<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<codeBook version="1.2.2" ID="IDN_2013_IMK-P_v01-ID_M" xml-lang="en" xmlns="http://www.icpsr.umich.edu/DDI" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.icpsr.umich.edu/DDI http://www.icpsr.umich.edu/DDI/Version1-2-2.xsd">
  <docDscr>
    <citation>
      <titlStmt>
        <titl>
          Micro and Small Industries Survey 2013 (Panel)
        </titl>
        <IDNo>
          DDI_IDN_2013_IMK-P_v01-ID_M
        </IDNo>
      </titlStmt>
      <rspStmt>
        <othId role="Mengecek kualitas metadata" affiliation="Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi">
          <p>
            Susi Kastini
          </p>
        </othId>
      </rspStmt>
      <prodStmt>
        <producer abbr="RNG" affiliation="Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi" role="Membuat metadata pada bagian document dan study description (v1.0)">
          Ratih Ngestrini
        </producer>
        <producer abbr="MRT" affiliation="Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi" role="Membuat metadata pada bagian dataset (v1.0)">
          Murtika
        </producer>
        <copyright>
          <![CDATA[Copyright © 2014, BPS Statistics Indonesia.  All rights reserved.]]>
        </copyright>
        <prodDate date="2020-11-24">
          2020-11-24
        </prodDate>
        <software version="4.0.10" date="2018-05-02">
          Nesstar Publisher
        </software>
      </prodStmt>
      <distStmt>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik" email="pti@bps.go.id">
          Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi
        </contact>
      </distStmt>
      <verStmt>
        <version>
          Version 01 (November 2020). This version is identical to 00-IMK-2013-M1-PANEL-ENG, except for the following fields that were modified by the World Bank: study ID and DDI ID.
        </version>
      </verStmt>
    </citation>
  </docDscr>
  <stdyDscr>
    <citation>
      <titlStmt>
        <titl>
          Micro and Small Industries Survey 2013
        </titl>
        <subTitl>
          (Panel)
        </subTitl>
        <altTitl>
          IMK-P 2013
        </altTitl>
        <parTitl>
          Industri Mikro dan Kecil 2013
        </parTitl>
        <IDNo>
          IDN_2013_IMK-P_v01-ID_M
        </IDNo>
      </titlStmt>
      <rspStmt>
        <AuthEnty affiliation="Badan Pusat Statistik">
          Sub Direktorat Statistik Industri Kecil dan Rumah Tangga
        </AuthEnty>
        <othId>
          <p>
            BPS-RI: Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik, Direktorat Diseminasi Data, Direktorat Neraca Produksi, Direktorat Kesejahteraan Rakyat.
          </p>
        </othId>
        <othId>
          <p>
            Bappenas
          </p>
        </othId>
        <othId>
          <p>
            Bank Indonesia
          </p>
        </othId>
        <othId>
          <p>
            Kemenko Bidang Perekonomian
          </p>
        </othId>
        <othId>
          <p>
            Kementerian Perindustrian
          </p>
        </othId>
        <othId>
          <p>
            Kementerian Perdagangan
          </p>
        </othId>
        <othId>
          <p>
            Kementerian Negara Koperasi &amp; UKM
          </p>
        </othId>
      </rspStmt>
      <prodStmt>
        <producer affiliation="Badan Pusat Statistik">
          Sub Direktorat Statistik Industri Kecil dan Rumah Tangga
        </producer>
        <copyright>
          <![CDATA[Copyright © 2013, BPS Statistics Indonesia.  All rights reserved.]]>
        </copyright>
        <software version="4.0.10" date="2018-05-02">
          Nesstar Publisher
        </software>
        <fundAg abbr="APBN">
          Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
        </fundAg>
      </prodStmt>
      <distStmt>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          Sub Direktorat Statistik Industri Kecil dan Rumah Tangga (Informasi Umum, Masalah Teknis, Metode Pengumpulan Data)
        </contact>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          Sub Direktorat Integrasi Pengolahan Data (Metode Pengolahan Data)
        </contact>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          Direktorat Diseminasi Statistik (Diseminasi Data)
        </contact>
      </distStmt>
      <serStmt>
        <serName>
          Enterprise Survey [en/oth]
        </serName>
        <serInfo>
          <![CDATA[Pada awalnya pengumpulan data IMK hanya dilakukan secara periodik melalui sensus atau survei. Dimulai dari sensus industri tahun 1974/1975. Kemudian survei Industri Kecil dan Kerajinan Rumahtangga (IKKR) tahun 1982, Sensus Ekonomi tahun 1986 (SE'86), kemudian survei IKKR di tahun 1991, 1993, 1994, 1995, Sensus Ekonomi tahun 1996 (SE'96), tahun 1998-2005 data IMK dikumpulkan melalui Survei Usaha Terintegrasi (SUSI), sedangkan data tahun 2006 dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi tahun 2006 (SE'06). Tahun 2009 dan 2010 Survei IMK dilakukan secara rutin setiap tahun. 
Tahun 2011 hingga tahun 2012 survei dilakukan secara triwulanan, Survei Industri Mikro dan Kecil 2013 (VIMK 13) juga diselenggarakan secara triwulanan. Triwulan I periode Januari-Maret, Triwulan II periode April-Juni, Triwulan III periode Juli-September, dan Triwulan IV periode Oktober-Desember.]]>
        </serInfo>
      </serStmt>
      <verStmt>
        <version>
          Version 1
        </version>
        <verResp>
          Sub Direktorat Statistik Industri Kecil dan Rumah Tangga
        </verResp>
      </verStmt>
      <notes>
        <![CDATA[Referensi yang digunakan: International Labor Organization (ILO)
Klasifikasi yang digunakan: 2 dan 1-digit KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) Revisi 4 Tahun 2009]]>
      </notes>
    </citation>
    <stdyInfo>
      <subject>
        <keyword>
          usaha
        </keyword>
        <keyword>
          tenaga kerja
        </keyword>
        <keyword>
          ekonomi
        </keyword>
        <keyword>
          pengusaha
        </keyword>
        <keyword>
          pdrb
        </keyword>
        <keyword>
          pdb
        </keyword>
        <keyword>
          perusahaan
        </keyword>
        <topcClas vocab="World Bank">
          Private Sector and Trade
        </topcClas>
      </subject>
      <abstract>
        <![CDATA[Industri Mikro dan Kecil mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan ekonomi. Hal ini disebabkan intensitas tenaga kerja yang relatif lebih tinggi dan jumlah investasi yang relatif kecil, maka usaha Industri Mikro dan Kecil dapat lebih fleksibel dan beradaptasi terhadap perubahan pasar. Industri Mikro dan Kecil tidak terlalu terpengaruh oleh tekanan eksternal , karena dapat tanggap menangkap peluang untuk subsitusi impor dan meningkatkan (Supply) persediaan domestik. Pengembangan IMK dapat memberikan kontribusi pada diversifikasi industri dan percepatan perubahan struktur sebagai pra kondisi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang stabil dan berkesinambungan.

Secara umum VIMK13 bertujuan untuk mengetahui profil Industri Mikro dan Kecil (IMK) daerah potensi di Indonesia yang dapat digunakan sebagai bahan perencanaan kegiatan ekonomi secara makro. VIMK13 akan mengumpulkan dan menyajikan data tentang kegiatan perusahaan/usaha berskala mikro dan kecil yang rinci dan mutakhir menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) pada tingkat nasional. 
Secara khusus tujuan VIMK13 adalah : 
1. Mengetahui pertumbuhan produksi IMK. Dimana listing tahap I ada sebanyak 3000 blok sensus dan pencacahan sebanyak 9000 usaha setiap triwulan. 
2. Mendapatkan informasi dasar tentang berbagai informasi mengenai kegiatan ekonomi menurut 2 digit KBLI sebagai bahan untuk estimasi indikator IMK , seperti: 
a. Banyaknya usaha 
b. Banyaknya tenaga kerja 
c. Pengeluaran untuk tenaga kerja 
d. Struktur input dan output 
e. Kendala dan prospek usaha 
f. Keterangan lain yang berkaitan dengan usaha IMK]]>
      </abstract>
      <sumDscr>
        <collDate date="2013" event="start" cycle="Pelaksanaan Lapangan"/>
        <collDate date="2013" event="end" cycle="Pelaksanaan Lapangan"/>
        <nation abbr="IDN">
          Indonesia
        </nation>
        <geogCover>
          Seluruh Wilayah Indonesia
        </geogCover>
        <geogUnit>
          Level penyajian sampai dengan tingkat Nasional
        </geogUnit>
        <anlyUnit>
          Perusahaan/usaha industri manufaktur mikro dan kecil
        </anlyUnit>
        <universe>
          Perusahaan/usaha industri mikro dengan banyaknya tenaga kerja 1-4 orang dan industri kecil dengan banyaknya tenaga kerja 5-19 orang termasuk pengusaha/pemilik.
        </universe>
        <dataKind>
          Sample survey data [ssd]
        </dataKind>
      </sumDscr>
      <notes>
        <![CDATA[Data dan keterangan yang dikumpulkan dalam VIMK13:
a. Daftar VIMK13-L1/L2 terdiri dari 6 (enam) blok, yaitu:
Blok I : Keterangan Tempat
Blok II : Ringkasan
Blok III : Pendaftaran Usaha/Rumah Tangga
Blok IV : Keterangan Penarikan Sampel Utama
Blok V : Catatan
Blok VI : Keterangan Petugas

b. Daftar VIMK13-S1/S2 terdiri dari 10 (sepuluh) blok, yaitu:
Blok I.1 : Keterangan Tempat
Blok I.2 : Keterangan Perusahaan/Usaha
Blok II : Keterangan Umum
Blok III : Keterangan Pekerja dan Balas Jasa
Blok IV : Total Biaya/Pengeluaran Produksi Perusahaan/Usaha
Blok V : Produksi dan Pendapatan Perusahaan/Usaha
Blok VI : Nilai Harta Yang Dimiliki Perusahaan/Usaha dan Sumber Modal
Blok VII : Kendala, dan Prospek Usaha
Blok VIII : Catatan
Blok IX : Pengesahan
Blok X : Keterangan Petugas]]>
      </notes>
    </stdyInfo>
    <method>
      <dataColl>
        <timeMeth>
          Longitudinal: Data dikumpulkan pada waktu yang berbeda dan dilakukan terus menerus
        </timeMeth>
        <dataCollector>
          KSK (Pengawas 300 orang)
        </dataCollector>
        <dataCollector>
          Mitra (Pencacahan 1200 orang)
        </dataCollector>
        <frequenc>
          Triwulanan
        </frequenc>
        <sampProc>
          <![CDATA[VIMK13 ini dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota daerah potensi seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah blok sensus terpilih sebanyak 12.000 blok sensus. Mencakup 72.000 perusahaan/usaha mikro dan kecil, yang terbagi menjadi empat triwulan untuk setiap triwulan terdiri dari 9000 perusahaan/usaha. Sisanya 36.000 perusahaan/usaha dicacah pada Triwulan II 2013 tahap II. 

1. Jenis rancangan sampel: Multi Stage/Phase
Tahap I:
a. Kerangka sampel Blok Sensus adalah dari Sensus Ekonomi 2006 (SE06)
b. Kerangka sampel Usaha dari hasil pendaftaran VIMK13
Tahap II Penarikan sampel 2 tahap terstratifikasi:
a. Blok sensus dipilih secara PPS dengan size banyaknya usaha IMK SE06
b. Dari kerangka sampel usaha, seluruh industri kecil dipilih sebagai sampel dan dilakukan pemilihan sejumlah industri mikro secara sistematik linier

2. Kerangka sampel:
Kerangka sampel yang digunakan ada 2 jenis, yaitu kerangka sampel untuk pemilihan blok sensus dan kerangka sampel untuk pemilihan usaha. Kerangka sampel blok sensus yang digunakan adalah daftar blok sensus yang dilengkapi dengan informasi jumlah usaha Industri Mikro dan Kecil (IMK) hasil pencacahan Sensus Ekonomi 2006 (SE06). Kerangka sampel usaha adalah daftar usaha hasil pendaftaran survei IMK 2013. Kerangka sampel usaha ini dibedakan menurut usaha industri kecil dan usaha industri mikro.

3. Alokasi sampel: Seluruh Indonesia

4. Metode pemilihan sampel probabilitas:
Tahap pertama, adalah memilih sejumlah blok sensus pada setiap strata secara PPS (Probability Proportional to Size) dengan size banyaknya IMK hasil listing Survei IMK2012. Penarikan sampel blok sensus antar strata dilakukan secara independent.
Kerangka sampel yang digunakan yaitu daftar blok sensus hasil re-stratifikasi dalam satu provinsi
Tahap kedua, dari kerangka sampel usaha, seluruh industri kecil dipilih sebagai sampel, dan dilakukan pemilihan sejumlah industri mikro dari hasil pendaftaran IMK secara sistematik linier untuk setiap jenis usaha sesuai KBLI pada blok sensus terpilih. Bila jumlah industri kecil dalam suatu provinsi melebihi target sampel usaha IMK, maka harus dilakukan pemilihan sampel untuk industri kecil.]]>
        </sampProc>
        <collMode>
          Face-to-face [f2f]
        </collMode>
        <sources/>
      </dataColl>
      <notes>
        <![CDATA[Metode pengolahan: 
- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/aplikasi yang digunakan: Visual Basic (Bahasa Pemrograman), Accses dan Mysql (Data Base)]]>
      </notes>
      <anlyInfo>
        <dataAppr>
          <![CDATA[Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data: Revisit dan Supervisi.
Perlakuan terhadap outlier, secara umum Revisi dengan Menggunakan Nilai Rata-rata Kelompok.]]>
        </dataAppr>
      </anlyInfo>
    </method>
    <dataAccs>
      <setAvail>
        <accsPlac>
          Sub Direktorat Statistik Industri Kecil dan Rumah Tangga
        </accsPlac>
        <accsPlac>
          Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi
        </accsPlac>
        <accsPlac>
          Sub Direktorat Layanan dan Promosi Statistik
        </accsPlac>
      </setAvail>
      <useStmt>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik" URI="www.bps.go.id" email="bpshq@bps.go.id">
          Direktorat Diseminasi Statistik
        </contact>
        <citReq>
          <![CDATA[Pengguna data harus menyebutkan hal berikut dalam studinya:
1. Nama survei, yaitu: Survei Industri Mikro dan Kecil 2013 (Panel)
2. Survei ID number, yaitu: 00-IMK-2013-M1-PANEL
3. Produser data: Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat (Badan Pusat Statistik)]]>
        </citReq>
        <disclaimer>
          Pengguna data mengakui bahwa BPS tidak bertanggung jawab atas penggunaan data atau interpretasi atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut.
        </disclaimer>
      </useStmt>
    </dataAccs>
  </stdyDscr>
  <fileDscr ID="F1" URI="IDN_2013_IMK-P_v01-ID_M.Nesstar?Index=0&amp;Name=DataIMK_I">
    <fileTxt>
      <fileName>
        DataIMK_I.NSDstat
      </fileName>
      <fileCont>
        <![CDATA[IMK_I berisikan :
BLOK I.1        : KETERANGAN TEMPAT
BLOK I.2        : KETERANGAN PERUSAHAAN / USAHA
BLOK II          : KETERANGAN UMUM
BLOK III         : KETERANGAN PEKERJA DAN BALAS JASA
BLOK IV         : BIAYA / PENGELUARAN PERUSAHAAN / USAHA PADA TRIWULAN I 2013
BLOK V          : PRODUKSI DAN PENDAPATAN PERUSAHAAN / USAHA PADA TRIWULAN IV 2012 DAN TRIWULAN I 2013
BLOK VI         : NILAI HARTA YANG DIMILIKI PERUSAHAAN / USAHA DAN SUMBER MODAL PADA TRIWULAN I 2013
BLOK VII        : KENDALA, DAN PROSPEK USAHA SELAMA TRIWULAN I 2013]]>
      </fileCont>
      <dimensns>
        <caseQnty>
          0
        </caseQnty>
        <varQnty>
          243
        </varQnty>
      </dimensns>
      <fileType>
        Nesstar 200801
      </fileType>
    </fileTxt>
  </fileDscr>
  <fileDscr ID="F2" URI="IDN_2013_IMK-P_v01-ID_M.Nesstar?Index=1&amp;Name=DataIMK_II">
    <fileTxt>
      <fileName>
        DataIMK_II.NSDstat
      </fileName>
      <fileCont>
        <![CDATA[IMK_II berisikan :
BLOK I.1        : KETERANGAN TEMPAT
BLOK I.2        : KETERANGAN PERUSAHAAN / USAHA
BLOK II          : KETERANGAN UMUM
BLOK III         : KETERANGAN PEKERJA DAN BALAS JASA
BLOK IV         : BIAYA / PENGELUARAN PERUSAHAAN / USAHA PADA TRIWULAN II 2013
BLOK V          : PRODUKSI DAN PENDAPATAN PERUSAHAAN / USAHA PADA TRIWULAN I 2013 DAN TRIWULAN II 2013
BLOK VI         : NILAI HARTA YANG DIMILIKI PERUSAHAAN / USAHA DAN SUMBER MODAL PADA TRIWULAN II 2013
BLOK VII        : KENDALA, DAN PROSPEK USAHA SELAMA TRIWULAN II 2013]]>
      </fileCont>
      <dimensns>
        <caseQnty>
          0
        </caseQnty>
        <varQnty>
          243
        </varQnty>
      </dimensns>
      <fileType>
        Nesstar 200801
      </fileType>
    </fileTxt>
  </fileDscr>
  <fileDscr ID="F3" URI="IDN_2013_IMK-P_v01-ID_M.Nesstar?Index=2&amp;Name=DataIMK_III">
    <fileTxt>
      <fileName>
        DataIMK_III.NSDstat
      </fileName>
      <fileCont>
        <![CDATA[IMK_III berisikan :
BLOK I.1        : KETERANGAN TEMPAT
BLOK I.2        : KETERANGAN PERUSAHAAN / USAHA
BLOK II          : KETERANGAN UMUM
BLOK III         : KETERANGAN PEKERJA DAN BALAS JASA
BLOK IV         : BIAYA / PENGELUARAN PERUSAHAAN / USAHA PADA TRIWULAN III 2013
BLOK V          : PRODUKSI DAN PENDAPATAN PERUSAHAAN / USAHA PADA TRIWULAN II 2013 DAN TRIWULAN III 2013
BLOK VI         : NILAI HARTA YANG DIMILIKI PERUSAHAAN / USAHA DAN SUMBER MODAL PADA TRIWULAN III 2013
BLOK VII        : KENDALA, DAN PROSPEK USAHA SELAMA TRIWULAN III 2013]]>
      </fileCont>
      <dimensns>
        <caseQnty>
          0
        </caseQnty>
        <varQnty>
          243
        </varQnty>
      </dimensns>
      <fileType>
        Nesstar 200801
      </fileType>
    </fileTxt>
  </fileDscr>
  <fileDscr ID="F4" URI="IDN_2013_IMK-P_v01-ID_M.Nesstar?Index=3&amp;Name=DataIMK_IV">
    <fileTxt>
      <fileName>
        DataIMK_IV.NSDstat
      </fileName>
      <fileCont>
        <![CDATA[IMK_IV berisikan :
BLOK I.1        : KETERANGAN TEMPAT
BLOK I.2        : KETERANGAN PERUSAHAAN / USAHA
BLOK II          : KETERANGAN UMUM
BLOK III         : KETERANGAN PEKERJA DAN BALAS JASA
BLOK IV         : BIAYA / PENGELUARAN PERUSAHAAN / USAHA PADA TRIWULAN IV 2013
BLOK V          : PRODUKSI DAN PENDAPATAN PERUSAHAAN / USAHA PADA TRIWULAN III 2013 DAN TRIWULAN IV 2013
BLOK VI         : NILAI HARTA YANG DIMILIKI PERUSAHAAN / USAHA DAN SUMBER MODAL PADA TRIWULAN IV 2013
BLOK VII        : KENDALA, DAN PROSPEK USAHA SELAMA TRIWULAN IV 2013]]>
      </fileCont>
      <dimensns>
        <caseQnty>
          0
        </caseQnty>
        <varQnty>
          243
        </varQnty>
      </dimensns>
      <fileType>
        Nesstar 200801
      </fileType>
    </fileTxt>
  </fileDscr>
  <dataDscr>
    <var ID="V1" name="triwulan" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1" EndPos="255" width="255" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Triwulan I
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          TRIWULAN I
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V2" name="tahun" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="256" EndPos="510" width="255" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          TAHUN 2013
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V3" name="prop" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="511" EndPos="512" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          PROPINSI
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          11
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[ACEH                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          12
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA UTARA           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          13
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA BARAT           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          14
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[RIAU                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          15
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAMBI                    ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA SELATAN         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          17
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BENGKULU                 ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          18
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[LAMPUNG                  ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          19
        </catValu>
        <labl>
          KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          21
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KEPULAUAN RIAU           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          31
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[DKI JAKARTA              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA BARAT               ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          33
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA TENGAH              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          34
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[DI YOGYAKARTA            ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          35
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA TIMUR               ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          36
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BANTEN                   ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          51
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BALI                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          52
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[NUSA TENGGARA BARAT      ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          53
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[NUSA TENGGARA TIMUR      ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          61
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN BARAT         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          62
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN TENGAH        ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          63
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN SELATAN       ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          71
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI UTARA           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          72
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI TENGAH          ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          73
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI SELATAN         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          74
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI TENGGARA        ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          75
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[GORONTALO                ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          76
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI BARAT           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          81
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[MALUKU                   ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          82
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[MALUKU UTARA             ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          91
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[PAPUA BARAT              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          94
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[PAPUA                    ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V4" name="kab" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="513" EndPos="514" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kabupaten/Kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KABUPATEN / KOTA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V5" name="kec" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="515" EndPos="517" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kecamatan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KECAMATAN
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V6" name="desa" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="518" EndPos="520" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Desa/Kelurahan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          DESA / KELURAHAN
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V7" name="nbs" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="521" EndPos="524" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Blok Sensus (NBS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[NOMOR BLOK SENSUS  ( NBS )]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Blok Sensus (BS) : bagian dari suatu wilayah desa/kelurahan yang merupakan daerah kerja dari seorang pencacah.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V8" name="nks" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="525" EndPos="529" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Kode Sampel (NKS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR KODE SAMPEL ( NKS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V9" name="nus" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="530" EndPos="531" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Urut Sampel (NUS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR URUT SAMPEL ( NUS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="12"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V10" name="nup" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="532" EndPos="534" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Urut Perusahaan/Usaha Terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR URUT PERUSAHAAN / USAHA TERPILIH
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V11" name="imik" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="535" EndPos="535" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Klasifikasi Industri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Klasifikasi Industri
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Industri Mikro :
perusahaan/usaha industri manufaktur yang mempunyai pekerja 1-4 orang.
Industri Kecil :
perusahaan/usaha industri manufaktur yang mempunyai pekerja 5-19 orang.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Industri Mikro
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Industri Kecil
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V12" name="kbli2dgt" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="536" EndPos="537" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kode KBLI 2 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode KBLI 2 Digit
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="33"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V13" name="nama" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="538" EndPos="547" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nama Perusahaan/Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NAMA PERUSAHAAN / USAHA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V14" name="alamat" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="548" EndPos="557" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Alamat Perusahaan/Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          ALAMAT PERUSAHAAN / USAHA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V15" name="kodepos" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="558" EndPos="562" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor kodepos
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KODE POS
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V16" name="telp" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="563" EndPos="572" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Telepon
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR TELEPON
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V17" name="fax" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="573" EndPos="585" width="13" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Faksimili
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          FAKSIMILI
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V18" name="email" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="586" EndPos="607" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        E-mail
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          EMAIL
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V19" name="Homepage" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="608" EndPos="608" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Homepage
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          HOMEPAGE
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V20" name="b12_7" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="609" EndPos="660" width="52" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kegiatan utama perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kegiatan utama perusahaan/usaha ( tuliskan sejelas-jelasnya)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan sejelas-jelasnya
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V21" name="b12_8" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="661" EndPos="661" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sifat Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode Sifat Usaha (periode musiman selama satu tahun)
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Musiman
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bukan Musiman
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V22" name="b12_91" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="662" EndPos="701" width="40" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Produk utama yang dihasilkan KBLI 5 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Produksi utama yang dihasilkan
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V23" name="b12_92" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="702" EndPos="706" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KBLI 5 Digit
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V24" name="b2_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="707" EndPos="724" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nama Pengusaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nama Pengusaha
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan nama pemilik atau yang bertanggung jawab atau direktur/manajer di perusahaan/usaha.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V25" name="b2_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="725" EndPos="725" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis Kelamin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis Kelamin
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Laki-laki
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perempuan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V26" name="b2_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="726" EndPos="727" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Umur
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Umur (bulatkan kebawah)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Umur dituliskan dalam tahun dengan pembulatan ke bawah, berdasarkan ulang tahun yang terakhir. Perhitungan umur didasarkan pada kalender masehi. Untuk yang berumur 99 tahun ke atas maka isikan 98 dan untuk yang tidak tahu diisikan 99.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V27" name="b2_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="728" EndPos="728" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari salah satu kode pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan, kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jenjang pendidikan:

Tidak tamat SD :
Mereka yang tidak sekolah/belum pernah sekolah atau mereka yang pernah sekolah/tidak tamat di sekolah dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Pamong (Pendidikan anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru), Sekolah Dasar Kecil, Paket A1 - A100. Mereka yang tamat Sekolah Dasar 3 tahun atau sederajat dianggap belum tamat. 

