<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<codeBook version="2.5" ID="IDN_2001_AMS_v01-ID_M" xml-lang="en" xmlns="http://www.icpsr.umich.edu/DDI" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.icpsr.umich.edu/DDI http://www.ddialliance.org/Specification/DDI-Codebook/2.5/XMLSchema/codebook.xsd">
    <docDscr>
        <citation>
            <titlStmt>
                <titl>Annual Manufacturing Survey 2001</titl>
                <IDNo>DDI_IDN_2001_AMS_v01-ID_M</IDNo>
            </titlStmt>
            <prodStmt>
                <producer affiliation="Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi" role="Membuat metadata pada bagian deskrpsi metadata dan deskripsi kegiatan (v1.0)">Rr Rokhidah</producer>
                <producer affiliation="Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi" role="Membuat metadata pada bagian Datasets">Murtika</producer>
                <prodDate date="2020-11-30">2020-11-30</prodDate>
                <software version="5.0.19">Metadata Editor</software>
            </prodStmt>
            <verStmt>
                <version date="2020-11-30">Version 1 (November 2020). Edited version that is identical to the original version (DDI-01-INDUSTRI-TAHUNAN-2001-M1-BPS-ENG) that was produced by Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi except for the following fields that were edited by The World Bank Group: study ID, and DDI ID.</version>
            </verStmt>
        </citation>
    </docDscr>
    <stdyDscr>
        <citation>
            <titlStmt>
                <IDNo>IDN_2001_AMS_v01-ID_M</IDNo>
                <titl>Annual Manufacturing Survey 2001</titl>
                <altTitl>AMS 2001</altTitl>
                <parTitl>Survei Tahunan Perusahaan Industri Pengolahan 2001</parTitl>
            </titlStmt>
            <rspStmt>
                <AuthEnty affiliation="Badan Pusat Statistik">Sub Direktorat Statistik Industri Besar dan Sedang</AuthEnty>
            </rspStmt>
            <prodStmt>
                <producer affiliation="Badan Pusat Statistik">Sub Direktorat Statistik Industri Besar dan Sedang</producer>
                <copyright>Copyright © 2001, BPS Statistics Indonesia. All rights reserved.</copyright>
                <fundAg>APBN</fundAg>
                <software version="5.0.19">Metadata Editor</software>
            </prodStmt>
            <distStmt>
                <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">1. Sub Direktorat Statistik Industri Besar dan Sedang (Penanggung Jawab Masalah Teknis)</contact>
                <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">2. Sub Direktorat Statistik Industri Besar dan Sedang (Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data)</contact>
                <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">3. Sub Direktorat Statistik Industri Besar dan Sedang (Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data)</contact>
                <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">4. Sub Direktorat Statistik Industri Besar dan Sedang (Penanggung Jawab Diseminasi Data)</contact>
            </distStmt>
            <serStmt>
                <serName>Enterprise Survey [en/oth]</serName>
                <serInfo>Status kegiatan: baru</serInfo>
            </serStmt>
            <verStmt>
                <version>versi 1.0 (2001) raw data baru</version>
            </verStmt>
            <notes>Referensi kegiatan survei tahunan perusahaan industri pengolahan 2001 berasal dari PBB (UN recommendation)</notes>
        </citation>
        <stdyInfo>
            <subject>
                <keyword>Industri</keyword>
                <keyword>Pengolahan</keyword>
                <keyword>Modal</keyword>
                <keyword>Pekerja</keyword>
                <topcClas>Private Sector Development</topcClas>
            </subject>
            <abstract>Kegiatan survei Tahunan Perusahaan Industri Besar/Sedang  untuk  menyediakan data berbagai karakteristik dari perusahaan industri besar/sedang yang akurat dan tepat waktu perencanaan pembangunan sektor industri; Mendapatkan direktori perusahaan industri besar/sedang; Menyusun berbagai indikator perkembangan sektor industri.</abstract>
            <sumDscr>
                <collDate date="2001" event="start" cycle="Pelaksanaan lapangan"/>
                <collDate date="2001" event="end" cycle="Pelaksanaan lapangan"/>
                <nation abbr="IDN">Indonesia</nation>
                <geogCover>Sebagian Wilayah Indonesia.</geogCover>
                <geogUnit>Rancangan penyajian, sampai dengan tingkat: Kabupaten/Kota.</geogUnit>
                <anlyUnit>Unit analisis terkecil yang digunakan pada kegiatan ini, perusahaan industri pengolahan</anlyUnit>
                <universe>Responden yang digunakan pada kegiatan survei industri besar sedang adalah Perusahaan industri pengolahan yang mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih.</universe>
                <dataKind>Sensus</dataKind>
            </sumDscr>
            <notes>Survei ini dilaksanakan sejak tahun 1961, tetapi sejak tahun 1975 dilakukan secara berkesinambungan. Data dalam media komputer tersedia untuk tahun 1975 s.d 2000</notes>
        </stdyInfo>
        <method>
            <dataColl>
                <timeMeth>Tipe Pengumpulan data survei tahunan perusahaan industri pengolahan 2001 yaitu: Longitudinal dimana data dikumpulkan pada waktu yang berbeda dan dilakukan terus menerus</timeMeth>
                <dataCollector>Staf BPS</dataCollector>
                <dataCollector>Mitra</dataCollector>
                <frequenc>Tahunan</frequenc>
                <collMode>Wawancara langsung</collMode>
                <actMin>Kualitas pelaksanaan survei tahunan industri besar sedang 2001 yaitu dengan mengadakan pelatihan petugas.</actMin>
            </dataColl>
            <notes>
                <![CDATA[1. Metode Pengolahan: 	

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Validasi
- Tabulasi

2. Software yang digunakan: Clarion, SAS]]>
            </notes>
            <anlyInfo>
                <respRate>response rate:  tidak ada penggantian sampel</respRate>
                <dataAppr>
                    <![CDATA[1. Kualitas data dan interpretasi data: Menyederhanakan kuesioner, sistem pemantauan (Kabsis)

2. Perbandingan data: membandinngkan dengan data tahun-tahun sebelumnya dengan data hasil kegiatan sejenis lainnya

3. Metode revisi data: backcasting

4. Informasi kualitas data: Kualitas data baik, respon rate tinggi, pengolahan baik 

Sumber: Sirusa.bps.go.id]]>
                </dataAppr>
            </anlyInfo>
        </method>
        <dataAccs>
            <setAvail>
                <accsPlac URI="https://mikrodata.bps.go.id/mikrodata/index.php/catalog/490">Badan Pusat Statistik</accsPlac>
                <origArch>
                    <![CDATA[Badan Pusat Statistik
https://mikrodata.bps.go.id/mikrodata/index.php/catalog/490]]>
                </origArch>
            </setAvail>
            <useStmt>
                <confDec required="yes">Data identitas individu yang disertakan dengan identitas perusahaan tidak diberikan kepada pengguna data</confDec>
                <contact affiliation="Badan Pusat Statistik" URI="www.bps.go.id" email="bpshq@bps.go.id">Direktorat Diseminasi Statistik</contact>
                <citReq>
                    <![CDATA[1. Nama survei, yaitu: Survei Tahunan Perusahaan Industri Pengolahan 2001

2. Survei ID number, yaitu: 01-INDUSTRI-TAHUNAN-2001-M1]]>
                </citReq>
                <disclaimer>Pengguna data mengakui bahwa BPS tidak bertanggung jawab atas penggunaan data atau interpretasi atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut.</disclaimer>
            </useStmt>
        </dataAccs>
    </stdyDscr>
    <fileDscr ID="F1" URI="01-INDUSTRI-TAHUNAN-2001-M1-ENG.Nesstar?Index=0&amp;Name=mfg01e">
        <fileTxt>
            <fileName>mfg01e.NSDstat</fileName>
            <dimensns>
                <caseQnty>0</caseQnty>
                <varQnty>128</varQnty>
            </dimensns>
            <fileType>Nesstar 200801</fileType>
            <fileCont>
                <![CDATA[Daftar isian kuesioner II-A berisi tentang

