{"type":"survey","doc_desc":{"title":"IDN_2011_SUSETI-ENDLINE1_v01-ID_M","idno":"DDI_IDN_2011_SUSETI-ENDLINE1_v02-ID_M","producers":[{"name":"Iis Surtina","abbreviation":"IS","affiliation":"PSF, The World Bank","role":""}],"prod_date":"2013-01-30","version_statement":{"version":"Version 02 (December 2013). Edited version based on Version 01 DDI (DDI_IDN_2011_SUSETI_ENDLINE1_v01_M_id) that was done by Iis Surtina (PSF, The World Bank)."}},"study_desc":{"title_statement":{"idno":"IDN_2011_SUSETI-ENDLINE1_v01-ID_M","title":"Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga 2011","sub_title":"Endline 1","alt_title":"SUSETI-ENDLINE1 2011","translated_title":"Household Socio-Economic Survey, Endline1 2011"},"authoring_entity":[{"name":"Survey Meter","affiliation":""}],"production_statement":{"funding_agencies":[{"name":"The World Bank","abbreviation":"WB","role":""}]},"series_statement":{"series_name":"Other Household Survey [hh\/oth]"},"version_statement":{"version":"v0.1 : Basic raw data"},"study_info":{"keywords":[{"keyword":"Rumah Tangga","uri":"","vocab":""},{"keyword":"Pendidikan","uri":"","vocab":""},{"keyword":"Pekerjaan","uri":"","vocab":""},{"keyword":"Konsumsi","uri":"","vocab":""},{"keyword":"Gangguan ekonomi","uri":"","vocab":""},{"keyword":"Program Keluarga Harapan (PKH)","uri":"","vocab":""},{"keyword":"Aset","uri":"","vocab":""},{"keyword":"Networking","uri":"","vocab":""}],"abstract":"Endline survey Trip 1 merupakan bagian dari tahap akhir dalam rangkaian kegiatan Studi \"Effective Targeting of Anti-Poverty Program II\".  Hal ini karena sebelumnya telah dilakukan kegiatan pilot\/ujicoba yang dilaksanakan di 12 kelurahan di Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar dan 10 desa di Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak; dan kegiatan baseline survey yang dilaksanakan di Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah.\nTujuan dari studi ini antara lain: \n1. untuk mempelajari rangkaian kemungkinan penggunaan kombinasi metode komunitas dan PMT serta mencari keuntungan dan efektivitas dari metode self targeting dimana komunitas dibiarkan menentukan target sendiri.  \n2. untuk mempelajari cara dalam merencanakan sebuah sistem pentargetan rumah tangga penerima manfaat yang lebih baik.  \nSehingga penemuan studi ini akan mengarahkan keputusan pemerintah untuk mengembangkan metode-metode baru untuk mengindentifikasi rumah tangga miskin yang memenuhi syarat untuk berbagai macam program bantuan.\nDari studi ini diharapkan akan diperolah suatu penemuan tentang cara terbaik dalam hal penentuan pentargetan rumah tangga penerima manfaat untuk setiap program yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.\n\nKegiatan endline survey ini antara lain bertujuan untuk mengetahui:\na. Proses sosialisasi tentang Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah studi.\nb. Keikutsertaan responden rumah tangga melakukan pendaftaran pada tempat yang telah ditentukan dan mengetahui semua permasalahannya.\nc. Tingkat kepuasan responden dengan program pentargetan dengan cara pendaftaran sendiri (self targeting).","coll_dates":[{"start":"2011-07-13","end":"2011-07-22","cycle":""}],"nation":[{"name":"Indonesia","abbreviation":"IDN"}],"geog_coverage":"Cakupan wilayah penelitian: 3 provinsi","analysis_unit":"Unit analisis: rumah tangga","universe":"Kepala Rumah Tangga, atau Pasangan Kepala Rumah Tangga, atau Anggota Rumah Tangga lain yang berumur 18 tahun atau lebih.","data_kind":"Sample survey data","notes":"RumahTangga: daftar rumah tangga, jenis kecacatan, pekerjaan, pendidikan, konsumsi\/pengeluaran, gangguan ekonomi, sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH), proses pendaftaran PKH,  tingkat kepuasan, akses ke kantor pemerintah, aset, karakteristik rumah tangga, hubungan rumah tangga dengan aparat di desa.","study_scope":"RumahTangga: daftar rumah tangga, jenis kecacatan, pekerjaan, pendidikan, konsumsi\/pengeluaran, gangguan ekonomi, sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH), proses pendaftaran PKH,  tingkat kepuasan, akses ke kantor pemerintah, aset, karakteristik rumah tangga, hubungan rumah tangga dengan aparat di desa."},"method":{"data_collection":{"data_collectors":[{"name":"SURVEY METER","abbreviation":"SM","affiliation":""}],"sampling_procedure":"Survey Endline ini hanya dilaksanakan pada wilayah dengan treatment Proxy Mean Test (PMT) dan Self Targeting (ST). Dimana pada setiap wilayah treatment di survey ini sudah ditetapkan rumah tangga dan jenis kelamin responden yang menjadi target utama untuk diwawancara. Rumah tangga yang diwawancara adalah 97 rumah tangga panel treatment PMT dan 193 rumah tangga panel treatment ST, sedangkan untuk target rumah tanga baru sebanyak 155 rumah tangga baru treatment PMT dan sebanyak 599 rumah tangga baru treatment ST. Secara keseluruhan, proporsi total jenis kelamin responden di rumah tangga target seimbang, masing-masing 522 laki-laki (50%) dan 522 perempuan (50%).\nUntuk mengantsipasi atas ketidakberhasilan dalam mewawancarai semua rumah tangga target tersebut, maka disiapkan sejumlah rumah tangga cadangan untuk rumah tangga panel dan rumah tangga yang ada di wilayah dengan treatment ST (Self Targeting). Sedangkan untuk rumah tangga yang ada di wilayah treatment PMT tidak ada rumah tangga cadangannya. Rumah tangga cadangan tersebut adalah 580 rumah tangga panel cadangan (alternatif) dan 410 rumah tangga cadangan di wilayah treatment ST. \n\nProsedur Penggantian Rumah Tangga \nJika selama dilakukan pengumpulan data ditemukan kasus adanya rumah tangga yang tidak dapat diwawancara dengan berbagai alasan misalnya karena menolak, tidak dapat dihubungi atau pindah maka rumah tangga tersebut perlu untuk dilakukan penggantian. Rumah tangga bisa langsung diganti dengan rumah tangga cadangan jika kasusnya karena rumah tangga target tersebut pindah atau rumah tangga yang bepergian dan sudah dipastikan kembalinya setelah Tim meninggalkan wilcah tersebut. \nJika rumah tangga tidak dapat dihubungi, maka penggantian dilakukan pada hari terakhir tim bekerja di wilcah tersebut.","coll_mode":"Face-to-face","research_instrument":"Kuesioner rumah tangga mengumpulkan informasi tentang jenis kecacatan anggota rumah tangga, pendidikan, pekerjaan, konsumsi, gangguan ekonomi, sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH), proses pendaftaran PKH, tingkat kepuasaan terhadap PKH, akses ke kantor desa dan kantor kecamatan, karakteristik rumah tangga, penguasaan bangunan tempat tinggal, sumber air minum, fasilitas jamban, sumber penerangan, sumber bahan bakar, networking (jaringan) rumah tangga dengan aparat di desa.","coll_situation":"Tahap-tahap kegiatan sebelum pelaksanaan pengumpulan data di wilayah pencacahan : \n1. Ujicoba (Pilot) kuesioner.  \nPilot ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kekonsistenan alur pertanyaan, untuk mengetahui apakah pertanyaan sudah bisa menangkap semua variasi jawaban dari responden, dan juga untuk mengetahui rata-rata (variasi) lama wawancara untuk setiap rumah tangga baru dan rumah tangga panel. Pilot ini dilaksanakan di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman Yogyakarta pada tanggal 7 Juli 2011.\n\n2. Training\na. Training of Trainer  \nTujuan dari training ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang survey ini sekaligus memberikan penyeragaman tentang konsep, substansi dan prosedur yang akan dilaksanakan pada survey ini. Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan transformasi pengetahuan dan kesamaan pola pikir baik secara konsep maupun teknis kepada petugas lapangan yang nantinya akan melakukan kegiatan pengumpulan data di lapangan. Training ini juga akan menjembatani kemungkinan adanya permasalahan, baik teknis maupun substansi berkaitan dengan materi kuesioner yang pada kegiatan sebelumnya belum atau tidak ditemukan.\nKegiatan training of trainer ini dilaksanakan selama 1 hari yaitu tanggal 9 Juli 2011. Pada training ini jumlah trainers sebanyak 5 orang, dan jumlah peserta training sebanyak 13 orang. Peserta training ini juga merupakan calon supervisor tim di lapangan.  \n\nb. Training Calon Enumerator\nTraining ini dilaksanakan setelah kegiatan training of trainer selesai. Training ini bertujuan menyeragamkan pemahaman akan konsep dan substansi kuesioner yang akan digunakan. Selain itu juga untuk menyeragamkan prosedur dan aturan survey, baik teknis maupun non-teknis lapangan. Training ini dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 10-11 Juli 2011. Jumlah peserta training sebanyak 52 orang.  Rincian komposisi peserta training yaitu :  5 orang trainers, 13 orang calon Supervisor, dan 39 orang calon pewawancara.","method_notes":"Beberapa kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan cleaning data:\nA. Pemeriksaan kelengkapan kuesioner dan data.\nSetelah kuesioner dientri di lapangan, maka data tersebut dan kuesioner harus di kirim sesegera mungkin ke Pusat Data Jogjakarta.  Setelah kuesioner di terima oleh Pusat Data Jogjakarta, maka dilakukan pemeriksaan dengan cara memeriksa kesesuaian antara  fisik kuesioner dengan daftar rumah tangga target yang harus diwawancara di SLS tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesesuaian antara kuesioner dengan data. \n\nB. Double Entri. \nKegiatan ini dilakukan dengan mengentri kembali semua kuesioner rumah tangga untuk semua variabel yang ada dikuesioner. \n\nC. Compare Data\nKegiatan ini dilakukan dengan membandingkan data setiap variabel, yaitu antara data hasil entry lapangan dengan data hasil dari double entry. Dalam kegiatan compare data ini, yang menjadi master data adalah data hasil entry lapangan."},"analysis_info":{"response_rate":"Pada endline survey ini target rumah tangga yang akan diwawancara sebanyak 1.044 rumah tangga dengan komposisi rumah tangga dengan responden laki-laki sebanyak 522 orang (50%) dan rumah tangga dengan target responden perempuan 522 orang atau 50%. Hasil survey endline ternyata hanya berhasil mewawancarai sebanyak 1.035 responden atau hanya sekitar 99,1% dengan komposisi rumah tangga dengan responden perempuan sebanyak 528 orang (51%) dan rumah tangga dengan responden laki-laki sebanyak 507 orang (49%).\nDari 1.035 rumah tangga yang berhasil di wawancara tersebut, ternyata ada 2 wilcah yang masing-masing kelebihan 1 rumah tangga, yaitu wilcah 028 (Id 028904) dan wilcah 380 (Id 380905). Sehingga secara keseluruhan kekurangan rumah tangga target yang tidak diwawancara pada endline survey ini sebenarnya sebdanyak 11 rumah tangga. \nPada survey endline ini rumah tangga yang berhasil diwawancara hanya sebanyak 1035 rumah tangga, dari yang berhasil diwawancara tersebut hanya 820 (79%) rumah tangga target yang berhasil diwawancara dan 215 (21%) rumah tangga merupakan rumah tangga pengganti\/cadangan."}},"data_access":{"dataset_use":{"cit_req":"Penggunaan data harus ditunjukkan dengan dimasukkannya kutipan yang mengandung sekurang-kurangnya:\n- Identifikasi peneliti utama (lembaga atau orang yang menyediakan data produksi)\n- Judul yang tepat dari survei (termasuk negara, tahun survei dan singkatan dari judul survei bila tersedia)\n- Jumlah referensi survei seperti yang ditunjukkan dalam katalog kami\n- Sumber dan tanggal file data download untuk data yang diperoleh secara online","disclaimer":"Pengguna data menyatakan bahwa produser data, distributor resmi dari data, dan lembaga donor yang relevan, tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan data, interpretasi, atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut."}}},"data_files":[{"file_id":"F1","file_name":"hh_cov","description":null,"case_count":"1091","var_count":"39","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F2","file_name":"hh_lk","description":null,"case_count":"1034","var_count":"6","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F3","file_name":"hh_ar1","description":null,"case_count":"4459","var_count":"21","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F4","file_name":"hh_ts","description":null,"case_count":"1490","var_count":"7","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F5","file_name":"hh_hr1","description":null,"case_count":"745","var_count":"2","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F6","file_name":"hh_hr2","description":null,"case_count":"5960","var_count":"4","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F7","file_name":"hh_kr1","description":null,"case_count":"745","var_count":"29","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F8","file_name":"hh_kr2","description":null,"case_count":"952","var_count":"9","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F9","file_name":"hh_cr1","description":null,"case_count":"745","var_count":"2","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F10","file_name":"hh_cr2","description":null,"case_count":"1430","var_count":"4","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F11","file_name":"hh_cr3","description":null,"case_count":"3725","var_count":"5","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F12","file_name":"hh_krt","description":null,"case_count":"745","var_count":"9","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F13","file_name":"hh_rp1","description":null,"case_count":"1034","var_count":"41","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F14","file_name":"hh_rp2","description":null,"case_count":"9306","var_count":"7","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F15","file_name":"hh_sc1","description":null,"case_count":"1034","var_count":"10","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F16","file_name":"hh_ap1","description":null,"case_count":"1034","var_count":"32","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F17","file_name":"hh_sf1","description":null,"case_count":"1034","var_count":"6","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F18","file_name":"hh_ad1","description":null,"case_count":"1034","var_count":"6","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null}],"variables":[{"vid":"V2","name":"ea","file_id":"F1","var_intrvl":"discrete","var_width":"3","labl":"Nomor Wilcah","var_qstn_qstnlit":"No. Wilcah","var_txt":"Nomor wilcah terdiri dari 3 digit (wilcah 001-600) yang secara baku sudah disediakan nomornya. \nPewawancara tinggal menyalin 3 digit tersebut yang menandakan nomor wilayah dari masing-masing Desa\/Wilcah.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V1","name":"hhid","file_id":"F1","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_qstn_qstnlit":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V3","name":"cov1","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Jenis kelamin Responden target","var_qstn_qstnlit":"Responden Target","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"Dalam SUSETI, akan ada pengkategorian untuk jenis kelamin Responden, dimana beberapa sampel terpilih ditentukan Respondennya adalah laki-laki dan sebagian lagi adalah perempuan untuk Rumah Tangga terpilih yang berbeda. \nDari Daftar sampel telah jelas pengkategorian Responden targetnya, sehingga Pewawancara tinggal menyalin dari daftar list yang telah tersedia.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Laki-laki","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Perempuan","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V4","name":"cov2_no","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nomor ID Responden","var_qstn_qstnlit":"Nama Responden Utama\/No.Urut ART","var_qstn_ivulnstr":"a. Nomor urut ART dapat diisi setelah seksi AR diisi.\n\nb. Jika Responden target tidak bisa diwawancarai karena sedang bebergian, sakit, dan sebagainya, maka penggantinya adalah ART yang berumur 18 tahun ke atas dan jenis kelaminnya sesuai dengan jenis kelamin yang sudah ditentukan di COV1. Jika ada lebih dari satu ART yang berumur 18 tahun keatas, pilih salah satu secara acak.\n\nc. Jika tidak ada ART yang berumur 18 tahun keatas dengan jenis kelamin yang sesuai dengan COV1, maka penggantinya adalah pasangannya. Jika tidak ada pasangannya dan tidak ada anggota lainnya yang berumur 18 tahun keatas, hubungi supervisor untuk meminta penggantian rumah tangga dari PIP Yogyakarta.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"9","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V5","name":"cov3","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"21","labl":"Status Responden Utama","var_qstn_qstnlit":"Responden Utama adalah:","var_qstn_ivulnstr":"Jika yang menjawab seksi ini adalah Responden target sesuai dengan yang telah ditentukan, maka lingkari kode 1. Sedangkan jika yang menjawab adalah bukan Responden target maka lingkari kode 3 dan catat alasan kenapa Responden utama itu bukan Responden target.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Responden target","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Bukan target, alasan ____","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V6","name":"cov4","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Status Responden","var_qstn_qstnlit":"Responden adalah:","var_qstn_ivulnstr":"Jika responden yang menjawab cover adalah bukan ART, maka catat nama responden di COV2, nomor urut ART adalah 96, dan di COV4 lingkari kode 5 kemudian catat hubungan responden dengan rumah tangga target.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"1. Kepala Rumah Tangga (KRT) adalah seseorang dari sekelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari rumah tangga tersebut atau orang yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala di dalam rumah tangga tersebut.\nKRT yang bekerja pulang secara berkala < 6 bulan sekali dicatat sebagai KRT.\n\n2. Anggota Rumah Tangga (ART) adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun sementara tidak ada.\nBeberapa ketentuan tentang ART:\na. ART yang telah bepergian 6 bulan atau lebih, dan ART yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah\/akan meninggalkan rumah 6 bulan atau lebih tidak dianggap sebagai ART.\n\nb. Tamu yang tinggal di rumah tangga 6 bulan atau lebih dan tamu yang tinggal kurang dari 6 bulan tetapi akan bertempat tinggal 6 bulan atau lebih dianggap sebagai ART.\n\nc. Seorang pembantu rumah tangga\/sopir yang tinggal di rumah majikannya dianggap sebagai ART majikannya. Sebaliknya jika pembantu rumah tangga\/sopir tersebut tidak tinggal di rumah majikannya, ia dianggap bukan ART majikannya tetapi ART dimana ia bertempat tinggal.\n\nd. Seorang KRT yang mempunyai tempat tinggal lebih dari satu, tetap dicatat di tempat tinggal istri\/suami dan anaknya.\n\ne. Seorang laki-laki yang memiliki lebih dari satu istri dan tinggal secara bergiliran di tempat istri-istrinya, dicatat sebagai ART di tempat paling lama dia tinggal.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Kepala Rumah Tangga","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Pasangan Kepala Rumah Tangga","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Anggota Rumah Tangga lain yang berumur 18 tahun atau lebih","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V7","name":"cov5","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"35","labl":"Kategori rumah tangga","var_qstn_qstnlit":"Kategori Rumah Tangga","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_txt":"Kategori Rumah Tangga yang dimaksud disini adalah apakah Rumah Tangga yang diwawancara merupakan Rumah Tangga Asli yang tersampel, atau Rumah Tangga Pengganti karena Rumah Tangga yang tersampel tidak bisa dwawacara disebabkan alasan-alasan tertentu.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Rumah Tangga Asli","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Rumah Tangga Pengganti dari IDRT ______","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V8","name":"cov5_hhid","file_id":"F1","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga asli","var_qstn_qstnlit":"Kategori Rumah Tangga","var_qstn_ivulnstr":"Tulis IDRT Rumah Tangga Asli jika yang diwawancara adalah Rumah Tangga Pengganti.","var_txt":"a. Jika rumah tangga panel pindah masih dalam desa yang sama, maka rumah tangga tersebut harus dilacak dan diwawancara. Sedangkan jika pindah ke luar desa, maka rumah tangga panel yang pindah tersebut tidak dilacak.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V9","name":"ivwr_cd","file_id":"F1","var_intrvl":"discrete","var_width":"4","labl":"Kode Enumerator","var_qstn_qstnlit":"Nama dan Kode Petugas: Enumerator","var_qstn_ivulnstr":"Sebelum mulai wawancara, Pewawancara menulis nama dan kode terlebih dahulu. \nPenulisan harus menggunakan huruf cetak atau huruf kapital.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V10","name":"edit_cd","file_id":"F1","var_intrvl":"discrete","var_width":"4","labl":"Kode Editor","var_qstn_qstnlit":"Nama dan Kode Petugas: Editor","var_qstn_ivulnstr":"Diisi oleh Editor","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V11","name":"sup_cd","file_id":"F1","var_intrvl":"discrete","var_width":"4","labl":"Kode Supervisor","var_qstn_qstnlit":"Nama dan Kode Petugas: Supervisor","var_qstn_ivulnstr":"Sebelum mulai wawancara, Pewawancara menulis nama dan kode terlebih dahulu. \nPenulisan harus menggunakan huruf cetak atau huruf kapital.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V12","name":"numvis","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Jumlah kunjungan","var_qstn_qstnlit":"Jumlah kunjungan","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"Jumlah kunjungan bertujuan untuk mengetahui kuantitas kunjungan dari pewawancara untuk setiap Rumah Tangga.