SD & sederajat :
Mereka yang tamat sekolah dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Pamong (Pendidikan anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru), Sekolah Dasar Kecil, Paket A1 - A100.

SLTP & sederajat : 
Mereka yang tamat SMP, MULO, HBS 3 tahun, SLB Menengah Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Kepandaian Putri, SMEP, ST, Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama, Sekolah Ketrampilan Kejuruan 4 tahun, Sekolah Usaha Tani, Sekolah Pertanian Menengah Pertama, Sekolah Guru Bantu, Pendidikan Guru Agama
Pedoman PENCACAH VIMK13 35
4 tahun, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan Perusahaan, dan Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.

SLTA & sederajat :
Mereka yang tamat dari Sekolah Menengah Atas, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial, Sekolah Menengah Industri Kerajinan, Sekolah Menengah Seni Rupa, Sekolah Menengah Karawitan Indonesia, Sekolah Menengah Musik, Sekolah Teknologi Menengah Pembangunan, Sekolah Menengah Ekonomi Atas, Sekolah Teknologi Menengah, Sekolah Menengah Teknologi Pertanian, Sekolah Menengah Teknologi Perkapalan, Sekolah Menengah Teknologi Pertambangan, dan Sekolah Menengah Teknologi Grafika. 

DI / DII :
Mereka yang tamat Sekolah Guru Olah Raga, Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama, Pendidikan Guru Agama 6 tahun, Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak, Kursus Pendidikan Guru, Sekolah Analisis Menengah Kimia Atas, Sekolah Asisten Apoteker, Sekolah Bidan, Sekolah Pengatur Rontgen, dan Kursus Pegawai Administrasi Atas, Diploma I atau Diploma II pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program diploma. Program Akta I dan Akta II termasuk dalam jenjang pendidikan program Diploma I atau Diploma II. Sarjana Muda / DIII: Mereka yang tamat Akademi/Diploma III/Akta III atau yang telah mendapatkan gelar sarjana muda pada suatu fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh suatu Akademi/Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

Sarjana / S1 / D IV : 
Mereka yang tamat program pendidikan Sarjana (Strata-1) atau yang telah mendapatkan gelar sarjana (menyelesaikan sejumlah SKS tertentu) pada suatu fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh suatu Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

S2 / S3 :
Mereka yang tamat program pendidikan program pasca sarjana, Magister (Strata-2), atau Doktor (Strata-3) yang telah mendapatkan gelar master/doktor pada suatu program studi di sebuah fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh Universitas/Institut/Sekolah Tinggi.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak Tamat SD
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          SD dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          SLTP dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          SLTA dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Di / DII
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Sarjana Muda / DIII
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          DIB / S1
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          S2 / S3
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V28" name="b2_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="729" EndPos="729" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan 

Badan usaha :
Kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomi yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
36 Pedoman PENCACAH VIMK13
Badan usaha yang disebut Badan Hukum: Usaha yang modalnya dipisahkan, seperti: Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, dan Yayasan.

Badan usaha yang disebut Bukan Badan Hukum: Usaha yang modalnya tidak dipisah, seperti: CV, Fa (Firma), dan Perorangan.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          PT
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          CV
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Koperasi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perorangan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V29" name="b2_51" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="730" EndPos="734" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 5
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 5
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V30" name="b2_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="735" EndPos="738" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun mulai berproduksi secara komersial
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Tahun mulai berproduksi secara komersial
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V31" name="b3_1a_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="739" EndPos="740" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Oktober 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Oktober Triwulan IV 2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari – Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April – Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V32" name="b3_1a_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="741" EndPos="742" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan November 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan November Triwulan IV 2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V33" name="b3_1a_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="743" EndPos="744" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Desember 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Desember Triwulan IV 2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V34" name="b3_1a_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="745" EndPos="746" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Januari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Januari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V35" name="b3_1a_7" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="747" EndPos="748" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Februari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Februari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V36" name="b3_1a_8" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="749" EndPos="750" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang)  pada bulan Februari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V37" name="b3_1b_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="751" EndPos="752" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Oktober 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Oktober Triwulan IV 2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V38" name="b3_1b_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="753" EndPos="754" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan November 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan November Triwulan IV 2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V39" name="b3_1b_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="755" EndPos="756" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Desember 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Desember Triwulan IV 2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V40" name="b3_1b_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="757" EndPos="758" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Januari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Januari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V41" name="b3_1b_7" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="759" EndPos="760" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Februari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Februari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V42" name="b3_1b_8" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="761" EndPos="762" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Maret Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V43" name="b3_1c_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="763" EndPos="764" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Oktober 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Oktober Triwulan IV 2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V44" name="b3_1c_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="765" EndPos="766" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan November 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan November Triwulan IV 2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V45" name="b3_1c_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="767" EndPos="768" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Desember 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Desember Triwulan IV  2012]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V46" name="b3_1c_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="769" EndPos="770" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Januari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Januari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V47" name="b3_1c_7" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="771" EndPos="772" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Februari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Februari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V48" name="b3_1c_8" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="773" EndPos="774" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Maret Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember 2012) dan Triwulan I 2013 (Januari - Maret 2013), Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 (April - Juni 2013), Triwulan II 2013 dan triwulan III 2013 (Juli - September 2013),Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013.

Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan rata-rata jam kerja per hari untuk kegiatan Juli 2012 sampai dengan Juni 2013]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V49" name="b3_2a_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="775" EndPos="776" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi laki-laki yang dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
a. Pekerja produksi laki-laki yang dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V50" name="b3_2a_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="777" EndPos="778" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi perempuan yang dibayar Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
a. Pekerja produksi perempuan yang dibayar Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V51" name="b3_2a_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="779" EndPos="780" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi laki-laki yang tidak dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
a. Pekerja produksi laki-laki yang tidak dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V52" name="b3_2a_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="781" EndPos="782" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi perempuan yang tidak dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
a. Pekerja produksi perempuan yang tidak dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V53" name="b3_2a_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="783" EndPos="784" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja produksi bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
a. Jumlah pekerja produksi bulan Maret 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V54" name="b3_2b_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="785" EndPos="785" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja lainnya laki-laki yang dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
b. Pekerja lainnya laki-laki yang dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V55" name="b3_2b_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="786" EndPos="786" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
b. Pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V56" name="b3_2b_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="787" EndPos="788" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
b. Pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V57" name="b3_2b_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="789" EndPos="790" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
b. Pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V58" name="b3_2b_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="791" EndPos="792" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja lainnya bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayr dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
b. Jumlah pekerja lainnya bulan Maret 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V59" name="b3_2c_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="793" EndPos="794" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan pekerja lainnya  laki-laki yang dibayar bulan Maret 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya Laki-laki yang dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V60" name="b3_2c_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="795" EndPos="796" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi dan pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayr dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V61" name="b3_2c_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="797" EndPos="798" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi dan pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayr dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V62" name="b3_2c_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="799" EndPos="800" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi dan pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan Maret 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V63" name="b3_2c_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="801" EndPos="802" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja produksi dan pekerja lainnya bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah pekerja produksi dan pekerja lainnya laki-laki dan perempuan yang dibayar maupun yang tidak dibayar bulan Maret 2013
c. Jumlah pekerja produksi dan pekerja lainnya bulan Maret 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V64" name="b3_3a_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="803" EndPos="811" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
a. Nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki bulan Maret 2013 : Rp....................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V65" name="b3_3b_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="812" EndPos="819" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai balas jasa pekerja dibayar perempuan bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
b. Nilai balas jasa pekerja dibayar perempuan bulan Maret 2013 : Rp .......................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V66" name="b3_3c_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="820" EndPos="828" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai balas jasa pekerja dibayar bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan I 2013 :
c. Jumlah nilai balas jasa pekerja dibayar bulan Maret 2013 laki-laki dan perempuan : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V67" name="b4_1_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="829" EndPos="838" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai  (Rp) pemakaian jenis bahan baku dan bahan penolong]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian jenis bahan baku dan bahan penolong : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V68" name="b4_1a_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="839" EndPos="870" width="32" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V69" name="b4_1a_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="871" EndPos="879" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V70" name="b4_1a_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="880" EndPos="886" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V71" name="b4_1a_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="887" EndPos="896" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama : Rp..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V72" name="b4_1b_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="897" EndPos="918" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V73" name="b4_1b_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="919" EndPos="926" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V74" name="b4_1b_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="927" EndPos="933" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V75" name="b4_1b_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="934" EndPos="942" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua : Rp...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V76" name="b4_1c_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="943" EndPos="964" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Jenis bahan baku dan bahan penolong  terbesar ketiga]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[c. Jenis bahan baku dan bahan penolong  terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V77" name="b4_1c_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="965" EndPos="971" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V78" name="b4_1c_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="972" EndPos="977" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V79" name="b4_1c_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="978" EndPos="986" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga : Rp.................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V80" name="b4_1d_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="987" EndPos="1008" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V81" name="b4_1d_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1009" EndPos="1017" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V82" name="b4_1d_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1018" EndPos="1023" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V83" name="b4_1d_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1024" EndPos="1032" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V84" name="b4_1e_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1033" EndPos="1049" width="17" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V85" name="b4_1e_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1050" EndPos="1059" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V86" name="b4_1e_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1060" EndPos="1065" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V87" name="b4_1e_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1066" EndPos="1074" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima : Rp ........................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V88" name="b4_1f_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1075" EndPos="1092" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V89" name="b4_1f_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1093" EndPos="1099" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V90" name="b4_1f_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1100" EndPos="1105" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V91" name="b4_1f_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1106" EndPos="1114" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V92" name="b4_1g_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1115" EndPos="1147" width="33" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V93" name="b4_1g_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1148" EndPos="1154" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V94" name="b4_1g_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1155" EndPos="1160" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V95" name="b4_1g_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1161" EndPos="1169" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh : Rp .....................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V96" name="b4_1h_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1170" EndPos="1178" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          h. Nilai bahan baku dan bahan penolong lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        <![CDATA[Untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis bahan baku dan penolong, satuan standar, dan banyaknya bahan baku dan penolong yang berasal dari pihak lain tetap diisikan pada Blok IV Rincian 1 Kolom (1), (2), dan (3). 
Sedangkan nilainya tidak dicatat sebagai pengeluaran pada usaha tersebut.]]>
      </notes>
    </var>
    <var ID="V97" name="b4_2_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1179" EndPos="1187" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian pelumas dan bahan bakar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian pelumas dan bahan bakar : Rp .......................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Nilai (Rupiah) Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.

Isikan banyaknya bahan bakar dan pelumas pada Kolom (3) dan nilainya (rupiah) pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V98" name="b4_2a_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1188" EndPos="1192" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Banyaknya pelumas  (liter)]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Banyaknya pelumas  :................ liter]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V99" name="b4_2a_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1193" EndPos="1200" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pelumas
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai Pelumas : Rp ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V100" name="b4_2b_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1201" EndPos="1206" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bensin (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya bensin : ............... Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V101" name="b4_2b_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1207" EndPos="1214" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bensin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai bensin : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V102" name="b4_2c_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1215" EndPos="1220" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya solar (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Banyaknya solar : .............. Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V103" name="b4_2c_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1221" EndPos="1228" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) solar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Nilai solar : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V104" name="b4_2d_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1229" EndPos="1233" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya minyak tanah (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Banyaknya minyak tanah : ............. Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V105" name="b4_2d_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1234" EndPos="1241" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) minyak tanah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Nilai minyak tanah : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V106" name="b4_2e_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1242" EndPos="1245" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya gas kota (M3)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Banyaknya gas kota : .............. M3
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V107" name="b4_2e_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1246" EndPos="1252" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) gas kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Nilai gas kota : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V108" name="b4_2f_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1253" EndPos="1258" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya elpiji (Kg)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Banyaknya elpiji :...............Kg
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V109" name="b4_2f_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1259" EndPos="1267" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) elpiji
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Nilai elpiji : Rp .....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V110" name="b4_2g_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1268" EndPos="1271" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya batu bara/briket (kg)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Banyaknya batu bara/briket : ..............Kg
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V111" name="b4_2g_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1272" EndPos="1278" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) batu bara/briket
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Nilai batu bara/briket : Rp ....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V112" name="b4_2h_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1279" EndPos="1286" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) kayu bakar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          h. Nilai kayu bakar : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V113" name="b4_2i_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1287" EndPos="1294" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) arang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          i. Nilai arang : Rp ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V114" name="b4_2j_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1295" EndPos="1302" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan bakar lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          j. Nilai bahan bakar lainnya : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V115" name="b4_3_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1303" EndPos="1310" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pemakaian listrik
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya pemakaian listrik :.............Kwh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian listrik pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian listrik pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya listrik :
Biaya seluruh pemakaian listrik untuk keperluan perusahaan/usaha, seperti untuk penerangan dan menjalankan mesin.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V116" name="b4_3_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1311" EndPos="1319" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian listrik
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian listrik : Rp............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian listrik pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian listrik pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya listrik :
Biaya seluruh pemakaian listrik untuk keperluan perusahaan/usaha, seperti untuk penerangan dan menjalankan mesin.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V117" name="b4_4_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1320" EndPos="1326" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pemakaian air
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya pemakaian air : ..............M3
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian air pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian air pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya pemakaian air bersih: Biaya pembelian air bersih dari perusahaan air minum/badan pengelola air minum ataupun dari pihak lain untuk keperluan perusahaan/usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V118" name="b4_4_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1327" EndPos="1334" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian Air
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian Air : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian air pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian air pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya pemakaian air bersih: Biaya pembelian air bersih dari perusahaan air minum/badan pengelola air minum ataupun dari pihak lain untuk keperluan perusahaan/usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V119" name="b4_5_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1335" EndPos="1341" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) alat tulis dan keperluan kantor
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai alat tulis dan keperluan kantor : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Yang diisikan disini adalah nilai bahan-bahan yang telah habis digunakan, tidak termasuk sisa (stok) yang belum digunakan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Semua alat tulis dan keperluan kantor yang habis dipakai seperti : Kertas, spidol, pensil, tinta, karbon, pita mesin tik, map, kapur tulis, dan sejenisnya.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V120" name="b4_6_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1342" EndPos="1349" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bunga atas pinjaman
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai bunga atas pinjaman : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bunga atas pinjaman : 
Pengeluaran perusahaan untuk pembayaran bunga atas pinjaman modal kepada pihak lain, misal: bunga yang dibayarkan ke Bank, Pegadaian, dsb. Bunga yang dibayarkan tidak harus terhadap pinjaman pada Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, Triwulan III 2013, Triwulan IV 2013, tetapi termasuk bunga atas pinjaman tahun sebelumnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V121" name="b4_7_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1350" EndPos="1357" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi : Seluruh biaya pengangkutan/ pengiriman, pos dan telekomunikasi yang digunakan untuk kelancaran usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V122" name="b4_8_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1358" EndPos="1365" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal adalah :
pengeluaran rutin untuk memelihara atau memperbaiki barang modal agartetap berfungsi seperti biasanya tanpa menambah kapasitas, mengubah bentuk atau menambah umur barang modal tersebut, seperti biayapenggantian suku cadang, pemeliharaan mesin-mesin penggantian suku cadang, pemeliharaan mesin-mesindan perbaikan bangunan tempat usaha yang sifatnya tidak memperluas.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V123" name="b4_9_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1366" EndPos="1374" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bnagunan/konstruksi, dan barang modal lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan/konstruksi, dan barang modal lainnya : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Pengisian besarnya sewa hanya yang digunakan untuk usaha saja, tidak termasuk untuk kegiatan rumah tangga.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan / konstruksi, dan barang modal lainnya :
Pengeluaran yang digunakan untuk keperluan usaha dan rumah tangga harus di proporsionalkan antara penggunaan untuk usaha dan rumah tinggal. Termasuk penghitungan sewa kendaraan milik sendiri, bangunan/konstruksi milik sendiri harus dinilai atas dasar harga pasar/setempat (diimputasi).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V124" name="b4_10_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1375" EndPos="1383" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) sewa tanah untuk usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai sewa tanah untuk usaha : Rp ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya sewa tanah untuk usaha : 
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha selama sebulan yang lalu atas penggunaan tanah milik pihak lain. Apabila pengeluaran sewa adalah satu tahun sekali maka harus di bagi dua belas (12) bulan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V125" name="b4_11_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1384" EndPos="1392" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) jasa industri yang dikerjakan pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai jasa industri yang dikerjakan pihak lain : Rp ..................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pembayaran atas jasa industri yang dikerjakan pihak lain adalah :
Seluruh pengeluaran atas jasa industri pihak lain yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk menunjang kegiatan usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V126" name="b4_12_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1393" EndPos="1401" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pajak tak langsung
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pajak tak langsung : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pajak tak langsung : 
Pajak yang dikenakan kepada konsumen melalui produsen terhadap pembelian barang/jasa, misalnya: pajak pertambahan nilai barang dan jasa, pajak bumi dan bangunan, bea masuk dan cukai, pajak ekspor, pajak hiburan dan retribusi (termasuk restribusi papan nama, iklan, dsb), termasuk biaya STNK dan retribusi uji petik (kir) khusus untuk kendaraan operasional perusahaan/usaha.

Apabila pengeluaran pajak adalah satu tahun sekali maka harus di bagi dua belas (12) bulan. Tidak termasuk pajak yang dibayarkan oleh perusahaan untuk pemotongan pajak balas jasa pekerja.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Pajak tak langsung termasuk pajak pertambahan nilai barang dan jasa, pajak bumi dan bangunan, bea masuk dan bea cukai, pajak ekspor, pajak impor, pajak penjualan, pajak hiburan dan retribusi.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V127" name="b4_13_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1402" EndPos="1409" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) jasa yang dikerjakan oleh pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai jasa yang dikerjakan oleh pihak lain : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pembayaran jasa yang dikerjakan oleh pihak lain adalah :
Seluruh pengeluaran atau jasa pihak lain yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk kelancaran kegiatan/usaha ini seperti asuransi perusahaan, promosi/iklan, pengacara dll. 

Biaya jasa akuntan/konsultan :
Biaya yang dikeluarkan perusahaan/usaha kepada akuntan/konsultan, seperti: biaya penyusunan sistem dan pelaksanaan pembukuan, biaya pemeriksaan pembukuan dan penyusunan laporan, biaya konsultasi hukum, konsultasi keuangan dll.

Biaya untuk asuransi kerugian :
Premi yang dibayar oleh perusahaan/usaha kepada perusahaan asuransi atas barang yang diasuransikan, seperti: asuransi kebakaran, asuransi kendaraan dan asuransi barang modal lainnya. 

Promosi/iklan : 
Biaya untuk promosi/iklan yang dilakukan oleh perusahaan sendiri misalnya pasang spanduk, papan reklame (perusahaan membayar pajak reklame/iklan).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Jasa yang dikerjakan oleh pihak lain termasuk jasa akuntan/konsultan, promosi/iklan, perakitan/instalasi piranti keras dan lunak/analisis dan pemograman, pelatihan, asuransi dan sejenisnya.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V128" name="b4_14_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1410" EndPos="1417" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya selain yang tercantum pada Rincian 1 sampai Rincian 9 tersebut di atas yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk kelancaran dan menunjang kegiatan usaha, seperti: royalti (merek dagang/hak paten), kemasan/pembungkus, perijinan, pembelian peralatan penunjang kegiatan proses produksi yang umur pemakaiannya kurang dari setahun (misal: serokan/pengki, ayakan/saringan, pikulan), dan sebagainya.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Lainnya, pengemas/pembungkus, pembelian peralatan penunjang kegiatan proses produksi yang umur pemakaiannya kurang dari setahun (misal : pengki, ayakan/saringan, pikulan dan sejenisnya), dsb.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V129" name="b4_15_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1418" EndPos="1427" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Jumlah biaya/pengeluaran perusahaan/usaha Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai Jumlah biaya/pengeluaran perusahaan/usaha Triwulan I 2013 (jumlah rincian 1 s/d 14) : Rp ....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V130" name="b5_1a_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1428" EndPos="1462" width="35" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Jenis barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V131" name="b5_1a_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1463" EndPos="1467" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V132" name="b5_1a_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1468" EndPos="1475" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V133" name="b5_1a_51" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1476" EndPos="1482" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V134" name="b5_1a_61" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1483" EndPos="1489" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari-Maret)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V135" name="b5_1a_52" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1490" EndPos="1500" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V136" name="b5_1a_62" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1501" EndPos="1511" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V137" name="b5_1a_53" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1512" EndPos="1519" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V138" name="b5_1a_63" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1520" EndPos="1528" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V139" name="b5_1b_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1529" EndPos="1563" width="35" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Jenis barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V140" name="b5_1b_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1564" EndPos="1568" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V141" name="b5_1b_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1569" EndPos="1575" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V142" name="b5_1b_51" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1576" EndPos="1582" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V143" name="b5_1b_61" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1583" EndPos="1589" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari-Maret)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V144" name="b5_1b_52" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1590" EndPos="1598" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V145" name="b5_1b_62" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1599" EndPos="1608" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V146" name="b5_1b_53" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1609" EndPos="1616" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V147" name="b5_1b_63" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1617" EndPos="1624" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V148" name="b5_1c_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1625" EndPos="1665" width="41" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Jenis barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V149" name="b5_1c_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1666" EndPos="1670" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V150" name="b5_1c_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1671" EndPos="1677" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V151" name="b5_1c_51" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1678" EndPos="1683" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ......................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V152" name="b5_1c_61" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1684" EndPos="1689" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013 (Januari-Maret)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V153" name="b5_1c_52" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1690" EndPos="1698" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V154" name="b5_1c_62" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1699" EndPos="1708" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 

Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V155" name="b5_1c_53" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1709" EndPos="1716" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V156" name="b5_1c_63" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1717" EndPos="1725" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V157" name="b5_1d_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1726" EndPos="1734" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan lainnya Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
d. Nilai produksi barang yang dihasilkan lainnya Triwulan IV 2012 (Oktober-desember) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V158" name="b5_1d_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1735" EndPos="1743" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan lainnya Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
d. Nilai produksi barang yang dihasilkan lainnya Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V159" name="b5_1e_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1744" EndPos="1754" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
e. Jumlah nilai produksi barang yang dihasilkan Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V160" name="b5_1e_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1755" EndPos="1765" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
e. Jumlah nilai produksi barang yang dihasilkan Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
      <notes>
        Untuk perusahaan/usaha disamping menghasilkan produk sendiri, juga melayani jasa industri maka jenis barang yang dihasilkan tetap diisikan masing-masing untuk jenis barang produk sendiri dan jenis barang dari jasa industri.
      </notes>
    </var>
    <var ID="V161" name="b5_2a_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1766" EndPos="1804" width="39" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi ”KASMURY” yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V162" name="b5_2a_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1805" EndPos="1809" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V163" name="b5_2a_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1810" EndPos="1817" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V164" name="b5_2a_51" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1818" EndPos="1824" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V165" name="b5_2a_61" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1825" EndPos="1831" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari-Maret)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V166" name="b5_2a_52" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1832" EndPos="1841" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V167" name="b5_2a_62" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1842" EndPos="1850" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V168" name="b5_2a_53" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1851" EndPos="1858" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Harga Satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V169" name="b5_2a_63" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1859" EndPos="1866" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Harga satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V170" name="b5_2b_1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1867" EndPos="1894" width="28" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V171" name="b5_2b_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1895" EndPos="1899" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V172" name="b5_2b_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1900" EndPos="1907" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V173" name="b5_2b_51" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1908" EndPos="1913" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V174" name="b5_2b_61" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1914" EndPos="1919" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari-Maret)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V175" name="b5_2b_52" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1920" EndPos="1928" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V176" name="b5_2b_62" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1929" EndPos="1937" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ...............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V177" name="b5_2b_53" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1938" EndPos="1944" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Harga Satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V178" name="b5_2b_63" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1945" EndPos="1951" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Harga satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V179" name="b5_2c_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1952" EndPos="1961" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V180" name="b5_2c_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1962" EndPos="1970" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ......................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V181" name="b5_3_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1971" EndPos="1979" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan IV 2012 (Oktober-Desember) : Rp ..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya. 
Termasuk pendapatan dari keuntungan/kerugian penjualan barang dalam bentuk yang sama, menyewakan barang modal milik perusahaan, penjualan limbah/sampah produksi, bunga atas simpanan di pihak lain atau meminjamkan ke pihak lain, bagi hasil, sumbangan, hadiah dan nilai pendapatan hasil imputasi. 