Bagian I: Keterangan umum
Bagian II: Pengeluaran
Bagian III: Produksi barang yang dihasilkan
Bagian IV: Pendapatan/penerimaan lain
Bagian V: Generator yang digunakan, produksi, pembelian, penjualan tenaga listrik selama tahun 2001
Bagian VI: Realisasi investasi
Bagian VII: Modal tetap
Bagian VIII: Pernyataan
Bagian IX: Ringkasan (diisi oleh pengawas lapangan)]]>
            </fileCont>
        </fileTxt>
    </fileDscr>
    <dataDscr>
        <var ID="V1" name="DPROVI01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="1">
            <labl>Propinsi</labl>
            <location StartPos="1" EndPos="2" width="2" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Propinsi</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nama propinsi dan tuliskan kode propinsi pada kotak yang tersedia</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V2" name="DKABUP01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="2">
            <labl>Kabupaten</labl>
            <location StartPos="3" EndPos="4" width="2" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Kabupaten</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Apabila lokasi perusahaan di Kabupaten maka coret kata "Kota". Coret kata
"Kabupaten" apabila perusahaan berlokasi di kota. Tuliskan nama
Kabupaten/Kota pada tempatnya dan tuliskan juga kode Kabupaten/Kota pada
kotak yang tersedia. Pencoretan kata Kabupaten atau Kota yang tidak terpakai
harus sesuai dengan kode yang dituliskan pada kotak. Kode Kota biasanya dimulai
dengan angka 7.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V3" name="JAN01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="3">
            <labl>Januari</labl>
            <location StartPos="5" EndPos="5" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Januari :........</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V4" name="FEB01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="4">
            <labl>Februari</labl>
            <location StartPos="6" EndPos="6" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Februari :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V5" name="MAR01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="5">
            <labl>Maret</labl>
            <location StartPos="7" EndPos="7" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Maret :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V6" name="APR01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="6">
            <labl>April</labl>
            <location StartPos="8" EndPos="8" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan April :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V7" name="MEI01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="7">
            <labl>Mei</labl>
            <location StartPos="9" EndPos="9" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Mei :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V8" name="JUN01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="8">
            <labl>Juni</labl>
            <location StartPos="10" EndPos="10" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Juni :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V9" name="JUL01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="9">
            <labl>Juli</labl>
            <location StartPos="11" EndPos="11" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Juli :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V10" name="AGS01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="10">
            <labl>Agustus</labl>
            <location StartPos="12" EndPos="12" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Agustus :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V11" name="SEP01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="11">
            <labl>September</labl>
            <location StartPos="13" EndPos="13" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan September :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V12" name="OKT01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="12">
            <labl>Oktober</labl>
            <location StartPos="14" EndPos="14" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Oktober :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V13" name="NOP01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="13">
            <labl>Nopember</labl>
            <location StartPos="15" EndPos="15" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Nopember :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V14" name="DES01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="14">
            <labl>Desember</labl>
            <location StartPos="16" EndPos="16" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Periode data yang dilaporkan pada bulan Desember :.......</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V15" name="YEAR01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="15">
            <labl>Jumlah tahun</labl>
            <location StartPos="17" EndPos="19" width="3" RecSegNo="1"/>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V16" name="SHIFTL01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="16">
            <labl>Banyaknya gelombang kerja</labl>
            <location StartPos="20" EndPos="20" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya gelombang kerja :..............</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V17" name="DPUSAT01" files="F1" dcml="2" intrvl="contin" uniqueId="17">
            <labl>Presentase Permodalan .a : Pemerintah Pusat</labl>
            <location StartPos="21" EndPos="42" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Presentase Permodalan .a : Pemerintah Pusat :........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan besarnya persentase modal perusahaan menurut sumber modal.
Boleh mengisi lebih dari satu jenis, akan tetapi total dari persentase tersebut harus 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Pemerintah Pusat adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Daerah adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Swasta Nasional adalah : Modal perusahaan berasal dari badan usaha swasta nasional dan atau warga negara Indonesia.
Asing adalah : Modal perusahaan yang berasal dari pemerintah atau warga negara asing.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V18" name="DPEMDA01" files="F1" dcml="2" intrvl="contin" uniqueId="18">
            <labl>Presentase Permodalan .b : Pemerintah Pemda</labl>
            <location StartPos="43" EndPos="64" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Presentase Permodalan .b : Pemerintah Pemda :........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan besarnya persentase modal perusahaan menurut sumber modal.
Boleh mengisi lebih dari satu jenis, akan tetapi total dari persentase tersebut harus 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Pemerintah Pusat adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Daerah adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Swasta Nasional adalah : Modal perusahaan berasal dari badan usaha swasta nasional dan atau warga negara Indonesia.
Asing adalah : Modal perusahaan yang berasal dari pemerintah atau warga negara asing.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V19" name="DDMSTK01" files="F1" dcml="2" intrvl="contin" uniqueId="19">
            <labl>Presentase Permodalan .c : Pemerintah Nasional</labl>
            <location StartPos="65" EndPos="86" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Presentase Permodalan .c : Pemerintah Nasional :........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan besarnya persentase modal perusahaan menurut sumber modal.
Boleh mengisi lebih dari satu jenis, akan tetapi total dari persentase tersebut harus 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Pemerintah Pusat adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Daerah adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Swasta Nasional adalah : Modal perusahaan berasal dari badan usaha swasta nasional dan atau warga negara Indonesia.
Asing adalah : Modal perusahaan yang berasal dari pemerintah atau warga negara asing.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V20" name="DASING01" files="F1" dcml="2" intrvl="contin" uniqueId="20">
            <labl>Presentase Permodalan .d : Pemerintah Asing</labl>
            <location StartPos="87" EndPos="108" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Presentase Permodalan .d : Pemerintah Asing :........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan besarnya persentase modal perusahaan menurut sumber modal.
Boleh mengisi lebih dari satu jenis, akan tetapi total dari persentase tersebut harus 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Pemerintah Pusat adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Daerah adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Swasta Nasional adalah : Modal perusahaan berasal dari badan usaha swasta nasional dan atau warga negara Indonesia.
Asing adalah : Modal perusahaan yang berasal dari pemerintah atau warga negara asing.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V21" name="CEKSUM01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="21">
            <labl>Jumlah/Total</labl>
            <location StartPos="109" EndPos="114" width="6" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah/Total (a+b+c+d) :.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan besarnya persentase modal perusahaan menurut sumber modal.
Boleh mengisi lebih dari satu jenis, akan tetapi total dari persentase tersebut harus 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Pemerintah Pusat adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Daerah adalah : Modal perusahaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Swasta Nasional adalah : Modal perusahaan berasal dari badan usaha swasta nasional dan atau warga negara Indonesia.
Asing adalah : Modal perusahaan yang berasal dari pemerintah atau warga negara asing.]]>
            </txt>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V22" name="LPMLTL01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="22">
            <labl>Banyaknya Pekerja Produksi Laki-laki</labl>
            <location StartPos="115" EndPos="136" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Pekerja Produksi Laki-laki :.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="24100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">24100</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Tidak Termasuk
- Orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi.
- Orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor.
- Pegawai yang bekerja di sektor bukan industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan, pegawai unit pertambangan]]>
            </notes>
            <txt>
                <![CDATA[Pekerja tak dibayar biasanya adalah : pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang ikut aktif di dalam perusahaan/usaha ini, akan tetapi tidak mendapat upah/gajiBagi pekerja keluarga yang bekerja kurang dari sepertiga jam kerja normal di perusahaan/usaha ini, tidak dihitung sebagai pekerja.

Pekerja dibayar adalah : semua pekerja yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan menerima upah/gaji secara langsung dari perusahaan/usaha baik berupa uang maupun barang.

Pekerja Produksi adalah : pekerja yang langsung bekerja di dalam proses produksi atau yang berhubungan dengan itu, yaitu sejak bahan-bahan masuk ke pabrik sampai hasil produksinya keluar dari pabrik. 
Contoh pekerja produksi: pengawas yang langsung mengawasi proses produksi, pengemudi forklift di pabrik, pekerja yang melayani, menjaga, dan memelihara mesin-mesin, dsb.

Pekerja lainnya adalah : pekerja selain pekerja produksi, misalnya pimpinan perusahaan, pegawai keuangan, pegawai administrasi, penjaga malam, dsb.
Pekerja di sini tidak termasuk orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi, orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor, serta pegawai yang bekerja di bukan sektor industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan,
pegawai unit pertambangan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V23" name="LNMLTL01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="23">
            <labl>Banyaknya pekerja lainnya laki-laki</labl>
            <location StartPos="137" EndPos="158" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya pekerja lainnya laki-laki :...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="5410"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">5410</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Tidak Termasuk
- Orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi.
- Orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor.
- Pegawai yang bekerja di sektor bukan industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan, pegawai unit pertambangan]]>
            </notes>
            <txt>
                <![CDATA[Pekerja tak dibayar biasanya adalah : pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang ikut aktif di dalam perusahaan/usaha ini, akan tetapi tidak mendapat upah/gajiBagi pekerja keluarga yang bekerja kurang dari sepertiga jam kerja normal di perusahaan/usaha ini, tidak dihitung sebagai pekerja.

Pekerja dibayar adalah : semua pekerja yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan menerima upah/gaji secara langsung dari perusahaan/usaha baik berupa uang maupun barang.

Pekerja Produksi adalah : pekerja yang langsung bekerja di dalam proses produksi atau yang berhubungan dengan itu, yaitu sejak bahan-bahan masuk ke pabrik sampai hasil produksinya keluar dari pabrik. 
Contoh pekerja produksi: pengawas yang langsung mengawasi proses produksi, pengemudi forklift di pabrik, pekerja yang melayani, menjaga, dan memelihara mesin-mesin, dsb.

Pekerja lainnya adalah : pekerja selain pekerja produksi, misalnya pimpinan perusahaan, pegawai keuangan, pegawai administrasi, penjaga malam, dsb.
Pekerja di sini tidak termasuk orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi, orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor, serta pegawai yang bekerja di bukan sektor industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan,
pegawai unit pertambangan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V24" name="LPWLTL01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="24">
            <labl>Banyaknya Pekerja Produksi Perempuan</labl>
            <location StartPos="159" EndPos="180" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Pekerja Produksi Perempuan :..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="29527"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">29527</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Tidak Termasuk
- Orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi.
- Orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor.
- Pegawai yang bekerja di sektor bukan industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan, pegawai unit pertambangan]]>
            </notes>
            <txt>
                <![CDATA[Pekerja tak dibayar biasanya adalah : pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang ikut aktif di dalam perusahaan/usaha ini, akan tetapi tidak mendapat upah/gajiBagi pekerja keluarga yang bekerja kurang dari sepertiga jam kerja normal di perusahaan/usaha ini, tidak dihitung sebagai pekerja.

Pekerja dibayar adalah : semua pekerja yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan menerima upah/gaji secara langsung dari perusahaan/usaha baik berupa uang maupun barang.

Pekerja Produksi adalah : pekerja yang langsung bekerja di dalam proses produksi atau yang berhubungan dengan itu, yaitu sejak bahan-bahan masuk ke pabrik sampai hasil produksinya keluar dari pabrik. 
Contoh pekerja produksi: pengawas yang langsung mengawasi proses produksi, pengemudi forklift di pabrik, pekerja yang melayani, menjaga, dan memelihara mesin-mesin, dsb.

Pekerja lainnya adalah : pekerja selain pekerja produksi, misalnya pimpinan perusahaan, pegawai keuangan, pegawai administrasi, penjaga malam, dsb.
Pekerja di sini tidak termasuk orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi, orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor, serta pegawai yang bekerja di bukan sektor industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan,
pegawai unit pertambangan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V25" name="LNWLTL01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="25">
            <labl>Banyaknya pekerja lainnya Perempuan</labl>
            <location StartPos="181" EndPos="202" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya pekerja lainnya Perempuan :.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="4683"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">4683</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Tidak Termasuk
- Orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi.
- Orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor.
- Pegawai yang bekerja di sektor bukan industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan, pegawai unit pertambangan]]>
            </notes>
            <txt>
                <![CDATA[Pekerja tak dibayar biasanya adalah : pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang ikut aktif di dalam perusahaan/usaha ini, akan tetapi tidak mendapat upah/gajiBagi pekerja keluarga yang bekerja kurang dari sepertiga jam kerja normal di perusahaan/usaha ini, tidak dihitung sebagai pekerja.