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V13","name":"ivw_day_1","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Tanggal wawancara(1)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"14","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"14","type":"min"},{"value":"30","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V14","name":"ivw_day_2","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Tanggal wawancara(2)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"14","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"14","type":"min"},{"value":"21","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V15","name":"ivw_day_3","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Tanggal wawancara(3)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"17","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"17","type":"min"},{"value":"20","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V16","name":"ivw_mth_1","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Bulan wawancara(1)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"7","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"7","type":"min"},{"value":"7","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V17","name":"ivw_mth_2","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Bulan wawancara(2)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"7","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"7","type":"min"},{"value":"7","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V18","name":"ivw_mth_3","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Bulan wawancara(3)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"7","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"7","type":"min"},{"value":"7","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V19","name":"ivw_yr_1","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"15","labl":"Tahun wawancara(1)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"2011","max":"9999"}],"var_sumstat":[{"value":"2011","type":"min"},{"value":"2011","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V20","name":"ivw_yr_2","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"15","labl":"Tahun wawancara(2)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"2011","max":"9999"}],"var_sumstat":[{"value":"2011","type":"min"},{"value":"2011","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V21","name":"ivw_yr_3","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"15","labl":"Tahun wawancara(3)","var_qstn_qstnlit":"Tanggal","var_qstn_ivulnstr":"Untuk mengisi keterangan waktu kunjungan wawancara, isilah bagian tersebut untuk tiap-tiap kunjungan.\nUntuk setiap kunjungan tulis tanggal, jam mulai, dan jam berakhir suatu kunjungan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"2011","max":"9999"}],"var_sumstat":[{"value":"2011","type":"min"},{"value":"2011","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V22","name":"ivw_beghr_1","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Jam mulai wawancara (1)","var_qstn_qstnlit":"Jam mulai","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"6","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"6","type":"min"},{"value":"21","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V23","name":"ivw_beghr_2","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Jam mulai wawancara (2)","var_qstn_qstnlit":"Jam mulai","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"7","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"7","type":"min"},{"value":"19","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V24","name":"ivw_beghr_3","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Jam mulai wawancara (3)","var_qstn_qstnlit":"Jam mulai","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"8","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"8","type":"min"},{"value":"17","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V25","name":"ivw_begmnt_1","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Menit mulai wawancara (1)","var_qstn_qstnlit":"Jam mulai","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"59","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V26","name":"ivw_begmnt_2","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Menit mulai wawancara (2)","var_qstn_qstnlit":"Jam mulai","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"59","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V27","name":"ivw_begmnt_3","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Menit mulai wawancara (3)","var_qstn_qstnlit":"Jam mulai","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"5","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"5","type":"min"},{"value":"42","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V28","name":"ivw_endhr_1","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Jam selesai wawancara(1)","var_qstn_qstnlit":"Jam berakhir","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"6","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"6","type":"min"},{"value":"22","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V29","name":"ivw_endhr_2","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Jam selesai wawancara(2)","var_qstn_qstnlit":"Jam berakhir","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"7","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"7","type":"min"},{"value":"20","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V30","name":"ivw_endhr_3","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Jam selesai wawancara(3)","var_qstn_qstnlit":"Jam berakhir","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"9","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"9","type":"min"},{"value":"17","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V31","name":"ivw_endmnt_1","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Menit selesai wawancara(1)","var_qstn_qstnlit":"Jam berakhir","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"59","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V32","name":"ivw_endmnt_2","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Menit selesai wawancara(2)","var_qstn_qstnlit":"Jam berakhir","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"59","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V33","name":"ivw_endmnt_3","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Menit selesai wawancara(3)","var_qstn_qstnlit":"Jam berakhir","var_qstn_ivulnstr":"Dalam menuliskan jam mulai dan jam berakhir hendaklah dibedakan antara wawancara pada pukul 08.00 pagi hari dan 08.00 malam hari (harus ditulis jam 20.00).\nJika wawancara dilakukan di atas pukul 12.00 siang, tuliskan secara lengkap, misalnya 14.15.\nMulai wawancara pada kunjungan pertama, Pewawancara langsung isi jam mulai pada kolom wawancara I dan setelah wawancara berhenti, isi jam berakhir pada kolom yang sama.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"10","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"10","type":"min"},{"value":"16","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V34","name":"cov6","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"18","labl":"Hasil kunjungan","var_qstn_qstnlit":"Hasil kunjungan","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 1. Selesai, maka lanjutkan ke pertanyaan COV8","var_qstn_ivulnstr":"a. Hasil kunjungan wawancara diisi setelah wawancara satu rumah tangga selesai.\n\nb. Untuk semua kasus wawancara tidak selesai pada saat sebelum berlangsung wawancara, maka sampel rumah tangga harus diganti. Prosedur penggantian sampel rumah tangga harus berkonsultasi dengan PIP Yogjakarta.\nJika hasil wawancara selesai sebagian, maka sampel rumah tangga tidka perlu diganti","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Selesai","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Selesai sebagian","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak selesai","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V35","name":"cov7","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"41","labl":"Alasan wawancara selesai sebagian atau tidak selesai","var_qstn_qstnlit":"Alasan untuk jawaban \"2\" atau \"3\" pada COV6","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"5"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"5","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Responden sakit parah","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Responden menolak","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Responden tidak dirumah\/tidak ditemukan","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"4.Responden bergabung ke idrt lain","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Lainnya___________________","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V36","name":"cov8","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"41","labl":"Pemeriksaan Editor","var_qstn_qstnlit":"Pemeriksaan oleh Editor","var_qstn_ivulnstr":"Jika ada kesalahan yang ditemukan oleh Editor, maka Editor harus menyampaikan pada Pewawancara, dan Pewawancara harus melakukan perbaikan.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"4"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_txt":"Kolom pertanyaan \"Pemeriksaan oleh Editor\" bertujuan untuk mencatat  kegiatan Editor dalam mengedit dan mengentri kuesioner.\nKode 3. Edit manual tanpa Cafe, maksudnya adalah Pewawancara atau Supervisor melakukan editing karena alasan tertentu, misalnya tidak terjangkau listrik, ada masalah sewaktu mengentri.\nKode 4 yaitu data dientry tanpa dikoreksi, kasus ini diharapkan tidak terjadi pada survey ini, sebab hal ini akan berhubungan dengan kualitas data.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Data dientri tanpa kesalahan","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Data dientri dan dikoreksi","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Edit manual tanpa CAFE","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Data dientri tanpa dikoreksi","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V37","name":"cov9a","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Diobservasi  Supervisor","var_qstn_qstnlit":"Pemantauan oleh Supervisor: Diobservasi","var_qstn_ivulnstr":"a. Pemeriksaan dan pengamatan oleh Supervisor diisi oleh Supervisor dan atau Pewawancara setelah melakukan wawancara.\n\nb. Jika pada saat wawancara buku ini ada Supervisor yang mengobservasi, maka Supervisor melingkari kode 1.\nJika pada saat wawancara buku ini tidak ada Supervisor yang mengobservasi, maka Pewawancara melingkari kode 3.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V38","name":"cov9b","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Diperiksa Supervisor","var_qstn_qstnlit":"Pemantauan oleh Supervisor: Diperiksa","var_qstn_ivulnstr":"Jika Supervisor tidak memeriksa kuesioner, maka Pewawancara melingkari 3. \nTapi jika kemudian Supervisor melakukan pemeriksaan\/editing terhadap kuesioner tersebut, maka kode 3 di pertanyaan COV9.b. diganti 1 oleh Supervisor yang melakukan pemeriksaan.\nJika Supervisor memeriksa kuesioner, dan merubah kode 3 menjadi kode 1, maka minta ke Editor untuk memodifikasi data dari kode 3 menjadi kode 1 untuk pertanyaan ini.\nmemodifikasi data dari kode 3 menjadi kode 1 untuk pertanyaan ini.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V39","name":"cov9c","file_id":"F1","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Diverifikasi Supervisor","var_qstn_qstnlit":"Pemantauan oleh Supervisor: Diverifikasi","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"3","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F1"},{"vid":"V40","name":"hhid","file_id":"F2","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F2"},{"vid":"V41","name":"lk01_cd","file_id":"F2","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Kode Provinsi","var_qstn_qstnlit":"Propinsi","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"16","max":"33"}],"var_sumstat":[{"value":"16","type":"min"},{"value":"33","type":"max"}],"var_txt":"Tujuan modul ini adalah untuk: \n1. Mengetahui lokasi\/alamat lengkap rumah tangga yang menjadi sampel, meliputi nama provinsi, kabupaten\/kota, kecamatan, desa\/kelurahan dan Dusun\/Lingkungan\/RW\/RT, nama jalan, gang, nomor rumah serta menuliskan kode pos jika Responden mengetahuinya. (Untuk kode Pos apabila responden tidak mengetahui, tanyakan kepada pihak desa atau informan lain yang mengetahui nomor kode pos wilayah yang bersangkutan).\n\n2. Mengetahui informan yang mengetahui keberadaan Rumah Tangga terpilih di saat yang akan datang.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F2"},{"vid":"V42","name":"lk02_cd","file_id":"F2","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"9","labl":"Kode Kabupaten","var_qstn_qstnlit":"Kabupaten\/Kota","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"2","max":"71"}],"var_sumstat":[{"value":"2","type":"min"},{"value":"71","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F2"},{"vid":"V43","name":"lk03_cd","file_id":"F2","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"9","labl":"Kode Kecamatan","var_qstn_qstnlit":"Kecamatan","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"10","max":"230"}],"var_sumstat":[{"value":"10","type":"min"},{"value":"230","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F2"},{"vid":"V44","name":"lk04_cd","file_id":"F2","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"9","labl":"Kode Desa\/Kelurahan","var_qstn_qstnlit":"Desa\/Kelurahan","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"998"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"998","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F2"},{"vid":"V45","name":"lk04a","file_id":"F2","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"11","labl":"Klasifikasi Desa\/kelurahan","var_qstn_qstnlit":"Klasifikasi Desa\/Kelurahan","var_qstn_ivulnstr":"Khusus untuk LK04a mengenai kualifikasi pedesaan atau perkotaan, kategori ini sudah ditentukan oleh pihak SurveyMETER, sehingga petugas lapangan tinggal menyadur dari daftar wilcah yang tersedia.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"2"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Perkotaan","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Pedesaan","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F2"},{"vid":"V46","name":"hhid","file_id":"F3","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V47","name":"ar00","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"9","labl":"Nomor urut ART","var_qstn_qstnlit":"No","var_qstn_ivulnstr":"Jika Anggota Rumah Tangga jumlahnya lebih dari 10 maka akan menggunakan suplemen untuk seksi AR.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"24"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"24","type":"max"}],"var_txt":"a. Seksi AR dimaksudkan untuk  mengeta\u00adhui karakteristik dasar masing-masing Anggota Rumah Tangga yang  terda\u00adpat dalam suatu Rumah Tangga Responden.  \n\nb. Rumah Tangga adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami  sebagian atau seluruh bangunan dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari harinya dikelola bersama sama menjadi satu.\nContoh :\n1. Seseorang yang menyewa kamar atau sebagian bangunan (di beberapa daerah disebut indekos) tetapi  mengurus makannya sendiri dianggap sebagai satu rumah tangga tersendiri.\n\n2. Dua keluarga yang tinggal bersama dalam suatu bangunan yang pengelolaan makannya diurus oleh salah seorang anggota rumah tangga dianggap sebagai satu rumah tangga.\n\n3. Dua keluarga yang tinggal terpisah di dua bangunan tetapi bangunan tersebut masih dalam satu segmen dan pengelolaan makannya diurus oleh salah seorang anggota rumah tangga, dianggap sebagai satu rumah tangga. Tetapi bila bangunan itu terletak pada segmen yang berlainan, maka kedua keluarga tersebut dianggap dua rumah tangga.\n\nc. Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun sementara tidak ada. \nBeberapa ketentuan lain :\n1. Anggota rumah tangga yang telah bepergian 6 bulan atau lebih, dan anggota rumah tangga yang bepergian kurang dari 6  bulan  tetapi  dengan tujuan pindah\/akan meninggalkan rumah 6 bulan atau lebih tidak dianggap sebagai anggota rumah tangga. \n\n2. Tamu yang tinggal di rumah tangga 6 bulan atau lebih dan tamu yang tinggal kurang dari 6 bulan tetapi akan bertempat tinggal 6 bulan atau lebih dianggap sebagai anggota rumah tangga.\n\n3. Seorang pembantu rumah tangga\/sopir yang tinggal di rumah majikannya dianggap sebagai anggota rumah tangga majikannya. Sebaliknya jika pembantu rumah tangga\/sopir  tersebut tidak tinggal di rumah majikannya, ia dianggap bukan anggota rumah tangga majikannya tetapi anggota rumah tangga  dimana ia bertempat tinggal.\n\n4. Seorang kepala rumah tangga yang mempunyai tempat tinggal lebih dari satu, tetap dicatat di tempat  tinggal isteri\/suami dan anaknya.\n\n5. Seorang laki laki yang memiliki lebih dari satu isteri dan tinggal secara bergiliran di tempat isteri-isterinya, dicatat sebagai ART ditempat paling lama dia tinggal.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V48","name":"ar02","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"33","labl":"Hubungan dengan KRT","var_qstn_qstnlit":"Hubungan [...] dengan Kepala Rumah Tangga?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"95","type":"max"}],"var_txt":"Kepala Rumah Tangga adalah seseorang dari sekelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari rumah tangga tersebut atau orang yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala di dalam rumah tangga tersebut.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Kepala Rumah Tangga","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Pasangan","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Anak kandung\/tiri","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Kakak\/adik","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Saudara ipar","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Menantu","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Cucu kandung\/tiri","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Orang tua\/mertua","stats":null,"type":null},{"value":"9","labl":"Famili lain","stats":null,"type":null},{"value":"10","labl":"Pembantu RT, supir, satpam","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"96","labl":"Tidak Berlaku","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V49","name":"ar02_ot","file_id":"F3","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Hubungan lainnya dengan KRT","var_qstn_qstnlit":"Hubungan [...] dengan Kepala Rumah Tangga?","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V50","name":"ar03","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"11","labl":"Jenis kelamin","var_qstn_qstnlit":"Jenis kelamin","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Laki-laki","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Perempuan","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V51","name":"ar04x","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Tahun lahir","var_qstn_qstnlit":"Tahun lahir","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak Tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V52","name":"ar04","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"15","labl":"Tahun lahir","var_qstn_qstnlit":"Tahun lahir","var_qstn_ivulnstr":"Jika pada saat menanyakan tahun lahir responden menjawab Tidak Tahu, tetapi setelah probing AR04a ternyata responden tahu umurnya, maka jawaban AR04 (tahun lahir) bisa diperbaiki lagi.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1905","max":"9999"}],"var_sumstat":[{"value":"1905","type":"min"},{"value":"2011","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"9998","labl":"9998.Tidak tahu","stats":null,"type":null},{"value":"9999","labl":"9999.Missing","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V53","name":"ar04ax","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Umur","var_qstn_qstnlit":"Umur","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_txt":"Penentuan umur ART berdasarkan ulang tahun terakhir. \nTetapi khusus untuk ART berusia < 2 tahun, maka tanyakan umur menurut ulang bulan.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tahun (>= 2 tahun)","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Bulan (<2 tahun)","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V54","name":"ar04a_yr","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"14","labl":"Umur (tahun)","var_qstn_qstnlit":"Umur","var_qstn_ivulnstr":"a. Informasi tentang umur Responden sangat  penting  bagi survey  ini. Apabila keterangan mengenai tahun lahir dan umur sukar diperoleh karena tidak  tahu atau tidak ingat kapan dila\u00adhirkan, maka usahakanlah untuk  menghubungkannya dengan peris\u00adtiwa-peristiwa  \"luar biasa\"  atau \"penting\"  yang dapat diingat oleh  masyarakat setempat, baik bersifat nasional seperti peristiwa Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi  Kemerdekaan RI (1945), Pemilihan Umum Pertama (1955), Pemilihan Umum Kedua (1971), G-30-S PKI (1965) maupun peristiwa  lokal  seperti gunung meletus, gempa dan sebagainya.\n\nb. Jika pada saat menanyakan tahun lahir responden menjawab Tidak Tahu, tetapi setelah probing AR04a ternyata responden tahu umurnya, maka jawaban AR04 (tahun lahir) bisa diperbaiki lagi.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"999"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"998","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"998","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V55","name":"ar04a_mnt","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Umur (bulan)","var_qstn_qstnlit":"Umur","var_qstn_ivulnstr":"a. Informasi tentang umur Responden sangat  penting  bagi survey  ini. Apabila keterangan mengenai tahun lahir dan umur sukar diperoleh karena tidak  tahu atau tidak ingat kapan dila\u00adhirkan, maka usahakanlah untuk  menghubungkannya dengan peris\u00adtiwa-peristiwa  \"luar biasa\"  atau \"penting\"  yang dapat diingat oleh  masyarakat setempat, baik bersifat nasional seperti peristiwa Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi  Kemerdekaan RI (1945), Pemilihan Umum Pertama (1955), Pemilihan Umum Kedua (1971), G-30-S PKI (1965) maupun peristiwa  lokal  seperti gunung meletus, gempa dan sebagainya.\n\nb. Jika pada saat menanyakan tahun lahir responden menjawab Tidak Tahu, tetapi setelah probing AR04a ternyata responden tahu umurnya, maka jawaban AR04 (tahun lahir) bisa diperbaiki lagi.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"23","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V56","name":"ar05","file_id":"F3","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Jenis kecacatan","var_qstn_qstnlit":"Jenis kecacatan","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Tuna netra\/buta","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Tuna rungu\/tuli","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Tuna wicara\/bisu","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Lumpuh","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Cacat anggota gerak","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Kehilangan kaki","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Kehilangan tangan","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"Kehilangan jari tangan","stats":null,"type":null},{"value":"I","labl":"Kehilangan jari kaki","stats":null,"type":null},{"value":"J","labl":"Cacat mental","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"W","labl":"Tidak cacat","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V57","name":"ar05_ot","file_id":"F3","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Jenis kecacatan (lainnya)","var_qstn_qstnlit":"Jenis kecacatan","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V58","name":"ar06","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Status perkawinan","var_qstn_qstnlit":"Status perkawinan","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"5","type":"max"}],"var_txt":"1. Belum kawin adalah status dari mereka yang belum terikat dalam perkawinan.