Keuntungan/kerugian penjualan barang: Selisih nilai dari barang-barang yang dijual dengan nilai belinya dalam bentuk yang sama (tanpa mengalami perubahan bentuk/tanpa diproses).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V182" name="b5_3_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1980" EndPos="1988" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Termasuk pendapatan dari keuntungan/kerugian penjualan barang dalam bentuk yang sama, menyewakan barang modal milik perusahaan, penjualan limbah/sampah produksi, bunga atas simpanan di pihak lain atau meminjamkan ke pihak lain, bagi hasil, sumbangan, hadiah dan nilai pendapatan hasil imputasi. 

Keuntungan/kerugian penjualan barang: Selisih nilai dari barang-barang yang dijual dengan nilai belinya dalam bentuk yang sama (tanpa mengalami perubahan bentuk/tanpa diproses).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V183" name="b5_4_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1989" EndPos="1999" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan IV 2012
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan IV 2012 (Oktober - Desember) : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V184" name="b5_4_6" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2000" EndPos="2010" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah Nilai Produksi dan pendapatan perusahaan pada triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah Nilai Produksi dan pendapatan perusahaan pada  Triwulan I 2013  Rp................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V185" name="b6_1a_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2011" EndPos="2020" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta lancar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a. Nilai Harta lancar : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V186" name="b6_1a1_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2021" EndPos="2030" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Uang Tunai (termasuk piutang usaha)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a1. Nilai Uang Tunai (termasuk piutang usaha) : Rp ..................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Uang tunai (termasuk piutang usaha)
Isikan pada Kolom (2) uang tunai yang dimiliki seperti dalam bentuk: kas, tabungan, deposito, dan piutang usaha dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010.

Persedian barang-barang untuk kegiatan usaha Isikan pada Kolom (2) persediaan barang-barang dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010. Pada umumnya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V187" name="b6_1a2_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2031" EndPos="2040" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a2. Nilai Persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Uang tunai (termasuk piutang usaha)
Isikan pada Kolom (2) uang tunai yang dimiliki seperti dalam bentuk: kas, tabungan, deposito, dan piutang usaha dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010.

Persedian barang-barang untuk kegiatan usaha Isikan pada Kolom (2) persediaan barang-barang dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010. Pada umumnya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V188" name="b6_1b_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2041" EndPos="2051" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta tetap
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b. Nilai Harta tetap : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V189" name="b6_1b1_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2052" EndPos="2061" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Tanah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b1. Nilai tanah : Rp ................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V190" name="b6_1b2_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2062" EndPos="2071" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Bangunan/gedung
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b2. Nilai Bangunan/gedung : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V191" name="b6_1b3_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2072" EndPos="2081" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Mesin dan Perlengkapan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b3. Nilai Mesin dan Perlengkapan : Rp .............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V192" name="b6_1b4_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2082" EndPos="2091" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Kendaraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b4. Nilai Kendaraan : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V193" name="b6_1b5_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2092" EndPos="2100" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta tetap Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b5. Nilai Harta tetap Lainnya : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V194" name="b6_1c_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2101" EndPos="2111" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah (Rp) Harta lancar dan Harta tetap
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
c. Jumlah Harta lancar dan Harta tetap : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V195" name="b6_2a" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2112" EndPos="2114" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Sumber modal milik sendiri (termasuk hibah/transfer)  ]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal :
Milik sendiri (termasuk hibah/transfer) : ............% jika 100 % langsung ke rincian 4]]>
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika 100 % langsung ke rincian 4
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan persentase kepemilikan modal yang sesuai, milik sendiri maupun dari pihak lain.
Jika sumber modal semuanya milik sendiri (100%), langsung ke Rincian 4.

Jika barang modal didapatkan dengan sistem kredit, maka: Isian pada milik sendiri adalah banyaknya uang yang telah dibayarkan. Sedangkan isian pada pihak lain adalah banyaknya uang yang belum dibayarkan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber Modal :
Menunjukkan kondisi yang sah secara hukum atas pemilikan modal usaha, modal lancar maupun modal tetap.

Pihak Lain :
Modal usaha yang diperoleh dari menggadaikan mobil dikategorikan sebagai modal pinjaman, sedangkan mobil yang digadaikan tersebut masih tetap milik/harta perusahaan/usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V196" name="b6_2b" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2115" EndPos="2117" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sumber modal pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal :
Pihak lain  : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan persentase kepemilikan modal yang sesuai, milik sendiri maupun dari pihak lain.
Jika sumber modal semuanya milik sendiri (100%), langsung ke Rincian 4.

Jika barang modal didapatkan dengan sistem kredit, maka: Isian pada milik sendiri adalah banyaknya uang yang telah dibayarkan. Sedangkan isian pada pihak lain adalah banyaknya uang yang belum dibayarkan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber Modal :
Menunjukkan kondisi yang sah secara hukum atas pemilikan modal usaha, modal lancar maupun modal tetap.

Pihak Lain :
Modal usaha yang diperoleh dari menggadaikan mobil dikategorikan sebagai modal pinjaman, sedangkan mobil yang digadaikan tersebut masih tetap milik/harta perusahaan/usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V197" name="b6_3a" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2118" EndPos="2120" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
a. Pinjaman BANK : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V198" name="b6_3b" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2121" EndPos="2123" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman pinjaman koperasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
b. Pinjaman Koperasi : ................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V199" name="b6_3c" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2124" EndPos="2126" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman lembaga keuangan bukan bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
c. Pinjaman Lembaga keuangan bukan BANK : .............. %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V200" name="b6_3d" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2127" EndPos="2129" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari modal ventura
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
d. Modal Ventura : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V201" name="b6_3e" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2130" EndPos="2132" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman dari perorangan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
e. Pinjaman dari perorangan : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V202" name="b6_3f" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2133" EndPos="2135" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman keluarga/famili
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
f. Pinjaman keluarga/Famili : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V203" name="b6_3g" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2136" EndPos="2138" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
g. Lainnya (tuliskan ..........) : .............. %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V204" name="b6_3g1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2139" EndPos="2155" width="17" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman keterangan lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
g1. Keterangan lainnya : ................ %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V205" name="b6_4" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2156" EndPos="2156" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Alasan utama tidak/belum pernah meminjam dari bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Alasan utama tidak/belum pernah meminjam dari BANK ( Jika rincian 3.a tidak terisi ) :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika rincian 3.a tidak terisi
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu prosedur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Prosedur sulit
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada agunan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Suku bunga tinggi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Usulan ditolak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak berminat
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V206" name="b7_1a" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2157" EndPos="2157" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kesulitan utama yang dialami oleh perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Kesulitan utama yang dialami oleh perusahaan/usaha :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada kesulitan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Permodalan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          BBM/energi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Tranportasi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Keterampilan pekerja
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Kemampuan membayar upah buruh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V207" name="b7_1a1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2158" EndPos="2185" width="28" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 8
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 8 : ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V208" name="b7_1b" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2186" EndPos="2186" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jika kesulitan utama adalah bahan baku, alasan utama adalah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jika kesulitan utama adalah bahan baku (rincian 1.a kode 1), alasan utama adalah :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 1.a kode 1
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          Untuk perusahaan/usaha yang mengalami kesulitan bahan baku, lingkari jenis kesulitan bahan baku yang dialami, dan tuliskan kode yang dilingkari tersebut ke kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku langka
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku mahal
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Lokasi bahan baku jauh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan..........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V209" name="b7_1b1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2187" EndPos="2205" width="19" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 4
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 4 : .............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 1.a kode 1
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          Untuk perusahaan/usaha yang mengalami kesulitan bahan baku, lingkari jenis kesulitan bahan baku yang dialami, dan tuliskan kode yang dilingkari tersebut ke kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V210" name="b7_2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2206" EndPos="2206" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah perusahaan/usaha saat ini menjadi anggota koperasi?
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apakah perusahaan/usaha saat ini menjadi anggota koperasi?
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V211" name="b7_3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2207" EndPos="2209" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis pelayanan dari koperasi yang pernah diterima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis pelayanan/usaha dari koperasi yang pernah diterima :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Suatu perusahaan/usaha dapat memperoleh pelayanan dari koperasi, walaupun bukan anggota koperasi.

Yang dimaksud dalam rincian ini adalah : 
Selama periode Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, triwulan III 2013, triwulan IV 2013, usaha telah berinteraksi dengan koperasi dan menerima pelayanan dari koperasi, misalnya: penyediaan/pembelian bahan baku, pinjaman uang, penyuluhan, pemasaran.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V212" name="b7_31" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2210" EndPos="2222" width="13" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 64 : ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Suatu perusahaan/usaha dapat memperoleh pelayanan dari koperasi, walaupun bukan anggota koperasi.

Yang dimaksud dalam rincian ini adalah : 
Selama periode Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, triwulan III 2013, triwulan IV 2013, usaha telah berinteraksi dengan koperasi dan menerima pelayanan dari koperasi, misalnya: penyediaan/pembelian bahan baku, pinjaman uang, penyuluhan, pemasaran.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V213" name="b7_4a" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2223" EndPos="2225" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis pelayanan/bantuan yang pernah diterima selain dari koperasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis pelayanan/bantuan yang pernah diterima selain dari koperasi
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika jawabannya 0 langsung kerincian 5
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bantuan yang dimaksud adalah : 
Yang meringankan pengusaha. Contoh: bahan baku, pemasaran, bimbingan/pelatihan/penyuluhan, mesin, barang modal/peralatan dsb.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah (langsung kerincian 5)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V214" name="b7_4a1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2226" EndPos="2229" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 64 : ...........
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika jawabannya 0 langsung kerincian 5
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bantuan yang dimaksud adalah : 
Yang meringankan pengusaha. Contoh: bahan baku, pemasaran, bimbingan/pelatihan/penyuluhan, mesin, barang modal/peralatan dsb.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V215" name="b7_4b" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2230" EndPos="2231" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V216" name="b7_4b1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2232" EndPos="2243" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 16 : ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V217" name="b7_5" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2244" EndPos="2244" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jika tidak pernah memperoleh bantuan dari koperasi/selain koperasi alasan utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jika tidak pernah memperoleh bantuan/pelayanan dari koperasi/selain koperasi (rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0), alasan utama :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu prosedur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Proposal ditolak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tidak berminat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V218" name="b7_51" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2245" EndPos="2320" width="76" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 5
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 5 : ............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V219" name="b7_6a" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2321" EndPos="2323" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis kemitraan yang pernah dilakukan oleh perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis kemitraan yang pernah dilakukan oleh perusahaan/usaha :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          langsung kerincian 8
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Definisi kemitraan diartikan secara luas, tidak terbatas hubungan bapak dengan anak angkat.

Kemitraan adalah : Hubungan kerjasama dengan perusahaan/usaha lain (termasuk BUMN/BUMD) yang saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah (langsung kerincian 8)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V220" name="b7_6a1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2324" EndPos="2380" width="57" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 64 : ...............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          langsung kerincian 8
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Definisi kemitraan diartikan secara luas, tidak terbatas hubungan bapak dengan anak angkat.

Kemitraan adalah : Hubungan kerjasama dengan perusahaan/usaha lain (termasuk BUMN/BUMD) yang saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V221" name="b7_6b" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2381" EndPos="2384" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun terakhir perusahaan/usaha menjalin kemitraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Tahun terakhir perusahaan/usaha menjalin kemitraan ? ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V222" name="b7_6c" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2385" EndPos="2386" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Badan/lembaga yang pernah menjalin kemitraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Badan/lembaga yang pernah menjalin kemitraan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan ........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V223" name="b7_6c1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2387" EndPos="2396" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c1. Keterangan kode 16 : ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V224" name="b7_6d" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2397" EndPos="2397" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah ada memorandom of understanding (MoU) perjanjian dalam menjalin kemitraan?
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Apakah ada memorandom of understanding (MoU) perjanjian dalam menjalin kemitraan?
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V225" name="b7_7a" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2398" EndPos="2399" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penyelenggara bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti pekerja perusahaan/usaha adalah:
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Penyelenggara bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti pekerja perusahaan/usaha ( Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari)  adalah :]]>
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Sendiri
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan ......)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Instansi Pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V226" name="b7_7a1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2400" EndPos="2419" width="20" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 16 : ................
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya:
Selain yang disebutkan di atas.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V227" name="b7_7b" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2420" EndPos="2421" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jenis bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya:
Selain yang disebutkan di atas.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Manajerial
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Keterampilan/teknik produksi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V228" name="b7_7b1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2422" EndPos="2443" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 8
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 8 : ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya:
Selain yang disebutkan di atas.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V229" name="b7_8a" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2444" EndPos="2446" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan perusahaan/Industri Lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
a. perusahaan/Industri Lain : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V230" name="b7_8b" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2447" EndPos="2449" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Pedagang/Pengepul
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
b. Pedagang/Pengepul : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V231" name="b7_8c" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2450" EndPos="2452" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Rumah Tangga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
c. Rumah Tangga : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V232" name="b7_8d" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2453" EndPos="2455" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Pasar Tradisional
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
d. Pasar Tradisional : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V233" name="b7_8e" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2456" EndPos="2458" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Rumah Makan/Hotel
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
e. Rumah Makan/Hotel : ............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V234" name="b7_8f" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2459" EndPos="2461" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Super Market/Swalayan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
f. Super Market/Swalayan : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V235" name="b7_8g" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2462" EndPos="2464" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
g. Lainnya : ................ %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V236" name="b7_9a1" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2465" EndPos="2467" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negeri luar kabupaten/kota satu provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam Negeri :
1. Dalam satu kabupaten/kota : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V237" name="b7_9a2" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2468" EndPos="2470" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negeri luar kabupaten/kota satu provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam Negeri : 
2. Luar kabupaten/kota satu provinsi : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V238" name="b7_9a3" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2471" EndPos="2473" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negri luar provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam negeri :
3. Luar provinsi : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V239" name="b7_9b" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2474" EndPos="2476" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini luar negri / ekspor
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
b. Luar negeri/ekspor : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V240" name="catatan" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2477" EndPos="2548" width="72" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Uraian catatan
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V241" name="id_perusahaan" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2549" EndPos="2570" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Identitas Perusahaan
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V242" name="UserId" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2571" EndPos="2575" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Identitas User
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V243" name="Force" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2576" EndPos="2576" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Force
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V244" name="triwulan" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1" EndPos="255" width="255" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Triwulan II
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          TRIWULAN II
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V245" name="tahun" files="F2" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="256" EndPos="259" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          TAHUN 2013
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="2013" max="2013"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V246" name="prop" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="260" EndPos="261" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          PROPINSI
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          11
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[ACEH                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          12
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA UTARA           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          13
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA BARAT           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          14
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[RIAU                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          15
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAMBI                    ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA SELATAN         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          17
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BENGKULU                 ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          18
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[LAMPUNG                  ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          19
        </catValu>
        <labl>
          KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          21
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KEPULAUAN RIAU           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          31
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[DKI JAKARTA              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA BARAT               ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          33
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA TENGAH              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          34
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[DI YOGYAKARTA            ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          35
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA TIMUR               ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          36
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BANTEN                   ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          51
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BALI                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          52
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[NUSA TENGGARA BARAT      ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          53
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[NUSA TENGGARA TIMUR      ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          61
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN BARAT         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          62
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN TENGAH        ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          63
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN SELATAN       ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          71
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI UTARA           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          72
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI TENGAH          ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          73
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI SELATAN         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          74
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI TENGGARA        ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          75
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[GORONTALO                ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          76
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI BARAT           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          81
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[MALUKU                   ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          82
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[MALUKU UTARA             ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          91
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[PAPUA BARAT              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          94
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[PAPUA                    ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V247" name="kab" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="262" EndPos="263" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kabupaten/Kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KABUPATEN / KOTA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V248" name="kec" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="264" EndPos="266" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kecamatan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KECAMATAN
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V249" name="desa" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="267" EndPos="269" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Desa/Kelurahan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          DESA / KELURAHAN
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V250" name="nbs" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="270" EndPos="273" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Blok Sensus (NBS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[NOMOR BLOK SENSUS  ( NBS )]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Blok Sensus (BS) : bagian dari suatu wilayah desa/kelurahan yang merupakan daerah kerja dari seorang pencacah.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V251" name="nks" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="274" EndPos="278" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Kode Sampel (NKS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR KODE SAMPEL ( NKS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V252" name="nus" files="F2" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="279" EndPos="280" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Urut Sampel (NUS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR URUT SAMPEL ( NUS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="12"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V253" name="nup" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="281" EndPos="283" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Urut Perusahaan/Usaha Terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR URUT PERUSAHAAN / USAHA TERPILIH
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V254" name="imik" files="F2" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="284" EndPos="284" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Klasifikasi Industri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Klasifikasi Industri
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Industri Mikro :
perusahaan/usaha industri manufaktur yang mempunyai pekerja 1-4 orang.
Industri Kecil :
perusahaan/usaha industri manufaktur yang mempunyai pekerja 5-19 orang.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Industri Mikro
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Industri Kecil
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V255" name="kbli2dgt" files="F2" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="285" EndPos="286" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kode KBLI 2 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode KBLI 2 Digit
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="33"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V256" name="nama" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="287" EndPos="296" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nama Perusahaan/Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NAMA PERUSAHAAN / USAHA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V257" name="alamat" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="297" EndPos="306" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Alamat Perusahaan/Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          ALAMAT PERUSAHAAN / USAHA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V258" name="kodepos" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="307" EndPos="311" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor kodepos
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KODE POS
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V259" name="telp" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="312" EndPos="321" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Telepon
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR TELEPON
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V260" name="fax" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="322" EndPos="333" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Faksimili
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          FAKSIMILI
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V261" name="email" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="334" EndPos="357" width="24" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        E-mail
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          EMAIL
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V262" name="Homepage" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="358" EndPos="369" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Homepage
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          HOMEPAGE
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V263" name="b12_7" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="370" EndPos="419" width="50" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kegiatan utama perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kegiatan utama perusahaan/usaha ( tuliskan sejelas-jelasnya)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan sejelas-jelasnya
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V264" name="b12_8" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="420" EndPos="420" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Sifat Usaha  ]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode Sifat Usaha (periode musiman selama satu tahun)
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Musiman
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bukan Musiman
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V265" name="b12_91" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="421" EndPos="460" width="40" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Produk utama yang dihasilkan KBLI 5 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Produksi utama yang dihasilkan
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V266" name="b12_92" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="461" EndPos="465" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KBLI 5 Digit
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V267" name="b2_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="466" EndPos="489" width="24" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nama Pengusaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nama Pengusaha
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan nama pemilik atau yang bertanggung jawab atau direktur/manajer di perusahaan/usaha.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V268" name="b2_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="490" EndPos="490" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis Kelamin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis Kelamin
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Laki-laki
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perempuan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V269" name="b2_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="491" EndPos="492" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Umur
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Umur (bulatkan kebawah)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Umur dituliskan dalam tahun dengan pembulatan ke bawah, berdasarkan ulang tahun yang terakhir. Perhitungan umur didasarkan pada kalender masehi. Untuk yang berumur 99 tahun ke atas maka isikan 98 dan untuk yang tidak tahu diisikan 99.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V270" name="b2_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="493" EndPos="493" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari salah satu kode pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan, kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jenjang pendidikan:

Tidak tamat SD :
Mereka yang tidak sekolah/belum pernah sekolah atau mereka yang pernah sekolah/tidak tamat di sekolah dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Pamong (Pendidikan anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru), Sekolah Dasar Kecil, Paket A1 - A100. Mereka yang tamat Sekolah Dasar 3 tahun atau sederajat dianggap belum tamat. 

SD & sederajat :
Mereka yang tamat sekolah dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Pamong (Pendidikan anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru), Sekolah Dasar Kecil, Paket A1 - A100.

SLTP & sederajat : 
Mereka yang tamat SMP, MULO, HBS 3 tahun, SLB Menengah Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Kepandaian Putri, SMEP, ST, Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama, Sekolah Ketrampilan Kejuruan 4 tahun, Sekolah Usaha Tani, Sekolah Pertanian Menengah Pertama, Sekolah Guru Bantu, Pendidikan Guru Agama
Pedoman PENCACAH VIMK13 35
4 tahun, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan Perusahaan, dan Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.

SLTA & sederajat :
Mereka yang tamat dari Sekolah Menengah Atas, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial, Sekolah Menengah Industri Kerajinan, Sekolah Menengah Seni Rupa, Sekolah Menengah Karawitan Indonesia, Sekolah Menengah Musik, Sekolah Teknologi Menengah Pembangunan, Sekolah Menengah Ekonomi Atas, Sekolah Teknologi Menengah, Sekolah Menengah Teknologi Pertanian, Sekolah Menengah Teknologi Perkapalan, Sekolah Menengah Teknologi Pertambangan, dan Sekolah Menengah Teknologi Grafika. 

DI / DII :
Mereka yang tamat Sekolah Guru Olah Raga, Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama, Pendidikan Guru Agama 6 tahun, Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak, Kursus Pendidikan Guru, Sekolah Analisis Menengah Kimia Atas, Sekolah Asisten Apoteker, Sekolah Bidan, Sekolah Pengatur Rontgen, dan Kursus Pegawai Administrasi Atas, Diploma I atau Diploma II pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program diploma. Program Akta I dan Akta II termasuk dalam jenjang pendidikan program Diploma I atau Diploma II. Sarjana Muda / DIII: Mereka yang tamat Akademi/Diploma III/Akta III atau yang telah mendapatkan gelar sarjana muda pada suatu fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh suatu Akademi/Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

Sarjana / S1 / D IV : 
Mereka yang tamat program pendidikan Sarjana (Strata-1) atau yang telah mendapatkan gelar sarjana (menyelesaikan sejumlah SKS tertentu) pada suatu fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh suatu Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