Pekerja dibayar adalah : semua pekerja yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan menerima upah/gaji secara langsung dari perusahaan/usaha baik berupa uang maupun barang.

Pekerja Produksi adalah : pekerja yang langsung bekerja di dalam proses produksi atau yang berhubungan dengan itu, yaitu sejak bahan-bahan masuk ke pabrik sampai hasil produksinya keluar dari pabrik. 
Contoh pekerja produksi: pengawas yang langsung mengawasi proses produksi, pengemudi forklift di pabrik, pekerja yang melayani, menjaga, dan memelihara mesin-mesin, dsb.

Pekerja lainnya adalah : pekerja selain pekerja produksi, misalnya pimpinan perusahaan, pegawai keuangan, pegawai administrasi, penjaga malam, dsb.
Pekerja di sini tidak termasuk orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi, orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor, serta pegawai yang bekerja di bukan sektor industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan,
pegawai unit pertambangan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V26" name="LPRNOU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="26">
            <labl>Banyaknya Jumlah Pekerja Produksi Laki-laki dan Perempuan</labl>
            <location StartPos="203" EndPos="224" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Jumlah Pekerja Produksi Laki-laki dan Perempuan :.......</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="34134"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">34134</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Tidak Termasuk
- Orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi.
- Orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor.
- Pegawai yang bekerja di sektor bukan industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan, pegawai unit pertambangan]]>
            </notes>
            <txt>
                <![CDATA[Pekerja tak dibayar biasanya adalah : pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang ikut aktif di dalam perusahaan/usaha ini, akan tetapi tidak mendapat upah/gajiBagi pekerja keluarga yang bekerja kurang dari sepertiga jam kerja normal di perusahaan/usaha ini, tidak dihitung sebagai pekerja.

Pekerja dibayar adalah : semua pekerja yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan menerima upah/gaji secara langsung dari perusahaan/usaha baik berupa uang maupun barang.

Pekerja Produksi adalah : pekerja yang langsung bekerja di dalam proses produksi atau yang berhubungan dengan itu, yaitu sejak bahan-bahan masuk ke pabrik sampai hasil produksinya keluar dari pabrik. 
Contoh pekerja produksi: pengawas yang langsung mengawasi proses produksi, pengemudi forklift di pabrik, pekerja yang melayani, menjaga, dan memelihara mesin-mesin, dsb.

Pekerja lainnya adalah : pekerja selain pekerja produksi, misalnya pimpinan perusahaan, pegawai keuangan, pegawai administrasi, penjaga malam, dsb.
Pekerja di sini tidak termasuk orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi, orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor, serta pegawai yang bekerja di bukan sektor industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan,
pegawai unit pertambangan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V27" name="LNPNOU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="27">
            <labl>Banyaknya Jumlah Pekerja lainnya Laki-laki dan Perempuan</labl>
            <location StartPos="225" EndPos="246" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya jumlah Pekerja lainnya Laki-laki dan Perempuan :..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="5853"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">5853</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Tidak Termasuk
- Orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi.
- Orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor.
- Pegawai yang bekerja di sektor bukan industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan, pegawai unit pertambangan]]>
            </notes>
            <txt>
                <![CDATA[Pekerja tak dibayar biasanya adalah : pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang ikut aktif di dalam perusahaan/usaha ini, akan tetapi tidak mendapat upah/gajiBagi pekerja keluarga yang bekerja kurang dari sepertiga jam kerja normal di perusahaan/usaha ini, tidak dihitung sebagai pekerja.

Pekerja dibayar adalah : semua pekerja yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan menerima upah/gaji secara langsung dari perusahaan/usaha baik berupa uang maupun barang.

Pekerja Produksi adalah : pekerja yang langsung bekerja di dalam proses produksi atau yang berhubungan dengan itu, yaitu sejak bahan-bahan masuk ke pabrik sampai hasil produksinya keluar dari pabrik. 
Contoh pekerja produksi: pengawas yang langsung mengawasi proses produksi, pengemudi forklift di pabrik, pekerja yang melayani, menjaga, dan memelihara mesin-mesin, dsb.

Pekerja lainnya adalah : pekerja selain pekerja produksi, misalnya pimpinan perusahaan, pegawai keuangan, pegawai administrasi, penjaga malam, dsb.
Pekerja di sini tidak termasuk orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi, orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor, serta pegawai yang bekerja di bukan sektor industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan,
pegawai unit pertambangan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V28" name="LTLNOU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="28">
            <labl>Jumlah perkerja produksi dan pekerja lainnya baik laki-laki dan perempuan</labl>
            <location StartPos="247" EndPos="268" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah perkerja produksi dan pekerja lainnya baik laki-laki dan perempuan :.............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="20" max="38730"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">20</sumStat>
            <sumStat type="max">38730</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Tidak Termasuk
- Orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi.
- Orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor.
- Pegawai yang bekerja di sektor bukan industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan, pegawai unit pertambangan]]>
            </notes>
            <txt>
                <![CDATA[Pekerja tak dibayar biasanya adalah : pekerja pemilik dan pekerja keluarga yang ikut aktif di dalam perusahaan/usaha ini, akan tetapi tidak mendapat upah/gajiBagi pekerja keluarga yang bekerja kurang dari sepertiga jam kerja normal di perusahaan/usaha ini, tidak dihitung sebagai pekerja.

Pekerja dibayar adalah : semua pekerja yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan menerima upah/gaji secara langsung dari perusahaan/usaha baik berupa uang maupun barang.

Pekerja Produksi adalah : pekerja yang langsung bekerja di dalam proses produksi atau yang berhubungan dengan itu, yaitu sejak bahan-bahan masuk ke pabrik sampai hasil produksinya keluar dari pabrik. 
Contoh pekerja produksi: pengawas yang langsung mengawasi proses produksi, pengemudi forklift di pabrik, pekerja yang melayani, menjaga, dan memelihara mesin-mesin, dsb.

Pekerja lainnya adalah : pekerja selain pekerja produksi, misalnya pimpinan perusahaan, pegawai keuangan, pegawai administrasi, penjaga malam, dsb.
Pekerja di sini tidak termasuk orang yang dibayar hanya berdasarkan komisi, orang yang bekerja sendiri seperti konsultan dan kontraktor, serta pegawai yang bekerja di bukan sektor industri pengolahan seperti pegawai unit perkebunan,
pegawai unit pertambangan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V29" name="ZPSVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="29">
            <labl>Upah/Gaji Pekerja Produksi</labl>
            <location StartPos="269" EndPos="290" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Upah/Gaji Pekerja Produksi :.......</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="850519615"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">850519615</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Upah/gaji adalah : balas jasa perusahaan untuk pekerja/karyawan sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. 
Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun
tidak tertulis dalam neraca/catatan perusahaan.

Pengeluaran pada intensif lainnya adalah pengeluaran perusahaan/usaha untuk upah lembur, hadiah, bonus dan sejenisnya termasuk iuran dana pensiun, tunjangan-tunjangan sosial, tunjangan kecelakaan, asuransi dan tunjangan yang sejenisnya yang dibayarkan selama tahun 2001 kepada suatu yayasan/badan yang menangani masalah tersebut untuk kepentingan pekerja/karyawan.

Insentif lainnya, yang meliputi:
Upah lembur adalah : upah yang iberikan/dibayarkan kepada pekerja/karyawan yang bekerja di luar jam kerja biasa.

Hadiah adalah : pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang atau barang yang diberikan kepada pekerja/karyawan secara cuma-cuma.

Bonus adalah : sesuatu yang diberikan perusahaan/usaha kepada pekerja/karyawan dalam bentuk uang/barang, yang biasanya dibayarkan
berdasarkan keuntungan perusahaan dan kinerja pegawai masing-masing.

Iuran dana pensiun adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang tidak diterima langsung oleh karyawan yang bersangkutan pada saat itu, akan tetapi dihimpun sebagai dana pensiun.

Tunjangan kecelakaan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.

Tunjangan Kesehatan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan untuk biaya perawatan kesehatan, seperti pembelian obat-obatan, biaya konsultasi kesehatan, biaya rumah sakit, dsb.

Asuransi tenaga kerja adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan berupa premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi.

Tunjangan lainnya adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan selain yang disebutkan di atas, seperti tiket hiburan, beasiswa untuk keluarga pegawai, dsb]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V30" name="ZPXVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="30">
            <labl>Intensif Lainnya Pekerja Produksi</labl>
            <location StartPos="291" EndPos="312" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Intensif Lainnya Pekerja Produksi :.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="745399096"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">745399096</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Upah/gaji adalah : balas jasa perusahaan untuk pekerja/karyawan sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. 
Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun
tidak tertulis dalam neraca/catatan perusahaan.

Pengeluaran pada intensif lainnya adalah pengeluaran perusahaan/usaha untuk upah lembur, hadiah, bonus dan sejenisnya termasuk iuran dana pensiun, tunjangan-tunjangan sosial, tunjangan kecelakaan, asuransi dan tunjangan yang sejenisnya yang dibayarkan selama tahun 2001 kepada suatu yayasan/badan yang menangani masalah tersebut untuk kepentingan pekerja/karyawan.

Insentif lainnya, yang meliputi:
Upah lembur adalah : upah yang iberikan/dibayarkan kepada pekerja/karyawan yang bekerja di luar jam kerja biasa.

Hadiah adalah : pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang atau barang yang diberikan kepada pekerja/karyawan secara cuma-cuma.

Bonus adalah : sesuatu yang diberikan perusahaan/usaha kepada pekerja/karyawan dalam bentuk uang/barang, yang biasanya dibayarkan
berdasarkan keuntungan perusahaan dan kinerja pegawai masing-masing.

Iuran dana pensiun adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang tidak diterima langsung oleh karyawan yang bersangkutan pada saat itu, akan tetapi dihimpun sebagai dana pensiun.

Tunjangan kecelakaan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.

Tunjangan Kesehatan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan untuk biaya perawatan kesehatan, seperti pembelian obat-obatan, biaya konsultasi kesehatan, biaya rumah sakit, dsb.

Asuransi tenaga kerja adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan berupa premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi.

