu bakar : cukup jelas .
Lainnya, seperti arang, sekam, tempurung, briket batu bara dan biogas.
Apabila sebagian besar penduduk memasak dengan dua atau lebih jenis bahan bakar dengan persentase yang sama, maka kode yang dipilih adalah kode bahan bakar yang terkecil.</txt>
</var>
<var ID="V472" name="b4br4" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="170" EndPos="170" width="1"/>
  <labl>Tempat buang sampah sebagian besar rumahtangga</labl>
  <imputation>Tempat buang sampah sebagian besar rumahtangga</imputation>
  <security>Tempat buang sampah sebagian besar rumahtangga</security>
  <embargo>Tempat buang sampah sebagian besar rumahtangga</embargo>
  <respUnit>Tempat buang sampah sebagian besar rumahtangga</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tempat buang sampah sebagian besar rumahtangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Tempat sampah kemudian diangkut</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Dalam lubang/dibakar</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sungai</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Lainnya (tuliskan)</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <notes>Rincian 3 s/d Rincian 6 ingin mengetahui informasi keadaan sebagian besar masyarakat/ rumahtangga dalam hal penggunaan bahan bakar untuk memasak, tempat buang sampah, tempat buang air besar, dan saluran pembuangan limbah cair/air kotor</notes>
  <txt>Tempat sampah kemudian diangkut adalah jika sampah dibuang dengan diangkut petugas baik langsung dari rumahtangga maupun dari tempat pembuangan sementara.
Dalam lubang/dibakar adalah jika sampah dibuang ke dalam lubang, baik lubang buatan maupun alamiah atau dibakar.
Sungai apabila sebagian besar rumahtangga membuang sampah ke kali/sungai.
Lainnya misalnya dipakai sebagai bahan pembuatan kompos.
Apabila ada dua atau lebih tempat buang sampah yang digunakan dengan persentase rumahtangga yang sama, maka yang dipilih adalah kode tempat buang sampah yang terkecil.</txt>
</var>
<var ID="V473" name="b4br5" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="171" EndPos="171" width="1"/>
  <labl>Tempat buang air besar sebagian besar rumahtangga</labl>
  <imputation>Tempat buang air besar sebagian besar rumahtangga</imputation>
  <security>Tempat buang air besar sebagian besar rumahtangga</security>
  <embargo>Tempat buang air besar sebagian besar rumahtangga</embargo>
  <respUnit>Tempat buang air besar sebagian besar rumahtangga</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tempat buang air besar sebagian besar rumahtangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Jamban sendiri</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Jamban bersama</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Jamban umum</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Bukan jamban</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <notes>Rincian 3 s/d Rincian 6 ingin mengetahui informasi keadaan sebagian besar masyarakat/ rumahtangga dalam hal penggunaan bahan bakar untuk memasak, tempat buang sampah, tempat buang air besar, dan saluran pembuangan limbah cair/air kotor</notes>
  <txt>Jamban adalah tempat buang air besar yang pembuatannya memenuhi syarat-syarat kesehatan, antara lain menggunakan tangki septik.
Jamban sendiri adalah jamban yang hanya digunakan oleh satu rumahtangga.
Jamban bersama adalah jamban yang digunakan oleh dua rumahtangga atau lebih.
Jamban umum adalah jamban yang dapat digunakan oleh setiap warga desa yang bersangkutan maupun masyarakat lainnya.
Bukan jamban termasuk tempat pembuangan air besar yang penampungan akhirnya sungai, kolam, lubang, dan sebagainya.
Apabila menggunakan dua atau lebih jenis jamban dengan persentase yang sama, maka kode jenis jamban yang dipilih adalah kode yang terkecil.</txt>
</var>
<var ID="V474" name="b4br6" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="172" EndPos="172" width="1"/>
  <labl>Keadaan sebagian besar saluran pembuangan limbah cair/air kotor</labl>
  <imputation>Keadaan sebagian besar saluran pembuangan limbah cair/air kotor</imputation>
  <security>Keadaan sebagian besar saluran pembuangan limbah cair/air kotor</security>
  <embargo>Keadaan sebagian besar saluran pembuangan limbah cair/air kotor</embargo>
  <respUnit>Keadaan sebagian besar saluran pembuangan limbah cair/air kotor</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keadaan sebagian besar saluran pembuangan limbah cair/air kotor</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Lancar</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak lancar</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tergenang</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada saluran</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <notes>Rincian 3 s/d Rincian 6 ingin mengetahui informasi keadaan sebagian besar masyarakat/ rumahtangga dalam hal penggunaan bahan bakar untuk memasak, tempat buang sampah, tempat buang air besar, dan saluran pembuangan limbah cair/air kotor</notes>
  <txt>Saluran pembuangan limbah cair adalah saluran berupa got atau talang (pipa) digunakan untuk mengalirkan limbah cair/air kotor dari suatu tempat (tempat tinggal; pasar; pertokoan; perkantoran; pabrik dsb.) ke tempat pembuangan (sungai, danau, kolam, got besar, lahan tertentu). Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada saluran pembuangan limbah. Bila ada saluran pembuangan, bagaimana keadaannya? Apakah mengalir dengan lancar, mengalir tidak lancar (karena berbagai sebab), atau tergenang (tidak mengalir sama sekali, berkurang hanya karena meresap ke dalam tanah).</txt>
</var>
<var ID="V52" name="b4br7a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="173" EndPos="176" width="4"/>
  <labl>a. Jumlah bangunan Fisik (Tower/Menara)</labl>
  <imputation>a. Jumlah bangunan Fisik (Tower/Menara)</imputation>
  <security>a. Jumlah bangunan Fisik (Tower/Menara)</security>
  <embargo>a. Jumlah bangunan Fisik (Tower/Menara)</embargo>
  <respUnit>a. Jumlah bangunan Fisik (Tower/Menara)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah bangunan rumah susun : a. Jumlah bangunan Fisik (Tower/Menara)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">1708</sumStat>
  <txt>Rumah adalah bangunan yang diperuntukkan untuk tempat tinggal manusia, termasuk disini bangunan yang diperuntukkan bukan untuk tempat tinggal seperti toko, gudang, pabrik yang pada saat pencacahan digunakan sebagai tempat tinggal. Selain itu juga termasuk rumah/tempat tinggal adalah bangunan rumah yang dalam proses penyelesaian pembangunan (sudah ada lantai, dinding dan atap).
Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat 3 atau lebih ( ? 4 lantai ) yang dibangun dalam suatu lingkungan, yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturalkan secara fungsional dalam arah vertikal dan merupakam satuan-satuan (bangunan sensus) dengan ukuran minimal 18 m 2 dengan lebar muka minimal 3 m, yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama. (UU RI No. 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun), termasuk dalam kategori ini apartemen dan kondominium.
Bangunan sensus (unit) rusun yang dimaksud pada rincian ini adalah satuan-satuan bagian bangunan rumah yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah baik sebagai tempat hunian, usaha maupun campuran (hunian dan usaha).
Contoh rusun, apartemen dan kondominium di beberapa daerah:
Jakarta; Rusun Klender, rusun Tanah Tinggi, Rusun Tanah Abang, Apartemen Menara 7 Gading (Kelapa Gading), Apartemen Oasis Mitra Sarana (Senen), Rajawali Kondominium (Jl. Rajawali Selatan, Kemayoran) dan Panorama Golf Kondominium (Jl. Tarogong, Cilandak). Kodya Palembang di daerah Ilir Barat. Kodya Medan ada di Sukarame. Kodya Bandung di Sarijadi. Kodya Surabaya di Mananggal. Lihat gambar 1 dan 2 di atas.</txt>
</var>
<var ID="V53" name="b4br7b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="177" EndPos="180" width="4"/>
  <labl>b. Jumlah bangunan sensus</labl>
  <imputation>b. Jumlah bangunan sensus</imputation>
  <security>b. Jumlah bangunan sensus</security>
  <embargo>b. Jumlah bangunan sensus</embargo>
  <respUnit>b. Jumlah bangunan sensus</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah bangunan rumah susun : b. Jumlah bangunan sensus</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4731</sumStat>
  <txt>Rumah adalah bangunan yang diperuntukkan untuk tempat tinggal manusia, termasuk disini bangunan yang diperuntukkan bukan untuk tempat tinggal seperti toko, gudang, pabrik yang pada saat pencacahan digunakan sebagai tempat tinggal. Selain itu juga termasuk rumah/tempat tinggal adalah bangunan rumah yang dalam proses penyelesaian pembangunan (sudah ada lantai, dinding dan atap).
Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat 3 atau lebih ( ? 4 lantai ) yang dibangun dalam suatu lingkungan, yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturalkan secara fungsional dalam arah vertikal dan merupakam satuan-satuan (bangunan sensus) dengan ukuran minimal 18 m 2 dengan lebar muka minimal 3 m, yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama. (UU RI No. 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun), termasuk dalam kategori ini apartemen dan kondominium.
Bangunan sensus (unit) rusun yang dimaksud pada rincian ini adalah satuan-satuan bagian bangunan rumah yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah baik sebagai tempat hunian, usaha maupun campuran (hunian dan usaha).
Contoh rusun, apartemen dan kondominium di beberapa daerah:
Jakarta; Rusun Klender, rusun Tanah Tinggi, Rusun Tanah Abang, Apartemen Menara 7 Gading (Kelapa Gading), Apartemen Oasis Mitra Sarana (Senen), Rajawali Kondominium (Jl. Rajawali Selatan, Kemayoran) dan Panorama Golf Kondominium (Jl. Tarogong, Cilandak). Kodya Palembang di daerah Ilir Barat. Kodya Medan ada di Sukarame. Kodya Bandung di Sarijadi. Kodya Surabaya di Mananggal. Lihat gambar 1 dan 2 di atas.</txt>
</var>
<var ID="V54" name="b4br8a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="181" EndPos="185" width="5"/>
  <labl>a. Permanen</labl>
  <imputation>a. Permanen</imputation>
  <security>a. Permanen</security>
  <embargo>a. Permanen</embargo>
  <respUnit>a. Permanen</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah bangunan rumah yang ada menurut kualitas : a. Permanen</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">97210</sumStat>
  <txt>Kriteria Permanen suatu bangunan ditentukan oleh dinding, atap dan lantai. Dinding bukan anyaman bambu atau pelepah, atap bukan daun-daunan dan lantai bukan tanah.
Catatan:.
1). bedeng untuk para pekerja konstruksi tidak termasuk dalam kategori ini, meskipun bangunan bedeng tersebut permanen.
2). rumah tempat tinggal yang sudah berubah fungsi tidak dihitung misalnya berubah menjadi rumah burung walet.</txt>
</var>
<var ID="V55" name="b4br8b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="186" EndPos="190" width="5"/>
  <labl>b. Bukan permanen</labl>
  <imputation>b. Bukan permanen</imputation>
  <security>b. Bukan permanen</security>
  <embargo>b. Bukan permanen</embargo>
  <respUnit>b. Bukan permanen</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah bangunan rumah yang ada menurut kualitas : b. Bukan permanen</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">13338</sumStat>
  <txt>Kriteria Permanen suatu bangunan ditentukan oleh dinding, atap dan lantai. Dinding bukan anyaman bambu atau pelepah, atap bukan daun-daunan dan lantai bukan tanah.
Catatan:.
1). bedeng untuk para pekerja konstruksi tidak termasuk dalam kategori ini, meskipun bangunan bedeng tersebut permanen.
2). rumah tempat tinggal yang sudah berubah fungsi tidak dihitung misalnya berubah menjadi rumah burung walet.</txt>
</var>
<var ID="V475" name="b4br9a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="191" EndPos="191" width="1"/>
  <labl>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai</labl>
  <imputation>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai</imputation>
  <security>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai</security>
  <embargo>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai</embargo>
  <respUnit>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2) atau (3), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.10.a</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada sungai</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Rincian ini dimaksudkan untuk mengetahui banyaknya rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai dan atau sempadan sungai.
Bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai dihitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam (PP No.35 Tahun 1991 tentang sungai).
Palung adalah cekungan yang terbentuk oleh aliran sungai secara alamiah, atau galian untuk mengalirkan sejumlah air tertentu (Kepress No.32/1990).
Sempadan sungai adalah kawasan kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai
Kriteria sempadan sungai; 1). Sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. 2). Untuk sungai di kawasan permukiman antara 10 - 15 meter.</txt>
</var>
<var ID="V57" name="b4br9b1" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="192" EndPos="195" width="4"/>
  <labl>b1. Jumlah rumahtangga</labl>
  <imputation>b1. Jumlah rumahtangga</imputation>
  <security>b1. Jumlah rumahtangga</security>
  <embargo>b1. Jumlah rumahtangga</embargo>
  <respUnit>b1. Jumlah rumahtangga</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>b. Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>Jika "Ada" : 1. Jumlah rumahtangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3600</sumStat>
  <txt>Rincian ini dimaksudkan untuk mengetahui banyaknya rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai dan atau sempadan sungai.
Bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai dihitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam (PP No.35 Tahun 1991 tentang sungai).
Palung adalah cekungan yang terbentuk oleh aliran sungai secara alamiah, atau galian untuk mengalirkan sejumlah air tertentu (Kepress No.32/1990).
Sempadan sungai adalah kawasan kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai
Kriteria sempadan sungai; 1). Sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. 2). Untuk sungai di kawasan permukiman antara 10 - 15 meter.</txt>
</var>
<var ID="V58" name="b4br9b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="196" EndPos="199" width="4"/>
  <labl>b2. Jumlah bangunan rumah</labl>
  <imputation>b2. Jumlah bangunan rumah</imputation>
  <security>b2. Jumlah bangunan rumah</security>
  <embargo>b2. Jumlah bangunan rumah</embargo>
  <respUnit>b2. Jumlah bangunan rumah</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>b. Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>Jika "Ada" : 2. Jumlah bangunan rumah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3750</sumStat>
  <txt>Rincian ini dimaksudkan untuk mengetahui banyaknya rumahtangga yang bertempat tinggal di bantaran/tepi sungai dan atau sempadan sungai.
Bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai dihitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam (PP No.35 Tahun 1991 tentang sungai).
Palung adalah cekungan yang terbentuk oleh aliran sungai secara alamiah, atau galian untuk mengalirkan sejumlah air tertentu (Kepress No.32/1990).
Sempadan sungai adalah kawasan kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai
Kriteria sempadan sungai; 1). Sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. 2). Untuk sungai di kawasan permukiman antara 10 - 15 meter.</txt>
</var>
<var ID="V476" name="b4br10a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="200" EndPos="200" width="1"/>
  <labl>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bawah jaringan listrik tegangan tinggi (&gt; 500 KV)</labl>
  <imputation>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bawah jaringan listrik tegangan tinggi (&gt; 500 KV)</imputation>
  <security>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bawah jaringan listrik tegangan tinggi (&gt; 500 KV)</security>
  <embargo>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bawah jaringan listrik tegangan tinggi (&gt; 500 KV)</embargo>
  <respUnit>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bawah jaringan listrik tegangan tinggi (&gt; 500 KV)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Rumahtangga yang bertempat tinggal di bawah jaringan listrik tegangan tinggi (&gt; 500 KV)</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2) atau (3), maka pertanyaan dilanjutkan ke  R.11.a</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada listrik tegangan tinggi</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Dikatakan jaringan listrik tegangan tinggi apabila kawat yang melintas mempunyai tegangan listrik lebih dari 500 KV. Rumahtangga dan bangunan yang dicatat pada rincian ini adalah rumahtangga dan bangunan yang berada di bawah jaringan dan berjarak 20 meter dari lintasan jaringan tersebut. (Permentamben No. 1.P/47/MTE/1992).</txt>
</var>
<var ID="V60" name="b4br10b1" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="201" EndPos="204" width="4"/>
  <labl>b1. Jumlah rumahtangga</labl>
  <imputation>b1. Jumlah rumahtangga</imputation>
  <security>b1. Jumlah rumahtangga</security>
  <embargo>b1. Jumlah rumahtangga</embargo>
  <respUnit>b1. Jumlah rumahtangga</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 1. Jumlah rumahtangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4705</sumStat>
  <txt>Dikatakan jaringan listrik tegangan tinggi apabila kawat yang melintas mempunyai tegangan listrik lebih dari 500 KV. Rumahtangga dan bangunan yang dicatat pada rincian ini adalah rumahtangga dan bangunan yang berada di bawah jaringan dan berjarak 20 meter dari lintasan jaringan tersebut. (Permentamben No. 1.P/47/MTE/1992).</txt>
</var>
<var ID="V61" name="b4br10b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="205" EndPos="208" width="4"/>
  <labl>b2. Jumlah bangunan rumah</labl>
  <imputation>b2. Jumlah bangunan rumah</imputation>
  <security>b2. Jumlah bangunan rumah</security>
  <embargo>b2. Jumlah bangunan rumah</embargo>
  <respUnit>b2. Jumlah bangunan rumah</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 2. Jumlah bangunan rumah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">1830</sumStat>
  <txt>Dikatakan jaringan listrik tegangan tinggi apabila kawat yang melintas mempunyai tegangan listrik lebih dari 500 KV. Rumahtangga dan bangunan yang dicatat pada rincian ini adalah rumahtangga dan bangunan yang berada di bawah jaringan dan berjarak 20 meter dari lintasan jaringan tersebut. (Permentamben No. 1.P/47/MTE/1992).</txt>
</var>
<var ID="V477" name="b4br11a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="209" EndPos="209" width="1"/>
  <labl>a. Permukiman Kumuh</labl>
  <imputation>a. Permukiman Kumuh</imputation>
  <security>a. Permukiman Kumuh</security>
  <embargo>a. Permukiman Kumuh</embargo>
  <respUnit>a. Permukiman Kumuh</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Permukiman Kumuh</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.12.a</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Perumahan dan permukiman kumuh adalah lingkungan hunian dan usaha yang ditandai oleh
1. Banyak rumah tidak layak huni,
2. Banyak saluran pembuangan limbah macet,
3. Penduduk/bangunan sangat padat,
4. Banyak penduduk buang air besar tidak di jamban,
5. Biasanya berada di areal marginal (seperti di tepi sungai, pinggir rel kereta api).
Rumah tak layak huni adalah rumah yang dibuat dari bahan bekas/sampah (seperti potongan triplek, lembaran plastik sisa) yang dipertimbangkan tidak cocok untuk bertempat tinggal atau terletak pada areal yang diperuntukkan bukan untuk permukiman. Termasuk disini rumah gubuk.</txt>
</var>
<var ID="V63" name="b4br11b1" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="210" EndPos="211" width="2"/>
  <labl>b1. Berapa lokasi</labl>
  <imputation>b1. Berapa lokasi</imputation>
  <security>b1. Berapa lokasi</security>
  <embargo>b1. Berapa lokasi</embargo>
  <respUnit>b1. Berapa lokasi</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 1. Berapa lokasi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">96</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>19</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>21</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>24</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>25</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>27</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>28</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>29</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>30</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>31</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>33</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>34</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>36</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>42</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>51</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>57</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>59</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>60</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>64</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>86</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>87</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>96</catValu>
  </catgry>
</var>
<var ID="V64" name="b4br11b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="212" EndPos="215" width="4"/>
  <labl>b2. Luasnya</labl>
  <imputation>b2. Luasnya</imputation>
  <security>b2. Luasnya</security>
  <embargo>b2. Luasnya</embargo>
  <respUnit>b2. Luasnya</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 2. Luasnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4680</sumStat>
</var>
<var ID="V65" name="b4br11b3" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="216" EndPos="219" width="4"/>
  <labl>b3. Jumlah rumahtangga</labl>
  <imputation>b3. Jumlah rumahtangga</imputation>
  <security>b3. Jumlah rumahtangga</security>
  <embargo>b3. Jumlah rumahtangga</embargo>
  <respUnit>b3. Jumlah rumahtangga</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 3. Jumlah rumahtangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">5243</sumStat>
</var>
<var ID="V66" name="b4br11b4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="220" EndPos="223" width="4"/>
  <labl>b4. Jumlah anggota rumahtangga</labl>
  <imputation>b4. Jumlah anggota rumahtangga</imputation>
  <security>b4. Jumlah anggota rumahtangga</security>
  <embargo>b4. Jumlah anggota rumahtangga</embargo>
  <respUnit>b4. Jumlah anggota rumahtangga</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 4. Jumlah anggota rumahtangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">9998</sumStat>
</var>
<var ID="V478" name="b4br12a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="224" EndPos="224" width="1"/>
  <labl>a. Pembangunan rumah baru oleh pengembang dalam 2 tahun terakhir</labl>
  <imputation>a. Pembangunan rumah baru oleh pengembang dalam 2 tahun terakhir</imputation>
  <security>a. Pembangunan rumah baru oleh pengembang dalam 2 tahun terakhir</security>
  <embargo>a. Pembangunan rumah baru oleh pengembang dalam 2 tahun terakhir</embargo>
  <respUnit>a. Pembangunan rumah baru oleh pengembang dalam 2 tahun terakhir</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Pembangunan rumah baru oleh pengembang dalam 2 tahun terakhir</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.13.a</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Perusahaan Pembangunan Perumahan (Developer) adalah suatu badan hukum yang melakukan usaha pengembangan properti.
Pengembang di sini bisa dilakukan oleh Perum Perumnas atau perusahaan swasta.
Jumlah unit rumah yang dihitung disini yaitu unit rumah yang siap huni dan telah selesai dalam dua tahun terakhir.
Rumah digolongkan menurut luas lantainya:
1). Rumah sangat sederhana (RSS) ukuran lantai bangunan &lt; 21m 2 (tipe 21)
2). Rumah sederhana (RS) ukuran lantai bangunannya antara 21m 2 sampai 70m 2 .
3). Rumah menengah, ukuran lantai bangunannya antara 71m 2 sampai 200m 2 .
4). Rumah mewah, ukuran lantai bangunnya lebih dari 200m 2 .</txt>
</var>
<var ID="V68" name="b4br12b1" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="225" EndPos="229" width="5"/>
  <labl>b1. Jumlah seluruhnya</labl>
  <imputation>b1. Jumlah seluruhnya</imputation>
  <security>b1. Jumlah seluruhnya</security>
  <embargo>b1. Jumlah seluruhnya</embargo>
  <respUnit>b1. Jumlah seluruhnya</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 1. Jumlah seluruhnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">12000</sumStat>
</var>
<var ID="V69" name="b4br12b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="230" EndPos="233" width="4"/>
  <labl>b2. Jumlah rumah sangat sederhana (RSS)</labl>
  <imputation>b2. Jumlah rumah sangat sederhana (RSS)</imputation>
  <security>b2. Jumlah rumah sangat sederhana (RSS)</security>
  <embargo>b2. Jumlah rumah sangat sederhana (RSS)</embargo>
  <respUnit>b2. Jumlah rumah sangat sederhana (RSS)</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 2. Jumlah rumah sangat sederhana (RSS)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">5000</sumStat>
</var>
<var ID="V70" name="b4br12b3" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="234" EndPos="237" width="4"/>
  <labl>b3. Jumlah rumah sederhana (RS)</labl>
  <imputation>b3. Jumlah rumah sederhana (RS)</imputation>
  <security>b3. Jumlah rumah sederhana (RS)</security>
  <embargo>b3. Jumlah rumah sederhana (RS)</embargo>
  <respUnit>b3. Jumlah rumah sederhana (RS)</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 3. Jumlah rumah sederhana (RS)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8300</sumStat>
</var>
<var ID="V71" name="b4br12b4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="238" EndPos="241" width="4"/>
  <labl>b4. Jumlah rumah menengah</labl>
  <imputation>b4. Jumlah rumah menengah</imputation>
  <security>b4. Jumlah rumah menengah</security>
  <embargo>b4. Jumlah rumah menengah</embargo>
  <respUnit>b4. Jumlah rumah menengah</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 4. Jumlah rumah menengah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4412</sumStat>
</var>
<var ID="V72" name="b4br12b5" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="242" EndPos="245" width="4"/>
  <labl>b5. Jumlah rumah mewah</labl>
  <imputation>b5. Jumlah rumah mewah</imputation>
  <security>b5. Jumlah rumah mewah</security>
  <embargo>b5. Jumlah rumah mewah</embargo>
  <respUnit>b5. Jumlah rumah mewah</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada" : 5. Jumlah rumah mewah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">5122</sumStat>
</var>
<var ID="V479" name="b4br13a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="246" EndPos="246" width="1"/>
  <labl>a. Industri pengolahan</labl>
  <imputation>a. Industri pengolahan</imputation>
  <security>a. Industri pengolahan</security>
  <embargo>a. Industri pengolahan</embargo>
  <respUnit>a. Industri pengolahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Industri pengolahan</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.14</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">7</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Industri pengolahan adalah kegiatan pengubahan bahan dasar menjadi barang jadi atau setengah jadi, dari yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya.
Rincian 13.c: Jenis limbah yang dihasilkan
Pencemaran akibat kegiatan industri atau pencemaran industri adalah penurunan kualitas lingkungan hidup karena masuknya atau dimasukkannya zat pencemar dalam bentuk padat, cair, gas, kebisingan, debu, getaran dan lain sebagainya yang berasal dari kegiatan industri yang kualitasnya melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang berlaku ke dalam lingkungan atau ke dalam tanah, badan air dan udara. (SK Menteri Perindustrian No. 250/M/SK/10/1994)
Limbah adalah bahan sisa pada suatu kegiatan dan/atau proses produksi. (PP No. 19/94 tentang
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun)
Jika ada industri pengolahan di desa/kelurahan ini tanyakan jenis limbah yang ditimbulkan.</txt>
</var>
<var ID="V74" name="b4br13b1" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="247" EndPos="249" width="3"/>
  <labl>b1. Penyamakan kulit</labl>
  <imputation>b1. Penyamakan kulit</imputation>
  <security>b1. Penyamakan kulit</security>
  <embargo>b1. Penyamakan kulit</embargo>
  <respUnit>b1. Penyamakan kulit</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", jenis industri : 1. Penyamakan kulit</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">640</sumStat>
</var>
<var ID="V75" name="b4br13b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="250" EndPos="252" width="3"/>
  <labl>b2. Pengolahan makanan</labl>
  <imputation>b2. Pengolahan makanan</imputation>
  <security>b2. Pengolahan makanan</security>
  <embargo>b2. Pengolahan makanan</embargo>
  <respUnit>b2. Pengolahan makanan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", jenis industri : 2. Pengolahan makanan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">998</sumStat>
</var>
<var ID="V76" name="b4br13b3" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="253" EndPos="255" width="3"/>
  <labl>b3. Pembakaran batu bata/genteng/kapur</labl>
  <imputation>b3. Pembakaran batu bata/genteng/kapur</imputation>
  <security>b3. Pembakaran batu bata/genteng/kapur</security>
  <embargo>b3. Pembakaran batu bata/genteng/kapur</embargo>
  <respUnit>b3. Pembakaran batu bata/genteng/kapur</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", jenis industri : 3. Pembakaran batu bata/genteng/kapur</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">820</sumStat>
</var>
<var ID="V77" name="b4br13b4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="256" EndPos="258" width="3"/>
  <labl>b4. Batik</labl>
  <imputation>b4. Batik</imputation>
  <security>b4. Batik</security>
  <embargo>b4. Batik</embargo>
  <respUnit>b4. Batik</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", jenis industri : 4. Batik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">404</sumStat>
</var>
<var ID="V78" name="b4br13b5" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="259" EndPos="261" width="3"/>
  <labl>b5. Industri lainnya</labl>
  <imputation>b5. Industri lainnya</imputation>
  <security>b5. Industri lainnya</security>
  <embargo>b5. Industri lainnya</embargo>
  <respUnit>b5. Industri lainnya</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", jenis industri : 5. Industri lainnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">998</sumStat>
</var>
<var ID="V480" name="b4br13c1" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="262" EndPos="262" width="1"/>
  <labl>c1. Padat</labl>
  <imputation>c1. Padat</imputation>
  <security>c1. Padat</security>
  <embargo>c1. Padat</embargo>
  <respUnit>c1. Padat</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>c. Jika "Ada", jenis limbah yang dihasilkan : 1. Padat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
</var>
<var ID="V481" name="b4br13c2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="263" EndPos="263" width="1"/>
  <labl>c2. Cair</labl>
  <imputation>c2. Cair</imputation>
  <security>c2. Cair</security>
  <embargo>c2. Cair</embargo>
  <respUnit>c2. Cair</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>c. Jika "Ada", jenis limbah yang dihasilkan : 2. Cair</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
</var>
<var ID="V482" name="b4br13c3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="264" EndPos="264" width="1"/>
  <labl>c3. Gas</labl>
  <imputation>c3. Gas</imputation>
  <security>c3. Gas</security>
  <embargo>c3. Gas</embargo>
  <respUnit>c3. Gas</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>c. Jika "Ada", jenis limbah yang dihasilkan : 3. Gas</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
</var>
<var ID="V483" name="b4br13c4" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="265" EndPos="265" width="1"/>
  <labl>c4. Suara/getaran</labl>
  <imputation>c4. Suara/getaran</imputation>
  <security>c4. Suara/getaran</security>
  <embargo>c4. Suara/getaran</embargo>
  <respUnit>c4. Suara/getaran</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Ada"</preQTxt>
    <qstnLit>c. Jika "Ada", jenis limbah yang dihasilkan : 4. Suara/getaran</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
</var>
<var ID="V484" name="b4br14a2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="266" EndPos="266" width="1"/>
  <labl>a. Pencemaran air</labl>
  <imputation>a. Pencemaran air</imputation>
  <security>a. Pencemaran air</security>
  <embargo>a. Pencemaran air</embargo>
  <respUnit>a. Pencemaran air</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : a. Pencemaran air</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V485" name="b4br14a3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="267" EndPos="267" width="1"/>
  <labl>Pengaduan ke Kades/Lurah : a. Pencemaran air</labl>
  <imputation>Pengaduan ke Kades/Lurah : a. Pencemaran air</imputation>
  <security>Pengaduan ke Kades/Lurah : a. Pencemaran air</security>
  <embargo>Pengaduan ke Kades/Lurah : a. Pencemaran air</embargo>
  <respUnit>Pengaduan ke Kades/Lurah : a. Pencemaran air</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika kolom [2] berkode 1</preQTxt>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : Pengaduan ke Kades/Lurah : a. Pencemaran air</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V486" name="b4br14b2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="268" EndPos="268" width="1"/>
  <labl>b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</labl>
  <imputation>b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</imputation>
  <security>b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</security>
  <embargo>b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</embargo>
  <respUnit>b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V487" name="b4br14b3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="269" EndPos="269" width="1"/>
  <labl>Pengaduan ke Kades/Lurah : b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</labl>
  <imputation>Pengaduan ke Kades/Lurah : b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</imputation>
  <security>Pengaduan ke Kades/Lurah : b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</security>
  <embargo>Pengaduan ke Kades/Lurah : b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</embargo>
  <respUnit>Pengaduan ke Kades/Lurah : b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika kolom [2] berkode 1</preQTxt>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : Pengaduan ke Kades/Lurah : b. Pencemaran tanah (berkurangnya kesuburan tanah )</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V488" name="b4br14c2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="270" EndPos="270" width="1"/>
  <labl>c. Polusi udara dan bau</labl>
  <imputation>c. Polusi udara dan bau</imputation>
  <security>c. Polusi udara dan bau</security>
  <embargo>c. Polusi udara dan bau</embargo>
  <respUnit>c. Polusi udara dan bau</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : c. Polusi udara dan bau</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V489" name="b4br14c3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="271" EndPos="271" width="1"/>
  <labl>Pengaduan ke Kades/Lurah : c. Polusi udara dan bau</labl>
  <imputation>Pengaduan ke Kades/Lurah : c. Polusi udara dan bau</imputation>
  <security>Pengaduan ke Kades/Lurah : c. Polusi udara dan bau</security>
  <embargo>Pengaduan ke Kades/Lurah : c. Polusi udara dan bau</embargo>
  <respUnit>Pengaduan ke Kades/Lurah : c. Polusi udara dan bau</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika kolom [2] berkode 1</preQTxt>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : Pengaduan ke Kades/Lurah : c. Polusi udara dan bau</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V490" name="b4br14d2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="272" EndPos="272" width="1"/>
  <labl>d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</labl>
  <imputation>d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</imputation>
  <security>d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</security>
  <embargo>d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</embargo>
  <respUnit>d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V491" name="b4br14d3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="273" EndPos="273" width="1"/>
  <labl>Pengaduan ke Kades/Lurah : d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</labl>
  <imputation>Pengaduan ke Kades/Lurah : d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</imputation>
  <security>Pengaduan ke Kades/Lurah : d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</security>
  <embargo>Pengaduan ke Kades/Lurah : d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</embargo>
  <respUnit>Pengaduan ke Kades/Lurah : d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika kolom [2] berkode 1</preQTxt>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : Pengaduan ke Kades/Lurah : d. Berkurangnya ruang terbuka hijau</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V492" name="b4br14e2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="274" EndPos="274" width="1"/>
  <labl>e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</labl>
  <imputation>e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</imputation>
  <security>e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</security>
  <embargo>e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</embargo>
  <respUnit>e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V493" name="b4br14e3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="275" EndPos="275" width="1"/>
  <labl>Pengaduan ke Kades/Lurah : e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</labl>
  <imputation>Pengaduan ke Kades/Lurah : e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</imputation>
  <security>Pengaduan ke Kades/Lurah : e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</security>
  <embargo>Pengaduan ke Kades/Lurah : e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</embargo>
  <respUnit>Pengaduan ke Kades/Lurah : e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika kolom [2] berkode 1</preQTxt>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : Pengaduan ke Kades/Lurah : e. Berkurangnya jumlah dan jenis tumbuhan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V494" name="b4br14f2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="276" EndPos="276" width="1"/>
  <labl>f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</labl>
  <imputation>f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</imputation>
  <security>f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</security>
  <embargo>f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</embargo>
  <respUnit>f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V495" name="b4br14f3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="277" EndPos="277" width="1"/>
  <labl>Pengaduan ke Kades/Lurah : f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</labl>
  <imputation>Pengaduan ke Kades/Lurah : f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</imputation>
  <security>Pengaduan ke Kades/Lurah : f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</security>
  <embargo>Pengaduan ke Kades/Lurah : f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</embargo>
  <respUnit>Pengaduan ke Kades/Lurah : f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika kolom [2] berkode 1</preQTxt>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : Pengaduan ke Kades/Lurah : f. Berkurangnya jumlah dan jenis hewan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V496" name="b4br14g2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="278" EndPos="278" width="1"/>
  <labl>g. Pencemaran suara/bising</labl>
  <imputation>g. Pencemaran suara/bising</imputation>
  <security>g. Pencemaran suara/bising</security>
  <embargo>g. Pencemaran suara/bising</embargo>
  <respUnit>g. Pencemaran suara/bising</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : g. Pencemaran suara/bising</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V497" name="b4br14g3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="279" EndPos="279" width="1"/>
  <labl>Pengaduan ke Kades/Lurah : g. Pencemaran suara/bising</labl>
  <imputation>Pengaduan ke Kades/Lurah : g. Pencemaran suara/bising</imputation>
  <security>Pengaduan ke Kades/Lurah : g. Pencemaran suara/bising</security>
  <embargo>Pengaduan ke Kades/Lurah : g. Pencemaran suara/bising</embargo>
  <respUnit>Pengaduan ke Kades/Lurah : g. Pencemaran suara/bising</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika kolom [2] berkode 1</preQTxt>
    <qstnLit>Gangguan lingkungan hidup dalam setahun terakhir : Pengaduan ke Kades/Lurah : g. Pencemaran suara/bising</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di desa/kelurahan yang dicacah sudah terjadi pencemaran lingkungan, baik air, tanah, udara, flora, maupun fauna.
Gangguan lingkungan hidup adalah sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan hidup (air, tanah, udara, flora dan fauna) baik langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan makhluk hidup, yang biasanya terjadi dalam waktu yang lama. Gangguan ini bisa terjadi dengan sendirinya (alamiah) atau disebabkan oleh aktivitas manusia.
