{"type":"survey","doc_desc":{"title":"Livestock Household Survey 2014","idno":"DDI_IDN_2014_SRTUP_v01-ID_M","producers":[{"name":"Rr Rokhidah","abbreviation":"","affiliation":"Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi","role":"Membuat metadata pada bagian deskripsi metadata dan deskripsi kegiatan"},{"name":"Murtika","abbreviation":"","affiliation":"Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi","role":"Membuat metadata pada bagian dataset"}],"prod_date":"2020-11-23","version_statement":{"version":"Version 01 (November 2020). This version is identical to 00-ST2013-STU14-M1-ENG, except for the following fields that were modified by the World Bank: study ID and DDI ID."}},"study_desc":{"title_statement":{"idno":"IDN_2014_SRTUP_v01-ID_M","title":"Livestock Household Survey 2014","alt_title":"SRTUP 2014","translated_title":"Survei Rumah Tangga Usaha Peternakan 2014"},"authoring_entity":[{"name":"Deputi Bidang Statistik Produksi","affiliation":"Badan Pusat Statistik"}],"production_statement":{"producers":[{"name":"Deputi Bidang Statistik Produksi","affiliation":"Badan Pusat Statistik","role":""}],"copyright":"Copyright \u00a9 2014, BPS Statistics Indonesia.  All rights reserved.","funding_agencies":[{"name":"Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara","abbreviation":"APBN","role":""}]},"distribution_statement":{"contact":[{"name":"1. Sub Direktorat Peternakan Penanggung Jawab Informasi Umum","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"2. Deputi Bidang Produksi Penanggung Jawab Masalah Teknis","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"3. Sub Direktorat Peternakan Penanggung Jawab Kuesioner","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"4. Direktur Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"5.  Sub Direktorat Peternakan Penanggung Jawab Prosedur lapangan","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"6. Direktur Sistem Informasi Statistik Penanggung Jawab Metode Pengolahan","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"7. Direktur Diseminasi Statistik Penanggung Jawab Diseminasi Data","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""}]},"series_statement":{"series_name":"Agricultural Census [ag\/census]","series_info":"Survei Rumah Tangga Usaha Peternakan merupakan rangkaian kegiatan ST2013-Subsektor yang dilakukan tahun 2014"},"version_statement":{"version":"Version 1"},"study_info":{"abstract":"Kegiatan Sensus Pertanian 2013 Lanjutan pada tahun 2014 adalah ST2013-Subsektor. Salah satu kegiatan ST2013-Subsektor adalah Survei Rumah Tangga Usaha Peternakan (ST2013 STU). \n\n Tujuan ST2013 STU adalah: \na. Mendapatkan data statistik yang akurat tentang subsektor peternakan berupa gambaran yang jelas tentang struktur ongkos usaha rumah tangga peternakan di Indonesia. \nb. Mendapatkan data mengenai pengusahaan peternakan. \nc. Mendapatkan data mengenai keadaan sosial ekonomi rumah tangga usaha peternakan. \n\nST2013 STU dilakukan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cakupan komoditas peternakan meliputi sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, babi, ayam kampung, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, itik, itik manila, dan kelinci.","coll_dates":[{"start":"2014-01","end":"2014-05-24","cycle":"2. Perencanaan\/persiapan"},{"start":"2014-05-26","end":"2014-07-07","cycle":"1. Pelaksanaan lapangan "},{"start":"2014-10","end":"2014-10-01","cycle":"3. Pengolahan"},{"start":"2014-10-31","end":"","cycle":"4. Penyajian "}],"nation":[{"name":"Indonesia","abbreviation":"IDN"}],"geog_coverage":"Seluruh Wilayah Indonesia","geog_unit":"Rancangan penyajian, sampai dengan tingkat: Provinsi atau Nasional","analysis_unit":"Unit analisis terkecil yang digunakan pada kegiatan ini adalah komoditas peternakan meliputi sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, babi, ayam kampung, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, itik, itik manila, dan kelinci.","data_kind":"Sample survey data [ssd]"},"method":{"data_collection":{"frequency":"Lainnya","sampling_procedure":"Jelaskan secara ringkas tentang desain sampling, yang meliputi:\n1. Desain sampling sensus STU 2014 yang dibahas pada buku pedoman Teknis terdiri dari kerangka sampel, stratifikasi blok sensus, alokasi sampel, prosedur penarikan sampel, Prosedur estimasi, dan nomer kode sampel.\n2. Jenis rancangan sampel pada kegiatan ini adalah probabilitas\n\n3. Metode sampling yang digunakan pada STU 2014 adalah two-stage stratified sampling design.Penarikan sampel blok sensus untuk setiap strata usaha jenis ternak di setiap kabupaaten\/kota dilakukan secara terpisah dengan prosedur sebagai berikut:\ni) Tahap pertama, dari kerangka sampel blok sensus, dipilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size sistematik dengan size jumlah rumah tangga usaha ternak.\nii) Tahap kedua, dari kerangka sampel rumah tangga dipilih sejumlah rumah tangga secara sistematik sampling dengan jenis usaha ternak utama, dan jumlah ternak yang diusahakan pada saat pencacahan dan menghasilkan selama setahun yang lalu hasil pendataan keterangan usaha komoditas pertanian terpilih (Daftar ST2013-UKPT Blok II Rincian 201.F1 Kolom (4) yang utama) sebagai implicit stratification.\n\n4. Sampling frame adalah Kerangka sampel yang digunakan ada 2 jenis, yaitu:\ni.  Kerangka sampel untuk pemilihan blok sensus, yaitu daftar blok sensus biasa dan blok sensus persiapan bermuatan cakupan ST 2013 yang distratifikasi menurut jenis ternak utama dan diurutkan menurut strata. Eligible blok sensus STU 2014 adalah blok sensus yang memiliki jumlah eligible rumah tangga usaha peternakan sebanyak 10 atau lebih.\nii.  Kerangka sampel untuk pemilihan sampel rumah tangga, yaitu daftar nama kepala rumah tangga usaha ternak di setiap blok sensus terpilih yang diurutkan menurut jenis ternak utama, dan jumlah ternak yang diusahakan pada saat pencacahan dan menghasilkan selama setahun yang lalu hasil pendataan keterangan usaha komoditas pertanian terpilih (Daftar ST2013-UKPT Blok II Rincian 201.F1 Kolom (4) yang utama). Eligible rumah tangga STU 2014 adalah rumah tangga yang memiliki jenis ternak terpilih yang diusahakan. Rumah tangga eligible usaha ayam pedaging adalah rumah tangga yang memiliki jumlah ternak ayam pedaging lebih dari 100 ekor. Sebagai implicit stratification rumah tangga, digunakan jumlah ternak sebagai pendekatan skala usaha.\n\n5. Alokasi sampel adalah \nJumlah sampel STU 2014 dirancang untuk estimasi tingkat provinsi. Alokasi sampel rumah tangga dan blok sensus menurut strata jenis usaha ternak utama dilakukan untuk setiap kabupaten. Metode alokasi sampel yang digunakan akan disesuaikan dengan distribusi jumlah rumah tangga per strata.\ni.  Alokasi sampel rumah tangga menurut kabupaten dilakukan dalam satu provinsi dilakukan untuk setiap jenis usaha dengan power allocation \nii.  Alokasi sampel rumah tangga menurut strata dalam satu kabupaten\niii. Jumlah sampel blok sensus menurut strata","coll_mode":"Face-to-face [f2f]","research_instrument":"Jenis dokumen yang digunakan :\n\n1) Sketsa Peta Blok Sensus ST2013-WB (Hasil Pemutakhiran Blok Sensus Terpilih) \n\nSketsa peta blok sensus untuk pelaksanaan pencacahan ST2013 STU oleh PCS adalah sketsa \npeta blok sensus hasil pemutakhiran blok sensus terpilih subsektor pada bulan April 2014 \n\n2) Daftar ST2013-STU.DSRT \n\nDaftar ini berisi sampel rumah tangga usaha peternakan terpilih dan keterangan hasil pencacahan. \n\n3) Daftar ST2013-STU.S \n\nDaftar ini digunakan untuk melakukan pencacahan rumah tangga usaha ternak terpilih yang tercantum dalam Daftar ST2013-STU.DSRT. \nSatu Daftar ST2013-STU.S digunakan untuk mencacah satu rumah tangga usaha peternakan terpilih. Data yang dicatat \ndalam daftar ST2013-STU.S adalah keterangan dari ternak terpilih yang dipelihara oleh rumah tangga, bukan dari satu orang peternak saja. \n\n4) Buku Pedoman Pencacah Survei Rumah Tangga Usaha Peternakan (ST2013-STU.PCS) \n\nBuku ini digunakan sebagai pedoman bagi pencacah dalam melakukan pencacahan survei rumah tangga usaha peternakan. \n\n5) Buku Pedoman Pengawas\/Pemeriksa Survei Rumah Tangga Usaha Peternakan (ST2013-STU.PMS) \n\nBuku ini digunakan sebagai pedoman bagi pengawas\/pemeriksa dalam melakukan pengawasan lapangan dan pemeriksaan dokumen ST2013-STU.S."}},"data_access":{"dataset_availability":{"access_place":"1. Subject matter : Sub Direktorat Statistik Peternakan","access_place_uri":""},"dataset_use":{"conf_dec":[{"txt":"Data identitas pribadi tidak diberikan kepada pengguna data.","required":"yes","form_no":"","uri":""}],"contact":[{"name":"Direktorat Diseminasi Statistik","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"bpshq@bps.go.id","uri":"www.bps.go.id"}],"cit_req":"Pengguna data harus menyebutkan hal berikut dalam studinya:\n1. Nama survei, yaitu: Livestock Household Survey 2014 \n2. Survei ID number, yaitu: 00-ST2013-STU2014-M1-ENG\n3. Produser data: Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat (Badan Pusat Statistik)","disclaimer":"Pengguna data mengakui bahwa BPS tidak bertanggung jawab atas penggunaan data atau interpretasi atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut."}}},"data_files":[{"file_id":"F1","file_name":"stu blok 4-7","description":"Kolom ini berisikan :\nBlok    I   : Pengenalan tempat\nBlok    IV : Keterangan Demografi peternak terpilih\nBlok    V  : Penguasaan dan penggunaan lahan pada 1 mei 2014\nBlok    VI : Penguasaan ternak dan sarana usaha ternak terpilih\nBlok   VII : Komposisi ternak dan keterangan usaha ternak terpilih","case_count":"0","var_count":"171","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F2","file_name":"stu_701a","description":"Kolom ini berisikan :\nBlok   I    : Pengenalan tempat\nBlok   VII : Komposisi ternak dan keterangan usaha ternak terpilih","case_count":"0","var_count":"18","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F3","file_name":"stu 702","description":"Kolom ini berisikan :\nBlok    I    : Pengenalan tempat\nBlok    VII : Komposisi ternak dan keterangan usaha ternak terpilih","case_count":"0","var_count":"15","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F4","file_name":"stu blok 8","description":"Kolom ini berisikan :\nBlok     I     : Pengenalan tempat\nBlok     VIII : Ongkos\/biaya produksi usaha peternak terpilih","case_count":"0","var_count":"169","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null},{"file_id":"F5","file_name":"stu blok 9-12","description":"Kolom ini berisikan :\nBlok      I     : Pengenalan tempat\nBlok      IX   : Produksi usaha ternak terpilih\nBlok      X    : Pemanfaatan produksi ternak terpilih\nBlok      XI   : Keterangan umum usaha ternak terpilih\nBlok      XII  : Keterangan bangunan dan fasilitas tempat tinggal rumah tangga pada saat pencacahan","case_count":"0","var_count":"166","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null}],"variables":[{"file_id":"F1","vid":"V1","name":"PROP","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"1","loc_end_pos":"2","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Propinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Propinsi :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"12","max":"12"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V2","name":"KAB","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"3","loc_end_pos":"4","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kabupaten","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kabupaten :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V3","name":"KEC","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"5","loc_end_pos":"7","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kecamatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kecamatan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V4","name":"ID_RUTA","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"8","loc_end_pos":"14","loc_width":"7","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Identitas Rumah Tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Identitas Rumah Tangga :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2076071","max":"2076158"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V5","name":"KODE","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"15","loc_end_pos":"18","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kode :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"4101","max":"4304"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V6","name":"NAMA","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"19","loc_end_pos":"30","loc_width":"12","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nama :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V7","name":"R401","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"31","loc_end_pos":"31","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Banyaknya anggota rumah tangga bulan mei","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya anggota rumah tangga pada 1 mei 2014 :.............Orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah anggota rumah tangga pada 1 Mei 2014 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nIsikan jumlah peternak yang mengusahakan ternak\nterpilih (untuk anggota rumah tangga yang berumur 1\n0 tahun atau lebih).\n\nApabila dalam 1 rumah tangga terdapat lebih dari 1 orang peternak (bukan buruh usaha peternakan atau pekerja keluarga), isikan nama peternak\nterpilih yang mengusahakan ternak dengan nilai produksi paling besar selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.\n\nIsikan nama peternak terpilih dalam rumah tangga tersebut.\n\nIsikan kode hubungan peternak terpilih yang namanya tercantum pada rincian 403 a. dengan kepala rumah tangga. Isiannya adalah salah satu kode 1 s.d 8.\n\nIsikan kode 1 jika peternak terpilih berjenis kelamin laki - laki dan kode 2 untuk perempuan.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nPenjelasan:\n1. Jika umur peternak terpilih 28 tahun 10 bulan, dicatat 28 tahun.\n2. Apabila responden tidak mengetahui umurnya dengan pasti, usahakan mendapatkan keterangan mengenai umur dengan jalan menghubungkan dengan kejadian penting baik bersifat nasional\nmaupun lokal\/daerah setempat, sehingga umurnya dapat diperkirakan lebih tepat.\n3. Umur hanya disediakan dua kotak, maka\njika umur responden 98 tahun atau lebih diisikan 98.\nIsikan kode ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki\npeternak terpilih (kode 1 s.d.8).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga biasa adalah : Seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik\/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.\n\nAnggota rumah tangga adalah : Semua orang yang bergabung dalam satu kesatuan rumah tangga, baik yang berada di rumah pada 1 Mei 2014 maupun sementara tidak ada. \n\nKode hubungan dengan kepala rumah tangga yaitu :\n\n1. Kepala rumah tangga adalah : Salah seorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari -\nhari rumah tangga tersebut atau yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala di dalam rumah tangga tersebut.\n\n2. Istri\/Suami dari kepala rumah tangga.\n\n3. Anak adalah : Anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat yang diangkat oleh kepala rumah tangga.\n\n4. Menantu adalah : Suami\/istri dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n5. Cucu adalah : Anak dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n\n6. Orang tua\/mertua adalah : Bapak\/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak\/ibu dari istri\/suami kepala rumah tangga.\n\n7. Famili lain adalah : Orang -orang yang ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau ada hubungan famili dengan istri\/suami kepala rumah tangga misalnya : adik, kakak, keponakan, bibi, paman, ipar, kakek, nenek,\ndan sebagainya.\n\n8. Lainnya adalah orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau istri\/suami kepala rumah tangga, seperti tamu, teman, orang yang mondok dengan makan (indekos) jumlahnya kurang dari 10 orang, dan sebagainya.\n\nIjazah\/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)\nadalah : Surat keterangan yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan formal tertentu, dan lulus ujian akhir.\n\nSekolah adalah  : Pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar, menengah,dan tinggi.\n\nTamat sekolah adalah : Yang dapat menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta\ndengan mendapatkan tanda tamat belajar\/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi, tetapi telah lulus ujian akhir,\ndianggap tamat sekolah.\n\n1. Tidak\/belum tamat SD adalah : Tidak\/belum tamat SD, yang masih duduk di bangku sekolah dasar.\n2. Tamat Sekolah Dasar (SD)\/Sederajat\nadalah :  tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Dasar, Sekolah Rakyat, Sekolah Luar Biasa Tingkat dasar, Sekolah Dasar kecil, Sekolah Dasar Pamong, Paket A 1 s.d A 100 (Yang memperoleh ijasah Persamaan SD) atau Madrasah Ibtidaiyah. \n\n3. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)\/Sederajat adalah :  Tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Pertama Umum,\nmisalnya: SMP, MULO, HBS 3 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah\nMenengah Tingkat Pertama Kejuruan misalnya: SKKP, SMEP, SPMP, ST, PGA 4 tahun, SGB, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan\nPerusahaan, Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.\n\n4. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)\/Sederajat adalah : tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Umum, misalnya: SMA\/SMU, SLTA, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Atas Kejuruan,\nmisalnya:\nSPMA\/SPP, SMKK\/SKKA, SMEA, STM, SPG, KPG, SGO\/SMOA, PGA 6 tahun, SNAKMA, SAA\/SMF, KPAA.\n\n5. Tamat D1\/D2 adalah : Mereka yang tamat program diploma 1 dan diploma 2 pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program\ndiploma.\n\n6. Tamat Akademi\/D3 adalah : Tamat Akademi\/D3 dan mempunyai ijazah atau telah mendapatkan gelar Sarjana Muda pada suatu fakultas.\nBagi fakultas yang tidak mengeluarkan gelar Sarjana Muda maka mahasiswa yang duduk di Tingkat 4 atau 5 tetap dimasukkan tamat Sekolah\nMenengah Tingkat Atas.\n\n7. Tamat S1\/D4 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan sarjana atau Diploma IV.