Tunjangan lainnya adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan selain yang disebutkan di atas, seperti tiket hiburan, beasiswa untuk keluarga pegawai, dsb]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V31" name="ZPZVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="31">
            <labl>Jumlah Upah/Gaji dan Intensif Lainnya Pekerja Produksi</labl>
            <location StartPos="313" EndPos="334" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah Upah/Gaji dan Intensif Lainnya Pekerja Produksi :..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1285517625"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1285517625</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Upah/gaji adalah : balas jasa perusahaan untuk pekerja/karyawan sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. 
Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun
tidak tertulis dalam neraca/catatan perusahaan.

Pengeluaran pada intensif lainnya adalah pengeluaran perusahaan/usaha untuk upah lembur, hadiah, bonus dan sejenisnya termasuk iuran dana pensiun, tunjangan-tunjangan sosial, tunjangan kecelakaan, asuransi dan tunjangan yang sejenisnya yang dibayarkan selama tahun 2001 kepada suatu yayasan/badan yang menangani masalah tersebut untuk kepentingan pekerja/karyawan.

Insentif lainnya, yang meliputi:
Upah lembur adalah : upah yang iberikan/dibayarkan kepada pekerja/karyawan yang bekerja di luar jam kerja biasa.

Hadiah adalah : pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang atau barang yang diberikan kepada pekerja/karyawan secara cuma-cuma.

Bonus adalah : sesuatu yang diberikan perusahaan/usaha kepada pekerja/karyawan dalam bentuk uang/barang, yang biasanya dibayarkan
berdasarkan keuntungan perusahaan dan kinerja pegawai masing-masing.

Iuran dana pensiun adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang tidak diterima langsung oleh karyawan yang bersangkutan pada saat itu, akan tetapi dihimpun sebagai dana pensiun.

Tunjangan kecelakaan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.

Tunjangan Kesehatan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan untuk biaya perawatan kesehatan, seperti pembelian obat-obatan, biaya konsultasi kesehatan, biaya rumah sakit, dsb.

Asuransi tenaga kerja adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan berupa premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi.

Tunjangan lainnya adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan selain yang disebutkan di atas, seperti tiket hiburan, beasiswa untuk keluarga pegawai, dsb]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V32" name="ZNSVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="32">
            <labl>Upah/Gaji Pekerja Lainnya</labl>
            <location StartPos="335" EndPos="356" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Upah/Gaji Pekerja Lainnya :...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="326078678"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">326078678</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Upah/gaji adalah : balas jasa perusahaan untuk pekerja/karyawan sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. 
Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun
tidak tertulis dalam neraca/catatan perusahaan.

Pengeluaran pada intensif lainnya adalah pengeluaran perusahaan/usaha untuk upah lembur, hadiah, bonus dan sejenisnya termasuk iuran dana pensiun, tunjangan-tunjangan sosial, tunjangan kecelakaan, asuransi dan tunjangan yang sejenisnya yang dibayarkan selama tahun 2001 kepada suatu yayasan/badan yang menangani masalah tersebut untuk kepentingan pekerja/karyawan.

Insentif lainnya, yang meliputi:
Upah lembur adalah : upah yang iberikan/dibayarkan kepada pekerja/karyawan yang bekerja di luar jam kerja biasa.

Hadiah adalah : pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang atau barang yang diberikan kepada pekerja/karyawan secara cuma-cuma.

Bonus adalah : sesuatu yang diberikan perusahaan/usaha kepada pekerja/karyawan dalam bentuk uang/barang, yang biasanya dibayarkan
berdasarkan keuntungan perusahaan dan kinerja pegawai masing-masing.

Iuran dana pensiun adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang tidak diterima langsung oleh karyawan yang bersangkutan pada saat itu, akan tetapi dihimpun sebagai dana pensiun.

Tunjangan kecelakaan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.

Tunjangan Kesehatan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan untuk biaya perawatan kesehatan, seperti pembelian obat-obatan, biaya konsultasi kesehatan, biaya rumah sakit, dsb.

Asuransi tenaga kerja adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan berupa premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi.

Tunjangan lainnya adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan selain yang disebutkan di atas, seperti tiket hiburan, beasiswa untuk keluarga pegawai, dsb]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V33" name="ZNXVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="33">
            <labl>Intensif Lainnya Pekerja Lainnya</labl>
            <location StartPos="357" EndPos="378" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Intensif Lainnya Pekerja Lainnya :..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="154720915"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">154720915</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Upah/gaji adalah : balas jasa perusahaan untuk pekerja/karyawan sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. 
Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun
tidak tertulis dalam neraca/catatan perusahaan.

Pengeluaran pada intensif lainnya adalah pengeluaran perusahaan/usaha untuk upah lembur, hadiah, bonus dan sejenisnya termasuk iuran dana pensiun, tunjangan-tunjangan sosial, tunjangan kecelakaan, asuransi dan tunjangan yang sejenisnya yang dibayarkan selama tahun 2001 kepada suatu yayasan/badan yang menangani masalah tersebut untuk kepentingan pekerja/karyawan.

Insentif lainnya, yang meliputi:
Upah lembur adalah : upah yang iberikan/dibayarkan kepada pekerja/karyawan yang bekerja di luar jam kerja biasa.

Hadiah adalah : pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang atau barang yang diberikan kepada pekerja/karyawan secara cuma-cuma.

Bonus adalah : sesuatu yang diberikan perusahaan/usaha kepada pekerja/karyawan dalam bentuk uang/barang, yang biasanya dibayarkan
berdasarkan keuntungan perusahaan dan kinerja pegawai masing-masing.

Iuran dana pensiun adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang tidak diterima langsung oleh karyawan yang bersangkutan pada saat itu, akan tetapi dihimpun sebagai dana pensiun.

Tunjangan kecelakaan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.

Tunjangan Kesehatan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan untuk biaya perawatan kesehatan, seperti pembelian obat-obatan, biaya konsultasi kesehatan, biaya rumah sakit, dsb.

Asuransi tenaga kerja adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan berupa premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi.

Tunjangan lainnya adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan selain yang disebutkan di atas, seperti tiket hiburan, beasiswa untuk keluarga pegawai, dsb]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V34" name="ZNZVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="34">
            <labl>Jumlah Upah/Gaji dan Intensif Lainnya Pekerja Lainnya</labl>
            <location StartPos="379" EndPos="400" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah Upah/Gaji dan Intensif Lainnya Pekerja Lainnya :..............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari selama satu tahun.
Untuk perusahaan musiman yang mengalami bulan-bulan tidak produksi, rata-rata tenaga kerja dihitung pada bulan-bulan produksi saja. 

Perusahaan yang mempunyai kantor pusat, banyaknya pekerja/karyawan di sini tidak termasuk pekerja/karyawan di kantor pusat.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="408777594"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">408777594</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Upah/gaji adalah : balas jasa perusahaan untuk pekerja/karyawan sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. 
Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah/gaji walaupun
tidak tertulis dalam neraca/catatan perusahaan.

Pengeluaran pada intensif lainnya adalah pengeluaran perusahaan/usaha untuk upah lembur, hadiah, bonus dan sejenisnya termasuk iuran dana pensiun, tunjangan-tunjangan sosial, tunjangan kecelakaan, asuransi dan tunjangan yang sejenisnya yang dibayarkan selama tahun 2001 kepada suatu yayasan/badan yang menangani masalah tersebut untuk kepentingan pekerja/karyawan.

Insentif lainnya, yang meliputi:
Upah lembur adalah : upah yang iberikan/dibayarkan kepada pekerja/karyawan yang bekerja di luar jam kerja biasa.

Hadiah adalah : pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang atau barang yang diberikan kepada pekerja/karyawan secara cuma-cuma.

Bonus adalah : sesuatu yang diberikan perusahaan/usaha kepada pekerja/karyawan dalam bentuk uang/barang, yang biasanya dibayarkan
berdasarkan keuntungan perusahaan dan kinerja pegawai masing-masing.

Iuran dana pensiun adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang tidak diterima langsung oleh karyawan yang bersangkutan pada saat itu, akan tetapi dihimpun sebagai dana pensiun.

Tunjangan kecelakaan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.

Tunjangan Kesehatan adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan untuk biaya perawatan kesehatan, seperti pembelian obat-obatan, biaya konsultasi kesehatan, biaya rumah sakit, dsb.

Asuransi tenaga kerja adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan berupa premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi.

Tunjangan lainnya adalah : tunjangan yang diberikan kepada karyawan selain yang disebutkan di atas, seperti tiket hiburan, beasiswa untuk keluarga pegawai, dsb]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V35" name="RDNVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="35">
            <labl>Nilai Bahan Baku yang berasal dari Produksi Dalam Negeri</labl>
            <location StartPos="401" EndPos="422" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Bahan Baku yang berasal dari Produksi Dalam Negeri : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nama bahan baku dan bahan penolong dan satuan standar yang digunakan sejelas-jelasnya.

Jangan menuliskan nama barang dalam bentuk kode atau istilah yang hanya dimengerti oleh perusahaan.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="8340981328"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">8340981328</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan baku adalah : barang yang diolah menjadi bentuk lain.

Bahan penolong adalah : barang lain yang digunakan dalam pemrosesan bahan baku. 

Bahan penolong bukan alat, tetapi berbaur dengan bahan baku dalam proses pengolahan.

Bahan baku/penolong yang digunakan berasal dari impor atau lokal.  

Yang dimaksud impor adalah : asal barang tersebut dari luar negeri, terlepas siapa yang melakukan impor.  

Sedangkan yang dimaksud bahan baku/penolong lokal adalah : bahan baku/penolong yang diproduksi di dalam negeri, terlepas apakah produsen
tersebut milik asing atau bukan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V36" name="RIMVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="36">
            <labl>Nilai Bahan Baku yang berasal dari Impor</labl>
            <location StartPos="423" EndPos="444" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Bahan Baku yang berasal dari Impor : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nama bahan baku dan bahan penolong dan satuan standar yang digunakan sejelas-jelasnya.

Jangan menuliskan nama barang dalam bentuk kode atau istilah yang hanya dimengerti oleh perusahaan.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="6748437789"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">6748437789</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan baku adalah : barang yang diolah menjadi bentuk lain.

Bahan penolong adalah : barang lain yang digunakan dalam pemrosesan bahan baku. 

Bahan penolong bukan alat, tetapi berbaur dengan bahan baku dalam proses pengolahan.