Contoh:
a). Pencemaran air; tercemarnya air sungai di desa akibat limbah pabrik, sampah rumahtangga/ pasar/pertokoan/perkantoran dan sebagainya
b). Pencemaran tanah; kesuburan tanah menurun oleh berbagai sebab, rusaknya komposisi tanah akibat penambangan, penggalian, terkontaminasinya tanah karena bahan radio aktif di atasnya atau yang dipendam di dalamnya dan sebagainya
c). Polusi udara dan bau; debu/jelaga dari asap pabrik, pembakaran gamping, kendaraan bermotor, atau debu dari letusan gunung, bau dari peternakan, buangan limbah pabrik, penyamakan kulit dan sebagainya
d). Ruang terbuka hijau, penebangan tanaman di taman umum, pinggir jalan.
e). Gangguan terhadap flora; berkurangnya spesies flora karena berubahnya habitat atau beralih fungsinya wilayah
f). Gangguan terhadap fauna; berkurangnya jenis fauna atau hilangnya jenis fauna tertentu karena berubahnya habitat, beralih fungsinya wilayah atau perburuan
g). Pencemaran suara bising; bisingnya suara pabrik, pasar, bengkel, lalu lintas kendaraan bermotor dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan adalah suatu hal, hasil, atau cara/proses kerja yang mencemari lingkungan hidup seperti yang ditimbulkan oleh limbah pabrik, pemakaian pupuk kimia pada tanaman, limbah rumahtangga/pasar/pertokoan/ perkantoran dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan di suatu daerah ditunjukkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu pada manusia atau hewan, kerusakan atau matinya tanaman, perubahan fisik dan kimia lingkungan, yang dapat berupa perubahan yang khas pada tumbuhan atau hewan.
Pengaduan masalah pencemaran adalah pengaduan pencemaran yang dilaporkan minimal sampai dengan kepala desa/lurah.</txt>
</var>
<var ID="V97" name="b4br15a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="280" EndPos="281" width="2"/>
  <labl>a. Bencana alam dalam 3 tahun terakhir</labl>
  <imputation>a. Bencana alam dalam 3 tahun terakhir</imputation>
  <security>a. Bencana alam dalam 3 tahun terakhir</security>
  <embargo>a. Bencana alam dalam 3 tahun terakhir</embargo>
  <respUnit>a. Bencana alam dalam 3 tahun terakhir</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Bencana alam dalam 3 tahun terakhir</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">52</sumStat>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V498" name="b4br15b1" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="282" EndPos="282" width="1"/>
  <labl>b1. Gempa bumi</labl>
  <imputation>b1. Gempa bumi</imputation>
  <security>b1. Gempa bumi</security>
  <embargo>b1. Gempa bumi</embargo>
  <respUnit>b1. Gempa bumi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 1. Gempa bumi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V499" name="b4br15b2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="283" EndPos="283" width="1"/>
  <labl>b2. Gunung meletus</labl>
  <imputation>b2. Gunung meletus</imputation>
  <security>b2. Gunung meletus</security>
  <embargo>b2. Gunung meletus</embargo>
  <respUnit>b2. Gunung meletus</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 2. Gunung meletus</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V500" name="b4br15b3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="284" EndPos="284" width="1"/>
  <labl>b3. Kekeringan</labl>
  <imputation>b3. Kekeringan</imputation>
  <security>b3. Kekeringan</security>
  <embargo>b3. Kekeringan</embargo>
  <respUnit>b3. Kekeringan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 3. Kekeringan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V501" name="b4br15b4" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="285" EndPos="285" width="1"/>
  <labl>b4. Kebakaran hutan dan lahan permukiman</labl>
  <imputation>b4. Kebakaran hutan dan lahan permukiman</imputation>
  <security>b4. Kebakaran hutan dan lahan permukiman</security>
  <embargo>b4. Kebakaran hutan dan lahan permukiman</embargo>
  <respUnit>b4. Kebakaran hutan dan lahan permukiman</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 4. Kebakaran hutan dan lahan permukiman</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V502" name="b4br15b5" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="286" EndPos="286" width="1"/>
  <labl>b5. Banjir</labl>
  <imputation>b5. Banjir</imputation>
  <security>b5. Banjir</security>
  <embargo>b5. Banjir</embargo>
  <respUnit>b5. Banjir</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 5. Banjir</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V503" name="b4br15b6" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="287" EndPos="287" width="1"/>
  <labl>b6. Asap/kabut</labl>
  <imputation>b6. Asap/kabut</imputation>
  <security>b6. Asap/kabut</security>
  <embargo>b6. Asap/kabut</embargo>
  <respUnit>b6. Asap/kabut</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 6. Asap/kabut</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V504" name="b4br15b7" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="288" EndPos="288" width="1"/>
  <labl>b7. Tanah longsor</labl>
  <imputation>b7. Tanah longsor</imputation>
  <security>b7. Tanah longsor</security>
  <embargo>b7. Tanah longsor</embargo>
  <respUnit>b7. Tanah longsor</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 7. Tanah longsor</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V505" name="b4br15b8" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="289" EndPos="289" width="1"/>
  <labl>b8. Abrasi pantai</labl>
  <imputation>b8. Abrasi pantai</imputation>
  <security>b8. Abrasi pantai</security>
  <embargo>b8. Abrasi pantai</embargo>
  <respUnit>b8. Abrasi pantai</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 8. Abrasi pantai</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V506" name="b4br15b9" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="290" EndPos="290" width="1"/>
  <labl>b9. Gelombang pasang/tsunami</labl>
  <imputation>b9. Gelombang pasang/tsunami</imputation>
  <security>b9. Gelombang pasang/tsunami</security>
  <embargo>b9. Gelombang pasang/tsunami</embargo>
  <respUnit>b9. Gelombang pasang/tsunami</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 9. Gelombang pasang/tsunami</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V507" name="b4br1510" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="291" EndPos="291" width="1"/>
  <labl>b10. Lainnya</labl>
  <imputation>b10. Lainnya</imputation>
  <security>b10. Lainnya</security>
  <embargo>b10. Lainnya</embargo>
  <respUnit>b10. Lainnya</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika terjadi bencana jenisnya : 10. Lainnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan, kerusakan, kerugian, dan penderitaan penduduk. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah. Bencana lainnya misalnya angin topan dan sebagainya. Bencana alam yang dicatat yaitu
bencana yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Jumlah bencana dihitung berdasarka episode.
Episode adalah suatu rangkaian kejadian yang waktunya selalu runtut dan tidak diselingi dengan berhenti.
Contoh : suatu gunung berapi selama 2 bulan terakhir ini selalu mengeluarkan asap dan sering meletus. Untuk semacam kasus ini kita hitung 1 kali gunung meletus dan 1 kali asap/kabut.</txt>
</var>
<var ID="V508" name="b4br16" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="292" EndPos="292" width="1"/>
  <labl>Apakah ada lahan kritis</labl>
  <imputation>Apakah ada lahan kritis</imputation>
  <security>Apakah ada lahan kritis</security>
  <embargo>Apakah ada lahan kritis</embargo>
  <respUnit>Apakah ada lahan kritis</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Apakah ada lahan kritis</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lahan kritis adalah lahan yang keadaannya membahayakan stabilitas dan kelangsungan tata air serta alam lingkungan, atau lahan pertanian yang sudah tidak lagi subur untuk ditanami
Contoh: Tanah gundul, padang alang-alang, lahan bekas penambangan
Rincian 17.a: Sungai yang melintasi desa
Sungai yang melintasi desa adalah sungai yang alirannya melalui wilayah desa, termasuk juga sungai yang menjadi batas desa.</txt>
</var>
<var ID="V509" name="b4br17a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="293" EndPos="293" width="1"/>
  <labl>a. Apakah ada Sungai yang meilntasi desa/kelurahan ini</labl>
  <imputation>a. Apakah ada Sungai yang meilntasi desa/kelurahan ini</imputation>
  <security>a. Apakah ada Sungai yang meilntasi desa/kelurahan ini</security>
  <embargo>a. Apakah ada Sungai yang meilntasi desa/kelurahan ini</embargo>
  <respUnit>a. Apakah ada Sungai yang meilntasi desa/kelurahan ini</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Apakah ada Sungai yang meilntasi desa/kelurahan ini</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.18</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
</var>
<var ID="V510" name="b4br17b1" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="294" EndPos="294" width="1"/>
  <labl>b1. Mandi/cuci</labl>
  <imputation>b1. Mandi/cuci</imputation>
  <security>b1. Mandi/cuci</security>
  <embargo>b1. Mandi/cuci</embargo>
  <respUnit>b1. Mandi/cuci</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", air sungai digunakan untuk : 1. Mandi/cuci</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Penggunaan air sungai bisa saja hanya digunakan oleh sebagian kecil penduduk desa. Suatu masyarakat dikatakan menggunakan air sungai bila ada masyarakat yang menggunakannya untuk mandi dan cuci.</txt>
</var>
<var ID="V511" name="b4br17b2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="295" EndPos="295" width="1"/>
  <labl>b2. Minum</labl>
  <imputation>b2. Minum</imputation>
  <security>b2. Minum</security>
  <embargo>b2. Minum</embargo>
  <respUnit>b2. Minum</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", air sungai digunakan untuk : 2. Minum</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Penggunaan air sungai bisa saja hanya digunakan oleh sebagian kecil penduduk desa. Suatu masyarakat dikatakan menggunakan air sungai bila ada masyarakat yang menggunakannya untuk mandi dan cuci.</txt>
</var>
<var ID="V512" name="b4br17b3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="296" EndPos="296" width="1"/>
  <labl>b3. Bahan baku air minum (dijernihkan)</labl>
  <imputation>b3. Bahan baku air minum (dijernihkan)</imputation>
  <security>b3. Bahan baku air minum (dijernihkan)</security>
  <embargo>b3. Bahan baku air minum (dijernihkan)</embargo>
  <respUnit>b3. Bahan baku air minum (dijernihkan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", air sungai digunakan untuk : 3. Bahan baku air minum (dijernihkan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Penggunaan air sungai bisa saja hanya digunakan oleh sebagian kecil penduduk desa. Suatu masyarakat dikatakan menggunakan air sungai bila ada masyarakat yang menggunakannya untuk mandi dan cuci.</txt>
</var>
<var ID="V513" name="b4br17b4" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="297" EndPos="297" width="1"/>
  <labl>b4. lrigasi</labl>
  <imputation>b4. lrigasi</imputation>
  <security>b4. lrigasi</security>
  <embargo>b4. lrigasi</embargo>
  <respUnit>b4. lrigasi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", air sungai digunakan untuk : 4. lrigasi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Penggunaan air sungai bisa saja hanya digunakan oleh sebagian kecil penduduk desa. Suatu masyarakat dikatakan menggunakan air sungai bila ada masyarakat yang menggunakannya untuk mandi dan cuci.</txt>
</var>
<var ID="V514" name="b4br17b5" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="298" EndPos="298" width="1"/>
  <labl>b5. Untuk industri/pabrik</labl>
  <imputation>b5. Untuk industri/pabrik</imputation>
  <security>b5. Untuk industri/pabrik</security>
  <embargo>b5. Untuk industri/pabrik</embargo>
  <respUnit>b5. Untuk industri/pabrik</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", air sungai digunakan untuk : 5. Untuk industri/pabrik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Penggunaan air sungai bisa saja hanya digunakan oleh sebagian kecil penduduk desa. Suatu masyarakat dikatakan menggunakan air sungai bila ada masyarakat yang menggunakannya untuk mandi dan cuci.</txt>
</var>
<var ID="V515" name="b4br17b6" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="299" EndPos="299" width="1"/>
  <labl>b6. Transportasi</labl>
  <imputation>b6. Transportasi</imputation>
  <security>b6. Transportasi</security>
  <embargo>b6. Transportasi</embargo>
  <respUnit>b6. Transportasi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", air sungai digunakan untuk : 6. Transportasi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Penggunaan air sungai bisa saja hanya digunakan oleh sebagian kecil penduduk desa. Suatu masyarakat dikatakan menggunakan air sungai bila ada masyarakat yang menggunakannya untuk mandi dan cuci.</txt>
</var>
<var ID="V516" name="b4br17b7" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="300" EndPos="300" width="1"/>
  <labl>b7. Lainnya (tuiiskan)</labl>
  <imputation>b7. Lainnya (tuiiskan)</imputation>
  <security>b7. Lainnya (tuiiskan)</security>
  <embargo>b7. Lainnya (tuiiskan)</embargo>
  <respUnit>b7. Lainnya (tuiiskan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Ada", air sungai digunakan untuk : 7. Lainnya (tuiiskan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Penggunaan air sungai bisa saja hanya digunakan oleh sebagian kecil penduduk desa. Suatu masyarakat dikatakan menggunakan air sungai bila ada masyarakat yang menggunakannya untuk mandi dan cuci.</txt>
</var>
<var ID="V517" name="b4br18" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="301" EndPos="301" width="1"/>
  <labl>Letak desa/kelurahan ini relatif terhadap wilayah hutan</labl>
  <imputation>Letak desa/kelurahan ini relatif terhadap wilayah hutan</imputation>
  <security>Letak desa/kelurahan ini relatif terhadap wilayah hutan</security>
  <embargo>Letak desa/kelurahan ini relatif terhadap wilayah hutan</embargo>
  <respUnit>Letak desa/kelurahan ini relatif terhadap wilayah hutan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Letak desa/kelurahan ini relatif terhadap wilayah hutan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Di dalam</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Di tepi</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Di luar</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan ditetapkan oleh pemerintah sebagai hutan (UU No 5 tahun 1967). Hutan yang dicakup pada pertanyaan ini termasuk hutan bakau.
1). Desa/kelurahan/UPT/PMT di dalam hutan adalah desa/kelurahan yang letaknya di tengah atau dikelilingi hutan
2). Desa/kelurahan/UPT/PMT tepi hutan adalah desa/kelurahan yang letaknya di tepi, atau di pinggir hutan, atau berbatasan dengan hutan.
3). Desa/kelurahan di luar hutan adalah desa yang letaknya jauh dari hutan.</txt>
</var>
<var ID="V118" name="b4br19a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="302" EndPos="302" width="1"/>
  <labl>a. Batu/koral</labl>
  <imputation>a. Batu/koral</imputation>
  <security>a. Batu/koral</security>
  <embargo>a. Batu/koral</embargo>
  <respUnit>a. Batu/koral</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya lokasi penggalian golongan C menurut jenis galian : a. Batu/koral</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Penggalian golongan C adalah kegiatan di bidang pertambangan dan penggalian, seperti batu/koral, pasir, kapur, belerang, kaolin, pasir kwarsa, tanah liat dan lainnya seperti batu koral, aspal, gips, dan gamping.
Lokasi penggalian golongan C adalah lokasi yang terdapat di dalam lingkungan desa dan saat ini sedang dilakukan usaha penambangan/penggalian.</txt>
</var>
<var ID="V119" name="b4br19b" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="303" EndPos="303" width="1"/>
  <labl>b. Pasir</labl>
  <imputation>b. Pasir</imputation>
  <security>b. Pasir</security>
  <embargo>b. Pasir</embargo>
  <respUnit>b. Pasir</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya lokasi penggalian golongan C menurut jenis galian : b. Pasir</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Penggalian golongan C adalah kegiatan di bidang pertambangan dan penggalian, seperti batu/koral, pasir, kapur, belerang, kaolin, pasir kwarsa, tanah liat dan lainnya seperti batu koral, aspal, gips, dan gamping.
Lokasi penggalian golongan C adalah lokasi yang terdapat di dalam lingkungan desa dan saat ini sedang dilakukan usaha penambangan/penggalian.</txt>
</var>
<var ID="V120" name="b4br19c" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="304" EndPos="304" width="1"/>
  <labl>c. Kapur</labl>
  <imputation>c. Kapur</imputation>
  <security>c. Kapur</security>
  <embargo>c. Kapur</embargo>
  <respUnit>c. Kapur</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya lokasi penggalian golongan C menurut jenis galian : c. Kapur</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Penggalian golongan C adalah kegiatan di bidang pertambangan dan penggalian, seperti batu/koral, pasir, kapur, belerang, kaolin, pasir kwarsa, tanah liat dan lainnya seperti batu koral, aspal, gips, dan gamping.
Lokasi penggalian golongan C adalah lokasi yang terdapat di dalam lingkungan desa dan saat ini sedang dilakukan usaha penambangan/penggalian.</txt>
</var>
<var ID="V121" name="b4br19d" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="305" EndPos="305" width="1"/>
  <labl>d. Belerang</labl>
  <imputation>d. Belerang</imputation>
  <security>d. Belerang</security>
  <embargo>d. Belerang</embargo>
  <respUnit>d. Belerang</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya lokasi penggalian golongan C menurut jenis galian : d. Belerang</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Penggalian golongan C adalah kegiatan di bidang pertambangan dan penggalian, seperti batu/koral, pasir, kapur, belerang, kaolin, pasir kwarsa, tanah liat dan lainnya seperti batu koral, aspal, gips, dan gamping.
Lokasi penggalian golongan C adalah lokasi yang terdapat di dalam lingkungan desa dan saat ini sedang dilakukan usaha penambangan/penggalian.</txt>
</var>
<var ID="V122" name="b4br19e" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="306" EndPos="306" width="1"/>
  <labl>e. Kaolin</labl>
  <imputation>e. Kaolin</imputation>
  <security>e. Kaolin</security>
  <embargo>e. Kaolin</embargo>
  <respUnit>e. Kaolin</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya lokasi penggalian golongan C menurut jenis galian : e. Kaolin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Penggalian golongan C adalah kegiatan di bidang pertambangan dan penggalian, seperti batu/koral, pasir, kapur, belerang, kaolin, pasir kwarsa, tanah liat dan lainnya seperti batu koral, aspal, gips, dan gamping.
Lokasi penggalian golongan C adalah lokasi yang terdapat di dalam lingkungan desa dan saat ini sedang dilakukan usaha penambangan/penggalian.</txt>
</var>
<var ID="V123" name="b4br19f" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="307" EndPos="307" width="1"/>
  <labl>f. Pasir kwarsa</labl>
  <imputation>f. Pasir kwarsa</imputation>
  <security>f. Pasir kwarsa</security>
  <embargo>f. Pasir kwarsa</embargo>
  <respUnit>f. Pasir kwarsa</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya lokasi penggalian golongan C menurut jenis galian : f. Pasir kwarsa</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Penggalian golongan C adalah kegiatan di bidang pertambangan dan penggalian, seperti batu/koral, pasir, kapur, belerang, kaolin, pasir kwarsa, tanah liat dan lainnya seperti batu koral, aspal, gips, dan gamping.
Lokasi penggalian golongan C adalah lokasi yang terdapat di dalam lingkungan desa dan saat ini sedang dilakukan usaha penambangan/penggalian.</txt>
</var>
<var ID="V124" name="b4br19g" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="308" EndPos="308" width="1"/>
  <labl>g. Tanah liat</labl>
  <imputation>g. Tanah liat</imputation>
  <security>g. Tanah liat</security>
  <embargo>g. Tanah liat</embargo>
  <respUnit>g. Tanah liat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya lokasi penggalian golongan C menurut jenis galian : g. Tanah liat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Penggalian golongan C adalah kegiatan di bidang pertambangan dan penggalian, seperti batu/koral, pasir, kapur, belerang, kaolin, pasir kwarsa, tanah liat dan lainnya seperti batu koral, aspal, gips, dan gamping.
Lokasi penggalian golongan C adalah lokasi yang terdapat di dalam lingkungan desa dan saat ini sedang dilakukan usaha penambangan/penggalian.</txt>
</var>
<var ID="V125" name="b4br19h" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="309" EndPos="309" width="1"/>
  <labl>h. Lainnya (tuliskan)</labl>
  <imputation>h. Lainnya (tuliskan)</imputation>
  <security>h. Lainnya (tuliskan)</security>
  <embargo>h. Lainnya (tuliskan)</embargo>
  <respUnit>h. Lainnya (tuliskan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya lokasi penggalian golongan C menurut jenis galian : h. Lainnya (tuliskan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Penggalian golongan C adalah kegiatan di bidang pertambangan dan penggalian, seperti batu/koral, pasir, kapur, belerang, kaolin, pasir kwarsa, tanah liat dan lainnya seperti batu koral, aspal, gips, dan gamping.
Lokasi penggalian golongan C adalah lokasi yang terdapat di dalam lingkungan desa dan saat ini sedang dilakukan usaha penambangan/penggalian.</txt>
</var>
<var ID="V126" name="b5r1a2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="310" EndPos="311" width="2"/>
  <labl>Jumlah sekolah Negeri : a. TK</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Negeri : a. TK</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Negeri : a. TK</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Negeri : a. TK</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Negeri : a. TK</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Negeri : a. TK</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">30</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>30</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V127" name="b5r1a3" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="312" EndPos="313" width="2"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : a. TK</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : a. TK</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : a. TK</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : a. TK</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : a. TK</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : a. TK</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">98</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V128" name="b5r1a4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="314" EndPos="329" width="16"/>
  <labl>Jarak kesekolah terdekat (km) : a. TK</labl>
  <imputation>Jarak kesekolah terdekat (km) : a. TK</imputation>
  <security>Jarak kesekolah terdekat (km) : a. TK</security>
  <embargo>Jarak kesekolah terdekat (km) : a. TK</embargo>
  <respUnit>Jarak kesekolah terdekat (km) : a. TK</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jarak kesekolah terdekat (km) : a. TK</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V129" name="b5r1b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="330" EndPos="331" width="2"/>
  <labl>Jumlah sekolah Negeri : b. SD dan sederajat</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Negeri : b. SD dan sederajat</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Negeri : b. SD dan sederajat</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Negeri : b. SD dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Negeri : b. SD dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Negeri : b. SD dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">98</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V130" name="b5r1b3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="332" EndPos="333" width="2"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : b. SD dan sederajat</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : b. SD dan sederajat</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : b. SD dan sederajat</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : b. SD dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : b. SD dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : b. SD dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">60</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>19</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>24</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>60</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V131" name="b5r1b4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="334" EndPos="349" width="16"/>
  <labl>Jarak kesekolah terdekat (km) : b. SD dan sederajat</labl>
  <imputation>Jarak kesekolah terdekat (km) : b. SD dan sederajat</imputation>
  <security>Jarak kesekolah terdekat (km) : b. SD dan sederajat</security>
  <embargo>Jarak kesekolah terdekat (km) : b. SD dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jarak kesekolah terdekat (km) : b. SD dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jarak kesekolah terdekat (km) : b. SD dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V132" name="b5r1b5" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="350" EndPos="365" width="16"/>
  <labl>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : b. SD dan sederajat</labl>
  <imputation>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : b. SD dan sederajat</imputation>
  <security>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : b. SD dan sederajat</security>
  <embargo>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : b. SD dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : b. SD dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : b. SD dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">9.59</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V133" name="b5r1c2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="366" EndPos="366" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Negeri : c. SLTP dan sederajat</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Negeri : c. SLTP dan sederajat</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Negeri : c. SLTP dan sederajat</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Negeri : c. SLTP dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Negeri : c. SLTP dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Negeri : c. SLTP dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V134" name="b5r1c3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="367" EndPos="367" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : c. SLTP dan sederajat</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : c. SLTP dan sederajat</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : c. SLTP dan sederajat</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : c. SLTP dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : c. SLTP dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : c. SLTP dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V135" name="b5r1c4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="368" EndPos="383" width="16"/>
  <labl>Jarak kesekolah terdekat (km) : c. SLTP dan sederajat</labl>
  <imputation>Jarak kesekolah terdekat (km) : c. SLTP dan sederajat</imputation>
  <security>Jarak kesekolah terdekat (km) : c. SLTP dan sederajat</security>
  <embargo>Jarak kesekolah terdekat (km) : c. SLTP dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jarak kesekolah terdekat (km) : c. SLTP dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jarak kesekolah terdekat (km) : c. SLTP dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V136" name="b5r1c5" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="384" EndPos="399" width="16"/>
  <labl>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : c. SLTP dan sederajat</labl>
  <imputation>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : c. SLTP dan sederajat</imputation>
  <security>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : c. SLTP dan sederajat</security>
  <embargo>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : c. SLTP dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : c. SLTP dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : c. SLTP dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">9.59</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V137" name="b5r1d2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="400" EndPos="400" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Negeri : d. SM dan sederajat</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Negeri : d. SM dan sederajat</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Negeri : d. SM dan sederajat</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Negeri : d. SM dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Negeri : d. SM dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Negeri : d. SM dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">7</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V138" name="b5r1d3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="401" EndPos="401" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : d. SM dan sederajat</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : d. SM dan sederajat</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : d. SM dan sederajat</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : d. SM dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : d. SM dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : d. SM dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V139" name="b5r1d4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="402" EndPos="417" width="16"/>
  <labl>Jarak kesekolah terdekat (km) : d. SM dan sederajat</labl>
  <imputation>Jarak kesekolah terdekat (km) : d. SM dan sederajat</imputation>
  <security>Jarak kesekolah terdekat (km) : d. SM dan sederajat</security>
  <embargo>Jarak kesekolah terdekat (km) : d. SM dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jarak kesekolah terdekat (km) : d. SM dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jarak kesekolah terdekat (km) : d. SM dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V140" name="b5r1d5" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="418" EndPos="433" width="16"/>
  <labl>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : d. SM dan sederajat</labl>
  <imputation>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : d. SM dan sederajat</imputation>
  <security>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : d. SM dan sederajat</security>
  <embargo>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : d. SM dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : d. SM dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Waktu tempuh kesekolah terdekat (jam) : d. SM dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">9.59</sumStat>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V141" name="b5r1e2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="434" EndPos="434" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Negeri : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Negeri : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Negeri : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Negeri : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Negeri : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Negeri : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V142" name="b5r1e3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="435" EndPos="435" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : e. Akademi/Perguruan tinggi dan sederajat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V143" name="b5r1f2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="436" EndPos="436" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Negeri : f. Sekolah luar biasa</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Negeri : f. Sekolah luar biasa</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Negeri : f. Sekolah luar biasa</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Negeri : f. Sekolah luar biasa</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Negeri : f. Sekolah luar biasa</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Negeri : f. Sekolah luar biasa</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V144" name="b5r1f3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="437" EndPos="437" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : f. Sekolah luar biasa</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : f. Sekolah luar biasa</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : f. Sekolah luar biasa</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : f. Sekolah luar biasa</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : f. Sekolah luar biasa</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : f. Sekolah luar biasa</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V145" name="b5r1g3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="438" EndPos="438" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : g. Pondok pesantren</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : g. Pondok pesantren</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : g. Pondok pesantren</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : g. Pondok pesantren</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : g. Pondok pesantren</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : g. Pondok pesantren</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V146" name="b5r1h3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="439" EndPos="439" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : h. Madrasah Diniyah</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : h. Madrasah Diniyah</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : h. Madrasah Diniyah</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : h. Madrasah Diniyah</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : h. Madrasah Diniyah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : h. Madrasah Diniyah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V147" name="b5r1i3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="440" EndPos="440" width="1"/>
  <labl>Jumlah sekolah Swasta : i. Seminari/Biara/Teologi</labl>
  <imputation>Jumlah sekolah Swasta : i. Seminari/Biara/Teologi</imputation>
  <security>Jumlah sekolah Swasta : i. Seminari/Biara/Teologi</security>
  <embargo>Jumlah sekolah Swasta : i. Seminari/Biara/Teologi</embargo>
  <respUnit>Jumlah sekolah Swasta : i. Seminari/Biara/Teologi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah sekolah Swasta : i. Seminari/Biara/Teologi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <txt>Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dimulai dari, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
Dalam survei ini dicatat pula sekolah taman kanak-kanak, SLB, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan seminari/biara/teologi, tetapi tidak termasuk pendidikan paket kelompok belajar.
Kolom (2) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah negeri menurut tingkat pendidikan
Kolom (3) : isikan ke dalam kotak banyaknya sekolah swasta menurut tingkat pendidikan
Jika di desa tidak ada sekolah (kolom (2) dan kolom (3) kosong) untuk masing-masing tingkat pendidikan maka isian jarak yang ditempuh (dalam km) oleh anak sekolah dari kantor desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar desa pada kolom (4) dan isikan pula waktu yang ditempuh (dalam jam) oleh anak sekolah dari desa ini ke tempat sekolah mereka yang berada di luar sekolah pada kolom (5).
Madrasah Diniyah adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Islam)
Seminari/Biara/Teologi adalah pendidikan informal yang mengkonsentrasikan pada bidang keagamaan (Agama Kristen/Katolik)</txt>
</var>
<var ID="V518" name="b5r2a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="441" EndPos="441" width="1"/>
  <labl>a. Montir mobii/motor</labl>
  <imputation>a. Montir mobii/motor</imputation>
  <security>a. Montir mobii/motor</security>
  <embargo>a. Montir mobii/motor</embargo>
  <respUnit>a. Montir mobii/motor</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : a. Montir mobii/motor</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V519" name="b5r2b" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="442" EndPos="442" width="1"/>
  <labl>b. Montir elektronik</labl>
  <imputation>b. Montir elektronik</imputation>
  <security>b. Montir elektronik</security>
  <embargo>b. Montir elektronik</embargo>
  <respUnit>b. Montir elektronik</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : b. Montir elektronik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V520" name="b5r2c" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="443" EndPos="443" width="1"/>
  <labl>c. Steno/mengetik</labl>
  <imputation>c. Steno/mengetik</imputation>
  <security>c. Steno/mengetik</security>
  <embargo>c. Steno/mengetik</embargo>
  <respUnit>c. Steno/mengetik</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : c. Steno/mengetik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V521" name="b5r2d" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="444" EndPos="444" width="1"/>
  <labl>d. Bahasa</labl>
  <imputation>d. Bahasa</imputation>
  <security>d. Bahasa</security>
  <embargo>d. Bahasa</embargo>
  <respUnit>d. Bahasa</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : d. Bahasa</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">7</sumStat>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V522" name="b5r2e" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="445" EndPos="445" width="1"/>
  <labl>e. Tata buku/akuntansi</labl>
  <imputation>e. Tata buku/akuntansi</imputation>
  <security>e. Tata buku/akuntansi</security>
  <embargo>e. Tata buku/akuntansi</embargo>
  <respUnit>e. Tata buku/akuntansi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : e. Tata buku/akuntansi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V523" name="b5r2f" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="446" EndPos="446" width="1"/>
  <labl>f. Memasak/tata boga</labl>
  <imputation>f. Memasak/tata boga</imputation>
  <security>f. Memasak/tata boga</security>
  <embargo>f. Memasak/tata boga</embargo>
  <respUnit>f. Memasak/tata boga</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : f. Memasak/tata boga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V524" name="b5r2g" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="447" EndPos="447" width="1"/>
  <labl>g. Menjahit/tata busana</labl>
  <imputation>g. Menjahit/tata busana</imputation>
  <security>g. Menjahit/tata busana</security>
  <embargo>g. Menjahit/tata busana</embargo>
  <respUnit>g. Menjahit/tata busana</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : g. Menjahit/tata busana</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V525" name="b5r2h" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="448" EndPos="448" width="1"/>
  <labl>h. Pertanian</labl>
  <imputation>h. Pertanian</imputation>
  <security>h. Pertanian</security>
  <embargo>h. Pertanian</embargo>
  <respUnit>h. Pertanian</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : h. Pertanian</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">7</sumStat>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V526" name="b5r2i" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="449" EndPos="449" width="1"/>
  <labl>i. Komputer</labl>
  <imputation>i. Komputer</imputation>
  <security>i. Komputer</security>
  <embargo>i. Komputer</embargo>
  <respUnit>i. Komputer</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : i. Komputer</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V527" name="b5r2j" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="450" EndPos="450" width="1"/>
  <labl>j. Pertukangan/rnebel</labl>
  <imputation>j. Pertukangan/rnebel</imputation>
  <security>j. Pertukangan/rnebel</security>
  <embargo>j. Pertukangan/rnebel</embargo>
  <respUnit>j. Pertukangan/rnebel</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : j. Pertukangan/rnebel</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V528" name="b5r2k" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="451" EndPos="451" width="1"/>
  <labl>k. Kerajinan rumahtangga</labl>
  <imputation>k. Kerajinan rumahtangga</imputation>
  <security>k. Kerajinan rumahtangga</security>
  <embargo>k. Kerajinan rumahtangga</embargo>
  <respUnit>k. Kerajinan rumahtangga</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : k. Kerajinan rumahtangga</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V529" name="b5r2l" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="452" EndPos="452" width="1"/>
  <labl>l. Kecantikan/keluwesan</labl>
  <imputation>l. Kecantikan/keluwesan</imputation>
  <security>l. Kecantikan/keluwesan</security>
  <embargo>l. Kecantikan/keluwesan</embargo>
  <respUnit>l. Kecantikan/keluwesan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lembaga pendidikan keterampilan yang berada di desa : l. Kecantikan/keluwesan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">7</sumStat>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh suatu lembaga tentang keterampilan tertentu yang sifatnya khusus, jangka waktunya relatif pendek, ditujukan kepada masyarakat umum dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus serta diselenggarakan pemerintah maupun swasta.
Kursus montir mobil/motor antara lain kursus membetulkan sepeda motor, dan mobil. Kursus elektronik antara lain kursus membetulkan radio, TV, AC, kulkas,
Kursus kerajinan rumahtangga antara lain kursus membatik dan anyam-anyaman.</txt>
</var>
<var ID="V160" name="b5r3a" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="453" EndPos="455" width="3"/>
  <labl>a. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)</labl>
  <imputation>a. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)</imputation>
  <security>a. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)</security>
  <embargo>a. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)</embargo>
  <respUnit>a. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah anak yang menerima bantuan pendidikan melalui : a. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">998</sumStat>
  <txt>Bantuan pendidikan yang ditanyakan di sini ada dua yaitu dari Lembaga GNOTA dan Program JPS yang diterima masyarakat.
Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) yaitu suatu gerakan yang dilaksanakan secara nasional (sejak tanggal 29 Mei 1996) sebagai upaya menumbuhkan, meningkatkan, serta mengembangkan peran serta masyarakat sebagai orang tua asuh dalam rangka menunjang wajib belajar 9 tahun. Bantuan GNOTA dikelola dan disalurkan oleh lembaga GNOTA bewujud 3 paket yaitu; paket peralatan sekolah, pakaian sekolah dan bantuan biaya sekolah. Penyaluran bantuan dilakukan pada Juni sampai Agustus setiap tahun berjalan. Paket pakaian dan peralatan disampaikan langsung dari lembaga GNOTA kepada anak asuh, sedangkan biaya sekolah dikirim melalui BRI kepada kepala sekolah.
Sasaran GNOTA adalah anak kurang mampu yaitu;
a). anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang tidak mempunyai kemampuan ekonomi untuk bekal sekolah
b). anak keluarga fakir miskin,
c). anak keluarga tuna karya,
d). anak keluarga tuna wisma, dan
e). anak terlantar yang belum memperoleh bantuan biaya sekolah dari orang/lembaga lain.
Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) diselenggarakan oleh Pemerintah untuk menghadapi dampak krisis ekonomi yang dialami oleh masyarakat Indonesia sejak awal tahun 1997 yang ditujukan kepada keluarga prasejahtera dan sejahtera 1. Prioritas program JPS ada 4 hal yaitu; pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan anak, dan perbaikan lapangan kerja. Kini JPS sedang berlangsung, baik yang berkaitan dengan pengadaan pangan, khususnya sembako, penyelamatan anak-anak SD dan SLTP dari putus sekolah, peningkatan mutu proses pembelajaran dan sebagainya.</txt>
</var>
<var ID="V161" name="b5r3b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="456" EndPos="458" width="3"/>
  <labl>b. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS)</labl>
  <imputation>b. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS)</imputation>
  <security>b. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS)</security>
  <embargo>b. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS)</embargo>
  <respUnit>b. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah anak yang menerima bantuan pendidikan melalui : b. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">998</sumStat>
  <txt>Bantuan pendidikan yang ditanyakan di sini ada dua yaitu dari Lembaga GNOTA dan Program JPS yang diterima masyarakat.
Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) yaitu suatu gerakan yang dilaksanakan secara nasional (sejak tanggal 29 Mei 1996) sebagai upaya menumbuhkan, meningkatkan, serta mengembangkan peran serta masyarakat sebagai orang tua asuh dalam rangka menunjang wajib belajar 9 tahun. Bantuan GNOTA dikelola dan disalurkan oleh lembaga GNOTA bewujud 3 paket yaitu; paket peralatan sekolah, pakaian sekolah dan bantuan biaya sekolah. Penyaluran bantuan dilakukan pada Juni sampai Agustus setiap tahun berjalan. Paket pakaian dan peralatan disampaikan langsung dari lembaga GNOTA kepada anak asuh, sedangkan biaya sekolah dikirim melalui BRI kepada kepala sekolah.