\n\n8. Tamat S2\/S3 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan pasca sarjana, doktor, spesialis I\/II pada suatu universitas\/Institut\/Sekolah Tinggi.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"7"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V8","name":"R402","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"32","loc_end_pos":"32","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah peternak dari ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah peternak dari ternak terpilih (umur>10 tahun) :.........orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah anggota rumah tangga pada 1 Mei 2014 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nIsikan jumlah peternak yang mengusahakan ternak\nterpilih (untuk anggota rumah tangga yang berumur 1\n0 tahun atau lebih).\n\nApabila dalam 1 rumah tangga terdapat lebih dari 1 orang peternak (bukan buruh usaha peternakan atau pekerja keluarga), isikan nama peternak\nterpilih yang mengusahakan ternak dengan nilai produksi paling besar selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.\n\nIsikan nama peternak terpilih dalam rumah tangga tersebut.\n\nIsikan kode hubungan peternak terpilih yang namanya tercantum pada rincian 403 a. dengan kepala rumah tangga. Isiannya adalah salah satu kode 1 s.d 8.\n\nIsikan kode 1 jika peternak terpilih berjenis kelamin laki - laki dan kode 2 untuk perempuan.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nPenjelasan:\n1. Jika umur peternak terpilih 28 tahun 10 bulan, dicatat 28 tahun.\n2. Apabila responden tidak mengetahui umurnya dengan pasti, usahakan mendapatkan keterangan mengenai umur dengan jalan menghubungkan dengan kejadian penting baik bersifat nasional\nmaupun lokal\/daerah setempat, sehingga umurnya dapat diperkirakan lebih tepat.\n3. Umur hanya disediakan dua kotak, maka\njika umur responden 98 tahun atau lebih diisikan 98.\nIsikan kode ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki\npeternak terpilih (kode 1 s.d.8).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga biasa adalah : Seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik\/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.\n\nAnggota rumah tangga adalah : Semua orang yang bergabung dalam satu kesatuan rumah tangga, baik yang berada di rumah pada 1 Mei 2014 maupun sementara tidak ada. \n\nKode hubungan dengan kepala rumah tangga yaitu :\n\n1. Kepala rumah tangga adalah : Salah seorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari -\nhari rumah tangga tersebut atau yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala di dalam rumah tangga tersebut.\n\n2. Istri\/Suami dari kepala rumah tangga.\n\n3. Anak adalah : Anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat yang diangkat oleh kepala rumah tangga.\n\n4. Menantu adalah : Suami\/istri dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n5. Cucu adalah : Anak dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n\n6. Orang tua\/mertua adalah : Bapak\/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak\/ibu dari istri\/suami kepala rumah tangga.\n\n7. Famili lain adalah : Orang -orang yang ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau ada hubungan famili dengan istri\/suami kepala rumah tangga misalnya : adik, kakak, keponakan, bibi, paman, ipar, kakek, nenek,\ndan sebagainya.\n\n8. Lainnya adalah orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau istri\/suami kepala rumah tangga, seperti tamu, teman, orang yang mondok dengan makan (indekos) jumlahnya kurang dari 10 orang, dan sebagainya.\n\nIjazah\/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)\nadalah : Surat keterangan yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan formal tertentu, dan lulus ujian akhir.\n\nSekolah adalah  : Pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar, menengah,dan tinggi.\n\nTamat sekolah adalah : Yang dapat menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta\ndengan mendapatkan tanda tamat belajar\/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi, tetapi telah lulus ujian akhir,\ndianggap tamat sekolah.\n\n1. Tidak\/belum tamat SD adalah : Tidak\/belum tamat SD, yang masih duduk di bangku sekolah dasar.\n2. Tamat Sekolah Dasar (SD)\/Sederajat\nadalah :  tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Dasar, Sekolah Rakyat, Sekolah Luar Biasa Tingkat dasar, Sekolah Dasar kecil, Sekolah Dasar Pamong, Paket A 1 s.d A 100 (Yang memperoleh ijasah Persamaan SD) atau Madrasah Ibtidaiyah. \n\n3. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)\/Sederajat adalah :  Tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Pertama Umum,\nmisalnya: SMP, MULO, HBS 3 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah\nMenengah Tingkat Pertama Kejuruan misalnya: SKKP, SMEP, SPMP, ST, PGA 4 tahun, SGB, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan\nPerusahaan, Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.\n\n4. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)\/Sederajat adalah : tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Umum, misalnya: SMA\/SMU, SLTA, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Atas Kejuruan,\nmisalnya:\nSPMA\/SPP, SMKK\/SKKA, SMEA, STM, SPG, KPG, SGO\/SMOA, PGA 6 tahun, SNAKMA, SAA\/SMF, KPAA.\n\n5. Tamat D1\/D2 adalah : Mereka yang tamat program diploma 1 dan diploma 2 pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program\ndiploma.\n\n6. Tamat Akademi\/D3 adalah : Tamat Akademi\/D3 dan mempunyai ijazah atau telah mendapatkan gelar Sarjana Muda pada suatu fakultas.\nBagi fakultas yang tidak mengeluarkan gelar Sarjana Muda maka mahasiswa yang duduk di Tingkat 4 atau 5 tetap dimasukkan tamat Sekolah\nMenengah Tingkat Atas.\n\n7. Tamat S1\/D4 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan sarjana atau Diploma IV.\n\n8. Tamat S2\/S3 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan pasca sarjana, doktor, spesialis I\/II pada suatu universitas\/Institut\/Sekolah Tinggi.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V9","name":"R403B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"33","loc_end_pos":"33","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Hubungan dengan kepala rumah tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Hubungan ternak terpilih :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah anggota rumah tangga pada 1 Mei 2014 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nIsikan jumlah peternak yang mengusahakan ternak\nterpilih (untuk anggota rumah tangga yang berumur 1\n0 tahun atau lebih).\n\nApabila dalam 1 rumah tangga terdapat lebih dari 1 orang peternak (bukan buruh usaha peternakan atau pekerja keluarga), isikan nama peternak\nterpilih yang mengusahakan ternak dengan nilai produksi paling besar selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.\n\nIsikan nama peternak terpilih dalam rumah tangga tersebut.\n\nIsikan kode hubungan peternak terpilih yang namanya tercantum pada rincian 403 a. dengan kepala rumah tangga. Isiannya adalah salah satu kode 1 s.d 8.\n\nIsikan kode 1 jika peternak terpilih berjenis kelamin laki - laki dan kode 2 untuk perempuan.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nPenjelasan:\n1. Jika umur peternak terpilih 28 tahun 10 bulan, dicatat 28 tahun.\n2. Apabila responden tidak mengetahui umurnya dengan pasti, usahakan mendapatkan keterangan mengenai umur dengan jalan menghubungkan dengan kejadian penting baik bersifat nasional\nmaupun lokal\/daerah setempat, sehingga umurnya dapat diperkirakan lebih tepat.\n3. Umur hanya disediakan dua kotak, maka\njika umur responden 98 tahun atau lebih diisikan 98.\nIsikan kode ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki\npeternak terpilih (kode 1 s.d.8).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga biasa adalah : Seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik\/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.\n\nAnggota rumah tangga adalah : Semua orang yang bergabung dalam satu kesatuan rumah tangga, baik yang berada di rumah pada 1 Mei 2014 maupun sementara tidak ada. \n\nKode hubungan dengan kepala rumah tangga yaitu :\n\n1. Kepala rumah tangga adalah : Salah seorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari -\nhari rumah tangga tersebut atau yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala di dalam rumah tangga tersebut.\n\n2. Istri\/Suami dari kepala rumah tangga.\n\n3. Anak adalah : Anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat yang diangkat oleh kepala rumah tangga.\n\n4. Menantu adalah : Suami\/istri dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n5. Cucu adalah : Anak dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n\n6. Orang tua\/mertua adalah : Bapak\/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak\/ibu dari istri\/suami kepala rumah tangga.\n\n7. Famili lain adalah : Orang -orang yang ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau ada hubungan famili dengan istri\/suami kepala rumah tangga misalnya : adik, kakak, keponakan, bibi, paman, ipar, kakek, nenek,\ndan sebagainya.