S2 / S3 :
Mereka yang tamat program pendidikan program pasca sarjana, Magister (Strata-2), atau Doktor (Strata-3) yang telah mendapatkan gelar master/doktor pada suatu program studi di sebuah fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh Universitas/Institut/Sekolah Tinggi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V271" name="b2_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="494" EndPos="494" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          PT
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          CV
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Koperasi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perorangan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V272" name="b2_51" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="495" EndPos="499" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 5
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 5
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V273" name="b2_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="500" EndPos="503" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun mulai berproduksi secara komersial
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Tahun mulai berproduksi secara komersial
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V274" name="b3_1a_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="504" EndPos="505" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Januari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Januari Triwulan I 2013.]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V275" name="b3_1a_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="506" EndPos="507" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Februari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Februari Triwulan I 2013.]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V276" name="b3_1a_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="508" EndPos="509" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Maret Triwulan I 2013.]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V277" name="b3_1a_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="510" EndPos="511" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan April 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan April Triwulan II 2013.]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V278" name="b3_1a_7" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="512" EndPos="513" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Mei 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Mei Triwulan II  2013.]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V279" name="b3_1a_8" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="514" EndPos="515" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Juni Triwulan II 2013.]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V280" name="b3_1b_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="516" EndPos="517" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Januari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Januari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V281" name="b3_1b_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="518" EndPos="519" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Februari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Februari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V282" name="b3_1b_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="520" EndPos="521" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Maret Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V283" name="b3_1b_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="522" EndPos="523" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan April 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan April Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V284" name="b3_1b_7" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="524" EndPos="525" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Mei 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Mei Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V285" name="b3_1b_8" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="526" EndPos="527" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Juni Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V286" name="b3_1c_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="528" EndPos="529" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Januari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Januari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V287" name="b3_1c_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="530" EndPos="531" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Februari 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Februari Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V288" name="b3_1c_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="532" EndPos="533" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Maret 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Maret Triwulan I 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V289" name="b3_1c_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="534" EndPos="535" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan April 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan April Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V290" name="b3_1c_7" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="536" EndPos="537" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Mei 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Mei Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V291" name="b3_1c_8" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="538" EndPos="539" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Juni Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V292" name="b3_2a_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="540" EndPos="541" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi laki-laki yang dibayar bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
a. Pekerja produksi laki-laki yang dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V293" name="b3_2a_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="542" EndPos="543" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi perempuan yang dibayar Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
a. Pekerja produksi Perempuan yang dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V294" name="b3_2a_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="544" EndPos="545" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi laki-laki yang tidak dibayar bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
a. Pekerja produksi laki-laki yang tidak dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V295" name="b3_2a_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="546" EndPos="547" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi perempuan yang tidak dibayar bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
a. Pekerja produksi Perempuan yang tidak dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V296" name="b3_2a_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="548" EndPos="549" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja produksi bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
a. Jumlah pekerja produksi bulan Juni 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V297" name="b3_2b_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="550" EndPos="551" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja lainnya laki-laki yang dibayar bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
b. Pekerja lainnya laki-laki yang dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V298" name="b3_2b_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="552" EndPos="552" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
b. Pekerja lainnya Perempuan yang dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V299" name="b3_2b_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="553" EndPos="554" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
b. Pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V300" name="b3_2b_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="555" EndPos="556" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
b. Pekerja lainnya Perempuan yang dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V301" name="b3_2b_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="557" EndPos="558" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja lainnya bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
b. Jumlah pekerja lainnya bulan Juni 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan.]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V302" name="b3_2c_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="559" EndPos="560" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  laki-laki yang dibayar bulan Juni 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya laki-laki yang dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V303" name="b3_2c_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="561" EndPos="562" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  perempuan yang dibayar bulan Juni 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya Perempuan yang dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V304" name="b3_2c_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="563" EndPos="564" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  laki-laki yang tidak dibayar bulan Juni 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V305" name="b3_2c_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="565" EndPos="566" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  perempuan yang tidak dibayar bulan Juni 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya Perempuan yang tidak dibayar bulan Juni 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V306" name="b3_2c_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="567" EndPos="568" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja produksi dan lainnya bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
c. Jumlah pekerja produksi dan pekerja lainnya bulan Juni 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V307" name="b3_3a_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="569" EndPos="577" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar  laki-laki bulan Juni 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
a. Nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki bulan Juni 2013 : Rp....................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V308" name="b3_3b_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="578" EndPos="585" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar  perempuan bulan Juni 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
a. Nilai balas jasa pekerja dibayar Perempuan bulan Juni 2013 : Rp....................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V309" name="b3_3c_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="586" EndPos="594" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai balas jasa pekerja dibayar bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan II 2013 :
c. Jumlah nilai balas jasa pekerja dibayar bulan Juni 2013 laki-laki dan perempuan : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V310" name="b4_1_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="595" EndPos="604" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai  (Rp) pemakaian jenis bahan baku dan bahan penolong]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian jenis bahan baku dan bahan penolong : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V311" name="b4_1a_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="605" EndPos="627" width="23" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V312" name="b4_1a_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="628" EndPos="636" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V313" name="b4_1a_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="637" EndPos="643" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V314" name="b4_1a_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="644" EndPos="653" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama : Rp..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V315" name="b4_1b_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="654" EndPos="677" width="24" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V316" name="b4_1b_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="678" EndPos="684" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V317" name="b4_1b_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="685" EndPos="690" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V318" name="b4_1b_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="691" EndPos="699" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua : Rp.................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V319" name="b4_1c_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="700" EndPos="718" width="19" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Jenis bahan baku dan bahan penolong  terbesar ketiga]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[c. Jenis bahan baku dan bahan penolong  terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V320" name="b4_1c_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="719" EndPos="728" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V321" name="b4_1c_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="729" EndPos="734" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V322" name="b4_1c_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="735" EndPos="743" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga : Rp.................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V323" name="b4_1d_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="744" EndPos="770" width="27" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V324" name="b4_1d_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="771" EndPos="779" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V325" name="b4_1d_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="780" EndPos="785" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V326" name="b4_1d_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="786" EndPos="794" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V327" name="b4_1e_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="795" EndPos="813" width="19" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V328" name="b4_1e_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="814" EndPos="820" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V329" name="b4_1e_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="821" EndPos="825" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V330" name="b4_1e_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="826" EndPos="834" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima : Rp ........................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V331" name="b4_1f_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="835" EndPos="852" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V332" name="b4_1f_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="853" EndPos="859" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam.
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V333" name="b4_1f_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="860" EndPos="865" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V334" name="b4_1f_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="866" EndPos="874" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V335" name="b4_1g_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="875" EndPos="895" width="21" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh.
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V336" name="b4_1g_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="896" EndPos="903" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh.
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V337" name="b4_1g_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="904" EndPos="909" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V338" name="b4_1g_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="910" EndPos="918" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh : Rp .....................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V339" name="b4_1h_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="919" EndPos="927" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          h. Nilai bahan baku dan bahan penolong lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V340" name="b4_2_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="928" EndPos="936" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian pelumas dan bahan bakar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian pelumas dan bahan bakar : Rp .......................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V341" name="b4_2a_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="937" EndPos="942" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Banyaknya pelumas  (liter)]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Banyaknya pelumas  :................ liter]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V342" name="b4_2a_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="943" EndPos="950" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pelumas
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai Pelumas : Rp ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V343" name="b4_2b_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="951" EndPos="956" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bensin (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya bensin : ............... Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V344" name="b4_2b_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="957" EndPos="964" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bensin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai bensin : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V345" name="b4_2c_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="965" EndPos="970" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya solar (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Banyaknya solar : .............. Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V346" name="b4_2c_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="971" EndPos="978" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) solar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Nilai solar : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V347" name="b4_2d_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="979" EndPos="983" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya minyak tanah (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Banyaknya minyak tanah : ............. Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V348" name="b4_2d_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="984" EndPos="991" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) minyak tanah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Nilai minyak tanah : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V349" name="b4_2e_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="992" EndPos="995" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya gas kota (M3)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Banyaknya gas kota : .............. M3
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V350" name="b4_2e_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="996" EndPos="1003" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) gas kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Nilai gas kota : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V351" name="b4_2f_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1004" EndPos="1009" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya elpiji (kg)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Banyaknya elpiji :...............Kg
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V352" name="b4_2f_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1010" EndPos="1018" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) elpiji
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Nilai elpiji : Rp ..................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V353" name="b4_2g_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1019" EndPos="1022" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya batu bara/briket (kg)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Banyaknya batu bara/briket : ..............Kg
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V354" name="b4_2g_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1023" EndPos="1030" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) batu bara/briket
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Nilai batu bara/briket : Rp ....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V355" name="b4_2h_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1031" EndPos="1038" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) kayu bakar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          h. Nilai kayu bakar : Rp ...........
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V356" name="b4_2i_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1039" EndPos="1046" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) arang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          i. Nilai arang : Rp ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V357" name="b4_2j_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1047" EndPos="1054" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan bakar lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          j. Nilai bahan bakar lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V358" name="b4_3_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1055" EndPos="1061" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pemakaian listrik
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya pemakaian listrik :.............Kwh
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya listrik :
Biaya seluruh pemakaian listrik untuk keperluan perusahaan/usaha, seperti untuk penerangan dan menjalankan mesin.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V359" name="b4_3_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1062" EndPos="1069" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian listrik
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian listrik : Rp............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya listrik :
Biaya seluruh pemakaian listrik untuk keperluan perusahaan/usaha, seperti untuk penerangan dan menjalankan mesin.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V360" name="b4_4_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1070" EndPos="1076" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pemakaian air
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya pemakaian air : ..............M3
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian air pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian air pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya pemakaian air bersih: Biaya pembelian air bersih dari perusahaan air minum/badan pengelola air minum ataupun dari pihak lain untuk keperluan perusahaan/usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V361" name="b4_4_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1077" EndPos="1083" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian Air
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian Air : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian air pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian air pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya pemakaian air bersih: Biaya pembelian air bersih dari perusahaan air minum/badan pengelola air minum ataupun dari pihak lain untuk keperluan perusahaan/usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V362" name="b4_5_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1084" EndPos="1090" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) alat tulis dan keperluan kantor
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai alat tulis dan keperluan kantor : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Yang diisikan disini adalah nilai bahan-bahan yang telah habis digunakan, tidak termasuk sisa (stok) yang belum digunakan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Semua alat tulis dan keperluan kantor yang habis dipakai seperti : Kertas, spidol, pensil, tinta, karbon, pita mesin tik, map, kapur tulis, dan sejenisnya.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V363" name="b4_6_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1091" EndPos="1098" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bunga atas pinjaman
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai bunga atas pinjaman : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bunga atas pinjaman : 
Pengeluaran perusahaan untuk pembayaran bunga atas pinjaman modal kepada pihak lain, misal: bunga yang dibayarkan ke Bank, Pegadaian, dsb. Bunga yang dibayarkan tidak harus terhadap pinjaman pada Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, Triwulan III 2013, Triwulan IV 2013, tetapi termasuk bunga atas pinjaman tahun sebelumnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V364" name="b4_7_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1099" EndPos="1106" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi : Seluruh biaya pengangkutan/ pengiriman, pos dan telekomunikasi yang digunakan untuk kelancaran usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V365" name="b4_8_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1107" EndPos="1114" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal adalah :
pengeluaran rutin untuk memelihara atau memperbaiki barang modal agartetap berfungsi seperti biasanya tanpa menambah kapasitas, mengubah bentuk atau menambah umur barang modal tersebut, seperti biayapenggantian suku cadang, pemeliharaan mesin-mesin penggantian suku cadang, pemeliharaan mesin-mesindan perbaikan bangunan tempat usaha yang sifatnya tidak memperluas.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V366" name="b4_9_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1115" EndPos="1123" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan/konstruksi, dan barang modal lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan/konstruksi, dan barang modal lainnya : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Pengisian besarnya sewa hanya yang digunakan untuk usaha saja, tidak termasuk untuk kegiatan rumah tangga.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan / konstruksi, dan barang modal lainnya :
Pengeluaran yang digunakan untuk keperluan usaha dan rumah tangga harus di proporsionalkan antara penggunaan untuk usaha dan rumah tinggal. Termasuk penghitungan sewa kendaraan milik sendiri, bangunan/konstruksi milik sendiri harus dinilai atas dasar harga pasar/setempat (diimputasi).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V367" name="b4_10_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1124" EndPos="1132" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) sewa tanah untuk usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai sewa tanah untuk usaha : Rp ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya sewa tanah untuk usaha : 
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha selama sebulan yang lalu atas penggunaan tanah milik pihak lain. Apabila pengeluaran sewa adalah satu tahun sekali maka harus di bagi dua belas (12) bulan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V368" name="b4_11_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1133" EndPos="1141" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) jasa industri yang dikerjakan pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai jasa industri yang dikerjakan pihak lain : Rp ..................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pembayaran atas jasa industri yang dikerjakan pihak lain adalah :
Seluruh pengeluaran atas jasa industri pihak lain yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk menunjang kegiatan usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V369" name="b4_12_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1142" EndPos="1150" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pajak tak langsung
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pajak tak langsung : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pajak tak langsung : 
Pajak yang dikenakan kepada konsumen melalui produsen terhadap pembelian barang/jasa, misalnya: pajak pertambahan nilai barang dan jasa, pajak bumi dan bangunan, bea masuk dan cukai, pajak ekspor, pajak hiburan dan retribusi (termasuk restribusi papan nama, iklan, dsb), termasuk biaya STNK dan retribusi uji petik (kir) khusus untuk kendaraan operasional perusahaan/usaha.

Apabila pengeluaran pajak adalah satu tahun sekali maka harus di bagi dua belas (12) bulan. Tidak termasuk pajak yang dibayarkan oleh perusahaan untuk pemotongan pajak balas jasa pekerja.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V370" name="b4_13_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1151" EndPos="1159" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) jasa yang dikerjakan oleh pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai jasa yang dikerjakan oleh pihak lain : Rp ...........
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pembayaran jasa yang dikerjakan oleh pihak lain adalah :
Seluruh pengeluaran atau jasa pihak lain yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk kelancaran kegiatan/usaha ini seperti asuransi perusahaan, promosi/iklan, pengacara dll. 

Biaya jasa akuntan/konsultan :
Biaya yang dikeluarkan perusahaan/usaha kepada akuntan/konsultan, seperti: biaya penyusunan sistem dan pelaksanaan pembukuan, biaya pemeriksaan pembukuan dan penyusunan laporan, biaya konsultasi hukum, konsultasi keuangan dll.

Biaya untuk asuransi kerugian :
Premi yang dibayar oleh perusahaan/usaha kepada perusahaan asuransi atas barang yang diasuransikan, seperti: asuransi kebakaran, asuransi kendaraan dan asuransi barang modal lainnya. 

Promosi/iklan : 
Biaya untuk promosi/iklan yang dilakukan oleh perusahaan sendiri misalnya pasang spanduk, papan reklame (perusahaan membayar pajak reklame/iklan).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V371" name="b4_14_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1160" EndPos="1167" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya selain yang tercantum pada Rincian 1 sampai Rincian 9 tersebut di atas yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk kelancaran dan menunjang kegiatan usaha, seperti: royalti (merek dagang/hak paten), kemasan/pembungkus, perijinan, pembelian peralatan penunjang kegiatan proses produksi yang umur pemakaiannya kurang dari setahun (misal: serokan/pengki, ayakan/saringan, pikulan), dan sebagainya.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V372" name="b4_15_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1168" EndPos="1177" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Jumlah biaya/pengeluaran perusahaan/usaha Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai Jumlah biaya/pengeluaran perusahaan/usaha Triwulan I 2013 (jumlah rincian 1 s/d 14) : Rp ....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V373" name="b5_1a_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1178" EndPos="1206" width="29" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Jenis barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V374" name="b5_1a_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1207" EndPos="1211" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V375" name="b5_1a_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1212" EndPos="1219" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V376" name="b5_1a_51" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1220" EndPos="1226" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari - Maret)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V377" name="b5_1a_61" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1227" EndPos="1233" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V378" name="b5_1a_52" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1234" EndPos="1243" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari - maret) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V379" name="b5_1a_62" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1244" EndPos="1253" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V380" name="b5_1a_53" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1254" EndPos="1262" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V381" name="b5_1a_63" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1263" EndPos="1271" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V382" name="b5_1b_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1272" EndPos="1293" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Jenis barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V383" name="b5_1b_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1294" EndPos="1298" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V384" name="b5_1b_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1299" EndPos="1307" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V385" name="b5_1b_51" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1308" EndPos="1314" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari - Maret)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V386" name="b5_1b_61" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1315" EndPos="1321" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V387" name="b5_1b_52" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1322" EndPos="1330" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V388" name="b5_1b_62" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1331" EndPos="1339" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V389" name="b5_1b_53" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1340" EndPos="1347" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V390" name="b5_1b_63" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1348" EndPos="1355" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V391" name="b5_1c_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1356" EndPos="1398" width="43" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Jenis barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V392" name="b5_1c_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1399" EndPos="1403" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V393" name="b5_1c_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1404" EndPos="1410" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V394" name="b5_1c_51" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1411" EndPos="1417" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp ......................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V395" name="b5_1c_61" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1418" EndPos="1424" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013 (April - Juni)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V396" name="b5_1c_52" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1425" EndPos="1433" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V397" name="b5_1c_62" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1434" EndPos="1442" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V398" name="b5_1c_53" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1443" EndPos="1450" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V399" name="b5_1c_63" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1451" EndPos="1458" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V400" name="b5_1d_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1459" EndPos="1467" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan lainnya Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
d. Nilai produksi barang yang dihasilkan lainnya Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V401" name="b5_1d_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1468" EndPos="1476" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan lainnya Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
d. Nilai produksi barang yang dihasilkan lainnya Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V402" name="b5_1e_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1477" EndPos="1486" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
e. Jumlah nilai produksi barang yang dihasilkan Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V403" name="b5_1e_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1487" EndPos="1496" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
e. Jumlah nilai produksi barang yang dihasilkan Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V404" name="b5_2a_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1497" EndPos="1532" width="36" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V405" name="b5_2a_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1533" EndPos="1537" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V406" name="b5_2a_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1538" EndPos="1543" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V407" name="b5_2a_51" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1544" EndPos="1549" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari - Maret)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V408" name="b5_2a_61" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1550" EndPos="1556" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V409" name="b5_2a_52" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1557" EndPos="1565" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari - Maret) : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V410" name="b5_2a_62" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1566" EndPos="1574" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V411" name="b5_2a_53" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1575" EndPos="1582" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013 (Januari-Maret) : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V412" name="b5_2a_63" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1583" EndPos="1591" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Harga satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V413" name="b5_2b_1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1592" EndPos="1630" width="39" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V414" name="b5_2b_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1631" EndPos="1635" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V415" name="b5_2b_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1636" EndPos="1641" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V416" name="b5_2b_51" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1642" EndPos="1648" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari - Maret)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V417" name="b5_2b_61" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1649" EndPos="1653" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V418" name="b5_2b_52" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1654" EndPos="1662" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari - Maret)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V419" name="b5_2b_62" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1663" EndPos="1671" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V420" name="b5_2b_53" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1672" EndPos="1678" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan I 2013 (Januari - Maret)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V421" name="b5_2b_63" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1679" EndPos="1685" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V422" name="b5_2c_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1686" EndPos="1694" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan I 2013 (Januari - Maret)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V423" name="b5_2c_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1695" EndPos="1703" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan II 2013 (April - Juni)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V424" name="b5_3_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1704" EndPos="1712" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan I 2013 ( Januari - Maret)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya. 
Termasuk pendapatan dari keuntungan/kerugian penjualan barang dalam bentuk yang sama, menyewakan barang modal milik perusahaan, penjualan limbah/sampah produksi, bunga atas simpanan di pihak lain atau meminjamkan ke pihak lain, bagi hasil, sumbangan, hadiah dan nilai pendapatan hasil imputasi. 

Keuntungan/kerugian penjualan barang: Selisih nilai dari barang-barang yang dijual dengan nilai belinya dalam bentuk yang sama (tanpa mengalami perubahan bentuk/tanpa diproses).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V425" name="b5_3_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1713" EndPos="1721" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan II 2013 (April - Juni)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya. 
Termasuk pendapatan dari keuntungan/kerugian penjualan barang dalam bentuk yang sama, menyewakan barang modal milik perusahaan, penjualan limbah/sampah produksi, bunga atas simpanan di pihak lain atau meminjamkan ke pihak lain, bagi hasil, sumbangan, hadiah dan nilai pendapatan hasil imputasi. 

Keuntungan/kerugian penjualan barang: Selisih nilai dari barang-barang yang dijual dengan nilai belinya dalam bentuk yang sama (tanpa mengalami perubahan bentuk/tanpa diproses).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V426" name="b5_4_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1722" EndPos="1731" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Jumlah nilai (Rp) produksi  Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan I 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan I 2013 (Januari - Maret)
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V427" name="b5_4_6" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1732" EndPos="1741" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai (Rp) Produksi dan pendapatan perusahaan pada triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jumlah nilai (Rp) Produksi dan pendapatan perusahaan pada triwulan II 2013 (April - Juni)
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V428" name="b6_1a_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1742" EndPos="1751" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta lancar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a. Nilai Harta lancar : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V429" name="b6_1a1_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1752" EndPos="1761" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Uang Tunai (termasuk piutang usaha)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a1. Nilai Uang Tunai (termasuk piutang usaha) : Rp ..................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Uang tunai (termasuk piutang usaha)
Isikan pada Kolom (2) uang tunai yang dimiliki seperti dalam bentuk: kas, tabungan, deposito, dan piutang usaha dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010.

Persedian barang-barang untuk kegiatan usaha Isikan pada Kolom (2) persediaan barang-barang dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010. Pada umumnya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V430" name="b6_1a2_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1762" EndPos="1771" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a2. Nilai Persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Uang tunai (termasuk piutang usaha)
Isikan pada Kolom (2) uang tunai yang dimiliki seperti dalam bentuk: kas, tabungan, deposito, dan piutang usaha dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010.

Persedian barang-barang untuk kegiatan usaha Isikan pada Kolom (2) persediaan barang-barang dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010. Pada umumnya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V431" name="b6_1b_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1772" EndPos="1782" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta tetap
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b. Nilai Harta tetap : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V432" name="b6_1b1_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1783" EndPos="1792" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Tanah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b1. Nilai tanah : Rp ................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V433" name="b6_1b2_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1793" EndPos="1802" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Bangunan/gedung
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b2. Nilai Bangunan/gedung : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V434" name="b6_1b3_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1803" EndPos="1812" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Mesin dan Perlengkapan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b3. Nilai Mesin dan Perlengkapan : Rp .............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V435" name="b6_1b4_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1813" EndPos="1822" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Kendaraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b4. Nilai Kendaraan : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V436" name="b6_1b5_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1823" EndPos="1833" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta tetap Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b5. Nilai Harta tetap Lainnya : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V437" name="b6_1c_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1834" EndPos="1844" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah (Rp) Harta lancar dan Harta tetap
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
c. Jumlah Harta lancar dan Harta tetap : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V438" name="b6_2a" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1845" EndPos="1847" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Sumber modal milik sendiri (termasuk hibah/transfer)  ]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal :
Milik sendiri (termasuk hibah/transfer) : ............% jika 100 % langsung ke rincian 4]]>
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika 100 % langsung ke rincian 4
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber Modal :
Menunjukkan kondisi yang sah secara hukum atas pemilikan modal usaha, modal lancar maupun modal tetap.

Pihak Lain :
Modal usaha yang diperoleh dari menggadaikan mobil dikategorikan sebagai modal pinjaman, sedangkan mobil yang digadaikan tersebut masih tetap milik/harta perusahaan/usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V439" name="b6_2b" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1848" EndPos="1850" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sumber modal pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal :
Pihak lain  : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber Modal :
Menunjukkan kondisi yang sah secara hukum atas pemilikan modal usaha, modal lancar maupun modal tetap.

Pihak Lain :
Modal usaha yang diperoleh dari menggadaikan mobil dikategorikan sebagai modal pinjaman, sedangkan mobil yang digadaikan tersebut masih tetap milik/harta perusahaan/usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V440" name="b6_3a" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1851" EndPos="1853" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
a. Pinjaman BANK : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V441" name="b6_3b" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1854" EndPos="1856" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman pinjaman koperasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
b. Pinjaman Koperasi : ................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V442" name="b6_3c" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1857" EndPos="1859" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman lembaga keuangan bukan bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
c. Pinjaman Lembaga keuangan bukan BANK : .............. %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V443" name="b6_3d" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1860" EndPos="1862" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari modal ventura
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
d. Modal Ventura : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V444" name="b6_3e" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1863" EndPos="1865" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman dari perorangan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
e. Pinjaman dari perorangan : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V445" name="b6_3f" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1866" EndPos="1868" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman keluarga/famili
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
f. Pinjaman keluarga/Famili : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V446" name="b6_3g" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1869" EndPos="1871" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
g. Lainnya (tuliskan ..........) : .............. %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V447" name="b6_3g1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1872" EndPos="1889" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman keterangan lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
g1. Keterangan lainnya : ................ %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V448" name="b6_4" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1890" EndPos="1890" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Alasan utama tidak/belum pernah meminjam dari bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Alasan utama tidak/belum pernah meminjam dari BANK ( Jika rincian 3.a tidak terisi ) :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika rincian 3.a tidak terisi
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu prosedur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Prosedur sulit
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada agunan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Suku bunga tinggi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Usulan ditolak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak berminat
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V449" name="b7_1a" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1891" EndPos="1891" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kesulitan utama yang dialami oleh perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Kesulitan utama yang dialami oleh perusahaan/usaha :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada kesulitan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Bahab Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Permodalan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          BBM/energi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Tranportasi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Keterampilan pekerja
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Kemampuan membayar upah buruh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V450" name="b7_1a1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1892" EndPos="1915" width="24" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 8
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 8 : ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V451" name="b7_1b" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1916" EndPos="1916" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jika kesulitan utama adalah bahan baku, alasan utama adalah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jika kesulitan utama adalah bahan baku (rincian 1.a kode 1), alasan utama adalah :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 1.a kode 1
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          Untuk perusahaan/usaha yang mengalami kesulitan bahan baku, lingkari jenis kesulitan bahan baku yang dialami, dan tuliskan kode yang dilingkari tersebut ke kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku langka
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku mahal
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Lokasi bahan baku jauh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan..........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V452" name="b7_1b1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1917" EndPos="1941" width="25" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 4
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 4 : .............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 1.a kode 1
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          Untuk perusahaan/usaha yang mengalami kesulitan bahan baku, lingkari jenis kesulitan bahan baku yang dialami, dan tuliskan kode yang dilingkari tersebut ke kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V453" name="b7_2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1942" EndPos="1942" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah perusahaan/usaha saat ini menjadi anggota koperasi?
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apakah perusahaan/usaha saat ini menjadi anggota koperasi?
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V454" name="b7_3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1943" EndPos="1945" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis pelayanan dari koperasi yang pernah diterima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis pelayanan/usaha dari koperasi yang pernah diterima :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Suatu perusahaan/usaha dapat memperoleh pelayanan dari koperasi, walaupun bukan anggota koperasi.

Yang dimaksud dalam rincian ini adalah : 
Selama periode Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, triwulan III 2013, triwulan IV 2013, usaha telah berinteraksi dengan koperasi dan menerima pelayanan dari koperasi, misalnya: penyediaan/pembelian bahan baku, pinjaman uang, penyuluhan, pemasaran.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V455" name="b7_31" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1946" EndPos="1962" width="17" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 64 : ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Suatu perusahaan/usaha dapat memperoleh pelayanan dari koperasi, walaupun bukan anggota koperasi.