Sasaran GNOTA adalah anak kurang mampu yaitu;
a). anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang tidak mempunyai kemampuan ekonomi untuk bekal sekolah
b). anak keluarga fakir miskin,
c). anak keluarga tuna karya,
d). anak keluarga tuna wisma, dan
e). anak terlantar yang belum memperoleh bantuan biaya sekolah dari orang/lembaga lain.
Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) diselenggarakan oleh Pemerintah untuk menghadapi dampak krisis ekonomi yang dialami oleh masyarakat Indonesia sejak awal tahun 1997 yang ditujukan kepada keluarga prasejahtera dan sejahtera 1. Prioritas program JPS ada 4 hal yaitu; pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan anak, dan perbaikan lapangan kerja. Kini JPS sedang berlangsung, baik yang berkaitan dengan pengadaan pangan, khususnya sembako, penyelamatan anak-anak SD dan SLTP dari putus sekolah, peningkatan mutu proses pembelajaran dan sebagainya.</txt>
</var>
<var ID="V162" name="b5r4" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="459" EndPos="461" width="3"/>
  <labl>Jumlah rumahtangga yang menyekolahkan anak/famili ke Perguruan Tinggi</labl>
  <imputation>Jumlah rumahtangga yang menyekolahkan anak/famili ke Perguruan Tinggi</imputation>
  <security>Jumlah rumahtangga yang menyekolahkan anak/famili ke Perguruan Tinggi</security>
  <embargo>Jumlah rumahtangga yang menyekolahkan anak/famili ke Perguruan Tinggi</embargo>
  <respUnit>Jumlah rumahtangga yang menyekolahkan anak/famili ke Perguruan Tinggi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah rumahtangga yang menyekolahkan anak/famili ke Perguruan Tinggi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">998</sumStat>
  <txt>Rumahtangga yang menyekolahkan anak/famili ke perguruan tinggi yaitu rumahtangga yang menanggung seluruh atau sebagian besar biaya kuliah dari anak/famili tersebut, termasuk anak yang tidak bertempat tinggal di desa tersebut.</txt>
</var>
<var ID="V530" name="b5r5a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="462" EndPos="462" width="1"/>
  <labl>Anak putus sekolah : a. Sekoiah Dasar (SD)</labl>
  <imputation>Anak putus sekolah : a. Sekoiah Dasar (SD)</imputation>
  <security>Anak putus sekolah : a. Sekoiah Dasar (SD)</security>
  <embargo>Anak putus sekolah : a. Sekoiah Dasar (SD)</embargo>
  <respUnit>Anak putus sekolah : a. Sekoiah Dasar (SD)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan jumlah anak sekolah yang putus sekolah setahun terakhir : a. Sekoiah Dasar (SD)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">5</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat tajam</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Berkurang</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum mengenai anak-anak sekolah baik yang sekolah di desa ini maupun yang diluar desa yang berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir-akhir ini khususnya pendidikan dasar (SD/MI dan SLTP). Jawaban dari pertanyaan ini merupakan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan tentang kondisi tersebut.
Meningkat tajam apabila intensitas, frekuensi atau kejadian drop-out/putus sekolah anak SD/SLTP pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas, frekuensi atau kejadian drop-out/putus sekolah anak SD/SLTP pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak berubah apabila intensitas, frekuensi atau kejadian drop-out/putus sekolah anak SD/SLTP pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian drop-out/putus sekolah anak SD/SLTP pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V531" name="b5r5b" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="463" EndPos="463" width="1"/>
  <labl>Anak putus sekolah : b. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)</labl>
  <imputation>Anak putus sekolah : b. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)</imputation>
  <security>Anak putus sekolah : b. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)</security>
  <embargo>Anak putus sekolah : b. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)</embargo>
  <respUnit>Anak putus sekolah : b. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan jumlah anak sekolah yang putus sekolah setahun terakhir : b. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">5</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat tajam</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Berkurang</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum mengenai anak-anak sekolah baik yang sekolah di desa ini maupun yang diluar desa yang berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir-akhir ini khususnya pendidikan dasar (SD/MI dan SLTP). Jawaban dari pertanyaan ini merupakan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan tentang kondisi tersebut.
Meningkat tajam apabila intensitas, frekuensi atau kejadian drop-out/putus sekolah anak SD/SLTP pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas, frekuensi atau kejadian drop-out/putus sekolah anak SD/SLTP pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak berubah apabila intensitas, frekuensi atau kejadian drop-out/putus sekolah anak SD/SLTP pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian drop-out/putus sekolah anak SD/SLTP pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V165" name="b6r1a2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="464" EndPos="465" width="2"/>
  <labl>Banyaknya Tempat lbadah : a. Masjid</labl>
  <imputation>Banyaknya Tempat lbadah : a. Masjid</imputation>
  <security>Banyaknya Tempat lbadah : a. Masjid</security>
  <embargo>Banyaknya Tempat lbadah : a. Masjid</embargo>
  <respUnit>Banyaknya Tempat lbadah : a. Masjid</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya Tempat lbadah : a. Masjid</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">93</sumStat>
  <txt>Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam, yang dapat digunakan untuk sholat Jum'at.
Surau/Langgar yang digunakan untuk sholat Jum'at dianggap sebagai masjid.
Vihara adalah tempat sembahyang umat Budha/Konfusius.
Pura adalah tempat sembahyang umat Hindhu .
Surau/langgar/kapel/pura yang dipakai secara pribadi tidak dihitung.</txt>
</var>
<var ID="V166" name="b6r1b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="466" EndPos="468" width="3"/>
  <labl>Banyaknya Tempat lbadah : b. Surau/Langgar</labl>
  <imputation>Banyaknya Tempat lbadah : b. Surau/Langgar</imputation>
  <security>Banyaknya Tempat lbadah : b. Surau/Langgar</security>
  <embargo>Banyaknya Tempat lbadah : b. Surau/Langgar</embargo>
  <respUnit>Banyaknya Tempat lbadah : b. Surau/Langgar</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya Tempat lbadah : b. Surau/Langgar</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">640</sumStat>
  <txt>Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam, yang dapat digunakan untuk sholat Jum'at.
Surau/Langgar yang digunakan untuk sholat Jum'at dianggap sebagai masjid.
Vihara adalah tempat sembahyang umat Budha/Konfusius.
Pura adalah tempat sembahyang umat Hindhu .
Surau/langgar/kapel/pura yang dipakai secara pribadi tidak dihitung.</txt>
</var>
<var ID="V167" name="b6r1c2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="469" EndPos="470" width="2"/>
  <labl>Banyaknya Tempat lbadah : c. Gereja/Kapel Kristen Protestan</labl>
  <imputation>Banyaknya Tempat lbadah : c. Gereja/Kapel Kristen Protestan</imputation>
  <security>Banyaknya Tempat lbadah : c. Gereja/Kapel Kristen Protestan</security>
  <embargo>Banyaknya Tempat lbadah : c. Gereja/Kapel Kristen Protestan</embargo>
  <respUnit>Banyaknya Tempat lbadah : c. Gereja/Kapel Kristen Protestan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya Tempat lbadah : c. Gereja/Kapel Kristen Protestan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">98</sumStat>
  <txt>Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam, yang dapat digunakan untuk sholat Jum'at.
Surau/Langgar yang digunakan untuk sholat Jum'at dianggap sebagai masjid.
Vihara adalah tempat sembahyang umat Budha/Konfusius.
Pura adalah tempat sembahyang umat Hindhu .
Surau/langgar/kapel/pura yang dipakai secara pribadi tidak dihitung.</txt>
</var>
<var ID="V168" name="b6r1d2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="471" EndPos="472" width="2"/>
  <labl>Banyaknya Tempat lbadah : d. Gereja/Kapel Katolik</labl>
  <imputation>Banyaknya Tempat lbadah : d. Gereja/Kapel Katolik</imputation>
  <security>Banyaknya Tempat lbadah : d. Gereja/Kapel Katolik</security>
  <embargo>Banyaknya Tempat lbadah : d. Gereja/Kapel Katolik</embargo>
  <respUnit>Banyaknya Tempat lbadah : d. Gereja/Kapel Katolik</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya Tempat lbadah : d. Gereja/Kapel Katolik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">45</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>19</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>40</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>45</catValu>
  </catgry>
  <txt>Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam, yang dapat digunakan untuk sholat Jum'at.
Surau/Langgar yang digunakan untuk sholat Jum'at dianggap sebagai masjid.
Vihara adalah tempat sembahyang umat Budha/Konfusius.
Pura adalah tempat sembahyang umat Hindhu .
Surau/langgar/kapel/pura yang dipakai secara pribadi tidak dihitung.</txt>
</var>
<var ID="V169" name="b6r1e2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="473" EndPos="474" width="2"/>
  <labl>Banyaknya Tempat lbadah : e. Pura</labl>
  <imputation>Banyaknya Tempat lbadah : e. Pura</imputation>
  <security>Banyaknya Tempat lbadah : e. Pura</security>
  <embargo>Banyaknya Tempat lbadah : e. Pura</embargo>
  <respUnit>Banyaknya Tempat lbadah : e. Pura</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya Tempat lbadah : e. Pura</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">84</sumStat>
  <txt>Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam, yang dapat digunakan untuk sholat Jum'at.
Surau/Langgar yang digunakan untuk sholat Jum'at dianggap sebagai masjid.
Vihara adalah tempat sembahyang umat Budha/Konfusius.
Pura adalah tempat sembahyang umat Hindhu .
Surau/langgar/kapel/pura yang dipakai secara pribadi tidak dihitung.</txt>
</var>
<var ID="V170" name="b6r1f2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="475" EndPos="476" width="2"/>
  <labl>Banyaknya Tempat lbadah : f. Vihara</labl>
  <imputation>Banyaknya Tempat lbadah : f. Vihara</imputation>
  <security>Banyaknya Tempat lbadah : f. Vihara</security>
  <embargo>Banyaknya Tempat lbadah : f. Vihara</embargo>
  <respUnit>Banyaknya Tempat lbadah : f. Vihara</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya Tempat lbadah : f. Vihara</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">35</sumStat>
  <txt>Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam, yang dapat digunakan untuk sholat Jum'at.
Surau/Langgar yang digunakan untuk sholat Jum'at dianggap sebagai masjid.
Vihara adalah tempat sembahyang umat Budha/Konfusius.
Pura adalah tempat sembahyang umat Hindhu .
Surau/langgar/kapel/pura yang dipakai secara pribadi tidak dihitung.</txt>
</var>
<var ID="V532" name="b6r2a1k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="477" EndPos="477" width="1"/>
  <labl>a. Kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</labl>
  <imputation>a. Kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</imputation>
  <security>a. Kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</security>
  <embargo>a. Kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</embargo>
  <respUnit>a. Kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V533" name="b6r2a1k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="478" EndPos="478" width="1"/>
  <labl>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</labl>
  <imputation>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</imputation>
  <security>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</security>
  <embargo>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</embargo>
  <respUnit>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 1. Gugus depan pramuka</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V534" name="b6r2a2k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="479" EndPos="479" width="1"/>
  <labl>a. Kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</labl>
  <imputation>a. Kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</imputation>
  <security>a. Kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</security>
  <embargo>a. Kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</embargo>
  <respUnit>a. Kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V535" name="b6r2a2k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="480" EndPos="480" width="1"/>
  <labl>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</labl>
  <imputation>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</imputation>
  <security>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</security>
  <embargo>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</embargo>
  <respUnit>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 2. Panti asuhan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V536" name="b6r2a3k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="481" EndPos="481" width="1"/>
  <labl>a. Kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</labl>
  <imputation>a. Kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</imputation>
  <security>a. Kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</security>
  <embargo>a. Kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</embargo>
  <respUnit>a. Kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V537" name="b6r2a3k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="482" EndPos="482" width="1"/>
  <labl>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</labl>
  <imputation>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</imputation>
  <security>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</security>
  <embargo>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</embargo>
  <respUnit>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 3. Panti wreda/jompo</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V538" name="b6r2a4k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="483" EndPos="483" width="1"/>
  <labl>a. Kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</labl>
  <imputation>a. Kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</imputation>
  <security>a. Kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</security>
  <embargo>a. Kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</embargo>
  <respUnit>a. Kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V539" name="b6r2a4k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="484" EndPos="484" width="1"/>
  <labl>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</labl>
  <imputation>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</imputation>
  <security>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</security>
  <embargo>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</embargo>
  <respUnit>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 4. Panti cacat/YPAC</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V540" name="b6r2a5k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="485" EndPos="485" width="1"/>
  <labl>a. Kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</labl>
  <imputation>a. Kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</imputation>
  <security>a. Kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</security>
  <embargo>a. Kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</embargo>
  <respUnit>a. Kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V541" name="b6r2a5k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="486" EndPos="486" width="1"/>
  <labl>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</labl>
  <imputation>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</imputation>
  <security>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</security>
  <embargo>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</embargo>
  <respUnit>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 5. Majelis ta'lim/kel. pengajian/kel. kebaktian</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V542" name="b6r2a6k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="487" EndPos="487" width="1"/>
  <labl>a. Kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</labl>
  <imputation>a. Kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</imputation>
  <security>a. Kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</security>
  <embargo>a. Kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</embargo>
  <respUnit>a. Kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V543" name="b6r2a6k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="488" EndPos="488" width="1"/>
  <labl>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</labl>
  <imputation>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</imputation>
  <security>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</security>
  <embargo>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</embargo>
  <respUnit>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 6. Karang taruna</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V544" name="b6r2a7k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="489" EndPos="489" width="1"/>
  <labl>a. Kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</labl>
  <imputation>a. Kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</imputation>
  <security>a. Kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</security>
  <embargo>a. Kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</embargo>
  <respUnit>a. Kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V545" name="b6r2a7k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="490" EndPos="490" width="1"/>
  <labl>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</labl>
  <imputation>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</imputation>
  <security>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</security>
  <embargo>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</embargo>
  <respUnit>a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : a. Aktivitas kegiatan institusi Sosial : 7. PKK</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Isikan jenis kegiatan sosial/kemasyarakatan yang berada di desa ini, jika ada tanyakan aktivitasnya; meningkat, tetap atau menurun.
Organisasi adalah suatu ikatan kelembagaan yang dibentuk berdasarkan landasan dan tujuan tertentu serta disertai dengan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumahtangga (ART) yang jelas.
Organisasi sosial adalah organisasi yang melaksanakan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial baik untuk anggotanya sendiri maupun masyarakat (organisasi selain organisasi politik), dan telah memnpunyai struktur yang tetap (susunan pengurus, seperti ketua, sekretaris dan bendahara), baik yang berbadan hukum maupun tidak, dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Karang taruna adalah organisasi kepemudaan sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa/kelurahan. Keanggotaan karang taruna bersifat pasif dan berlaku utuk penduduk berumur (6- 40 tahun).</txt>
</var>
<var ID="V546" name="b6r2b1k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="491" EndPos="491" width="1"/>
  <labl>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</labl>
  <imputation>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</imputation>
  <security>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</security>
  <embargo>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</embargo>
  <respUnit>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Kegiatan kemasyarakatan adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk kekompakan atau silaturahmi (menjaga tali persaudaraan) agar sesama warga bisa lebih saling kenal.</txt>
</var>
<var ID="V547" name="b6r2b1k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="492" EndPos="492" width="1"/>
  <labl>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</labl>
  <imputation>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</imputation>
  <security>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</security>
  <embargo>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</embargo>
  <respUnit>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 1. Arisan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Kegiatan kemasyarakatan adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk kekompakan atau silaturahmi (menjaga tali persaudaraan) agar sesama warga bisa lebih saling kenal.</txt>
</var>
<var ID="V548" name="b6r2b2k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="493" EndPos="493" width="1"/>
  <labl>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</labl>
  <imputation>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</imputation>
  <security>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</security>
  <embargo>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</embargo>
  <respUnit>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Kegiatan kemasyarakatan adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk kekompakan atau silaturahmi (menjaga tali persaudaraan) agar sesama warga bisa lebih saling kenal.</txt>
</var>
<var ID="V549" name="b6r2b2k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="494" EndPos="494" width="1"/>
  <labl>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</labl>
  <imputation>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</imputation>
  <security>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</security>
  <embargo>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</embargo>
  <respUnit>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 2. Gotong royong</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Kegiatan kemasyarakatan adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk kekompakan atau silaturahmi (menjaga tali persaudaraan) agar sesama warga bisa lebih saling kenal.</txt>
</var>
<var ID="V550" name="b6r2b3k2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="495" EndPos="495" width="1"/>
  <labl>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</labl>
  <imputation>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</imputation>
  <security>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</security>
  <embargo>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</embargo>
  <respUnit>b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : b. Kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Kegiatan kemasyarakatan adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk kekompakan atau silaturahmi (menjaga tali persaudaraan) agar sesama warga bisa lebih saling kenal.</txt>
</var>
<var ID="V551" name="b6r2b3k3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="496" EndPos="496" width="1"/>
  <labl>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</labl>
  <imputation>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</imputation>
  <security>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</security>
  <embargo>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</embargo>
  <respUnit>b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika Koiom (2) = "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Kegiatan institusi sosial/kemasyarakatan : b. Aktivitas kegiatan institusi Kemasyarakatan : 3. Pengumpulan Zakat lnfak &amp; Sodakhoh (ZIS)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tetap</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Kegiatan kemasyarakatan adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk kekompakan atau silaturahmi (menjaga tali persaudaraan) agar sesama warga bisa lebih saling kenal.</txt>
</var>
<var ID="V552" name="b6r3a2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="497" EndPos="497" width="1"/>
  <labl>Lapangan/Gelanggang : a. Sepak Bola</labl>
  <imputation>Lapangan/Gelanggang : a. Sepak Bola</imputation>
  <security>Lapangan/Gelanggang : a. Sepak Bola</security>
  <embargo>Lapangan/Gelanggang : a. Sepak Bola</embargo>
  <respUnit>Lapangan/Gelanggang : a. Sepak Bola</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Lapangan/Gelanggang : a. Sepak Bola</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V553" name="b6r3a3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="498" EndPos="498" width="1"/>
  <labl>Kelompok Kegiatan : a. Sepak Bola</labl>
  <imputation>Kelompok Kegiatan : a. Sepak Bola</imputation>
  <security>Kelompok Kegiatan : a. Sepak Bola</security>
  <embargo>Kelompok Kegiatan : a. Sepak Bola</embargo>
  <respUnit>Kelompok Kegiatan : a. Sepak Bola</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Kelompok Kegiatan : a. Sepak Bola</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V554" name="b6r3b2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="499" EndPos="499" width="1"/>
  <labl>Lapangan/Gelanggang : b. Bola Voli</labl>
  <imputation>Lapangan/Gelanggang : b. Bola Voli</imputation>
  <security>Lapangan/Gelanggang : b. Bola Voli</security>
  <embargo>Lapangan/Gelanggang : b. Bola Voli</embargo>
  <respUnit>Lapangan/Gelanggang : b. Bola Voli</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Lapangan/Gelanggang : b. Bola Voli</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V555" name="b6r3b3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="500" EndPos="500" width="1"/>
  <labl>Kelompok Kegiatan : b. Bola Voli</labl>
  <imputation>Kelompok Kegiatan : b. Bola Voli</imputation>
  <security>Kelompok Kegiatan : b. Bola Voli</security>
  <embargo>Kelompok Kegiatan : b. Bola Voli</embargo>
  <respUnit>Kelompok Kegiatan : b. Bola Voli</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Kelompok Kegiatan : b. Bola Voli</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V556" name="b6r3c2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="501" EndPos="501" width="1"/>
  <labl>Lapangan/Gelanggang : c. Bulu Tangkis</labl>
  <imputation>Lapangan/Gelanggang : c. Bulu Tangkis</imputation>
  <security>Lapangan/Gelanggang : c. Bulu Tangkis</security>
  <embargo>Lapangan/Gelanggang : c. Bulu Tangkis</embargo>
  <respUnit>Lapangan/Gelanggang : c. Bulu Tangkis</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Lapangan/Gelanggang : c. Bulu Tangkis</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V557" name="b6r3c3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="502" EndPos="502" width="1"/>
  <labl>Kelompok Kegiatan : c. Bulu Tangkis</labl>
  <imputation>Kelompok Kegiatan : c. Bulu Tangkis</imputation>
  <security>Kelompok Kegiatan : c. Bulu Tangkis</security>
  <embargo>Kelompok Kegiatan : c. Bulu Tangkis</embargo>
  <respUnit>Kelompok Kegiatan : c. Bulu Tangkis</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Kelompok Kegiatan : c. Bulu Tangkis</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V558" name="b6r3d2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="503" EndPos="503" width="1"/>
  <labl>Lapangan/Gelanggang : d. Bola Basket</labl>
  <imputation>Lapangan/Gelanggang : d. Bola Basket</imputation>
  <security>Lapangan/Gelanggang : d. Bola Basket</security>
  <embargo>Lapangan/Gelanggang : d. Bola Basket</embargo>
  <respUnit>Lapangan/Gelanggang : d. Bola Basket</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Lapangan/Gelanggang : d. Bola Basket</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">7</sumStat>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V559" name="b6r3d3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="504" EndPos="504" width="1"/>
  <labl>Kelompok Kegiatan : d. Bola Basket</labl>
  <imputation>Kelompok Kegiatan : d. Bola Basket</imputation>
  <security>Kelompok Kegiatan : d. Bola Basket</security>
  <embargo>Kelompok Kegiatan : d. Bola Basket</embargo>
  <respUnit>Kelompok Kegiatan : d. Bola Basket</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Kelompok Kegiatan : d. Bola Basket</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">7</sumStat>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V560" name="b6r3e2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="505" EndPos="505" width="1"/>
  <labl>Lapangan/Gelanggang : e. Tenis Lapangan</labl>
  <imputation>Lapangan/Gelanggang : e. Tenis Lapangan</imputation>
  <security>Lapangan/Gelanggang : e. Tenis Lapangan</security>
  <embargo>Lapangan/Gelanggang : e. Tenis Lapangan</embargo>
  <respUnit>Lapangan/Gelanggang : e. Tenis Lapangan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Lapangan/Gelanggang : e. Tenis Lapangan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V561" name="b6r3e3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="506" EndPos="506" width="1"/>
  <labl>Kelompok Kegiatan : e. Tenis Lapangan</labl>
  <imputation>Kelompok Kegiatan : e. Tenis Lapangan</imputation>
  <security>Kelompok Kegiatan : e. Tenis Lapangan</security>
  <embargo>Kelompok Kegiatan : e. Tenis Lapangan</embargo>
  <respUnit>Kelompok Kegiatan : e. Tenis Lapangan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Kelompok Kegiatan : e. Tenis Lapangan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V562" name="b6r3f2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="507" EndPos="507" width="1"/>
  <labl>Lapangan/Gelanggang : f. Renang</labl>
  <imputation>Lapangan/Gelanggang : f. Renang</imputation>
  <security>Lapangan/Gelanggang : f. Renang</security>
  <embargo>Lapangan/Gelanggang : f. Renang</embargo>
  <respUnit>Lapangan/Gelanggang : f. Renang</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Lapangan/Gelanggang : f. Renang</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V563" name="b6r3f3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="508" EndPos="508" width="1"/>
  <labl>Kelompok Kegiatan : f. Renang</labl>
  <imputation>Kelompok Kegiatan : f. Renang</imputation>
  <security>Kelompok Kegiatan : f. Renang</security>
  <embargo>Kelompok Kegiatan : f. Renang</embargo>
  <respUnit>Kelompok Kegiatan : f. Renang</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Kelompok Kegiatan : f. Renang</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V564" name="b6r3g3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="509" EndPos="509" width="1"/>
  <labl>Kelompok Kegiatan : g. Tenis Meja</labl>
  <imputation>Kelompok Kegiatan : g. Tenis Meja</imputation>
  <security>Kelompok Kegiatan : g. Tenis Meja</security>
  <embargo>Kelompok Kegiatan : g. Tenis Meja</embargo>
  <respUnit>Kelompok Kegiatan : g. Tenis Meja</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Kelompok Kegiatan : g. Tenis Meja</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V565" name="b6r3h3" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="510" EndPos="510" width="1"/>
  <labl>Kelompok Kegiatan : h. Pencak Silat</labl>
  <imputation>Kelompok Kegiatan : h. Pencak Silat</imputation>
  <security>Kelompok Kegiatan : h. Pencak Silat</security>
  <embargo>Kelompok Kegiatan : h. Pencak Silat</embargo>
  <respUnit>Kelompok Kegiatan : h. Pencak Silat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Olah Raga : Kelompok Kegiatan : h. Pencak Silat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">7</sumStat>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Lapangan olahraga adalah tempat melakukan olahraga yang ada di desa/kelurahan sesuai dengan persyaratan olahraga yang bersangkutan. Lapangan sepak bola yang di dalam lapangannya terdapat juga lapangan volly, tenis lapang dan sebagainya masing-masing dihitung sendiri-sendiri.
Kelompok kegiatan olahraga adalah kelompok penduduk desa/kelurahan dalam melakukan olahraga, tanpa memperhatikan apakah olahraga tersebut dilakukan di desa/kelurahan ini maupun di tempat lain.
Contoh:
Di desa ada perkumpulan tenis lapangan, karena desa tersebut tidak mempunyai lapangan tenis maka kelompok ini berlatih di desa lain, isian rincian 3.e kolom (2) berkode 2, dan kolom (3)
berkode 1.</txt>
</var>
<var ID="V566" name="b7r1" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="511" EndPos="511" width="1"/>
  <labl>Lapangan terbuka/alun-alun/taman bermain</labl>
  <imputation>Lapangan terbuka/alun-alun/taman bermain</imputation>
  <security>Lapangan terbuka/alun-alun/taman bermain</security>
  <embargo>Lapangan terbuka/alun-alun/taman bermain</embargo>
  <respUnit>Lapangan terbuka/alun-alun/taman bermain</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lapangan terbuka/alun-alun/taman bermain</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Cukup jelas</txt>
</var>
<var ID="V567" name="b7r2" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="512" EndPos="512" width="1"/>
  <labl>Taman hiburan/tempat rekreasi</labl>
  <imputation>Taman hiburan/tempat rekreasi</imputation>
  <security>Taman hiburan/tempat rekreasi</security>
  <embargo>Taman hiburan/tempat rekreasi</embargo>
  <respUnit>Taman hiburan/tempat rekreasi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Taman hiburan/tempat rekreasi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Taman hiburan/tempat rekreasi adalah tempat rekreasi yang banyak dikunjungi orang karena mempunyai daya tarik secara alamiah maupun buatan manusia, dengan membayar ataupun tidak, misalnya taman ria, tempat berkemah, kebun raya, kebun binatang, taman anggrek.</txt>
</var>
<var ID="V568" name="b7r3a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="513" EndPos="513" width="1"/>
  <labl>a. Gedung bioskop</labl>
  <imputation>a. Gedung bioskop</imputation>
  <security>a. Gedung bioskop</security>
  <embargo>a. Gedung bioskop</embargo>
  <respUnit>a. Gedung bioskop</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Gedung bioskop</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Gedung bioskop adalah gedung yang khusus digunakan untuk pertunjukan film, biasanya dilengkapi tempat penjualan tanda masuk (karcis) dan tempat menggantungkan gambar iklan film yang sedang atau akan diputar.</txt>
</var>
<var ID="V208" name="b7r3b1" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="514" EndPos="529" width="16"/>
  <labl>b1. Jarak terdekat dari kantor desa/kelurahan</labl>
  <imputation>b1. Jarak terdekat dari kantor desa/kelurahan</imputation>
  <security>b1. Jarak terdekat dari kantor desa/kelurahan</security>
  <embargo>b1. Jarak terdekat dari kantor desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>b1. Jarak terdekat dari kantor desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika "Tidak ada"</preQTxt>
    <qstnLit>b. Jika "Tidak ada" : 1. Jarak terdekat dari kantor desa/kelurahan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <txt>Gedung bioskop adalah gedung yang khusus digunakan untuk pertunjukan film, biasanya dilengkapi tempat penjualan tanda masuk (karcis) dan tempat menggantungkan gambar iklan film yang sedang atau akan diputar.</txt>
</var>
<var ID="V209" name="b7r3b2" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="530" EndPos="545" width="16"/>
  <labl>b2. Waktu tempuh</labl>
  <imputation>b2. Waktu tempuh</imputation>
  <security>b2. Waktu tempuh</security>
  <embargo>b2. Waktu tempuh</embargo>
  <respUnit>b2. Waktu tempuh</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Tidak ada" : 2. Waktu tempuh</qstnLit>
    <postQTxt>Jika "Tidak ada"</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.59</sumStat>
  <txt>Gedung bioskop adalah gedung yang khusus digunakan untuk pertunjukan film, biasanya dilengkapi tempat penjualan tanda masuk (karcis) dan tempat menggantungkan gambar iklan film yang sedang atau akan diputar.</txt>
</var>
<var ID="V569" name="b7r4a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="546" EndPos="546" width="1"/>
  <labl>a. Tempat penyewaan Video/VCD/DVD/LD</labl>
  <imputation>a. Tempat penyewaan Video/VCD/DVD/LD</imputation>
  <security>a. Tempat penyewaan Video/VCD/DVD/LD</security>
  <embargo>a. Tempat penyewaan Video/VCD/DVD/LD</embargo>
  <respUnit>a. Tempat penyewaan Video/VCD/DVD/LD</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Tempat penyewaan Video/VCD/DVD/LD</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Cukup jelas</txt>
</var>
<var ID="V211" name="b7r4b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="547" EndPos="562" width="16"/>
  <labl>b. Jika tidak, jarak terdekat ke tempat penyewaan</labl>
  <imputation>b. Jika tidak, jarak terdekat ke tempat penyewaan</imputation>
  <security>b. Jika tidak, jarak terdekat ke tempat penyewaan</security>
  <embargo>b. Jika tidak, jarak terdekat ke tempat penyewaan</embargo>
  <respUnit>b. Jika tidak, jarak terdekat ke tempat penyewaan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika tidak, jarak terdekat ke tempat penyewaan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <txt>Cukup jelas</txt>
</var>
<var ID="V570" name="b7r5a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="563" EndPos="563" width="1"/>
  <labl>a. Rumah bilyar</labl>
  <imputation>a. Rumah bilyar</imputation>
  <security>a. Rumah bilyar</security>
  <embargo>a. Rumah bilyar</embargo>
  <respUnit>a. Rumah bilyar</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Rumah bilyar</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Cukup jelas</txt>
</var>
<var ID="V213" name="b7r5b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="564" EndPos="579" width="16"/>
  <labl>b. Jika tidak, jarak terdekat ke rumah bilyard</labl>
  <imputation>b. Jika tidak, jarak terdekat ke rumah bilyard</imputation>
  <security>b. Jika tidak, jarak terdekat ke rumah bilyard</security>
  <embargo>b. Jika tidak, jarak terdekat ke rumah bilyard</embargo>
  <respUnit>b. Jika tidak, jarak terdekat ke rumah bilyard</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika tidak, jarak terdekat ke rumah bilyard</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <txt>Cukup jelas</txt>
</var>
<var ID="V571" name="b7r6a" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="580" EndPos="580" width="1"/>
  <labl>a. Pub/diskotik/karaoke</labl>
  <imputation>a. Pub/diskotik/karaoke</imputation>
  <security>a. Pub/diskotik/karaoke</security>
  <embargo>a. Pub/diskotik/karaoke</embargo>
  <respUnit>a. Pub/diskotik/karaoke</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Pub/diskotik/karaoke</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Cukup jelas</txt>
</var>
<var ID="V215" name="b7r6b" files="F1" intrvl="contin">
  <location StartPos="581" EndPos="596" width="16"/>
  <labl>b. Jika tdak, jarak ke pub/diskotik/karaoke terdekat</labl>
  <imputation>b. Jika tdak, jarak ke pub/diskotik/karaoke terdekat</imputation>
  <security>b. Jika tdak, jarak ke pub/diskotik/karaoke terdekat</security>
  <embargo>b. Jika tdak, jarak ke pub/diskotik/karaoke terdekat</embargo>
  <respUnit>b. Jika tdak, jarak ke pub/diskotik/karaoke terdekat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika tdak, jarak ke pub/diskotik/karaoke terdekat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <txt>Cukup jelas</txt>
</var>
<var ID="V572" name="b7r7" files="F1" intrvl="discrete">
  <location StartPos="597" EndPos="597" width="1"/>
  <labl>Gedung penemuan yang khusus disewakan</labl>
  <imputation>Gedung penemuan yang khusus disewakan</imputation>
  <security>Gedung penemuan yang khusus disewakan</security>
  <embargo>Gedung penemuan yang khusus disewakan</embargo>
  <respUnit>Gedung penemuan yang khusus disewakan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Gedung penemuan yang khusus disewakan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Gedung Pertemuan yang khusus disewakan adalah suatau usaha yang menyediakan tempat (gedung) dan fasilitas untuk keperluan pesta, rapat, atau keperluan-keperluan lainnya.</txt>
</var>
<var ID="V217" name="prop" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="1" EndPos="2" width="2"/>
  <labl>Propinsi</labl>
  <imputation>Propinsi</imputation>
  <security>Propinsi</security>
  <embargo>Propinsi</embargo>
  <respUnit>Propinsi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Propinsi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!2</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>31</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>32</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>33</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>34</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>35</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>51</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>52</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>53</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>61</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>62</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>63</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>64</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>71</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>72</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>73</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>74</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>81</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>82</catValu>
  </catgry>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000-DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000-DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000-WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V218" name="kab" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="3" EndPos="4" width="2"/>
  <labl>Kabupaten</labl>
  <imputation>Kabupaten</imputation>
  <security>Kabupaten</security>
  <embargo>Kabupaten</embargo>
  <respUnit>Kabupaten</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kabupaten</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000-DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000-DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000-WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V573" name="kec" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="5" EndPos="7" width="3"/>
  <labl>Kecamatan</labl>
  <imputation>Kecamatan</imputation>
  <security>Kecamatan</security>
  <embargo>Kecamatan</embargo>
  <respUnit>Kecamatan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecamatan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">10</sumStat>
  <sumStat type="max">750</sumStat>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000-DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000-DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000-WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V574" name="desa" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="8" EndPos="10" width="3"/>
  <labl>Desa</labl>
  <imputation>Desa</imputation>
  <security>Desa</security>
  <embargo>Desa</embargo>
  <respUnit>Desa</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Desa</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">222</sumStat>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000-DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000-DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000-WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V221" name="drh" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="11" EndPos="11" width="1"/>
  <labl>Daerah</labl>
  <imputation>Daerah</imputation>
  <security>Daerah</security>
  <embargo>Daerah</embargo>
  <respUnit>Daerah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Daerah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Tuliskan pada Rincian 1 s.d Rincian 5 nama dan kode propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, desa/kelurahan/UPT/PMT, dan status daerah (perkotaan atau perdesaan). Penulisan kode desa/kelurahan/UPT/PMT pada Blok I R.4 dan status perkotaan/perdesaan pada Blok I R.5 mengikuti Daftar Nama Desa/Kelurahan SP2000-DESA (tahun 1999). Lihat Lampiran 1.
Bila ada nama desa/kelurahan yang tidak tercantum pada SP2000-DESA, desa/kelurahan tersebut tetap dicacah asalkan ada landasan hukumnya. Landasan hukum yang dimaksud di sini adalah SK Mendagri atau SK Gubernur atau SK Menteri Transmigrasi dan PPH khusus untuk UPT/SPT dan SK Mensos khusus untuk PMT. Kode desa/kelurahan baru dilanjutkan kembali sesuai dengan letaknya seperti yang digambarkan pada sketsa peta SP2000-WA. Bagi desa/kelurahan atau wilayah administrasi lainnya yang mengalami perubahan, kode identitas baru diisi sesuai dengan metode pemberian nomor kode wilayah administrasi (lihat Lampiran 2).</txt>
</var>
<var ID="V222" name="b8r1a2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="12" EndPos="12" width="1"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : a. Rumah sakit</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : a. Rumah sakit</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : a. Rumah sakit</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : a. Rumah sakit</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : a. Rumah sakit</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : a. Rumah sakit</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V223" name="b8r1a3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="13" EndPos="28" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : a. Rumah sakit</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : a. Rumah sakit</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : a. Rumah sakit</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : a. Rumah sakit</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : a. Rumah sakit</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : a. Rumah sakit</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V575" name="b8r1a4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="29" EndPos="29" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : a. Rumah sakit</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : a. Rumah sakit</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : a. Rumah sakit</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : a. Rumah sakit</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : a. Rumah sakit</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : a. Rumah sakit</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V225" name="b8r1b2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="30" EndPos="30" width="1"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : b. Rumah sakit bersalin</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : b. Rumah sakit bersalin</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : b. Rumah sakit bersalin</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : b. Rumah sakit bersalin</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : b. Rumah sakit bersalin</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : b. Rumah sakit bersalin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V226" name="b8r1b3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="31" EndPos="46" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : b. Rumah sakit bersalin</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : b. Rumah sakit bersalin</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : b. Rumah sakit bersalin</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : b. Rumah sakit bersalin</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : b. Rumah sakit bersalin</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : b. Rumah sakit bersalin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.9</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V227" name="b8r1b4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="47" EndPos="47" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : b. Rumah sakit bersalin</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : b. Rumah sakit bersalin</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : b. Rumah sakit bersalin</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : b. Rumah sakit bersalin</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : b. Rumah sakit bersalin</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : b. Rumah sakit bersalin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V228" name="b8r1c2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="48" EndPos="49" width="2"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : c. Rumah bersalin</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : c. Rumah bersalin</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : c. Rumah bersalin</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : c. Rumah bersalin</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : c. Rumah bersalin</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : c. Rumah bersalin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">54</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>54</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V229" name="b8r1c3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="50" EndPos="65" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : c. Rumah bersalin</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : c. Rumah bersalin</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : c. Rumah bersalin</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : c. Rumah bersalin</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : c. Rumah bersalin</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : c. Rumah bersalin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.9</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V230" name="b8r1c4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="66" EndPos="66" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : c. Rumah bersalin</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : c. Rumah bersalin</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : c. Rumah bersalin</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : c. Rumah bersalin</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : c. Rumah bersalin</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : c. Rumah bersalin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk puskesmas.