Bahan baku/penolong yang digunakan berasal dari impor atau lokal.  

Yang dimaksud impor adalah : asal barang tersebut dari luar negeri, terlepas siapa yang melakukan impor.  

Sedangkan yang dimaksud bahan baku/penolong lokal adalah : bahan baku/penolong yang diproduksi di dalam negeri, terlepas apakah produsen
tersebut milik asing atau bukan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V37" name="RTLVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="37">
            <labl>Jumlah Nilai Bahan Baku</labl>
            <location StartPos="445" EndPos="466" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah Nilai Bahan Baku : Rp............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nama bahan baku dan bahan penolong dan satuan standar yang digunakan sejelas-jelasnya.

Jangan menuliskan nama barang dalam bentuk kode atau istilah yang hanya dimengerti oleh perusahaan.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="12507787816"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">12507787816</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan baku adalah : barang yang diolah menjadi bentuk lain.

Bahan penolong adalah : barang lain yang digunakan dalam pemrosesan bahan baku. 

Bahan penolong bukan alat, tetapi berbaur dengan bahan baku dalam proses pengolahan.

Bahan baku/penolong yang digunakan berasal dari impor atau lokal.  

Yang dimaksud impor adalah : asal barang tersebut dari luar negeri, terlepas siapa yang melakukan impor.  

Sedangkan yang dimaksud bahan baku/penolong lokal adalah : bahan baku/penolong yang diproduksi di dalam negeri, terlepas apakah produsen
tersebut milik asing atau bukan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V38" name="EPELIU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="38">
            <labl>Banyaknya Seluruh Bensin</labl>
            <location StartPos="467" EndPos="488" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Seluruh Bensin :........ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="19911874"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">19911874</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V39" name="EPEVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="39">
            <labl>Nilai Seluruh Bensin</labl>
            <location StartPos="489" EndPos="510" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Seluruh Bensin : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="28872218"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">28872218</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V40" name="EPELIE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="40">
            <labl>Banyaknya Bensin Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="511" EndPos="532" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Bensin Untuk Pembangkit Tenaga Listrik : ..........ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="2740200"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">2740200</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V41" name="EPEVCE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="41">
            <labl>Nilai Bensin Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="533" EndPos="554" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Bensin Untuk Pembangkit Tenaga Listrik : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="3288240"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">3288240</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V42" name="ESOLIU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="42">
            <labl>Banyaknya Seluruh Solar</labl>
            <location StartPos="555" EndPos="576" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Seluruh Solar :...........ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="143320669"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">143320669</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V43" name="ESOVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="43">
            <labl>Nilai Seluruh Solar</labl>
            <location StartPos="577" EndPos="598" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Seluruh Solar : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="107490502"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">107490502</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V44" name="ESOLIE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="44">
            <labl>Banyaknya Solar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="599" EndPos="620" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Solar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik :..........ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="45417231"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">45417231</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V45" name="ESOVCE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="45">
            <labl>Nilai Solar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="621" EndPos="642" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Solar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="34062923"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">34062923</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V46" name="EDILIU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="46">
            <labl>Banyaknya Seluruh Minyak Diesel</labl>
            <location StartPos="643" EndPos="664" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Seluruh Minyak Diesel :........ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="64145835"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">64145835</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V47" name="EDIVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="47">
            <labl>Nilai Seluruh Minyak Diesel</labl>
            <location StartPos="665" EndPos="686" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Seluruh Minyak Diesel : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="58159656"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">58159656</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V48" name="EDILIE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="48">
            <labl>Banyaknya Minyak Diesel Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="687" EndPos="708" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Minyak Diesel Untuk Pembangkit Tenaga Listrik :...........ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="48109376"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">48109376</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V49" name="EDIVCE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="49">
            <labl>Nilai Minyak Diesel Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="709" EndPos="730" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Minyak Diesel Untuk Pembangkit Tenaga Listrik : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="36082032"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">36082032</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V50" name="EFOLIU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="50">
            <labl>Banyaknya Seluruh Minyak Bakar</labl>
            <location StartPos="731" EndPos="752" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Seluruh Minyak Bakar :............ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="324995642"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">324995642</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V51" name="EFOVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="51">
            <labl>Nilai Seluruh Minyak Bakar</labl>
            <location StartPos="753" EndPos="774" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Seluruh Minyak Bakar : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="211247167"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">211247167</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V52" name="EFOLIE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="52">
            <labl>Banyaknya Minyak Bakar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="775" EndPos="796" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Minyak Bakar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik :...........ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="104830286"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">104830286</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V53" name="EFOVCE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="53">
            <labl>Nilai Minyak Bakar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="797" EndPos="818" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Minyak Bakar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik : Rp............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="94005798"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">94005798</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V54" name="ENCLIU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="54">
            <labl>Nilai Bahan Bakar Lainnya</labl>
            <location StartPos="819" EndPos="840" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Bahan Bakar Lainnya : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1589633464"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1589633464</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V55" name="ENCVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="55">
            <labl>Nilai Bahan Bakar Lainnya untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="841" EndPos="862" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Bahan Bakar Lainnya untuk Pembangkit Tenaga Listrik : Rp.............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="874298405"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">874298405</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V56" name="ELULIU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="56">
            <labl>Banyaknya Seluruh Pelumas</labl>
            <location StartPos="863" EndPos="884" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Seluruh Pelumas :.........ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="16016735"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">16016735</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V57" name="ELUVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="57">
            <labl>Nilai Seluruh Pelumas</labl>
            <location StartPos="885" EndPos="906" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Seluruh Pelumas : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="59276848"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">59276848</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V58" name="ELULIE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="58">
            <labl>Banyaknya Pelumas Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="907" EndPos="928" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Pelumas Untuk Pembangkit Tenaga Listrik :............ltr</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1047029"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1047029</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V59" name="ELUVCE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="59">
            <labl>Nilai Pelumas Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="929" EndPos="950" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Pelumas Untuk Pembangkit Tenaga Listrik : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="16228951"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">16228951</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V60" name="EFUVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="60">
            <labl>Jumlah seluruh Nilai Bahan Bakar</labl>
            <location StartPos="951" EndPos="972" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah seluruh Nilai Bahan Bakar dan Pelumas : Rp............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-1" max="952915059"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-1</sumStat>
            <sumStat type="max">952915059</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V61" name="EFUVCE01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="61">
            <labl>Jumlah Nilai Bahan Bakar Untuk Pembangkit Tenaga Listrik</labl>
            <location StartPos="973" EndPos="994" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah Nilai Bahan Bakar dan Pelumas Untuk Pembangkit Tenaga Listrik : Rp..............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan banyaknya dan nilai bahan bakar dan pelumas yang dipakai selama tahun survei. 
Tuliskan banyaknya serta nilai bahan bakar dan pelumas yang khusus digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik selama tahun survei.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="263172318"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">263172318</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Bahan bakar adalah : segala bahan, baik cair maupun padat yang digunakan sebagai bahan pembakar untuk menjalankan mesin, memasak dan lainnya yang
dipakai untuk usaha.

Bensin adalah : bahan bakar fosil yang jenisnya disebut premium, pertamax dan pertamax plus.

Minyak solar, diesel, dan minyak bakar adalah: kelompok BBM berkadar berat,biasanya digunakan untuk bahan bakar pada mesin diesel.

Minyak tanah adalah : minyak mentah yang meliputi campuran hidrokarbon dengan titik nyala 38°C.

Batu bara adalah : barang tambang dengan nilai kalori kotor di atas 5700 kcal/kg.
Kokas adalah sisa padat, terdiri dari karbon yang diperoleh dari penyulingan minyak bumi yang lebih berat. 
Di sini tidak termasuk sisa padat yang didapat dari
kombinasi batu bara.

Gas dari PGN adalah : gas yang diproduksi oleh perusahaan Gas Negara yang didistribusikan ke rumah tangga/industri melalui suatu jaringan pipa. Gas ini hanya ada di 9 kota, yaitu Medan, pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

LPG/Liquified Petroleum Gas adalah : penyaringan hidrokarbon dengan mengupas gas alam pada sumber minyak mentah/gas alam.

Arang adalah : sisa-sisa padat pembakaran kayu.
Kayu bakar adalah jumlah seluruh kayu kasar yang digunakan untuk bahan bakar.

Bahan bakar lainnya adalah : bahan bakar selain yang sudah disebutkan, biasanya dari limbah pertanian; seperti sabut kelapa, tempurung/batok kelapa,jerami/merang/batang padi, kulit padi/sekam, kulit tebu, dsb.

Pelumas adalah : campuran pada penyulingan hidrokarbon, volumenya kurang dari 30% pada suhu 300°C. Minyak ini didapat dari pengilangan minyak mentah dan digunakan untuk pelumasan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V62" name="IBRVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="62">
            <labl>Nilai Pengeluaran untuk sewa atau kontrak Gedung, mesin, serta alat-alat</labl>
            <location StartPos="995" EndPos="1016" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>
                    <![CDATA[Pengeluaran untuk sewa atau kontrak
1. Nilai Gedung, mesin, serta alat-alat : Rp........]]>
                </qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan pengeluaran-pengeluaran lain sesuai dengan jenisnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="2051965736"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">2051965736</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Pengeluaran untuk sewa atau kontrak meliputi sewa gedung, tanah, mesin, serta peralatan. Pembayaran sewa untuk jangka waktu lebih dari satu tahun agar
dituliskan untuk satu tahun survei saja.

Kalau tidak ada pembayaran sewa karena sudah dibayarkan tahun sebelumnya atau belum dibayarkan, akan tetapi pada tahun tersebut menggunakan barang hasil sewaan, maka isikan perkiraan biaya sewa untuk satu tahun yang bersangkutan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V63" name="ILRVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="63">
            <labl>NIlai Pengeluaran untuk sewa atau kontrak Tanah</labl>
            <location StartPos="1017" EndPos="1038" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>
                    <![CDATA[Pengeluaran untuk sewa atau kontrak
2. Nilai Tanah : Rp...............]]>
                </qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan pengeluaran-pengeluaran lain sesuai dengan jenisnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="221555383"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">221555383</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Pengeluaran untuk sewa atau kontrak meliputi sewa gedung, tanah, mesin, serta peralatan. Pembayaran sewa untuk jangka waktu lebih dari satu tahun agar
dituliskan untuk satu tahun survei saja.