\n\n2. Kawin adalah status dari mereka yang terikat dalam perkawinan pada saat survai,  baik tinggal bersama maupun terpisah (tinggal terpisah di sini bukan dimaksudkan sebagai tinggal terpisah karena kecenderungan untuk bercerai). Dalam hal ini tidak saja mereka yang kawin sah secara hukum (adat, agama, negara, dsb.nya) tetapi juga mereka yang mengaku berstatus kawin.\n\n3. Cerai hidup adalah mereka yang telah bercerai dengan suami\/isterinya pada sat keduanya masih hidup dan belum kawin lagi sampai saat ini. \n\n4. Cerai mati adalah mereka yang suami\/isterinya telah meninggal dunia dan belum kawin lagi.\n\n5. Pisah adalah status dari mereka yang terikat dalam perkaw\u00adinan pada saat survai, namun tidak tinggal bersama lagi dan memiliki kecenderungan untuk bercerai.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Belum kawin","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Kawin","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Cerai hidup","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Cerai mati","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Pisah","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V59","name":"ar07","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"54","labl":"Kegiatan utama dalam 1 minggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Kegiatan utama [...] yang dilakukan 1 minggu terakhir?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 10. Tidak bekerja\/pensiun, atau 11. Sekolah\/balita\/bermain, maka lanjutkan ke pertanyaan AR09.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"11","type":"max"}],"var_txt":"1. Bekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama 1 jam dalam seminggu yang lalu. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.\n\n2. Penghasilan atau keuntungan mencakup upah\/gaji termasuk semua tunjangan dan bonus bagi pekerja\/karyawan\/pegawai dan hasil usaha berupa sewa atau keuntungan, baik berupa uang atau barang termasuk pengusaha.\n\n3. Seminggu yang lalu adalah jangka waktu 7 hari berturut-turut yang berakhir sehari sebelum tanggal pencacahan. Misalnya pencacahan dilakukan tanggal 10 April 2008, maka yang dimaksud seminggu yang lalu adalah dan tanggal 3 April sampai dengan 9 April 2008.\n\n4. Berusaha sendiri adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung resiko secara ekonomis, yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja dibayar maupun pekerja tak dibayar. Termasuk yang sifat pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus.\nContoh:\nSopir taksi lepas (tidak mendapat gaji) dengan sistem setoran, tukang becak, tukang bakso, tukang kayu, tukang batu, tukang listrik, tukang pijat, tukang gali sumur, agen koran, tukang ojek, pedagang yang berusaha sendiri, dokter\/bidan yang buka praktek sendiri, calo tiket, calo tanah\/rumah, dan lain-lain.\n\n5. Berusaha dibantu buruh tidak tetap\/buruh tak dibayar adalah bekerja atau berusaha atas resiko sendiri, dan menggunakan buruh\/pekerja tak dibayar dan atau buruh\/pekerja tidak tetap. \nBuruh tidak tetap adalah buruh\/pekerja yang bekerja pada orang lain atau instansi\/ kantor\/perusahaan dan hanya menerima upah berdasarkan pada banyaknya waktu kerja atau volume pekerjaan yang dikerjakan.\nContoh:\na. Pengusaha warung\/toko yang dibantu oleh anggota rumah tangga\/pekerja tak dibayar dan atau dibantu orang lain yang diberi upah berdasarkan hari masuk kerja.\nb. Pedagang keliling yang dibantu pekerja tak dibayar atau orang lain yang diberi upah pada saat membantu saja.\nc. Petani yang mengusahakan lahan pertaniannya dengan dibantu pekerja tak dibayar. Walaupun pada waktu panen petani tersebut memberikan hasil bagi panen (bawon), pemanen tidak dianggap sebagai buruh tetap sehingga petani digolongkan sebagai berusaha dengan bantuan pekerja keluarga\/buruh tidak tetap.\n\n6. Berusaha dibantu buruh tetap\/buruh dibayar adalah berusaha atas resiko sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang buruh\/pekerja tetap yang dibayar. \nBuruh tetap\/dibayar adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi\/kantor\/perusahaan dengan menerima gaji secara tetap, baik ada kegiatan maupun tidak ada kegiatan.\nContoh:\n1. Pemilik toko yang mempekerjakan satu atau lebih buruh tetap.\n2. Pengusaha pabrik rokok yang memakai buruh tetap.\n\n7. Buruh\/karyawan\/pegawai swasta adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi\/kantor\/ perusahaan (secara tetap) dengan menerima upah\/gaji baik berupa uang maupun barang. \nBuruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai buruh\/karyawan. \nSeseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 (satu) majikan yang sama dalam sebulan terakhir. Khusus pada sektor bangunan batasannya tiga bulan.\n\n8. Karyawan Pemerintah\/Pegawai Negeri. Dalam hal ini termasuk yang masih berstatus pegawai honor.\n\n9. Pekerja tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah\/gaji, baik berupa uang maupun barang.\nPekerja tak dibayar tersebut dapat terdiri dari:\n1. Anggota rumah tangga, seperti istri yang membantu suaminya bekerja di sawah.\n2. Bukan anggota rumah tangga tetapi keluarga, seperti saudara\/famili yang membantu melayani penjualan di warung.\n3. Bukan anggota rumah tangga dan bukan keluarga, seperti orang yang membantu menganyam topi pada industni rumah tangga tetangganya.\n\n10. Pekerja bebas di pertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang lain\/majikan\/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian baik yang berupa usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik harian maupun borongan dan baik berupa uang maupun barang.\na. Usaha pertanian meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan perburuan, termasuk jasa pentanian.\n\nb. Majikan adalah orang atau pihak yang memberikan pekerjaan dengan pembayaran yang disepakati.\nContoh Majikan:\n1. Seorang petani padi yang mempekerjakan buruh tani untuk mengolah sawah dengan upah harian.\n2. Seorang pengusaha perkebunan yang mempekerjakan beberapa orang untuk memetik buah kelapa dengan memberikan upah.\n\nc. Contoh pekerja bebas di pertanian: buruh panen padi, buruh cangkul sawah\/ladang, buruh penyadap karet, buruh panen udang dan tambak, buruh pemetik kopi, kelapa, cengkeh, dsb.\n\n11. Pekerja bebas di non pertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang lain\/majikan\/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir), di usaha non pertanian dengan menerima upah atau imbalan baik harian maupun borongan, dan baik berupa uang maupun barang.\na. Usaha non pertanian meliputi usaha listrik, gas dan air, konstruksi\/bangunan, perdagangan, angkutan, pergudangan dan komunikasi, keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan, jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan, serta lainnya.\n\nb. Contoh Pekerja bebas di non pertanian: kuli-kuli di pasar, stasiun atau tempat-tempat lainnya yang tidak mempunyai majikan tetap, calo penumpang angkutan umum, tukang cuci keliling, pemulung, kuli bangunan, kuli gali sumur, tukang parkir bebas, dan lain-lain.\n\n12. Mengurus rumah tangga adalah mereka yang kegiatannya hanya mengurus rumah tangga\/membantu mengurus rumah tangga tanpa mendapatkan upah. Misalnya ibu-ibu rumah tangga atau anaknya yang membantu mengurus rumah tangga. Sebaliknya pembantu rumah tangga yang mendapat upah walaupun pekerjaannya mengurus rumah tangga dianggap bekerja.\n\n13. Tidak bekerja adalah mereka yang benar-benar tinggal di rumah dan menganggur. \nPensiun adalah mereka yang sekarang atau pada saat wawancara tidak bekerja lagi karena umurnya sudah mencapai batas umur pensiun misalnya perwira menengah ABRI, pensiun pada umur 55 tahun, guru pensiun pada umur 60 tahun dan mereka mendapat uang pensiun secara rutin, biasanya setiap bulan. Tetapi ada pula pegawai yang dipensiunkan pada usia yang lebih muda misalnya karena kecelakaan dan menjadi cacat, serta tidak dapat bekerja lagi maka dipensiun. \nSudah tua adalah mereka yang tidak bekerja lagi karena sudah tua\/merasa sudah tua.\n\n14. Sekolah adalah mereka yang kegiatannya hanya bersekolah. \nTetapi jika di samping sekolah juga bekerja maka kegiatannya dapat dimasukkan dalam katagori kegiatan mana yang menghabiskan\/memerlukan  waktu terbanyak. \nBalita\/bermain adalah anak kecil yang berumur dibawah lima tahun (Balita) atau lebih yang kegiatan utamanya hanya bermain.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Berusaha sendiri tanpa karyawan","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Berusaha sendiri dengan bantuan pekerja tak di bayar\/pekerja tidak tetap","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Berusaha sendiri dengan karyawan tetap","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Karyawan swasta\/buruh","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Karyawan pemerintah\/PNS","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Pekerja tak dibayar","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Pekerja bebas di bidang pertanian","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Pekerja bebas di bidang non pertanian","stats":null,"type":null},{"value":"9","labl":"Mengurus rumah tangga","stats":null,"type":null},{"value":"10","labl":"Tidak bekerja\/pensiun","stats":null,"type":null},{"value":"11","labl":"Sekolah\/balita\/bermain","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V60","name":"ar08","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"44","labl":"Lapangan pekerjaan","var_qstn_qstnlit":"Apa lapangan pekerjaan [...]?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"95","type":"max"}],"var_txt":"1. Lapangan usaha\/pekerjaan \u00e1dalah bidang kegiatan dari pekerjaan atau usaha\/perusahaan\/kantor tempat seseorang bekerja.\n\n2. Penentuan suatu kegiatan merupakan pekejaan utama atau bukan adalah sebagai berikut :\na. Jika responden pada seminggu yang lalu hanya mempunyai satu pekerjaan, maka pekerjaan tersebut dicatat menjadi pekerjaan utama.\n\nb. Jika responden pada seminggu yang lalu mempunyai lebih dan satu pekerjaan, maka pekerjaan yang menggunakan waktu terbanyak dicatat sebagai pekerjaan utama. Jika waktu yang digunakan sama, maka pekerjaan yang memberikan penghasilan terbesar dianggap sebagai pekerjaan utama.\n\n3. Seseorang dianggap mempunyai pekerjaan lebih dari satu apabila pengelolaan pekerjaan-pekerjaan tersebut dilakukan secara terpisah. \nBuruh tani meskipun bekerja pada beberapa petani (pengelolaan terpisah) dikategorikan hanya mempunyai satu pekerjaan.\n\n4. Seseorang yang sedang cuti dan pada masa cuti tersebut ia tidak melakukan pekerjaan lain, maka pekerjaan utamanya adalah pekerjaan yang dia cutikan.\nSeseorang yang sedang cuti dan pada masa cuti tersebut melakukan pekerjaan lain, maka salah satu dari pekerjaan lainnya itu menjadi pekerjaan utama.\nContoh:\na. Seorang manajer pemasaran di perusahaan real estate yang sedang cuti selama seminggu yang lalu dan selama cuti tidak melakukan pekerjaan apapun, maka pekerjaan utama orang tersebut selama seminggu yang lalu adalah sebagai manajer pemasaran di perusahaan real estate.\n\nb. Selama seminggu yang lalu, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Sumber Waras sedang cuti, dan selama cuti membantu istrinya berdagang alat-alat olah raga, maka pekerjaan utama dokter tersebut selama seminggu yang lalu adalah berdagang alat-alat olah raga.\n\nc. Selama seminggu yang lalu seorang petani yang selain bertanam padi di lahan sendiri, juga menanam padi di lahan orang lain dengan menerima upah. Petani tersebut digolongkan mempunyai dua pekerjaan yaitu bertanam padi di lahan milik sendiri dan buruh tanaman pangan walaupun lapangan usahanya sama yaitu pertanian. Salah satu dari pekerjaan-pekerjaan tersebut yang menggunakan waktu terbanyak dianggap sebagai pekerjaan utama. Jika waktunya sama, maka yang memberikan penghasilan terbesar dianggap sebagai pekerjaan utama.\n\n5. Seseorang yang pada pagi hari menjadi buruh menanam padi dan pada sore hari menjadi buruh menanam sayur-sayuran pada orang yang berbeda, maka orang tersebut digolongkan memiliki satu pekerjaan yaitu menanam tanaman pangan.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Pertanian dan Palawija","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Perkebunan\/perhutanan","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Peternakan","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Perikanan","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Perburuan","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Pertambangan\/galian","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Perindustrian\/kerajinan","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Listrik, gas, air","stats":null,"type":null},{"value":"9","labl":"Bangunan\/konstruksi","stats":null,"type":null},{"value":"10","labl":"Perdagangan besar\/kecil, hotel, rumah makan","stats":null,"type":null},{"value":"11","labl":"Angkutan, pergudangan, komunikasi","stats":null,"type":null},{"value":"12","labl":"Keuangan, asuransi, perumahan, jasa","stats":null,"type":null},{"value":"13","labl":"Jasa kemasyrakatan","stats":null,"type":null},{"value":"14","labl":"Mengurus rumah tangga","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V61","name":"ar08_ot","file_id":"F3","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Lapangan pekerjaan (lainnya)","var_qstn_qstnlit":"Apa lapangan pekerjaan [...]?","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V62","name":"ar09","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"22","labl":"Pendidikan tertinggi yang pernah diikuti","var_qstn_qstnlit":"Pendidikan tertinggi yang pernah diikuti [...]","var_qstn_ivulnstr":"Jika ada jawaban \"95\" (lainnya, sebutkan), setelah melingkari  angka \"95\", kemudian tulis jawaban yang disebutkan oleh Responden. Pewawancara harap memperhatikan apabila Responden menjawab nama-nama sekolah jaman dulu. Konversikan nama-nama sekolah tersebut sesuai dengan kategori yang terdapat di kuesioner dengan ketentuan sebagai berikut:\n1. Sekolah rakyat (SR)  setara dengan  SD\n2. Sekolah Desa\/Volkschool setara dengan SD \n3. Hollands Inlandse School (HIS) setara dengan SD\n4. Meisyes  school adalah sekolah untuk anak gadis, bisa  setara  bisa SMP bisa juga SD, tanyakan kembali pada responden.  \n5. Sekolah Guru Bantu (SGB) setara dengan SMP kejuruan\n6. Sekolah Guru Atas (SGA) setara dengan SMA kejuruan\n7. Madrasah Ibtidaiyah  setingkat dengan SD\n8. Madrasah Tsanawiyah setara dengan SMP umum\n9. Madrasah Aliyah setara dengan SMU umum\n10. Kweek School setara dengan SMP kejuruan \n11. Sekolah Kepandaian Putri Belanda (SKP Belanda) setara dengan SMP kejuruan\n12. SKL Tionghoa setara dengan SD","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"98","type":"max"}],"var_txt":"Yang dimaksud pendidikan terakhir yang pernah diduduki adalah jenjang pendidikan yang pernah diduduki oleh seseorang yang sudah tidak sekolah lagi atau jenjang pendidikan yang diikuti sekarang oleh seseorang yang masih sekolah.","var_catgry":[{"value":"0","labl":"Tidak\/belum sekolah","stats":null,"type":null},{"value":"1","labl":"TK\/Playgroup","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"SD\/MI\/sederajat","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"SMP\/MTs\/sederajat","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"SMA\/MA\/sederajat","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Paket A","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Paket B","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Paket C","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"D1\/D2\/D3","stats":null,"type":null},{"value":"9","labl":"D4\/S1","stats":null,"type":null},{"value":"10","labl":"S2\/S3","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya _____","stats":null,"type":null},{"value":"98","labl":"TIDAK TAHU","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V63","name":"ar09_ot","file_id":"F3","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Pendidikan tertinggi (lainnya) yang pernah diikuti","var_qstn_qstnlit":"Pendidikan tertinggi yang pernah diikuti [...]","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V64","name":"ar10","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"39","labl":"Kelas tertinggi yang diselesaikan","var_qstn_qstnlit":"Kelas tertinggi yang diselesaikan [...]","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"98","type":"max"}],"var_txt":"a. Responden dikatakan telah menyelesaikan kelas tertinggi jika ART mengikuti kelas tersebut selama satu tahun ajaran dan mengikuti ulangan kenaikan kelas atau ujian kelulusan \n\nb. Jika ada responden yang telah tamat D3, kemudian melanjutkan ke jenjang S1 dan saat ini kuliahnya di semester I (hasil pendidikan D3 tidak diperhitungkan), maka pada AR10 diisi kode 00 (belum menyelesaikan tingkat I). Akan tetapi apabila hasil studi dari D3 diperhitungkan, misalnya saat masuk langsung semester 7, maka di AR10 ditulis kode 03, artinya tingkat yang pernah diselesaikan adalah tingkat 03. Jangan lupa untuk memberikan catatan di seksi CP untuk kasus seperti ini.\n\nc. Mereka yang telah tamat sekolah maka tingkat\/kelas tertinggi yang pernah\/sedang diduduki diberi kode 7.\n\nd. Sarjana yang sedang\/pernah kuliah pada program master\/S2\/S3 diberi kode 6.\n\ne. Mereka yang pernah\/sedang mengikuti tingkat\/kelas tertinggi pada program S1 diberi kode 5.\n\nf. Tamat sekolah adalah menyelesaikan pelajaran yang ditandai dengan lulus ujian akhir pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat belajar\/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi sudah mengikuti ujian akhir dan lulus, dianggap tamat sekolah.\n\ng. Jika ART baru masuk sekolah (kelas 1) lingkari \"00\" yang berarti belum menyelesaikan kelasa\/tingkat 1.\n\nh. Bagi mereka yang pernah\/sedang mengikuti pendidikan pada perguruan tinggi yang memakai sistem SKS (satuan kredit semester), keterangan tentang tingkat\/kelas yang diduduki dapat diperoleh dengan mengajukan pertanyaan tambahan sbb: \u201cBerapa jumlah SKS yang sudah diselesaikan?\u201d. Jawaban responden tersebut dikonversikan dengan ketentuan sebagai berikut:\n1.  0 - 30\tSKS\tTingkat 1\n2. 31 - 60\t SKS\tTingkat 2\n3. 61 - 90  SKS\tTingkat 3\n4. 91 - 120 SKS\tTingkat 4\n5. 121 ke atas SKS\tTingkat 5\n\ni. Bagi orang yang mengikuti alih program dan akademi\/program diploma III ke perguruan tinggi dengan jumlah SKS yang dikonversikan maka tingkatnya ditentukan berdasarkan SKS hasil konversi tersebut ditambah dengan SKS yang telah diselesaikannya di perguruan tinggi\n\nj. Contoh:\n1. Jika responden ada yang sekolah di play group, maka isikan di AR09=01 (Taman Kanak-kanak\/play group).  Jika AR09=  play group atau TK nol kecil,  maka AR10=0 dan jika AR09= TK nol besar, maka isi AR10=1.\n\n2. Responden tidak sekolah saat ini. Responden  pernah mengikuti sekolah 1 bulan di kelas 3 SD dan kemudian keluar dari sekolah tersebut. Sehingga responden dinyatakan telah menyelesaikan kelas 2 SD. Maka di AR09=2 (SD) dan AR10=2 (kelas 2).\n\n3. Responden tidak sekolah. Responden menyelesaikan SD dan kemudian meninggalkan sekolah.  AR09=2 (SD), AR10=7 (tamat).\n\n4. Responden tidak sekolah. Responden mengikuti 4 bulan di kelas 1 SMP. Responden tidak menyelesaikan kelas 1. AR09=3 (SMP) dan AR10=00 (tidak menyelesaikan kelas 1).\n\n5. Responden sekolah. Responden sedang mengikuti kelas 2 di SMU. Responden telah menyelesaikan kelas 1 di SMU. AR09=5 (SMU), AR10=1 (menyelesaikan kelas 1).\n\n6. Responden sedang mengikuti di kelas 1 SD. AR09=2 (SD), AR10=00 (belum menyelesaikan kelas 1).\n\n7. Jika responden tamat dari D3, dan sekarang sedang meneruskan di jenjang S1 dan sekarang ini  di semester 1 (D3 di abaikan), maka AR10=00 (belum menyelesaikan tingkat 1).","var_catgry":[{"value":"0","labl":"Belum\/tidak selesai tingkat 1","stats":null,"type":null},{"value":"1","labl":"1","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"2","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"3","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"4","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"5","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"6","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Tamat","stats":null,"type":null},{"value":"96","labl":"Tidak\/Belum sekolah","stats":null,"type":null},{"value":"98","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V65","name":"ar10_ot","file_id":"F3","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Kelas tertinggi (lainnya) yang diselesaikan","var_qstn_qstnlit":"Kelas tertinggi yang diselesaikan [...]","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V66","name":"ar11","file_id":"F3","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Apakah masih bersekolah?","var_qstn_qstnlit":"Apakah [...] masih bersekolah?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 3. Tidak, maka lanjutkan ke baris berikutnya","var_qstn_ivulnstr":"Pewawancara harus benar-benar melakukan probing apakah Anggota Rumah Tangga masih bersekolah meskipun sedang liburan sekolah atau cuti sekolah tetap diangggap masih bersekolah.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F3"},{"vid":"V67","name":"hhid","file_id":"F4","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F4"},{"vid":"V68","name":"tstype","file_id":"F4","var_intrvl":"discrete","var_width":"1","labl":"Fasilitas","var_txt":"Seksi ini bertujuan untuk mengetahui jarak dan akses dari rumah responden ke Kantor Desa\/Kelurahan dan Kantor Kecamatan.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Kantor Desa\/Kelurahan","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Kantor Kecamatan","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F4"},{"vid":"V69","name":"ts01","file_id":"F4","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"9","labl":"Jarak dari rumah Responden ke Kantor Desa\/Kantor Kecamatan","var_qstn_qstnlit":"Berapa jarak dari Rumah I\/B\/S ke [...]?","var_qstn_ivulnstr":"Jika jarak dari rumah Responden ke Kantor Desa atau Kantor Kecamatan kurang dari 100 meter, maka diisi 0,0 Kilometer.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"999.799987792969"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"999.8","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F4"},{"vid":"V70","name":"ts02","file_id":"F4","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Transportasi yang biasa digunakan ke Kantor Desa\/Kantor Kecamatan","var_qstn_qstnlit":"Jenis transportasi apa yang biasanya digunakan I\/B\/S ke [...]