Rumah Sakit Bersalin/BKIA adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada di bawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Rumah Bersalin adalah rumah yang dilengkapi fasilitas untuk melahirkan, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak, berada di bawah pengawasan bidan senior.</txt>
</var>
<var ID="V231" name="b8r1d2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="67" EndPos="67" width="1"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : d. Poliklinik</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : d. Poliklinik</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : d. Poliklinik</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : d. Poliklinik</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : d. Poliklinik</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : d. Poliklinik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Poliklinik adalah tempat pemeriksaan kesehatan, biasanya tanpa fasilitas perawatan menginap, berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk klinik yang terdapat di puskesmas/rumah sakit. Poliklinik yang karena satu dan lain hal menyediakan tempat perawatan menginap, tetap digolongkan kedalam poliklinik (bukan rumah sakit).</txt>
</var>
<var ID="V232" name="b8r1d3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="68" EndPos="83" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : d. Poliklinik</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : d. Poliklinik</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : d. Poliklinik</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : d. Poliklinik</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : d. Poliklinik</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : d. Poliklinik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Poliklinik adalah tempat pemeriksaan kesehatan, biasanya tanpa fasilitas perawatan menginap, berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk klinik yang terdapat di puskesmas/rumah sakit. Poliklinik yang karena satu dan lain hal menyediakan tempat perawatan menginap, tetap digolongkan kedalam poliklinik (bukan rumah sakit).</txt>
</var>
<var ID="V576" name="b8r1d4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="84" EndPos="84" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : d. Poliklinik</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : d. Poliklinik</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : d. Poliklinik</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : d. Poliklinik</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : d. Poliklinik</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : d. Poliklinik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Poliklinik adalah tempat pemeriksaan kesehatan, biasanya tanpa fasilitas perawatan menginap, berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, tidak termasuk klinik yang terdapat di puskesmas/rumah sakit. Poliklinik yang karena satu dan lain hal menyediakan tempat perawatan menginap, tetap digolongkan kedalam poliklinik (bukan rumah sakit).</txt>
</var>
<var ID="V234" name="b8r1e2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="85" EndPos="85" width="1"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : e. Puskesmas</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : e. Puskesmas</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : e. Puskesmas</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : e. Puskesmas</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : e. Puskesmas</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : e. Puskesmas</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Puskesmas adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan, sebagian kecamatan, atau kelurahan (misal di DKI Jakarta). Tim Puskesmas sesuai jadwak dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat.
Puskesmas Pembantu (Pustu), yaitu unit pelayanan kesehatan masyarakat yang membantu kegiatan Puskesmas di sebagian dari wilayah kerja. Pada beberapa daerah balai pengobatan telah berubah fungsi menjadi Pustu walaupun papan nama masih tertulis balai pengobatan.</txt>
</var>
<var ID="V235" name="b8r1e3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="86" EndPos="101" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : e. Puskesmas</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : e. Puskesmas</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : e. Puskesmas</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : e. Puskesmas</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : e. Puskesmas</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : e. Puskesmas</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Puskesmas adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan, sebagian kecamatan, atau kelurahan (misal di DKI Jakarta). Tim Puskesmas sesuai jadwak dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat.
Puskesmas Pembantu (Pustu), yaitu unit pelayanan kesehatan masyarakat yang membantu kegiatan Puskesmas di sebagian dari wilayah kerja. Pada beberapa daerah balai pengobatan telah berubah fungsi menjadi Pustu walaupun papan nama masih tertulis balai pengobatan.</txt>
</var>
<var ID="V577" name="b8r1e4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="102" EndPos="102" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : e. Puskesmas</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : e. Puskesmas</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : e. Puskesmas</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : e. Puskesmas</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : e. Puskesmas</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : e. Puskesmas</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Puskesmas adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan, sebagian kecamatan, atau kelurahan (misal di DKI Jakarta). Tim Puskesmas sesuai jadwak dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat.
Puskesmas Pembantu (Pustu), yaitu unit pelayanan kesehatan masyarakat yang membantu kegiatan Puskesmas di sebagian dari wilayah kerja. Pada beberapa daerah balai pengobatan telah berubah fungsi menjadi Pustu walaupun papan nama masih tertulis balai pengobatan.</txt>
</var>
<var ID="V237" name="b8r1f2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="103" EndPos="103" width="1"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : f. Puskesmas pembantu</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : f. Puskesmas pembantu</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : f. Puskesmas pembantu</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : f. Puskesmas pembantu</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : f. Puskesmas pembantu</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : f. Puskesmas pembantu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Puskesmas adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan, sebagian kecamatan, atau kelurahan (misal di DKI Jakarta). Tim Puskesmas sesuai jadwak dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat.
Puskesmas Pembantu (Pustu), yaitu unit pelayanan kesehatan masyarakat yang membantu kegiatan Puskesmas di sebagian dari wilayah kerja. Pada beberapa daerah balai pengobatan telah berubah fungsi menjadi Pustu walaupun papan nama masih tertulis balai pengobatan.</txt>
</var>
<var ID="V238" name="b8r1f3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="104" EndPos="119" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : f. Puskesmas pembantu</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : f. Puskesmas pembantu</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : f. Puskesmas pembantu</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : f. Puskesmas pembantu</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : f. Puskesmas pembantu</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : f. Puskesmas pembantu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Puskesmas adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan, sebagian kecamatan, atau kelurahan (misal di DKI Jakarta). Tim Puskesmas sesuai jadwak dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat.
Puskesmas Pembantu (Pustu), yaitu unit pelayanan kesehatan masyarakat yang membantu kegiatan Puskesmas di sebagian dari wilayah kerja. Pada beberapa daerah balai pengobatan telah berubah fungsi menjadi Pustu walaupun papan nama masih tertulis balai pengobatan.</txt>
</var>
<var ID="V239" name="b8r1f4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="120" EndPos="120" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : f. Puskesmas pembantu</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : f. Puskesmas pembantu</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : f. Puskesmas pembantu</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : f. Puskesmas pembantu</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : f. Puskesmas pembantu</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : f. Puskesmas pembantu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Puskesmas adalah Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan, sebagian kecamatan, atau kelurahan (misal di DKI Jakarta). Tim Puskesmas sesuai jadwak dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat.
Puskesmas Pembantu (Pustu), yaitu unit pelayanan kesehatan masyarakat yang membantu kegiatan Puskesmas di sebagian dari wilayah kerja. Pada beberapa daerah balai pengobatan telah berubah fungsi menjadi Pustu walaupun papan nama masih tertulis balai pengobatan.</txt>
</var>
<var ID="V240" name="b8r1g2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="121" EndPos="122" width="2"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : g. Balai pengobatan</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : g. Balai pengobatan</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : g. Balai pengobatan</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : g. Balai pengobatan</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : g. Balai pengobatan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : g. Balai pengobatan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">18</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Balai pengobatan adalah tempat pemeriksaan kesehatan di bawah pengawasan mantri kesehatan/tenaga medis.</txt>
</var>
<var ID="V241" name="b8r1g3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="123" EndPos="138" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : g. Balai pengobatan</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : g. Balai pengobatan</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : g. Balai pengobatan</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : g. Balai pengobatan</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : g. Balai pengobatan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : g. Balai pengobatan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Balai pengobatan adalah tempat pemeriksaan kesehatan di bawah pengawasan mantri kesehatan/tenaga medis.</txt>
</var>
<var ID="V242" name="b8r1g4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="139" EndPos="139" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : g. Balai pengobatan</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : g. Balai pengobatan</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : g. Balai pengobatan</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : g. Balai pengobatan</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : g. Balai pengobatan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : g. Balai pengobatan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Balai pengobatan adalah tempat pemeriksaan kesehatan di bawah pengawasan mantri kesehatan/tenaga medis.</txt>
</var>
<var ID="V243" name="b8r1h2" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="140" EndPos="141" width="2"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : h. Tempat praktek dokter</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : h. Tempat praktek dokter</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : h. Tempat praktek dokter</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : h. Tempat praktek dokter</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : h. Tempat praktek dokter</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : h. Tempat praktek dokter</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">76</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Tempat Praktek Dokter adalah tempat seorang (lebih) dokter melakukan praktek pribadi melayani masalah kesehatan anggota masyarakat.</txt>
</var>
<var ID="V244" name="b8r1h3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="142" EndPos="157" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : h. Tempat praktek dokter</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : h. Tempat praktek dokter</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : h. Tempat praktek dokter</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : h. Tempat praktek dokter</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : h. Tempat praktek dokter</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : h. Tempat praktek dokter</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Tempat Praktek Dokter adalah tempat seorang (lebih) dokter melakukan praktek pribadi melayani masalah kesehatan anggota masyarakat.</txt>
</var>
<var ID="V245" name="b8r1h4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="158" EndPos="158" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : h. Tempat praktek dokter</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : h. Tempat praktek dokter</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : h. Tempat praktek dokter</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : h. Tempat praktek dokter</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : h. Tempat praktek dokter</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : h. Tempat praktek dokter</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Tempat Praktek Dokter adalah tempat seorang (lebih) dokter melakukan praktek pribadi melayani masalah kesehatan anggota masyarakat.</txt>
</var>
<var ID="V246" name="b8r1i2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="159" EndPos="160" width="2"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : i. Tempat praktek bidan</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : i. Tempat praktek bidan</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : i. Tempat praktek bidan</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : i. Tempat praktek bidan</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : i. Tempat praktek bidan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : i. Tempat praktek bidan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">81</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>19</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>21</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>81</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Tempat Praktek Bidan adalah tempat seorang bidan atau lebih melakukan praktek pribadi melayani masalah kesehatan anggota masyarakat dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas untuk pemeriksaan kehamilan dan melahirkan.</txt>
</var>
<var ID="V247" name="b8r1i3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="161" EndPos="176" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : i. Tempat praktek bidan</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : i. Tempat praktek bidan</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : i. Tempat praktek bidan</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : i. Tempat praktek bidan</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : i. Tempat praktek bidan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : i. Tempat praktek bidan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Tempat Praktek Bidan adalah tempat seorang bidan atau lebih melakukan praktek pribadi melayani masalah kesehatan anggota masyarakat dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas untuk pemeriksaan kehamilan dan melahirkan.</txt>
</var>
<var ID="V248" name="b8r1i4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="177" EndPos="177" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : i. Tempat praktek bidan</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : i. Tempat praktek bidan</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : i. Tempat praktek bidan</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : i. Tempat praktek bidan</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : i. Tempat praktek bidan</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : i. Tempat praktek bidan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Tempat Praktek Bidan adalah tempat seorang bidan atau lebih melakukan praktek pribadi melayani masalah kesehatan anggota masyarakat dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas untuk pemeriksaan kehamilan dan melahirkan.</txt>
</var>
<var ID="V249" name="b8r1j2" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="178" EndPos="179" width="2"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : j. Posyandu</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : j. Posyandu</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : j. Posyandu</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : j. Posyandu</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : j. Posyandu</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : j. Posyandu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">98</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Posyandu adalah pos pelayanan terpadu yang merupakan kegiatan pelayanan terpadu khususnya untuk imunisasi, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, penanggulangan diare dan gizi (penimbangan dan pemberian makanan tambahan untuk balita); dan diselenggarakan oleh masyarakat melalui kader kesehatan di bawah bimbingan Puskesmas.</txt>
</var>
<var ID="V250" name="b8r1j3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="180" EndPos="195" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : j. Posyandu</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : j. Posyandu</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : j. Posyandu</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : j. Posyandu</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : j. Posyandu</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : j. Posyandu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Posyandu adalah pos pelayanan terpadu yang merupakan kegiatan pelayanan terpadu khususnya untuk imunisasi, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, penanggulangan diare dan gizi (penimbangan dan pemberian makanan tambahan untuk balita); dan diselenggarakan oleh masyarakat melalui kader kesehatan di bawah bimbingan Puskesmas.</txt>
</var>
<var ID="V251" name="b8r1j4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="196" EndPos="196" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : j. Posyandu</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : j. Posyandu</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : j. Posyandu</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : j. Posyandu</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : j. Posyandu</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : j. Posyandu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Posyandu adalah pos pelayanan terpadu yang merupakan kegiatan pelayanan terpadu khususnya untuk imunisasi, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, penanggulangan diare dan gizi (penimbangan dan pemberian makanan tambahan untuk balita); dan diselenggarakan oleh masyarakat melalui kader kesehatan di bawah bimbingan Puskesmas.</txt>
</var>
<var ID="V252" name="b8r1k2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="197" EndPos="197" width="1"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Polindes (Pondok Bersalin Desa) adalah pos yang melayani persalinan warga desa/kelurahan, yang ditangani oleh bidan desa.</txt>
</var>
<var ID="V253" name="b8r1k3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="198" EndPos="213" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Polindes (Pondok Bersalin Desa) adalah pos yang melayani persalinan warga desa/kelurahan, yang ditangani oleh bidan desa.</txt>
</var>
<var ID="V254" name="b8r1k4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="214" EndPos="214" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : k. Polindes (Pondok Bersalin Desa)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Polindes (Pondok Bersalin Desa) adalah pos yang melayani persalinan warga desa/kelurahan, yang ditangani oleh bidan desa.</txt>
</var>
<var ID="V255" name="b8r1l2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="215" EndPos="216" width="2"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : l. Apotik</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : l. Apotik</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : l. Apotik</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : l. Apotik</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : l. Apotik</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : l. Apotik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">32</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>32</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Apotik adalah tempat penjualan obat yang mempunyai izin operasi dari Departemen Kesehatan, c.q. Ditjen POM, di bawah pengawasan apoteker.</txt>
</var>
<var ID="V256" name="b8r1l3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="217" EndPos="232" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : l. Apotik</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : l. Apotik</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : l. Apotik</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : l. Apotik</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : l. Apotik</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : l. Apotik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Apotik adalah tempat penjualan obat yang mempunyai izin operasi dari Departemen Kesehatan, c.q. Ditjen POM, di bawah pengawasan apoteker.</txt>
</var>
<var ID="V257" name="b8r1l4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="233" EndPos="233" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : l. Apotik</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : l. Apotik</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : l. Apotik</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : l. Apotik</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : l. Apotik</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : l. Apotik</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Apotik adalah tempat penjualan obat yang mempunyai izin operasi dari Departemen Kesehatan, c.q. Ditjen POM, di bawah pengawasan apoteker.</txt>
</var>
<var ID="V258" name="b8r1m2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="234" EndPos="234" width="1"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : m. POD (Pos Obat Desa)</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : m. POD (Pos Obat Desa)</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : m. POD (Pos Obat Desa)</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : m. POD (Pos Obat Desa)</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : m. POD (Pos Obat Desa)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : m. POD (Pos Obat Desa)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Pos Obat Desa Pos Obat Desa adalah unit pelayanan di tingkat desa yang menyediakan obat-obat dasar dan diselenggarakan oleh masyarakat melalui kader kesehatannya di bawah bimbingan
Puskesmas; dalam pelaksanaan kader akan menanyakan keluhan penderita, kemudian memberikan obat sederhana yang sesuai.</txt>
</var>
<var ID="V259" name="b8r1m3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="235" EndPos="250" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : m. POD (Pos Obat Desa)</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : m. POD (Pos Obat Desa)</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : m. POD (Pos Obat Desa)</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : m. POD (Pos Obat Desa)</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : m. POD (Pos Obat Desa)</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : m. POD (Pos Obat Desa)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.9</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Pos Obat Desa Pos Obat Desa adalah unit pelayanan di tingkat desa yang menyediakan obat-obat dasar dan diselenggarakan oleh masyarakat melalui kader kesehatannya di bawah bimbingan
Puskesmas; dalam pelaksanaan kader akan menanyakan keluhan penderita, kemudian memberikan obat sederhana yang sesuai.</txt>
</var>
<var ID="V260" name="b8r1m4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="251" EndPos="251" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : m. POD (Pos Obat Desa)</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : m. POD (Pos Obat Desa)</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : m. POD (Pos Obat Desa)</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : m. POD (Pos Obat Desa)</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : m. POD (Pos Obat Desa)</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : m. POD (Pos Obat Desa)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68779</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Pos Obat Desa Pos Obat Desa adalah unit pelayanan di tingkat desa yang menyediakan obat-obat dasar dan diselenggarakan oleh masyarakat melalui kader kesehatannya di bawah bimbingan
Puskesmas; dalam pelaksanaan kader akan menanyakan keluhan penderita, kemudian memberikan obat sederhana yang sesuai.</txt>
</var>
<var ID="V261" name="b8r1n2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="252" EndPos="253" width="2"/>
  <labl>Jumlah sarana yang ada : n. Toko khusus obat/jamu</labl>
  <imputation>Jumlah sarana yang ada : n. Toko khusus obat/jamu</imputation>
  <security>Jumlah sarana yang ada : n. Toko khusus obat/jamu</security>
  <embargo>Jumlah sarana yang ada : n. Toko khusus obat/jamu</embargo>
  <respUnit>Jumlah sarana yang ada : n. Toko khusus obat/jamu</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jumlah sarana yang ada : n. Toko khusus obat/jamu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">40</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>19</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>21</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>23</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>26</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>32</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>34</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>40</catValu>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Toko khusus obat/jamu adalah tempat penjualan obat/jamu baik berupa toko/warung mempunyai izin atau tidak yang fungsinya khusus menjual obat/jamu termasuk toko obat tradisional (tidak termasuk kaki lima yang menjual obat).</txt>
</var>
<var ID="V262" name="b8r1n3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="254" EndPos="269" width="16"/>
  <labl>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : n. Toko khusus obat/jamu</labl>
  <imputation>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : n. Toko khusus obat/jamu</imputation>
  <security>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : n. Toko khusus obat/jamu</security>
  <embargo>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : n. Toko khusus obat/jamu</embargo>
  <respUnit>Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : n. Toko khusus obat/jamu</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Jarak dari desa/kelurahan ke sarana kesehatan (km) : n. Toko khusus obat/jamu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Toko khusus obat/jamu adalah tempat penjualan obat/jamu baik berupa toko/warung mempunyai izin atau tidak yang fungsinya khusus menjual obat/jamu termasuk toko obat tradisional (tidak termasuk kaki lima yang menjual obat).</txt>
</var>
<var ID="V263" name="b8r1n4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="270" EndPos="270" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : n. Toko khusus obat/jamu</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : n. Toko khusus obat/jamu</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : n. Toko khusus obat/jamu</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : n. Toko khusus obat/jamu</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : n. Toko khusus obat/jamu</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada atau kol (2)="0"</preQTxt>
    <qstnLit>Jumlah Sarana kesehatan yang ada di desa/kelurahan : Kemudahan untuk mencapai : n. Toko khusus obat/jamu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Bila sarana kesehatan yang dimaksud ada di desa, maka isikan banyaknya fasilitas tersebut pada kolom (2) dan isikan tanda strip (-) pada kolom (3), dan (4). Bila tidak ada fasilitas, isikan tanda strip (-) pada kolom (2), dan isikan jarak (dalam kilometer ) dari kantor kepala desa/kelurahan ke fasilitas kesehatan terdekat pada kolom (3), dan isikan kode dari kemudahan untuk mencapai sarana kesehatan pada kolom (4).</notes>
  <txt>Toko khusus obat/jamu adalah tempat penjualan obat/jamu baik berupa toko/warung mempunyai izin atau tidak yang fungsinya khusus menjual obat/jamu termasuk toko obat tradisional (tidak termasuk kaki lima yang menjual obat).</txt>
</var>
<var ID="V264" name="b8r2a1" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="271" EndPos="271" width="1"/>
  <labl>a1. Dokter pria</labl>
  <imputation>a1. Dokter pria</imputation>
  <security>a1. Dokter pria</security>
  <embargo>a1. Dokter pria</embargo>
  <respUnit>a1. Dokter pria</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : a1. Dokter pria</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V265" name="b8r2a2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="272" EndPos="272" width="1"/>
  <labl>a2. Dokter wanita</labl>
  <imputation>a2. Dokter wanita</imputation>
  <security>a2. Dokter wanita</security>
  <embargo>a2. Dokter wanita</embargo>
  <respUnit>a2. Dokter wanita</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : a2. Dokter wanita</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>$</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V578" name="b8r2b1" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="273" EndPos="273" width="1"/>
  <labl>b1. Dokter gigi pria</labl>
  <imputation>b1. Dokter gigi pria</imputation>
  <security>b1. Dokter gigi pria</security>
  <embargo>b1. Dokter gigi pria</embargo>
  <respUnit>b1. Dokter gigi pria</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : b1. Dokter gigi pria</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V267" name="b8r2b2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="274" EndPos="274" width="1"/>
  <labl>b2. Dokter gigi wanita</labl>
  <imputation>b2. Dokter gigi wanita</imputation>
  <security>b2. Dokter gigi wanita</security>
  <embargo>b2. Dokter gigi wanita</embargo>
  <respUnit>b2. Dokter gigi wanita</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : b2. Dokter gigi wanita</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V268" name="b8r2c1" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="275" EndPos="275" width="1"/>
  <labl>c1. Paramedis pria</labl>
  <imputation>c1. Paramedis pria</imputation>
  <security>c1. Paramedis pria</security>
  <embargo>c1. Paramedis pria</embargo>
  <respUnit>c1. Paramedis pria</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : c1. Paramedis pria</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V269" name="b8r2c2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="276" EndPos="276" width="1"/>
  <labl>c2. Paramedis wanita (tidak termasuk bidan)</labl>
  <imputation>c2. Paramedis wanita (tidak termasuk bidan)</imputation>
  <security>c2. Paramedis wanita (tidak termasuk bidan)</security>
  <embargo>c2. Paramedis wanita (tidak termasuk bidan)</embargo>
  <respUnit>c2. Paramedis wanita (tidak termasuk bidan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : c2. Paramedis wanita (tidak termasuk bidan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V579" name="b8r2d" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="277" EndPos="277" width="1"/>
  <labl>d. Bidan</labl>
  <imputation>d. Bidan</imputation>
  <security>d. Bidan</security>
  <embargo>d. Bidan</embargo>
  <respUnit>d. Bidan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : d. Bidan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V271" name="b8r2e" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="278" EndPos="278" width="1"/>
  <labl>e. Bidan di desa (sesuai SK penempatan)</labl>
  <imputation>e. Bidan di desa (sesuai SK penempatan)</imputation>
  <security>e. Bidan di desa (sesuai SK penempatan)</security>
  <embargo>e. Bidan di desa (sesuai SK penempatan)</embargo>
  <respUnit>e. Bidan di desa (sesuai SK penempatan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : e. Bidan di desa (sesuai SK penempatan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V272" name="b8r2f1" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="279" EndPos="279" width="1"/>
  <labl>f1. Dukun bayi terlatih</labl>
  <imputation>f1. Dukun bayi terlatih</imputation>
  <security>f1. Dukun bayi terlatih</security>
  <embargo>f1. Dukun bayi terlatih</embargo>
  <respUnit>f1. Dukun bayi terlatih</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : f1. Dukun bayi terlatih</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V580" name="b8r2f2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="280" EndPos="280" width="1"/>
  <labl>f2. Dukun bayi belum terlatih</labl>
  <imputation>f2. Dukun bayi belum terlatih</imputation>
  <security>f2. Dukun bayi belum terlatih</security>
  <embargo>f2. Dukun bayi belum terlatih</embargo>
  <respUnit>f2. Dukun bayi belum terlatih</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : f2. Dukun bayi belum terlatih</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V274" name="b8r2g" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="281" EndPos="281" width="1"/>
  <labl>g. Dukun patah tulang</labl>
  <imputation>g. Dukun patah tulang</imputation>
  <security>g. Dukun patah tulang</security>
  <embargo>g. Dukun patah tulang</embargo>
  <respUnit>g. Dukun patah tulang</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : g. Dukun patah tulang</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V275" name="b8r2h" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="282" EndPos="282" width="1"/>
  <labl>h. Tukang pijat</labl>
  <imputation>h. Tukang pijat</imputation>
  <security>h. Tukang pijat</security>
  <embargo>h. Tukang pijat</embargo>
  <respUnit>h. Tukang pijat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : h. Tukang pijat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V276" name="b8r2i" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="283" EndPos="283" width="1"/>
  <labl>i. Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD)</labl>
  <imputation>i. Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD)</imputation>
  <security>i. Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD)</security>
  <embargo>i. Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD)</embargo>
  <respUnit>i. Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tenaga kesehatan yang tinggal di desa/Kelurahan ini : i. Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Dokter yang dicakup adalah dokter umum dan dokter ahli/spesialis (THT, kelamin, kebidanan, mata dan sebagainya) tidak termasuk dokter hewan.
Paramedis adalah mantri kesehatan/perawat/bidan dan sejenisnya yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun yang tidak. Paramedis yang ditanyakan tidak termasuk bidan.
Bidan Di Desa (BDD) adalah seorang petugas paramedis (bidan) yang telah mendapat SK Bupati untuk bertugas di desa/kelurahan yang bersangkutan (sesuai dengan desa penempatan/SK nya)
Dukun bayi adalah orang yang pekerjaannya menolong wanita melahirkan, baik sebagai pekerjaan sambilan maupun utama. Contoh: paraji (di Jawa Barat).
Dikatakan terlatih apabila pernah mendapatkan pembinaan/pelatihan persalinan dari Dinas Kesehatan (Puskesmas)
Dukun Patah Tulang adalah orang yang pekerjaannya menolong orang yang patah tulang, terkilir, dan keseleo yang diakibatkan oleh kecelakaan baik yang mempunyai tempat menginap maupun tidak.
Tukang Pijat adalah orang yang pekerjaannya memijat dengan tangan maupun dengan alat seperti pijat saraf/refleksi, tusuk jari dan sejenisnya.
Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah Orang yang membantu pekerjaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di desa. PLKB ini bertugas untuk membina masyarakat di bidang keluarga berencana (KB) yang bertujuan untuk memasyarakatkan KB sebagai gerakan pembangunan nasional.</txt>
</var>
<var ID="V277" name="b8r3a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="284" EndPos="284" width="1"/>
  <labl>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : a. Penderita sakit</labl>
  <imputation>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : a. Penderita sakit</imputation>
  <security>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : a. Penderita sakit</security>
  <embargo>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : a. Penderita sakit</embargo>
  <respUnit>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : a. Penderita sakit</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan keadaan masyarakat di bidang kesehatan setahun terakhir : a. Penderita sakit</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>$</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat menurun</labl>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir- akhir ini pada bidang kesehatan (penderita sakit, kemampuan berobat, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan dan gizi anak-anak Balita, akseptor/peserta KB, ketersediaan alat KB dan pelayanan KB).
Meningkat tajam apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasa saja apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V278" name="b8r3b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="285" EndPos="285" width="1"/>
  <labl>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : b. Kemampuan berobat</labl>
  <imputation>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : b. Kemampuan berobat</imputation>
  <security>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : b. Kemampuan berobat</security>
  <embargo>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : b. Kemampuan berobat</embargo>
  <respUnit>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : b. Kemampuan berobat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan keadaan masyarakat di bidang kesehatan setahun terakhir : b. Kemampuan berobat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat meningkat</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat menurun</labl>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir- akhir ini pada bidang kesehatan (penderita sakit, kemampuan berobat, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan dan gizi anak-anak Balita, akseptor/peserta KB, ketersediaan alat KB dan pelayanan KB).
Meningkat tajam apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasa saja apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V279" name="b8r3c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="286" EndPos="286" width="1"/>
  <labl>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : c. Ketersediaan obat-obatan</labl>
  <imputation>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : c. Ketersediaan obat-obatan</imputation>
  <security>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : c. Ketersediaan obat-obatan</security>
  <embargo>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : c. Ketersediaan obat-obatan</embargo>
  <respUnit>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : c. Ketersediaan obat-obatan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan keadaan masyarakat di bidang kesehatan setahun terakhir : c. Ketersediaan obat-obatan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat menurun</labl>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir- akhir ini pada bidang kesehatan (penderita sakit, kemampuan berobat, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan dan gizi anak-anak Balita, akseptor/peserta KB, ketersediaan alat KB dan pelayanan KB).
Meningkat tajam apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasa saja apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V581" name="b8r3d" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="287" EndPos="287" width="1"/>
  <labl>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : d. Pelayanan kesehatan</labl>
  <imputation>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : d. Pelayanan kesehatan</imputation>
  <security>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : d. Pelayanan kesehatan</security>
  <embargo>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : d. Pelayanan kesehatan</embargo>
  <respUnit>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : d. Pelayanan kesehatan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan keadaan masyarakat di bidang kesehatan setahun terakhir : d. Pelayanan kesehatan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">5</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat menurun</labl>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir- akhir ini pada bidang kesehatan (penderita sakit, kemampuan berobat, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan dan gizi anak-anak Balita, akseptor/peserta KB, ketersediaan alat KB dan pelayanan KB).
Meningkat tajam apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasa saja apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V281" name="b8r3e" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="288" EndPos="288" width="1"/>
  <labl>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : e. Gizi balita</labl>
  <imputation>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : e. Gizi balita</imputation>
  <security>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : e. Gizi balita</security>
  <embargo>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : e. Gizi balita</embargo>
  <respUnit>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : e. Gizi balita</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan keadaan masyarakat di bidang kesehatan setahun terakhir : e. Gizi balita</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat meningkat</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat menurun</labl>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir- akhir ini pada bidang kesehatan (penderita sakit, kemampuan berobat, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan dan gizi anak-anak Balita, akseptor/peserta KB, ketersediaan alat KB dan pelayanan KB).
Meningkat tajam apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasa saja apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V282" name="b8r3f" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="289" EndPos="289" width="1"/>
  <labl>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : f. Peserta/Akseptor KB</labl>
  <imputation>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : f. Peserta/Akseptor KB</imputation>
  <security>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : f. Peserta/Akseptor KB</security>
  <embargo>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : f. Peserta/Akseptor KB</embargo>
  <respUnit>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : f. Peserta/Akseptor KB</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan keadaan masyarakat di bidang kesehatan setahun terakhir : f. Peserta/Akseptor KB</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat menurun</labl>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir- akhir ini pada bidang kesehatan (penderita sakit, kemampuan berobat, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan dan gizi anak-anak Balita, akseptor/peserta KB, ketersediaan alat KB dan pelayanan KB).
Meningkat tajam apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasa saja apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V283" name="b8r3g" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="290" EndPos="290" width="1"/>
  <labl>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : g. Ketersediaan alat KB</labl>
  <imputation>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : g. Ketersediaan alat KB</imputation>
  <security>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : g. Ketersediaan alat KB</security>
  <embargo>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : g. Ketersediaan alat KB</embargo>
  <respUnit>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : g. Ketersediaan alat KB</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan keadaan masyarakat di bidang kesehatan setahun terakhir : g. Ketersediaan alat KB</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat meningkat</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat menurun</labl>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir- akhir ini pada bidang kesehatan (penderita sakit, kemampuan berobat, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan dan gizi anak-anak Balita, akseptor/peserta KB, ketersediaan alat KB dan pelayanan KB).
Meningkat tajam apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasa saja apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V284" name="b8r3h" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="291" EndPos="291" width="1"/>
  <labl>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : h. Pelayanan KB</labl>
  <imputation>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : h. Pelayanan KB</imputation>
  <security>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : h. Pelayanan KB</security>
  <embargo>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : h. Pelayanan KB</embargo>
  <respUnit>Keadaan masyarakat di bidang kesehatan : h. Pelayanan KB</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kecenderungan keadaan masyarakat di bidang kesehatan setahun terakhir : h. Pelayanan KB</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat meningkat</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak berubah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat menurun</labl>
  </catgry>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif atau persepsi aparat desa/kelurahan berkaitan dengan terjadinya krisis moneter akhir- akhir ini pada bidang kesehatan (penderita sakit, kemampuan berobat, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan dan gizi anak-anak Balita, akseptor/peserta KB, ketersediaan alat KB dan pelayanan KB).
Meningkat tajam apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasa saja apabila intensitas atau frekuensi kejadian pada setahun terakhir tidak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berkurang apabila intensitas, frekuensi atau kejadian pada setahun terakhir lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</txt>
</var>
<var ID="V285" name="b8r4a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="292" EndPos="292" width="1"/>
  <labl>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : a. Balita</labl>
  <imputation>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : a. Balita</imputation>
  <security>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : a. Balita</security>
  <embargo>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : a. Balita</embargo>
  <respUnit>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : a. Balita</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : a. Balita</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Banyak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Beberapa</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <txt>Busung lapar/kurang gizi/HO/marasmus adalah penyakit yang disebabkan kerena kekurangan gizi. Orang yang terkena penyakit ini antara lain ditandai dengan badan kurus, perut buncit, mata cekung dan belo.
Banyak apabila yang terkena penyakit ini lebih atau sama dengan 3 orang.
Beberapa apabila yang terkena penyakit ini kurang dari 3 orang.</txt>
</var>
<var ID="V286" name="b8r4b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="293" EndPos="293" width="1"/>
  <labl>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : b. Selain balita</labl>
  <imputation>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : b. Selain balita</imputation>
  <security>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : b. Selain balita</security>
  <embargo>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : b. Selain balita</embargo>
  <respUnit>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : b. Selain balita</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Apakah di desa ada kasus busung lapar/HO/kurang gizi/marasmus : b. Selain balita</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Banyak</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Beberapa</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <txt>Busung lapar/kurang gizi/HO/marasmus adalah penyakit yang disebabkan kerena kekurangan gizi. Orang yang terkena penyakit ini antara lain ditandai dengan badan kurus, perut buncit, mata cekung dan belo.
Banyak apabila yang terkena penyakit ini lebih atau sama dengan 3 orang.