\n\n8. Lainnya adalah orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau istri\/suami kepala rumah tangga, seperti tamu, teman, orang yang mondok dengan makan (indekos) jumlahnya kurang dari 10 orang, dan sebagainya.\n\nIjazah\/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)\nadalah : Surat keterangan yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan formal tertentu, dan lulus ujian akhir.\n\nSekolah adalah  : Pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar, menengah,dan tinggi.\n\nTamat sekolah adalah : Yang dapat menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta\ndengan mendapatkan tanda tamat belajar\/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi, tetapi telah lulus ujian akhir,\ndianggap tamat sekolah.\n\n1. Tidak\/belum tamat SD adalah : Tidak\/belum tamat SD, yang masih duduk di bangku sekolah dasar.\n2. Tamat Sekolah Dasar (SD)\/Sederajat\nadalah :  tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Dasar, Sekolah Rakyat, Sekolah Luar Biasa Tingkat dasar, Sekolah Dasar kecil, Sekolah Dasar Pamong, Paket A 1 s.d A 100 (Yang memperoleh ijasah Persamaan SD) atau Madrasah Ibtidaiyah. \n\n3. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)\/Sederajat adalah :  Tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Pertama Umum,\nmisalnya: SMP, MULO, HBS 3 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah\nMenengah Tingkat Pertama Kejuruan misalnya: SKKP, SMEP, SPMP, ST, PGA 4 tahun, SGB, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan\nPerusahaan, Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.\n\n4. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)\/Sederajat adalah : tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Umum, misalnya: SMA\/SMU, SLTA, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Atas Kejuruan,\nmisalnya:\nSPMA\/SPP, SMKK\/SKKA, SMEA, STM, SPG, KPG, SGO\/SMOA, PGA 6 tahun, SNAKMA, SAA\/SMF, KPAA.\n\n5. Tamat D1\/D2 adalah : Mereka yang tamat program diploma 1 dan diploma 2 pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program\ndiploma.\n\n6. Tamat Akademi\/D3 adalah : Tamat Akademi\/D3 dan mempunyai ijazah atau telah mendapatkan gelar Sarjana Muda pada suatu fakultas.\nBagi fakultas yang tidak mengeluarkan gelar Sarjana Muda maka mahasiswa yang duduk di Tingkat 4 atau 5 tetap dimasukkan tamat Sekolah\nMenengah Tingkat Atas.\n\n7. Tamat S1\/D4 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan sarjana atau Diploma IV.\n\n8. Tamat S2\/S3 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan pasca sarjana, doktor, spesialis I\/II pada suatu universitas\/Institut\/Sekolah Tinggi.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Kepala Rumah Tangga","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Istri\/suami","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Anak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Menantu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Cucu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Orang tua\/mertua","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Famili","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V10","name":"R403C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"34","loc_end_pos":"34","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Jenis Kelamin","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Hubungan ternak terpilih :\nc. Jenis Kelamin :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah anggota rumah tangga pada 1 Mei 2014 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nIsikan jumlah peternak yang mengusahakan ternak\nterpilih (untuk anggota rumah tangga yang berumur 1\n0 tahun atau lebih).\n\nApabila dalam 1 rumah tangga terdapat lebih dari 1 orang peternak (bukan buruh usaha peternakan atau pekerja keluarga), isikan nama peternak\nterpilih yang mengusahakan ternak dengan nilai produksi paling besar selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.\n\nIsikan nama peternak terpilih dalam rumah tangga tersebut.\n\nIsikan kode hubungan peternak terpilih yang namanya tercantum pada rincian 403 a. dengan kepala rumah tangga. Isiannya adalah salah satu kode 1 s.d 8.\n\nIsikan kode 1 jika peternak terpilih berjenis kelamin laki - laki dan kode 2 untuk perempuan.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nPenjelasan:\n1. Jika umur peternak terpilih 28 tahun 10 bulan, dicatat 28 tahun.\n2. Apabila responden tidak mengetahui umurnya dengan pasti, usahakan mendapatkan keterangan mengenai umur dengan jalan menghubungkan dengan kejadian penting baik bersifat nasional\nmaupun lokal\/daerah setempat, sehingga umurnya dapat diperkirakan lebih tepat.\n3. Umur hanya disediakan dua kotak, maka\njika umur responden 98 tahun atau lebih diisikan 98.\nIsikan kode ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki\npeternak terpilih (kode 1 s.d.8).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga biasa adalah : Seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik\/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.\n\nAnggota rumah tangga adalah : Semua orang yang bergabung dalam satu kesatuan rumah tangga, baik yang berada di rumah pada 1 Mei 2014 maupun sementara tidak ada. \n\nKode hubungan dengan kepala rumah tangga yaitu :\n\n1. Kepala rumah tangga adalah : Salah seorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari -\nhari rumah tangga tersebut atau yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala di dalam rumah tangga tersebut.\n\n2. Istri\/Suami dari kepala rumah tangga.\n\n3. Anak adalah : Anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat yang diangkat oleh kepala rumah tangga.\n\n4. Menantu adalah : Suami\/istri dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n5. Cucu adalah : Anak dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n\n6. Orang tua\/mertua adalah : Bapak\/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak\/ibu dari istri\/suami kepala rumah tangga.\n\n7. Famili lain adalah : Orang -orang yang ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau ada hubungan famili dengan istri\/suami kepala rumah tangga misalnya : adik, kakak, keponakan, bibi, paman, ipar, kakek, nenek,\ndan sebagainya.\n\n8. Lainnya adalah orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau istri\/suami kepala rumah tangga, seperti tamu, teman, orang yang mondok dengan makan (indekos) jumlahnya kurang dari 10 orang, dan sebagainya.\n\nIjazah\/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)\nadalah : Surat keterangan yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan formal tertentu, dan lulus ujian akhir.\n\nSekolah adalah  : Pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar, menengah,dan tinggi.\n\nTamat sekolah adalah : Yang dapat menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta\ndengan mendapatkan tanda tamat belajar\/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi, tetapi telah lulus ujian akhir,\ndianggap tamat sekolah.\n\n1. Tidak\/belum tamat SD adalah : Tidak\/belum tamat SD, yang masih duduk di bangku sekolah dasar.\n2. Tamat Sekolah Dasar (SD)\/Sederajat\nadalah :  tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Dasar, Sekolah Rakyat, Sekolah Luar Biasa Tingkat dasar, Sekolah Dasar kecil, Sekolah Dasar Pamong, Paket A 1 s.d A 100 (Yang memperoleh ijasah Persamaan SD) atau Madrasah Ibtidaiyah. \n\n3. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)\/Sederajat adalah :  Tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Pertama Umum,\nmisalnya: SMP, MULO, HBS 3 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah\nMenengah Tingkat Pertama Kejuruan misalnya: SKKP, SMEP, SPMP, ST, PGA 4 tahun, SGB, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan\nPerusahaan, Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.\n\n4. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)\/Sederajat adalah : tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Umum, misalnya: SMA\/SMU, SLTA, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Atas Kejuruan,\nmisalnya:\nSPMA\/SPP, SMKK\/SKKA, SMEA, STM, SPG, KPG, SGO\/SMOA, PGA 6 tahun, SNAKMA, SAA\/SMF, KPAA.\n\n5. Tamat D1\/D2 adalah : Mereka yang tamat program diploma 1 dan diploma 2 pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program\ndiploma.\n\n6. Tamat Akademi\/D3 adalah : Tamat Akademi\/D3 dan mempunyai ijazah atau telah mendapatkan gelar Sarjana Muda pada suatu fakultas.\nBagi fakultas yang tidak mengeluarkan gelar Sarjana Muda maka mahasiswa yang duduk di Tingkat 4 atau 5 tetap dimasukkan tamat Sekolah\nMenengah Tingkat Atas.\n\n7. Tamat S1\/D4 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan sarjana atau Diploma IV.\n\n8. Tamat S2\/S3 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan pasca sarjana, doktor, spesialis I\/II pada suatu universitas\/Institut\/Sekolah Tinggi.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Laki-laki","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Perempuan","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V11","name":"R403D","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"35","loc_end_pos":"36","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Umur","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Hubungan ternak terpilih :\nd. Umur :........ Tahun","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah anggota rumah tangga pada 1 Mei 2014 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nIsikan jumlah peternak yang mengusahakan ternak\nterpilih (untuk anggota rumah tangga yang berumur 1\n0 tahun atau lebih).\n\nApabila dalam 1 rumah tangga terdapat lebih dari 1 orang peternak (bukan buruh usaha peternakan atau pekerja keluarga), isikan nama peternak\nterpilih yang mengusahakan ternak dengan nilai produksi paling besar selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.\n\nIsikan nama peternak terpilih dalam rumah tangga tersebut.\n\nIsikan kode hubungan peternak terpilih yang namanya tercantum pada rincian 403 a. dengan kepala rumah tangga. Isiannya adalah salah satu kode 1 s.d 8.\n\nIsikan kode 1 jika peternak terpilih berjenis kelamin laki - laki dan kode 2 untuk perempuan.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nPenjelasan:\n1. Jika umur peternak terpilih 28 tahun 10 bulan, dicatat 28 tahun.\n2. Apabila responden tidak mengetahui umurnya dengan pasti, usahakan mendapatkan keterangan mengenai umur dengan jalan menghubungkan dengan kejadian penting baik bersifat nasional\nmaupun lokal\/daerah setempat, sehingga umurnya dapat diperkirakan lebih tepat.\n3. Umur hanya disediakan dua kotak, maka\njika umur responden 98 tahun atau lebih diisikan 98.\nIsikan kode ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki\npeternak terpilih (kode 1 s.d.8).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga biasa adalah : Seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik\/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.\n\nAnggota rumah tangga adalah : Semua orang yang bergabung dalam satu kesatuan rumah tangga, baik yang berada di rumah pada 1 Mei 2014 maupun sementara tidak ada. \n\nKode hubungan dengan kepala rumah tangga yaitu :\n\n1. Kepala rumah tangga adalah : Salah seorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari -\nhari rumah tangga tersebut atau yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala di dalam rumah tangga tersebut.\n\n2. Istri\/Suami dari kepala rumah tangga.\n\n3. Anak adalah : Anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat yang diangkat oleh kepala rumah tangga.\n\n4. Menantu adalah : Suami\/istri dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n5. Cucu adalah : Anak dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n\n6. Orang tua\/mertua adalah : Bapak\/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak\/ibu dari istri\/suami kepala rumah tangga.\n\n7. Famili lain adalah : Orang -orang yang ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau ada hubungan famili dengan istri\/suami kepala rumah tangga misalnya : adik, kakak, keponakan, bibi, paman, ipar, kakek, nenek,\ndan sebagainya.\n\n8. Lainnya adalah orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau istri\/suami kepala rumah tangga, seperti tamu, teman, orang yang mondok dengan makan (indekos) jumlahnya kurang dari 10 orang, dan sebagainya.\n\nIjazah\/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)\nadalah : Surat keterangan yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan formal tertentu, dan lulus ujian akhir.\n\nSekolah adalah  : Pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar, menengah,dan tinggi.\n\nTamat sekolah adalah : Yang dapat menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta\ndengan mendapatkan tanda tamat belajar\/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi, tetapi telah lulus ujian akhir,\ndianggap tamat sekolah.\n\n1. Tidak\/belum tamat SD adalah : Tidak\/belum tamat SD, yang masih duduk di bangku sekolah dasar.\n2. Tamat Sekolah Dasar (SD)\/Sederajat\nadalah :  tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Dasar, Sekolah Rakyat, Sekolah Luar Biasa Tingkat dasar, Sekolah Dasar kecil, Sekolah Dasar Pamong, Paket A 1 s.d A 100 (Yang memperoleh ijasah Persamaan SD) atau Madrasah Ibtidaiyah. \n\n3. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)\/Sederajat adalah :  Tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Pertama Umum,\nmisalnya: SMP, MULO, HBS 3 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah\nMenengah Tingkat Pertama Kejuruan misalnya: SKKP, SMEP, SPMP, ST, PGA 4 tahun, SGB, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan\nPerusahaan, Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.\n\n4. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)\/Sederajat adalah : tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Umum, misalnya: SMA\/SMU, SLTA, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Atas Kejuruan,\nmisalnya:\nSPMA\/SPP, SMKK\/SKKA, SMEA, STM, SPG, KPG, SGO\/SMOA, PGA 6 tahun, SNAKMA, SAA\/SMF, KPAA.\n\n5. Tamat D1\/D2 adalah : Mereka yang tamat program diploma 1 dan diploma 2 pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program\ndiploma.\n\n6. Tamat Akademi\/D3 adalah : Tamat Akademi\/D3 dan mempunyai ijazah atau telah mendapatkan gelar Sarjana Muda pada suatu fakultas.\nBagi fakultas yang tidak mengeluarkan gelar Sarjana Muda maka mahasiswa yang duduk di Tingkat 4 atau 5 tetap dimasukkan tamat Sekolah\nMenengah Tingkat Atas.\n\n7. Tamat S1\/D4 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan sarjana atau Diploma IV.\n\n8. Tamat S2\/S3 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan pasca sarjana, doktor, spesialis I\/II pada suatu universitas\/Institut\/Sekolah Tinggi.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"27","max":"58"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V12","name":"R403E","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"37","loc_end_pos":"37","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"e. Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Hubungan ternak terpilih :\ne. Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah anggota rumah tangga pada 1 Mei 2014 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nIsikan jumlah peternak yang mengusahakan ternak\nterpilih (untuk anggota rumah tangga yang berumur 1\n0 tahun atau lebih).\n\nApabila dalam 1 rumah tangga terdapat lebih dari 1 orang peternak (bukan buruh usaha peternakan atau pekerja keluarga), isikan nama peternak\nterpilih yang mengusahakan ternak dengan nilai produksi paling besar selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.\n\nIsikan nama peternak terpilih dalam rumah tangga tersebut.\n\nIsikan kode hubungan peternak terpilih yang namanya tercantum pada rincian 403 a. dengan kepala rumah tangga. Isiannya adalah salah satu kode 1 s.d 8.\n\nIsikan kode 1 jika peternak terpilih berjenis kelamin laki - laki dan kode 2 untuk perempuan.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nIsikan umur peternak terpilih. Umur dihitung sampai dengan ulang tahun terakhir. Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi.\n\nPenjelasan:\n1. Jika umur peternak terpilih 28 tahun 10 bulan, dicatat 28 tahun.\n2. Apabila responden tidak mengetahui umurnya dengan pasti, usahakan mendapatkan keterangan mengenai umur dengan jalan menghubungkan dengan kejadian penting baik bersifat nasional\nmaupun lokal\/daerah setempat, sehingga umurnya dapat diperkirakan lebih tepat.\n3. Umur hanya disediakan dua kotak, maka\njika umur responden 98 tahun atau lebih diisikan 98.\nIsikan kode ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki\npeternak terpilih (kode 1 s.d.8).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga biasa adalah : Seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik\/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.\n\nAnggota rumah tangga adalah : Semua orang yang bergabung dalam satu kesatuan rumah tangga, baik yang berada di rumah pada 1 Mei 2014 maupun sementara tidak ada. \n\nKode hubungan dengan kepala rumah tangga yaitu :\n\n1. Kepala rumah tangga adalah : Salah seorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari -\nhari rumah tangga tersebut atau yang dianggap\/ditunjuk sebagai kepala di dalam rumah tangga tersebut.\n\n2. Istri\/Suami dari kepala rumah tangga.\n\n3. Anak adalah : Anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat yang diangkat oleh kepala rumah tangga.\n\n4. Menantu adalah : Suami\/istri dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n5. Cucu adalah : Anak dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat.\n\n6. Orang tua\/mertua adalah : Bapak\/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak\/ibu dari istri\/suami kepala rumah tangga.\n\n7. Famili lain adalah : Orang -orang yang ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau ada hubungan famili dengan istri\/suami kepala rumah tangga misalnya : adik, kakak, keponakan, bibi, paman, ipar, kakek, nenek,\ndan sebagainya.\n\n8. Lainnya adalah orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau istri\/suami kepala rumah tangga, seperti tamu, teman, orang yang mondok dengan makan (indekos) jumlahnya kurang dari 10 orang, dan sebagainya.