Kalau tidak ada pembayaran sewa karena sudah dibayarkan tahun sebelumnya atau belum dibayarkan, akan tetapi pada tahun tersebut menggunakan barang hasil sewaan, maka isikan perkiraan biaya sewa untuk satu tahun yang bersangkutan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V64" name="ITXVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="64">
            <labl>Nilai Pajak /Tax</labl>
            <location StartPos="1039" EndPos="1060" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Pajak /Tax : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan pengeluaran-pengeluaran lain sesuai dengan jenisnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="8812000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">8812000000</sumStat>
            <txt>Pajak tak langsung misalnya pajak penjualan, ijin perusahaan, PBB, SWDKLLJ, bea balik nama, bea masuk, cukai, dsb.</txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V65" name="IINVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="65">
            <labl>Nilai Bunga atas Pinjaman</labl>
            <location StartPos="1061" EndPos="1082" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Bunga atas Pinjaman : Rp........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan pengeluaran-pengeluaran lain sesuai dengan jenisnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="360000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">360000000</sumStat>
            <txt>Bunga atas pinjaman adalah : biaya yang dikeluarkan untuk membayar bunga atas modal pinjaman.</txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V66" name="ICOVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="66">
            <labl>Nilai Hadiah, sumbangan, derma dan sejenisnya</labl>
            <location StartPos="1083" EndPos="1104" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Hadiah, sumbangan, derma dan sejenisnya : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan pengeluaran-pengeluaran lain sesuai dengan jenisnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="411127234"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">411127234</sumStat>
            <txt>Hadiah, sumbangan, derma, dsb. yang diberikan ke pihak lain, bukan untuk pekerja/karyawan sendiri .</txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V67" name="IOTVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="67">
            <labl>Nilai Lainnya</labl>
            <location StartPos="1105" EndPos="1126" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Lainnya : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan pengeluaran-pengeluaran lain sesuai dengan jenisnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-1" max="1018666495"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-1</sumStat>
            <sumStat type="max">1018666495</sumStat>
            <notes>Termasuk : Biaya representasi, royalti mangement fee, promosi/iklan, air, pos, telepon, fax, perjalanan dinas, pencegahan pencemaran lingkungan, biaya penelitian, biaya peningkatan sdm.</notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V68" name="IT1VCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="68">
            <labl>Jumlah nilai Pengeluaran lain selama tahun 2009</labl>
            <location StartPos="1127" EndPos="1148" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah nilai Pengeluaran lain selama tahun 2009 : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan pengeluaran-pengeluaran lain sesuai dengan jenisnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-1" max="9183000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-1</sumStat>
            <sumStat type="max">9183000000</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V69" name="EKSPOR01" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="69">
            <labl>Apakah ada produksi yang di ekspor</labl>
            <location StartPos="1149" EndPos="1149" width="1" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Apakah ada produksi yang di ekspor, baik yang di ekspor sendiri atau pihak lain ?</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <catgry>
                <catValu>1</catValu>
                <labl>Ya</labl>
            </catgry>
            <catgry>
                <catValu>2</catValu>
                <labl>Tidak</labl>
            </catgry>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V70" name="YPRVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="70">
            <labl>Nilai Nama barang yang dihasilkan</labl>
            <location StartPos="1150" EndPos="1171" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Nama barang yang dihasilkan : Rp............</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan semua nama barang hasil produksi (barang yang dihasilkan) selama tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="17189000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">17189000000</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V71" name="PRPRCA01" files="F1" dcml="2" intrvl="contin" uniqueId="71">
            <labl>Persentase barang yang di ekspor</labl>
            <location StartPos="1172" EndPos="1193" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase barang yang di ekspor :.....%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 

Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.

Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas
produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V72" name="YISVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="72">
            <labl>Nilai Pendapatan dari Jasa Industri (makloon)</labl>
            <location StartPos="1194" EndPos="1215" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Pendapatan dari Jasa Industri (makloon) : Rp............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan pendapatan dari jasa industri perusahaan/usaha, apabila perusahaan/usaha ini menerima upah dari jasa industri (makloon), dalam ribuan
rupiah.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1461281328"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1461281328</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Jasa industri (makloon) di sini pada dasarnya adalah: kegiatan pengolahan, tetapi bahan baku berasal dari pihak lain dan hasil olahannya diserahkan kepada pihak
pemesan.
Perusahaan hanya menerima upah mengolah.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V73" name="YRNVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="73">
            <labl>Nilai Pendapatan lainnya</labl>
            <location StartPos="1216" EndPos="1237" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Pendapatan lainnya : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan pendapatan dari jasa industri perusahaan/usaha, apabila perusahaan/usaha ini menerima upah dari jasa industri (makloon), dalam ribuan
rupiah.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="527268250"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">527268250</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Jasa industri (makloon) di sini pada dasarnya adalah: kegiatan pengolahan, tetapi bahan baku berasal dari pihak lain dan hasil olahannya diserahkan kepada pihak
pemesan.
Perusahaan hanya menerima upah mengolah.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V74" name="YT1VCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="74">
            <labl>Nilai Pendapatan dari jasa industri(makloon) dan pendapatan lainnya</labl>
            <location StartPos="1238" EndPos="1259" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Pendapatan dari jasa industri(makloon) dan pendapatan lainnya : Rp.............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan pendapatan dari jasa industri perusahaan/usaha, apabila perusahaan/usaha ini menerima upah dari jasa industri (makloon), dalam ribuan
rupiah.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1461281328"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1461281328</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Jasa industri (makloon) di sini pada dasarnya adalah: kegiatan pengolahan, tetapi bahan baku berasal dari pihak lain dan hasil olahannya diserahkan kepada pihak
pemesan.
Perusahaan hanya menerima upah mengolah.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V75" name="SRJVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="75">
            <labl>Nilai Awal stok bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, bahan pembungkus, dan lain-lain</labl>
            <location StartPos="1260" EndPos="1281" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Awal stok bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, bahan pembungkus, dan lain-lain : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="6200000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">6200000000</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V76" name="SRDVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="76">
            <labl>Nilai Akhir stok bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, bahan pembungkus, dan lain-lain</labl>
            <location StartPos="1282" EndPos="1303" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Akhir stok bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, bahan pembungkus, dan lain-lain : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-60791800" max="7800000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-60791800</sumStat>
            <sumStat type="max">7800000000</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V77" name="SRMVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="77">
            <labl>Nilai Awal dan Akhir stok bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, bahan pembungkus, dan lain-lain</labl>
            <location StartPos="1304" EndPos="1325" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Awal dan Akhir stok bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, bahan pembungkus, dan lain-lain : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-684834979" max="1600000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-684834979</sumStat>
            <sumStat type="max">1600000000</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V78" name="SHJVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="78">
            <labl>Nilai Awal stok barang produksi setengah jadi</labl>
            <location StartPos="1326" EndPos="1347" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Awal stok barang produksi setengah jadi : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="510678400"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">510678400</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V79" name="SHDVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="79">
            <labl>Nilai Akhir stok barang produksi setengah jadi</labl>
            <location StartPos="1348" EndPos="1369" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Akhir stok barang produksi setengah jadi : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-32911075" max="3886641490"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-32911075</sumStat>
            <sumStat type="max">3886641490</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V80" name="SHFVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="80">
            <labl>Nilai Awal dan Akhir stok barang produksi setengah jadi</labl>
            <location StartPos="1370" EndPos="1391" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Awal dan Akhir stok barang produksi setengah jadi : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-85465815" max="3392937019"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-85465815</sumStat>
            <sumStat type="max">3392937019</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V81" name="SFJVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="81">
            <labl>Nilai Awal stok barang jadi yang dihasilkan</labl>
            <location StartPos="1392" EndPos="1413" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Awal stok barang jadi yang dihasilkan : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1159100916"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1159100916</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V82" name="SFDVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="82">
            <labl>Nilai Akhir stok barang jadi yang dihasilkan</labl>
            <location StartPos="1414" EndPos="1435" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Akhir stok barang jadi yang dihasilkan : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-70852307" max="5948762641"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-70852307</sumStat>
            <sumStat type="max">5948762641</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V83" name="SFNVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="83">
            <labl>Nilai Awal dan Akhir stok barang jadi yang dihasilkan</labl>
            <location StartPos="1436" EndPos="1457" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Awal dan Akhir stok barang jadi yang dihasilkan : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-273851200" max="5948762641"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-273851200</sumStat>
            <sumStat type="max">5948762641</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V84" name="STJVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="84">
            <labl>Jumlah nilai stok Awal</labl>
            <location StartPos="1458" EndPos="1479" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah nilai stok Awal : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="6522000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">6522000000</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V85" name="STDVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="85">
            <labl>Jumlah nilai stok Akhir</labl>
            <location StartPos="1480" EndPos="1501" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah nilai stok Akhir : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-38842946" max="8271000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-38842946</sumStat>
            <sumStat type="max">8271000000</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V86" name="STLVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="86">
            <labl>Jumlah nilai stok Awal dan Akhir</labl>
            <location StartPos="1502" EndPos="1523" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah nilai stok Awal dan Akhir : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, pembungkus, dan bahan lainnya yang tersedia pada awal tahun dan akhir tahun pada sel yang telah
disediakan.
Tuliskan pula nilai selisih stok akhir tahun dengan stok awal tahun.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="-958686179" max="6387894966"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">-958686179</sumStat>
            <sumStat type="max">6387894966</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V87" name="MGENOU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="87">
            <labl>Banyaknya Generator yang digunakan</labl>
            <location StartPos="1524" EndPos="1545" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Generator yang digunakan :.........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan banyaknya generator yang digunakan untuk membangkitkan listrik pada perusahaan/usaha, beserta kapasitasnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1835442"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1835442</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Generator adalah : mesin yang mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik.

Kapasitas adalah : kemampuan maksimum generator menghasilkan tenaga listrik.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V88" name="MGEKWU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="88">
            <labl>Kekuatan Generator Yang digunakan</labl>
            <location StartPos="1546" EndPos="1567" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Kekuatan Generator Yang digunakan :..........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan banyaknya generator yang digunakan untuk membangkitkan listrik pada perusahaan/usaha, beserta kapasitasnya.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1675000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1675000</sumStat>
            <txt>
                <![CDATA[Generator adalah : mesin yang mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik.