Beberapa apabila yang terkena penyakit ini kurang dari 3 orang.</txt>
</var>
<var ID="V287" name="b8r5" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="294" EndPos="297" width="4"/>
  <labl>Jumlah keluarga yang menerima surat miskin</labl>
  <imputation>Jumlah keluarga yang menerima surat miskin</imputation>
  <security>Jumlah keluarga yang menerima surat miskin</security>
  <embargo>Jumlah keluarga yang menerima surat miskin</embargo>
  <respUnit>Jumlah keluarga yang menerima surat miskin</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah keluarga yang menerima surat miskin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8251</sumStat>
  <txt>Surat Miskin adalah surat yang dikeluarkan oleh desa/kelurahan dengan maksud untuk memperoleh keringanan biaya bagi penduduk desa/kelurahan yang dianggap miskin, biasanya surat keterangan miskin ini digunakan untuk keringanan (pembebasan) biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit dan keringanan biaya pendidikan bagi anak-anak yang orang tuanya miskin (tidak mampu)</txt>
</var>
<var ID="V288" name="b8r6" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="298" EndPos="301" width="4"/>
  <labl>Jumlah keluarga yang menerima kartu sehat (JPS)</labl>
  <imputation>Jumlah keluarga yang menerima kartu sehat (JPS)</imputation>
  <security>Jumlah keluarga yang menerima kartu sehat (JPS)</security>
  <embargo>Jumlah keluarga yang menerima kartu sehat (JPS)</embargo>
  <respUnit>Jumlah keluarga yang menerima kartu sehat (JPS)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jumlah keluarga yang menerima kartu sehat (JPS)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8732</sumStat>
  <txt>Kartu Sehat adalah kartu yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan dengan maksud membantu masyarakat miskin (tidak mampu). Kartu sehat ini digunakan untuk berobat ke fasilitas kesehatan Pemerintah (Rumah Sakit, dan Puskesmas) tanpa dipungut biaya. Satu keluarga mempunyai satu kartu sehat yang di dalamnya memuat daftar anggota keluarganya, dan setiap anggota keluarga bisa mempergunakannya.</txt>
</var>
<var ID="V289" name="b8r7a2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="302" EndPos="302" width="1"/>
  <labl>a. Muntaber/diare</labl>
  <imputation>a. Muntaber/diare</imputation>
  <security>a. Muntaber/diare</security>
  <embargo>a. Muntaber/diare</embargo>
  <respUnit>a. Muntaber/diare</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : a. Muntaber/diare</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V290" name="b8r7a3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="303" EndPos="304" width="2"/>
  <labl>Jumlah yang meninggal karena wabah : a. Muntaber/diare</labl>
  <imputation>Jumlah yang meninggal karena wabah : a. Muntaber/diare</imputation>
  <security>Jumlah yang meninggal karena wabah : a. Muntaber/diare</security>
  <embargo>Jumlah yang meninggal karena wabah : a. Muntaber/diare</embargo>
  <respUnit>Jumlah yang meninggal karena wabah : a. Muntaber/diare</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : Jumlah yang meninggal karena wabah : a. Muntaber/diare</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>19</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>21</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>23</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>25</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>26</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>29</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>30</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>31</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>32</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>35</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>38</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>42</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>46</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>52</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V291" name="b8r7b2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="305" EndPos="305" width="1"/>
  <labl>b. Demam berdarah</labl>
  <imputation>b. Demam berdarah</imputation>
  <security>b. Demam berdarah</security>
  <embargo>b. Demam berdarah</embargo>
  <respUnit>b. Demam berdarah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : b. Demam berdarah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V582" name="b8r7b3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="306" EndPos="307" width="2"/>
  <labl>Jumlah yang meninggal karena wabah : b. Demam berdarah</labl>
  <imputation>Jumlah yang meninggal karena wabah : b. Demam berdarah</imputation>
  <security>Jumlah yang meninggal karena wabah : b. Demam berdarah</security>
  <embargo>Jumlah yang meninggal karena wabah : b. Demam berdarah</embargo>
  <respUnit>Jumlah yang meninggal karena wabah : b. Demam berdarah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : Jumlah yang meninggal karena wabah : b. Demam berdarah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">60</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>25</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>41</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>60</catValu>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V293" name="b8r7c2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="308" EndPos="308" width="1"/>
  <labl>c. lnfeksi saluran pernafasan</labl>
  <imputation>c. lnfeksi saluran pernafasan</imputation>
  <security>c. lnfeksi saluran pernafasan</security>
  <embargo>c. lnfeksi saluran pernafasan</embargo>
  <respUnit>c. lnfeksi saluran pernafasan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : c. lnfeksi saluran pernafasan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V294" name="b8r7c3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="309" EndPos="310" width="2"/>
  <labl>Jumlah yang meninggal karena wabah : c. lnfeksi saluran pernafasan</labl>
  <imputation>Jumlah yang meninggal karena wabah : c. lnfeksi saluran pernafasan</imputation>
  <security>Jumlah yang meninggal karena wabah : c. lnfeksi saluran pernafasan</security>
  <embargo>Jumlah yang meninggal karena wabah : c. lnfeksi saluran pernafasan</embargo>
  <respUnit>Jumlah yang meninggal karena wabah : c. lnfeksi saluran pernafasan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : Jumlah yang meninggal karena wabah : c. lnfeksi saluran pernafasan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>19</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>21</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>28</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>31</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>42</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>50</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V295" name="b8r7d2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="311" EndPos="311" width="1"/>
  <labl>d. Campak</labl>
  <imputation>d. Campak</imputation>
  <security>d. Campak</security>
  <embargo>d. Campak</embargo>
  <respUnit>d. Campak</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : d. Campak</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V583" name="b8r7d3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="312" EndPos="313" width="2"/>
  <labl>Jumlah yang meninggal karena wabah : d. Campak</labl>
  <imputation>Jumlah yang meninggal karena wabah : d. Campak</imputation>
  <security>Jumlah yang meninggal karena wabah : d. Campak</security>
  <embargo>Jumlah yang meninggal karena wabah : d. Campak</embargo>
  <respUnit>Jumlah yang meninggal karena wabah : d. Campak</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : Jumlah yang meninggal karena wabah : d. Campak</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">22</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V297" name="b8r7e2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="314" EndPos="314" width="1"/>
  <labl>e. Malaria</labl>
  <imputation>e. Malaria</imputation>
  <security>e. Malaria</security>
  <embargo>e. Malaria</embargo>
  <respUnit>e. Malaria</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : e. Malaria</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V298" name="b8r7e3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="315" EndPos="316" width="2"/>
  <labl>Jumlah yang meninggal karena wabah : e. Malaria</labl>
  <imputation>Jumlah yang meninggal karena wabah : e. Malaria</imputation>
  <security>Jumlah yang meninggal karena wabah : e. Malaria</security>
  <embargo>Jumlah yang meninggal karena wabah : e. Malaria</embargo>
  <respUnit>Jumlah yang meninggal karena wabah : e. Malaria</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : Jumlah yang meninggal karena wabah : e. Malaria</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>21</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>25</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>30</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>33</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>40</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>41</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>50</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>51</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V584" name="b8r7f2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="317" EndPos="317" width="1"/>
  <labl>f. Lainnya</labl>
  <imputation>f. Lainnya</imputation>
  <security>f. Lainnya</security>
  <embargo>f. Lainnya</embargo>
  <respUnit>f. Lainnya</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : f. Lainnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V585" name="b8r7f3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="318" EndPos="319" width="2"/>
  <labl>Jumlah yang meninggal karena wabah : f. Lainnya</labl>
  <imputation>Jumlah yang meninggal karena wabah : f. Lainnya</imputation>
  <security>Jumlah yang meninggal karena wabah : f. Lainnya</security>
  <embargo>Jumlah yang meninggal karena wabah : f. Lainnya</embargo>
  <respUnit>Jumlah yang meninggal karena wabah : f. Lainnya</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wabah penyakit setahun terakhir : Jumlah yang meninggal karena wabah : f. Lainnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">73</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>21</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>23</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>24</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>25</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>33</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>39</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>41</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>42</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>50</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>62</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>73</catValu>
  </catgry>
  <txt>Wabah Penyakit adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar anggota masyarakat. Yang diamati secara umum adalah muntaber, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan, campak, dan malaria, sedangkan lainya seperti sakit mata.
Penjelasan:
1). Penentuan adanya wabah menurut jumlah penduduk yang terserang belum seragam. Sepanjang penyakit tersebut berjangkit secara cepat, sehingga Dinas Kesehatan turun tangan mengatasi/melakukan pencegahan (misalnya dengan penyemprotan), atau Kades/Lurah setempat mengetahui adanya wabah, walaupun yang terserang hanya sedikit atau hanya sekelompok penduduk saja, tetap dianggap ada wabah.
2). Satu kasus dapat dikatakan sebagai wabah apabila kasus tersebut sangat penting. Contohnya penyakit Tetanus Neonetorum (Tetanus pada bayi).</txt>
</var>
<var ID="V301" name="b8r8a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="320" EndPos="320" width="1"/>
  <labl>Keperluan air untuk minum/memasak pada umumnya bersumber dari</labl>
  <imputation>Keperluan air untuk minum/memasak pada umumnya bersumber dari</imputation>
  <security>Keperluan air untuk minum/memasak pada umumnya bersumber dari</security>
  <embargo>Keperluan air untuk minum/memasak pada umumnya bersumber dari</embargo>
  <respUnit>Keperluan air untuk minum/memasak pada umumnya bersumber dari</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keperluan air untuk minum/memasak pada umumnya bersumber dari</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>PAM/Air Mineral</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Pompa listrik/tangan</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sumur artesis</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sumur/perigi</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Mata air</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Sungai/danau</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Air hujan</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Lainnya (embung, waduk)</labl>
  </catgry>
  <txt>Sumber air yang dicakup adalah sumber air untuk keperluan minum/masak serta mandi/cuci sebagian besar penduduk.
Perusahaan air minum (PAM) yang dimaksud disini adalah perusahaan yang menyalurkan air minum yang telah mengalami proses penjernihan, seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan Dinas Air Minum (DAM).</txt>
</var>
<var ID="V302" name="b8r8b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="321" EndPos="321" width="1"/>
  <labl>Apakah ada penduduk desa ini ada yang membeli air untuk minum</labl>
  <imputation>Apakah ada penduduk desa ini ada yang membeli air untuk minum</imputation>
  <security>Apakah ada penduduk desa ini ada yang membeli air untuk minum</security>
  <embargo>Apakah ada penduduk desa ini ada yang membeli air untuk minum</embargo>
  <respUnit>Apakah ada penduduk desa ini ada yang membeli air untuk minum</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Apakah ada penduduk desa ini ada yang membeli air untuk minum</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <txt>Sumber air yang dicakup adalah sumber air untuk keperluan minum/masak serta mandi/cuci sebagian besar penduduk.
Perusahaan air minum (PAM) yang dimaksud disini adalah perusahaan yang menyalurkan air minum yang telah mengalami proses penjernihan, seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan Dinas Air Minum (DAM).</txt>
</var>
<var ID="V303" name="b8r8c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="322" EndPos="322" width="1"/>
  <labl>Keperluan air untuk mandi/cuci pada umumnya bersumber dari</labl>
  <imputation>Keperluan air untuk mandi/cuci pada umumnya bersumber dari</imputation>
  <security>Keperluan air untuk mandi/cuci pada umumnya bersumber dari</security>
  <embargo>Keperluan air untuk mandi/cuci pada umumnya bersumber dari</embargo>
  <respUnit>Keperluan air untuk mandi/cuci pada umumnya bersumber dari</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keperluan air untuk mandi/cuci pada umumnya bersumber dari</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>PAM</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Pompa listrik/tangan</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sumur artesis</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sumur/perigi</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Mata air</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Sungai/danau</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Air hujan</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Lainnya (embung, waduk)</labl>
  </catgry>
</var>
<var ID="V586" name="b8r9" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="323" EndPos="323" width="1"/>
  <labl>Kriteria yang digunakan untuk menentukan keluarga miskin berasal dari</labl>
  <imputation>Kriteria yang digunakan untuk menentukan keluarga miskin berasal dari</imputation>
  <security>Kriteria yang digunakan untuk menentukan keluarga miskin berasal dari</security>
  <embargo>Kriteria yang digunakan untuk menentukan keluarga miskin berasal dari</embargo>
  <respUnit>Kriteria yang digunakan untuk menentukan keluarga miskin berasal dari</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Kriteria yang digunakan untuk menentukan keluarga miskin berasal dari</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>BKKBN (prasejahtera/sejahtera I)</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>BKKBN yang dimodi?kasi</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Kepala desa/Kelurahan</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Aparat Kab/Kodya/Kecamatan</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <txt>Pilih salah satu kriteria yang digunakan oleh aparat desa/kelurahan di dalam menentukan keluarga miskin untuk menerima bantuan.</txt>
</var>
<var ID="V305" name="b9ar1a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="324" EndPos="324" width="1"/>
  <labl>a. Sebagian besar lalu lintas antar desa/kelurahan melalui</labl>
  <imputation>a. Sebagian besar lalu lintas antar desa/kelurahan melalui</imputation>
  <security>a. Sebagian besar lalu lintas antar desa/kelurahan melalui</security>
  <embargo>a. Sebagian besar lalu lintas antar desa/kelurahan melalui</embargo>
  <respUnit>a. Sebagian besar lalu lintas antar desa/kelurahan melalui</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis jalan antar desa/kelurahan : a. Sebagian besar lalu lintas antar desa/kelurahan melalui</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2) atau (3), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.2</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Darat</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Air</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Udara</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Lalu-lintas antar desa/kelurahan yang dimaksud di sini adalah prasarana lalu lintas yang paling sering dilalui oleh penduduk untuk menuju desa atau kecamatan lain.
Permukaan jalan lainnya, misalnya permukaan jalan yang terbuat dari kayu/papan yang biasanya digunakan di daerah rawa.
Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan) adalah jalan desa/kelurahan tepi hutan (biasanya) yang dibuat oleh perusahaan HPH atau perusahaan penebangan kayu lainnya yang kegunaan utamanya untuk mempermudah pengangkutan kayu dari hutan. Namun dalam perkembangannya jalan tersebut biasanya digunakan juga oleh masyarakat desa dan tidak jarang yang sudah diserahkan ke desa/kelurahan untuk perawatan selanjutnya.</txt>
</var>
<var ID="V306" name="b9ar1b1" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="325" EndPos="325" width="1"/>
  <labl>b1. Jenis permukaan jalan yang terluas</labl>
  <imputation>b1. Jenis permukaan jalan yang terluas</imputation>
  <security>b1. Jenis permukaan jalan yang terluas</security>
  <embargo>b1. Jenis permukaan jalan yang terluas</embargo>
  <respUnit>b1. Jenis permukaan jalan yang terluas</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>R.1.a berkode "1"</preQTxt>
    <qstnLit>Jenis jalan antar desa/kelurahan : b. Jika sebagian besar melalui darat (R.1.a berkode "1") : 1. Jenis permukaan jalan yang terluas</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Aspal/Beton/con block</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Diperkeras (kerikil, batu, dsb)</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Tanah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Lainnya (tuliskan)</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Lalu-lintas antar desa/kelurahan yang dimaksud di sini adalah prasarana lalu lintas yang paling sering dilalui oleh penduduk untuk menuju desa atau kecamatan lain.
Permukaan jalan lainnya, misalnya permukaan jalan yang terbuat dari kayu/papan yang biasanya digunakan di daerah rawa.
Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan) adalah jalan desa/kelurahan tepi hutan (biasanya) yang dibuat oleh perusahaan HPH atau perusahaan penebangan kayu lainnya yang kegunaan utamanya untuk mempermudah pengangkutan kayu dari hutan. Namun dalam perkembangannya jalan tersebut biasanya digunakan juga oleh masyarakat desa dan tidak jarang yang sudah diserahkan ke desa/kelurahan untuk perawatan selanjutnya.</txt>
</var>
<var ID="V307" name="b9ar1b2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="326" EndPos="326" width="1"/>
  <labl>b2. Apakah dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun</labl>
  <imputation>b2. Apakah dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun</imputation>
  <security>b2. Apakah dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun</security>
  <embargo>b2. Apakah dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun</embargo>
  <respUnit>b2. Apakah dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis jalan antar desa/kelurahan : b. Jika sebagian besar melalui darat (R.1.a berkode "1") : 2. Apakah dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Lalu-lintas antar desa/kelurahan yang dimaksud di sini adalah prasarana lalu lintas yang paling sering dilalui oleh penduduk untuk menuju desa atau kecamatan lain.
Permukaan jalan lainnya, misalnya permukaan jalan yang terbuat dari kayu/papan yang biasanya digunakan di daerah rawa.
Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan) adalah jalan desa/kelurahan tepi hutan (biasanya) yang dibuat oleh perusahaan HPH atau perusahaan penebangan kayu lainnya yang kegunaan utamanya untuk mempermudah pengangkutan kayu dari hutan. Namun dalam perkembangannya jalan tersebut biasanya digunakan juga oleh masyarakat desa dan tidak jarang yang sudah diserahkan ke desa/kelurahan untuk perawatan selanjutnya.</txt>
</var>
<var ID="V308" name="b9ar1c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="327" EndPos="327" width="1"/>
  <labl>c. Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan)</labl>
  <imputation>c. Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan)</imputation>
  <security>c. Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan)</security>
  <embargo>c. Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan)</embargo>
  <respUnit>c. Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis jalan antar desa/kelurahan : c. Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Lalu-lintas antar desa/kelurahan yang dimaksud di sini adalah prasarana lalu lintas yang paling sering dilalui oleh penduduk untuk menuju desa atau kecamatan lain.
Permukaan jalan lainnya, misalnya permukaan jalan yang terbuat dari kayu/papan yang biasanya digunakan di daerah rawa.
Jalan eks angkutan log (kayu gelondongan) adalah jalan desa/kelurahan tepi hutan (biasanya) yang dibuat oleh perusahaan HPH atau perusahaan penebangan kayu lainnya yang kegunaan utamanya untuk mempermudah pengangkutan kayu dari hutan. Namun dalam perkembangannya jalan tersebut biasanya digunakan juga oleh masyarakat desa dan tidak jarang yang sudah diserahkan ke desa/kelurahan untuk perawatan selanjutnya.</txt>
</var>
<var ID="V309" name="b9ar201" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="328" EndPos="328" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 01. Ojek sepeda</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 01. Ojek sepeda</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 01. Ojek sepeda</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 01. Ojek sepeda</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 01. Ojek sepeda</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 01. Ojek sepeda</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V310" name="b9ar202" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="329" EndPos="329" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 02. Becak</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 02. Becak</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 02. Becak</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 02. Becak</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 02. Becak</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 02. Becak</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V311" name="b9ar203" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="330" EndPos="330" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 03. Gerobak/pedati</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 03. Gerobak/pedati</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 03. Gerobak/pedati</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 03. Gerobak/pedati</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 03. Gerobak/pedati</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 03. Gerobak/pedati</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>&amp;</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V312" name="b9ar204" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="331" EndPos="331" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 04. Delman/dokar/bendi</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 04. Delman/dokar/bendi</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 04. Delman/dokar/bendi</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 04. Delman/dokar/bendi</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 04. Delman/dokar/bendi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 04. Delman/dokar/bendi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>(</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V313" name="b9ar205" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="332" EndPos="332" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 05. Ojek sepeda motor</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 05. Ojek sepeda motor</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 05. Ojek sepeda motor</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 05. Ojek sepeda motor</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 05. Ojek sepeda motor</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 05. Ojek sepeda motor</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V314" name="b9ar206" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="333" EndPos="333" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 06. Kendaraan bermotor roda 3</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 06. Kendaraan bermotor roda 3</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 06. Kendaraan bermotor roda 3</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 06. Kendaraan bermotor roda 3</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 06. Kendaraan bermotor roda 3</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 06. Kendaraan bermotor roda 3</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V315" name="b9ar207" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="334" EndPos="334" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 07. Kendaraan bermotor roda 4 dan lebih</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 07. Kendaraan bermotor roda 4 dan lebih</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 07. Kendaraan bermotor roda 4 dan lebih</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 07. Kendaraan bermotor roda 4 dan lebih</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 07. Kendaraan bermotor roda 4 dan lebih</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 07. Kendaraan bermotor roda 4 dan lebih</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V316" name="b9ar208" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="335" EndPos="335" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 08. Perahu tidak bermotor</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 08. Perahu tidak bermotor</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 08. Perahu tidak bermotor</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 08. Perahu tidak bermotor</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 08. Perahu tidak bermotor</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 08. Perahu tidak bermotor</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V317" name="b9ar209" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="336" EndPos="336" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 09. Perahu motor tempel</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 09. Perahu motor tempel</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 09. Perahu motor tempel</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 09. Perahu motor tempel</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 09. Perahu motor tempel</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 09. Perahu motor tempel</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V318" name="b9ar210" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="337" EndPos="337" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 10. Kapal motor</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 10. Kapal motor</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 10. Kapal motor</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 10. Kapal motor</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 10. Kapal motor</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 10. Kapal motor</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V587" name="b9ar211" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="338" EndPos="338" width="1"/>
  <labl>Jenis angkutan umum yang digunakan : 11. Lainnya (tuliskan)</labl>
  <imputation>Jenis angkutan umum yang digunakan : 11. Lainnya (tuliskan)</imputation>
  <security>Jenis angkutan umum yang digunakan : 11. Lainnya (tuliskan)</security>
  <embargo>Jenis angkutan umum yang digunakan : 11. Lainnya (tuliskan)</embargo>
  <respUnit>Jenis angkutan umum yang digunakan : 11. Lainnya (tuliskan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota berdekat : 11. Lainnya (tuliskan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jenis angkutan umum yang digunakan oleh penduduk ke ibukota kecamatan/kota terdekat meliputi angkutan umum yang tersedia untuk melayani trayek dari desa ke ibukota kecamatan/kota terdekat.
Ojek sepeda adalah alat angkut yang menggunakan sepeda untuk mengangkut orang/barang.
Becak adalah alat angkut beroda tiga yang digunakan untuk mengangkut orang/barang.
Gerobak/pedati merupakan alat angkut yang pada umumnya untuk angkutan barang, dan menggunakan tenaga kerbau/sapi/kuda sebagai penarik.
Delman/dokar/bendi adalah alat angkut beroda dua atau empat yang ditarik oleh kuda dan biasanya digunakan untuk angkutan orang.
Ojek sepeda motor adalah alat angkut yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut orang.
Kendaraan bermotor roda 3 adalah alat untuk mengangkut orang/barang seperti bemo, bajaj.
Perahu tidak bermotor adalah perahu yang tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak, melainkan menggunakan angin atau dayung.
Perahu motor tempel adalah perahu yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel, dan dipasang pada sebelah luar buritan atau diatas lambung.
Kapal motor adalah kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak, motor iini dipasang secara permanen di dalamnya.
Lainnya misalnya kuda beban.</txt>
</var>
<var ID="V320" name="b9ar3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="339" EndPos="340" width="2"/>
  <labl>Dari sarana angkutan umum yang ada di Rincian 2 sebutkan yang utama</labl>
  <imputation>Dari sarana angkutan umum yang ada di Rincian 2 sebutkan yang utama</imputation>
  <security>Dari sarana angkutan umum yang ada di Rincian 2 sebutkan yang utama</security>
  <embargo>Dari sarana angkutan umum yang ada di Rincian 2 sebutkan yang utama</embargo>
  <respUnit>Dari sarana angkutan umum yang ada di Rincian 2 sebutkan yang utama</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Dari sarana angkutan umum yang ada di Rincian 2 sebutkan yang utama</qstnLit>
    <ivuInstr>Isikan kode pilihan dari rincian 2 ke dalam kotak</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Sarana angkutan yang utama adalah angkutan yang paling umum digunakan penduduk desa/kelurahan. Kode sarana angkutan adalah nomor urut sarana angkutan pada R.2. Bila sarana angkutan utama yang digunakan oleh penduduk di desa/kelurahan adalah delman/dokar/bendi dengan kode nomor urutnya adalah 4, maka pengisiannya: tuliskan delman/dokar/bendi pada titik- titik dan 04 pada kotak pengolahan. 0 4
Apabila di desa/kelurahan yang dicacah tidak ada angkutan umum antar desa, berarti masyarakatnya hanya berjalan kaki saja untuk mencapai desa/kelurahan tetangganya maka tuliskan jalan kaki pada titik-titik dan kode . 0 0</txt>
</var>
<var ID="V321" name="b9ar4a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="341" EndPos="341" width="1"/>
  <labl>a. Jembatan sungai yang dapat dilalui kendaraan roda 4 di desa/kelurahan ini</labl>
  <imputation>a. Jembatan sungai yang dapat dilalui kendaraan roda 4 di desa/kelurahan ini</imputation>
  <security>a. Jembatan sungai yang dapat dilalui kendaraan roda 4 di desa/kelurahan ini</security>
  <embargo>a. Jembatan sungai yang dapat dilalui kendaraan roda 4 di desa/kelurahan ini</embargo>
  <respUnit>a. Jembatan sungai yang dapat dilalui kendaraan roda 4 di desa/kelurahan ini</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Jembatan sungai yang dapat dilalui kendaraan roda 4 di desa/kelurahan ini</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (2), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.5</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jembatan sungai adalah jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda 4 yang menghubungkan antar desa atau dalam desa yang bersangkutan.</txt>
</var>
<var ID="V322" name="b9ar4b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="342" EndPos="342" width="1"/>
  <labl>b. Jika"ada", terbuat dari</labl>
  <imputation>b. Jika"ada", terbuat dari</imputation>
  <security>b. Jika"ada", terbuat dari</security>
  <embargo>b. Jika"ada", terbuat dari</embargo>
  <respUnit>b. Jika"ada", terbuat dari</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika"ada", terbuat dari</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Besi/beton</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kayu/bambu</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Besi/beton dan Kayu/bambu</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Jembatan sungai adalah jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda 4 yang menghubungkan antar desa atau dalam desa yang bersangkutan.</txt>
</var>
<var ID="V323" name="b9ar5a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="343" EndPos="343" width="1"/>
  <labl>a. Terminal angkutan umum roda 4</labl>
  <imputation>a. Terminal angkutan umum roda 4</imputation>
  <security>a. Terminal angkutan umum roda 4</security>
  <embargo>a. Terminal angkutan umum roda 4</embargo>
  <respUnit>a. Terminal angkutan umum roda 4</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Prasarana angkutan umum di desa ini : a. Terminal angkutan umum roda 4</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>a. Terminal angkutan umum roda 4 adalah suatu tempat kedatangan/keberangkatan dan pemberhentian armada angkutan jalan raya, yang kegiatannya meliputi kedatangan/ keberangkatan penumpang, hewan, dan bongkar muat barang serta merupakan daerah lingkungan kerja ekonomi yang dikelola oleh pemerintah daerah (Pemda). Tidak termasuk pangkalan taksi, dan pangkalan kendaraan seperti bemo, bajaj, helicak.
b. Dermaga/Pelabuhan laut adalah suatu tempat kedatangan/keberangkatan serta pemberhentian kapal untuk sementara, untuk melakukan kegiatan angkutan laut, seperti menaikkan dan menurunkan penumpang, hewan, dan bongkar/muat barang.
c. Lapangan terbang adalah tempat keberangkatan dan kedatangan serta pemberhentian sementara pesawat terbang, untuk melakukan kegiatan angkutan udara, seperti menaikkan dan menurunkan penumpang, dan bongkar/muat barang.</txt>
</var>
<var ID="V324" name="b9ar5b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="344" EndPos="344" width="1"/>
  <labl>b. Dermaga/pelabuhan</labl>
  <imputation>b. Dermaga/pelabuhan</imputation>
  <security>b. Dermaga/pelabuhan</security>
  <embargo>b. Dermaga/pelabuhan</embargo>
  <respUnit>b. Dermaga/pelabuhan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Prasarana angkutan umum di desa ini : b. Dermaga/pelabuhan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>a. Terminal angkutan umum roda 4 adalah suatu tempat kedatangan/keberangkatan dan pemberhentian armada angkutan jalan raya, yang kegiatannya meliputi kedatangan/ keberangkatan penumpang, hewan, dan bongkar muat barang serta merupakan daerah lingkungan kerja ekonomi yang dikelola oleh pemerintah daerah (Pemda). Tidak termasuk pangkalan taksi, dan pangkalan kendaraan seperti bemo, bajaj, helicak.
b. Dermaga/Pelabuhan laut adalah suatu tempat kedatangan/keberangkatan serta pemberhentian kapal untuk sementara, untuk melakukan kegiatan angkutan laut, seperti menaikkan dan menurunkan penumpang, hewan, dan bongkar/muat barang.
c. Lapangan terbang adalah tempat keberangkatan dan kedatangan serta pemberhentian sementara pesawat terbang, untuk melakukan kegiatan angkutan udara, seperti menaikkan dan menurunkan penumpang, dan bongkar/muat barang.</txt>
</var>
<var ID="V588" name="b9ar5c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="345" EndPos="345" width="1"/>
  <labl>c. Lapangan terbang</labl>
  <imputation>c. Lapangan terbang</imputation>
  <security>c. Lapangan terbang</security>
  <embargo>c. Lapangan terbang</embargo>
  <respUnit>c. Lapangan terbang</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Prasarana angkutan umum di desa ini : c. Lapangan terbang</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">5</sumStat>
  <sumStat type="max">6</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>a. Terminal angkutan umum roda 4 adalah suatu tempat kedatangan/keberangkatan dan pemberhentian armada angkutan jalan raya, yang kegiatannya meliputi kedatangan/ keberangkatan penumpang, hewan, dan bongkar muat barang serta merupakan daerah lingkungan kerja ekonomi yang dikelola oleh pemerintah daerah (Pemda). Tidak termasuk pangkalan taksi, dan pangkalan kendaraan seperti bemo, bajaj, helicak.
b. Dermaga/Pelabuhan laut adalah suatu tempat kedatangan/keberangkatan serta pemberhentian kapal untuk sementara, untuk melakukan kegiatan angkutan laut, seperti menaikkan dan menurunkan penumpang, hewan, dan bongkar/muat barang.
c. Lapangan terbang adalah tempat keberangkatan dan kedatangan serta pemberhentian sementara pesawat terbang, untuk melakukan kegiatan angkutan udara, seperti menaikkan dan menurunkan penumpang, dan bongkar/muat barang.</txt>
</var>
<var ID="V326" name="b9ar6" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="346" EndPos="346" width="1"/>
  <labl>Agen perjalanan/tempat penjualan tiket angkutan</labl>
  <imputation>Agen perjalanan/tempat penjualan tiket angkutan</imputation>
  <security>Agen perjalanan/tempat penjualan tiket angkutan</security>
  <embargo>Agen perjalanan/tempat penjualan tiket angkutan</embargo>
  <respUnit>Agen perjalanan/tempat penjualan tiket angkutan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Agen perjalanan/tempat penjualan tiket angkutan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Adalah usaha jasa untuk menjual dan atau mengurus jasa untuk perjalanan dengan lingkup kegiatan, pemesanan tiket angkutan udara/laut/darat.</txt>
</var>
<var ID="V327" name="b9ar7" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="347" EndPos="351" width="5"/>
  <labl>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor roda empat atau lebih</labl>
  <imputation>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor roda empat atau lebih</imputation>
  <security>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor roda empat atau lebih</security>
  <embargo>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor roda empat atau lebih</embargo>
  <respUnit>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor roda empat atau lebih</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor roda empat atau lebih (termasuk untuk usaha)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">13821</sumStat>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Isikan banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor roda 4. Termasuk di sini adalah kendaraan untuk tujuan usaha, asalkan dimiliki oleh rumahtangga tersebut.</txt>
</var>
<var ID="V328" name="b9ar8" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="352" EndPos="356" width="5"/>
  <labl>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor beroda 2 atau 3 atau perahu bermotor tempel</labl>
  <imputation>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor beroda 2 atau 3 atau perahu bermotor tempel</imputation>
  <security>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor beroda 2 atau 3 atau perahu bermotor tempel</security>
  <embargo>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor beroda 2 atau 3 atau perahu bermotor tempel</embargo>
  <respUnit>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor beroda 2 atau 3 atau perahu bermotor tempel</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor beroda 2 atau 3 atau perahu bermotor tempel (termasuk untuk usaha)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">17105</sumStat>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.</notes>
  <txt>Isikan banyaknya rumahtangga yang memiliki kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3. Termasuk di sini adalah kendaraan untuk tujuan usaha, asalkan dimiliki oleh rumahtangga tersebut.</txt>
</var>
<var ID="V329" name="b9br1" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="357" EndPos="361" width="5"/>
  <labl>Rumahtangga yang mempunyai telepon</labl>
  <imputation>Rumahtangga yang mempunyai telepon</imputation>
  <security>Rumahtangga yang mempunyai telepon</security>
  <embargo>Rumahtangga yang mempunyai telepon</embargo>
  <respUnit>Rumahtangga yang mempunyai telepon</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Rumahtangga yang mempunyai telepon</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">15056</sumStat>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Rumah tangga yang mempunyai telepon adalah rumah tangga yang mempunyai sambungan telepon (yang dimiliki atau dikuasai oleh rumahtangga secara pribadi).
Apabila ada rumah tangga yang memiliki/menguasai lebih dari satu sambungann telepon tetap dihitung sebagai satu rumah tangga.</txt>
</var>
<var ID="V330" name="b9br2" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="362" EndPos="363" width="2"/>
  <labl>Rumahtangga yang mempunyai radio komunikasi</labl>
  <imputation>Rumahtangga yang mempunyai radio komunikasi</imputation>
  <security>Rumahtangga yang mempunyai radio komunikasi</security>
  <embargo>Rumahtangga yang mempunyai radio komunikasi</embargo>
  <respUnit>Rumahtangga yang mempunyai radio komunikasi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Rumahtangga yang mempunyai radio komunikasi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99</sumStat>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Radio komunikasi adalah alat komunikasi dua arah yang menggunakan gelombang radio. Contoh radio CB, HT, dan SSB.</txt>
</var>
<var ID="V331" name="b9br3a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="364" EndPos="364" width="1"/>
  <labl>a. Kantor pos/kantor pos pembantu/rumah pos</labl>
  <imputation>a. Kantor pos/kantor pos pembantu/rumah pos</imputation>
  <security>a. Kantor pos/kantor pos pembantu/rumah pos</security>
  <embargo>a. Kantor pos/kantor pos pembantu/rumah pos</embargo>
  <respUnit>a. Kantor pos/kantor pos pembantu/rumah pos</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Kantor pos/kantor pos pembantu/rumah pos</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (1), maka pertanyaan dilanjutkan ke R.4</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Kantor pos adalah pemberi pelayanan pengiriman barang, uang dsb. dari suatu tempat ke tempat yang lain. Pengguna pelayanan biasanya diharuskan menempel perangko yang cukup pada sampul surat, kartu pos, pos wesel, warkat pos, paket dsb. Rumah pos berfungsi sama seperti kantor pos dan kantor pos pembantu, bedanya rumah pos biasanya terletak di daerah terpencil.</txt>
</var>
<var ID="V332" name="b9br3b" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="365" EndPos="380" width="16"/>
  <labl>Jika "Tidak ada", jarak ke kantor pos terdekat</labl>
  <imputation>Jika "Tidak ada", jarak ke kantor pos terdekat</imputation>
  <security>Jika "Tidak ada", jarak ke kantor pos terdekat</security>
  <embargo>Jika "Tidak ada", jarak ke kantor pos terdekat</embargo>
  <respUnit>Jika "Tidak ada", jarak ke kantor pos terdekat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jika "Tidak ada", jarak ke kantor pos terdekat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Jarak terdekat ke kantor pos di sini adalah jarak terdekat dari kantor desa/kelurahan ke kantor pos terdekat si luar desa tersebut.</txt>
</var>
<var ID="V333" name="b9br4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="381" EndPos="381" width="1"/>
  <labl>Pos keliling</labl>
  <imputation>Pos keliling</imputation>
  <security>Pos keliling</security>
  <embargo>Pos keliling</embargo>
  <respUnit>Pos keliling</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Pos keliling</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Pos keliling adalah pelayanan pos (menjual, mengirim, dan menerima benda pos) keliling dengan menggunakan mobil atau sarana angkutan yang berfungsi sama seperti kantor pos atau kantor pos pembantu.</txt>
</var>
<var ID="V334" name="b9br5" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="382" EndPos="382" width="1"/>
  <labl>Televisi umum</labl>
  <imputation>Televisi umum</imputation>
  <security>Televisi umum</security>
  <embargo>Televisi umum</embargo>
  <respUnit>Televisi umum</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Televisi umum</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Televisi umum adalah pesawat penerima televisi yang dapat ditonton oleh setiap warga desa/kelurahan yang dicacah maupun anggota masyarakat lainnya, tidak termasuk televisi yang dipasang di apotik, warung/rumah makan dan yang berada di toko sebagai barang dagangan. Televisi umum ini tersedia atas program pemerintah dan biasanya diletakkan di muka kantor desa/kelurahan.</txt>
</var>
<var ID="V335" name="b9br6" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="383" EndPos="387" width="5"/>
  <labl>Rumahtangga yang memiliki televisi</labl>
  <imputation>Rumahtangga yang memiliki televisi</imputation>
  <security>Rumahtangga yang memiliki televisi</security>
  <embargo>Rumahtangga yang memiliki televisi</embargo>
  <respUnit>Rumahtangga yang memiliki televisi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Rumahtangga yang memiliki televisi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">17645</sumStat>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Televisi dan antene parabola yang digunakan rumahtangga adalah pesawat televisi atau antene parabola yang dimiliki atau dikuasai oleh rumahtangga secara pribadi. Rumahtangga yang dihitung adalah rumahtangga yang memiliki/menguasai televisi atau antene parabola, apabila ada rumah tangga yang memiliki/menguasai lebih dari satu tetap dihitung hanya sebagai satu rumah tangga.</txt>
</var>
<var ID="V336" name="b9br7" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="388" EndPos="391" width="4"/>
  <labl>Rumahtangga yang mempunyai antena parabola</labl>
  <imputation>Rumahtangga yang mempunyai antena parabola</imputation>
  <security>Rumahtangga yang mempunyai antena parabola</security>
  <embargo>Rumahtangga yang mempunyai antena parabola</embargo>
  <respUnit>Rumahtangga yang mempunyai antena parabola</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Rumahtangga yang mempunyai antena parabola</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">8114</sumStat>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Televisi dan antene parabola yang digunakan rumahtangga adalah pesawat televisi atau antene parabola yang dimiliki atau dikuasai oleh rumahtangga secara pribadi. Rumahtangga yang dihitung adalah rumahtangga yang memiliki/menguasai televisi atau antene parabola, apabila ada rumah tangga yang memiliki/menguasai lebih dari satu tetap dihitung hanya sebagai satu rumah tangga.</txt>
</var>
<var ID="V337" name="b9br8" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="392" EndPos="392" width="1"/>
  <labl>Pelanggan surat kabar/majalah</labl>
  <imputation>Pelanggan surat kabar/majalah</imputation>
  <security>Pelanggan surat kabar/majalah</security>
  <embargo>Pelanggan surat kabar/majalah</embargo>
  <respUnit>Pelanggan surat kabar/majalah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Pelanggan surat kabar/majalah</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Rumahtangga dikatakan berlangganan surat kabar/majalah, bila ada salah seorang anggota rumahtangganya yang selalu memperoleh media cetak dengan cara membeli dari penyalur/agennya.