Yang dimaksud dalam rincian ini adalah : 
Selama periode Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, triwulan III 2013, triwulan IV 2013, usaha telah berinteraksi dengan koperasi dan menerima pelayanan dari koperasi, misalnya: penyediaan/pembelian bahan baku, pinjaman uang, penyuluhan, pemasaran.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V456" name="b7_4a" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1963" EndPos="1965" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis pelayanan/bantuan yang pernah diterima selain dari koperasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis pelayanan/bantuan yang pernah diterima selain dari koperasi
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika jawabannya 0 langsung kerincian 5
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bantuan yang dimaksud adalah : 
Yang meringankan pengusaha. Contoh: bahan baku, pemasaran, bimbingan/pelatihan/penyuluhan, mesin, barang modal/peralatan dsb.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah (langsung kerincian 5)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V457" name="b7_4a1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1966" EndPos="1968" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 64 : ...........
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika jawabannya 0 langsung kerincian 5
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bantuan yang dimaksud adalah : 
Yang meringankan pengusaha. Contoh: bahan baku, pemasaran, bimbingan/pelatihan/penyuluhan, mesin, barang modal/peralatan dsb.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V458" name="b7_4b" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1969" EndPos="1970" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V459" name="b7_4b1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1971" EndPos="1982" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V460" name="b7_5" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1983" EndPos="1983" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jika tidak pernah memperoleh bantuan dari koperasi/selain koperasi alasan utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jika tidak pernah memperoleh bantuan/pelayanan dari koperasi/selain koperasi (rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0), alasan utama :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu prosedur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Proposal ditolak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tidak berminat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V461" name="b7_51" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1984" EndPos="2010" width="27" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 5
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 5 : ............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V462" name="b7_6a" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2011" EndPos="2013" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis kemitraan yang pernah dilakukan oleh perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis kemitraan yang pernah dilakukan oleh perusahaan/usaha :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          langsung kerincian 8
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Definisi kemitraan diartikan secara luas, tidak terbatas hubungan bapak dengan anak angkat.

Kemitraan adalah : Hubungan kerjasama dengan perusahaan/usaha lain (termasuk BUMN/BUMD) yang saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah (langsung kerincian 8)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V463" name="b7_6a1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2014" EndPos="2035" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 64 : ...............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          langsung kerincian 8
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Definisi kemitraan diartikan secara luas, tidak terbatas hubungan bapak dengan anak angkat.

Kemitraan adalah : Hubungan kerjasama dengan perusahaan/usaha lain (termasuk BUMN/BUMD) yang saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V464" name="b7_6b" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2036" EndPos="2039" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun terakhir perusahaan/usaha menjalin kemitraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Tahun terakhir perusahaan/usaha menjalin kemitraan ? ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V465" name="b7_6c" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2040" EndPos="2041" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Badan/lembaga yang pernah menjalin kemitraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Badan/lembaga yang pernah menjalin kemitraan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan ........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V466" name="b7_6c1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2042" EndPos="2062" width="21" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c1. Keterangan kode 16 : ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V467" name="b7_6d" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2063" EndPos="2063" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah ada memorandom of understanding (MoU) perjanjian dalam menjalin kemitraan?
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Apakah ada memorandom of understanding (MoU) perjanjian dalam menjalin kemitraan?
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V468" name="b7_7a" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2064" EndPos="2065" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penyelenggara bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti pekerja perusahaan/usaha adalah:
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Penyelenggara bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti pekerja perusahaan/usaha ( Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari)  adalah :]]>
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Sendiri
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan ......)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Instansi Pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V469" name="b7_7a1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2066" EndPos="2083" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <postQTxt>
          Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          a1. Keterangan kode 16 : ................
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V470" name="b7_7b" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2084" EndPos="2085" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jenis bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Manajerial
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Keterampilan/teknik produksi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V471" name="b7_7b1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2086" EndPos="2112" width="27" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 8
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 8 : ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V472" name="b7_8a" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2113" EndPos="2115" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan perusahaan/Industri Lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
a. perusahaan/Industri Lain : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V473" name="b7_8b" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2116" EndPos="2118" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Pedagang/Pengepul
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
b. Pedagang/Pengepul : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V474" name="b7_8c" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2119" EndPos="2121" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Rumah Tangga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
c. Rumah Tangga : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V475" name="b7_8d" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2122" EndPos="2124" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Pasar Tradisional
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
d. Pasar Tradisional : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V476" name="b7_8e" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2125" EndPos="2127" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Rumah Makan/Hotel
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
d. Rumah Makan/Hotel : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V477" name="b7_8f" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2128" EndPos="2130" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Super Market/Swalayan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
f. Super Market/Swalayan : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V478" name="b7_8g" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2131" EndPos="2133" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
g. Lainnya : ................ %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V479" name="b7_9a1" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2134" EndPos="2136" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negeri luar kabupaten/kota satu provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam Negeri :
1. Dalam satu kabupaten/kota : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V480" name="b7_9a2" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2137" EndPos="2139" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negeri luar kabupaten/kota satu provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam Negeri : 
2. Luar kabupaten/kota satu provinsi : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V481" name="b7_9a3" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2140" EndPos="2142" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negri luar provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam negeri :
3. Luar provinsi : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V482" name="b7_9b" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2143" EndPos="2145" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini luar negri / ekspor
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
b. Luar negeri/ekspor : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V483" name="catatan" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2146" EndPos="2212" width="67" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Uraian catatan
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V484" name="id_perusahaan" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2213" EndPos="2234" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Identitas Perusahaan
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V485" name="UserId" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2235" EndPos="2239" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Identitas User
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V486" name="Force" files="F2" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2240" EndPos="2240" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Force
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V487" name="triwulan" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1" EndPos="255" width="255" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Triwulan III
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          TRIWULAN III
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V488" name="tahun" files="F3" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="256" EndPos="259" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          TAHUN 2013
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="2013" max="2013"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V489" name="prop" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="260" EndPos="261" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          PROVINSI
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          11
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[ACEH                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          12
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA UTARA           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          13
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA BARAT           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          14
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[RIAU                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          15
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAMBI                    ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA SELATAN         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          17
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BENGKULU                 ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          18
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[LAMPUNG                  ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          19
        </catValu>
        <labl>
          KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          21
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KEPULAUAN RIAU           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          31
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[DKI JAKARTA              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA BARAT               ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          33
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA TENGAH              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          34
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[DI YOGYAKARTA            ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          35
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA TIMUR               ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          36
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BANTEN                   ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          51
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BALI                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          52
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[NUSA TENGGARA BARAT      ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          53
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[NUSA TENGGARA TIMUR      ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          61
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN BARAT         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          62
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN TENGAH        ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          63
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN SELATAN       ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          71
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI UTARA           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          72
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI TENGAH          ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          73
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI SELATAN         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          74
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI TENGGARA        ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          75
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[GORONTALO                ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          76
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI BARAT           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          81
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[MALUKU                   ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          82
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[MALUKU UTARA             ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          91
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[PAPUA BARAT              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          94
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[PAPUA                    ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V490" name="kab" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="262" EndPos="263" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kabupaten/Kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KABUPATEN / KOTA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V491" name="kec" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="264" EndPos="266" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kecamatan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KECAMATAN
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V492" name="desa" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="267" EndPos="269" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Desa/Kelurahan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          DESA / KELURAHAN
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V493" name="nbs" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="270" EndPos="273" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Blok Sensus (NBS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR BLOK SENSUS ( NBS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Blok Sensus (BS) : bagian dari suatu wilayah desa/kelurahan yang merupakan daerah kerja dari seorang pencacah.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V494" name="nks" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="274" EndPos="278" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Kode Sampel (NKS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR KODE SAMPEL ( NKS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V495" name="nus" files="F3" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="279" EndPos="280" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Urut Sampel (NUS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR URUT SAMPEL ( NUS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="12"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V496" name="nup" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="281" EndPos="283" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Urut Perusahaan/Usaha Terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR URUT PERUSAHAAN / USAHA TERPILIH
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V497" name="imik" files="F3" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="284" EndPos="284" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Klasifikasi Industri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Klasifikasi Industri
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Industri Mikro :
perusahaan/usaha industri manufaktur yang mempunyai pekerja 1-4 orang.
Industri Kecil :
perusahaan/usaha industri manufaktur yang mempunyai pekerja 5-19 orang.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Industri Mikro
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Industri Kecil
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V498" name="kbli2dgt" files="F3" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="285" EndPos="286" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kode KBLI 2 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode KBLI 2 Digit
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="33"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V499" name="nama" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="287" EndPos="296" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nama Perusahaan/Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NAMA PERUSAHAAN / USAHA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V500" name="alamat" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="297" EndPos="306" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Alamat Perusahaan/Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          ALAMAT PERUSAHAAN / USAHA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V501" name="kodepos" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="307" EndPos="311" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor kodepos
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KODE POS
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V502" name="telp" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="312" EndPos="321" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Telepon
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR TELEPON
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V503" name="fax" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="322" EndPos="333" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Faksimili
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          FAKSIMILI
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V504" name="email" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="334" EndPos="366" width="33" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        E-mail
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          EMAIL
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V505" name="Homepage" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="367" EndPos="367" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Homepage
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          HOMEPAGE
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V506" name="b12_7" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="368" EndPos="413" width="46" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kegiatan utama perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kegiatan utama perusahaan/usaha ( tuliskan sejelas-jelasnya)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan sejelas-jelasnya
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V507" name="b12_8" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="414" EndPos="414" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sifat Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode Sifat Usaha (periode musiman selama satu tahun)
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Musiman
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bukan musiman
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V508" name="b12_91" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="415" EndPos="445" width="31" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Produk utama yang dihasilkan KBLI 5 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Produksi utama yang dihasilkan
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V509" name="b12_92" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="446" EndPos="450" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KBLI 5 Digit
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V510" name="b2_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="451" EndPos="466" width="16" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nama Pengusaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nama Pengusaha
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan nama pemilik atau yang bertanggung jawab atau direktur/manajer di perusahaan/usaha.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V511" name="b2_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="467" EndPos="467" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis Kelamin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis Kelamin
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Laki-laki
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perempuan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V512" name="b2_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="468" EndPos="469" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Umur
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Umur (bulatkan kebawah)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Umur dituliskan dalam tahun dengan pembulatan ke bawah, berdasarkan ulang tahun yang terakhir. Perhitungan umur didasarkan pada kalender masehi. Untuk yang berumur 99 tahun ke atas maka isikan 98 dan untuk yang tidak tahu diisikan 99.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V513" name="b2_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="470" EndPos="470" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari salah satu kode pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan, kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jenjang pendidikan:

Tidak tamat SD :
Mereka yang tidak sekolah/belum pernah sekolah atau mereka yang pernah sekolah/tidak tamat di sekolah dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Pamong (Pendidikan anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru), Sekolah Dasar Kecil, Paket A1 - A100. Mereka yang tamat Sekolah Dasar 3 tahun atau sederajat dianggap belum tamat. 

SD & sederajat :
Mereka yang tamat sekolah dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Pamong (Pendidikan anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru), Sekolah Dasar Kecil, Paket A1 - A100.

SLTP & sederajat : 
Mereka yang tamat SMP, MULO, HBS 3 tahun, SLB Menengah Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Kepandaian Putri, SMEP, ST, Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama, Sekolah Ketrampilan Kejuruan 4 tahun, Sekolah Usaha Tani, Sekolah Pertanian Menengah Pertama, Sekolah Guru Bantu, Pendidikan Guru Agama
Pedoman PENCACAH VIMK13 35
4 tahun, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan Perusahaan, dan Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.

SLTA & sederajat :
Mereka yang tamat dari Sekolah Menengah Atas, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial, Sekolah Menengah Industri Kerajinan, Sekolah Menengah Seni Rupa, Sekolah Menengah Karawitan Indonesia, Sekolah Menengah Musik, Sekolah Teknologi Menengah Pembangunan, Sekolah Menengah Ekonomi Atas, Sekolah Teknologi Menengah, Sekolah Menengah Teknologi Pertanian, Sekolah Menengah Teknologi Perkapalan, Sekolah Menengah Teknologi Pertambangan, dan Sekolah Menengah Teknologi Grafika. 

DI / DII :
Mereka yang tamat Sekolah Guru Olah Raga, Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama, Pendidikan Guru Agama 6 tahun, Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak, Kursus Pendidikan Guru, Sekolah Analisis Menengah Kimia Atas, Sekolah Asisten Apoteker, Sekolah Bidan, Sekolah Pengatur Rontgen, dan Kursus Pegawai Administrasi Atas, Diploma I atau Diploma II pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program diploma. Program Akta I dan Akta II termasuk dalam jenjang pendidikan program Diploma I atau Diploma II. Sarjana Muda / DIII: Mereka yang tamat Akademi/Diploma III/Akta III atau yang telah mendapatkan gelar sarjana muda pada suatu fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh suatu Akademi/Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

Sarjana / S1 / D IV : 
Mereka yang tamat program pendidikan Sarjana (Strata-1) atau yang telah mendapatkan gelar sarjana (menyelesaikan sejumlah SKS tertentu) pada suatu fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh suatu Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

S2 / S3 :
Mereka yang tamat program pendidikan program pasca sarjana, Magister (Strata-2), atau Doktor (Strata-3) yang telah mendapatkan gelar master/doktor pada suatu program studi di sebuah fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh Universitas/Institut/Sekolah Tinggi.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak Tamat SD
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          SD dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          SLTP dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          SLTA dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Di / DII
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Sarjana Muda / DIII
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          DIB / S1
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          S2 / S3
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V514" name="b2_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="471" EndPos="471" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan 

Badan usaha :
Kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomi yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
36 Pedoman PENCACAH VIMK13
Badan usaha yang disebut Badan Hukum: Usaha yang modalnya dipisahkan, seperti: Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, dan Yayasan.

Badan usaha yang disebut Bukan Badan Hukum: Usaha yang modalnya tidak dipisah, seperti: CV, Fa (Firma), dan Perorangan.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          PT
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          CV
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Koperasi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perorangan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V515" name="b2_51" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="472" EndPos="480" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 5
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 5
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V516" name="b2_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="481" EndPos="484" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun mulai berproduksi secara komersial
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Tahun mulai berproduksi secara komersial
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V517" name="b3_1a_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="485" EndPos="486" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan April 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan April Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V518" name="b3_1a_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="487" EndPos="488" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Mei 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Mei Triwulan II 2013.]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V519" name="b3_1a_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="489" EndPos="490" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Juni Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V520" name="b3_1a_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="491" EndPos="492" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Juli 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Juli Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V521" name="b3_1a_7" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="493" EndPos="494" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Agustus 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Agustus Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V522" name="b3_1a_8" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="495" EndPos="496" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang)  pada bulan September Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V523" name="b3_1b_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="497" EndPos="498" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan April 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013
b. Banyaknya hari kerja pada bulan April Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V524" name="b3_1b_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="499" EndPos="500" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Mei 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Mei Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V525" name="b3_1b_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="501" EndPos="502" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Juni Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V526" name="b3_1b_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="503" EndPos="504" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Juli 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Juli Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V527" name="b3_1b_7" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="505" EndPos="506" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Agustus 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Agustus Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V528" name="b3_1b_8" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="507" EndPos="508" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan September Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V529" name="b3_1c_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="509" EndPos="510" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Rata-rata jam kerja per hari bulan April  2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan April  Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V530" name="b3_1c_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="511" EndPos="512" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Mei 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Mei Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V531" name="b3_1c_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="513" EndPos="514" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Juni 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Juni Triwulan II 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V532" name="b3_1c_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="515" EndPos="516" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Rata-rata jam kerja per hari bulan Juli  2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Juli Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V533" name="b3_1c_7" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="517" EndPos="518" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Agustus 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Agustus Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V534" name="b3_1c_8" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="519" EndPos="520" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan II 2013 dan Triwulan III 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan September Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V535" name="b3_2a_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="521" EndPos="522" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi laki-laki yang dibayar bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
a. Pekerja produksi laki-laki yang dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V536" name="b3_2a_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="523" EndPos="524" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi perempuan yang dibayar bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
a. Pekerja produksi perempuan yang dibayar bulan September  2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V537" name="b3_2a_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="525" EndPos="526" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi laki-laki yang tidak dibayar bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
a. Pekerja produksi laki-laki yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V538" name="b3_2a_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="527" EndPos="528" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi perempuan yang tidak dibayar bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
a. Pekerja produksi perempuan yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V539" name="b3_2a_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="529" EndPos="530" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja produksi bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
a. Jumlah pekerja produksi bulan September 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V540" name="b3_2b_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="531" EndPos="532" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja lainnya  laki-laki yang dibayar bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
b. Pekerja lainnya laki-laki yang dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V541" name="b3_2b_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="533" EndPos="533" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja lainnya  perempuan yang dibayar bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
b. Pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V542" name="b3_2b_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="534" EndPos="535" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja lainnya  laki-laki yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
b. Pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V543" name="b3_2b_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="536" EndPos="537" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja lainnya  perempuan yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
b. Pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V544" name="b3_2b_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="538" EndPos="539" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja lainnya bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
b. Jumlah pekerja lainnya bulan September 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V545" name="b3_2c_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="540" EndPos="541" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  laki-laki yang dibayar bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya  laki-laki yang dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V546" name="b3_2c_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="542" EndPos="543" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  perempuan yang dibayar bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V547" name="b3_2c_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="544" EndPos="545" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  laki-laki yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V548" name="b3_2c_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="546" EndPos="547" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  perempuan yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan September 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V549" name="b3_2c_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="548" EndPos="549" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja produksi dan lainnya bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
c. Jumlah pekerja produksi dan pekerja lainnya bulan September 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misal: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V550" name="b3_3a_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="550" EndPos="558" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar  laki-laki bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
a. Nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki bulan September 2013 : Rp....................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V551" name="b3_3b_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="559" EndPos="566" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar  perempuan bulan September 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
b. Nilai balas jasa pekerja dibayar perempuan bulan September 2013 : Rp .......................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V552" name="b3_3c_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="567" EndPos="575" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai balas jasa pekerja dibayar bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan III 2013 :
c. Jumlah nilai balas jasa pekerja dibayar bulan September 2013 laki-laki dan perempuan : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V553" name="b4_1_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="576" EndPos="585" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai  (Rp) pemakaian jenis bahan baku dan bahan penolong]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian jenis bahan baku dan bahan penolong : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V554" name="b4_1a_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="586" EndPos="606" width="21" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V555" name="b4_1a_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="607" EndPos="614" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V556" name="b4_1a_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="615" EndPos="621" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V557" name="b4_1a_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="622" EndPos="631" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama : Rp................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V558" name="b4_1b_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="632" EndPos="648" width="17" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V559" name="b4_1b_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="649" EndPos="655" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V560" name="b4_1b_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="656" EndPos="661" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V561" name="b4_1b_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="662" EndPos="670" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua : Rp...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V562" name="b4_1c_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="671" EndPos="693" width="23" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Jenis bahan baku dan bahan penolong  terbesar ketiga]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[c. Jenis bahan baku dan bahan penolong  terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V563" name="b4_1c_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="694" EndPos="700" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V564" name="b4_1c_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="701" EndPos="706" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V565" name="b4_1c_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="707" EndPos="715" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga : Rp.................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V566" name="b4_1d_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="716" EndPos="733" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V567" name="b4_1d_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="734" EndPos="742" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V568" name="b4_1d_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="743" EndPos="748" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V569" name="b4_1d_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="749" EndPos="757" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V570" name="b4_1e_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="758" EndPos="774" width="17" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V571" name="b4_1e_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="775" EndPos="781" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V572" name="b4_1e_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="782" EndPos="787" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V573" name="b4_1e_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="788" EndPos="796" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima : Rp ........................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V574" name="b4_1f_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="797" EndPos="814" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V575" name="b4_1f_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="815" EndPos="820" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V576" name="b4_1f_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="821" EndPos="826" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[emakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V577" name="b4_1f_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="827" EndPos="835" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V578" name="b4_1g_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="836" EndPos="856" width="21" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V579" name="b4_1g_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="857" EndPos="863" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V580" name="b4_1g_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="864" EndPos="868" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V581" name="b4_1g_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="869" EndPos="877" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh : Rp ..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V582" name="b4_1h_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="878" EndPos="886" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          h. Nilai bahan baku dan bahan penolong lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V583" name="b4_2_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="887" EndPos="894" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian pelumas dan bahan bakar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian pelumas dan bahan bakar : Rp .......................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V584" name="b4_2a_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="895" EndPos="898" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Banyaknya pelumas  (liter)]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Banyaknya pelumas  :................ liter]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V585" name="b4_2a_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="899" EndPos="905" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pelumas
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai Pelumas : Rp ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V586" name="b4_2b_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="906" EndPos="911" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bensin (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya bensin : ............... Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V587" name="b4_2b_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="912" EndPos="919" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bensin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai bensin : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V588" name="b4_2c_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="920" EndPos="925" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya solar (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Banyaknya solar : .............. Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V589" name="b4_2c_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="926" EndPos="933" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) solar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Nilai solar : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V590" name="b4_2d_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="934" EndPos="938" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya minyak tanah (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Banyaknya minyak tanah : ............. Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V591" name="b4_2d_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="939" EndPos="946" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) minyak tanah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Nilai minyak tanah : Rp ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V592" name="b4_2e_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="947" EndPos="951" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya gas kota (M3)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Banyaknya gas kota : .............. M3
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V593" name="b4_2e_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="952" EndPos="958" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) gas kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Nilai gas kota : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V594" name="b4_2f_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="959" EndPos="963" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya elpiji (kg)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Banyaknya elpiji :...............Kg
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V595" name="b4_2f_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="964" EndPos="971" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) elpiji
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Nilai elpiji : Rp .....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V596" name="b4_2g_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="972" EndPos="977" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya batu bara/briket (kg)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Banyaknya batu bara/briket : ..............Kg
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V597" name="b4_2g_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="978" EndPos="984" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) batu bara/briket
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Nilai batu bara/briket : Rp ....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V598" name="b4_2h_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="985" EndPos="992" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) kayu bakar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          h. Nilai kayu bakar : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V599" name="b4_2i_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="993" EndPos="1000" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) arang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          i. Nilai arang : Rp ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V600" name="b4_2j_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1001" EndPos="1008" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan bakar lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          j. Nilai bahan bakar lainnya : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V601" name="b4_3_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1009" EndPos="1015" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pemakaian listrik
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya pemakaian listrik :.............Kwh
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya listrik :
Biaya seluruh pemakaian listrik untuk keperluan perusahaan/usaha, seperti untuk penerangan dan menjalankan mesin.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V602" name="b4_3_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1016" EndPos="1023" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian listrik
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian listrik : Rp............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya listrik :
Biaya seluruh pemakaian listrik untuk keperluan perusahaan/usaha, seperti untuk penerangan dan menjalankan mesin.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V603" name="b4_4_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1024" EndPos="1029" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pemakaian air
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya pemakaian air : ..............M3
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya pemakaian air bersih: Biaya pembelian air bersih dari perusahaan air minum/badan pengelola air minum ataupun dari pihak lain untuk keperluan perusahaan/usaha
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V604" name="b4_4_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1030" EndPos="1036" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian Air
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian Air : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya pemakaian air bersih: Biaya pembelian air bersih dari perusahaan air minum/badan pengelola air minum ataupun dari pihak lain untuk keperluan perusahaan/usaha
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V605" name="b4_5_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1037" EndPos="1043" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) alat tulis dan keperluan kantor
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai alat tulis dan keperluan kantor : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Semua alat tulis dan keperluan kantor yang habis dipakai seperti : Kertas, spidol, pensil, tinta, karbon, pita mesin tik, map, kapur tulis, dan sejenisnya.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V606" name="b4_6_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1044" EndPos="1051" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bunga atas pinjaman
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai bunga atas pinjaman : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bunga atas pinjaman : 
Pengeluaran perusahaan untuk pembayaran bunga atas pinjaman modal kepada pihak lain, misal: bunga yang dibayarkan ke Bank, Pegadaian, dsb. Bunga yang dibayarkan tidak harus terhadap pinjaman pada Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, Triwulan III 2013, Triwulan IV 2013, tetapi termasuk bunga atas pinjaman tahun sebelumnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V607" name="b4_7_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1052" EndPos="1059" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi : Seluruh biaya pengangkutan/ pengiriman, pos dan telekomunikasi yang digunakan untuk kelancaran usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V608" name="b4_8_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1060" EndPos="1067" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal adalah :
pengeluaran rutin untuk memelihara atau memperbaiki barang modal agartetap berfungsi seperti biasanya tanpa menambah kapasitas, mengubah bentuk atau menambah umur barang modal tersebut, seperti biayapenggantian suku cadang, pemeliharaan mesin-mesin penggantian suku cadang, pemeliharaan mesin-mesindan perbaikan bangunan tempat usaha yang sifatnya tidak memperluas.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V609" name="b4_9_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1068" EndPos="1076" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bnagunan/konstruksi, dan barang modal lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan/konstruksi, dan barang modal lainnya : Rp ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan / konstruksi, dan barang modal lainnya :
Pengeluaran yang digunakan untuk keperluan usaha dan rumah tangga harus di proporsionalkan antara penggunaan untuk usaha dan rumah tinggal. Termasuk penghitungan sewa kendaraan milik sendiri, bangunan/konstruksi milik sendiri harus dinilai atas dasar harga pasar/setempat (diimputasi).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V610" name="b4_10_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1077" EndPos="1085" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) sewa tanah untuk usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai sewa tanah untuk usaha : Rp ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya sewa tanah untuk usaha : 
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha selama sebulan yang lalu atas penggunaan tanah milik pihak lain. Apabila pengeluaran sewa adalah satu tahun sekali maka harus di bagi dua belas (12) bulan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V611" name="b4_11_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1086" EndPos="1094" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) jasa industri yang dikerjakan pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai jasa industri yang dikerjakan pihak lain : Rp ..................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pembayaran atas jasa industri yang dikerjakan pihak lain adalah :
Seluruh pengeluaran atas jasa industri pihak lain yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk menunjang kegiatan usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V612" name="b4_12_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1095" EndPos="1103" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pajak tak langsung
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pajak tak langsung : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pajak tak langsung : 
Pajak yang dikenakan kepada konsumen melalui produsen terhadap pembelian barang/jasa, misalnya: pajak pertambahan nilai barang dan jasa, pajak bumi dan bangunan, bea masuk dan cukai, pajak ekspor, pajak hiburan dan retribusi (termasuk restribusi papan nama, iklan, dsb), termasuk biaya STNK dan retribusi uji petik (kir) khusus untuk kendaraan operasional perusahaan/usaha.