Kapasitas adalah : kemampuan maksimum generator menghasilkan tenaga listrik.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V89" name="EPLKHU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="89">
            <labl>Banyaknya Tenaga Listrik yang di beli dari PLN</labl>
            <location StartPos="1568" EndPos="1589" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Tenaga Listrik yang di beli dari PLN :.........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Apabila menggunakan tenaga listrik yang dibeli, tuliskan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari PLN dan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari perusahaan non PLN. 
Tuliskan pula nilai pembelian untuk masing-masing sumber pembelian tersebut.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="700000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">700000000</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Apabila ada kesulitan mengukur besarnya tenaga listrik yang dibangkitkan, maka
gunakan salah satu pendekatan berikut:
a. Pendekatan bahan bakar 1 liter minyak solar bisa membangkitkan listrik sebanyak 11.33 KWH. 
1 liter minyak diesel bisa menghasilkan 10.39 KWH tenaga listrik, I liter bensin menghasilkan 8.98 KWH, 1 Kg batu bara menghasilkan 6.57 KWH.

b. Pendekatan penggunaan Tenaga listrik yang dibangkitkan = kapasitas generator x jumlah hari pemakaian generator selama satu tahun x rata-rata jam kerja per hari x 80%]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V90" name="EPLVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="90">
            <labl>Nilai Tenaga Listrik yang di beli dari PLN</labl>
            <location StartPos="1590" EndPos="1611" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Tenaga Listrik yang di beli dari PLN : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Apabila menggunakan tenaga listrik yang dibeli, tuliskan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari PLN dan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari perusahaan non PLN. 
Tuliskan pula nilai pembelian untuk masing-masing sumber pembelian tersebut.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="409323954"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">409323954</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Apabila ada kesulitan mengukur besarnya tenaga listrik yang dibangkitkan, maka
gunakan salah satu pendekatan berikut:
a. Pendekatan bahan bakar 1 liter minyak solar bisa membangkitkan listrik sebanyak 11.33 KWH. 
1 liter minyak diesel bisa menghasilkan 10.39 KWH tenaga listrik, I liter bensin menghasilkan 8.98 KWH, 1 Kg batu bara menghasilkan 6.57 KWH.

b. Pendekatan penggunaan Tenaga listrik yang dibangkitkan = kapasitas generator x jumlah hari pemakaian generator selama satu tahun x rata-rata jam kerja per hari x 80%]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V91" name="ENPKHU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="91">
            <labl>Banyaknya Tenaga Listrik yang di beli dari NON PLN</labl>
            <location StartPos="1612" EndPos="1633" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Tenaga Listrik yang di beli dari NON PLN :........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Apabila menggunakan tenaga listrik yang dibeli, tuliskan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari PLN dan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari perusahaan non PLN. 
Tuliskan pula nilai pembelian untuk masing-masing sumber pembelian tersebut.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="489792269"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">489792269</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Apabila ada kesulitan mengukur besarnya tenaga listrik yang dibangkitkan, maka
gunakan salah satu pendekatan berikut:
a. Pendekatan bahan bakar 1 liter minyak solar bisa membangkitkan listrik sebanyak 11.33 KWH. 
1 liter minyak diesel bisa menghasilkan 10.39 KWH tenaga listrik, I liter bensin menghasilkan 8.98 KWH, 1 Kg batu bara menghasilkan 6.57 KWH.

b. Pendekatan penggunaan Tenaga listrik yang dibangkitkan = kapasitas generator x jumlah hari pemakaian generator selama satu tahun x rata-rata jam kerja per hari x 80%]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V92" name="ENPVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="92">
            <labl>Nilai Tenaga Listrik yang di beli dari Non PLN</labl>
            <location StartPos="1634" EndPos="1655" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Tenaga Listrik yang di beli dari Non PLN : Rp........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Apabila menggunakan tenaga listrik yang dibeli, tuliskan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari PLN dan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari perusahaan non PLN. 
Tuliskan pula nilai pembelian untuk masing-masing sumber pembelian tersebut.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="440813042"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">440813042</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Apabila ada kesulitan mengukur besarnya tenaga listrik yang dibangkitkan, maka
gunakan salah satu pendekatan berikut:
a. Pendekatan bahan bakar 1 liter minyak solar bisa membangkitkan listrik sebanyak 11.33 KWH. 
1 liter minyak diesel bisa menghasilkan 10.39 KWH tenaga listrik, I liter bensin menghasilkan 8.98 KWH, 1 Kg batu bara menghasilkan 6.57 KWH.

b. Pendekatan penggunaan Tenaga listrik yang dibangkitkan = kapasitas generator x jumlah hari pemakaian generator selama satu tahun x rata-rata jam kerja per hari x 80%]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V93" name="ESGKHU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="93">
            <labl>Banyaknya Tenaga Listrik yang dibangkitkan sendiri oleh Perusahaan</labl>
            <location StartPos="1656" EndPos="1677" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Tenaga Listrik yang dibangkitkan sendiri oleh Perusahaan :..............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Apabila menggunakan tenaga listrik yang dibeli, tuliskan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari PLN dan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari perusahaan non PLN. 
Tuliskan pula nilai pembelian untuk masing-masing sumber pembelian tersebut.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="524984665"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">524984665</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Apabila ada kesulitan mengukur besarnya tenaga listrik yang dibangkitkan, maka
gunakan salah satu pendekatan berikut:
a. Pendekatan bahan bakar 1 liter minyak solar bisa membangkitkan listrik sebanyak 11.33 KWH. 
1 liter minyak diesel bisa menghasilkan 10.39 KWH tenaga listrik, I liter bensin menghasilkan 8.98 KWH, 1 Kg batu bara menghasilkan 6.57 KWH.

b. Pendekatan penggunaan Tenaga listrik yang dibangkitkan = kapasitas generator x jumlah hari pemakaian generator selama satu tahun x rata-rata jam kerja per hari x 80%]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V94" name="OELKHU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="94">
            <labl>Banyaknya Tenaga Listrik yang Dijual</labl>
            <location StartPos="1678" EndPos="1699" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Banyaknya Tenaga Listrik yang Dijual :...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Apabila menggunakan tenaga listrik yang dibeli, tuliskan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari PLN dan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari perusahaan non PLN. 
Tuliskan pula nilai pembelian untuk masing-masing sumber pembelian tersebut.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="13201060"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">13201060</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Apabila ada kesulitan mengukur besarnya tenaga listrik yang dibangkitkan, maka
gunakan salah satu pendekatan berikut:
a. Pendekatan bahan bakar 1 liter minyak solar bisa membangkitkan listrik sebanyak 11.33 KWH. 
1 liter minyak diesel bisa menghasilkan 10.39 KWH tenaga listrik, I liter bensin menghasilkan 8.98 KWH, 1 Kg batu bara menghasilkan 6.57 KWH.

b. Pendekatan penggunaan Tenaga listrik yang dibangkitkan = kapasitas generator x jumlah hari pemakaian generator selama satu tahun x rata-rata jam kerja per hari x 80%]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V95" name="YELVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="95">
            <labl>Nilai Tenaga Listrik Yang Dijual</labl>
            <location StartPos="1700" EndPos="1721" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Tenaga Listrik Yang Dijual : Rp............</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Apabila menggunakan tenaga listrik yang dibeli, tuliskan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari PLN dan berapa KWH tenaga listrik yang dibeli dari perusahaan non PLN. 
Tuliskan pula nilai pembelian untuk masing-masing sumber pembelian tersebut.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="43566546"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">43566546</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Apabila ada kesulitan mengukur besarnya tenaga listrik yang dibangkitkan, maka
gunakan salah satu pendekatan berikut:
a. Pendekatan bahan bakar 1 liter minyak solar bisa membangkitkan listrik sebanyak 11.33 KWH. 
1 liter minyak diesel bisa menghasilkan 10.39 KWH tenaga listrik, I liter bensin menghasilkan 8.98 KWH, 1 Kg batu bara menghasilkan 6.57 KWH.