?","var_qstn_ivulnstr":"Jawaban boleh lebih dari satu","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Sepeda","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Sepeda motor","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Angkutan umum roda 3","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Angkutan umum roda 4","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Perahu tidak bermotor","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Perahu motor tempel\/kapal motor","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Delman\/dokar\/cidomo","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"Jalan kaki","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya, _____","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F4"},{"vid":"V71","name":"ts02_ot","file_id":"F4","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Transportasi (lainnya) yang biasa digunakan ke Kantor Desa\/Kantor Kecamatan","var_qstn_qstnlit":"Jenis transportasi apa yang biasanya digunakan I\/B\/S ke [...]?","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F4"},{"vid":"V72","name":"ts03","file_id":"F4","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"14","labl":"Waktu tempuh ke Kantor Desa\/Kantor Kecamatan","var_qstn_qstnlit":"Berapa waktu untuk satu kali perjalanan ke [...] dengan jenis transportasi yang biasanya digunakan I\/B\/S?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"999"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"998","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"998","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F4"},{"vid":"V73","name":"ts04","file_id":"F4","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"10","labl":"Ongkos ke Kantor Desa\/Kantor Kecamatan","var_qstn_qstnlit":"Berapa biaya untuk satu kali perjalanan ke [...]?","var_qstn_ivulnstr":"Jika menggunakan kendaraan pribadi, maka tanyakan berapa habis bensin yang digunakan untuk menuju ke Kantor Desa\/Kantor Kecamatan tersebut, kemudian dikonversikan ke rupiah.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"999999"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"999999","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"999998","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null},{"value":"999999","labl":"Missing","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F4"},{"vid":"V74","name":"hhid","file_id":"F5","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F5"},{"vid":"V75","name":"hr00_id","file_id":"F5","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nomor urut ART yang menjawab Seksi HR","var_qstn_qstnlit":"Nama Responden Seksi HR\/No. Urut ART","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"9","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F5"},{"vid":"V76","name":"hhid","file_id":"F6","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F6"},{"vid":"V77","name":"hr1type","file_id":"F6","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Jenis Harta","var_qstn_qstnlit":"Jenis","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"8"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Lemari es\/kulkas","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Sepeda","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Sampan\/perahu","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Sepeda motor","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Motor tempel","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Mobil\/minibus\/truk","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Kapal motor","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tabung gas di atas 3 kg","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F6"},{"vid":"V78","name":"hr01_x","file_id":"F6","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"20","labl":"Apakah rumah tangga ini memiliki harta [...]?","var_qstn_qstnlit":"Berapa jumlah [...] yang dimiliki rumah tangga ini?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 7. Tidak mau menjawab, maka lanjutkan ke baris berikutnya","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"7","type":"max"}],"var_txt":"a. Tujuan Seksi HR ini untuk mendapatkan informasi mengenai  harta (dalam Bahasa Inggris disebut assets) yang dimiliki oleh Rumah Tangga ini, baik yang digunakan untuk usaha maupun bukan untuk usaha, namun tidak termasuk harta yang disewa atau bagi hasil. \n\nb. Batasan memiliki harta jika Rumah Tangga tersebut mempunyai hak atas harta tersebut, misalnya untuk menjual, memodifikasi atau memberikan pada orang lain.\nRumah tangga dianggap memiliki jenis harta di HR1TYPE tersebut jika harta tersebut masih berfungsi dan masih memiliki nilai ekonomi (jika dijual). Jangan masukan harta yang sudah tidak berfungsi dan tidak memiliki nilai ekonomis lagi.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak ada","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Tidak mau menjawab","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F6"},{"vid":"V79","name":"hr01","file_id":"F6","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Jumlah harta [...] yang dimiliki rumah tangga ini","var_qstn_qstnlit":"Berapa jumlah [...] yang dimiliki rumah tangga ini?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"5"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"5","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F6"},{"vid":"V80","name":"hhid","file_id":"F7","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V81","name":"kr00_id","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nomor urut ART yang menjawab Seksi KR","var_qstn_qstnlit":"Nama Responden Seksi KR\/No. Urut ART","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"9","type":"max"}],"var_txt":"Tujuan dari Seksi KR ini adalah untuk mengetahui dan mendapat\u00adkan gambaran mengenai karakteristik rumah tangga, sarana dan prasarana, akses rumah tangga yang diwawancarai. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V82","name":"kr01","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Rata-rata penghasilan rumah tangga per bulan minimal Rp 1 juta?","var_qstn_qstnlit":"Rata-rata penghasilan rumah tangga per bulan selama 6 bulan lalu minimal Rp 1 juta","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V83","name":"kr02","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Rata-rata kiriman uang yang diterima per bulan minimal Rp 1 juta?","var_qstn_qstnlit":"Rata-rata kiriman uang yang diterima per bulan selama setahun lalu minimal Rp 1 juta","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V84","name":"kr03","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nilai harga jual minimal Rp1 juta TV\/Kulkas?","var_qstn_qstnlit":"Nilai harga jual minimal Rp 1 juta: TV\/kulkas","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah rumah tangga tersebut memiliki asset minimal Rp 1 juta berupa TV\/kulkas.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V85","name":"kr04","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nilai harga jual minimal Rp1 juta Perhiasan\/tabungan?","var_qstn_qstnlit":"Nilai harga jual minimal Rp 1 juta: perhiasan\/tabungan","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah rumah tangga tersebut memiliki asset minimal Rp 1 juta berupa perhiasan\/tabungan.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V86","name":"kr05","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nilai ternak,bangunan produktif,peralatan besar\/alat industri\/pertanian Rp 2 juta?","var_qstn_qstnlit":"Nilai ternak, bangunan produktif, dan peralatan besar\/alat industri dan pertanian minimal Rp 2 juta","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah rumah tangga tersebut memiliki ternak (sapi, kerbau, kuda, babi, domba, atau kambing), bangunan produktif (rumah kontrakan atau bangunan yang disewakan), dan alat pertanian besar (seperti traktor, alat pemotong rumput, semprotan hama) yang bernilai minimal Rp 2 juta.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V87","name":"kr06","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"20","labl":"Status penguasaan bangunan tempat tinggal yang ditempati","var_qstn_qstnlit":"Status penguasaan bangunan tempat tinggal yang ditempati","var_qstn_ivulnstr":"Melalui pertanyaan tersebut diharapkan muncul pengakuan dari Responden tentang status bangunan rumah yang sebenarnya. Kita tidak perlu menyelidiki lebih jauh apakah Responden memiliki rumah tersebut secara sah diatas suatu lembar kepemilikan yang tertulis atas nama sendiri atau bukan (atas nama orang lain). Misalnya suatu rumah dalam kasus sengketa, maka kita tidak peduli masalah sengketa tersebut, tapi yang terpenting adalah mendapat pengakuan tentang status bangunan rumah.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"1. Milik sendiri: jika tempat tinggal tersebut pada waktu pencacahan betul-betul sudah milik KRT atau salah seorang ART. Rumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap sebagai rumah milik sendiri.\nBatasan milik adalah jika Rumah Tangga responden memiliki hak untuk menjual atau mendapatkan seluruh atau sebagian dari hasil penjualan jika rumah tersebut dijual. \n\n2. Kontrak: jika tempat tinggal tersebut disewa oleh KRT\/ART dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian kontrak antara pemilik dan pemakai, misalnya 1 atau 2 tahun. Cara pembayarannya biasanya sekaligus di muka atau dapat diangsur menurut persetujuan kedua belah pihak.\nSewa: jika tempat tinggal tersebut disewa oleh KRT atau salah seorang ART dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\n3. Bebas sewa\/lainnya: jika tempat tinggal tersebut diperoleh dari pihak lain (bukan famili\/orang tua) dan ditempati\/didiami oleh RT tanpa mengeluarkan suatu pembayaran apapun.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Milik sendiri","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Kontrak\/sewa","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Bebas sewa\/lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V88","name":"kr07","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"36","labl":"Jenis atap bangunan tempat tinggal terluas","var_qstn_qstnlit":"Jenis atap bangunan tempat tinggal terluas? (OBSERVASI)","var_qstn_ivulnstr":"Pewawancara melakukan pengamatan (observasi) jenis atap terluas dari rumah yang ditempati.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_txt":"Atap adalah penutup bagian atas suatu bangunan sehingga orang yang mendiami di bawahnya terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. \nUntuk bangunan bertingkat, yang dimaksud atap adalah bagian teratas dari bangunan tersebut.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Sirap\/genteng\/seng\/asbes dengan kondisi jelek\/kualitas rendah atau ijuk\/rumbia lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Sirap\/genteng\/seng\/asbes dengan kondisi\/kualitas baik","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V89","name":"kr07a","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Jenis atap terluas dari rumah yang ditempati","var_qstn_qstnlit":"Apa jenis atap terluas dari rumah yang ditempati? (OBSERVASI)","var_qstn_ivulnstr":"Pewawancara melakukan pengamatan (observasi) jenis atap terluas dari rumah yang ditempati.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"2","type":"min"},{"value":"95","type":"max"}],"var_txt":"Atap adalah penutup bagian atas suatu bangunan sehingga orang yang mendiami di bawahnya terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. \nUntuk bangunan bertingkat, yang dimaksud atap adalah bagian teratas dari bangunan tersebut.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Beton","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Genteng","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Sirap","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Seng","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Asbes","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Ijuk\/rumbai","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V90","name":"kr07a_ot","file_id":"F7","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Jenis atap terluas (lainnya) dari rumah yang ditempati","var_qstn_qstnlit":"Apa jenis atap terluas dari rumah yang ditempati? (OBSERVASI)","var_qstn_ivulnstr":"Pewawancara melakukan pengamatan (observasi) jenis atap terluas dari rumah yang ditempati.","var_txt":"Atap adalah penutup bagian atas suatu bangunan sehingga orang yang mendiami di bawahnya terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. \nUntuk bangunan bertingkat, yang dimaksud atap adalah bagian teratas dari bangunan tersebut.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V91","name":"kr08","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"30","labl":"Jenis dinding bangunan tempat tinggal terluas","var_qstn_qstnlit":"Jenis dinding bangunan tempat tinggal terluas? (OBSERVASI)","var_qstn_ivulnstr":"Pewawancara melakukan pengamatan (observasi) jenis dinding terluas dari rumah yang ditempati,","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_txt":"Dinding adalah sisi luar\/batas dari suatu bangunan atau penyekat dengan bangunan fisik lain. \nBila bangunan tersebut menggunakan lebih dari satu jenis dinding yang luasnya sama, maka yang dianggap sebagai dinding terluas adalah dinding yang bernilai lebih tinggi (kode terkecil).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tembok\/kayu dengan kondisi jelek\/kualitas rendah atau bambu\/rumbia","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Tembok\/kayu dengan kondisi bagus\/kualitas tinggi","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V92","name":"kr08a","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"10","labl":"Jenis dinding bangunan tempat tinggal terluas","var_qstn_qstnlit":"Jenis dinding bangunan tempat tinggal terluas? (OBSERVASI)","var_qstn_ivulnstr":"Observasi jenis bahan yang digunakan untuk dinding terluas rumah yang ditempati.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"99","type":"max"}],"var_txt":"Dinding adalah sisi luar\/batas dari suatu bangunan atau penyekat dengan bangunan fisik lain. \nBila bangunan tersebut menggunakan lebih dari satu jenis dinding yang luasnya sama, maka yang dianggap sebagai dinding terluas adalah dinding yang bernilai lebih tinggi (kode terkecil).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tembok","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Kayu","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Bambu","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Rumbia","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"99","labl":"Missing","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V93","name":"kr08a_ot","file_id":"F7","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Jenis dinding (lainnya)  bangunan tempat tinggal terluas","var_qstn_qstnlit":"Jenis dinding bangunan tempat tinggal terluas? (OBSERVASI)","var_qstn_ivulnstr":"Observasi jenis bahan yang digunakan untuk dinding terluas rumah yang ditempati.","var_txt":"Dinding adalah sisi luar\/batas dari suatu bangunan atau penyekat dengan bangunan fisik lain. \nBila bangunan tersebut menggunakan lebih dari satu jenis dinding yang luasnya sama, maka yang dianggap sebagai dinding terluas adalah dinding yang bernilai lebih tinggi (kode terkecil).","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V94","name":"kr09","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"31","labl":"Jenis lantai bangunan tempat tinggal terluas","var_qstn_qstnlit":"Jenis lantai bangunan tempat tinggal terluas? (OBSERVASI)","var_qstn_ivulnstr":"Pewawancara melakukan pengamatan (observasi) jenis lantai terluas dari rumah yang ditempati.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_txt":"Yang dimaksud dengan lantai disini adalah bagian bawah\/dasar\/alas suatu ruangan, baik terbuat dari tanah maupun bukan tanah, seperti keramik\/marmer\/granit, ubin\/tegel\/teraso, semen\/bata merah\/kayu\/papan, bambu atau tanah.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Keramik\/semen\/kayu dengan kondisi jelek\/kualitas rendah atau bambu\/tanah","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Keramik\/semen\/kayu dengan kondisi bagus\/kualitas tinggi","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V95","name":"kr09a","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"19","labl":"Jenis lantai bangunan tempat tinggal terluas","var_qstn_qstnlit":"Jenis lantai bangunan tempat tinggal terluas? (OBSERVASI)","var_qstn_ivulnstr":"Pewawancara melakukan pengamatan (observasi) jenis lantai terluas dari rumah yang ditempati.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"6","type":"max"}],"var_txt":"Yang dimaksud dengan lantai disini adalah bagian bawah\/dasar\/alas suatu ruangan, baik terbuat dari tanah maupun bukan tanah, seperti keramik\/marmer\/granit, ubin\/tegel\/teraso, semen\/bata merah\/kayu\/papan, bambu atau tanah.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Keramik\/marmer\/granit","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Ubin\/tegel\/teraso","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Semen\/bata merah","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Kayu\/papan","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Bambu","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Tanah","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V96","name":"kr10","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"14","labl":"Luas lantai bangunan tempat tinggal","var_qstn_qstnlit":"Luas lantai bangunan tempat tinggal?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"6","max":"999"}],"var_sumstat":[{"value":"6","type":"min"},{"value":"675","type":"max"}],"var_txt":"Luas Lantai adalah jumlah luas lantai dari setiap bagian bangunan (sebatas atap) yang ditempati (dihuni) dan digunakan untuk keperluan sehari-hari oleh rumah tangga, termasuk teras, garasi, tempat mencuci, WC, gudang, lantai setiap tingkat untuk bangunan bertingkat dalam satu bangunan sensus. \nLuas lantai tempat tinggal rumah tangga tidak termasuk ruangan khusus untuk usaha, warung, restoran, toko, salon, kandang ternak, lantai jemur (lamporan semen), lumbung padi dan lain-lain. \nUntuk bangunan bertingkat, luas lantai adalah jumlah luas dari semua tingkat yang ditempati.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V97","name":"kr11","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"27","labl":"Sumber utama air minum di rumah tangga ini","var_qstn_qstnlit":"Apa sumber utama air minum di rumah tangga ini?","var_qstn_ivulnstr":"a. Lingkari hanya salah satu opsi\/kode jawaban yang disediakan. Jika responden menyebut lebih dari satu sumber air utama untuk kebutuhan minum, maka harus diprobing mana yang lebih sering digunakan. Jika ada dua sumber air minum yang digunakan sama seringnya, maka lingkari kode jawaban yang pertama disebut responden.\n\nb. Bila responden menjawab \u201cmembeli\u201d, baik membeli dari penjaja air maupun tangki, maka pewawancara harus memprobing sumber air yang dibeli responden tersebut berasal dari mana. Bila penjaja air  tersebut mengambil dari PAM\/PDAM, maka yang dilingkari opsi \u201c02\u201d. Jadi, pada dasarnya tidak ada sumber air dari pembelian, yang ada adalah sumber air dimana penjaja air tersebut mengambil air yang dijualnya,","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"95","type":"max"}],"var_txt":"Yang dimaksud dengan sumber utama air untuk minum adalah sumber air yang utama atau yang paling banyak digunakan oleh rumah tangga responden untuk kebutuhan minum sehari hari.\n1. Air dalam kemasan yaitu air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol (500 ml, 600 ml, 1 liter, 1\u00bd liter, atau 19 liter) dan kemasan gelas, seperti antara lain air kemasan merk Aqua, Moya, 2Tang, dan VIT\n\n2. Air ledeng yaitu air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air. \nSumber air ini diusahakan oleh PAM (Perusahaan Air Minum), PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), atau BPAM (Badan Pengelola Air Minum), baik dikelola pemerintah maupun swasta.\n\n3. Pompa (mesin, manual) yaitu air tanah yang cara pengambilannya dengan menggunakan pompa tangan, pompa listrik, atau kincir angin, termasuk sumur artesis (sumur pantek)\n\n4. Sumur terlindung yaitu air yang berasal dari dalam tanah yang digali. Cara pengambilannya dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol \/ alat bantu. \nDikategorikan sebagai sumur terlindung  bila lingkar sumur\/perigi tersebut dilindungi oleh tembok paling sedikit 0,8 meter di atas tanah dan 3 meter ke bawah tanah, serta ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur atau perigi.\n\n5. Sumur tak terlindung yaitu air yang berasal dari dalam tanah yang digali. Cara pengambilannya dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol \/ alat bantu. \nDikategorikan sebagai sumur tak terlindung  bila lingkar sumur\/perigi tersebut tidak dilindungi oleh tembok di atas tanah setinggi minimal 0,8 meter maupun ke bawah tanah minimal 3 meter, serta tidak ada lantai semen pada lingkar sumur atau perigi minimal berjarak 1 meter.\n\n6. Mata air terlindung yaitu sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya. Dikategorikan sebagai terlindung bila mata air tersebut terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya.\n\n7. Mata air tak terlindung yaitu sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya. Dikategorikan sebagai tak terlindung bila mata air tersebut tidak terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya.\n\n8. Air sungai\/kali yaitu sumber air yang berasal dari sungai.\n\n9. Air hujan yaitu air yang berasal dari hujan tanpa dilakukan pengolahan lebih lanjut seperti proses penjernihan dengan menggunakan mesin penjernih.\n\n95. Lainnya yaitu air yang berasal\/diambil dari sumber air selain yang telah disebutkan.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Air dalam kemasan","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Ledeng","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Pompa","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Sumur terlindung","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Sumur tak terlindung","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Mata air terlindung","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Mata air tak terlindung","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Air sungai","stats":null,"type":null},{"value":"9","labl":"Air hujan","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V98","name":"kr11_ot","file_id":"F7","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Sumber utama air minum (lainnya) di rumah tangga ini","var_qstn_qstnlit":"Apa sumber utama air minum di rumah tangga ini?","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V99","name":"kr12","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"22","labl":"Fasilitas tempat buang air besar (jamban\/kakus)","var_qstn_qstnlit":"Fasilitas tempat buang air besar (jamban\/kakus)?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_txt":"1. Jamba bersama\/umum  adalah jamban\/kakus yang digunakan beberapa rumah tangga tertentu.