Apabila pengeluaran pajak adalah satu tahun sekali maka harus di bagi dua belas (12) bulan. Tidak termasuk pajak yang dibayarkan oleh perusahaan untuk pemotongan pajak balas jasa pekerja]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V613" name="b4_13_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1104" EndPos="1111" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) jasa yang dikerjakan oleh pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai jasa yang dikerjakan oleh pihak lain : Rp ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pembayaran jasa yang dikerjakan oleh pihak lain adalah :
Seluruh pengeluaran atau jasa pihak lain yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk kelancaran kegiatan/usaha ini seperti asuransi perusahaan, promosi/iklan, pengacara dll. 

Biaya jasa akuntan/konsultan :
Biaya yang dikeluarkan perusahaan/usaha kepada akuntan/konsultan, seperti: biaya penyusunan sistem dan pelaksanaan pembukuan, biaya pemeriksaan pembukuan dan penyusunan laporan, biaya konsultasi hukum, konsultasi keuangan dll.

Biaya untuk asuransi kerugian :
Premi yang dibayar oleh perusahaan/usaha kepada perusahaan asuransi atas barang yang diasuransikan, seperti: asuransi kebakaran, asuransi kendaraan dan asuransi barang modal lainnya. 

Promosi/iklan : 
Biaya untuk promosi/iklan yang dilakukan oleh perusahaan sendiri misalnya pasang spanduk, papan reklame (perusahaan membayar pajak reklame/iklan).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V614" name="b4_14_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1112" EndPos="1119" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya selain yang tercantum pada Rincian 1 sampai Rincian 9 tersebut di atas yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk kelancaran dan menunjang kegiatan usaha, seperti: royalti (merek dagang/hak paten), kemasan/pembungkus, perijinan, pembelian peralatan penunjang kegiatan proses produksi yang umur pemakaiannya kurang dari setahun (misal: serokan/pengki, ayakan/saringan, pikulan), dan sebagainya.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V615" name="b4_15_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1120" EndPos="1129" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Jumlah biaya/pengeluaran perusahaan/usaha Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai Jumlah biaya/pengeluaran perusahaan/usaha Triwulan III 2013 (jumlah rincian 1 s/d 14) : Rp ....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V616" name="b5_1a_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1130" EndPos="1162" width="33" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Jenis barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V617" name="b5_1a_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1163" EndPos="1167" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V618" name="b5_1a_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1168" EndPos="1174" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V619" name="b5_1a_51" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1175" EndPos="1181" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V620" name="b5_1a_61" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1182" EndPos="1188" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V621" name="b5_1a_52" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1189" EndPos="1198" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V622" name="b5_1a_62" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1199" EndPos="1208" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V623" name="b5_1a_53" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1209" EndPos="1217" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V624" name="b5_1a_63" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1218" EndPos="1226" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V625" name="b5_1b_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1227" EndPos="1259" width="33" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Jenis barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V626" name="b5_1b_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1260" EndPos="1264" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V627" name="b5_1b_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1265" EndPos="1271" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V628" name="b5_1b_51" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1272" EndPos="1279" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V629" name="b5_1b_61" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1280" EndPos="1287" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V630" name="b5_1b_52" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1288" EndPos="1296" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V631" name="b5_1b_62" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1297" EndPos="1306" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V632" name="b5_1b_53" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1307" EndPos="1315" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V633" name="b5_1b_63" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1316" EndPos="1323" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - september) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V634" name="b5_1c_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1324" EndPos="1341" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Jenis barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V635" name="b5_1c_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1342" EndPos="1346" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V636" name="b5_1c_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1347" EndPos="1353" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V637" name="b5_1c_51" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1354" EndPos="1359" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ......................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V638" name="b5_1c_61" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1360" EndPos="1367" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013 (Juli - September)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V639" name="b5_1c_52" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1368" EndPos="1376" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V640" name="b5_1c_62" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1377" EndPos="1385" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V641" name="b5_1c_53" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1386" EndPos="1393" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V642" name="b5_1c_63" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1394" EndPos="1401" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V643" name="b5_1d_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1402" EndPos="1410" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan lainnya Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
d. Nilai produksi barang yang dihasilkan lainnya Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V644" name="b5_1d_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1411" EndPos="1419" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan lainnya Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
d. Nilai produksi barang yang dihasilkan lainnya Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V645" name="b5_1e_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1420" EndPos="1429" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
e. Jumlah nilai produksi barang yang dihasilkan Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V646" name="b5_1e_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1430" EndPos="1439" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
e. Jumlah nilai produksi barang yang dihasilkan Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V647" name="b5_2a_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1440" EndPos="1475" width="36" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V648" name="b5_2a_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1476" EndPos="1480" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V649" name="b5_2a_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1481" EndPos="1486" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V650" name="b5_2a_51" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1487" EndPos="1493" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - juni)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V651" name="b5_2a_61" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1494" EndPos="1500" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V652" name="b5_2a_52" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1501" EndPos="1509" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni) Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V653" name="b5_2a_62" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1510" EndPos="1518" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli  - September) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V654" name="b5_2a_53" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1519" EndPos="1526" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Harga Satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V655" name="b5_2a_63" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1527" EndPos="1534" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Harga satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V656" name="b5_2b_1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1535" EndPos="1557" width="23" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V657" name="b5_2b_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1558" EndPos="1562" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V658" name="b5_2b_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1563" EndPos="1568" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V659" name="b5_2b_51" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1569" EndPos="1574" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - juni)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V660" name="b5_2b_61" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1575" EndPos="1581" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V661" name="b5_2b_52" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1582" EndPos="1590" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013 (April -Juni) : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V662" name="b5_2b_62" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1591" EndPos="1599" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ...............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V663" name="b5_2b_53" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1600" EndPos="1606" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Harga Satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan II 2013 (April - Juni) : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V664" name="b5_2b_63" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1607" EndPos="1614" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Harga satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V665" name="b5_2c_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1615" EndPos="1623" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan II 2013 (April - juni) : Rp ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V666" name="b5_2c_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1624" EndPos="1632" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ......................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V667" name="b5_3_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1633" EndPos="1641" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan II 2013 ( April - Juni) : Rp ..................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya. 
Termasuk pendapatan dari keuntungan/kerugian penjualan barang dalam bentuk yang sama, menyewakan barang modal milik perusahaan, penjualan limbah/sampah produksi, bunga atas simpanan di pihak lain atau meminjamkan ke pihak lain, bagi hasil, sumbangan, hadiah dan nilai pendapatan hasil imputasi. 

Keuntungan/kerugian penjualan barang: Selisih nilai dari barang-barang yang dijual dengan nilai belinya dalam bentuk yang sama (tanpa mengalami perubahan bentuk/tanpa diproses).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V668" name="b5_3_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1642" EndPos="1650" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya. 
Termasuk pendapatan dari keuntungan/kerugian penjualan barang dalam bentuk yang sama, menyewakan barang modal milik perusahaan, penjualan limbah/sampah produksi, bunga atas simpanan di pihak lain atau meminjamkan ke pihak lain, bagi hasil, sumbangan, hadiah dan nilai pendapatan hasil imputasi. 

Keuntungan/kerugian penjualan barang: Selisih nilai dari barang-barang yang dijual dengan nilai belinya dalam bentuk yang sama (tanpa mengalami perubahan bentuk/tanpa diproses).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V669" name="b5_4_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1651" EndPos="1660" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan II 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan II 2013 (April - juni) : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V670" name="b5_4_6" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1661" EndPos="1670" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jumlah nilai Produksi dan pendapatan perusahaan pada triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V671" name="b6_1a_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1671" EndPos="1680" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta lancar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a. Nilai Harta lancar : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V672" name="b6_1a1_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1681" EndPos="1690" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Uang Tunai (termasuk piutang usaha)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a1. Nilai Uang Tunai (termasuk piutang usaha) : Rp ..................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V673" name="b6_1a2_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1691" EndPos="1700" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a2. Nilai Persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V674" name="b6_1b_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1701" EndPos="1711" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta tetap
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b. Nilai Harta tetap : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V675" name="b6_1b1_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1712" EndPos="1721" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Tanah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b1. Nilai tanah : Rp ................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V676" name="b6_1b2_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1722" EndPos="1731" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Bangunan/gedung
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b2. Nilai Bangunan/gedung : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V677" name="b6_1b3_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1732" EndPos="1741" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Mesin dan Perlengkapan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b3. Nilai Mesin dan Perlengkapan : Rp .............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V678" name="b6_1b4_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1742" EndPos="1751" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Kendaraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b4. Nilai Kendaraan : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V679" name="b6_1b5_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1752" EndPos="1760" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta tetap Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b5. Nilai Harta tetap Lainnya : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V680" name="b6_1c_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1761" EndPos="1772" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah (Rp) Harta lancar dan Harta tetap
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
c. Jumlah Harta lancar dan Harta tetap : Rp ............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V681" name="b6_2a" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1773" EndPos="1775" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Sumber modal milik sendiri (termasuk hibah/transfer)  ]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal :
Milik sendiri (termasuk hibah/transfer) : ............% jika 100 % langsung ke rincian 4]]>
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          <![CDATA[Jika  100 % langsung ke rincian 4]]>
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber Modal :
Menunjukkan kondisi yang sah secara hukum atas pemilikan modal usaha, modal lancar maupun modal tetap.

Pihak Lain :
Modal usaha yang diperoleh dari menggadaikan mobil dikategorikan sebagai modal pinjaman, sedangkan mobil yang digadaikan tersebut masih tetap milik/harta perusahaan/usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V682" name="b6_2b" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1776" EndPos="1778" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sumber modal pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal :
Pihak lain  : ..............%]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber Modal :
Menunjukkan kondisi yang sah secara hukum atas pemilikan modal usaha, modal lancar maupun modal tetap.

Pihak Lain :
Modal usaha yang diperoleh dari menggadaikan mobil dikategorikan sebagai modal pinjaman, sedangkan mobil yang digadaikan tersebut masih tetap milik/harta perusahaan/usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V683" name="b6_3a" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1779" EndPos="1781" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
a. Pinjaman BANK : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V684" name="b6_3b" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1782" EndPos="1784" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman pinjaman koperasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
b. Pinjaman Koperasi : ................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V685" name="b6_3c" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1785" EndPos="1787" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman lembaga keuangan bukan bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
c. Pinjaman Lembaga keuangan bukan BANK : .............. %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V686" name="b6_3d" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1788" EndPos="1790" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari modal ventura
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
d. Modal Ventura : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V687" name="b6_3e" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1791" EndPos="1793" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman dari perorangan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
e. Pinjaman dari perorangan : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V688" name="b6_3f" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1794" EndPos="1796" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman keluarga/famili
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
f. Pinjaman keluarga/Famili : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V689" name="b6_3g" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1797" EndPos="1799" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
g. Lainnya (tuliskan ..........) : .............. %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V690" name="b6_3g1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1800" EndPos="1811" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman keterangan lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
g1. Keterangan lainnya : ................ %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V691" name="b6_4" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1812" EndPos="1812" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Alasan utama tidak/belum pernah meminjam dari bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Alasan utama tidak/belum pernah meminjam dari BANK ( Jika rincian 3.a tidak terisi ) :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika rincian 3.a tidak terisi
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu prosedur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Prosedur sulit
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada agunan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Suku bunga tinggi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Usulan ditolak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak berminat
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V692" name="b7_1a" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1813" EndPos="1813" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kesulitan utama yang dialami oleh perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Kesulitan utama yang dialami oleh perusahaan/usaha :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V693" name="b7_1a1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1814" EndPos="1831" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 8
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 8 : ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada kesulitan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Permodalan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          BBM/energi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Tranportasi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Keterampilan pekerja
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Kemampuan membayar upah buruh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V694" name="b7_1b" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1832" EndPos="1832" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jika kesulitan utama adalah bahan baku, alasan utama adalah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jika kesulitan utama adalah bahan baku (rincian 1.a kode 1), alasan utama adalah :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 1.a kode 1
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          Untuk perusahaan/usaha yang mengalami kesulitan bahan baku, lingkari jenis kesulitan bahan baku yang dialami, dan tuliskan kode yang dilingkari tersebut ke kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku langka
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku mahal
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Lokasi bahan baku jauh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan..........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V695" name="b7_1b1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1833" EndPos="1844" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 4
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 4 : .............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 1.a kode 1
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          Untuk perusahaan/usaha yang mengalami kesulitan bahan baku, lingkari jenis kesulitan bahan baku yang dialami, dan tuliskan kode yang dilingkari tersebut ke kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V696" name="b7_2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1845" EndPos="1845" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah perusahaan/usaha saat ini menjadi anggota koperasi?
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apakah perusahaan/usaha saat ini menjadi anggota koperasi?
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V697" name="b7_3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1846" EndPos="1848" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis pelayanan dari koperasi yang pernah diterima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis pelayanan/usaha dari koperasi yang pernah diterima :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Suatu perusahaan/usaha dapat memperoleh pelayanan dari koperasi, walaupun bukan anggota koperasi.

Yang dimaksud dalam rincian ini adalah : 
Selama periode Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, triwulan III 2013, triwulan IV 2013, usaha telah berinteraksi dengan koperasi dan menerima pelayanan dari koperasi, misalnya: penyediaan/pembelian bahan baku, pinjaman uang, penyuluhan, pemasaran.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V698" name="b7_31" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1849" EndPos="1849" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 64 : ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bantuan yang dimaksud adalah : 
Yang meringankan pengusaha. Contoh: bahan baku, pemasaran, bimbingan/pelatihan/penyuluhan, mesin, barang modal/peralatan dsb.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V699" name="b7_4a" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1850" EndPos="1852" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis pelayanan/bantuan yang pernah diterima selain dari koperasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis pelayanan/bantuan yang pernah diterima selain dari koperasi
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika jawabannya 0 langsung kerincian 5
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bantuan yang dimaksud adalah : 
Yang meringankan pengusaha. Contoh: bahan baku, pemasaran, bimbingan/pelatihan/penyuluhan, mesin, barang modal/peralatan dsb.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah (langsung kerincian 5)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V700" name="b7_4a1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1853" EndPos="1856" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 64 : ...........
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika jawabannya 0 langsung kerincian 5
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V701" name="b7_4b" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1857" EndPos="1858" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V702" name="b7_4b1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1859" EndPos="1862" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 16 : ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V703" name="b7_5" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1863" EndPos="1863" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jika tidak pernah memperoleh bantuan dari koperasi/selain koperasi alasan utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jika tidak pernah memperoleh bantuan/pelayanan dari koperasi/selain koperasi (rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0), alasan utama :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu prosedur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Proposal ditolak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tidak berminat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V704" name="b7_51" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1864" EndPos="1927" width="64" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 5
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 5 : ............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V705" name="b7_6a" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1928" EndPos="1930" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis kemitraan yang pernah dilakukan oleh perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis kemitraan yang pernah dilakukan oleh perusahaan/usaha :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          langsung kerincian 8
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Definisi kemitraan diartikan secara luas, tidak terbatas hubungan bapak dengan anak angkat.

Kemitraan adalah : Hubungan kerjasama dengan perusahaan/usaha lain (termasuk BUMN/BUMD) yang saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah (langsung kerincian 8)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V706" name="b7_6a1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1931" EndPos="1957" width="27" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 64 : ...............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          langsung kerincian 8
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Definisi kemitraan diartikan secara luas, tidak terbatas hubungan bapak dengan anak angkat.

Kemitraan adalah : Hubungan kerjasama dengan perusahaan/usaha lain (termasuk BUMN/BUMD) yang saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V707" name="b7_6b" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1958" EndPos="1961" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun terakhir perusahaan/usaha menjalin kemitraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Tahun terakhir perusahaan/usaha menjalin kemitraan ? ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V708" name="b7_6c" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1962" EndPos="1963" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Badan/lembaga yang pernah menjalin kemitraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Badan/lembaga yang pernah menjalin kemitraan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan ........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V709" name="b7_6c1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1964" EndPos="1979" width="16" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c1. Keterangan kode 16 : ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V710" name="b7_6d" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1980" EndPos="1980" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah ada memorandom of understanding (MoU) perjanjian dalam menjalin kemitraan?
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Apakah ada memorandom of understanding (MoU) perjanjian dalam menjalin kemitraan?
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V711" name="b7_7a" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1981" EndPos="1982" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penyelenggara bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti pekerja perusahaan/usaha adalah:
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Penyelenggara bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti pekerja perusahaan/usaha ( Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari)  adalah :]]>
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Sendiri
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan ......)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Instansi Pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V712" name="b7_7a1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1983" EndPos="1996" width="14" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 16 : ................
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V713" name="b7_7b" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1997" EndPos="1998" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jenis bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Manajerial
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Keterampilan/teknik produksi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V714" name="b7_7b1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1999" EndPos="2022" width="24" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 8
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 8 : ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V715" name="b7_8a" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2023" EndPos="2025" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan perusahaan/Industri Lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
a. perusahaan/Industri Lain : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V716" name="b7_8b" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2026" EndPos="2028" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Pedagang/Pengepul
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
b. Pedagang/Pengepul : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V717" name="b7_8c" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2029" EndPos="2031" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Rumah Tangga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
c. Rumah Tangga : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V718" name="b7_8d" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2032" EndPos="2034" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Pasar Tradisional
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
d. Pasar Tradisional : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V719" name="b7_8e" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2035" EndPos="2037" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Rumah Makan/Hotel
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
e. Rumah Makan/Hotel : ............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V720" name="b7_8f" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2038" EndPos="2040" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Super Market/Swalayan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
f. Super Market/Swalayan : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V721" name="b7_8g" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2041" EndPos="2043" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
g. Lainnya : ................ %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V722" name="b7_9a1" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2044" EndPos="2046" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negeri dalam satu Kabupaten/Kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam Negeri :
1. Dalam satu kabupaten/kota : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V723" name="b7_9a2" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2047" EndPos="2049" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negeri luar kabupaten/kota satu provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam Negeri : 
2. Luar kabupaten/kota satu provinsi : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V724" name="b7_9a3" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2050" EndPos="2052" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negri luar provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam negeri :
3. Luar provinsi : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V725" name="b7_9b" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2053" EndPos="2055" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini luar negri / ekspor
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
b. Luar negeri/ekspor : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V726" name="catatan" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2056" EndPos="2310" width="255" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        catatan
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V727" name="id_perusahaan" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2311" EndPos="2332" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        id_perusahaan
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V728" name="UserId" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2333" EndPos="2337" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        UserId
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V729" name="Force" files="F3" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2338" EndPos="2338" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Force
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V730" name="triwulan" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1" EndPos="255" width="255" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Triwulan I
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[TRIWULAN  IV]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V731" name="tahun" files="F4" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="256" EndPos="259" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          TAHUN 2013
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="2013" max="2013"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V732" name="prop" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="260" EndPos="261" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          PROPINSI
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          11
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[ACEH                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          12
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA UTARA           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          13
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA BARAT           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          14
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[RIAU                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          15
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAMBI                    ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SUMATERA SELATAN         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          17
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BENGKULU                 ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          18
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[LAMPUNG                  ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          19
        </catValu>
        <labl>
          KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          21
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KEPULAUAN RIAU           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          31
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[DKI JAKARTA              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA BARAT               ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          33
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA TENGAH              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          34
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[DI YOGYAKARTA            ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          35
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[JAWA TIMUR               ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          36
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BANTEN                   ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          51
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[BALI                     ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          52
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[NUSA TENGGARA BARAT      ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          53
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[NUSA TENGGARA TIMUR      ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          61
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN BARAT         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          62
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN TENGAH        ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          63
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[KALIMANTAN SELATAN       ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          71
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI UTARA           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          72
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI TENGAH          ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          73
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI SELATAN         ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          74
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI TENGGARA        ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          75
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[GORONTALO                ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          76
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[SULAWESI BARAT           ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          81
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[MALUKU                   ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          82
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[MALUKU UTARA             ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          91
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[PAPUA BARAT              ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          94
        </catValu>
        <labl>
          <![CDATA[PAPUA                    ]]>
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V733" name="kab" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="262" EndPos="263" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kabupaten/Kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KABUPATEN / KOTA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V734" name="kec" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="264" EndPos="266" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kecamatan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KECAMATAN
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V735" name="desa" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="267" EndPos="269" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Desa/Kelurahan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          DESA / KELURAHAN
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V736" name="nbs" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="270" EndPos="273" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Blok Sensus (NBS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR BLOK SENSUS ( NBS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V737" name="nks" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="274" EndPos="278" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Kode Sampel (NKS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR KODE SAMPEL ( NKS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V738" name="nus" files="F4" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="279" EndPos="280" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Urut Sampel (NUS)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR URUT SAMPEL ( NUS )
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="12"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V739" name="nup" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="281" EndPos="283" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Urut Perusahaan/Usaha Terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR URUT PERUSAHAAN / USAHA TERPILIH
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V740" name="imik" files="F4" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="284" EndPos="284" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Klasifikasi Industri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Klasifikasi Industri
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Industri Mikro :
perusahaan/usaha industri manufaktur yang mempunyai pekerja 1-4 orang.
Industri Kecil :
perusahaan/usaha industri manufaktur yang mempunyai pekerja 5-19 orang.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Industri Mikro
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Industri Kecil
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V741" name="kbli2dgt" files="F4" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="285" EndPos="286" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kode KBLI 2 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode KBLI 2 Digit
        </qstnLit>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="33"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V742" name="nama" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="287" EndPos="296" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nama Perusahaan/Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NAMA PERUSAHAAN / USAHA
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V743" name="alamat" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="297" EndPos="306" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Alamat Perusahaan/Usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          ALAMAT PERUSAHAAN / USAHA
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          ALAMAT PERUSAHAAN / USAHA
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V744" name="kodepos" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="307" EndPos="311" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor kodepos
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR KODEPOS
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V745" name="telp" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="312" EndPos="321" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nomor Telepon
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          NOMOR TELEPON
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V746" name="fax" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="322" EndPos="332" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Faksimili
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          FAKSIMILI
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V747" name="email" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="333" EndPos="358" width="26" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        E-mail
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          EMAIL
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V748" name="Homepage" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="359" EndPos="370" width="12" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Homepage
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          HOMEPAGE
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V749" name="b12_7" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="371" EndPos="417" width="47" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kegiatan utama perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kegiatan utama perusahaan/usaha ( tuliskan sejelas-jelasnya)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan sejelas-jelasnya
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V750" name="b12_8" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="418" EndPos="418" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Sifat Usaha Musiman  ]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode Sifat Usaha (periode musiman selama satu tahun)
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Musiman
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bukan musiman
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V751" name="b12_91" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="419" EndPos="455" width="37" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Produk utama yang dihasilkan KBLI 5 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Produksi utama yang dihasilkan
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V752" name="b12_92" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="456" EndPos="460" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5 Digit
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          KBLI 5 Digit
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) merupakan klasifikasi baku statistik mengenai kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia.
KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal. 
KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.formal atau informal. KBLI 2009 menggunakan kode angka 5 digit yang menunjukkan struktur klasifikasi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V753" name="b2_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="461" EndPos="479" width="19" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nama Pengusaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nama Pengusaha
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan nama pemilik atau yang bertanggung jawab atau direktur/manajer di perusahaan/usaha.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V754" name="b2_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="480" EndPos="480" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis Kelamin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis Kelamin
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Laki-laki
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perempuan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V755" name="b2_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="481" EndPos="482" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Umur
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          UMUR
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Umur dituliskan dalam tahun dengan pembulatan ke bawah, berdasarkan ulang tahun yang terakhir. Perhitungan umur didasarkan pada kalender masehi. Untuk yang berumur 99 tahun ke atas maka isikan 98 dan untuk yang tidak tahu diisikan 99.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V756" name="b2_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="483" EndPos="483" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari salah satu kode pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan, kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jenjang pendidikan:

Tidak tamat SD :
Mereka yang tidak sekolah/belum pernah sekolah atau mereka yang pernah sekolah/tidak tamat di sekolah dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Pamong (Pendidikan anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru), Sekolah Dasar Kecil, Paket A1 - A100. Mereka yang tamat Sekolah Dasar 3 tahun atau sederajat dianggap belum tamat. 