b. Pendekatan penggunaan Tenaga listrik yang dibangkitkan = kapasitas generator x jumlah hari pemakaian generator selama satu tahun x rata-rata jam kerja per hari x 80%]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V96" name="FTTLCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="96">
            <labl>Jumlah realisasi investasi selama tahun 2001</labl>
            <location StartPos="1722" EndPos="1743" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah realisasi investasi selama tahun 2001: Rp............</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="5910861191"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">5910861191</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V97" name="FDOMPR01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="97">
            <labl>Persentase realisasi investasi Swasta Nasional</labl>
            <location StartPos="1744" EndPos="1765" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase realisasi investasi Swasta Nasional :.........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 
Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.
Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V98" name="FRETPR01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="98">
            <labl>Persentase realisasi investasi Laba yang ditanamkan</labl>
            <location StartPos="1766" EndPos="1787" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase realisasi investasi laba yang ditanamkan :..........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 
Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.
Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V99" name="FSHRPR01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="99">
            <labl>Persentase realisasi investasi Saham/surat berharga</labl>
            <location StartPos="1788" EndPos="1809" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase realisasi investasi Saham/surat berharga :.........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 
Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.
Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V100" name="FLDOPR01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="100">
            <labl>Persentase realisasi investasi Pinjaman Nasional</labl>
            <location StartPos="1810" EndPos="1831" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase realisasi investasi Pinjaman Nasional :.......%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 
Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.
Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V101" name="FLFOPR01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="101">
            <labl>Persentase realisasi investasi Pinjaman Asing</labl>
            <location StartPos="1832" EndPos="1853" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase realisasi investasi Pinjaman Asing :........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 
Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.
Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V102" name="FDFIPR01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="102">
            <labl>Persentase realisasi investasi Modal Asing</labl>
            <location StartPos="1854" EndPos="1875" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase realisasi investasi Modal Asing :...........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 
Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.
Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V103" name="FGOVPR01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="103">
            <labl>Persentase realisasi investasi Pemerintah</labl>
            <location StartPos="1876" EndPos="1897" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase realisasi investasi Pemerintah :..........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 
Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.
Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V104" name="FNKTPR01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="104">
            <labl>Persentase realisasi investasi Passar Modal</labl>
            <location StartPos="1898" EndPos="1919" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Persentase realisasi investasi Passar Modal :...........%</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan persentase realisasi produksi terhadap kapasitas terpasang. 
Apabila perusahaan memproduksi tanpa mesin maka apabila perusahaan sudah menetapkan target awal, realisasi kapasitas produksi bisa lebih dari 100%.
Tetapi jika perusahaan tidak menetapkan target produksinya maka realisasi kapasitas produksi tidak boleh lebih dari 100%.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="100"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">100</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V105" name="CLTTCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="105">
            <labl>Nilai Tanah Pembelian/penambahan dan pembuatan/perbaikan besar</labl>
            <location StartPos="1920" EndPos="1941" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Tanah Pembelian/penambahan dan pembuatan/perbaikan besar : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai penambahan/pembelian/pembuatan/perbaikan besar barang modal yang dilakukan pada tahun yang bersangkutan.
Penambahan ini bisa terdiri dari barang baru dan barang bekas dalam negeri.
Barang bekas yang diimpor dianggap barang baru.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="80308000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">80308000</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <txt>Perbaikan besar adalah pembaruan yang menjadikan barang modal tersebut bertambah kapasitasnya, mengubah bentuk, atau memperpanjang umur barang modal.</txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V106" name="CLSACU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="106">
            <labl>Nilai Tanah Penjualan/pengurangan barang modal</labl>
            <location StartPos="1942" EndPos="1963" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Tanah Penjualan/pengurangan barang modal : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai penambahan/pembelian/pembuatan/perbaikan besar barang modal yang dilakukan pada tahun yang bersangkutan.
Penambahan ini bisa terdiri dari barang baru dan barang bekas dalam negeri.
Barang bekas yang diimpor dianggap barang baru.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="36364536"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">36364536</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <txt>Perbaikan besar adalah pembaruan yang menjadikan barang modal tersebut bertambah kapasitasnya, mengubah bentuk, atau memperpanjang umur barang modal.</txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V107" name="V1101" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="107">
            <labl>Nilai Tanah Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga</labl>
            <location StartPos="1964" EndPos="1985" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Tanah Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga berlaku per 31 desember 2001 : Rp......</qstnLit>
                <ivuInstr>
                    <![CDATA[Tuliskan nilai penambahan/pembelian/pembuatan/perbaikan besar barang modal yang dilakukan pada tahun yang bersangkutan.
Penambahan ini bisa terdiri dari barang baru dan barang bekas dalam negeri.
Barang bekas yang diimpor dianggap barang baru.]]>
                </ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="9074940000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">9074940000</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <txt>
                <![CDATA[Perbaikan besar adalah pembaruan yang menjadikan barang modal tersebut bertambah kapasitasnya, mengubah bentuk, atau memperpanjang umur barang modal.

Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.]]>
            </txt>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V108" name="CBTTCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="108">
            <labl>Nilai Gedung Pembelian/penambahan dan pembuatan/perbaikan besar</labl>
            <location StartPos="1986" EndPos="2007" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Gedung Pembelian/penambahan dan pembuatan/perbaikan besar : Rp...........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="970310760"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">970310760</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V109" name="CBSACU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="109">
            <labl>Nilai Gedung Penjualan/pengurangan barang modal</labl>
            <location StartPos="2008" EndPos="2029" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Gedung Penjualan/pengurangan barang modal : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="57965669"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">57965669</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V110" name="V1103" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="110">
            <labl>Nilai Gedung Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga</labl>
            <location StartPos="2030" EndPos="2051" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Gedung Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga berlaku per 31 desember 2001 : Rp......</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="20707070401"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">20707070401</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V111" name="CMTTCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="111">
            <labl>Nilai Mesin dan perlengkapan Pembelian/penambahan dan pembuatan/perbaikan besar</labl>
            <location StartPos="2052" EndPos="2073" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Mesin dan perlengkapan Pembelian/penambahan dan pembuatan/perbaikan besar : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="2276483281"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">2276483281</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V112" name="CMSACU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="112">
            <labl>Nilai Mesin dan perlengkapan  Penjualan/pengurangan barang modal</labl>
            <location StartPos="2074" EndPos="2095" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Mesin dan perlengkapan  Penjualan/pengurangan barang modal : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="883628946"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">883628946</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V113" name="V1106" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="113">
            <labl>Nilai Mesin dan perlengkapan Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga</labl>
            <location StartPos="2096" EndPos="2117" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Mesin dan perlengkapan Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga  berlaku per 31 desember 2001 : Rp......</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="33733864199"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">33733864199</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V114" name="CVTTCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="114">
            <labl>Nilai Kendaraan Pembelian/penambahan dan pembuatan/perbaikan besar</labl>
            <location StartPos="2118" EndPos="2139" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Kendaraan Pembelian/penambahan dan pembuatan/perbaikan besar : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1608750000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1608750000</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V115" name="CVSACU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="115">
            <labl>Nilai Kendaraan Penjualan/pengurangan barang modal</labl>
            <location StartPos="2140" EndPos="2161" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Kendaraan Penjualan/pengurangan barang modal : Rp..........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="167282245"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">167282245</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V116" name="V1109" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="116">
            <labl>Nilai Kendaraan Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga</labl>
            <location StartPos="2162" EndPos="2183" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Kendaraan Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga berlaku per 31 desember 2001 : Rp......</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="493509219341"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">493509219341</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V117" name="COTTCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="117">
            <labl>Nilai Lainnya Pembelian/Penambahan dan pembuatan/Perbaikan besar</labl>
            <location StartPos="2184" EndPos="2205" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Lainnya Pembelian/Penambahan dan pembuatan/Perbaikan besar :...........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1132526025"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1132526025</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V118" name="COSACU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="118">
            <labl>Nilai Lainnya Penjualan/pengurangan barang modal</labl>
            <location StartPos="2206" EndPos="2227" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Lainnya Penjualan/pengurangan barang modal : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="253978781"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">253978781</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V119" name="V1112" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="119">
            <labl>Nilai Lainnya Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga</labl>
            <location StartPos="2228" EndPos="2249" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Nilai Lainnya Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga berlaku per 31 desember 2001 : Rp......</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="6532430814"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">6532430814</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V120" name="CTTTCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="120">
            <labl>Jumlah Nilai Seluruh Pembelian/Penambahan dan Pembuatan/Perbaikan besar</labl>
            <location StartPos="2250" EndPos="2271" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah Nilai Seluruh Pembelian/Penambahan dan Pembuatan/Perbaikan besar : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="5988070066"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">5988070066</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V121" name="CTSACU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="121">
            <labl>Jumlah Nilai Seluruh  Penjualan/pengurangan barang modal</labl>
            <location StartPos="2272" EndPos="2293" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah Nilai Seluruh  Penjualan/pengurangan barang modal : Rp.........</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="1218818848"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">1218818848</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V122" name="V1115" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="122">
            <labl>Jumlah Seluruh Nilai Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga</labl>
            <location StartPos="2294" EndPos="2315" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Jumlah Seluruh Nilai Taksiran seluruh barang modal tetap menurut harga berlaku per 31 desember 2001 : Rp......</qstnLit>
                <ivuInstr>Tuliskan nilai taksiran untuk tiap-tiap barang modal tetap menurut harga yang berlaku pada akhir tahun survei.</ivuInstr>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="493509561593"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">493509561593</sumStat>
            <notes>
                <![CDATA[Untuk barang modal yang perbaikannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka yang dicatat hanya yang benar-benar terjadi pada tahun yang bersangkutan.

Nilai pembuatan dan perbaikan besar barang modal di bedakan atas yang dikerjakan pihak lain dan perusahaan sendiri. 
Penilaian terhadap pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri adalah berdasarkan harga pasar.
Jika tidak mungkin, maka nilai pembuatan dan perbaikan besar yang dikerjakan sendiri dihitung dengan menjumlahkan semua nilai bahan-bahan(material) dan jasa-jasa serta ongkos-ongkos lainnya untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan tersebut dan dinilai dengan harga yang berlaku pada saat itu.]]>
            </notes>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V123" name="IINPUT01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="123">
            <labl>Cumulative value of all Expenses</labl>
            <location StartPos="2316" EndPos="2337" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Cumulative value of all Expenses :............</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="0" max="13608917979"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">0</sumStat>
            <sumStat type="max">13608917979</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V124" name="OUTPUT01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="124">
            <labl>Cumulative value of all Income</labl>
            <location StartPos="2338" EndPos="2359" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Cumulative value of all Income :..........</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="4200" max="17192000000"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">4200</sumStat>
            <sumStat type="max">17192000000</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V125" name="VTLVCU01" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="125">
            <labl>Value added</labl>
            <location StartPos="2360" EndPos="2381" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Value added :...........</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="625" max="14119626631"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">625</sumStat>
            <sumStat type="max">14119626631</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V126" name="DISIC501" files="F1" intrvl="discrete" uniqueId="126">
            <labl>Produk utama</labl>
            <location StartPos="2382" EndPos="2390" width="9" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Produk utama :.........</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <varFormat type="character" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V127" name="PSID" files="F1" dcml="0" intrvl="contin" uniqueId="127">
            <labl>Establishment's Identity Code</labl>
            <location StartPos="2391" EndPos="2412" width="22" RecSegNo="1"/>
            <qstn>
                <qstnLit>Establishment's Identity Code :.........</qstnLit>
            </qstn>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="1760" max="50380"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">1760</sumStat>
            <sumStat type="max">50380</sumStat>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
        <var ID="V128" name="DSTATS01" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete" uniqueId="128">
            <labl>Status Penanaman Modal</labl>
            <location StartPos="2413" EndPos="2434" width="22" RecSegNo="1"/>
            <valrng>
                <range UNITS="REAL" min="1" max="3"/>
            </valrng>
            <sumStat type="vald">0</sumStat>
            <sumStat type="invd">0</sumStat>
            <sumStat type="min">1</sumStat>
            <sumStat type="max">3</sumStat>
            <catgry>
                <catValu>1</catValu>
                <labl>PMDN</labl>
            </catgry>
            <catgry>
                <catValu>2</catValu>
                <labl>PMA</labl>
            </catgry>
            <catgry>
                <catValu>3</catValu>
                <labl>Non Fasilitas</labl>
            </catgry>
            <varFormat type="numeric" schema="other"/>
        </var>
    </dataDscr>
</codeBook>