Biasanya surat kabar atau majalah tersebut diterima langsung oleh pelanggan di alamat rumahnya, serta pembayarannya sekaligus, di awal atau akhir bulan.</txt>
</var>
<var ID="V338" name="b9br9" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="393" EndPos="393" width="1"/>
  <labl>Telepon umum koin</labl>
  <imputation>Telepon umum koin</imputation>
  <security>Telepon umum koin</security>
  <embargo>Telepon umum koin</embargo>
  <respUnit>Telepon umum koin</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Telepon umum koin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>#</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Telepon Umum Koin adalah telepon yang penggunaannya dengan coin/uang logam dan dapat digunakan oleh setiap warga desa/kelurahan yang dicacah maupun anggota masyarakat lainnya.
Telepon yang dimaksud disini adalah yang disediakan khusus oleh PT telkom, dan tidak termasuk telpon coin yang disediakan oleh rumahtangga.</txt>
</var>
<var ID="V339" name="b9br10" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="394" EndPos="394" width="1"/>
  <labl>Telepon umum kartu</labl>
  <imputation>Telepon umum kartu</imputation>
  <security>Telepon umum kartu</security>
  <embargo>Telepon umum kartu</embargo>
  <respUnit>Telepon umum kartu</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Telepon umum kartu</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Telepon Umum Kartu adalah telepon yang dapat digunakan oleh setiap warga desa/kelurahan yang dicacah maupun anggota masyarakat lainnya yang penggunaannya dengan kartu biasa atau kartu chip.</txt>
</var>
<var ID="V340" name="b9br11" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="395" EndPos="395" width="1"/>
  <labl>Wartel/kiospon</labl>
  <imputation>Wartel/kiospon</imputation>
  <security>Wartel/kiospon</security>
  <embargo>Wartel/kiospon</embargo>
  <respUnit>Wartel/kiospon</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Wartel/kiospon</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Warung Telekomunikasi (Wartel)/Kios Telepon (Kiospon) adalah tempat yang disediakan untuk menyelenggarakan pelayanan jasa telekomunikasi.</txt>
</var>
<var ID="V589" name="b9br12" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="396" EndPos="396" width="1"/>
  <labl>Warpostel/warparpostel</labl>
  <imputation>Warpostel/warparpostel</imputation>
  <security>Warpostel/warparpostel</security>
  <embargo>Warpostel/warparpostel</embargo>
  <respUnit>Warpostel/warparpostel</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Warpostel/warparpostel</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Angkutan adalah suatu kegiatan usaha menyediakan jasa angkutan penumpang dan atau barang/ternak dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkutan bermotor maupun tidak bermotor, baik melalui darat, air maupun udara.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti antara satu orang dengan orang lain. Komunikasi meliputi kegiatan telekomunikasi dan kegiatan pos dan giro.
Telekomunikasi adalah hubungan komunikasi jarak jauh melalui pemancaran, pengiriman atau penerimaan segala jenis tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara atau berita melalui kawat, radio, secara visual atau sistem elektronik.
Contoh: telepon, telegraph, telex, dan sejenisnya.
Pos adalah pelayanan lalu-lintas surat pos, uang, barang, dan pelayanan jasa lainnya.</notes>
  <txt>Warung Pos dan Telekomunikasi (Warpostel) adalah tempat yang disediakan untuk menyelenggarakan pelayanan jasa pos dan jasa telekomunikasi.
Warung Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Warparpostel) adalah tempat yang diseediakan untuk menyelenggarakan pelayanan jasa pos, agen perjalanan/paket pariwisata dan telekomunikasi.</txt>
</var>
<var ID="V342" name="b10a" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="397" EndPos="412" width="16"/>
  <labl>Luas desa/kelurahan</labl>
  <imputation>Luas desa/kelurahan</imputation>
  <security>Luas desa/kelurahan</security>
  <embargo>Luas desa/kelurahan</embargo>
  <respUnit>Luas desa/kelurahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas desa/kelurahan (R.B + R.C)</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3.1</sumStat>
  <sumStat type="max">976950</sumStat>
  <txt>Luas Desa/kelurahan tidak termasuk hutan negara/perkebunan negara, kecuali yang dikerjakan/digarap penduduk dimasukkan sesuai dengan kenyataan. Artinya bisa berupa sawah atau ladang dan sebagainya. Desa yang seluruh wilayahnya berada di wilayah perkebunan/hutan negara luas desanya sesuai yang tercantum di SK-nya.</txt>
</var>
<var ID="V343" name="b10b" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="413" EndPos="418" width="6"/>
  <labl>Luas lahan sawah</labl>
  <imputation>Luas lahan sawah</imputation>
  <security>Luas lahan sawah</security>
  <embargo>Luas lahan sawah</embargo>
  <respUnit>Luas lahan sawah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan sawah (R.1+ R.2+ R.3)</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">103025</sumStat>
  <txt>Lahan sawah adalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, biasanya ditanami padi sawah, termasuk lahan rawa tanpa memandang dari mana diperolehnya atau status tanah tersebut. Termasuk di sini lahan yang terdaftar di Pajak Hasil Bumi, Iuran Pembangunan Daerah, lahan bengkok, lahan serobotan, lahan rawa yang ditanami padi dan lahan-lahan bukaan baru (transmigrasi dan sebagainya)</txt>
</var>
<var ID="V344" name="b10b1" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="419" EndPos="423" width="5"/>
  <labl>1. Lahan sawah berpengairan yang diusahakan</labl>
  <imputation>1. Lahan sawah berpengairan yang diusahakan</imputation>
  <security>1. Lahan sawah berpengairan yang diusahakan</security>
  <embargo>1. Lahan sawah berpengairan yang diusahakan</embargo>
  <respUnit>1. Lahan sawah berpengairan yang diusahakan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan sawah (R.1+ R.2+ R.3) : 1. Lahan sawah berpengairan yang diusahakan</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">19500</sumStat>
  <txt>Lahan Sawah Berpengairan terdiri dari : lahan sawah berpengairan teknis dan lahan sawah berpengairan non teknis. Berpengairan teknis ada 2 yaitu berpengairan teknis dan setengah teknis sedangkan berpengairan non teknis terdiri atas berpengairan sederhana PU dan berpengairan sederhanan non-PU.
Pengertian yang diusahakan adalah lahan yang masih dimanfaatkan untuk kegiatan yang dimulai dari penanaman sampai dengan pemanenan.
Lahan Sawah Berpengairan Teknis terdiri dari lahan sawah berpengairan teknis dan lahan sawah berpengairan setengah teknis.
1). Lahan Sawah Berpengairan Teknis adalah lahan sawah yang memperoleh pengairan dari
irigasi teknis yaitu jaringan dimana saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian irigasi dapat sepenuhnya diatur dengan mudah. Biasanya jaringan semacam ini terdiri dari saluran primer (induk) dan sekunder serta tersier, dimana saluran primer dan sekunder serta bangunannya dibangun dan dipelihara oleh dinas pengairan/pemerintah.
2). Lahan Sawah Berpengairan Setengah Teknis adalah lahan sawah yang memperoleh pengairan dari irigasi setengah teknis yaitu sama halnya dengan pengairan teknis, tetapi dalam hal ini dinas pengairan/pemerintah hanya menguasai bangunan penyadap untuk dapat mengatur dan mengukur pemasukan air, sedangkan pada jaringan selanjutnya tidak diatur dan tidak dikuasai oleh Dinas Pengairan/Pemerintah. Lahan Sawah Berpengairan Non Teknis terdiri dari lahan sawah berpengairan sederhana PU dan lahan sawah berpengairan sederhana Non PU
1). Lahan Sawah Berpengairan Sederhana PU adalah lahan sawah yang memperoleh pengairan dari irigasi yang sistem pembagian airnya belum teratur meskipun pihak pemerintah (PU) sudah ikut membangun sebagian dari jaringab tersebut (misalnya biaya membuat saluran irigasinya).
2). Lahan Sawah Berpengairan Sederhana Non PU adalah lahan sawah yang memperoleh pengairan dari sistem pengairan yang dikelola sendiri oleh masyarakat tanpa campur tangan PU.</txt>
</var>
<var ID="V345" name="b10b2" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="424" EndPos="428" width="5"/>
  <labl>2. Lahan sawah tidak berpengairan yang diusahakan</labl>
  <imputation>2. Lahan sawah tidak berpengairan yang diusahakan</imputation>
  <security>2. Lahan sawah tidak berpengairan yang diusahakan</security>
  <embargo>2. Lahan sawah tidak berpengairan yang diusahakan</embargo>
  <respUnit>2. Lahan sawah tidak berpengairan yang diusahakan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan sawah (R.1+ R.2+ R.3) : 2. Lahan sawah tidak berpengairan yang diusahakan</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">29500</sumStat>
  <txt>Lahan Sawah Tadah Hujan adalah lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan (tidak mempunyai sistem pengairan).
Lahan sawah pasang surut adalah lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut.
Lahan polder adalah lahan sawah yang ada pada delta sungai yang pengairannya dipengaruhi oleh air sungai tersebut.
Lahan lebak adalah lahan sawah yang pengairannya berasal dari reklamasi rawa lebak (bukan pasang surut)
Lahan rawa adalah lahan yang biasanya ditanami padi dan pengairannya berasal dari rembesan rawa.</txt>
</var>
<var ID="V346" name="b10b3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="429" EndPos="434" width="6"/>
  <labl>3. Lahan sawah sementara tidak diusahakan</labl>
  <imputation>3. Lahan sawah sementara tidak diusahakan</imputation>
  <security>3. Lahan sawah sementara tidak diusahakan</security>
  <embargo>3. Lahan sawah sementara tidak diusahakan</embargo>
  <respUnit>3. Lahan sawah sementara tidak diusahakan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan sawah (R.1+ R.2+ R.3) : 3. Lahan sawah sementara tidak diusahakan</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">102330</sumStat>
  <txt>Lahan Sawah Sementara Tidak Diusahakan adalah lahan sawah yang karena alasan misalnya tidak ada tenaga atau yang dikuasai pihak lain selama lebih dari 1 tahun dan kurang dari 2 tahun tidak diusahakan. Bila lahan tersebut tidak diusahakan (tidak ditanami tanaman semusim) lebih dari 2 tahun dianggap bukan lahan sawah dan dimasukkan ke lahan kering. Rincian C: Luas Lahan Bukan Sawah</txt>
</var>
<var ID="V347" name="b10c" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="435" EndPos="440" width="6"/>
  <labl>Luas lahan bukan sawah</labl>
  <imputation>Luas lahan bukan sawah</imputation>
  <security>Luas lahan bukan sawah</security>
  <embargo>Luas lahan bukan sawah</embargo>
  <respUnit>Luas lahan bukan sawah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan bukan sawah (R.1+R.2+R.3+R.4+R.5+R.6+R.7)</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">976895</sumStat>
  <txt>Luas lahan kering ini merupakan penjumlahan Rincian C.1 s/d C.7
Lahan bukan sawah (lahan kering) terdiri dari lahan yang diusahakann untuk pertanian dan bukan pertanian. Lahan bukan sawah yang diusahakan untuk pertanian misalnya: tegal/kebun, ladang/huma, tambak/tebat/empang, penggembalaan/padang rumput, lahan yang ditanami kayu- kayuan/hutan rakyat dan perkebunan. Lahan bukan sawah yang diusahakan bukan pertanian seperti perumahan dan permukiman, dan lahan untuk bangunan.</txt>
</var>
<var ID="V348" name="b10c1" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="441" EndPos="446" width="6"/>
  <labl>1. Ladang/huma/tegal/kebun/kolam/tambak/tebat/empang/pengembalaan/padang rumput</labl>
  <imputation>1. Ladang/huma/tegal/kebun/kolam/tambak/tebat/empang/pengembalaan/padang rumput</imputation>
  <security>1. Ladang/huma/tegal/kebun/kolam/tambak/tebat/empang/pengembalaan/padang rumput</security>
  <embargo>1. Ladang/huma/tegal/kebun/kolam/tambak/tebat/empang/pengembalaan/padang rumput</embargo>
  <respUnit>1. Ladang/huma/tegal/kebun/kolam/tambak/tebat/empang/pengembalaan/padang rumput</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan bukan sawah (R.1+R.2+R.3+R.4+R.5+R.6+R.7) : 1. Ladang/huma/tegal/kebun/kolam/tambak/tebat/empang/pengembalaan/padang rumput</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">126826</sumStat>
  <txt>Ladang/huma adalah lahan yang ditanami tanaman musiman dan pemakaiannya hanya semusim atau dua musim kemudian ditinggalkan karena tidak subur lagi. Kemungkinan lahan ini beberapa tahun lagi akan dikerjakan kembali jika sudah subur.
Tegal/kebun adalah bukan lahan sawah yang ditanami tanaman musiman atau tahunan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah serta pemakaiannya tidak berpindah-pindah. Termasuk lahan yang sementara tidak diusahakan kurang dari satu tahun (untuk menunggu penanaman yang akan datang) dan tegal/kebun milik transmigrasi yang berasal dari hutan negara setelah penempatan transmigrasi 2 tahun atau lebih. Tegal/kebun milik transmigrasi yang penempatan transmigrasinya kurang dari 2 tahun tidak dimasukkan pada perincian ini tetapi dimasukkan pada hutan negara. Lahan yang ditanami tanaman perkebunan/industri (karet, kelapa kopi, lada, the) tidak termasuk tegal/kebun tetapi dimasukkan ke dalam perkebunan.
Kolam/tambak/tebat/empang adalah lahan yang dipergunakan untuk melakukan pemeliharaan ikan, udang atau fauna/biota air lainnya. Letak tambak biasanya tidak jauh dari laut atau air asin atau payau yang merupakan campuran air laut dan air tawar.
Penggembalaan/padang rumput adalah lahan yang dipakai untuk penggembalaan ternak. Lahan yang untuk sementara tidak diusahakan (dibiarkan kosong lebih dari satu tahun) tidak dianggap sebagai lahan penggembalaan/padang rumput walaupun ada hewan yang digembalakan di sana. Lahan ini dimasukkan ke dalam lahan yang sementara tidak diusahakan (C7).</txt>
</var>
<var ID="V349" name="b10c2" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="447" EndPos="452" width="6"/>
  <labl>2. Perkebunan</labl>
  <imputation>2. Perkebunan</imputation>
  <security>2. Perkebunan</security>
  <embargo>2. Perkebunan</embargo>
  <respUnit>2. Perkebunan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan bukan sawah (R.1+R.2+R.3+R.4+R.5+R.6+R.7) : 2. Perkebunan</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">122050</sumStat>
  <txt>Perkebunan adalah lahan yang ditanami tanaman perkebunan/industri seperti karet, kelapa, kopi, teh dan lada, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar.</txt>
</var>
<var ID="V350" name="b10c3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="453" EndPos="458" width="6"/>
  <labl>3. Hutan rakyat</labl>
  <imputation>3. Hutan rakyat</imputation>
  <security>3. Hutan rakyat</security>
  <embargo>3. Hutan rakyat</embargo>
  <respUnit>3. Hutan rakyat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan bukan sawah (R.1+R.2+R.3+R.4+R.5+R.6+R.7) : 3. Hutan rakyat</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">297700</sumStat>
  <txt>Yaitu meliputi lahan yang ditanami kayu-kayuan termasuk bambu, baik yang tumbuh sendiri maupun yang sengaja ditanam misalnya semak belukar dan pohon-pohonan yang hasil utamanya kayu. Kemungkinan di sini juga ditanami tanaman bahan makanan seperti padi atau palawija, tetapi tanaman utamanya adalah bambu/kayu-kayuan. Di sini tidak termasuk lahan kehutanan (hutan liar, hutan negara, hutan di luar tanah usaha peternakan/pertanian).</txt>
</var>
<var ID="V351" name="b10c4" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="459" EndPos="463" width="5"/>
  <labl>4. Perumahan dan permukiman</labl>
  <imputation>4. Perumahan dan permukiman</imputation>
  <security>4. Perumahan dan permukiman</security>
  <embargo>4. Perumahan dan permukiman</embargo>
  <respUnit>4. Perumahan dan permukiman</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan bukan sawah (R.1+R.2+R.3+R.4+R.5+R.6+R.7) : 4. Perumahan dan permukiman</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">42038</sumStat>
  <txt>Lahan untuk Perumahan dan Permukiman adalah lahan yang dipakai untuk rumah/bangunan termasuk halaman sekitarnya. Bila tanah sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan kebun/tegal maka dimasukkan ke dalam tanah kebun/tegal.</txt>
</var>
<var ID="V352" name="b10c5" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="464" EndPos="468" width="5"/>
  <labl>5. Lahan urrtuk bangunan lainnya (industri, perkantoran, pertokoan)</labl>
  <imputation>5. Lahan urrtuk bangunan lainnya (industri, perkantoran, pertokoan)</imputation>
  <security>5. Lahan urrtuk bangunan lainnya (industri, perkantoran, pertokoan)</security>
  <embargo>5. Lahan urrtuk bangunan lainnya (industri, perkantoran, pertokoan)</embargo>
  <respUnit>5. Lahan urrtuk bangunan lainnya (industri, perkantoran, pertokoan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan bukan sawah (R.1+R.2+R.3+R.4+R.5+R.6+R.7) : 5. Lahan urrtuk bangunan lainnya (industri, perkantoran, pertokoan)</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">44920</sumStat>
  <txt>Yaitu lahan yang digunakan untuk bangunan selain untuk perumahan dan permukiman seperti industri, perkantoran, perniagaan/pertokoan dan bangunan lainnya. Bila tanah sekitar bangunan tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan kebun/tegal maka masukkan ke dalam tanah kebun/tegal.</txt>
</var>
<var ID="V353" name="b10c6" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="469" EndPos="474" width="6"/>
  <labl>6. Lainnya (tidak termasuk hutan negara)</labl>
  <imputation>6. Lainnya (tidak termasuk hutan negara)</imputation>
  <security>6. Lainnya (tidak termasuk hutan negara)</security>
  <embargo>6. Lainnya (tidak termasuk hutan negara)</embargo>
  <respUnit>6. Lainnya (tidak termasuk hutan negara)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan bukan sawah (R.1+R.2+R.3+R.4+R.5+R.6+R.7) : 6. Lainnya (tidak termasuk hutan negara)</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">564735</sumStat>
  <txt>Yang termasuk lahan lainnya seperti:
1). Rawa-rawa (yang tidak ditanami), yang dimaksud adalah lahan yang luas dan tergenang air yang tidak digunakan untuk sawah.
2). Jalan, saluran, lapangan olah raga, kubuiran dan lain-lain.
3). Lahan yang tidak ditanami seperti lahan tandus/lahan kritis, berpasir, terjal dan sebagainya.</txt>
</var>
<var ID="V354" name="b10c7" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="475" EndPos="480" width="6"/>
  <labl>7. Lahan bukan sawah yang sementara tidak diusahakan</labl>
  <imputation>7. Lahan bukan sawah yang sementara tidak diusahakan</imputation>
  <security>7. Lahan bukan sawah yang sementara tidak diusahakan</security>
  <embargo>7. Lahan bukan sawah yang sementara tidak diusahakan</embargo>
  <respUnit>7. Lahan bukan sawah yang sementara tidak diusahakan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Luas lahan bukan sawah (R.1+R.2+R.3+R.4+R.5+R.6+R.7) : 7. Lahan bukan sawah yang sementara tidak diusahakan</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">932185</sumStat>
  <txt>Lahan bukan sawah yang sementara tidak diusahakan yaitu lahan yang biasanya diusahakan tetapi untuk sementara (lebih dari satu tahun dan kurang dari dua tahun) tidak diusahakan. Lahan yang dibiarkan kosong kurang dari satu tahun dan akan diusahakan kembali maka dianggap sebagai lahan yang diusahakan. Contoh Lahan perkebunan yang dibiarkan kosong kurang dari satu tahun (menunggu masa tanam berikutnya) tetap dianggap sebagai lahan perkebunan.</txt>
</var>
<var ID="V355" name="b10d1" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="481" EndPos="485" width="5"/>
  <labl>1. Tanah desa(Bengkok, titisara, dsb)</labl>
  <imputation>1. Tanah desa(Bengkok, titisara, dsb)</imputation>
  <security>1. Tanah desa(Bengkok, titisara, dsb)</security>
  <embargo>1. Tanah desa(Bengkok, titisara, dsb)</embargo>
  <respUnit>1. Tanah desa(Bengkok, titisara, dsb)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Baglan lahan desa/kelurahan yang merupakan : 1. Tanah desa(Bengkok, titisara, dsb)</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">31134</sumStat>
  <txt>Luas lahan pada Sub Blok X.D merupakan bagian dari luas desa/kelurahan
D. Bagian Lahan desa/kelurahan yang merupakan
1).Tanah desa/kelurahan yaitu tanah yang dimiliki/dikuasai oleh aparat desa sebagai pengganti upah/ gaji. Contoh bengkok (Jawa Tengah dan Jawa Timur), titisara (Jawa Barat).
2).Tanah Kas desa/kelurahan adalah lahan milik desa/kelurahan yang diusahakan oleh warga desa di mana sebagian penghasilannya diserahkan kepada desa/kelurahan sebagai pendapatan dan merupakan sumber keuangan desa/kelurahan.
3).Tanah milik adalah tanah yang menjadi hak milik seseorang atau perusahaan (bukan tanah negara). Data ini bisa diperoleh dari letter C atau buku C desa.
4).Tanah Wakaf adalah tanah yang didermakan atau dihibahkan untuk mendirikan sesuatu yang berguna bagi umum. Misalnya untuk masjid, sekolah/madrasah, pemakaman, pondok pesantren dsb. Tanah wakaf yang dijadikan pemakaman umum maka dihitung sebagai tanah wakaf dan juga tanah pemakaman umum
5).Lahan tidur adalah lahan pertanian (sawah atau lahan kering) maupun bukan lahan pertanian yang dalam jangka waktu tertentu (&gt; 2 tahun) tidak diusahakan baik untuk pertanian (tidak produktif) maupun untuk kegiatan usaha lainnya. Misalnya
* Lahan milik perusahaan pengembang (developer), karena alasan tertentu belum dibangun atau dibiarkan tanpa diolah;
* Lahan milik perusahaan perkebunan karena alasan tertentu tidak ditanami dan dipelihara (ditelantarkan)
6).Lahan Kuburan (TPU) yang dimaksud di sini adalah lahan yang digunakan untuk kepentingan umum.</txt>
</var>
<var ID="V356" name="b10d2" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="486" EndPos="490" width="5"/>
  <labl>2. Tanah Kas desa</labl>
  <imputation>2. Tanah Kas desa</imputation>
  <security>2. Tanah Kas desa</security>
  <embargo>2. Tanah Kas desa</embargo>
  <respUnit>2. Tanah Kas desa</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Baglan lahan desa/kelurahan yang merupakan : 2. Tanah Kas desa</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">20270</sumStat>
  <txt>Luas lahan pada Sub Blok X.D merupakan bagian dari luas desa/kelurahan
D. Bagian Lahan desa/kelurahan yang merupakan
1).Tanah desa/kelurahan yaitu tanah yang dimiliki/dikuasai oleh aparat desa sebagai pengganti upah/ gaji. Contoh bengkok (Jawa Tengah dan Jawa Timur), titisara (Jawa Barat).
2).Tanah Kas desa/kelurahan adalah lahan milik desa/kelurahan yang diusahakan oleh warga desa di mana sebagian penghasilannya diserahkan kepada desa/kelurahan sebagai pendapatan dan merupakan sumber keuangan desa/kelurahan.
3).Tanah milik adalah tanah yang menjadi hak milik seseorang atau perusahaan (bukan tanah negara). Data ini bisa diperoleh dari letter C atau buku C desa.
4).Tanah Wakaf adalah tanah yang didermakan atau dihibahkan untuk mendirikan sesuatu yang berguna bagi umum. Misalnya untuk masjid, sekolah/madrasah, pemakaman, pondok pesantren dsb. Tanah wakaf yang dijadikan pemakaman umum maka dihitung sebagai tanah wakaf dan juga tanah pemakaman umum
5).Lahan tidur adalah lahan pertanian (sawah atau lahan kering) maupun bukan lahan pertanian yang dalam jangka waktu tertentu (&gt; 2 tahun) tidak diusahakan baik untuk pertanian (tidak produktif) maupun untuk kegiatan usaha lainnya. Misalnya
* Lahan milik perusahaan pengembang (developer), karena alasan tertentu belum dibangun atau dibiarkan tanpa diolah;
* Lahan milik perusahaan perkebunan karena alasan tertentu tidak ditanami dan dipelihara (ditelantarkan)
6).Lahan Kuburan (TPU) yang dimaksud di sini adalah lahan yang digunakan untuk kepentingan umum.</txt>
</var>
<var ID="V357" name="b10d3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="491" EndPos="498" width="8"/>
  <labl>3. Tanah milik perorangan</labl>
  <imputation>3. Tanah milik perorangan</imputation>
  <security>3. Tanah milik perorangan</security>
  <embargo>3. Tanah milik perorangan</embargo>
  <respUnit>3. Tanah milik perorangan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Baglan lahan desa/kelurahan yang merupakan : 3. Tanah milik perorangan</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">115649.5</sumStat>
  <txt>Luas lahan pada Sub Blok X.D merupakan bagian dari luas desa/kelurahan
D. Bagian Lahan desa/kelurahan yang merupakan
1).Tanah desa/kelurahan yaitu tanah yang dimiliki/dikuasai oleh aparat desa sebagai pengganti upah/ gaji. Contoh bengkok (Jawa Tengah dan Jawa Timur), titisara (Jawa Barat).
2).Tanah Kas desa/kelurahan adalah lahan milik desa/kelurahan yang diusahakan oleh warga desa di mana sebagian penghasilannya diserahkan kepada desa/kelurahan sebagai pendapatan dan merupakan sumber keuangan desa/kelurahan.
3).Tanah milik adalah tanah yang menjadi hak milik seseorang atau perusahaan (bukan tanah negara). Data ini bisa diperoleh dari letter C atau buku C desa.
4).Tanah Wakaf adalah tanah yang didermakan atau dihibahkan untuk mendirikan sesuatu yang berguna bagi umum. Misalnya untuk masjid, sekolah/madrasah, pemakaman, pondok pesantren dsb. Tanah wakaf yang dijadikan pemakaman umum maka dihitung sebagai tanah wakaf dan juga tanah pemakaman umum
5).Lahan tidur adalah lahan pertanian (sawah atau lahan kering) maupun bukan lahan pertanian yang dalam jangka waktu tertentu (&gt; 2 tahun) tidak diusahakan baik untuk pertanian (tidak produktif) maupun untuk kegiatan usaha lainnya. Misalnya
* Lahan milik perusahaan pengembang (developer), karena alasan tertentu belum dibangun atau dibiarkan tanpa diolah;
* Lahan milik perusahaan perkebunan karena alasan tertentu tidak ditanami dan dipelihara (ditelantarkan)
6).Lahan Kuburan (TPU) yang dimaksud di sini adalah lahan yang digunakan untuk kepentingan umum.</txt>
</var>
<var ID="V358" name="b10d4" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="499" EndPos="503" width="5"/>
  <labl>4. Tanah wakaf</labl>
  <imputation>4. Tanah wakaf</imputation>
  <security>4. Tanah wakaf</security>
  <embargo>4. Tanah wakaf</embargo>
  <respUnit>4. Tanah wakaf</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Baglan lahan desa/kelurahan yang merupakan : 4. Tanah wakaf</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">15000</sumStat>
  <txt>Luas lahan pada Sub Blok X.D merupakan bagian dari luas desa/kelurahan
D. Bagian Lahan desa/kelurahan yang merupakan
1).Tanah desa/kelurahan yaitu tanah yang dimiliki/dikuasai oleh aparat desa sebagai pengganti upah/ gaji. Contoh bengkok (Jawa Tengah dan Jawa Timur), titisara (Jawa Barat).
2).Tanah Kas desa/kelurahan adalah lahan milik desa/kelurahan yang diusahakan oleh warga desa di mana sebagian penghasilannya diserahkan kepada desa/kelurahan sebagai pendapatan dan merupakan sumber keuangan desa/kelurahan.
3).Tanah milik adalah tanah yang menjadi hak milik seseorang atau perusahaan (bukan tanah negara). Data ini bisa diperoleh dari letter C atau buku C desa.
4).Tanah Wakaf adalah tanah yang didermakan atau dihibahkan untuk mendirikan sesuatu yang berguna bagi umum. Misalnya untuk masjid, sekolah/madrasah, pemakaman, pondok pesantren dsb. Tanah wakaf yang dijadikan pemakaman umum maka dihitung sebagai tanah wakaf dan juga tanah pemakaman umum
5).Lahan tidur adalah lahan pertanian (sawah atau lahan kering) maupun bukan lahan pertanian yang dalam jangka waktu tertentu (&gt; 2 tahun) tidak diusahakan baik untuk pertanian (tidak produktif) maupun untuk kegiatan usaha lainnya. Misalnya
* Lahan milik perusahaan pengembang (developer), karena alasan tertentu belum dibangun atau dibiarkan tanpa diolah;
* Lahan milik perusahaan perkebunan karena alasan tertentu tidak ditanami dan dipelihara (ditelantarkan)
6).Lahan Kuburan (TPU) yang dimaksud di sini adalah lahan yang digunakan untuk kepentingan umum.</txt>
</var>
<var ID="V359" name="b10d5" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="504" EndPos="508" width="5"/>
  <labl>5. Lahan tidur</labl>
  <imputation>5. Lahan tidur</imputation>
  <security>5. Lahan tidur</security>
  <embargo>5. Lahan tidur</embargo>
  <respUnit>5. Lahan tidur</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Baglan lahan desa/kelurahan yang merupakan : 5. Lahan tidur</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">57273</sumStat>
  <txt>Luas lahan pada Sub Blok X.D merupakan bagian dari luas desa/kelurahan
D. Bagian Lahan desa/kelurahan yang merupakan
1).Tanah desa/kelurahan yaitu tanah yang dimiliki/dikuasai oleh aparat desa sebagai pengganti upah/ gaji. Contoh bengkok (Jawa Tengah dan Jawa Timur), titisara (Jawa Barat).
2).Tanah Kas desa/kelurahan adalah lahan milik desa/kelurahan yang diusahakan oleh warga desa di mana sebagian penghasilannya diserahkan kepada desa/kelurahan sebagai pendapatan dan merupakan sumber keuangan desa/kelurahan.
3).Tanah milik adalah tanah yang menjadi hak milik seseorang atau perusahaan (bukan tanah negara). Data ini bisa diperoleh dari letter C atau buku C desa.
4).Tanah Wakaf adalah tanah yang didermakan atau dihibahkan untuk mendirikan sesuatu yang berguna bagi umum. Misalnya untuk masjid, sekolah/madrasah, pemakaman, pondok pesantren dsb. Tanah wakaf yang dijadikan pemakaman umum maka dihitung sebagai tanah wakaf dan juga tanah pemakaman umum
5).Lahan tidur adalah lahan pertanian (sawah atau lahan kering) maupun bukan lahan pertanian yang dalam jangka waktu tertentu (&gt; 2 tahun) tidak diusahakan baik untuk pertanian (tidak produktif) maupun untuk kegiatan usaha lainnya. Misalnya
* Lahan milik perusahaan pengembang (developer), karena alasan tertentu belum dibangun atau dibiarkan tanpa diolah;
* Lahan milik perusahaan perkebunan karena alasan tertentu tidak ditanami dan dipelihara (ditelantarkan)
6).Lahan Kuburan (TPU) yang dimaksud di sini adalah lahan yang digunakan untuk kepentingan umum.</txt>
</var>
<var ID="V360" name="b10d6" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="509" EndPos="513" width="5"/>
  <labl>6. Kuburan (TPU)</labl>
  <imputation>6. Kuburan (TPU)</imputation>
  <security>6. Kuburan (TPU)</security>
  <embargo>6. Kuburan (TPU)</embargo>
  <respUnit>6. Kuburan (TPU)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Baglan lahan desa/kelurahan yang merupakan : 6. Kuburan (TPU)</qstnLit>
    <ivuInstr>Blok ini digunakan untuk mencatat keterangan mengenai luas lahan yang ada di desa menurut jenis penggunaannya.
Luas A (luas desa/kelurahan) adalah hasil penjumlahan dari luas B (luas lahan sawah dan luas C (luas lahan bukan sawah).</ivuInstr>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">20171</sumStat>
  <txt>Luas lahan pada Sub Blok X.D merupakan bagian dari luas desa/kelurahan
D. Bagian Lahan desa/kelurahan yang merupakan
1).Tanah desa/kelurahan yaitu tanah yang dimiliki/dikuasai oleh aparat desa sebagai pengganti upah/ gaji. Contoh bengkok (Jawa Tengah dan Jawa Timur), titisara (Jawa Barat).
2).Tanah Kas desa/kelurahan adalah lahan milik desa/kelurahan yang diusahakan oleh warga desa di mana sebagian penghasilannya diserahkan kepada desa/kelurahan sebagai pendapatan dan merupakan sumber keuangan desa/kelurahan.
3).Tanah milik adalah tanah yang menjadi hak milik seseorang atau perusahaan (bukan tanah negara). Data ini bisa diperoleh dari letter C atau buku C desa.
4).Tanah Wakaf adalah tanah yang didermakan atau dihibahkan untuk mendirikan sesuatu yang berguna bagi umum. Misalnya untuk masjid, sekolah/madrasah, pemakaman, pondok pesantren dsb. Tanah wakaf yang dijadikan pemakaman umum maka dihitung sebagai tanah wakaf dan juga tanah pemakaman umum
5).Lahan tidur adalah lahan pertanian (sawah atau lahan kering) maupun bukan lahan pertanian yang dalam jangka waktu tertentu (&gt; 2 tahun) tidak diusahakan baik untuk pertanian (tidak produktif) maupun untuk kegiatan usaha lainnya. Misalnya
* Lahan milik perusahaan pengembang (developer), karena alasan tertentu belum dibangun atau dibiarkan tanpa diolah;
* Lahan milik perusahaan perkebunan karena alasan tertentu tidak ditanami dan dipelihara (ditelantarkan)
6).Lahan Kuburan (TPU) yang dimaksud di sini adalah lahan yang digunakan untuk kepentingan umum.</txt>
</var>
<var ID="V361" name="b11ar1a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="514" EndPos="514" width="1"/>
  <labl>a. Kelompok pertokoan</labl>
  <imputation>a. Kelompok pertokoan</imputation>
  <security>a. Kelompok pertokoan</security>
  <embargo>a. Kelompok pertokoan</embargo>
  <respUnit>a. Kelompok pertokoan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Kelompok pertokoan</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (1), maka pertanyaan dilanjutkan ke Q.2</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Kelompok pertokoan adalah sejumlah toko yang terdiri dari paling sedikit ada 10 toko dan mengelompok. Dalam satu kelompok pertokoan bangunan fisiknya dapat lebih dari satu. Contoh kelompok pertokoan Pasar Baru, kelompok pertokoan Pasar Senen.</txt>
</var>
<var ID="V362" name="b11ar1b1" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="515" EndPos="530" width="16"/>
  <labl>b1. Jarak ke kelompok pertokoan terdekat</labl>
  <imputation>b1. Jarak ke kelompok pertokoan terdekat</imputation>
  <security>b1. Jarak ke kelompok pertokoan terdekat</security>
  <embargo>b1. Jarak ke kelompok pertokoan terdekat</embargo>
  <respUnit>b1. Jarak ke kelompok pertokoan terdekat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Tidak ada" : 1. Jarak ke kelompok pertokoan terdekat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">999.8</sumStat>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
</var>
<var ID="V363" name="b11ar1b2" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="531" EndPos="546" width="16"/>
  <labl>b2. Waktu tempuh</labl>
  <imputation>b2. Waktu tempuh</imputation>
  <security>b2. Waktu tempuh</security>
  <embargo>b2. Waktu tempuh</embargo>
  <respUnit>b2. Waktu tempuh</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Tidak ada" : 2. Waktu tempuh</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.59</sumStat>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Jarak terdekat adalah jarak yang dihitung dari kantor kepala desa/kelurahan ke tempat kelompok pertokoan dan dinyatakan dalam km.