\n2. Jamban sendiri adalah jamban\/kakus yang digunakan khusus oleh rumah tangga Responden, walaupun kadang-kadang ada yang menumpang.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Bersama\/umum\/lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Sendiri","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V100","name":"kr13","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"34","labl":"Sumber penerangan utama","var_qstn_qstnlit":"Sumber penerangan utama?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"5","type":"max"}],"var_txt":"1. Bukan listrik adalah jika rumah tangga menggunakan sumber penerangan bukan listrik, seperti lampu gas elpiji (LPG) dan biogas yang dibangkitkan sendiri maupun berkelompok, sumber penerangan dari minyak tanah (petromak\/lampu tekan, aladin, teplok, sentir, pelita, dan sejenisnya) dan lainnya (lampu karbit, lilin, biji jarak dan kemiri).\n\n2. Listrik PLN tanpa meteran adalah sumber penerangan yang diproduksi PLN (Perusahaan Listrik Negara) tetapi tidak ada meteran yang terpasang di rumah. \nTermasuk dalam kategori ini adalah jika suatu rumah tangga mengambil listrik secara ilegal.\n\n3. Listrik PLN meteran adalah sumber penerangan yang diproduksi PLN (Perusahaan Listrik Negara) dengan cara berlangganan dan ada meteran sebagai pengukur jumlah pemakaian listrik di rumah tangga. \nTermasuk dalam kategori ini adalah rumah tangga yang menggunakan satu meteran secara bersama-sama.\n\n4. Listrik bukan PLN tanpa meteran adalah sumber penerangan listrik yang dikelola oleh instansi\/pihak lain selain PLN tanpa meteran, termasuk yang menggunakan sumber penerangan dari accu (aki), generator, dan pembangkit listrik tenaga surya (yang dikelola bukan oleh PLN).\n\n5. Listrik bukan PLN dengan meteran adalah sumber penerangan listrik yang dikelola oleh instansi\/pihak lain selain PLN dengan meteran, termasuk yang menggunakan sumber penerangan dari accu (aki), generator, dan pembangkit listrik tenaga surya (yang dikelola bukan oleh PLN).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Bukan listrik","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Listrik PLN tanpa meteran","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Listrik PLN dengan meteran","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Listrik bukan PLN tanpa meteran","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Listrik bukan PLN dengan meteran","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V101","name":"kr14","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"21","labl":"Bahan bakar utama untuk masak sehari-hari","var_qstn_qstnlit":"Bahan bakar utama untuk masak sehari-hari?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"95","type":"max"}],"var_txt":"Bahan bakar utama artinya bahan bakar yang paling sering digunakan (dominan) untuk proses memasak makanan. Ada kalanya rumah tangga menggunakan lebih dari satu macam bahan bakar, misalnya untuk memasak sehari hari rumah tangga menggunakan kayu bakar, tetapi pada waktu-waktu tertentu menggunakan kompor minyak tanah. Untuk hal ini, maka harus dipilih satu yaitu yang paling sering. Contoh  jika Responden menyebut kayu bakar, maka lingkari opsi jawaban \u201c1\u201d.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Kayu","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Arang","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Minyak tanah","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Gas (tabung 3 kg)","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Gas (tabung > 3 kg)","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Listrik","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V102","name":"kr14_ot","file_id":"F7","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Bahan bakar utama (lainnya) untuk masak sehari-hari","var_qstn_qstnlit":"Bahan bakar utama untuk masak sehari-hari?","var_txt":"Bahan bakar utama artinya bahan bakar yang paling sering digunakan (dominan) untuk proses memasak makanan. Ada kalanya rumah tangga menggunakan lebih dari satu macam bahan bakar, misalnya untuk memasak sehari hari rumah tangga menggunakan kayu bakar, tetapi pada waktu-waktu tertentu menggunakan kompor minyak tanah. Untuk hal ini, maka harus dipilih satu yaitu yang paling sering. Contoh  jika Responden menyebut kayu bakar, maka lingkari opsi jawaban \"1\".","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V103","name":"kr15","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Apakah pernah menerima kredit usaha setahun lalu?","var_qstn_qstnlit":"Apakah rumah tangga pernah menerima kredit usaha (seperti UKM\/UMKM) setahun yang lalu?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"Maksud dari pertanyaan ini adalah apakah Responden pernah menerima kredit atau pinjaman untuk usaha.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V104","name":"kr16_x","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Apakah mengusahakan lahan pertanian\/perkebunan?","var_qstn_qstnlit":"Apakah rumah tangga ini mengusahakan lahan pertanian\/perkebunan?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya, luasnya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V105","name":"kr16","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"9","labl":"Luas lahan pertanian\/perkebunan yang diusahakan","var_qstn_qstnlit":"Apakah rumah tangga ini mengusahakan lahan pertanian\/perkebunan?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0.25","max":"1000000"}],"var_sumstat":[{"value":"0.25","type":"min"},{"value":"1000000","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V106","name":"kr17","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Apakah untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari sering berhutang ?","var_qstn_qstnlit":"Apakah untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari sering berhutang?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 3. Tidak, maka lanjutkan ke pertanyaan KR19","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V107","name":"kr18","file_id":"F7","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"30","labl":"Kepada siapa berhutang?","var_qstn_qstnlit":"Kepada siapa berhutang?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"4","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Saudara\/tetangga tanpa bunga","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Pegadaian","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Rentenir","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V108","name":"kr18_ot","file_id":"F7","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Kepada siapa berhutang? (lainnya)","var_qstn_qstnlit":"Kepada siapa berhutang?","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F7"},{"vid":"V109","name":"hhid","file_id":"F8","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F8"},{"vid":"V110","name":"kr2type","file_id":"F8","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Tipe","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"5"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"5","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","var_notes":"Di kuesioner tidak ada variabel KR2TYPE.","fid":"F8"},{"vid":"V111","name":"kr19","file_id":"F8","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nomor urut pada AR00","var_qstn_ivulnstr":"Tuliskan nama kepala keluarga atau yang dianggap sebagai kepala keluarga dari rumah tangga terpilih. \nJika dalam satu rumah tangga terdapat dua kepala rumah tangga, maka tuliskan kedua nama kepala keluarga tersebut dan tanyakan pertanyaan KR19-KR26","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"21"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"21","type":"max"}],"var_txt":"Kepala Rumah Tangga (KRT) adalah seorang dari sekelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari, atau yang dianggap\/ditunjuk sebagai KRT.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F8"},{"vid":"V112","name":"kr21","file_id":"F8","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Apakah pemilik atau pembayar sewa rumah?","var_qstn_qstnlit":"Pemilik atau pembayar sewa rumah","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F8"},{"vid":"V113","name":"kr22","file_id":"F8","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Apakah pembayar bahan bakar untuk memasak?","var_qstn_qstnlit":"Pembayar bahan bakar untuk memasak","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F8"},{"vid":"V114","name":"kr23","file_id":"F8","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Apakah pembayar tagihan listrik?","var_qstn_qstnlit":"Pembayar tagihan listrik","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F8"},{"vid":"V115","name":"kr24","file_id":"F8","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Apakah membeli pakaian baru minimal 1 stel selama setahun yang lalu?","var_qstn_qstnlit":"Membeli pakaian baru minimal 1 stel selama setahun yang lalu","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F8"},{"vid":"V116","name":"kr25","file_id":"F8","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki untuk kerja\/usaha","var_qstn_qstnlit":"Jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki (sepeda motor, mobil, perahu motor) untuk kerja\/usaha","var_qstn_ivulnstr":"Responden umumnya menyembunyikan kepemilikan sepeda motor ini, tanyakan dengan cermat termasuk dengan bertanya kepada Anggota Rumah Tangga lain.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F8"},{"vid":"V117","name":"kr26","file_id":"F8","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki bukan untuk kerja\/usaha","var_qstn_qstnlit":"Jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki (sepeda motor, mobil, perahu motor) bukan untuk kerja\/usaha","var_qstn_ivulnstr":"Responden umumnya menyembunyikan kepemilikan sepeda motor ini, tanyakan dengan cermat termasuk dengan bertanya kepada Anggota Rumah Tangga lain.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_txt":"Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah rumah tangga tersebut memiliki kendaraan bermotor, seperti sepeda motor, mobil dan perahu bermotor bukan untuk kerja atau usaha.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F8"},{"vid":"V118","name":"hhid","file_id":"F9","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F9"},{"vid":"V119","name":"cr00_id","file_id":"F9","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nomor urut ART yang menjawab Seksi CR","var_qstn_qstnlit":"Nama Responden Seksi CR\/No. Urut ART","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"9","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F9"},{"vid":"V120","name":"hhid","file_id":"F10","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F10"},{"vid":"V121","name":"cr01_line","file_id":"F10","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nomor urut","var_qstn_qstnlit":"Sebutkan anggota keluarga\/famili\/saudara yang tidak tinggal di rumah ini tapi tinggal di Lingkunan\/Dusun\/RW\/Rukun Tetangga yang sama. (Kakek, nenek, orang tua, kakak, adik, paman, bibi, sepupu seayah seibu, keluarga pasangan)","var_qstn_ivulnstr":"a. Seksi CR ini dijawab harus dijawab oleh Responden Utama.\n\nb. Sesuai dengan daftar listing. Untuk semua rumah tangga yang disebutkan di semua pertanyaan pada seksi ini, segera setelah nama Kepala Rumah Tangga disebutkan, identitas Rumah Tangga harus dicatat dengan mencocokkan jawaban Responden dengan nama Kepala Rumah Tangga pada list rumah tangga untuk Lingkungan\/Dusun\/RW\/Rukun Tetangga ini. Jika yang disebutkan Responden bukan nama Kepala Rumah Tangga, tanyakan siapa nama Kepala Rumah Tangganya.\n\nc. Disini disediakan 11 baris yang memungkinkan responden menyebut 11 Rumah tangga. Apabila ternyata lebih dari 11 Rumah Tangga, dapat dimasukkan ke lembar suplemen.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"10"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"10","type":"max"}],"var_txt":"a. Seksi CR ini merupakan seksi yang paling penting dalam penelitian ini, sehingga diharapkan semua Pewawancara menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan pertanyaan pada seksi ini yaitu pedoman identitas rumah tangga, pedoman sampling dan kehati-hatian serta ketelitian dalam melakukan wawancara dianggap sebagai sesuatu yang mutlak harus dilakukan.\n\nb. Tujuan Seksi CR ini adalah untuk mengetahui kategori stratifikasi ekonomi dan kedudukan rumah tangga  dalam masyarakat. Hal ini penting untuk mengetahui pola perimbangan kedudukan dan ekonomi di dalam masyarakat terutama wilayah Dusun\/Rukun tetangga dalam wilayah Desa\/Kelurahan. Disamping itu juga untuk mengetahui jaringan hubungan kekeluargaan dari orang-orang yang tinggal dalam satu Rukun Tetangga\/Rukun Warga\/Lingkungan\/Lorong atau dusun.\n\nc. Pada pertanyaan ini Responden diminta untuk menyebutkan anggota keluarganya yang tidak tinggal di Rumah Tangga ini tetapi tinggal  di Dusun\/Rukun Warga\/Lingkungan\/Lorong\/Rukun Tetangga yang sama.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F10"},{"vid":"V122","name":"cr01_rel","file_id":"F10","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"19","labl":"Hubungan","var_qstn_qstnlit":"Sebutkan anggota keluarga\/famili\/saudara yang tidak tinggal di rumah ini tapi tinggal di Lingkunan\/Dusun\/RW\/Rukun Tetangga yang sama. (Kakek, nenek, orang tua, kakak, adik, paman, bibi, sepupu seayah seibu, keluarga pasangan)","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"95","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Kakek\/Nenek","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Orang tua","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Kakak\/Adik","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Anak kandung\\tiri","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Cucu","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Menantu","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Mertua","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"8.Ipar","stats":null,"type":null},{"value":"9","labl":"9.Keponakan","stats":null,"type":null},{"value":"10","labl":"Sepupu","stats":null,"type":null},{"value":"11","labl":"Paman\/Bibi","stats":null,"type":null},{"value":"12","labl":"Pasangan","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","var_notes":"Pilihan jawaban di kuesioner berbeda dengan pilihan jawaban di dataset.\nPilihan jawaban di kuesioner:\n01. Kakek\/nenek\n02. Pasangan\n03. Anak kandung\/tiri\/angkat\n04. Kakak\/adik kandung\/tiri\/angkat\n05. Saudara ipar\n06. Menantu\n07. Cucu kandung\/tiri\n08. Orang tua\/mertua\n09. Keponakan\n10. Sepupu\n11. Paman\/bibi\n95. Famili lain\n\nPilihan jawaban di dataset:\n1. Kakek\/nenek\n2. Orang tua\n3. Kakak\/adik\n4. Anak kandung\/tiri\n5. Cucu\n6. Menantu\n7. Mertua\n8. Ipar\n9. Keponakan\n10. Sepupu\n11. Paman\/Bibi\n12. Pasangan\n95. Lainnya","fid":"F10"},{"vid":"V123","name":"cr01_hhid","file_id":"F10","var_intrvl":"discrete","var_width":"3","labl":"ID Rumah Tangga","var_qstn_qstnlit":"Sebutkan anggota keluarga\/famili\/saudara yang tidak tinggal di rumah ini tapi tinggal di Lingkunan\/Dusun\/RW\/Rukun Tetangga yang sama. (Kakek, nenek, orang tua, kakak, adik, paman, bibi, sepupu seayah seibu, keluarga pasangan)","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F10"},{"vid":"V124","name":"hhid","file_id":"F11","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F11"},{"vid":"V125","name":"cr1type","file_id":"F11","var_intrvl":"discrete","var_width":"1","labl":"Posisi","var_qstn_qstnlit":"Posisi","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Kepala Desa atau istrinya","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Sekretaris Kepala Desa atau istrinya","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Ketua\/anggota BPD\/panitia desa\/forum konsultasi masyarakat","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Ketua RT atau istrinya","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Ketua RW atau istrinya","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F11"},{"vid":"V126","name":"cr02","file_id":"F11","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"15","labl":"Apakah I\/B\/S kenal dekat dengan [...]?","var_qstn_qstnlit":"Apakah I\/B\/S kenal dekat dengan [...]?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 3. Tidak, atau 4. Diri sendiri, atau 6. Tidak Berlaku, maka lanjutkan ke baris berikutnya","var_qstn_ivulnstr":"Jika Responden yang sedang kita wawancara juga memegang sebagai salah satu jabatan\/posisi yang dimaksud, maka di CR02 lingkari kode 4. DIRI SENDIRI.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"6","type":"max"}],"var_txt":"Pertanyaan ini ingin mengetahui apakah Responden atau Anggota Rumah Tangga kenal dengan dekat dengan tokoh masyarakat dan beberapa aparat desa\/kelurahan, misalnya Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua\/Anggota BPD\/panitia desa\/forum konsultasi masyarakat, Ketua RT atau istrinya, Ketua RW atau istrinya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Diri sendiri","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Tidak berlaku","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F11"},{"vid":"V127","name":"cr03","file_id":"F11","var_intrvl":"discrete","var_width":"7","labl":"Apakah hubungan I\/B\/S dengan [...]?","var_qstn_qstnlit":"Apa hubungan I\/B\/S dengan [...]?","var_txt":"Pertanyaan ini ingin mengetahui seberapa jauh hubungan Responden atau Anggota Rumah Tangga lainnya dengan dengan tokoh masyarakat dan beberapa aparat desa\/kelurahan. Misalnya anggota rumah tangga ini  inti keluarga (adik\/kakak\/ayah\/ibu\/keturunan), keluarga besar (sepupu, keponakan, paman, bibi), teman kerja\/partner bisnis, tetangga, teman.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Anggota rumah tangga ini","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Keluarga inti (adik\/kakak\/ibu\/ayah\/keturunan)","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Keluarga besar (sepupu\/keponakan\/paman\/bibi)","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Teman kerja\/partner bisnis","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Tetangga","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Teman","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya ______","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F11"},{"vid":"V128","name":"cr03_ot","file_id":"F11","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Apakah hubungan I\/B\/S dengan [...]? (Lainnya)","var_qstn_qstnlit":"Apa hubungan I\/B\/S dengan [...]?","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F11"},{"vid":"V129","name":"hhid","file_id":"F12","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V130","name":"krt00_id","file_id":"F12","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nomor urut ART yang menjawab Seksi KRT","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"9","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V131","name":"krt01_id","file_id":"F12","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Nomor urut KRT","var_qstn_ivulnstr":"Pada kolom nomor urut Anggota Rumah Tangga telah tertulis nomor urutnya adalah 01, sehingga pastikan bahwa nama KRT tercatat pada nomor urut 01 pada penulisan di AR00.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"1"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"1","type":"max"}],"var_txt":"a. Seksi ini menjadi penting mengingat peran dari Kepala Rumah Tangga menjadi acuan dalam penelitian ini. Dimana kemampuan dari Kepala Rumah Tangga dalam menjawab setiap pertanyaan yang sebagian besar dijawab oleh Kepala Rumah Tangga.\n\nb. Kepala Rumah Tangga adalah salah seorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan sehari-hari di rumah tangga tersebut atau orang yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala dalam rumah tangga tersebut. \nSeorang Kepala Rumah Tangga tidak dianggap sebagai Kepala Rumah Tangga hanya berdasarkan penggolongan usia, akan tetapi biasanya berdasarkan kemampuan seseorang individu dalam sebuah rumah tangga dalam posisi kepemimpinan dan terutama dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V132","name":"krt02","file_id":"F12","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"19","labl":"Suku dari KRT","var_qstn_qstnlit":"Apakah suku dari [NAMA KRT]?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"4","type":"min"},{"value":"95","type":"max"}],"var_txt":"Pertanyaan ini berkaitan dengan etnik, diantaranya akan ditanyakan tentang dari mana asal Responden menurut pengakuan Responden. Sebagai contoh, seorang Responden ayahnya berasal dari suku bangsa Batak dan ibunya dari suku bangsa Sunda. Ketika ditanyakan tentang darimana asal Responden ia mengaku sebagai suku bangsa Sunda, karena ia memang lebih mengakui sebagai suku bangsa Sunda. Dalam hal ini yang kita tentukan adalah pengakuan Responden yaitu suku bangsa Sunda. Kita juga harus mempertimbangkan identitas yang dimilikinya untuk bisa mengaku sebagai suatu suku bangsa tertentu. Dalam hal ini ia memiliki keturunan dari orang sunda, identitas lain bisa pula dilihat dari bahasa dan budaya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Abung Bungamayang","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Aceh","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Ambon","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Bali","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Banten","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Batak","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Cina","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Dayak","stats":null,"type":null},{"value":"9","labl":"Enim","stats":null,"type":null},{"value":"10","labl":"Jawa","stats":null,"type":null},{"value":"11","labl":"Kikim","stats":null,"type":null},{"value":"12","labl":"Komering","stats":null,"type":null},{"value":"13","labl":"Lahat","stats":null,"type":null},{"value":"14","labl":"Lampung","stats":null,"type":null},{"value":"15","labl":"Lematang","stats":null,"type":null},{"value":"16","labl":"Lintang","stats":null,"type":null},{"value":"17","labl":"Melayu","stats":null,"type":null},{"value":"18","labl":"Meranjat","stats":null,"type":null},{"value":"19","labl":"19.Minang","stats":null,"type":null},{"value":"20","labl":"Musi Banyuasin","stats":null,"type":null},{"value":"21","labl":"Musi Sekayu","stats":null,"type":null},{"value":"22","labl":"Palembang","stats":null,"type":null},{"value":"23","labl":"Pasemah","stats":null,"type":null},{"value":"24","labl":"Pegagan","stats":null,"type":null},{"value":"25","labl":"Peminggir","stats":null,"type":null},{"value":"26","labl":"Pepadung","stats":null,"type":null},{"value":"27","labl":"Rambang senulin","stats":null,"type":null},{"value":"28","labl":"Rawas","stats":null,"type":null},{"value":"29","labl":"Semendo","stats":null,"type":null},{"value":"30","labl":"Sunda","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V133","name":"krt02_ot","file_id":"F12","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Suku (lainnya) dari  KRT","var_qstn_qstnlit":"Apakah suku dari [NAMA KRT]?","var_txt":"Pertanyaan ini berkaitan dengan etnik, diantaranya akan ditanyakan tentang dari mana asal Responden menurut pengakuan Responden. Sebagai contoh, seorang Responden ayahnya berasal dari suku bangsa Batak dan ibunya dari suku bangsa Sunda. Ketika ditanyakan tentang darimana asal Responden ia mengaku sebagai suku bangsa Sunda, karena ia memang lebih mengakui sebagai suku bangsa Sunda. Dalam hal ini yang kita tentukan adalah pengakuan Responden yaitu suku bangsa Sunda. Kita juga harus mempertimbangkan identitas yang dimilikinya untuk bisa mengaku sebagai suatu suku bangsa tertentu. Dalam hal ini ia memiliki keturunan dari orang sunda, identitas lain bisa pula dilihat dari bahasa dan budaya.