SD & sederajat :
Mereka yang tamat sekolah dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Pamong (Pendidikan anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru), Sekolah Dasar Kecil, Paket A1 - A100.

SLTP & sederajat : 
Mereka yang tamat SMP, MULO, HBS 3 tahun, SLB Menengah Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Kepandaian Putri, SMEP, ST, Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama, Sekolah Ketrampilan Kejuruan 4 tahun, Sekolah Usaha Tani, Sekolah Pertanian Menengah Pertama, Sekolah Guru Bantu, Pendidikan Guru Agama
Pedoman PENCACAH VIMK13 35
4 tahun, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan Perusahaan, dan Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.

SLTA & sederajat :
Mereka yang tamat dari Sekolah Menengah Atas, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial, Sekolah Menengah Industri Kerajinan, Sekolah Menengah Seni Rupa, Sekolah Menengah Karawitan Indonesia, Sekolah Menengah Musik, Sekolah Teknologi Menengah Pembangunan, Sekolah Menengah Ekonomi Atas, Sekolah Teknologi Menengah, Sekolah Menengah Teknologi Pertanian, Sekolah Menengah Teknologi Perkapalan, Sekolah Menengah Teknologi Pertambangan, dan Sekolah Menengah Teknologi Grafika. 

DI / DII :
Mereka yang tamat Sekolah Guru Olah Raga, Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama, Pendidikan Guru Agama 6 tahun, Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak, Kursus Pendidikan Guru, Sekolah Analisis Menengah Kimia Atas, Sekolah Asisten Apoteker, Sekolah Bidan, Sekolah Pengatur Rontgen, dan Kursus Pegawai Administrasi Atas, Diploma I atau Diploma II pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program diploma. Program Akta I dan Akta II termasuk dalam jenjang pendidikan program Diploma I atau Diploma II. Sarjana Muda / DIII: Mereka yang tamat Akademi/Diploma III/Akta III atau yang telah mendapatkan gelar sarjana muda pada suatu fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh suatu Akademi/Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

Sarjana / S1 / D IV : 
Mereka yang tamat program pendidikan Sarjana (Strata-1) atau yang telah mendapatkan gelar sarjana (menyelesaikan sejumlah SKS tertentu) pada suatu fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh suatu Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

S2 / S3 :
Mereka yang tamat program pendidikan program pasca sarjana, Magister (Strata-2), atau Doktor (Strata-3) yang telah mendapatkan gelar master/doktor pada suatu program studi di sebuah fakultas. Jenjang sekolah ini pada umumnya dilakukan oleh Universitas/Institut/Sekolah Tinggi.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak Tamat SD
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          SD dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          SLTP dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          SLTA dan Sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Di / DII
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Sarjana Muda / DIII
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          DIB / S1
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          S2 / S3
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V757" name="b2_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="484" EndPos="484" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bentuk badan hukum/badan usaha/perijinan 

Badan usaha :
Kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomi yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
36 Pedoman PENCACAH VIMK13
Badan usaha yang disebut Badan Hukum: Usaha yang modalnya dipisahkan, seperti: Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, dan Yayasan.

Badan usaha yang disebut Bukan Badan Hukum: Usaha yang modalnya tidak dipisah, seperti: CV, Fa (Firma), dan Perorangan.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          PT
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          CV
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Koperasi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perorangan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V758" name="b2_51" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="485" EndPos="489" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 5
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 5
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V759" name="b2_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="490" EndPos="493" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun mulai berproduksi secara komersial
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Tahun mulai berproduksi secara komersial
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V760" name="b3_1a_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="494" EndPos="495" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Juli 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Juli Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V761" name="b3_1a_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="496" EndPos="497" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Agustus 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Agustus Triwulan III 2013.]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V762" name="b3_1a_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="498" EndPos="499" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan September Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V763" name="b3_1a_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="500" EndPos="501" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Oktober 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Oktober Triwulan IV 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V764" name="b3_1a_7" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="502" EndPos="503" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan November 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan November Triwulan IV 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V765" name="b3_1a_8" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="504" EndPos="505" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pekerja pada bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
a. Banyaknya pekerja (orang) pada bulan Desember Triwulan IV 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pekerja per bulan kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V766" name="b3_1b_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="506" EndPos="507" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Juli 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Juli Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V767" name="b3_1b_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="508" EndPos="509" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Agustus 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Agustus Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V768" name="b3_1b_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="510" EndPos="511" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan September Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V769" name="b3_1b_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="512" EndPos="513" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Oktober 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Oktober Triwulan IV 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V770" name="b3_1b_7" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="514" EndPos="515" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan November 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan November Triwulan IV 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V771" name="b3_1b_8" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="516" EndPos="517" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya hari kerja pada bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
b. Banyaknya hari kerja pada bulan Desember Triwulan IV 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan banyaknya hari kerja pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
Apabila perusahaan/usaha sedang tidak ada kegiatan (seperti: tidak ada bahan baku/tidak musim, libur panjang), maka pada bulan-bulan tersebut tidak ada kegiatan. 
Sehingga banyaknya hari kerja isiannya kosong.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V772" name="b3_1c_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="518" EndPos="519" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Rata-rata jam kerja per hari bulan Juli  2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Juli Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V773" name="b3_1c_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="520" EndPos="521" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Agustus 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Agustus Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V774" name="b3_1c_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="522" EndPos="523" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan September 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan September Triwulan III 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V775" name="b3_1c_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="524" EndPos="525" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Oktober 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Oktober Triwulan IV
 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V776" name="b3_1c_7" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="526" EndPos="527" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan November 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan NovemberTriwulan IV 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V777" name="b3_1c_8" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="528" EndPos="529" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Rata-rata jam kerja per hari bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha), hari kerja, dan jam kerja perhari untuk kegiatan Triwulan III 2013 dan Triwulan IV 2013 :
c. Rata-rata jam kerja per hari bulan Desember Triwulan IV 2013]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan rata-rata jam kerja per hari pada Bulan/Triwulan yang telah ditentukan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bulan kegiatan :
Bulan perusahaan/usaha melakukan kegiatan walaupun satu hari.
Pekerja :
Semua orang (tanpa memperhatikan usia)yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan/kegiatan diperusahaan/usaha.
Khusus Usaha musiman :
Rincian pekerja harus terisi minimal satu orang.
Hari kerja :
Hari perusahaan/usaha melakukan kegiatan dan ada seorang atau lebih yang bekerja secara terus-menerus paling sedikit satu jam.
Jam kerja :
Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja/melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk jam resmi), dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai (tutup). jam kerja sehari maksimum 24 jam dan minimum 1 jam.
Rata-rata jam kerja perhari :
Jumlah jam kerja kegiatan perusahaan/usaha selama sebulan dibagi banyaknya hari kerja dalam bulan tersebut.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V778" name="b3_2a_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="530" EndPos="531" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi laki-laki yang dibayar bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
a. Pekerja produksi laki-laki yang dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V779" name="b3_2a_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="532" EndPos="533" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi perempuan yang dibayar Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
a. Pekerja produksi perempuan yang dibayar Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V780" name="b3_2a_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="534" EndPos="535" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi laki-laki yang tidak dibayar bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
a. Pekerja produksi laki-laki yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V781" name="b3_2a_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="536" EndPos="537" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pekerja produksi perempuan yang tidak dibayar bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
a. Pekerja produksi perempuan yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V782" name="b3_2a_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="538" EndPos="539" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja produksi bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
a. Jumlah pekerja produksi bulan Desember 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan.]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V783" name="b3_2b_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="540" EndPos="541" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja lainnya  laki-laki yang dibayar bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
b. Pekerja lainnya laki-laki yang dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V784" name="b3_2b_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="542" EndPos="543" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja lainnya  perempuan yang dibayar bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
b. Pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V785" name="b3_2b_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="544" EndPos="544" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja lainnya  laki-laki yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
b. Pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V786" name="b3_2b_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="545" EndPos="546" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja lainnya  perempuan yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
b. Pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V787" name="b3_2b_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="547" EndPos="548" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja lainnya bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
b. Jumlah pekerja lainnya bulan Desember 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan.]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V788" name="b3_2c_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="549" EndPos="550" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  laki-laki yang dibayar bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya  laki-laki yang dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V789" name="b3_2c_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="551" EndPos="552" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  perempuan yang dibayar bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya perempuan yang dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V790" name="b3_2c_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="553" EndPos="554" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  laki-laki yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya laki-laki yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V791" name="b3_2c_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="555" EndPos="556" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Pekerja produksi dan lainnya  perempuan yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya pekerja (termasuk pengusaha) dibayar dan tidak dibayar menurut jenis pekerja pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
c. Pekerja produksi dan pekerja lainnya perempuan yang tidak dibayar bulan Desember 2013]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V792" name="b3_2c_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="557" EndPos="558" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah pekerja produksi dan lainnya bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah pekerja produksi dan pekerja lainnya laki-laki dan perempuan yang dibayar maupun yang tidak dibayar bulan Desember 2013
c. Jumlah pekerja produksi dan pekerja lainnya bulan Desember 2013 yang dibayar maupun yang tidak dibayar laki-laki dan perempuan.]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pekerja produksi : 
Pekerja yang langsung bekerja/berhubungan dalam proses produksi. Misa l: pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

Pekerja lainnya :
Pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti; manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll.

Pekerja dibayar :
Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan mendapat balas jasa berupa gaji dan lainnya (lembur, hadiah, bonus, dll) dalam bentuk uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar: Pekerja pemilik dan atau pekerja keluarga yang biasanya aktif dalam kegiatan perusahaan/usaha, tetapi tidak mendapat balas jasa. Bagi pekerja tidak dibayar yang bekerja kurang dari 1/3]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V793" name="b3_3a_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="559" EndPos="567" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar  laki-laki bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
a. Nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki bulan Desember 2013 : Rp....................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V794" name="b3_3b_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="568" EndPos="575" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar  perempuan bulan Desember 2013]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
b. Nilai balas jasa pekerja dibayar perempuan bulan Desember 2013 : Rp .......................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V795" name="b3_3c_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="576" EndPos="584" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai balas jasa pekerja dibayar bulan Desember 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai balas jasa pekerja dibayar (termasuk pengusaha yang dibayar) menurut jenis kelamin pada bulan terakhir produksi Triwulan IV 2013 :
c. Jumlah nilai balas jasa pekerja dibayar bulan Desember 2013 laki-laki dan perempuan : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Balas jasa pekerja dibayar dirinci menurut jenis kelamin. Balas jasa pekerja terdiri dari gaji dan lainnya (upah lembur, hadiah, bonus, tunjangan dll). 

Upah/gaji :
Balas jasa perusahaan/usaha untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan. 

Tunjangan :
Pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang dibayarkan kepada instansi/yayasan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja. Contoh : tunjangan kesehatan, tunjangan kecelakaan, dll.

Upah lembur : 
Rata-rata upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa. 

Hadiah : 
Rata-rata pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja. Pengeluaran ini sifatnya hanya sewaktu-waktu saja. Pengeluaran selama sebulan diperoleh dengan menjumlahkan pengeluaran selama setahun dibagi banyaknya bulan berproduksi.

Bonus : 
Rata-rata pemberian perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan/usaha mengalami kemajuan/peningkatan keuntungan, yang biasanya dibayarkan minimal sekali dalam periode setahun, oleh karenanya untuk mengetahui besarnya bonus dalam sebulan terlebih dulu dibagi banyaknya bulan berproduksi.
Balas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V796" name="b4_1_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="585" EndPos="594" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Nilai  (Rp) pemakaian jenis bahan baku dan bahan penolong]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian jenis bahan baku dan bahan penolong : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V797" name="b4_1a_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="595" EndPos="615" width="21" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V798" name="b4_1a_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="616" EndPos="622" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V799" name="b4_1a_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="623" EndPos="629" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V800" name="b4_1a_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="630" EndPos="639" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar pertama : Rp..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V801" name="b4_1b_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="640" EndPos="658" width="19" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V802" name="b4_1b_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="659" EndPos="665" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V803" name="b4_1b_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="666" EndPos="672" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V804" name="b4_1b_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="673" EndPos="681" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar kedua : Rp...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V805" name="b4_1c_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="682" EndPos="704" width="23" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Jenis bahan baku dan bahan penolong  terbesar ketiga]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[c. Jenis bahan baku dan bahan penolong  terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V806" name="b4_1c_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="705" EndPos="714" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V807" name="b4_1c_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="715" EndPos="720" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V808" name="b4_1c_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="721" EndPos="729" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar ketiga : Rp.................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V809" name="b4_1d_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="730" EndPos="750" width="21" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V810" name="b4_1d_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="751" EndPos="760" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V811" name="b4_1d_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="761" EndPos="766" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V812" name="b4_1d_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="767" EndPos="775" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar keempat : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V813" name="b4_1e_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="776" EndPos="794" width="19" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V814" name="b4_1e_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="795" EndPos="804" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V815" name="b4_1e_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="805" EndPos="810" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V816" name="b4_1e_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="811" EndPos="819" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar kelima : Rp ........................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V817" name="b4_1f_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="820" EndPos="859" width="40" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V818" name="b4_1f_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="860" EndPos="865" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V819" name="b4_1f_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="866" EndPos="871" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V820" name="b4_1f_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="872" EndPos="880" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar keenam : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V821" name="b4_1g_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="881" EndPos="898" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Jenis bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V822" name="b4_1g_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="899" EndPos="905" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Satuan standar bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V823" name="b4_1g_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="906" EndPos="910" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Banyaknya bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V824" name="b4_1g_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="911" EndPos="919" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Nilai bahan baku dan bahan penolong terbesar ketujuh : Rp .....................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V825" name="b4_1h_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="920" EndPos="928" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan baku dan bahan penolong lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          h. Nilai bahan baku dan bahan penolong lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan sejelas mungkin nama-nama bahan baku dan penolong yang dipakai/digunakan dalam proses produksi dan diurutkan dari nilai (rupiah) yang terbesar. 

Jika bahan baku dan penolong yang digunakan lebih dari 7 jenis, maka dimasukkan dalam baris h. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan nilainya pada Kolom (4).

Tuliskan satuan standar yang digunakan secara umum untuk bahan baku dan penolong tersebut.

Bila satuan yang digunakan bukan satuan standar, maka isian harus dikonversikan ke satuan standar.

Tuliskan banyaknya/jumlah setiap bahan baku dan penolong yang digunakan sesuai satuan standar.

Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemakaian jenis bahan baku dan penolong Biaya/pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha, berupa bahan baku dan penolong menurut satuan standar, banyaknya dan nilainya dalam rupiah.

Bahan Baku :
Komponen bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang/jasa.

Bahan penolong : 
Bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dari bahan baku menjadi barang produksi, tidak termasuk bahan penolong: pembungkus, pengepak, dan pengikat barang jadi.

Biaya ditentukan berdasarkan konsep pemakaian bahan yang dibeli maupun yang diproduksi sendiri.

Biaya bahan baku dan penolong produksi sendiri dinilai atas dasar harga pasar atau pengeluaran untuk memperolehnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V826" name="b4_2_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="929" EndPos="937" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian pelumas dan bahan bakar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian pelumas dan bahan bakar : Rp .......................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Nilai (Rupiah) Tuliskan nilai bahan baku dan penolong yang digunakan tersebut dalam rupiah.

Isikan banyaknya bahan bakar dan pelumas pada Kolom (3) dan nilainya (rupiah) pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V827" name="b4_2a_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="938" EndPos="943" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Banyaknya pelumas  (liter)]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Banyaknya pelumas  :................ liter]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V828" name="b4_2a_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="944" EndPos="951" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pelumas
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai Pelumas : Rp ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V829" name="b4_2b_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="952" EndPos="957" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya bensin (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya bensin : ............... Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V830" name="b4_2b_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="958" EndPos="965" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bensin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai bensin : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V831" name="b4_2c_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="966" EndPos="971" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya solar (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Banyaknya solar : .............. Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V832" name="b4_2c_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="972" EndPos="980" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) solar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Nilai solar : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V833" name="b4_2d_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="981" EndPos="985" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya minyak tanah (liter)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Banyaknya minyak tanah : ............. Liter
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V834" name="b4_2d_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="986" EndPos="993" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) minyak tanah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Nilai minyak tanah : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V835" name="b4_2e_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="994" EndPos="998" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya gas kota (M3)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Banyaknya gas kota : .............. M3
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V836" name="b4_2e_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="999" EndPos="1005" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) gas kota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          e. Nilai gas kota : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V837" name="b4_2f_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1006" EndPos="1011" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya batu bara/briket (kg)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Banyaknya elpiji :...............Kg
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V838" name="b4_2f_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1012" EndPos="1019" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) elpiji
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          f. Nilai elpiji : Rp .....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V839" name="b4_2g_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1020" EndPos="1023" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya batu bara/briket (kg)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Banyaknya batu bara/briket : ..............Kg
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V840" name="b4_2g_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1024" EndPos="1030" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) batu bara/briket
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          g. Nilai batu bara/briket : Rp ....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V841" name="b4_2h_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1031" EndPos="1038" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) kayu bakar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          h. Nilai kayu bakar : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V842" name="b4_2i_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1039" EndPos="1046" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) arang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          i. Nilai arang : Rp ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V843" name="b4_2j_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1047" EndPos="1054" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bahan bakar lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          j. Nilai bahan bakar lainnya : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bahan bakar : 
Segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang dipakai untuk usaha, seperti: bensin, solar, minyak tanah, gas kota, LPG, batu bara/briket, kayu bakar, arang dan bahan bakar lainnya. 

Pelumas : 
Zat cair yang mempunyai kekentalan tertentu dipakai untuk melancarkan jalannya mesin agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti SAE 20, SAE 30 dan sebagainya.
Besarnya nilai pengeluaran untuk bensin/solar tidak mencakup untuk kendaraan pribadi, maupun keperluan angkutan. Termasuk juga biaya bahan bakar dan pelumas untuk mesin pembangkit listrik (diesel) dan pembelian bensin/solar yang masih ada hubungannya dengan proses produksi, misal membeli bahan baku, mengirimkan hasil produksi.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V844" name="b4_3_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1055" EndPos="1061" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pemakaian listrik
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya pemakaian listrik :.............Kwh
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian listrik pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian listrik pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya listrik :
Biaya seluruh pemakaian listrik untuk keperluan perusahaan/usaha, seperti untuk penerangan dan menjalankan mesin.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V845" name="b4_3_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1062" EndPos="1069" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian listrik
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian listrik : Rp...........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian listrik pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian listrik pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya listrik :
Biaya seluruh pemakaian listrik untuk keperluan perusahaan/usaha, seperti untuk penerangan dan menjalankan mesin.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V846" name="b4_4_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1070" EndPos="1075" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya pemakaian air
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya pemakaian air : ..............M3
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian air pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian air pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya pemakaian air bersih: Biaya pembelian air bersih dari perusahaan air minum/badan pengelola air minum ataupun dari pihak lain untuk keperluan perusahaan/usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V847" name="b4_4_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1076" EndPos="1082" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemakaian Air
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemakaian Air : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Isikan banyaknya pemakaian air pada Kolom (3), dan nilai (rupiah) pemakaian air pada Kolom (4).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya pemakaian air bersih: Biaya pembelian air bersih dari perusahaan air minum/badan pengelola air minum ataupun dari pihak lain untuk keperluan perusahaan/usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V848" name="b4_5_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1083" EndPos="1089" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) alat tulis dan keperluan kantor
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai alat tulis dan keperluan kantor : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Yang diisikan disini adalah nilai bahan-bahan yang telah habis digunakan, tidak termasuk sisa (stok) yang belum digunakan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V849" name="b4_6_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1090" EndPos="1098" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) bunga atas pinjaman
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai bunga atas pinjaman : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bunga atas pinjaman : 
Pengeluaran perusahaan untuk pembayaran bunga atas pinjaman modal kepada pihak lain, misal: bunga yang dibayarkan ke Bank, Pegadaian, dsb. Bunga yang dibayarkan tidak harus terhadap pinjaman pada Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, Triwulan III 2013, Triwulan IV 2013, tetapi termasuk bunga atas pinjaman tahun sebelumnya.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V850" name="b4_7_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1099" EndPos="1106" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya angkutan/pengiriman, pos dan telekomunikasi : Seluruh biaya pengangkutan/ pengiriman, pos dan telekomunikasi yang digunakan untuk kelancaran usaha.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V851" name="b4_8_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1107" EndPos="1114" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal : Rp .................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal adalah :
pengeluaran rutin untuk memelihara atau memperbaiki barang modal agartetap berfungsi seperti biasanya tanpa menambah kapasitas, mengubah bentuk atau menambah umur barang modal tersebut, seperti biayapenggantian suku cadang, pemeliharaan mesin-mesin penggantian suku cadang, pemeliharaan mesin-mesindan perbaikan bangunan tempat usaha yang sifatnya tidak memperluas.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V852" name="b4_9_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1115" EndPos="1123" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bnagunan/konstruksi, dan barang modal lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan/konstruksi, dan barang modal lainnya : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Pengisian besarnya sewa hanya yang digunakan untuk usaha saja, tidak termasuk untuk kegiatan rumah tangga.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sewa mesin, alat perlengkapan, kendaraan, bangunan / konstruksi, dan barang modal lainnya :
Pengeluaran yang digunakan untuk keperluan usaha dan rumah tangga harus di proporsionalkan antara penggunaan untuk usaha dan rumah tinggal. Termasuk penghitungan sewa kendaraan milik sendiri, bangunan/konstruksi milik sendiri harus dinilai atas dasar harga pasar/setempat (diimputasi).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V853" name="b4_10_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1124" EndPos="1131" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) sewa tanah untuk usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai sewa tanah untuk usaha : Rp ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Biaya sewa tanah untuk usaha : 
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha selama sebulan yang lalu atas penggunaan tanah milik pihak lain. Apabila pengeluaran sewa adalah satu tahun sekali maka harus di bagi dua belas (12) bulan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V854" name="b4_11_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1132" EndPos="1140" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) jasa industri yang dikerjakan pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai jasa industri yang dikerjakan pihak lain : Rp ..................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pembayaran atas jasa industri yang dikerjakan pihak lain adalah :
Seluruh pengeluaran atas jasa industri pihak lain yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk menunjang kegiatan usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V855" name="b4_12_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1141" EndPos="1149" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) pajak tak langsung
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai pajak tak langsung : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pajak tak langsung : 
Pajak yang dikenakan kepada konsumen melalui produsen terhadap pembelian barang/jasa, misalnya: pajak pertambahan nilai barang dan jasa, pajak bumi dan bangunan, bea masuk dan cukai, pajak ekspor, pajak hiburan dan retribusi (termasuk restribusi papan nama, iklan, dsb), termasuk biaya STNK dan retribusi uji petik (kir) khusus untuk kendaraan operasional perusahaan/usaha.

Apabila pengeluaran pajak adalah satu tahun sekali maka harus di bagi dua belas (12) bulan. Tidak termasuk pajak yang dibayarkan oleh perusahaan untuk pemotongan pajak balas jasa pekerja.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V856" name="b4_13_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1150" EndPos="1158" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) jasa yang dikerjakan oleh pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai jasa yang dikerjakan oleh pihak lain : Rp .............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pembayaran jasa yang dikerjakan oleh pihak lain adalah :
Seluruh pengeluaran atau jasa pihak lain yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk kelancaran kegiatan/usaha ini seperti asuransi perusahaan, promosi/iklan, pengacara dll. 

Biaya jasa akuntan/konsultan :
Biaya yang dikeluarkan perusahaan/usaha kepada akuntan/konsultan, seperti: biaya penyusunan sistem dan pelaksanaan pembukuan, biaya pemeriksaan pembukuan dan penyusunan laporan, biaya konsultasi hukum, konsultasi keuangan dll.

Biaya untuk asuransi kerugian :
Premi yang dibayar oleh perusahaan/usaha kepada perusahaan asuransi atas barang yang diasuransikan, seperti: asuransi kebakaran, asuransi kendaraan dan asuransi barang modal lainnya. 