Waktu tempuh.adalah waktu yang biasanya ditempuh masyarakat untuk mencapai lokasi kelompok pertokoan.</txt>
</var>
<var ID="V364" name="b11ar2a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="547" EndPos="548" width="2"/>
  <labl>a. Pasar dengan bangunan permanen/semi permanen</labl>
  <imputation>a. Pasar dengan bangunan permanen/semi permanen</imputation>
  <security>a. Pasar dengan bangunan permanen/semi permanen</security>
  <embargo>a. Pasar dengan bangunan permanen/semi permanen</embargo>
  <respUnit>a. Pasar dengan bangunan permanen/semi permanen</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>a. Pasar dengan bangunan permanen/semi permanen</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>10</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>11</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>12</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>13</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>14</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>15</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>16</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>17</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>18</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>19</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>20</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>21</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>22</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>23</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>24</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>25</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>27</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>30</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>32</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>36</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>38</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>40</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>42</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>47</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>48</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>49</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>50</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>51</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>54</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>68</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>70</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>80</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>83</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>86</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>9</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>94</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>96</catValu>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>98</catValu>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli barang dan jasa. Pasar bisa menggunakan bangunan yang bersifat permanen atau semi permanen ataupun tanpa bangunan.
Pasar dengan bangunan permanen/semi permanen adalah pasar yang menggunakan dengan lantai semen atau tegel, tiang besi atau kayu, atap seng atau genteng atau sirap, baik berdinding maupun tidak.</txt>
</var>
<var ID="V365" name="b11ar2b1" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="549" EndPos="564" width="16"/>
  <labl>b1. Jarak ke pasar terdekat</labl>
  <imputation>b1. Jarak ke pasar terdekat</imputation>
  <security>b1. Jarak ke pasar terdekat</security>
  <embargo>b1. Jarak ke pasar terdekat</embargo>
  <respUnit>b1. Jarak ke pasar terdekat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Tidak ada" : 1. Jarak ke pasar terdekat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Jarak terdekat adalah jarak yang dihitung dari kantor kepala desa/kelurahan ke pasar dengan bangunan permanen/semi permanen dan dinyatakan dalam km.
Waktu tempuh.adalah waktu yang biasanya ditempuh masyarakat untuk mencapai lokasi pasar dengan bangunan permanen/semi permanen.</txt>
</var>
<var ID="V366" name="b11ar2b2" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="565" EndPos="580" width="16"/>
  <labl>b2. Waktu tempuh</labl>
  <imputation>b2. Waktu tempuh</imputation>
  <security>b2. Waktu tempuh</security>
  <embargo>b2. Waktu tempuh</embargo>
  <respUnit>b2. Waktu tempuh</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>b. Jika "Tidak ada" : 2. Waktu tempuh</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.59</sumStat>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Jarak terdekat adalah jarak yang dihitung dari kantor kepala desa/kelurahan ke pasar dengan bangunan permanen/semi permanen dan dinyatakan dalam km.
Waktu tempuh.adalah waktu yang biasanya ditempuh masyarakat untuk mencapai lokasi pasar dengan bangunan permanen/semi permanen.</txt>
</var>
<var ID="V590" name="b11ar3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="581" EndPos="581" width="1"/>
  <labl>Pasar tanpa bangunan permanen</labl>
  <imputation>Pasar tanpa bangunan permanen</imputation>
  <security>Pasar tanpa bangunan permanen</security>
  <embargo>Pasar tanpa bangunan permanen</embargo>
  <respUnit>Pasar tanpa bangunan permanen</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Pasar tanpa bangunan permanen</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Pasar tanpa bangunan permanen (tidak termasuk kaki lima) adalah pasar yang mempunyai bangunan tetapi tidak permanen, misalnya bangunan dari bambu, daun, dan sebagainya. Contoh: pasar kaget.
Pasar kaget adalah pasar yang muncul di lokasi yang bukan diperuntukkan pasar dan selesai dengan cepat.</txt>
</var>
<var ID="V368" name="b11ar4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="582" EndPos="582" width="1"/>
  <labl>Supermarket/pasar swalayan/toserba</labl>
  <imputation>Supermarket/pasar swalayan/toserba</imputation>
  <security>Supermarket/pasar swalayan/toserba</security>
  <embargo>Supermarket/pasar swalayan/toserba</embargo>
  <respUnit>Supermarket/pasar swalayan/toserba</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Supermarket/pasar swalayan/toserba</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Supermaket/pasar swalayan/toserba adalah pasar yang menjual beraneka barang dengan harga yang telah ditentukan, dan konsumen/pembeli melayani dirinya sendiri (mengambil, dan membawa barang sendiri), membayar dikasir.</txt>
</var>
<var ID="V369" name="b11ar5" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="583" EndPos="583" width="1"/>
  <labl>Restoran/rumah makan/kedai makan minum</labl>
  <imputation>Restoran/rumah makan/kedai makan minum</imputation>
  <security>Restoran/rumah makan/kedai makan minum</security>
  <embargo>Restoran/rumah makan/kedai makan minum</embargo>
  <respUnit>Restoran/rumah makan/kedai makan minum</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Restoran/rumah makan/kedai makan minum</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Restoran adalah perusahaan/usaha yang menyajikan, dan menjual makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan permanen, dilengkapi peralatan dan perlengkapan proses pembuatan, penyimpanan dan penyajian. Proses pembuatan dari bahan baku menjadi bahan jadi dilakukan di tempat usahanya.
Menurut Ditjen Pariwisata/Kanwil Parpostel restoran diklasifikasikan menjadi tiga yaitu, Talam Kencana, Talam Selaka, dan Talam Gangsa (kriteria penilaian antara lain peralatan, tempat parkir kendaraan, kebersihan dan lain-lain).
Catatan: Ijin restoran dan kualifikasinya diberikan oleh Ditjen Pariwisata/Kanwil Parpostel setempat.
Ijin rumah makan diberikan oleh Diparda (pada kabupaten/kodya) yang ada Dinas Pariwisata biasanya pemberian ijin ditangani oleh Direktorat Perekonomian/Bagian Perekonomian Pemda setempat.
Rumah makan adalah perusahaan/usaha yang kegiatannya hanya menyediakan/menjual makanan (hidangan) dan minuman bagi umum di tempat usahanya, yang proses pembuatan dari bahan baku menjadi bahan jadi tidak dilakukan di tempat usahanya.
Warung/kedai makan minum:
Meliputi usaha yang menjual bermacam-macam makanan kecil dan minuman siap dikonsumsi yang dijual di tempat tetap, termasuk kantin.</txt>
</var>
<var ID="V370" name="b11ar6" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="584" EndPos="584" width="1"/>
  <labl>Pasar hewan</labl>
  <imputation>Pasar hewan</imputation>
  <security>Pasar hewan</security>
  <embargo>Pasar hewan</embargo>
  <respUnit>Pasar hewan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Pasar hewan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Pasar hewan adalah pasar yang khusus disediakan untuk tempat jual beli hewan ternak berkaki empat.</txt>
</var>
<var ID="V371" name="b11ar7" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="585" EndPos="585" width="1"/>
  <labl>Rumah potong hewan (RPH)</labl>
  <imputation>Rumah potong hewan (RPH)</imputation>
  <security>Rumah potong hewan (RPH)</security>
  <embargo>Rumah potong hewan (RPH)</embargo>
  <respUnit>Rumah potong hewan (RPH)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Rumah potong hewan (RPH)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rumah Potong Hewan (RPH) adalah tempat yang khusus digunakan pemotongan hewan atau ternak yang mempunyai bangunan permanen/semi permanen yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai RPH. Tidak termasuk pedagang daging yang memotong hewan sendiri.</txt>
</var>
<var ID="V372" name="b11ar8" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="586" EndPos="586" width="1"/>
  <labl>Pangkalan pendaratan ikan (PPI)</labl>
  <imputation>Pangkalan pendaratan ikan (PPI)</imputation>
  <security>Pangkalan pendaratan ikan (PPI)</security>
  <embargo>Pangkalan pendaratan ikan (PPI)</embargo>
  <respUnit>Pangkalan pendaratan ikan (PPI)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Pangkalan pendaratan ikan (PPI)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) adalah suatu tempat yang biasanya digunakan sebagai pangkalan, tempat berlabuh atau bertambat perahu/kapal penangkap ikan serta tempat pendaratan hasil perikanan dan merupakan lingkup kegiatan ekonomi perikanan.</txt>
</var>
<var ID="V373" name="b11ar9" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="587" EndPos="587" width="1"/>
  <labl>Tempat pelelangan ikan (TPI)</labl>
  <imputation>Tempat pelelangan ikan (TPI)</imputation>
  <security>Tempat pelelangan ikan (TPI)</security>
  <embargo>Tempat pelelangan ikan (TPI)</embargo>
  <respUnit>Tempat pelelangan ikan (TPI)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Tempat pelelangan ikan (TPI)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Tempat Pelelangan Ikan (TPI) adalah tempat yang biasanya terletak di dalam pelabuhan/pangkalan pendaratan ikan, dan di tempat tersebut dilakukan transaksi penjualan ikan/hasil laut baik secara lelang maupun tidak. TPI tersebut dikoordinasi oleh Dinas Perikanan, atau Pemda setempat.
TPI harus memenuhi kriteria:
a). tempat tetap (tak berpindah)
b). mempunyai bangunan induk tempat transaksi lelang/penjualan ikan
c). mempunyai koordinator pelelangan/penjualan ikan
d). mendapat ijin dari instansi yang berwenang (Dinas Perikanan atau Pemerintah Daerah setempat).</txt>
</var>
<var ID="V374" name="b11ar10" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="588" EndPos="588" width="1"/>
  <labl>Hotel/penginapan</labl>
  <imputation>Hotel/penginapan</imputation>
  <security>Hotel/penginapan</security>
  <embargo>Hotel/penginapan</embargo>
  <respUnit>Hotel/penginapan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Hotel/penginapan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Hotel/Penginapan adalah usaha yang menggunakan bangunan atau sebagian dari bangunan untuk penginapan umum baik dilengkapi maupun tidak dilengkapi fasilitas restoran. Penginapan disini termasuk motel, hostel, losmen dan wisma.</txt>
</var>
<var ID="V591" name="b11ar11" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="589" EndPos="589" width="1"/>
  <labl>Persewaan alat-alat untuk keperluan pasta dan sejenisnya</labl>
  <imputation>Persewaan alat-alat untuk keperluan pasta dan sejenisnya</imputation>
  <security>Persewaan alat-alat untuk keperluan pasta dan sejenisnya</security>
  <embargo>Persewaan alat-alat untuk keperluan pasta dan sejenisnya</embargo>
  <respUnit>Persewaan alat-alat untuk keperluan pasta dan sejenisnya</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Persewaan alat-alat untuk keperluan pasta dan sejenisnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Persewaan alat-alat untuk keperluan pesta adalah suatu usaha yang kegiatannya menyewakan alat-alat yang digunakan untuk keperluan pesta seperti meja, kursi, gelas, piring, tenda.</txt>
</var>
<var ID="V376" name="b11ar12a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="590" EndPos="590" width="1"/>
  <labl>a. Kerajinan dari kulit</labl>
  <imputation>a. Kerajinan dari kulit</imputation>
  <security>a. Kerajinan dari kulit</security>
  <embargo>a. Kerajinan dari kulit</embargo>
  <respUnit>a. Kerajinan dari kulit</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>lndustri kacil/kerajinan rakyat : a. Kerajinan dari kulit</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Industri Kecil &amp; Kerajinan Rakyat, definisi industri lihat blok IV.B rincian 13.a
Contoh:
Kerajinan dari kulit; pembuatan tas, sepatu, sandal, dsb.
Kerajinan dari kayu/bambu; pembuatan almari, meja, kursi, pembuatan perabot dan mainan anak- anak dari kayu/bambu.
Kerajinan dari logam; pembuatan panci, kompor, mur, baut, parang, pacul, alat pertanian lain dan pembuatan peralatan dari logam lainnya.
Kerajinan dari logam mulia; pembuatan anting-anting, gelang, cincin dan pembuatan perhiasan lainnya dari emas atau perak.</txt>
</var>
<var ID="V592" name="b11ar12b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="591" EndPos="591" width="1"/>
  <labl>b. Kerajinan dari kayu/bambu/rotan</labl>
  <imputation>b. Kerajinan dari kayu/bambu/rotan</imputation>
  <security>b. Kerajinan dari kayu/bambu/rotan</security>
  <embargo>b. Kerajinan dari kayu/bambu/rotan</embargo>
  <respUnit>b. Kerajinan dari kayu/bambu/rotan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>lndustri kacil/kerajinan rakyat : b. Kerajinan dari kayu/bambu/rotan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Industri Kecil &amp; Kerajinan Rakyat, definisi industri lihat blok IV.B rincian 13.a
Contoh:
Kerajinan dari kulit; pembuatan tas, sepatu, sandal, dsb.
Kerajinan dari kayu/bambu; pembuatan almari, meja, kursi, pembuatan perabot dan mainan anak- anak dari kayu/bambu.
Kerajinan dari logam; pembuatan panci, kompor, mur, baut, parang, pacul, alat pertanian lain dan pembuatan peralatan dari logam lainnya.
Kerajinan dari logam mulia; pembuatan anting-anting, gelang, cincin dan pembuatan perhiasan lainnya dari emas atau perak.</txt>
</var>
<var ID="V378" name="b11ar12c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="592" EndPos="592" width="1"/>
  <labl>c. Kerajinan dari logam</labl>
  <imputation>c. Kerajinan dari logam</imputation>
  <security>c. Kerajinan dari logam</security>
  <embargo>c. Kerajinan dari logam</embargo>
  <respUnit>c. Kerajinan dari logam</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>lndustri kacil/kerajinan rakyat : c. Kerajinan dari logam</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>$</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Industri Kecil &amp; Kerajinan Rakyat, definisi industri lihat blok IV.B rincian 13.a
Contoh:
Kerajinan dari kulit; pembuatan tas, sepatu, sandal, dsb.
Kerajinan dari kayu/bambu; pembuatan almari, meja, kursi, pembuatan perabot dan mainan anak- anak dari kayu/bambu.
Kerajinan dari logam; pembuatan panci, kompor, mur, baut, parang, pacul, alat pertanian lain dan pembuatan peralatan dari logam lainnya.
Kerajinan dari logam mulia; pembuatan anting-anting, gelang, cincin dan pembuatan perhiasan lainnya dari emas atau perak.</txt>
</var>
<var ID="V593" name="b11ar12d" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="593" EndPos="593" width="1"/>
  <labl>d. Kerajinan dari logam mulia</labl>
  <imputation>d. Kerajinan dari logam mulia</imputation>
  <security>d. Kerajinan dari logam mulia</security>
  <embargo>d. Kerajinan dari logam mulia</embargo>
  <respUnit>d. Kerajinan dari logam mulia</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>lndustri kacil/kerajinan rakyat : d. Kerajinan dari logam mulia</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">7</sumStat>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Industri Kecil &amp; Kerajinan Rakyat, definisi industri lihat blok IV.B rincian 13.a
Contoh:
Kerajinan dari kulit; pembuatan tas, sepatu, sandal, dsb.
Kerajinan dari kayu/bambu; pembuatan almari, meja, kursi, pembuatan perabot dan mainan anak- anak dari kayu/bambu.
Kerajinan dari logam; pembuatan panci, kompor, mur, baut, parang, pacul, alat pertanian lain dan pembuatan peralatan dari logam lainnya.
Kerajinan dari logam mulia; pembuatan anting-anting, gelang, cincin dan pembuatan perhiasan lainnya dari emas atau perak.</txt>
</var>
<var ID="V380" name="b11br1" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="594" EndPos="594" width="1"/>
  <labl>Bank Umum</labl>
  <imputation>Bank Umum</imputation>
  <security>Bank Umum</security>
  <embargo>Bank Umum</embargo>
  <respUnit>Bank Umum</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Bank Umum</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak.
Bank umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu-lintas pembayaran. Usaha dari bank umum tersebut adalah menghimpun dana masyarakat dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan serta menyalurkan kembali dananya dalam bentuk pemberian kredit. Yang termasuk dalam bank umum ini adalah semua jenis bank, seperti bank pemerintah, bank swasta, bank asing, dan bank campuran baik yang masuk kategori devisa maupun non devisa.
Kantor pusat adalah kantor yang berwenang dan bertanggung jawab penuh dalam membuat kebijakan-kebijakan manajemen untuk keberhasilan tujuan perbankan.
Kantor Cabang/Cabang Pembantu adalah setiap kantor bank yang secara langsung bertanggung jawab kepada kantor pusat bank yang bersangkutan, dengan tempat usaha yang permanen dimana kantor cabang/cabang pembantu tersebut melakukan kegiatannya.
Kantor Kas adalah unit terkecil dari struktur Kantor Bank yang merupakan kepanjangan tangan dari kantor cabang/cabang pembantu. Kantor kas hanya menerima setoran pembayaran dari para nasabah.
Kantor Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI)/Pos Pelayanan Desa BRI adalah unit kegiatan ekonomi/usaha yang dapat melakukan transaksi keuangan baik menerima maupun memberi kredit pada nasabah dengan batas maksimal kredit yang diberikan tersebut mengikuti aturan-aturanyang digariskan kantor pusat BRI.</txt>
</var>
<var ID="V594" name="b11br2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="595" EndPos="595" width="1"/>
  <labl>Bank Perkreditan Rakyat</labl>
  <imputation>Bank Perkreditan Rakyat</imputation>
  <security>Bank Perkreditan Rakyat</security>
  <embargo>Bank Perkreditan Rakyat</embargo>
  <respUnit>Bank Perkreditan Rakyat</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Bank Perkreditan Rakyat</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">3</sumStat>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu, kemudian menyalurkan dananya dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang membutuhkan.</txt>
</var>
<var ID="V382" name="b11br3a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="596" EndPos="596" width="1"/>
  <labl>a. Koperasi Unit Desa (KUD)</labl>
  <imputation>a. Koperasi Unit Desa (KUD)</imputation>
  <security>a. Koperasi Unit Desa (KUD)</security>
  <embargo>a. Koperasi Unit Desa (KUD)</embargo>
  <respUnit>a. Koperasi Unit Desa (KUD)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keberadaan koperasi : a. Koperasi Unit Desa (KUD)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Dalam UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian menyatakan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip;
1). keanggotaannya sukarela dan terbuka,
2). pengelolaannya dilakukan secara demokratis,
3). pembagian sisa hasil usahanya dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota,
4). pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, dan
5). kemandirian serta sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.
a). Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesanyang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.
b). Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra) adalah koperasi yang kegiatan utamanya menghasilkan barang jadi atau setengah jadi.
c). Koperasi Simpan Pinjam adalah suatu jenis koperasi dengan kegiatan utamanya menerima simpanan dari anggota dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya.
d). Koperasi Tahu Tempe adalah koperasi yang kegiatan utamanya melayani anggotanya dalam menyediakan bahan baku dan membantu dalam pembuatan tahu dan tempe.
e). Koperasi Pondok Pesantren adalah kopersi yang didirikan di lingkungan pondok pesantren yang kegiatan utamanya melayani para santri dan lingkungan pondok pesantren.
f). Koperasi Non KUD Lainnya meliputi:
1). Koperasi Pemasaran yaitu koperasi yang kegiatan usaha utamanya menyalurkan barang dari produsen, distributor atau pedagang lainnya kepada konsumen.
2). Koperasi Konsumen yaitu koperasi yang usaha utamanya menyediakan barang-barang dalam rangka melayani para anggotanya.
3). Koperasi Jasa-jasa yaitu koperasi yang kegiatan utamanya bergerak di bidang jasa-jasa.
Koperasi yang dcakup yaitu koperasi yang sudah berbadan hukum. Tidak termasuk kelompok simpan pinjam dalam arisan</txt>
</var>
<var ID="V383" name="b11br3b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="597" EndPos="597" width="1"/>
  <labl>b. Koperasi lndustri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra)</labl>
  <imputation>b. Koperasi lndustri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra)</imputation>
  <security>b. Koperasi lndustri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra)</security>
  <embargo>b. Koperasi lndustri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra)</embargo>
  <respUnit>b. Koperasi lndustri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keberadaan koperasi : b. Koperasi lndustri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Dalam UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian menyatakan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip;
1). keanggotaannya sukarela dan terbuka,
2). pengelolaannya dilakukan secara demokratis,
3). pembagian sisa hasil usahanya dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota,
4). pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, dan
5). kemandirian serta sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.
a). Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesanyang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.
b). Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra) adalah koperasi yang kegiatan utamanya menghasilkan barang jadi atau setengah jadi.
c). Koperasi Simpan Pinjam adalah suatu jenis koperasi dengan kegiatan utamanya menerima simpanan dari anggota dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya.
d). Koperasi Tahu Tempe adalah koperasi yang kegiatan utamanya melayani anggotanya dalam menyediakan bahan baku dan membantu dalam pembuatan tahu dan tempe.
e). Koperasi Pondok Pesantren adalah kopersi yang didirikan di lingkungan pondok pesantren yang kegiatan utamanya melayani para santri dan lingkungan pondok pesantren.
f). Koperasi Non KUD Lainnya meliputi:
1). Koperasi Pemasaran yaitu koperasi yang kegiatan usaha utamanya menyalurkan barang dari produsen, distributor atau pedagang lainnya kepada konsumen.
2). Koperasi Konsumen yaitu koperasi yang usaha utamanya menyediakan barang-barang dalam rangka melayani para anggotanya.
3). Koperasi Jasa-jasa yaitu koperasi yang kegiatan utamanya bergerak di bidang jasa-jasa.
Koperasi yang dcakup yaitu koperasi yang sudah berbadan hukum. Tidak termasuk kelompok simpan pinjam dalam arisan</txt>
</var>
<var ID="V384" name="b11br3c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="598" EndPos="598" width="1"/>
  <labl>c. Koperasi Simpan Pinjam</labl>
  <imputation>c. Koperasi Simpan Pinjam</imputation>
  <security>c. Koperasi Simpan Pinjam</security>
  <embargo>c. Koperasi Simpan Pinjam</embargo>
  <respUnit>c. Koperasi Simpan Pinjam</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keberadaan koperasi : c. Koperasi Simpan Pinjam</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Dalam UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian menyatakan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip;
1). keanggotaannya sukarela dan terbuka,
2). pengelolaannya dilakukan secara demokratis,
3). pembagian sisa hasil usahanya dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota,
4). pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, dan
5). kemandirian serta sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.
a). Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesanyang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.
b). Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra) adalah koperasi yang kegiatan utamanya menghasilkan barang jadi atau setengah jadi.
c). Koperasi Simpan Pinjam adalah suatu jenis koperasi dengan kegiatan utamanya menerima simpanan dari anggota dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya.
d). Koperasi Tahu Tempe adalah koperasi yang kegiatan utamanya melayani anggotanya dalam menyediakan bahan baku dan membantu dalam pembuatan tahu dan tempe.
e). Koperasi Pondok Pesantren adalah kopersi yang didirikan di lingkungan pondok pesantren yang kegiatan utamanya melayani para santri dan lingkungan pondok pesantren.
f). Koperasi Non KUD Lainnya meliputi:
1). Koperasi Pemasaran yaitu koperasi yang kegiatan usaha utamanya menyalurkan barang dari produsen, distributor atau pedagang lainnya kepada konsumen.
2). Koperasi Konsumen yaitu koperasi yang usaha utamanya menyediakan barang-barang dalam rangka melayani para anggotanya.
3). Koperasi Jasa-jasa yaitu koperasi yang kegiatan utamanya bergerak di bidang jasa-jasa.
Koperasi yang dcakup yaitu koperasi yang sudah berbadan hukum. Tidak termasuk kelompok simpan pinjam dalam arisan</txt>
</var>
<var ID="V385" name="b11br3d" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="599" EndPos="599" width="1"/>
  <labl>d. Koperasi Pondok Pesantren</labl>
  <imputation>d. Koperasi Pondok Pesantren</imputation>
  <security>d. Koperasi Pondok Pesantren</security>
  <embargo>d. Koperasi Pondok Pesantren</embargo>
  <respUnit>d. Koperasi Pondok Pesantren</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keberadaan koperasi : d. Koperasi Pondok Pesantren</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Dalam UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian menyatakan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip;
1). keanggotaannya sukarela dan terbuka,
2). pengelolaannya dilakukan secara demokratis,
3). pembagian sisa hasil usahanya dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota,
4). pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, dan
5). kemandirian serta sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.
a). Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesanyang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.
b). Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra) adalah koperasi yang kegiatan utamanya menghasilkan barang jadi atau setengah jadi.
c). Koperasi Simpan Pinjam adalah suatu jenis koperasi dengan kegiatan utamanya menerima simpanan dari anggota dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya.
d). Koperasi Tahu Tempe adalah koperasi yang kegiatan utamanya melayani anggotanya dalam menyediakan bahan baku dan membantu dalam pembuatan tahu dan tempe.
e). Koperasi Pondok Pesantren adalah kopersi yang didirikan di lingkungan pondok pesantren yang kegiatan utamanya melayani para santri dan lingkungan pondok pesantren.
f). Koperasi Non KUD Lainnya meliputi:
1). Koperasi Pemasaran yaitu koperasi yang kegiatan usaha utamanya menyalurkan barang dari produsen, distributor atau pedagang lainnya kepada konsumen.
2). Koperasi Konsumen yaitu koperasi yang usaha utamanya menyediakan barang-barang dalam rangka melayani para anggotanya.
3). Koperasi Jasa-jasa yaitu koperasi yang kegiatan utamanya bergerak di bidang jasa-jasa.
Koperasi yang dcakup yaitu koperasi yang sudah berbadan hukum. Tidak termasuk kelompok simpan pinjam dalam arisan</txt>
</var>
<var ID="V386" name="b11br3e" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="600" EndPos="600" width="1"/>
  <labl>e. Koperasi Tahu Tempe</labl>
  <imputation>e. Koperasi Tahu Tempe</imputation>
  <security>e. Koperasi Tahu Tempe</security>
  <embargo>e. Koperasi Tahu Tempe</embargo>
  <respUnit>e. Koperasi Tahu Tempe</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keberadaan koperasi : e. Koperasi Tahu Tempe</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Dalam UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian menyatakan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip;
1). keanggotaannya sukarela dan terbuka,
2). pengelolaannya dilakukan secara demokratis,
3). pembagian sisa hasil usahanya dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota,
4). pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, dan
5). kemandirian serta sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.
a). Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesanyang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.
b). Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra) adalah koperasi yang kegiatan utamanya menghasilkan barang jadi atau setengah jadi.
c). Koperasi Simpan Pinjam adalah suatu jenis koperasi dengan kegiatan utamanya menerima simpanan dari anggota dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya.
d). Koperasi Tahu Tempe adalah koperasi yang kegiatan utamanya melayani anggotanya dalam menyediakan bahan baku dan membantu dalam pembuatan tahu dan tempe.
e). Koperasi Pondok Pesantren adalah kopersi yang didirikan di lingkungan pondok pesantren yang kegiatan utamanya melayani para santri dan lingkungan pondok pesantren.
f). Koperasi Non KUD Lainnya meliputi:
1). Koperasi Pemasaran yaitu koperasi yang kegiatan usaha utamanya menyalurkan barang dari produsen, distributor atau pedagang lainnya kepada konsumen.
2). Koperasi Konsumen yaitu koperasi yang usaha utamanya menyediakan barang-barang dalam rangka melayani para anggotanya.
3). Koperasi Jasa-jasa yaitu koperasi yang kegiatan utamanya bergerak di bidang jasa-jasa.
Koperasi yang dcakup yaitu koperasi yang sudah berbadan hukum. Tidak termasuk kelompok simpan pinjam dalam arisan</txt>
</var>
<var ID="V387" name="b11br3f" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="601" EndPos="601" width="1"/>
  <labl>f. Koperasi Non KUD lainnya</labl>
  <imputation>f. Koperasi Non KUD lainnya</imputation>
  <security>f. Koperasi Non KUD lainnya</security>
  <embargo>f. Koperasi Non KUD lainnya</embargo>
  <respUnit>f. Koperasi Non KUD lainnya</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keberadaan koperasi : f. Koperasi Non KUD lainnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Dalam UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian menyatakan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip;
1). keanggotaannya sukarela dan terbuka,
2). pengelolaannya dilakukan secara demokratis,
3). pembagian sisa hasil usahanya dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota,
4). pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, dan
5). kemandirian serta sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.
a). Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesanyang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.
b). Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kopinkra) adalah koperasi yang kegiatan utamanya menghasilkan barang jadi atau setengah jadi.
c). Koperasi Simpan Pinjam adalah suatu jenis koperasi dengan kegiatan utamanya menerima simpanan dari anggota dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya.
d). Koperasi Tahu Tempe adalah koperasi yang kegiatan utamanya melayani anggotanya dalam menyediakan bahan baku dan membantu dalam pembuatan tahu dan tempe.
e). Koperasi Pondok Pesantren adalah kopersi yang didirikan di lingkungan pondok pesantren yang kegiatan utamanya melayani para santri dan lingkungan pondok pesantren.
f). Koperasi Non KUD Lainnya meliputi:
1). Koperasi Pemasaran yaitu koperasi yang kegiatan usaha utamanya menyalurkan barang dari produsen, distributor atau pedagang lainnya kepada konsumen.
2). Koperasi Konsumen yaitu koperasi yang usaha utamanya menyediakan barang-barang dalam rangka melayani para anggotanya.
3). Koperasi Jasa-jasa yaitu koperasi yang kegiatan utamanya bergerak di bidang jasa-jasa.
Koperasi yang dcakup yaitu koperasi yang sudah berbadan hukum. Tidak termasuk kelompok simpan pinjam dalam arisan</txt>
</var>
<var ID="V388" name="b11cr1" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="602" EndPos="602" width="1"/>
  <labl>Keadaan ekonomi penduduk secara umum</labl>
  <imputation>Keadaan ekonomi penduduk secara umum</imputation>
  <security>Keadaan ekonomi penduduk secara umum</security>
  <embargo>Keadaan ekonomi penduduk secara umum</embargo>
  <respUnit>Keadaan ekonomi penduduk secara umum</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Keadaan ekonomi penduduk secara umum</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat kaya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kaya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Cukup</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Miskin</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Sangat miskin</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan secara umum berdasarkan pandangan subyektif aparat desa/kelurahan mengenai sosial ekonomi penduduk secara umum di daerahnya.</txt>
</var>
<var ID="V389" name="b11cr2a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="603" EndPos="603" width="1"/>
  <labl>Usaha bangkrut : a. Usaha kerajinan</labl>
  <imputation>Usaha bangkrut : a. Usaha kerajinan</imputation>
  <security>Usaha bangkrut : a. Usaha kerajinan</security>
  <embargo>Usaha bangkrut : a. Usaha kerajinan</embargo>
  <respUnit>Usaha bangkrut : a. Usaha kerajinan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Unit usaha yang ada di desa yang bangkrut/gulung tikar : a. Usaha kerajinan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Unit Usaha yang ada di desa yang bangrut/gulung tikar adalah usaha rumah tangga yang berhenti karena kekurangan modal yang disebabkan oleh krisis ekonomi.</txt>
</var>
<var ID="V390" name="b11cr2b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="604" EndPos="604" width="1"/>
  <labl>Usaha bangkrut : b. Usaha peternakan/unggas</labl>
  <imputation>Usaha bangkrut : b. Usaha peternakan/unggas</imputation>
  <security>Usaha bangkrut : b. Usaha peternakan/unggas</security>
  <embargo>Usaha bangkrut : b. Usaha peternakan/unggas</embargo>
  <respUnit>Usaha bangkrut : b. Usaha peternakan/unggas</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Unit usaha yang ada di desa yang bangkrut/gulung tikar : b. Usaha peternakan/unggas</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Unit Usaha yang ada di desa yang bangrut/gulung tikar adalah usaha rumah tangga yang berhenti karena kekurangan modal yang disebabkan oleh krisis ekonomi.</txt>
</var>
<var ID="V391" name="b11cr3a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="605" EndPos="605" width="1"/>
  <labl>Produksi pertanian : a. Beras</labl>
  <imputation>Produksi pertanian : a. Beras</imputation>
  <security>Produksi pertanian : a. Beras</security>
  <embargo>Produksi pertanian : a. Beras</embargo>
  <respUnit>Produksi pertanian : a. Beras</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Produksi pertanian : a. Beras</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Tersedia lebih</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Cukup</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Kurang</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Produksi pertanian adalah barang yang dihasilkan dari pertanian baik yang ditanam di desa ataupun di luar desa.
Tersedia lebih adalah apabila barang tersebut lebih dari cukup untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.
Cukup adalah apabila barang tersebut cukup untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.
Kurang adalah apabila barang tersebut kurang untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.</txt>
</var>
<var ID="V392" name="b11cr3b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="606" EndPos="606" width="1"/>
  <labl>Produksi pertanian : b. Jagung</labl>
  <imputation>Produksi pertanian : b. Jagung</imputation>
  <security>Produksi pertanian : b. Jagung</security>
  <embargo>Produksi pertanian : b. Jagung</embargo>
  <respUnit>Produksi pertanian : b. Jagung</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Produksi pertanian : b. Jagung</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Tersedia lebih</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Cukup</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Kurang</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Produksi pertanian adalah barang yang dihasilkan dari pertanian baik yang ditanam di desa ataupun di luar desa.
Tersedia lebih adalah apabila barang tersebut lebih dari cukup untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.
Cukup adalah apabila barang tersebut cukup untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.
Kurang adalah apabila barang tersebut kurang untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.</txt>
</var>
<var ID="V393" name="b11cr3c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="607" EndPos="607" width="1"/>
  <labl>Produksi pertanian : c. Ketela pohon/ketela rambat/gaplek</labl>
  <imputation>Produksi pertanian : c. Ketela pohon/ketela rambat/gaplek</imputation>
  <security>Produksi pertanian : c. Ketela pohon/ketela rambat/gaplek</security>
  <embargo>Produksi pertanian : c. Ketela pohon/ketela rambat/gaplek</embargo>
  <respUnit>Produksi pertanian : c. Ketela pohon/ketela rambat/gaplek</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Produksi pertanian : c. Ketela pohon/ketela rambat/gaplek</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Tersedia lebih</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Cukup</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Kurang</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Produksi pertanian adalah barang yang dihasilkan dari pertanian baik yang ditanam di desa ataupun di luar desa.
Tersedia lebih adalah apabila barang tersebut lebih dari cukup untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.
Cukup adalah apabila barang tersebut cukup untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.