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V134","name":"krt03","file_id":"F12","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"19","labl":"Bahasa yang digunakan di rumah","var_qstn_qstnlit":"Bahasa apa yang biasanya digunakan di rumah?","var_qstn_ivulnstr":"Jika di rumah Responden menggunakan beberapa bahasa, maka tanyakan bahasa yang paling sering\/banyak digunakan di rumah.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"95","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"0","labl":"Indonesia","stats":null,"type":null},{"value":"1","labl":"Abung Bungamayang","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Aceh","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Ambon","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Bali","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Banten","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Batak","stats":null,"type":null},{"value":"7","labl":"Cina","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Dayak","stats":null,"type":null},{"value":"9","labl":"Enim","stats":null,"type":null},{"value":"10","labl":"Jawa","stats":null,"type":null},{"value":"11","labl":"Kikim","stats":null,"type":null},{"value":"12","labl":"Komering","stats":null,"type":null},{"value":"13","labl":"Lahat","stats":null,"type":null},{"value":"14","labl":"Lampung","stats":null,"type":null},{"value":"15","labl":"Lematang","stats":null,"type":null},{"value":"16","labl":"Lintang","stats":null,"type":null},{"value":"17","labl":"Melayu","stats":null,"type":null},{"value":"18","labl":"Meranjat","stats":null,"type":null},{"value":"19","labl":"Minang","stats":null,"type":null},{"value":"20","labl":"Musi Banyuasin","stats":null,"type":null},{"value":"21","labl":"Musi Sekayu","stats":null,"type":null},{"value":"22","labl":"Palembang","stats":null,"type":null},{"value":"23","labl":"Pasemah","stats":null,"type":null},{"value":"24","labl":"Pegagan","stats":null,"type":null},{"value":"25","labl":"Peminggir","stats":null,"type":null},{"value":"26","labl":"Pepadung","stats":null,"type":null},{"value":"27","labl":"Rambang senulin","stats":null,"type":null},{"value":"28","labl":"Rawas","stats":null,"type":null},{"value":"29","labl":"Semendo","stats":null,"type":null},{"value":"30","labl":"Sunda","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V135","name":"krt03_ot","file_id":"F12","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Bahasa (lainnya) yang digunakan di rumah","var_qstn_qstnlit":"Bahasa apa yang biasanya digunakan di rumah?","var_qstn_ivulnstr":"Jika di rumah Responden menggunakan beberapa bahasa, maka tanyakan bahasa yang paling sering\/banyak digunakan di rumah.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V136","name":"krt04","file_id":"F12","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Agama yg dianut KRT","var_qstn_qstnlit":"Apa agama yang dianut oleh [NAMA KRT]?","var_qstn_ivulnstr":"Jika agama yang dianut oleh KRT bukan pilihan jawaban 1 s\/d 5, maka lingkari kode 95, kemudian catat agama\/kepercayaan yang dianut oleh KRT.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"5","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Islam","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Katholik","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Protestan","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Budha","stats":null,"type":null},{"value":"5","labl":"Hindu","stats":null,"type":null},{"value":"95","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V137","name":"krt04_ot","file_id":"F12","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Agama (lainnya) yg dianut KRT","var_qstn_qstnlit":"Apa agama yang dianut oleh [NAMA KRT]?","var_qstn_ivulnstr":"Jika agama yang dianut oleh KRT bukan pilihan jawaban 1 s\/d 5, maka lingkari kode 95, kemudian catat agama\/kepercayaan yang dianut oleh KRT.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F12"},{"vid":"V138","name":"hhid","file_id":"F13","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V139","name":"rp01","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"10","labl":"Penghasilan bersih RT selama sebulan dari pekerjaan utama","var_qstn_qstnlit":"Berapa penghasilan bersih (uang dan barang) yang diterima rumah tangga ini selama sebulan dari pekerjaan utama?","var_qstn_ivulnstr":"Jika rumah tangga memiliki 2 jenis pekerjaan dengan alokasi waktu yang sama, maka pilih pekerjaan yang memperoleh penghasilan terbesar.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"15000000"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"15000000","type":"max"}],"var_txt":"Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui penghasilan bersih baik berupa uang ataupun barang yang diterima rumah tangga ini selama satu bulan dari pekerjaan utama.\nPekerjaan utama adalah pekerjaan yang menghabiskan waktu paling lama.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V140","name":"rp02_1_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi beras seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai beras yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \u201c0\u201d pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP.","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1250","max":"392000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"1250","type":"min"},{"value":"392000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V141","name":"rp02_1_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi lainnya (jagung,trigu,tepung beras,tepung jagung,dsb) seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai lainnya (jagung, terigu, tepung beras, tepung jagung, dsb) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"57000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"57000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V142","name":"rp02_2","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi umbi-umbian seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai umbi-umbian (ketela\/singkong, ketela rambat\/ubi, kentang, gaplek, talas, sagu, dsb yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"72500"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"72500","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V143","name":"rp02_3_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi ikan segar seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai ikan, udang, kerang, tiram segar yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"315000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"315000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V144","name":"rp02_3_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi ikan diawetkan\/asin seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai ikan, udang, kerang, tiram diawetkan\/asin yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"100000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"100000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V145","name":"rp02_4","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi daging seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai daging (sapi\/kerbau\/kambing\/domba\/babi\/ayam, jeroan, ati, limpa, abon, dendeng, dsb yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"210000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"210000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V146","name":"rp02_5_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi telur ayam\/itik\/puyuh seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai telur ayam\/itik\/puyuh yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"84000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"84000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V147","name":"rp02_5_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi susu segar,susu kental,susu bubuk seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai susu segar, susu kental, susu bubuk, dsb yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"314000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"314000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V148","name":"rp02_6","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi sayur-sayuran seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai sayur-sayuran (bayam, kangkung, ketimun, wortel, kacang panjang, buncis, bawang merah, bawang putih, cabe, tomat, daun singkong, daun pepaya, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"205000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"205000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V149","name":"rp02_7","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi kacang-kacangan seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai kacang-kacangan (kacang tanah\/hijau\/kedele\/merah\/tunggak\/mete, tahu, tempe, tauco, oncom, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"999998"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"999998","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V150","name":"rp02_8","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi buah-buahan seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai buah-buahan (jeruk, mangga, apel, durian, rambutan, salak, duku, nanas, semangka, pisang, pepaya, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"600000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"600000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V151","name":"rp02_9","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi minyak dan lemak seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai minyak dan lemak (minyak kepala\/goreng, kelapa, mentega, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"74000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"74000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V152","name":"rp02_10","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi bahan minuman seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai bahan minuman (gula pasir, gula merah, teh, kopi, coklat, sirup, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"137000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"137000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V153","name":"rp02_11","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi bumbu-bumbuan seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai bumbu-bumbuan (garam, kemiri, ketumbar, merica, terasi, kecap, vetsin, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"62000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"62000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V154","name":"rp02_12_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi mie,bihun,makaroni seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai mie, bihun, makaroni, dsb. yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"150000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"150000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V155","name":"rp02_12_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi lainnya (kerupuk,emping) seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai lainnya (kerupuk, emping) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"40000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"40000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V156","name":"rp02_13_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi makanan jadi seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai makanan jadi (roti, biskuit, kue basah, bubur, gado-gado, nasi rames, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"541500"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"541500","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V157","name":"rp02_13_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi minuman non alkohol seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai minuman non alkohol (soft drink, sirup, lemon, air mineral, es sirop, limun, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"112000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"112000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V158","name":"rp02_13_c","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi minuman beralkohol seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai minuman yang mengandung alkohol (bir, anggur, dan minuman keras lainnya) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"147000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"147000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V159","name":"rp02_14_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi rokok seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai rokok (rokok kretek, rokok putih, cerutu) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"567000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"567000","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V160","name":"rp02_14_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Konsumsi lainnya (tembakau,sirih,pinang) seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Selama 1 minggu terakhir berapa nilai lainnya (tembakau, sirih, pinang, dsb.) yang dikonsumsi, baik yang berasal dari pembelian, hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain?","var_qstn_ivulnstr":"a. Untuk item komoditi yang tidak dikonsumsi ditulis \"0\" pada tempat yang disediakan. \n\nb. Pencatatan nilai pembelian kelompok bahan makanan yang dikonsumsi yang terdiri dari beberapa bahan makanan, tulis perinciannya di margin kuesioner yang telah tersedia (Kolom Kosong). Catat nilai pembelian masing-masing bahan makanan di kolom kosong tersebut, kemudian catat nilainya di margin kuesioner. Kemudian total nilai pembelian tersebut ketika sampai di base camp, dengan demikian dapat menghemat waktu wawancara di rumah Responden. \n\nc. Kadang kadang Responden sulit menentukan besarnya nilai rupiah suatu barang kalau barang tersebut merupakan hasil usaha sendiri atau diterima dari sumber lain. Apabila hal ini terjadi lakukanlah probing,  dengan mengatakan seandainya Responden membeli kira-kira berapa harganya. Tidak perlu harga yang sebenarnya harga perkiraan yang mendekati tidak apa apa.\n\nd. Demikian pula dengan pembelian beberapa bahan pangan yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk menyebutkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Seperti pembelian garam, terasi, bawang merah dan cabe yang dijadikan satu, sulit bagi Responden untuk memisahkan nilai untuk masing-masing bahan makanan tersebut. Untuk hal semacam ini, Pewawancara cukup mencatat nilai tersebut pada satu bahan makanan dan menulis \"0\" pada nilai bahan makanan yang lain serta jangan lupa mencatat kasus ini pada Seksi CP","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"39250"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"39250","type":"max"}],"var_txt":"a. Nilai pengeluaran bahan pangan yang dicatat adalah nilai bahan makanan yang benar-benar dikonsumsi oleh rumah tangga ini dalam seminggu terakhir yang terdiri dari bahan pangan yang diperoleh dari membeli, dihasilkan (diproduksi) sendiri atau mendapat pemberian orang lain di luar rumah tangga. Untuk bahan makanan yang diproduksi sendiri atau yang mendapat pemberian  dari orang lain di luar rumah tangga, nilainya harus diperhitungkan seandainya barang tersebut harus dibeli. \n\nb. Meskipun rumah tangga membeli bahan pangan, atau memperoleh bahan pangan dari hasil (produksi) sendiri, atau mendapat pemberian dari orang lain di luar rumah tangga, tetapi tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini, maka tidak dicatat sebagai konsumsi rumah tangga, karena bahan tersebut tidak dikonsumsi dalam seminggu terakhir ini. \n\nc. Informasi ini penting untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga dan alokasi pendapatan rumah tangga. Untuk memperoleh keterangan tentang konsumsi RT, kita tidak hanya menanyakan pengeluaran-pengeluaran RT untuk membeli barang-barang yang dikonsumsi tetapi harus menghitung nilai konsumsi dari barang-barang yang dihasilkan sendiri atau yang diterima dari pihak luar. \nDengan demikian kita akan mendapatkan nilai pengeluaran RT secara keseluruhan. \n\nd. Harus dihindari penghitungan duplikasi (double counting). Penghitungan semacam ini tidak saja bias terhadap total pengeluaran, tetapi juga akan bisa untuk melihat pola konsumsi. Perlu ditekankan dalam pencatatan bahwa pola konsumsi diperlukan tidak hanya dari sudut metodologis (sifat pengeluaran), tetapi juga dari sudut substansi (pembelian, produksi sendiri dan transfer) yang mana kedua aspek tersebut dapat menerangkan pola-pola konsumsi rumah tangga terhadap hal apa saja yang dikonsumsi yang mungkin dapat berimplikasi terhadap input minimal SDM (pendidikan dan kesehatan). \n\ne. Satu minggu terakhir.\nContoh: wawancara pada hari Senin Jam 10.00 WIB.  Yang dimaksud satu minggu terakhir dihitung mulai jam 10.00 hari Minggu mundur sampai jam 10.00 hari Senin pada minggu yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V161","name":"rp03","file_id":"F13","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"Tempat membeli makanan\/bahan makanan seminggu terakhir","var_qstn_qstnlit":"Dimana I\/B\/S membeli jenis makanan\/bahan makanan tersebut dalam satu minggu terakhir?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika Responden membeli dari beberapa tempat, misalnya dipasar, diwarung, di swalayan, tanyakan tempat mana yang paling sering dikunjungi untuk membeli bahan makanan dalam seminggu terakhir. \n\nb. Jawaban boleh lebih dari satu.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Pasar swalayan","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Pasar tradisional","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Warung","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Pedagang keliling","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"W","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null},{"value":"Z","labl":"Tidak pernah belanja","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V162","name":"rp03_ot","file_id":"F13","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Tempat (lainnya) membeli makanan\/bahan makanan seminggu terakhir","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika Responden membeli dari beberapa tempat, misalnya dipasar, diwarung, di swalayan, tanyakan tempat mana yang paling sering dikunjungi untuk membeli bahan makanan dalam seminggu terakhir. \n\nb. Jawaban boleh lebih dari satu.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V163","name":"rp04_15_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran sewa,kontrak rumah sebulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk sewa, kontrak, perkiraan sewa rumah (milik sendiri, bebas sewa, dinas, dsb.) oleh semua ART selama 1 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"8300","max":"99999998"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"8300","type":"min"},{"value":"99999998","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V164","name":"rp05_15_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk perawatan\/perbaikan rumah 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk perawatan dan perbaikan rumah oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99999998"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"99999998","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Yang masuk ke item ini adalah hanya pengeluaran untuk perbaikan ringan dan perawatan. \nRehab rumah dan penambahan ruangan tidak masuk dalam item ini.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V165","name":"rp04_15_c","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk rekening listrik,gas,dll sebulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk rekening listrik, gas, minyak tanah, air, kayu bakar, dsb. oleh semua ART selama 1 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99999998"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"99999998","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Apabila rumah tangga menggunakan kayu bakar dan kayu bakar tersebut memiliki nilai ekonomis (susah untuk mendapatkannya, misalnya harus pergi ke hutan dan berjalan berkilo-kilo meter) maka nilai seandainya Responden membeli kayu bakar tersebut dicatat disini. Tetapi apabila kayu bakar yang digunakan tersebut sangat mudah didapat, maka nilai kayu bakar tidak akan dicatat disini.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V166","name":"rp04_15_d","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk rekening telepon, HP, dll sebulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk rekening telepon dan HP, telepon umum, kartu HP, pos, dsb.  oleh semua ART selama 1 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99999998"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"99999998","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V167","name":"rp04_16_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk sabun mandi,sabun cuci,dll sebulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, shampoo, perawatan kecantikan, minyak rambut, parfum, tissue oleh semua ART selama 1 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"4000","max":"510000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"4000","type":"min"},{"value":"510000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V168","name":"rp05_16_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk biaya kesehatan 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk biaya kesehatan (rumah sakit, puskesmas, dokter praktek, dukun, obat-obatan, dsb.) oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"50000000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"50000000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Biaya kesehatan adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan kesehatan seperti ongkos rumah sakit, Puskesmas, dokter, obat-obatan, pemeriksaan kehamilan, biaya KB, biaya melahirkan, biaya imunisasi anak balita, dan lainnya.