Promosi/iklan : 
Biaya untuk promosi/iklan yang dilakukan oleh perusahaan sendiri misalnya pasang spanduk, papan reklame (perusahaan membayar pajak reklame/iklan).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V857" name="b4_14_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1159" EndPos="1166" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai lainnya : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Biaya selain yang tercantum pada Rincian 1 sampai Rincian 9 tersebut di atas yang dikeluarkan oleh perusahaan/usaha untuk kelancaran dan menunjang kegiatan usaha, seperti: royalti (merek dagang/hak paten), kemasan/pembungkus, perijinan, pembelian peralatan penunjang kegiatan proses produksi yang umur pemakaiannya kurang dari setahun (misal: serokan/pengki, ayakan/saringan, pikulan), dan sebagainya.
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V858" name="b4_15_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1167" EndPos="1176" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Jumlah biaya/pengeluaran perusahaan/usaha Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai Jumlah biaya/pengeluaran perusahaan/usaha Triwulan I 2013 (jumlah rincian 1 s/d 14) : Rp ....................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V859" name="b5_1a_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1177" EndPos="1223" width="47" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Jenis barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V860" name="b5_1a_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1224" EndPos="1228" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V861" name="b5_1a_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1229" EndPos="1235" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar pertama]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V862" name="b5_1a_51" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1236" EndPos="1242" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V863" name="b5_1a_61" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1243" EndPos="1249" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V864" name="b5_1a_52" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1250" EndPos="1259" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V865" name="b5_1a_62" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1260" EndPos="1269" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V866" name="b5_1a_53" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1270" EndPos="1277" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V867" name="b5_1a_63" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1278" EndPos="1285" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
a. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar pertama Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember): Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V868" name="b5_1b_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1286" EndPos="1325" width="40" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Jenis barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V869" name="b5_1b_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1326" EndPos="1330" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V870" name="b5_1b_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1331" EndPos="1337" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar kedua]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V871" name="b5_1b_51" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1338" EndPos="1343" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V872" name="b5_1b_61" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1344" EndPos="1350" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V873" name="b5_1b_52" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1351" EndPos="1360" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V874" name="b5_1b_62" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1361" EndPos="1369" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V875" name="b5_1b_53" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1370" EndPos="1378" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V876" name="b5_1b_63" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1379" EndPos="1387" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
b. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar kedua Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V877" name="b5_1c_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1388" EndPos="1421" width="34" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Jenis barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V878" name="b5_1c_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1422" EndPos="1426" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. KBLI 5-Digit barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V879" name="b5_1c_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1427" EndPos="1433" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar ketiga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Satuan standar barang yang dihasilkan terbesar ketiga]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V880" name="b5_1c_51" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1434" EndPos="1440" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ......................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V881" name="b5_1c_61" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1441" EndPos="1446" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Banyaknya produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember)]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V882" name="b5_1c_52" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1447" EndPos="1455" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V883" name="b5_1c_62" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1456" EndPos="1464" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Nilai produksi barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V884" name="b5_1c_53" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1465" EndPos="1472" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Harga Satuan barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V885" name="b5_1c_63" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1473" EndPos="1481" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
c. Harga satuan barang yang dihasilkan terbesar ketiga Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V886" name="b5_1d_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1482" EndPos="1490" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan lainnya Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
d. Nilai produksi barang yang dihasilkan lainnya Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V887" name="b5_1d_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1491" EndPos="1499" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan lainnya Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
d. Nilai produksi barang yang dihasilkan lainnya Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V888" name="b5_1e_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1500" EndPos="1509" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
e. Jumlah nilai produksi barang yang dihasilkan Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V889" name="b5_1e_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1510" EndPos="1519" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) barang yang dihasilkan Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon
e. Jumlah nilai produksi barang yang dihasilkan Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Khusus pada Survei IMK 2013 untuk usaha jasa industri (makloon), maka jenis barang yang dihasilkan, satuan standar, banyaknya produksi dan nilai produksi tetap diisikan pada Blok V rincian 2 Kolom (1) sd Kolom (6).

Penulisan maksimum sebanyak 4 jenis produksi yang nilainya tertinggi. Jika produksi yang dihasilkan lebih dari 4 jenis, maka dimasukkan dalam baris e. Lainnya dan nilai (rupiah) digabungkan, isikan pada Kolom (4).

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Nilai produksi bukan makloon :
Nilai barang yang dihasilkan oleh suatu industri, baik produksi utama, sampingan maupun ikutan. 
Termasuk dalam produksi adalah : barang yang telah siap untuk dipasarkan dan barang yang masih dalam proses (setengah jadi). Semua barang hasil produksi harus dinilai walaupun belum terjual, sudah terjual (tunai maupun kredit), dikonsumsi sendiri, dihadiahkan, dan sebagainya.

Produk Ikutan : 
Barang yang dihasilkan bersamaan dengan produksinya, seperti: menir/dedak pada usaha penggilingan padi, ampas tahu pada usaha pembuatan tahu. 

Produk Sampingan: Sisa bahan atau produk ikutan dari produksi yang memerlukan proses produksi lebih lanjut, seperti: sekam padi yang dijadikan abu gosok pada usaha penggilingan padi, sisa kayu yang dibuat souvenir pada usaha mebel.

Jenis Barang yang Dihasilkan : 
Jenis barang yang mempunyai kontribusi terhadap nilai produksi perusahaan/usaha dimulai dari jenis barang yang mempunyai nilai produksi tertinggi.

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V890" name="b5_2a_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1520" EndPos="1541" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V891" name="b5_2a_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1542" EndPos="1546" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V892" name="b5_2a_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1547" EndPos="1552" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V893" name="b5_2a_51" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1553" EndPos="1559" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - September)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V894" name="b5_2a_61" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1560" EndPos="1566" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V895" name="b5_2a_52" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1567" EndPos="1576" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013  (Juli - September) : Rp ...................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V896" name="b5_2a_62" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1577" EndPos="1586" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V897" name="b5_2a_53" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1587" EndPos="1594" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Harga Satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan III 2013 (Juli - september) : Rp ...................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V898" name="b5_2a_63" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1595" EndPos="1602" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan I 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Harga satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar pertama Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V899" name="b5_2b_1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1603" EndPos="1626" width="24" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V900" name="b5_2b_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1627" EndPos="1631" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. KBLI 5-Digit Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V901" name="b5_2b_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1632" EndPos="1637" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Satuan standar Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V902" name="b5_2b_51" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1638" EndPos="1643" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V903" name="b5_2b_61" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1644" EndPos="1648" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Banyaknya produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember)
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V904" name="b5_2b_52" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1649" EndPos="1657" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli- September) : Rp ..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V905" name="b5_2b_62" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1658" EndPos="1666" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ...............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V906" name="b5_2b_53" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1667" EndPos="1674" width="8" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga Satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Harga Satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V907" name="b5_2b_63" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1675" EndPos="1681" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Harga satuan (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Harga satuan Pendapatan dari jasa industri (makloon) terbesar kedua Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V908" name="b5_2c_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1682" EndPos="1691" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V909" name="b5_2c_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1692" EndPos="1701" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ......................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Untuk jasa industri (makloon), maka banyaknya jasa yang dihasilkan dan pendapatannya yang diterima diisikan pada Rincian 2.

Tuliskan kode KBLI 5 Digit yang sesuai. KBLI yang di gunakan adalah KBLI 2009.

Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada Kolom (1). Contoh: M3, TON, KG, UNIT, BUAH.

Tuliskan banyaknya, nilai, dan harga satuan dari jenis barang yang dihasilkan selama Triwulan IV 2012 dan Triwulan I 2013 sesuai dengan satuan standar yang tertulis pada Kolom (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Jasa Industri (makloon) : Unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain.

Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak yang dilayani dan pihak perusahaan/usaha melaksanakan proses pengolahannya dengan memperoleh pembayaran sebagai balas jasanya (nilai upah makloon).

Contoh: Perusahaan penggilingan padi "KASMURY" yang mengolah padi/gabah milik pihak lain menjadi beras. Perusahaan tersebut termasuk industri penggilingan padi yang hanya menerima balas jasa berupa uang atau barang (KASMURY sebagai pengusaha).

Satuan Stándar :
Satuan standar yang umum dipakai dari jenis barang yang tercatat pada kolom 1(ton, kg, unit, dll ).]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V910" name="b5_3_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1702" EndPos="1710" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ..................
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V911" name="b5_3_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1711" EndPos="1719" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) lainnya Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Pendapatan lainnya : 
Isikan besarnya nilai pendapatan/penerimaan dari kegiatan lain yang masih ada hubungan dengan usahanya.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V912" name="b5_4_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1720" EndPos="1729" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan III 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan III 2013 (Juli - September) : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V913" name="b5_4_6" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1730" EndPos="1739" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah nilai produksi (Rp) Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan IV 2013
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jumlah nilai produksi Pendapatan dari jasa industri (makloon) Triwulan IV 2013 (Oktober - Desember) : Rp ...............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V914" name="b6_1a_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1740" EndPos="1749" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta lancar
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a. Nilai Harta lancar : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V915" name="b6_1a1_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1750" EndPos="1758" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Uang Tunai (termasuk piutang usaha)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a1. Nilai Uang Tunai (termasuk piutang usaha) : Rp ..................]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Uang tunai (termasuk piutang usaha)
Isikan pada Kolom (2) uang tunai yang dimiliki seperti dalam bentuk: kas, tabungan, deposito, dan piutang usaha dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010.

Persedian barang-barang untuk kegiatan usaha Isikan pada Kolom (2) persediaan barang-barang dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010. Pada umumnya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V916" name="b6_1a2_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1759" EndPos="1768" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
a2. Nilai Persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Uang tunai (termasuk piutang usaha)
Isikan pada Kolom (2) uang tunai yang dimiliki seperti dalam bentuk: kas, tabungan, deposito, dan piutang usaha dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010.

Persedian barang-barang untuk kegiatan usaha Isikan pada Kolom (2) persediaan barang-barang dalam rupiah pada keadaan akhir bulan Juni 2010. Pada umumnya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V917" name="b6_1b_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1769" EndPos="1779" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta tetap
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b. Nilai Harta tetap : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V918" name="b6_1b1_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1780" EndPos="1790" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Tanah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b. Nilai Harta tetap : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V919" name="b6_1b2_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1791" EndPos="1800" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Bangunan/gedung
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b2. Nilai Bangunan/gedung : Rp .................]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V920" name="b6_1b3_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1801" EndPos="1810" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Mesin dan Perlengkapan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b3. Nilai Mesin dan Perlengkapan : Rp .............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V921" name="b6_1b4_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1811" EndPos="1820" width="10" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Kendaraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b4. Nilai Kendaraan : Rp ...............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V922" name="b6_1b5_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1821" EndPos="1829" width="9" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Nilai (Rp) Harta tetap Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
b5. Nilai Harta tetap Lainnya : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V923" name="b6_1c_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1830" EndPos="1840" width="11" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah (Rp) Harta lancar dan Harta tetap
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Nilai Harta :
c. Jumlah Harta lancar dan Harta tetap : Rp ..............]]>
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Harta :
Kekayaan yang berasal dari milik sendiri, hibah dan digunakan dalam suatu proses produksi sebagai suatu usaha ekonomi.

Harta Lancar :
Meliputi seluruh uang tunai, piutang usaha, barang-barang produksi/bahan baku/penolong yang tersedia. Pada umunya mempunyai umur pemakaian kurang dari setahun.

Harta Tetap :
Peralatan dan perlengkapan usaha seperti ,esin, kendaraan, tanah, bangunan, meja, kursi , lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V924" name="b6_2a" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1841" EndPos="1843" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[Sumber modal milik sendiri (termasuk hibah/transfer)  ]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal :
Milik sendiri (termasuk hibah/transfer) : ............% jika 100 % langsung ke rincian 4]]>
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika 100 % langsung ke rincian 4
        </postQTxt>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan persentase kepemilikan modal yang sesuai, milik sendiri maupun dari pihak lain.
Jika sumber modal semuanya milik sendiri (100%), langsung ke Rincian 4.

Jika barang modal didapatkan dengan sistem kredit, maka: Isian pada milik sendiri adalah banyaknya uang yang telah dibayarkan. Sedangkan isian pada pihak lain adalah banyaknya uang yang belum dibayarkan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber Modal :
Menunjukkan kondisi yang sah secara hukum atas pemilikan modal usaha, modal lancar maupun modal tetap.

Pihak Lain :
Modal usaha yang diperoleh dari menggadaikan mobil dikategorikan sebagai modal pinjaman, sedangkan mobil yang digadaikan tersebut masih tetap milik/harta perusahaan/usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V925" name="b6_2b" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1844" EndPos="1846" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sumber modal pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal :
Pihak lain  : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan persentase kepemilikan modal yang sesuai, milik sendiri maupun dari pihak lain.
Jika sumber modal semuanya milik sendiri (100%), langsung ke Rincian 4.

Jika barang modal didapatkan dengan sistem kredit, maka: Isian pada milik sendiri adalah banyaknya uang yang telah dibayarkan. Sedangkan isian pada pihak lain adalah banyaknya uang yang belum dibayarkan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber Modal :
Menunjukkan kondisi yang sah secara hukum atas pemilikan modal usaha, modal lancar maupun modal tetap.

Pihak Lain :
Modal usaha yang diperoleh dari menggadaikan mobil dikategorikan sebagai modal pinjaman, sedangkan mobil yang digadaikan tersebut masih tetap milik/harta perusahaan/usaha.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V926" name="b6_3a" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1847" EndPos="1849" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
a. Pinjaman BANK : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V927" name="b6_3b" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1850" EndPos="1852" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman pinjaman koperasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
b. Pinjaman Koperasi : ................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V928" name="b6_3c" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1853" EndPos="1855" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman lembaga keuangan bukan bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
c. Pinjaman Lembaga keuangan bukan BANK : .............. %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V929" name="b6_3d" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1856" EndPos="1858" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari modal ventura
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
d. Modal Ventura : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V930" name="b6_3e" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1859" EndPos="1861" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman dari perorangan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
e. Pinjaman dari perorangan : .................%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V931" name="b6_3f" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1862" EndPos="1864" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman keluarga/famili
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
f. Pinjaman keluarga/Famili : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V932" name="b6_3g" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1865" EndPos="1867" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
g. Lainnya (tuliskan ..........) : .............. %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V933" name="b6_3g1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1868" EndPos="1885" width="18" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase sumber modal dari pihak lain berasal dari pinjaman keterangan lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sumber modal berasal dari pihak lain berasal dari :
g1. Keterangan lainnya : ................ %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Bila jawaban 3.a lebih dari satu, tuliskan sumber modal yang utama. Sedangkan bila jawaban hanya satu, tuliskan yang dilingkari
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sumber modal dari pihak lain berasal dari : 

Pinjaman Bank :
Pinjaman yang berasal dari Bank, baik berasal dari Bank Umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat .

Pinjaman Koperasi : 
Pinjaman yang berasal dari Koperasi. Contoh : Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa

Pinjaman lembaga keuangan bukan bank : 
Pinjaman yang berasal lembaga keuangan selain bank, koperasi dan modal ventura, seperti : pegadaian, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), dan sebagainya. 
Modal ventura : 
Badan usaha yang melakukan kegiatan penyertaan modal ke dalam perusahaan pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

Pinjaman Perorangan : 
Pinjaman yang berasal dari lembaga kredit perorangan.
 
Pinjaman Keluarga/famili : pinjaman yang berasal anggota keluarga / famili dari pengusaha usaha/perusahaan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V934" name="b6_4" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1886" EndPos="1886" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Alasan utama tidak/belum pernah meminjam dari bank
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Alasan utama tidak/belum pernah meminjam dari BANK ( Jika rincian 3.a tidak terisi ) :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Jika rincian 3.a tidak terisi
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu prosedur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Prosedur sulit
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada agunan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Suku bunga tinggi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Usulan ditolak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak berminat
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V935" name="b7_1a" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1887" EndPos="1887" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kesulitan utama yang dialami oleh perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Kesulitan utama yang dialami oleh perusahaan/usaha
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V936" name="b7_1a1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1888" EndPos="1904" width="17" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 8
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 8 : ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V937" name="b7_1b" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1905" EndPos="1905" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jika kesulitan utama adalah bahan baku, alasan utama adalah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jika kesulitan utama adalah bahan baku (rincian 1.a kode 1), alasan utama adalah :
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Untuk perusahaan/usaha yang mengalami kesulitan bahan baku, lingkari jenis kesulitan bahan baku yang dialami, dan tuliskan kode yang dilingkari tersebut ke kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku langka
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku mahal
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Lokasi bahan baku jauh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan..........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V938" name="b7_1b1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1906" EndPos="1931" width="26" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 4
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 4 : .............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Untuk perusahaan/usaha yang mengalami kesulitan bahan baku, lingkari jenis kesulitan bahan baku yang dialami, dan tuliskan kode yang dilingkari tersebut ke kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V939" name="b7_2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1932" EndPos="1932" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah perusahaan/usaha saat ini menjadi anggota koperasi?
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apakah perusahaan/usaha saat ini menjadi anggota koperasi?
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V940" name="b7_3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1933" EndPos="1935" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis pelayanan dari koperasi yang pernah diterima
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis pelayanan/usaha dari koperasi yang pernah diterima :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Suatu perusahaan/usaha dapat memperoleh pelayanan dari koperasi, walaupun bukan anggota koperasi.

Yang dimaksud dalam rincian ini adalah : 
Selama periode Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, triwulan III 2013, triwulan IV 2013, usaha telah berinteraksi dengan koperasi dan menerima pelayanan dari koperasi, misalnya: penyediaan/pembelian bahan baku, pinjaman uang, penyuluhan, pemasaran.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V941" name="b7_31" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1936" EndPos="1949" width="14" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 64 : ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Suatu perusahaan/usaha dapat memperoleh pelayanan dari koperasi, walaupun bukan anggota koperasi.

Yang dimaksud dalam rincian ini adalah : 
Selama periode Triwulan I 2013, Triwulan II 2013, triwulan III 2013, triwulan IV 2013, usaha telah berinteraksi dengan koperasi dan menerima pelayanan dari koperasi, misalnya: penyediaan/pembelian bahan baku, pinjaman uang, penyuluhan, pemasaran.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V942" name="b7_4a" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1950" EndPos="1952" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis pelayanan/bantuan yang pernah diterima selain dari koperasi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis pelayanan/bantuan yang pernah diterima selain dari koperasi
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bantuan yang dimaksud adalah : 
Yang meringankan pengusaha. Contoh: bahan baku, pemasaran, bimbingan/pelatihan/penyuluhan, mesin, barang modal/peralatan dsb.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah (langsung kerincian 5)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan Baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V943" name="b7_4a1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1953" EndPos="1967" width="15" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 64 : ...........
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bantuan yang dimaksud adalah : 
Yang meringankan pengusaha. Contoh: bahan baku, pemasaran, bimbingan/pelatihan/penyuluhan, mesin, barang modal/peralatan dsb.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V944" name="b7_4b" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1968" EndPos="1969" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Badan/lembaga yang pernah memberi bantuan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V945" name="b7_4b1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1970" EndPos="1973" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 16 : ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V946" name="b7_5" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1974" EndPos="1974" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jika tidak pernah memperoleh bantuan dari koperasi/selain koperasi alasan utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jika tidak pernah memperoleh bantuan/pelayanan dari koperasi/selain koperasi (rincian 3 dan atau rincian 4.a berkode 0), alasan utama :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu prosedur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Proposal ditolak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tidak berminat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak tahu
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V947" name="b7_51" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1975" EndPos="2002" width="28" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 5
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Keterangan kode 5 : ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V948" name="b7_6a" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2003" EndPos="2005" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis kemitraan yang pernah dilakukan oleh perusahaan/usaha
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a. Jenis kemitraan yang pernah dilakukan oleh perusahaan/usaha :
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          langsung kerincian 8
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Definisi kemitraan diartikan secara luas, tidak terbatas hubungan bapak dengan anak angkat.

Kemitraan adalah : Hubungan kerjasama dengan perusahaan/usaha lain (termasuk BUMN/BUMD) yang saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah (langsung kerincian 8)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Uang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Mesin
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bahan baku
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          32
        </catValu>
        <labl>
          Barang modal/peralatan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          64
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Bimbingan/pelatihan/penyuluhan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V949" name="b7_6a1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2006" EndPos="2033" width="28" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 64
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 64 : ...............
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          langsung kerincian 8
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Definisi kemitraan diartikan secara luas, tidak terbatas hubungan bapak dengan anak angkat.

Kemitraan adalah : Hubungan kerjasama dengan perusahaan/usaha lain (termasuk BUMN/BUMD) yang saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung.]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V950" name="b7_6b" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2034" EndPos="2037" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Tahun terakhir perusahaan/usaha menjalin kemitraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Tahun terakhir perusahaan/usaha menjalin kemitraan ? ............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V951" name="b7_6c" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2038" EndPos="2039" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Badan/lembaga yang pernah menjalin kemitraan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c. Badan/lembaga yang pernah menjalin kemitraan :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Instansi pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (Tuliskan ........)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perbankan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V952" name="b7_6c1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2040" EndPos="2055" width="16" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          c1. Keterangan kode 16 : ..............
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V953" name="b7_6d" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2056" EndPos="2056" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah ada memorandom of understanding (MoU) perjanjian dalam menjalin kemitraan?
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          d. Apakah ada memorandom of understanding (MoU) perjanjian dalam menjalin kemitraan?
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V954" name="b7_7a" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2057" EndPos="2058" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penyelenggara bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti pekerja perusahaan/usaha adalah:
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[a. Penyelenggara bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti pekerja perusahaan/usaha ( Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari)  adalah :]]>
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          0
        </catValu>
        <labl>
          Tidak pernah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Sendiri
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          16
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan ......)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Instansi Pemerintah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Yayasan/LSM
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V955" name="b7_7a1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2059" EndPos="2074" width="16" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 16
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          a1. Keterangan kode 16 : ................
        </qstnLit>
        <postQTxt>
          Rincian3, Rincian 4.a dan atau Rincian 6.a kode 8 dilingkari
        </postQTxt>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V956" name="b7_7b" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2075" EndPos="2076" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b. Jenis bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang pernah diikuti :
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Manajerial
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Keterampilan/teknik produksi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Pemasaran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya (tuliskan.........)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V957" name="b7_7b1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2077" EndPos="2104" width="28" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Keterangan kode 8
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          b1. Keterangan kode 8 : ................
        </qstnLit>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bimbingan/pelatihan/penyuluhan yang diikuti pekerja selama pekerja tersebut bekerja pada perusahaan/usaha responden dan ditugaskan oleh perusahaan, meskipun pelatihan yang diikuti tidak diselenggarakan oleh perusahaan yang bersangkutan. (terhitung mulai dari perusahaan/usaha itu beroperasi/berproduksi secara komersial)

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan manajerial : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan, pengelolaan usaha secara umum. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan keterampilan/teknik produksi : 
Jenis bimbingan/ penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan dalam teknik produksi. 
Bimbingan/penyuluhan pemasaran :
Jenis bimbingan/penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemasaran, seperti: cara mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, cara melakukan penjualan dan promosi. 

Bimbingan/pelatihan/penyuluhan lainnya: Selain yang disebutkan di atas]]>
      </txt>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V958" name="b7_8a" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2105" EndPos="2107" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan perusahaan/Industri Lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
a. perusahaan/Industri Lain : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V959" name="b7_8b" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2108" EndPos="2110" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Pedagang/Pengepul
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
b. Pedagang/Pengepul : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V960" name="b7_8c" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2111" EndPos="2113" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Rumah Tangga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
c. Rumah Tangga : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V961" name="b7_8d" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2114" EndPos="2116" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Pasar Tradisional
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
d. Pasar Tradisional : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V962" name="b7_8e" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2117" EndPos="2119" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Rumah Makan/Hotel
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
e. Rumah Makan/Hotel : ............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V963" name="b7_8f" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2120" EndPos="2122" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Super Market/Swalayan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
f. Super Market/Swalayan : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V964" name="b7_8g" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2123" EndPos="2125" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase produk yang dihasilkan untuk kebutuhan :
g. Lainnya : ................ %]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V965" name="b7_9a1" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2126" EndPos="2128" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negeri luar kabupaten/kota satu provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam Negeri :
1. Dalam satu kabupaten/kota : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V966" name="b7_9a2" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2129" EndPos="2131" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negeri luar kabupaten/kota satu provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam Negeri : 
2. Luar kabupaten/kota satu provinsi : .............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V967" name="b7_9a3" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2132" EndPos="2134" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini dalam negri luar provinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
a. Dalam negeri :
3. Luar provinsi : ...............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V968" name="b7_9b" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2135" EndPos="2137" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Persentase ( dari nilai produksi ) alokasi pemasaran pada triwulan ini luar negri / ekspor
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Persentase (dari nilai produksi) alokasi pemasaran pada triwulan ini :
b. Luar negeri/ekspor : ..............%]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Isikan persentase dalam bilangan bulat.
Jumlah Rincian a hingga g harus sebesar 100 %.

a. Dalam Negeri
b. Luar negeri/ekspor 
Jumlah rincian ini harus 100%]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V969" name="catatan" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2138" EndPos="2392" width="255" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Uraian catatan
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V970" name="id_perusahaan" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2393" EndPos="2414" width="22" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Identitas Perusahaan
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V971" name="UserId" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2415" EndPos="2419" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Identitas User
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V972" name="Force" files="F4" intrvl="discrete">
      <location StartPos="2420" EndPos="2420" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Force
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
  </dataDscr>
</codeBook>