Kurang adalah apabila barang tersebut kurang untuk masyarakat desa yang membutuhkannya sampai tiba musim panen yang akan datang.</txt>
</var>
<var ID="V394" name="b11cr4a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="608" EndPos="608" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : a. Beras</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : a. Beras</imputation>
  <security>Sembako di pasar : a. Beras</security>
  <embargo>Sembako di pasar : a. Beras</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : a. Beras</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung : a. Beras</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68779</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V395" name="b11cr4b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="609" EndPos="609" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : b. Gula pasir</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : b. Gula pasir</imputation>
  <security>Sembako di pasar : b. Gula pasir</security>
  <embargo>Sembako di pasar : b. Gula pasir</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : b. Gula pasir</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung : b. Gula pasir</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V396" name="b11cr4c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="610" EndPos="610" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : c. Minyak goreng</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : c. Minyak goreng</imputation>
  <security>Sembako di pasar : c. Minyak goreng</security>
  <embargo>Sembako di pasar : c. Minyak goreng</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : c. Minyak goreng</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung : c. Minyak goreng</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V397" name="b11cr4d" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="611" EndPos="611" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : d. Minyak tanah</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : d. Minyak tanah</imputation>
  <security>Sembako di pasar : d. Minyak tanah</security>
  <embargo>Sembako di pasar : d. Minyak tanah</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : d. Minyak tanah</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V398" name="b11cr4e" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="612" EndPos="612" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : e. Susu</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : e. Susu</imputation>
  <security>Sembako di pasar : e. Susu</security>
  <embargo>Sembako di pasar : e. Susu</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : e. Susu</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V399" name="b11cr4f" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="613" EndPos="613" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : f. Telur</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : f. Telur</imputation>
  <security>Sembako di pasar : f. Telur</security>
  <embargo>Sembako di pasar : f. Telur</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : f. Telur</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V595" name="b11cr4g" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="614" EndPos="614" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : g. Daging</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : g. Daging</imputation>
  <security>Sembako di pasar : g. Daging</security>
  <embargo>Sembako di pasar : g. Daging</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : g. Daging</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">4</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V401" name="b11cr4h" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="615" EndPos="615" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : h. Jagung</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : h. Jagung</imputation>
  <security>Sembako di pasar : h. Jagung</security>
  <embargo>Sembako di pasar : h. Jagung</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : h. Jagung</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V402" name="b11cr4i" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="616" EndPos="616" width="1"/>
  <labl>Sembako di pasar : i. Garam beryodium</labl>
  <imputation>Sembako di pasar : i. Garam beryodium</imputation>
  <security>Sembako di pasar : i. Garam beryodium</security>
  <embargo>Sembako di pasar : i. Garam beryodium</embargo>
  <respUnit>Sembako di pasar : i. Garam beryodium</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Ketersediaan sembako di pasar/warung :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Selalu ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Kadang-kadang tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sering tidak ada</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak ada</labl>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Rincian ini menanyakan ketersediaan bahan makanan pokok di pasar terdekat selama setahun terkahir. Sembako yang dimaksud disini terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, minyak tanah, susu, telur, daging, jagung dan garam yodium.
Selalu ada adalah apabila jenis sembako tersebut selalu ada di pasar/warung.
Kadang-kadang tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut pernah tidak ada di pasar/warung.
Sering tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut sering tidak ada di pasar/warung.
Tidak ada adalah apabila salah satu atau lebih dari jenis sembako tersebut selalu tidak ada di pasar/warung.</txt>
</var>
<var ID="V403" name="b11cr5a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="617" EndPos="617" width="1"/>
  <labl>a. Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi (PDKME)</labl>
  <imputation>a. Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi (PDKME)</imputation>
  <security>a. Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi (PDKME)</security>
  <embargo>a. Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi (PDKME)</embargo>
  <respUnit>a. Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi (PDKME)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi : a. Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi (PDKME)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Program PDKME adalah suatu program penanggulangan akibat krisis moneter dan ekonomi yang ditujukan khususnya masyarakat yang secara langsung menderita. PDKME ini terdiri dari beberapa program seperti bantuan kebutuhan pokok pangan (sembako), pendidikan, kesehatan, dan padat karya. Dalam bantuan kebutuhan pokok berupa penjualan sembako terutama beras dengan harga murah, bidang pendidikan berupa dana bantuan operasional (DBO) untuk sekolah, beasiswa untuk siswa SD/MI, SLTP/MTs, SM/MA bagi rumahtangga tidak mampu/miskin sedangkan bidang kesehatan berupa dana sehat bagi rumahtangga tidak mampu/miskin dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak berusia di bawah dua tahun, ibu hamil, dan wanita yang sedang nifas. Pada rincian ini hanya ditanyaan program PMT dan proyek padat karya.
Program Makanan Tambahan (PMT) Bawah Dua Tahun (Baduta) adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada anak di bawah dua tahun PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Program Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada ibu yang sedang hamil. PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Proyek Padat Karya yaitu proyek yang dalam pengerjaannya melibatkan banyak tenaga kerja.
Maksud dari pertanyaan ini adalah ingin mengetahui jenis kegiatan/pekerjaan yang cocok dilakukan di desa/kelurahan untuk membantu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan/kehilangan pekerjaan.</txt>
</var>
<var ID="V404" name="b11cr5b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="618" EndPos="618" width="1"/>
  <labl>b. PMT bawah dua tahun (baduta)</labl>
  <imputation>b. PMT bawah dua tahun (baduta)</imputation>
  <security>b. PMT bawah dua tahun (baduta)</security>
  <embargo>b. PMT bawah dua tahun (baduta)</embargo>
  <respUnit>b. PMT bawah dua tahun (baduta)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi : b. PMT bawah dua tahun (baduta)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Program PDKME adalah suatu program penanggulangan akibat krisis moneter dan ekonomi yang ditujukan khususnya masyarakat yang secara langsung menderita. PDKME ini terdiri dari beberapa program seperti bantuan kebutuhan pokok pangan (sembako), pendidikan, kesehatan, dan padat karya. Dalam bantuan kebutuhan pokok berupa penjualan sembako terutama beras dengan harga murah, bidang pendidikan berupa dana bantuan operasional (DBO) untuk sekolah, beasiswa untuk siswa SD/MI, SLTP/MTs, SM/MA bagi rumahtangga tidak mampu/miskin sedangkan bidang kesehatan berupa dana sehat bagi rumahtangga tidak mampu/miskin dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak berusia di bawah dua tahun, ibu hamil, dan wanita yang sedang nifas. Pada rincian ini hanya ditanyaan program PMT dan proyek padat karya.
Program Makanan Tambahan (PMT) Bawah Dua Tahun (Baduta) adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada anak di bawah dua tahun PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Program Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada ibu yang sedang hamil. PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Proyek Padat Karya yaitu proyek yang dalam pengerjaannya melibatkan banyak tenaga kerja.
Maksud dari pertanyaan ini adalah ingin mengetahui jenis kegiatan/pekerjaan yang cocok dilakukan di desa/kelurahan untuk membantu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan/kehilangan pekerjaan.</txt>
</var>
<var ID="V405" name="b11cr5c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="619" EndPos="619" width="1"/>
  <labl>c. PMT ibu hamil</labl>
  <imputation>c. PMT ibu hamil</imputation>
  <security>c. PMT ibu hamil</security>
  <embargo>c. PMT ibu hamil</embargo>
  <respUnit>c. PMT ibu hamil</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi : c. PMT ibu hamil</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Program PDKME adalah suatu program penanggulangan akibat krisis moneter dan ekonomi yang ditujukan khususnya masyarakat yang secara langsung menderita. PDKME ini terdiri dari beberapa program seperti bantuan kebutuhan pokok pangan (sembako), pendidikan, kesehatan, dan padat karya. Dalam bantuan kebutuhan pokok berupa penjualan sembako terutama beras dengan harga murah, bidang pendidikan berupa dana bantuan operasional (DBO) untuk sekolah, beasiswa untuk siswa SD/MI, SLTP/MTs, SM/MA bagi rumahtangga tidak mampu/miskin sedangkan bidang kesehatan berupa dana sehat bagi rumahtangga tidak mampu/miskin dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak berusia di bawah dua tahun, ibu hamil, dan wanita yang sedang nifas. Pada rincian ini hanya ditanyaan program PMT dan proyek padat karya.
Program Makanan Tambahan (PMT) Bawah Dua Tahun (Baduta) adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada anak di bawah dua tahun PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Program Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada ibu yang sedang hamil. PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Proyek Padat Karya yaitu proyek yang dalam pengerjaannya melibatkan banyak tenaga kerja.
Maksud dari pertanyaan ini adalah ingin mengetahui jenis kegiatan/pekerjaan yang cocok dilakukan di desa/kelurahan untuk membantu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan/kehilangan pekerjaan.</txt>
</var>
<var ID="V406" name="b11cr5d1" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="620" EndPos="620" width="1"/>
  <labl>d1. Membersihkan saluran air</labl>
  <imputation>d1. Membersihkan saluran air</imputation>
  <security>d1. Membersihkan saluran air</security>
  <embargo>d1. Membersihkan saluran air</embargo>
  <respUnit>d1. Membersihkan saluran air</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi : d. Proyek padat karya Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) selama setahun yl : 1. Membersihkan saluran air</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Program PDKME adalah suatu program penanggulangan akibat krisis moneter dan ekonomi yang ditujukan khususnya masyarakat yang secara langsung menderita. PDKME ini terdiri dari beberapa program seperti bantuan kebutuhan pokok pangan (sembako), pendidikan, kesehatan, dan padat karya. Dalam bantuan kebutuhan pokok berupa penjualan sembako terutama beras dengan harga murah, bidang pendidikan berupa dana bantuan operasional (DBO) untuk sekolah, beasiswa untuk siswa SD/MI, SLTP/MTs, SM/MA bagi rumahtangga tidak mampu/miskin sedangkan bidang kesehatan berupa dana sehat bagi rumahtangga tidak mampu/miskin dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak berusia di bawah dua tahun, ibu hamil, dan wanita yang sedang nifas. Pada rincian ini hanya ditanyaan program PMT dan proyek padat karya.
Program Makanan Tambahan (PMT) Bawah Dua Tahun (Baduta) adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada anak di bawah dua tahun PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Program Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada ibu yang sedang hamil. PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Proyek Padat Karya yaitu proyek yang dalam pengerjaannya melibatkan banyak tenaga kerja.
Maksud dari pertanyaan ini adalah ingin mengetahui jenis kegiatan/pekerjaan yang cocok dilakukan di desa/kelurahan untuk membantu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan/kehilangan pekerjaan.</txt>
</var>
<var ID="V407" name="b11cr5d2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="621" EndPos="621" width="1"/>
  <labl>d2. Reboisasi/penghijauan</labl>
  <imputation>d2. Reboisasi/penghijauan</imputation>
  <security>d2. Reboisasi/penghijauan</security>
  <embargo>d2. Reboisasi/penghijauan</embargo>
  <respUnit>d2. Reboisasi/penghijauan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi : d. Proyek padat karya Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) selama setahun yl : 2. Reboisasi/penghijauan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Program PDKME adalah suatu program penanggulangan akibat krisis moneter dan ekonomi yang ditujukan khususnya masyarakat yang secara langsung menderita. PDKME ini terdiri dari beberapa program seperti bantuan kebutuhan pokok pangan (sembako), pendidikan, kesehatan, dan padat karya. Dalam bantuan kebutuhan pokok berupa penjualan sembako terutama beras dengan harga murah, bidang pendidikan berupa dana bantuan operasional (DBO) untuk sekolah, beasiswa untuk siswa SD/MI, SLTP/MTs, SM/MA bagi rumahtangga tidak mampu/miskin sedangkan bidang kesehatan berupa dana sehat bagi rumahtangga tidak mampu/miskin dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak berusia di bawah dua tahun, ibu hamil, dan wanita yang sedang nifas. Pada rincian ini hanya ditanyaan program PMT dan proyek padat karya.
Program Makanan Tambahan (PMT) Bawah Dua Tahun (Baduta) adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada anak di bawah dua tahun PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Program Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada ibu yang sedang hamil. PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Proyek Padat Karya yaitu proyek yang dalam pengerjaannya melibatkan banyak tenaga kerja.
Maksud dari pertanyaan ini adalah ingin mengetahui jenis kegiatan/pekerjaan yang cocok dilakukan di desa/kelurahan untuk membantu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan/kehilangan pekerjaan.</txt>
</var>
<var ID="V408" name="b11cr5d3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="622" EndPos="622" width="1"/>
  <labl>d3. Pembuatan jalan dan jembatan</labl>
  <imputation>d3. Pembuatan jalan dan jembatan</imputation>
  <security>d3. Pembuatan jalan dan jembatan</security>
  <embargo>d3. Pembuatan jalan dan jembatan</embargo>
  <respUnit>d3. Pembuatan jalan dan jembatan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi : d. Proyek padat karya Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) selama setahun yl : 3. Pembuatan jalan dan jembatan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Program PDKME adalah suatu program penanggulangan akibat krisis moneter dan ekonomi yang ditujukan khususnya masyarakat yang secara langsung menderita. PDKME ini terdiri dari beberapa program seperti bantuan kebutuhan pokok pangan (sembako), pendidikan, kesehatan, dan padat karya. Dalam bantuan kebutuhan pokok berupa penjualan sembako terutama beras dengan harga murah, bidang pendidikan berupa dana bantuan operasional (DBO) untuk sekolah, beasiswa untuk siswa SD/MI, SLTP/MTs, SM/MA bagi rumahtangga tidak mampu/miskin sedangkan bidang kesehatan berupa dana sehat bagi rumahtangga tidak mampu/miskin dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak berusia di bawah dua tahun, ibu hamil, dan wanita yang sedang nifas. Pada rincian ini hanya ditanyaan program PMT dan proyek padat karya.
Program Makanan Tambahan (PMT) Bawah Dua Tahun (Baduta) adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada anak di bawah dua tahun PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Program Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada ibu yang sedang hamil. PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Proyek Padat Karya yaitu proyek yang dalam pengerjaannya melibatkan banyak tenaga kerja.
Maksud dari pertanyaan ini adalah ingin mengetahui jenis kegiatan/pekerjaan yang cocok dilakukan di desa/kelurahan untuk membantu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan/kehilangan pekerjaan.</txt>
</var>
<var ID="V409" name="b11cr5d4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="623" EndPos="623" width="1"/>
  <labl>d4. Lainnya</labl>
  <imputation>d4. Lainnya</imputation>
  <security>d4. Lainnya</security>
  <embargo>d4. Lainnya</embargo>
  <respUnit>d4. Lainnya</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Program Penanggulangan Dampak Krisis Moneter dan Ekonomi : d. Proyek padat karya Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) selama setahun yl : 4. Lainnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Blok ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas perekonomian di desa ini.</notes>
  <txt>Program PDKME adalah suatu program penanggulangan akibat krisis moneter dan ekonomi yang ditujukan khususnya masyarakat yang secara langsung menderita. PDKME ini terdiri dari beberapa program seperti bantuan kebutuhan pokok pangan (sembako), pendidikan, kesehatan, dan padat karya. Dalam bantuan kebutuhan pokok berupa penjualan sembako terutama beras dengan harga murah, bidang pendidikan berupa dana bantuan operasional (DBO) untuk sekolah, beasiswa untuk siswa SD/MI, SLTP/MTs, SM/MA bagi rumahtangga tidak mampu/miskin sedangkan bidang kesehatan berupa dana sehat bagi rumahtangga tidak mampu/miskin dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak berusia di bawah dua tahun, ibu hamil, dan wanita yang sedang nifas. Pada rincian ini hanya ditanyaan program PMT dan proyek padat karya.
Program Makanan Tambahan (PMT) Bawah Dua Tahun (Baduta) adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada anak di bawah dua tahun PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Program Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil adalah program yang ditujukan untuk memberi makanan tambahan kepada ibu yang sedang hamil. PMT ini biasanya berupa bubur kacang hijau dan diadakan pada waktu pelaksanaan Posyandu.
Proyek Padat Karya yaitu proyek yang dalam pengerjaannya melibatkan banyak tenaga kerja.
Maksud dari pertanyaan ini adalah ingin mengetahui jenis kegiatan/pekerjaan yang cocok dilakukan di desa/kelurahan untuk membantu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan/kehilangan pekerjaan.</txt>
</var>
<var ID="V410" name="b12r1a2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="624" EndPos="624" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : a. Pencurian</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : a. Pencurian</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : a. Pencurian</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : a. Pencurian</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : a. Pencurian</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Apakah ada kasus : a. Pencurian</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V411" name="b12r1a3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="625" EndPos="625" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : a. Pencurian</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : a. Pencurian</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : a. Pencurian</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : a. Pencurian</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : a. Pencurian</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : a. Pencurian</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V412" name="b12r1b2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="626" EndPos="626" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : b. Perampokan</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : b. Perampokan</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : b. Perampokan</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : b. Perampokan</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : b. Perampokan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Apakah ada kasus : b. Perampokan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V413" name="b12r1b3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="627" EndPos="627" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : b. Perampokan</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : b. Perampokan</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : b. Perampokan</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : b. Perampokan</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : b. Perampokan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : b. Perampokan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V414" name="b12r1c2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="628" EndPos="628" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : c. Penjarahan</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : c. Penjarahan</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : c. Penjarahan</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : c. Penjarahan</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : c. Penjarahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Apakah ada kasus : c. Penjarahan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V415" name="b12r1c3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="629" EndPos="629" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : c. Penjarahan</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : c. Penjarahan</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : c. Penjarahan</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : c. Penjarahan</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : c. Penjarahan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : c. Penjarahan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V416" name="b12r1d2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="630" EndPos="630" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : d. Pembunuhan</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : d. Pembunuhan</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : d. Pembunuhan</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : d. Pembunuhan</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : d. Pembunuhan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Apakah ada kasus : d. Pembunuhan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V596" name="b12r1d3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="631" EndPos="631" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : d. Pembunuhan</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : d. Pembunuhan</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : d. Pembunuhan</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : d. Pembunuhan</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : d. Pembunuhan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : d. Pembunuhan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">3</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V418" name="b12r1e2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="632" EndPos="632" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : e. Penganiayaan</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : e. Penganiayaan</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : e. Penganiayaan</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : e. Penganiayaan</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : e. Penganiayaan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V419" name="b12r1e3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="633" EndPos="633" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : e. Penganiayaan</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : e. Penganiayaan</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : e. Penganiayaan</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : e. Penganiayaan</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : e. Penganiayaan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir :</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V420" name="b12r1f2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="634" EndPos="634" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : f. Perkelahian masal</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : f. Perkelahian masal</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : f. Perkelahian masal</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : f. Perkelahian masal</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : f. Perkelahian masal</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Apakah ada kasus : f. Perkelahian masal</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V421" name="b12r1f3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="635" EndPos="635" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : f. Perkelahian masal</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : f. Perkelahian masal</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : f. Perkelahian masal</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : f. Perkelahian masal</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : f. Perkelahian masal</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : f. Perkelahian masal</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V422" name="b12r1g2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="636" EndPos="636" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : g. Pembakaran</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : g. Pembakaran</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : g. Pembakaran</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : g. Pembakaran</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : g. Pembakaran</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Apakah ada kasus : g. Pembakaran</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V423" name="b12r1g3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="637" EndPos="637" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : g. Pembakaran</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : g. Pembakaran</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : g. Pembakaran</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : g. Pembakaran</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : g. Pembakaran</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : g. Pembakaran</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V424" name="b12r1h2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="638" EndPos="638" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : h. Bunuh diri</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : h. Bunuh diri</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : h. Bunuh diri</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : h. Bunuh diri</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : h. Bunuh diri</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Apakah ada kasus : h. Bunuh diri</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68780</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V425" name="b12r1h3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="639" EndPos="639" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : h. Bunuh diri</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : h. Bunuh diri</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : h. Bunuh diri</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : h. Bunuh diri</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : h. Bunuh diri</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : h. Bunuh diri</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V426" name="b12r1i2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="640" EndPos="640" width="1"/>
  <labl>Apakah ada kasus : i. Lainnya (sebutkan)</labl>
  <imputation>Apakah ada kasus : i. Lainnya (sebutkan)</imputation>
  <security>Apakah ada kasus : i. Lainnya (sebutkan)</security>
  <embargo>Apakah ada kasus : i. Lainnya (sebutkan)</embargo>
  <respUnit>Apakah ada kasus : i. Lainnya (sebutkan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Apakah ada kasus : i. Lainnya (sebutkan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68779</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V427" name="b12r1i3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="641" EndPos="641" width="1"/>
  <labl>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : i. Lainnya (sebutkan)</labl>
  <imputation>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : i. Lainnya (sebutkan)</imputation>
  <security>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : i. Lainnya (sebutkan)</security>
  <embargo>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : i. Lainnya (sebutkan)</embargo>
  <respUnit>Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : i. Lainnya (sebutkan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kejahatan yang terjadi setahun terakhir : Tren kejahatan setahun terakhir dibandingkan setahun yang lalu : i. Lainnya (sebutkan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>*</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Menurun</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Sama saja</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Meningkat</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>a. Pencurian dibagi dua yaitu pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan
1). Pencurian biasa adalah pengambilan barang dan atau uang milik orang tanpa sepengetahuan dan seizin yang empunya dengan melawan hukum
2). Pencurian dengan pemberatan adalah perbuatan mengambil barang atau ternak hewan bukan miliknya dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hak. Kejahatan ini meliputi;
* Pencurian semua jenis binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing), binatang yang berkuku satu (kuda, kedelai) dan babi;
* Pencurian yang dilakukan pada malam hari (antara matahari terbenam sampai matahari terbit) dalam sebuah rumah atau di sekitar pekarangannya;
* Pencurian oleh dua orang atau lebih bersama-sama;
* Pencurian yang dilakukan oleh seorang dengan cara membongkar, memecah, memanjat, atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu, pakaian atau jabatan palsu agar dapat masuk ke dalam tempat tinggal korban. Juga termasuk dalam kategori ini adalah pencopetan yang dilakukan dengan merusak tas/kantong korban.
b). Perampokan atau Pencurian dengan kekerasan adalah pencurian barang atau ternak yang didahului, disertai, diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu, memudahkan/memberi kesempatan pelaku melarikan diri atau jika tertangkap basah (kepergok), supaya barang yang dicuri tetap ada di tangan pelaku.
c). Penjarahan adalah pencurian pada waktu terjadi kebakaran, banjir, gempa bumi, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang, termasuk penjarahan ketika terjadi huru-hara;
d). Pembunuhan adalah perbuatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dengan melawan hukum.
e). Penganiayaan adalah perbuatan dengan sengaja mengakibatkan rusaknya kesehatan orang lain, mulai dari yang tidak menimbulkan halangan bagi korban, luka/cacat, atau menjadi sakit sehingga tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara sempurna.
f). Perkelahian massal adalah perkelahian yang melibatkan banyak orang, seperti tawuran pelajar, dengan melawan hukum.
g). Pembakaran adalah perbuatan dengan sengaja membakar sesuatu, misalnya rumah, hutan, mobil dan kapal, yang dapat mendatangkan bahaya bagi barang, jiwa atau badan orang lain.
h). Bunuh diri adalah perbuatan dengan sengaja membunuh diri sendiri atau menghilangkan nyawa sendiri atas permintaan sendiri atau karena bujukan, rayuan, dan hasutan.
i). Lainnya yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak termasuk di atas.</txt>
</var>
<var ID="V428" name="b12r2a" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="642" EndPos="642" width="1"/>
  <labl>a. Membangun pos keamanan lingkungan</labl>
  <imputation>a. Membangun pos keamanan lingkungan</imputation>
  <security>a. Membangun pos keamanan lingkungan</security>
  <embargo>a. Membangun pos keamanan lingkungan</embargo>
  <respUnit>a. Membangun pos keamanan lingkungan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Upaya menjaga keamanan yang dilakukan warga : a. Membangun pos keamanan lingkungan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pertanyaan ini digunakan untuk melihat upaya-upaya yang dilakukan warga desa/kelurahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pos Keamanan Lingkungan adalah kegiatan ronda malam yang dilakukan oleh masyarakat/ warga setempat yang dikoordinir oleh aparat desa untuk keamanan semua penduduk.</txt>
</var>
<var ID="V429" name="b12r2b" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="643" EndPos="643" width="1"/>
  <labl>b. Membentuk regu penjaga keamanan lingkungan</labl>
  <imputation>b. Membentuk regu penjaga keamanan lingkungan</imputation>
  <security>b. Membentuk regu penjaga keamanan lingkungan</security>
  <embargo>b. Membentuk regu penjaga keamanan lingkungan</embargo>
  <respUnit>b. Membentuk regu penjaga keamanan lingkungan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Upaya menjaga keamanan yang dilakukan warga : b. Membentuk regu penjaga keamanan lingkungan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pertanyaan ini digunakan untuk melihat upaya-upaya yang dilakukan warga desa/kelurahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pos Keamanan Lingkungan adalah kegiatan ronda malam yang dilakukan oleh masyarakat/ warga setempat yang dikoordinir oleh aparat desa untuk keamanan semua penduduk.</txt>
</var>
<var ID="V430" name="b12r2c" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="644" EndPos="644" width="1"/>
  <labl>c. Menambah jumlah anggota hansip</labl>
  <imputation>c. Menambah jumlah anggota hansip</imputation>
  <security>c. Menambah jumlah anggota hansip</security>
  <embargo>c. Menambah jumlah anggota hansip</embargo>
  <respUnit>c. Menambah jumlah anggota hansip</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Upaya menjaga keamanan yang dilakukan warga : c. Menambah jumlah anggota hansip</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pertanyaan ini digunakan untuk melihat upaya-upaya yang dilakukan warga desa/kelurahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pos Keamanan Lingkungan adalah kegiatan ronda malam yang dilakukan oleh masyarakat/ warga setempat yang dikoordinir oleh aparat desa untuk keamanan semua penduduk.</txt>
</var>
<var ID="V597" name="b12r2d" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="645" EndPos="645" width="1"/>
  <labl>d. Memeriksa setiap orang asing yang masuk</labl>
  <imputation>d. Memeriksa setiap orang asing yang masuk</imputation>
  <security>d. Memeriksa setiap orang asing yang masuk</security>
  <embargo>d. Memeriksa setiap orang asing yang masuk</embargo>
  <respUnit>d. Memeriksa setiap orang asing yang masuk</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Upaya menjaga keamanan yang dilakukan warga : d. Memeriksa setiap orang asing yang masuk</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">7</sumStat>
  <sumStat type="max">8</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>8</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pertanyaan ini digunakan untuk melihat upaya-upaya yang dilakukan warga desa/kelurahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pos Keamanan Lingkungan adalah kegiatan ronda malam yang dilakukan oleh masyarakat/ warga setempat yang dikoordinir oleh aparat desa untuk keamanan semua penduduk.</txt>
</var>
<var ID="V432" name="b12r2e" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="646" EndPos="646" width="1"/>
  <labl>e. Lainnya</labl>
  <imputation>e. Lainnya</imputation>
  <security>e. Lainnya</security>
  <embargo>e. Lainnya</embargo>
  <respUnit>e. Lainnya</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Upaya menjaga keamanan yang dilakukan warga : e. Lainnya</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ya</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pertanyaan ini digunakan untuk melihat upaya-upaya yang dilakukan warga desa/kelurahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pos Keamanan Lingkungan adalah kegiatan ronda malam yang dilakukan oleh masyarakat/ warga setempat yang dikoordinir oleh aparat desa untuk keamanan semua penduduk.</txt>
</var>
<var ID="V433" name="b12r3a2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="647" EndPos="647" width="1"/>
  <labl>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : a. Pos hansip/kamling</labl>
  <imputation>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : a. Pos hansip/kamling</imputation>
  <security>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : a. Pos hansip/kamling</security>
  <embargo>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : a. Pos hansip/kamling</embargo>
  <respUnit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : a. Pos hansip/kamling</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : a. Pos hansip/kamling</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (1), maka pertanyaan dilanjutkan ke B.13</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V434" name="b12r3a3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="648" EndPos="663" width="16"/>
  <labl>Jarak terdekat (km) : a. Pos hansip/kamling</labl>
  <imputation>Jarak terdekat (km) : a. Pos hansip/kamling</imputation>
  <security>Jarak terdekat (km) : a. Pos hansip/kamling</security>
  <embargo>Jarak terdekat (km) : a. Pos hansip/kamling</embargo>
  <respUnit>Jarak terdekat (km) : a. Pos hansip/kamling</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada</preQTxt>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : Jarak terdekat : a. Pos hansip/kamling</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V435" name="b12r3a4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="664" EndPos="664" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : a. Pos hansip/kamling</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : a. Pos hansip/kamling</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : a. Pos hansip/kamling</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : a. Pos hansip/kamling</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : a. Pos hansip/kamling</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada</preQTxt>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : Kemudahan untuk mencapai : a. Pos hansip/kamling</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V598" name="b12r3b2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="665" EndPos="665" width="1"/>
  <labl>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : b. Pos polisi</labl>
  <imputation>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : b. Pos polisi</imputation>
  <security>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : b. Pos polisi</security>
  <embargo>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : b. Pos polisi</embargo>
  <respUnit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : b. Pos polisi</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : b. Pos polisi</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (1), maka pertanyaan dilanjutkan ke B.13</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">2</sumStat>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V437" name="b12r3b3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="666" EndPos="681" width="16"/>
  <labl>Jarak terdekat (km) : b. Pos polisi</labl>
  <imputation>Jarak terdekat (km) : b. Pos polisi</imputation>
  <security>Jarak terdekat (km) : b. Pos polisi</security>
  <embargo>Jarak terdekat (km) : b. Pos polisi</embargo>
  <respUnit>Jarak terdekat (km) : b. Pos polisi</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada</preQTxt>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : Jarak terdekat : b. Pos polisi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V438" name="b12r3b4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="682" EndPos="682" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : b. Pos polisi</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : b. Pos polisi</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : b. Pos polisi</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : b. Pos polisi</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : b. Pos polisi</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada</preQTxt>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : Kemudahan untuk mencapai : b. Pos polisi</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V439" name="b12r3c2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="683" EndPos="683" width="1"/>
  <labl>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : c. Polsek</labl>
  <imputation>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : c. Polsek</imputation>
  <security>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : c. Polsek</security>
  <embargo>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : c. Polsek</embargo>
  <respUnit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : c. Polsek</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : c. Polsek</qstnLit>
    <postQTxt>Jika jawabannya (1), maka pertanyaan dilanjutkan ke B.13</postQTxt>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>"</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Ada</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V440" name="b12r3c3" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="684" EndPos="699" width="16"/>
  <labl>Jarak terdekat (km) : c. Polsek</labl>
  <imputation>Jarak terdekat (km) : c. Polsek</imputation>
  <security>Jarak terdekat (km) : c. Polsek</security>
  <embargo>Jarak terdekat (km) : c. Polsek</embargo>
  <respUnit>Jarak terdekat (km) : c. Polsek</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada</preQTxt>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : Jarak terdekat : c. Polsek</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">99.8</sumStat>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V441" name="b12r3c4" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="700" EndPos="700" width="1"/>
  <labl>Kemudahan untuk mencapai : c. Polsek</labl>
  <imputation>Kemudahan untuk mencapai : c. Polsek</imputation>
  <security>Kemudahan untuk mencapai : c. Polsek</security>
  <embargo>Kemudahan untuk mencapai : c. Polsek</embargo>
  <respUnit>Kemudahan untuk mencapai : c. Polsek</respUnit>
  <qstn>
    <preQTxt>Jika tidak ada</preQTxt>
    <qstnLit>Sarana Keamanan lingkungan (kamling) : Kemudahan untuk mencapai : c. Polsek</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68782</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Sangat mudah</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Mudah</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>Sulit</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>Sangat sulit</labl>
  </catgry>
  <notes>Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan, dan sebaliknya.
Krisis moneter yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan pada masyarakat. Kesulitan memperoleh bahan pangan, kesulitan mencari pekerjaan dan berbagai kesulitan lain diduga dapat meningkatkan tindak kriminalitas pada masyarakat yang berarti pula menyebabkan turunnya derajat keamanan.
Blok ini dimaksudkan untuk digunakan mengumpulkan informasi kriminalitas pada level desa.
Ada tiga pertanyaan yang akan diajukan yaitu tingkat kejahatan setahun terakhir, perlu/tidaknya upaya peningkatan keamanan dan mutu pelayanan keamanan oleh aparat keamanan.</notes>
  <txt>Pos Polisi adalah tempat polisi menjaga kamtibmas wilayah sekitar, biasanya hanya beberapa personil.
Polsek adalah Kepolisian Sektor yang wilayahnya meliputi satu kecamatan.</txt>
</var>
<var ID="V442" name="b13r1" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="701" EndPos="702" width="2"/>
  <labl>Umur</labl>
  <imputation>Umur</imputation>
  <security>Umur</security>
  <embargo>Umur</embargo>
  <respUnit>Umur</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Umur</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">98</sumStat>
  <txt>Umur dihitung dalam tahun dengan pembulatan ke bawah atau umur pada waktu ulang tahun terakhir. Perhitungan tahun didasarkan pada kalender Masehi.
Contoh: Jika umur kepala desa/lurah 45 tahun 11 bulan, ditulis 45 tahun.</txt>
</var>
<var ID="V443" name="b13r2" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="703" EndPos="703" width="1"/>
  <labl>Jenis kelamin</labl>
  <imputation>Jenis kelamin</imputation>
  <security>Jenis kelamin</security>
  <embargo>Jenis kelamin</embargo>
  <respUnit>Jenis kelamin</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Jenis kelamin</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68781</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <catgry>
    <catValu>!</catValu>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Laki-laki</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Perempuan</labl>
  </catgry>
</var>
<var ID="V599" name="b13r3" files="F2" intrvl="discrete">
  <location StartPos="704" EndPos="704" width="1"/>
  <labl>Pendidikan tertinggi yang ditamatkan</labl>
  <imputation>Pendidikan tertinggi yang ditamatkan</imputation>
  <security>Pendidikan tertinggi yang ditamatkan</security>
  <embargo>Pendidikan tertinggi yang ditamatkan</embargo>
  <respUnit>Pendidikan tertinggi yang ditamatkan</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Pendidikan tertinggi yang ditamatkan</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min">1</sumStat>
  <sumStat type="max">7</sumStat>
  <catgry>
    <catValu>1</catValu>
    <labl>Tidak sekolah</labl>
    <catStat type="vald"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>2</catValu>
    <labl>Tidak tamat SD</labl>
    <catStat type="invd"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>3</catValu>
    <labl>SD dan sederajat</labl>
    <catStat type="min"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>4</catValu>
    <labl>SLTP dan sederajat</labl>
    <catStat type="max"/>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>5</catValu>
    <labl>SM dan sederajat</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>6</catValu>
    <labl>Akademi</labl>
  </catgry>
  <catgry>
    <catValu>7</catValu>
    <labl>Perguruan tinggi</labl>
  </catgry>
  <txt>Pendidikan tertinggi yang ditamatkan kepala desa/lurah adalah pendidikan yang oleh kepala desa/lurah telah diselesaikan pelajarannya pada kelas atau tingkat terakhir sehingga ia mendapat tanda tamat belajar/ijazah. Misalnya, kepala desa kuliah sampai tingkat 3 dari jenjang program S1, maka kode yang dilingkari adalah 5 (hanya tamat SMU).</txt>
</var>
<var ID="V445" name="b13r4" files="F2" intrvl="contin">
  <location StartPos="705" EndPos="706" width="2"/>
  <labl>Lamanya menjabat (sejak pengangkatan sampai pada saat pencacahan)</labl>
  <imputation>Lamanya menjabat (sejak pengangkatan sampai pada saat pencacahan)</imputation>
  <security>Lamanya menjabat (sejak pengangkatan sampai pada saat pencacahan)</security>
  <embargo>Lamanya menjabat (sejak pengangkatan sampai pada saat pencacahan)</embargo>
  <respUnit>Lamanya menjabat (sejak pengangkatan sampai pada saat pencacahan)</respUnit>
  <qstn>
    <qstnLit>Lamanya menjabat (sejak pengangkatan sampai pada saat pencacahan)</qstnLit>
  </qstn>
  <sumStat type="vald">68783</sumStat>
  <sumStat type="invd"/>
  <sumStat type="min"/>
  <sumStat type="max">58</sumStat>
  <txt>Lamanya menjabat dalam tahun dengan pembulatan ke bawah. Apabila kepala desa sementara belum ada dan dijabat oleh aparat desa lainnya maka yang diisikan disini adalah masa menjabat pejabat pengganti kepala desa/kelurahan. Apabila kepala desa sementara belum ada, karena menunggu pemilihan/ penunjukan kepala desa/lurah, maka Blok XII Keterangan Kepala desa/lurah tetap harus ada isian dan isiannya adalah yang menjabat sementara (care taker). Perlu diperhatikan di sini bahwa masa jabatan hanya dihitung pada jabatan sebagai kepala desa ini (yang bersangkutan), tidak termasuk masa jabatan di desa/kelurahan lain.</txt>
</var>
</dataDscr></codeBook>