\n\ne. Jika rumah tangga Responden mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, maka nilai yang dicantumkan di sini adalah nilai perkiraan dari pelayanan yang didapat tersebut apabila Responden harus membayar.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V169","name":"rp05_16_c","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk biaya pendidikan 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk biaya pendidikan (uang pendaftaran, SPP, POMG\/Komite sekolah, uang pangkal\/daftar ulang, pramuka, prakarya, kursus, dsb.) oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99999998"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"99999998","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Biaya pendidikan adalah biaya untuk keperluan pendidikan seperti uang sekolah\/SPP, pendaftaran, iuran-iuran, kegiatan pramuka, alat tulis, dan uang kursus, termasuk fotokopi buku-buku\/pelajaran sekolah.\nUntuk bantuan dana BOS yang didapatkan oleh ART yang masih sekolah SD dan SMP tidak dicatat di sini.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V170","name":"rp04_16_d","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk transportasi,bensin,solar,oli sebulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk transportasi, bensin, solar, minyak pelumas\/oli oleh semua ART selama 1 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"4000000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"4000000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V171","name":"rp04_16_e","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk gaji sopir,pembantu,dll sebulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk pengeluaran lain (gaji sopir, pembantu, hotel, dsb.) oleh semua ART selama 1 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"8000000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"8000000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Untuk pembantu\/sopir\/satpam yang bukan ART, pengeluarannya diperhitungkan sebesar gaji ditambah dengan bahan-bahan yang diperoleh dari rumah tangga (semacam pegawai negeri: ada uang, beras, gula, dsb).\nJika mereka termasuk ART, gaji mereka tidak perlu dicatat, meskipun mereka dibayar setiap bulan. Demikian juga tidak perlu memperhitungkan pemondokan dan konsumsi meskipun hal tersebut dapat diperhitungkan selama satu bulan tersebut. Ini berarti sopir\/pembantu\/satpam yang bukan ART sesungguhnya memiliki nilai gaji bayangan yang dapat diperhitungkan dengan cara menjumlahkan gaji yang dibayar ditambah dengan konsumsi (atau pemondokan, jika ada) yang dapat diperhitungkan tadi.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V172","name":"rp04_17","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk pakaian,alas kaki,dan tutup kepala 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk pakaian, alas kaki dan tutup kepala (bahan pakaian, pakaian jadi, sepatu, topi, dsb.) oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"8790000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"8790000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Contoh pengeluaran item ini adalah: pakaianjadi, bahan pakaian, upah menjahit, sepatu, benang, handuk, ikat pinggang, semir sepatu, ongkos binatu.\n\ne. Pakaian untuk seragam sekolah dicatat di sini.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V173","name":"rp04_18","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk barang tahan lama 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk barang tahan lama dan perlengkapan rumah tangga (alat rumah tangga, perkakas, alat dapur, alat hiburan, alat olahraga, perhiasan mahal\/imitasi, kendaraan, payung, arloji, kamera, padang telepon, pasang listrik, dsb.) oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"17000000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"17000000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Barang (misalnya kendaraan, TV) yang sudah dibeli dan diterima meskipun belum dibayar\/lunas, nilainya tetap dimasukkan dalam pengeluaran di sini.\n\ne. Kado yang didapat dari pemberian orang lain dan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dicatat sebagai pengeluaran rumah tangga. Harganya disesuaikan dengan harga barang bila barang tersebut dibeli.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V174","name":"rp05_19_a","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk pajak 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk pajak (PBB dan Pajak Kendaraan) oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99999998"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"99999998","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebulan yang lalu dapat diperoleh dari PBB tahunan dibagi 12.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V175","name":"rp05_19_b","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk pungutan\/retribusi 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk pajak pungutan\/retribusi oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"360000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"360000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Contoh retribusi: parkir, retribusi untuk masuk tempat hiburan, iuran RT.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V176","name":"rp05_19_c","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk asuransi 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk Asuransi Kesehatan oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"9000000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"9000000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Pengeluaran untuk asuransi meliputi Asuransi Kecelakaan dan Kesehatan. Yang dicatat di sini adalah pengeluaran untuk membayar preminya, bukan untuk klaimnya.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V177","name":"rp05_19_d","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran lainnya (asuransi lain, tilang, PPh,dll) 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk lainnya (asuransi lainnya, tilang, PPh, dll) oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99999998"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"99999998","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V178","name":"rp05_20","file_id":"F13","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"10","labl":"Pengeluaran untuk keperluan pesta dan upacara 12 bulan terakhir","var_qstn_qstnlit":"Berapa pengeluaran untuk keperluan pesta dan upacara (perkawinan, khitanan, ulang tahun, perayaan hari agama, upacara adat) oleh semua ART selama 12 bulan terakhir?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"15000000"}],"var_universe":"Modul konsumsi ini diprioritaskan untuk ditanyakan kepada istri kepala rumah tangga karena biasanya istri kepala rumah tangga adalah orang yang mengatur atau mengetahui dengan baik pengeluaran atau konsumsi rumah tangga. Namun tidak tertutup kemungkinan pertanyaan Seksi KS ini juga ditanyakan kepada anggota rumah tangga lainnya yang berumur 18 tahun atau lebih dan ART tersebut dapat memberikan informasi tentang konsumsi dan pengeluaran rumah tangga.","universe_clusion":"I","var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"15000000","type":"max"}],"var_txt":"a. Pengeluaran sebulan yang lalu adalah pengeluaran yang betul-betul dikeluarkan (dikonsumsi) selama sebulan yang lalu, bukan pengeluaran selama 12 bulan yang lalu dibagi 12. \nPengeluaran 12 bulan yang lalu mencakup pengeluaran sebulan yang lalu, tetapi pengeluaran 12 bulan yang lalu belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan yang lalu. \n\nb. Satu bulan terakhir.\nContoh : wawancara pada tanggal 20 Juli 2008, yang dimaksud satu bulan terakhir adalah terhitung sejak tanggal 20 Juni 2008 (satu bulan yang lalu) sampai tanggal 19 Juli 2008.\n\nc. Satu tahun terakhir.\nContoh : wawancara tanggal 12 Juli 2008, yang dimaksud satu tahun terakhir adalah terhitung sejak tanggal 13 Juli 2007 (satu tahun yang lalu) sampai saat wawancara tanggal 13 Juli 2008. Jadi satu tahun terakhir terhitung sejak 365 hari yang lalu sampai saat wawancara.\n\nd. Pengeluaran yang dicatat di sini adalah pengeluaran untuk pesta perkawinan, khitanan, perayaan hari raya agama, ongkos naik haji (ONH), upacara adat, dan sebagainya.\nTidak termasuk makanan untuk pesta atau untuk khitanan karena konsumsi makanan untuk pesta akan tercatat dalam konsumsi makanan di RT masing-masing tamu yang datang ke pesta tersebut.\nKeperluan untuk pesta yang tidak dihitung adalah pengeluaran untuk makan yang tidak dikonsumsi oleh rumah tangga.\n\ne. Pengeluaran untuk membeli kado atau uang yang diberikan sebagai kado tidak dicatat sebagai pengeluaran untuk keperluan pesta dan upacara.\n\nf. Aqiqah (kambing) tidak dicatat di item pengeluaran untuk keperluan pesta dan upacara. \n\ng. Ongkos Naik Haji (ONH) yang belum dimanfaatkan (belum berangkat naik haji), maka ONH nya tidak masuk. Tapi bila naik hajinya setahun terakhir, ONH nya tetap dimasukkan walaupun pembayarannya sudah lebih dari setahun yang lalu.","var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F13"},{"vid":"V179","name":"hhid","file_id":"F14","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F14"},{"vid":"V180","name":"rp3type","file_id":"F14","var_intrvl":"discrete","var_width":"1","labl":"Jenis gangguan ekonomi","var_qstn_qstnlit":"Jenis gangguan ekonomi","var_qstn_ivulnstr":"a. Pewawancara harus teliti dan berhati-hati pada waktu  menanyakannya. Artinya apabila mendapat jawaban dari Responden, maka secepatnya harus  dikonfirmasi apakah peristiwa tersebut mengganggu keuangan rumah tangga atau tidak. \n\nb. Jika rumah tangga ini mengalami kejadian yang mengganggu ekonomi rumah tangga tersebut tetapi kejadiannya sudah lebih dari 12 bulan yang lalu, kalau dampak dari kejadian itu masih dirasakan sampai sekarang, maka kejadian itu tetap dicatat di seksi GE ini.","var_txt":"Yang perlu diperhatikan disini adalah apabila dalam rumah tangga tersebut mengalami satu atau beberapa peristiwa seperti tersebut di atas namun rumah tangga tersebut merasa tidak terganggu keuangan rumah tangganya, maka hal ini tidak termasuk dalam Gangguan Ekonomi.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Kematian kepala rumah tangga\/pencari nafkah utama","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Kematian anggota rumah tangga lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Penyakit berat yang diderita kepala rumah tangga atau pencari nafkah utama rumah tangga yang memerlukan perawatan RS atau pengobatan berkala","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Penyakit berat yang diderita anggota rumah tangga lainnya yang memerlukan perawatan RS atau pengobatan berkala","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Kehilangan pekerjaan atau kegagalan bisnis yang dialami oleh anggota rumah tangga","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Kerugian usaha karena kebakaran, gempa, atau bencana lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Gagal panen karena _____","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"Penurunan penghasilan karena gagal panen atau penurunan tingkat produksi","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya, ______","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F14"},{"vid":"V181","name":"rp06","file_id":"F14","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Apakah pernah mengalami gangguan ekonomi dalam 6 bulan terakhir?","var_qstn_qstnlit":"Dalam enam bulan terakhir, apakah rumah tangga ini pernah mengalami [...] yang mengakibatkan gangguan keuangan?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 3. Tidak, maka lanjutkan ke baris berikutnya","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F14"},{"vid":"V182","name":"rp06_ot","file_id":"F14","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Apakah pernah mengalami gangguan ekonomi (lainnya) dalam 6 bulan terakhir?","var_qstn_qstnlit":"Dalam enam bulan terakhir, apakah rumah tangga ini pernah mengalami [...] yang mengakibatkan gangguan keuangan?","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F14"},{"vid":"V183","name":"rp07x","file_id":"F14","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"12","labl":"Waktu terjadinya gangguan ekonomi","var_qstn_qstnlit":"Kapan [...] terjadi? (bulan\/tahun)","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"1","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F14"},{"vid":"V184","name":"rp07_mth","file_id":"F14","var_dcml":"0","var_intrvl":"contin","var_width":"9","labl":"Bulan terjadinya gangguan ekonomi","var_qstn_qstnlit":"Kapan [...] terjadi? (bulan\/tahun)","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"98"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"98","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F14"},{"vid":"V185","name":"rp07_yr","file_id":"F14","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Tahun terjadinya gangguan ekonomi","var_qstn_qstnlit":"Kapan [...] terjadi? (bulan\/tahun)","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1996","max":"2011"}],"var_sumstat":[{"value":"1996","type":"min"},{"value":"2011","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F14"},{"vid":"V186","name":"hhid","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V187","name":"sc01","file_id":"F15","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Apakah pernah mendengar tentang Program Keluarga Harapan?","var_qstn_qstnlit":"Apakah I\/B\/S pernah mendengar tentang Program Keluarga Harapan?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 3. Tidak, maka lanjutkan ke pertanyaan SC04","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V188","name":"sc02","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"11","labl":"Apakah Program Keluarga Harapan itu?","var_qstn_qstnlit":"Apakah Program Keluarga Harapan itu?","var_qstn_ivulnstr":"Jangan membacakan pilihan jawaban.\nJawaban boleh lebih dari satu.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Bantuan untuk rumah tangga sangat miskin","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Bantuan untuk rumah tangga miskin","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Bantuan untuk ibu hamil","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Bantuan untuk anak di bawah 6 tahun\/anak balita","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Bantuan untuk anak SD","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Bantuan untuk anak SMP","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Bantuan untuk anak SMA","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"Bantuan untuk siapapun yang membutuhkan","stats":null,"type":null},{"value":"I","labl":"Bantuan untuk semua rumah tangga di Desa\/Kelurahan","stats":null,"type":null},{"value":"J","labl":"Bantuan untuk pihak yang dianggap membutuhkan oleh pimpinan Desa\/Kelurahan","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya, _____","stats":null,"type":null},{"value":"Y","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V189","name":"sc02_ot","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Apakah Program Keluarga Harapan itu? (lainnya)","var_qstn_qstnlit":"Apakah Program Keluarga Harapan itu?","var_qstn_ivulnstr":"Jangan membacakan pilihan jawaban.\nJawaban boleh lebih dari satu.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V190","name":"sc03","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"Sumber informasi tentang Program Keluarga Harapan","var_qstn_qstnlit":"Darimana I\/B\/S mendapat informasi\/mendengar tentang Program Keluarga Harapan?","var_qstn_ivulnstr":"Jangan membacakan pilihan jawaban.\nJawaban boleh lebih dari satu.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Pertemuan masyarakat di RT atau RW setempat","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Ketua RT\/RW\/Dusun","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Kepala Desa\/Lurah","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Tetangga di RT ini","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Pendamping PKH","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya, ____","stats":null,"type":null},{"value":"Y","labl":"Tidak ingat","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V191","name":"sc04","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Cara untuk menjadi peserta Program Keluarga Harapan","var_qstn_qstnlit":"Sepengetahuan I\/B\/S, bagaimana cara untuk menjadi peserta Program Keluarga Harapan?","var_qstn_ivulnstr":"Jangan membacakan pilihan jawaban.\nJawaban boleh lebih dari satu.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Diundang untuk datang mendaftar oleh Ketua RT\/tokoh lain","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Datang ke tempat pendaftaran pada hari pendaftaran","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Membawa pasangan (suami atau istri)","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Membawa surat ijin jika pasangan tidak dapat hadir","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Diusulkan namanya di pertemuan masyarakat","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Diusulkan namaya di pertemuan tokoh","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Diusulkan namanya oleh Ketua RT, RW, atau Kepala Dusun","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"Didatangi oleh tim survey lapangan","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya _____","stats":null,"type":null},{"value":"Y","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V192","name":"sc04_ot","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Cara (lainnya) untuk menjadi peserta Program Keluarga Harapan","var_qstn_qstnlit":"Sepengetahuan I\/B\/S, bagaimana cara untuk menjadi peserta Program Keluarga Harapan?","var_qstn_ivulnstr":"Jangan membacakan pilihan jawaban.\nJawaban boleh lebih dari satu.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V193","name":"sc09","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"15","labl":"Apakah ada yang mendatangi dan menghimbau untuk ikut pendaftaran PKH?","var_qstn_qstnlit":"Apakah ada yang mendatangi rumah I\/B\/S dan menghimbau rumah tangga I\/B\/S untuk mengikuti proses pendaftaran ke Program Keluarga Harapan?","var_qstn_ivulnstr":"Jangan membacakan pilihan jawaban.\nJawaban boleh lebih dari satu.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Kepala Desa","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Perangkat Desa\/Kelurahan","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"PLKB","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Bidan Desa","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Petugas Puskesmas","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Tokoh masyarakat","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Aktivis","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"PKK","stats":null,"type":null},{"value":"I","labl":"LSM","stats":null,"type":null},{"value":"J","labl":"LKMD","stats":null,"type":null},{"value":"K","labl":"Ketua RT\/RW","stats":null,"type":null},{"value":"L","labl":"Konsultan","stats":null,"type":null},{"value":"M","labl":"Pemerintah Pusat","stats":null,"type":null},{"value":"N","labl":"Tetangga\/warga masyarakat lain","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"W","labl":"Tidak ada","stats":null,"type":null},{"value":"Y","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V194","name":"sc10","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"15","labl":"Apakah ada yang memberi surat untuk ikut pendaftaran PKH?","var_qstn_qstnlit":"Apakah ada yang memberikan surat kepada rumah tangga I\/B\/S untuk mengikuti proses pendaftaran ke Program Keluarga Harapan?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya W. Tidak ada, atau Y. Tidak tahu, maka lanjutkan ke Seksi AP","var_qstn_ivulnstr":"Jangan membacakan pilihan jawaban.\nJawaban boleh lebih dari satu.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Kepala Desa","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Perangkat Desa\/Kelurahan","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"PLKB","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Bidan Desa","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Petugas Puskesmas","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Tokoh masyarakat","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Aktivis","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"PKK","stats":null,"type":null},{"value":"I","labl":"LSM","stats":null,"type":null},{"value":"J","labl":"LKMD","stats":null,"type":null},{"value":"K","labl":"Ketua RT\/RW","stats":null,"type":null},{"value":"L","labl":"Konsultan","stats":null,"type":null},{"value":"M","labl":"Pemerintah Pusat","stats":null,"type":null},{"value":"N","labl":"Tetangga\/warga masyarakat lain","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"W","labl":"Tidak ada","stats":null,"type":null},{"value":"Y","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V195","name":"sc11","file_id":"F15","var_intrvl":"discrete","var_width":"14","labl":"Apa isi surat tersebut?","var_qstn_qstnlit":"Apa isi surat tersebut?","var_qstn_ivulnstr":"Jangan membacakan pilihan jawaban.\nJawaban boleh lebih dari satu.","var_catgry":[{"value":"A","labl":"PKH adalah program bantuan untuk rumah tangga sangat miskin","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"PKH adalah program bantuan untuk rumah tangga miskin","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"PKH adalah program bantuan untuk rumah tangga yang memiliki ibu hamil","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"PKH adalah program bantuan untuk rumah tangga yang memiliki anak di bawah 6 tahun\/anak balita","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"PKH adalah program bantuan untuk rumah tangga yang memiliki anak SD","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"PKH adalah program bantuan untuk rumah tangga yang memiliki anak SMP","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"PKH adalah program bantuan untuk rumah tangga yang memiliki anak SMA","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"Rumah tangga yang menerima surat ini disarankan mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"I","labl":"Semua orang disarankan mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"J","labl":"Keterangan waktu dan tempat pendaftaran","stats":null,"type":null},{"value":"K","labl":"Meminta izin untuk ketidakhadiran suami\/istri","stats":null,"type":null},{"value":"L","labl":"Menyatakan bahwa rumah tangga ini adalah benar warga RT\/RW\/Dusun ini","stats":null,"type":null},{"value":"M","labl":"Meresmikan perubahan dalam kartu keluarga","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya ______","stats":null,"type":null},{"value":"W","labl":"Tidak tahu\/sudah tidak ingat","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F15"},{"vid":"V196","name":"hhid","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V197","name":"ap01","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"16","labl":"Periksa daftar treatment: apa treatment Desa\/Kelurahan ini?","var_qstn_qstnlit":"Periksa Daftar Treatment: Apa Treatment Desa\/Kelurahan ini?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 1. PMT, maka lanjutkan ke Seksi SF","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"2","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"PMT","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Self-Targeting","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","var_notes":"Nama variabel untuk pertanyaan ini di dataset berbeda dengan nama variabel di kuesioner.\nDi dataset nama variabelnya ap01. Sedangkan di kuesioner, nama variabelnya ap03 dan letaknya setelah variabel ap02.","fid":"F16"},{"vid":"V198","name":"ap02","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Apakah pernah ikut proses pendaftaran PKH?","var_qstn_qstnlit":"Apakah I\/B\/S atau anggota rumah tangga I\/B\/S pernah pergi untuk mengikuti prses pendaftaran Program Keluarga Harapan?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 1. Ya, maka lanjutkan ke pertanyaan AP04","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_txt":"Yang dimaksud dengan \"pernah pergi\" di sini adalah pernah sampai di tempat pendaftaran dan mencoba mengikuti prose pendaftaran setidaknya sekali.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","var_notes":"a. Nama variabel untuk pertanyaan ini di dataset berbeda dengan nama variabel di kuesioner.\nDi dataset nama variabelnya AP02. Sedangkan di kuesioner, nama variabelnya AP01 dan merupakan pertanyaan pertama di Seksi AP ini.\n\nb. Karena ada perbedaan nama variabel dan letak pertanyaan, maka pola skip pun berbeda.\nDi kuesioner, jika jawabannya 1. Ya, maka lanjutkan ke pertanyaan AP03.\nDi dataset, jika jawabannya 1. Ya, maka lanjutkan ke pertanyaan AP04.","fid":"F16"},{"vid":"V199","name":"ap03","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"20","labl":"Alasan tidak mencoba","var_qstn_qstnlit":"Mengapa tidak mencoba?","var_qstn_ivulnstr":"Jawaban boleh lebih dari satu","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Rumah tangga kami tidak memenuhi kriteria PKH (tidak ada ibu hamil atau anak usia sekolah)","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Kami membutuhkan bantuannya, tapi tidak ada anggota rumah tangga yang bisa pergi untuk mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Kami membutuhkan bantuannya, tapi tempat pendaftaran terlalu jauh","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Kami membutuhkan bantuannya, tetapi syarat dan proses pendaftaran terlalu merepotkan","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Kami berpikiran untuk mendaftar, tapi akhirnya tidak jadi karena sibuk\/lupa\/tidak ada kesempatan untuk pergi","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Suami atau istri saya tidak dapat datang dengan say dan saya untuk mendaftar dan saya tidak mau meminta surat ijin dari Pak RT","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Suami atau istri saya tidak dapat datang dengan saya untuk mendaftar dan saya tidak sempat meminta surat ijin dari Pak RT","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"Suami atau istri saya tidak dapat datang dengan saya untuk mendaftar dan Pak RT tidak mau memberikan surat ijin kepada saya","stats":null,"type":null},{"value":"I","labl":"Suami atau istri saya tidak mau datang untuk mendaftar bersama saya","stats":null,"type":null},{"value":"J","labl":"Kami tidak mendapatkan surat undangan dari Pak RT\/RW\/Kepala Dusun","stats":null,"type":null},{"value":"K","labl":"Kami bukan warga sangat miskin\/kami tidak terlalu miskin","stats":null,"type":null},{"value":"L","labl":"Masih ada warga lain yang lebih miskin, jadi sebaiknya kami tidak mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"M","labl":"Kami tidak mau dianggap sangat miskin oleh warga lain","stats":null,"type":null},{"value":"N","labl":"Kami memang warga sangat miskinn, tapi kami malu untuk mengakui status sebagai warga sangat miskin","stats":null,"type":null},{"value":"O","labl":"Kami bukan warga sangat miskin, jadi kami malu untuk mengakui status sebagai warga sangat miskin","stats":null,"type":null},{"value":"P","labl":"Kami tidak memiliki dokumen yang harus dibawa (seperti KTP atau Kartu Keluarga)","stats":null,"type":null},{"value":"Q","labl":"Kami tidak tahu kapan harus mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"R","labl":"Kami tidak tahu dimana tempat pendaftaran untuk Desa\/Kelurahan ini","stats":null,"type":null},{"value":"S","labl":"Kami tidak tahu tentang Program Keluarga Harapan","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya ______","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","var_notes":"Nama variabel untuk pertanyaan ini di dataset berbeda dengan nama variabel di kuesioner.\nDi dataset nama variabelnya ap03. Sedangkan di kuesioner, nama variabelnya ap02 dan letaknya setelah variabel ap01.","fid":"F16"},{"vid":"V200","name":"ap03_ot","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Alasan (lainnya) tidak mencoba","var_qstn_qstnlit":"Mengapa tidak mencoba?","var_qstn_ivulnstr":"Jawaban boleh lebih dari satu","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V201","name":"ap04","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Siapa yang pergi untuk mendaftarkan RT ke PKH?","var_qstn_qstnlit":"Siapa saja yang pergi untuk mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S ke Program Keluarga Harapan?","var_qstn_ivulnstr":"Jawaban boleh lebih dari satu","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Kepala rumah tangga","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Pasangan Kepala Rumah Tangga","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Anak dalam rumah tangga","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Cucu dalam rumah tangga","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Anggota rumah tangga lainnya","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Sanak saudara yang bukan anggota rumah tangga ini","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Tetangga\/teman dari rumah tangga","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya, _____","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V202","name":"ap04_ot","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Siapa (lainnya) yang pergi untuk mendaftarkan RT ke PKH?","var_qstn_qstnlit":"Siapa saja yang pergi untuk mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S ke Program Keluarga Harapan?","var_qstn_ivulnstr":"Jawaban boleh lebih dari satu","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V203","name":"ap05_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Waktu tiba orang yang mendaftarkan RT ke PKH di tempat wawancara (jam)","var_qstn_qstnlit":"Pertama kali rumah tangga I\/B\/S mencoba mandaftar, jam barapa orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S sampai di tempat wawancara?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"22","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V204","name":"ap05_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Waktu  tiba orang yang mendaftarkan RT ke PKH di tempat wawancara (menit)","var_qstn_qstnlit":"Pertama kali rumah tangga I\/B\/S mencoba mandaftar, jam barapa orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S sampai di tempat wawancara?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"46","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V205","name":"ap06","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Apakah orang yang mendaftarkan RT ke PKH harus diwawancara hari berikutnya?","var_qstn_qstnlit":"Apakah orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S harus diwawancara pada hari berikutnya karena antrian terlalu panjang?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V206","name":"ap07","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Apakah orang yang mendaftarkan RT ke PKH pulang dan kembali untuk mengecek antrian?","var_qstn_qstnlit":"Di tengah proses wawancara, apakah orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S pulang dan kembali ke kantor desa untuk mengecek panjangnya antrean?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V207","name":"ap08","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Pihak yang mendaftarkan RT ke PKH","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V208","name":"ap08_a_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya Kepala Rumah Tangga antre (jam)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"26","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V209","name":"ap08_a_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya Kepala Rumah Tangga antre (menit)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"50","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V210","name":"ap08_b_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya Pasangan Kepala Rumah Tangga antre (jam)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"26","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V211","name":"ap08_b_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya  Pasangan Kepala Rumah Tangga antre (menit)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"50","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V212","name":"ap08_c_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya anak dalam rumah tangga antre (jam)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V213","name":"ap08_c_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya anak dalam rumah tangga antre (menit)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"45","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V214","name":"ap08_d_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya cucu dalam rumah tangga antre (jam)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"3","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"3","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V215","name":"ap08_d_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya  cucu dalam rumah tangga antre (menit)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"45","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V216","name":"ap08_e_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya  ART lain antre (jam)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"4","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V217","name":"ap08_e_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya ART lain antre (menit)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"30","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V218","name":"ap08_f_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya  sanak saudara bukan ART antre (jam)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"7","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V219","name":"ap08_f_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya sanak saudara bukan ART antre (menit)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"45","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V220","name":"ap08_g_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya  tetangga\/teman antre (jam)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"0","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"0","type":"min"},{"value":"0","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V221","name":"ap08_g_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya  tetangga\/teman antre (menit)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"5","max":"99"}],"var_sumstat":[{"value":"5","type":"min"},{"value":"5","type":"max"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V222","name":"ap08_v_hr","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya orang lainnya antre (jam)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"98","max":"99"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V223","name":"ap08_v_mnt","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"13","labl":"Lamanya orang lainnya antre (menit)","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"98","max":"99"}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V224","name":"ap08_v_ot","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Orang lainnya yang mendaftarkan RT ke PKH","var_qstn_qstnlit":"Secara keseluruhan, berapa lama orang yang mendaftarkan rumah tangga I\/B\/S antre\/menunggu untuk diwawancara?","var_qstn_ivulnstr":"a. Jika wakil I\/B\/S harus menunggu lebih dari satu hari, hitung total waktunya.\nb. Jawaban boleh lebih dari satu\nc. Isi waktu menunggu untuk semua jawaban yang dipilih","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V225","name":"ap09","file_id":"F16","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"8","labl":"Apakah RT berhasil mendaftar?","var_qstn_qstnlit":"Pada hari pendaftaran, apakah rumah tangga I\/B\/S berhasil mendaftar?","var_qstn_postqtxt":"Jika jawabannya 1. Ya, maka lanjutkan ke Seksi SF","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"3"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V226","name":"ap10","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"19","labl":"Alasan tidak berhasil","var_qstn_qstnlit":"Mengapa tidak berhasil?","var_qstn_ivulnstr":"Jawaban boleh lebih dari satu","var_catgry":[{"value":"A","labl":"Rumah tangga saya ternyata tidak memenuhi kriteria PKH (tidak ada ibu hamil atau anak usia sekolah)","stats":null,"type":null},{"value":"B","labl":"Antriannya terlalu panjang dan saya memutuskan untuk pulang","stats":null,"type":null},{"value":"C","labl":"Terlalu banyak yang mendaftar saat saya datang dan saya tidak bisa didaftarkan pada hari itu, lalu saya tidak kembali lagi","stats":null,"type":null},{"value":"D","labl":"Penjelasan saat pertemuan masyarakat terlalu lama dan saya memutuskan untuk pulang, jadi saya tidak tahu bagaimana cara mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"E","labl":"Saya tidak bisa datang pada hari wawancara","stats":null,"type":null},{"value":"F","labl":"Suami atau istri saya tidak dapat kembali dengan saya untuk mendaftar dan saya tidak meminta surat ijin dari Pak RT","stats":null,"type":null},{"value":"G","labl":"Suami atau istri saya tidak dapat kembali dengan saya untuk mendaftar dan saya tidak sempat meminta surat ijn dari Pak RT","stats":null,"type":null},{"value":"H","labl":"Suami atau istri saya tidak dapat kembali dengan saya untuk mendaftar dan Pak RT tidak mau memberikan surat ijin kepada saya","stats":null,"type":null},{"value":"I","labl":"Suami atau istri saya tidak mau kembali dengan saya untuk mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"J","labl":"Saya diminta untuk oleh Pak RT\/RW\/Kepala Dusun\/Kepala Desa\/staf desa lain untuk tidak mendaftar karena saya bukan warga sangat miskin\/ada rumah tangga lain yang lebih miskin","stats":null,"type":null},{"value":"K","labl":"Saya memutuskan untuk pulang setelah saya disarankan oleh staf pendaftaran untuk tidak mendaftar karena saya bukan warga sangat miskin","stats":null,"type":null},{"value":"L","labl":"Saya memutuskan untuk pulang waktu saya menyadari bahwa program ini untuk warga sangat miskin, sedangkan saya bukan warga sangat miskin","stats":null,"type":null},{"value":"M","labl":"Saya melihat masih banyak warga lain yang lebih miskin yang mendaftar, jadi sebaiknya tidak mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"N","labl":"Kami memang warga sangat miskin, tapi saya malu saat dilihat warga lain mendaftar, jadi saya pulang","stats":null,"type":null},{"value":"O","labl":"Kami bukan warga sangat miskin, jadi saya malu saat dilihat warga lain mendaftar, lalu saya pulang","stats":null,"type":null},{"value":"P","labl":"Kami ternyata tidak memilki dokumen yang harus dibawa (seperti KTP dan Kartu Keluarga)","stats":null,"type":null},{"value":"Q","labl":"Saat kami datang tempat pendaftaran sudah tutup\/tidak ada petugas","stats":null,"type":null},{"value":"R","labl":"Kami datang ke tempat yang salah untuk mendaftar","stats":null,"type":null},{"value":"V","labl":"Lainnya _____","stats":null,"type":null}],"var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V227","name":"ap10_ot","file_id":"F16","var_intrvl":"discrete","var_width":"80","labl":"Alasan (lainnya) tidak berhasil","var_qstn_qstnlit":"Mengapa tidak berhasil?","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F16"},{"vid":"V228","name":"hhid","file_id":"F17","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F17"},{"vid":"V229","name":"sf01","file_id":"F17","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"16","labl":"Bagaimana jalannya proses pemilihan calon peserta untuk PKH?","var_qstn_qstnlit":"Menurut I\/B\/S, bagaimana jalannya proses pemilihan calon peserta untuk Program Keluarga Harapan?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tidak lancar","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Kurang lancar","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Lumayan lancar","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Sangat lancar","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F17"},{"vid":"V230","name":"sf02","file_id":"F17","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"16","labl":"Bagaimana kinerja para petugas PKH di desa I\/B\/S?","var_qstn_qstnlit":"Bagaimana kinerja para petugas PKH di desa I\/B\/S?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tidak lancar","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Kurang lancar","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Lumayan lancar","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Sangat lancar","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F17"},{"vid":"V231","name":"sf03","file_id":"F17","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"25","labl":"Apakah cara yang digunakan untuk menentukan rumah tangga sasaran sudah tepat?","var_qstn_qstnlit":"Menurut I\/B\/S, apakah cara yang digunakan pada kegiatan ini untuk menentukan Rumah Tangga Sasaran sudah tepat?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tepat sekali","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Lumayan tepat","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Agak kurang tepat","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Sangat tidak tepat","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Tidak memiliki pendapat","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak mengetahui cara yang digunakan","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F17"},{"vid":"V232","name":"sf04","file_id":"F17","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"25","labl":"Apakah merasa puas dengan proses penentuan rumah tangga sasaran PKH?","var_qstn_qstnlit":"Apakah I\/B\/S merasa puas dengan proses penentuan rumah tangga sasaran penerima PKH secara keseluruhan?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Sangat tidak puas","stats":null,"type":null},{"value":"2","labl":"Agak kurang puas","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Lumayan puas","stats":null,"type":null},{"value":"4","labl":"Sangat puas","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Tidak memiliki pendapat","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F17"},{"vid":"V233","name":"sf05","file_id":"F17","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"25","labl":"Jika ada program lain, apakah I\/B\/S ingin proses yang sama dilakukan lagi?","var_qstn_qstnlit":"Jika ada program lain, apakah I\/B\/S ingin proses penentuan yang sama dilakukan lagi di desa ini?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"8","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null},{"value":"6","labl":"Tidak memiliki pendapat","stats":null,"type":null},{"value":"8","labl":"Tidak tahu","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F17"},{"vid":"V234","name":"hhid","file_id":"F18","var_intrvl":"discrete","var_width":"6","labl":"ID Rumah Tangga","var_txt":"Tujuan pemberian ID Rumah Tangga (IDRT)\/identifikasi rumah tangga adalah untuk menghindari terjadinya duplikasi rumah tangga terpilih yang diwawancarai karena IDRT setiap rumah tangga tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.\nIDRT terdiri dari 6 digit, dengan rincian: 3 digit pertama adalah kode wilcah, dan 3 digit kedua adalah kode nomor urut rumah tangga.\nKode Wilcah identik dengan kode nomor urut desa yang tercakup dalam studi ini. Kode wilcah: 001 s\/d 600.\nNomor Urut Rumah Tangga: mulai dari 001 dan tidak menutup kemungkinan nomor urut rumah tangga bisa lebih dari 99 rumah tangga di SLS terpilih.","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F18"},{"vid":"V235","name":"ad01","file_id":"F18","var_intrvl":"discrete","var_width":"7","labl":"Kode targeting rumah tangga ini","var_qstn_qstnlit":"Kode targeting rumah tangga ini","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F18"},{"vid":"V236","name":"ad02","file_id":"F18","var_intrvl":"discrete","var_width":"7","labl":"Kode PPLS rumah tangga ini","var_qstn_qstnlit":"Kode PPLS rumah tangga ini","var_format":"character","var_format_schema":"other","fid":"F18"},{"vid":"V237","name":"ad03","file_id":"F18","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Apakah ada petugas PKH yang datang untuk mengambil data dalam 3 bulan terakhir?","var_qstn_qstnlit":"Dalam tiga bulan terakhir, apakah ada petugas PKH yang datang untuk mengambil data rumah tangga I\/B\/S?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F18"},{"vid":"V238","name":"ad04","file_id":"F18","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"14","labl":"Apakah I\/B\/S sudah menerima bantuan PKH dalam 3 bulan terakhir?","var_qstn_qstnlit":"Dalam tiga bulan terakhir, apakah I\/B\/S sudah pernah menerima bantuan PKH?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"3","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Sudah pernah","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Belum pernah","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F18"},{"vid":"V239","name":"ad05","file_id":"F18","var_dcml":"0","var_intrvl":"discrete","var_width":"9","labl":"Apakah ada petugas PKH yang datang untuk mengambil data dalam 6 bulan terakhir?","var_qstn_qstnlit":"Dalam enam bulan terakhir, apakah ada petugas PKH yang datang untuk mengambil data rumah tangga I\/B\/S?","var_val_range":[{"units":"REAL","min":"1","max":"9"}],"var_sumstat":[{"value":"1","type":"min"},{"value":"3","type":"max"}],"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","stats":null,"type":null},{"value":"3","labl":"Tidak","stats":null,"type":null}],"var_format":"numeric","var_format_schema":"other","fid":"F18"}],"variable_groups":[]}