\n\nIjazah\/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)\nadalah : Surat keterangan yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan formal tertentu, dan lulus ujian akhir.\n\nSekolah adalah  : Pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar, menengah,dan tinggi.\n\nTamat sekolah adalah : Yang dapat menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta\ndengan mendapatkan tanda tamat belajar\/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi, tetapi telah lulus ujian akhir,\ndianggap tamat sekolah.\n\n1. Tidak\/belum tamat SD adalah : Tidak\/belum tamat SD, yang masih duduk di bangku sekolah dasar.\n2. Tamat Sekolah Dasar (SD)\/Sederajat\nadalah :  tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Dasar, Sekolah Rakyat, Sekolah Luar Biasa Tingkat dasar, Sekolah Dasar kecil, Sekolah Dasar Pamong, Paket A 1 s.d A 100 (Yang memperoleh ijasah Persamaan SD) atau Madrasah Ibtidaiyah. \n\n3. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)\/Sederajat adalah :  Tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Pertama Umum,\nmisalnya: SMP, MULO, HBS 3 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah\nMenengah Tingkat Pertama Kejuruan misalnya: SKKP, SMEP, SPMP, ST, PGA 4 tahun, SGB, Kursus Pegawai Administrasi, Kursus Karyawan\nPerusahaan, Pendidikan Pegawai Urusan Peradilan Agama.\n\n4. Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)\/Sederajat adalah : tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Umum, misalnya: SMA\/SMU, SLTA, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, atau tamat dan mempunyai ijazah Sekolah Menengah Tingkat Atas Kejuruan,\nmisalnya:\nSPMA\/SPP, SMKK\/SKKA, SMEA, STM, SPG, KPG, SGO\/SMOA, PGA 6 tahun, SNAKMA, SAA\/SMF, KPAA.\n\n5. Tamat D1\/D2 adalah : Mereka yang tamat program diploma 1 dan diploma 2 pada suatu pendidikan yang khusus diberikan untuk program\ndiploma.\n\n6. Tamat Akademi\/D3 adalah : Tamat Akademi\/D3 dan mempunyai ijazah atau telah mendapatkan gelar Sarjana Muda pada suatu fakultas.\nBagi fakultas yang tidak mengeluarkan gelar Sarjana Muda maka mahasiswa yang duduk di Tingkat 4 atau 5 tetap dimasukkan tamat Sekolah\nMenengah Tingkat Atas.\n\n7. Tamat S1\/D4 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan sarjana atau Diploma IV.\n\n8. Tamat S2\/S3 adalah : Tamat dan mempunyai ija\nzah program pendidikan pasca sarjana, doktor, spesialis I\/II pada suatu universitas\/Institut\/Sekolah Tinggi.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tidak\/belum tamat SD","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tamat SD\/sederajat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Tamat SLTP\/sederajat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tamat SLTA\/sederajat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Tamat D1\/D2","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tamat Akademi\/D3","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Tamat D4\/S1","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Tamat S2\/S3","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V13","name":"R501A_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"38","loc_end_pos":"41","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan pertanian milik sendiri untuk peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"2400"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V14","name":"R501A_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"42","loc_end_pos":"46","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan pertanian milik sendiri bukan peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\na. Lahan pertanian milik sendiri bukan peternakan :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1200","max":"50000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V15","name":"R501A_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"47","loc_end_pos":"51","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan bukan pertanian milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\na. Lahan bukan pertanian milik sendiri :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"24","max":"40070"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V16","name":"R501A_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"52","loc_end_pos":"56","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah kolom(2+3+4)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\na. Jumlah kolom(2+3+4) :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"25","max":"53070"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V17","name":"R501B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"57","loc_end_pos":"58","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan pertanian berasal dari pihak lain untuk peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nb. Lahan pertanian berasal dari pihak lain untuk peternakan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"20","max":"40"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V18","name":"R501B_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"59","loc_end_pos":"63","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan pertanian berasal dari pihak lain bukan peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nb. Lahan pertanian berasal dari pihak lain bukan peternakan :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"800","max":"29600"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V19","name":"R501B_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"64","loc_end_pos":"66","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan bukan pertanian berasal dari pihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nb. Lahan bukan pertanian berasal dari pihak lain :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"28","max":"200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V20","name":"R501B_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"67","loc_end_pos":"71","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah kolom(2+3+4)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nb. Jumlah kolom(2+3+4) :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"40","max":"29600"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V21","name":"R501C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"72","loc_end_pos":"72","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan pertanian berada di pihak lain untuk peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nc. Lahan pertanian berada di pihak lain untuk peternakan :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V22","name":"R501C_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"73","loc_end_pos":"76","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan pertanian berada di pihak lain bukan peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nc. Lahan pertanian berada di pihak lain bukan peternakan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1200","max":"2000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V23","name":"R501C_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"77","loc_end_pos":"77","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan bukan pertanian berada di pihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nc. Lahan bukan pertanian berada di pihak lain :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V24","name":"R501C_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"78","loc_end_pos":"81","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah kolom(2+3+4)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nc. Jumlah kolom(2+3+4) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1200","max":"2000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V25","name":"R501D_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"82","loc_end_pos":"85","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan pertanian lahan yang di kuasai untuk peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nd. Lahan pertanian lahan yang di kuasai (a+b-c) untuk peternakan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"2400"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V26","name":"R501D_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"86","loc_end_pos":"90","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan pertanian lahan yang dikuasai bukan peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nd. Lahan pertanian lahan yang dikuasai (a+b-c)  bukan peternakan  :..................","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"800","max":"50000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V27","name":"R501D_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"91","loc_end_pos":"95","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lahan bukan pertanian lahan yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nd. Lahan bukan pertanian lahan yang dikuasai (a+b-c) :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"24","max":"40070"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V28","name":"R501D_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"96","loc_end_pos":"100","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah kolom(2+3+4)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penguasaan dan Penggunaan lahan (m2)\nd. Jumlah kolom(2+3+4) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"840","max":"58870"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V29","name":"R502A_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"101","loc_end_pos":"102","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) kandang dalam kabupaten\/kota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\na. Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) kandang dalam kabupaten\/kota :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"72"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V30","name":"R502A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"103","loc_end_pos":"103","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) kandang luar kabupaten\/kota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\na.  Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) kandang luar kabupaten\/kota :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V31","name":"R502A_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"104","loc_end_pos":"104","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) kandang luar Provinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\na. Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) kandang luar Provinsi :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V32","name":"R502B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"105","loc_end_pos":"105","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi penanaman pakan ternak dalam kabupaten\/kota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nb. Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) penanaman pakan ternak (rumput, jagung dll) dalam kabupaten\/kota :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V33","name":"R502B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"106","loc_end_pos":"106","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) penanaman pakan ternak luar kabupaten\/kota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nb. Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) penanaman pakan ternak (rumput, jagung, dll) luar kabupaten\/kota :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V34","name":"R502B_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"107","loc_end_pos":"107","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi penanaman pakan ternak luar provinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nb. Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) penanaman pakan ternak (rumput, jagung, dll) luar provinsi :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V35","name":"R502C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"108","loc_end_pos":"108","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi lainnya dalam kabupaten\/kota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nc. Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) lainnya (pengembalaan, kubangan, gudang pakan dll)  dalam kabupaten\/kota :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V36","name":"R502C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"109","loc_end_pos":"109","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi lainnya luar kabupaten\/kota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nc. Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) lainnya ( pengembalaan, kubangan, gudang, pakan dll) luar kabupaten\/kota :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V37","name":"R502C_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"110","loc_end_pos":"110","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas penggunaan lahan dan lokasi lainnya luar provinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nc. Luas penggunaan lahan dan lokasi (m2) lainnya ( pengembalaan, kubangan, gudang, pakan dll) luar provinsi :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V38","name":"R502D_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"111","loc_end_pos":"112","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah (a+b+c) dalam kabupaten\/ kota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nd. Jumlah (a+b+c) dalam kabupaten\/ kota :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"72"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V39","name":"R502D_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"113","loc_end_pos":"113","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah (a+b+c) luar kabupaten\/ kota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nd. Jumlah (a+b+c) luar kabupaten \/kota :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V40","name":"R502D_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"114","loc_end_pos":"114","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah (a+b+c) luar provinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 501.d kolom(2) terisi, luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih :\nd. Jumlah (a+b+c) luar provinsi :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk memperoleh keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga usaha peternakan pada 1 Mei 2014.\nLuas dituliskan dalam m2 bilangan bulat.\n\nTanyakan luas lahan yang dimiliki dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2), luas lahan pertanian\nyang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3) , luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nTanyakan luas lahan yang berasal dari pihak lain dan isikan luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan pada kolom (2),\nluas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan pada kolom (3), luas lahan bukan pertanian pada kolom (4), dan jumlah kolom\n(2+3+4) pada kolom (5).\n\nIsikan luas lahan yang benar-benar dikuasai\npada 1 Mei 2014 di kotak yang disediakan, luas lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan\npeternakan pada kolom (2) , luas lahan pertanian yang digunakan bukan untuk kegiatan peternakan\npada kolom (3), luas lahan bukan pertanian\npada kolom (4) , dan jumlah kolom (2+3+4)\npada kolom (5).\n\nDari lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan peternakan yang dikuasai oleh rumah tangga (rincian 501.d kolom (2)) , isikan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak terpilih.\n\nIsikan luas kandang yang digunakan untuk mengusahakan ternak terpilih. Kandang yang berada dalam kab\/kota isikan di kolom (2), yang\nberada di luar kabupaten \/kota tapi masih dalam satu provinsi isikan pada kolom (3), dan kandang yang berada di luar provinsi pada kolom (4).\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk penanaman pakan ternak sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke dalam kotak yang disediakan.\nContoh: luas kebun rumput, luas lahan tanaman jagung yang digunakan khusus untuk pakan ternak.\n\nTanyakan luas lahan yang digunakan untuk usaha ternak selain untuk kandang dan penanaman pakan sesuai dengan lokasi lahan dan isikan ke\ndalam kotak yang disediakan.\nMisalnya: lahan untuk penggembalaan,kubangan, tempat pembuangan kotoran, lahan untuk gudang pakan atau yang lainnya.\n\nIsikan rincian 502.d untuk masing-masing lokasi lahan dengan rumus:\nR502.d = R502.a + R502.b + R502.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lahan milik sendiri adalah : lahan yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga.\nLahan milik sendiri tersebut dapat berasal dari pembelian, warisan , atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri. \n\nLahan milik sendiri dapat berasal dari:\n1. Lahan yang dibeli baik kontan maupun angsuran.\n2.  Lahan warisan yaitu lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.\n3. Lahan yang diperoleh secara hibah.\n4. Lahan yang dimiliki berdasarkan: land reform , permohonan biasa, pembagian lahan transmigrasi, pembagian lahan dari pembabatan hutan, hukum adat, atau penyerahan dari program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).\n\nLuas lahan yang berasal dari pihak lain\nadalah : Lahan yang diperoleh\nanggota rumah tangga dari pihak lain baik yang di sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, bebas sewa, serobotan , dan lahan garapan lainnya.\nLahan sewa adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang.\nDalam sewa menyewa pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos - ongkos produksi maupun\nrisiko dari penggarapan lainnya.\n\nLahan bagi hasil\/sakap adalah : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa berdasarkan hasil panen\/produksi dan dibayarkan setelah\npanen. Besarnya bagian yang akan diserahkan pada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi.\nIstilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain: maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi .\n\nLahan gadai adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahan. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya.\n\nLahan bengkok\/lahan pelungguh adalah : Lahan milik desa \/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.\n\nLahan bebas sewa adalah : Lahan yang didapatkan dengan tanpa membeli atau membayar sewa, dan bukan merupakan lahan milik, tetapi hanya diizinkan memakai dengan bebas sewa. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, yang meliputi peternakan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, budidaya perikanan, perburuan, kehutanan, dan penangkaran satwa liar.\n\nLahan peternakan adalah : Lahan yang digunakan untuk kegiatan\/usaha pemeliharaan ternak. Contoh lahan peternakan: lahan untuk kandang, lahan untuk penanaman pakan ternak, kubangan, gudang pakan, dll.\n\nLahan Bukan untuk Pertanian, meliputi :\n- Lahan untuk bangunan dan halaman sekitar\nadalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa\nmemperhatikan ditanami atau tidak.\nJika lahan disekitar rumah tersebut tidak jelas batas.\n- batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun.\n- Lainnya, lahan lainnya adalah : Lahan tandus, berpasir, terjal dan lahan berkapur, termasuk lahan pertanian yang digunakan untuk pembuatan\ngenteng, batu bata, dan sebagainya serta lahan untuk usaha non pertanian.\nLahan tersebut dapat berasal dari lahan sawah, huma, ladang\/tegal\/kebun, kolam\/lebak\/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan\/padang rumput.\n\nKandang adalah : Bangunan yang terdiri dari\natap, tiang,dan dinding\/pembatas, digunakan untuk ternak, baik permanen maupun tidak\npermanen.\nPenjelasan:\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang hanya terdiri dari tiang-tiang dan atap adalah kandang.\n- Bangunan yang digunakan untuk ternak yang ha\nnya dikelilingi pagar\/dinding dan tidak beratap, walaupun dinding hanya setengah dari tinggi bangunan dapat disebut sebagai kandang.\n-Tempat makan ternak yang menyatu dengan kandang juga merupakan bagian dari kandang.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V41","name":"R601A_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"115","loc_end_pos":"116","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Jumlah Milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status ternak pada 1 mei 2014 (ekor) :\na. Jumlah Milik sendiri (termasuk ternak yang berada dipihak lain) :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"50"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V42","name":"R601B1_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"117","loc_end_pos":"117","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b.1. Jumlah bantuan pemerintah","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status ternak pada 1 mei 2014 (ekor) :\nb. Berasal dari pihak lain : 1. Jumlah bantuan pemerintah :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V43","name":"R601B2_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"118","loc_end_pos":"119","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b.2. Jumlah bantuan swasta","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status ternak pada 1 mei 2014 (ekor) :\nb. Berasal dari pihak lain : 2. Jumlah bantuan swasta :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"35","max":"35"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V44","name":"R601B3_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"120","loc_end_pos":"120","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b.3. Bagi hasil","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status ternak pada 1 mei 2014 (ekor) :\nb. Berasal dari pihak lain : 3. Bagi hasil :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"4","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V45","name":"R601B4_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"121","loc_end_pos":"121","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b.4. Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status ternak pada 1 mei 2014 (ekor) :\nb. Berasal dari pihak lain : 4. Lainnya :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V46","name":"R601C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"122","loc_end_pos":"122","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Berada dipihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status ternak pada 1 mei 2014 (ekor) :\nc. Berada dipihak lain ( dibagi hasilkan, disewakan, dititipkan, dll ) :.................","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V47","name":"R601D_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"123","loc_end_pos":"124","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Dikuasai (a+b.1+b.2+b.3+b.4-c)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status ternak pada 1 mei 2014 (ekor) :\nd. Dikuasai (a+b.1+b.2+b.3+b.4-c) :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"70"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V48","name":"R602A_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"125","loc_end_pos":"125","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. kandang yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\na. Kandang yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V49","name":"R602A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"126","loc_end_pos":"126","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. kandang yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\na. Kandang yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa kontrak :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V50","name":"R602A_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"127","loc_end_pos":"127","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. kandang yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\na. Kandang yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V51","name":"R602A_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"128","loc_end_pos":"128","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. kandang yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\na. Kandang yang dikuasai pada 1 mei 2014 :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V52","name":"R602B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"129","loc_end_pos":"129","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Alat pemerah susu yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nb. Alat pemerah susu yang digunakan selama mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V53","name":"R602B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"130","loc_end_pos":"130","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Alat pemerah susu yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nb. Alat pemerah susu yang digunakan selama mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V54","name":"R602B_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"131","loc_end_pos":"131","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Alat pemerah susu yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nb. Alat pemerah susu yang digunakan selama mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V55","name":"R602B_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"132","loc_end_pos":"132","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Alat pemerah susu yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nb. Alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 mei 2014 :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V56","name":"R602C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"133","loc_end_pos":"133","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Penampung susu yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nc. Penampung susu (milk can) yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V57","name":"R602C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"134","loc_end_pos":"134","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Penampung susu yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nc. Penampung susu (milk can) yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa kontrak :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V58","name":"R602C_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"135","loc_end_pos":"135","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Penampung susu yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nc. Penampung susu (milk can) yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya:..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V59","name":"R602C_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"136","loc_end_pos":"136","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Penampung susu yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nc. Penampung susu (milk can) yang dikuasai pada 1 mei 2014 :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V60","name":"R602D_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"137","loc_end_pos":"137","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Mesin penetes telur yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nd. Penetas telur yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V61","name":"R602D_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"138","loc_end_pos":"138","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Mesin penetes telur yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nc. Penetes telur yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V62","name":"R602D_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"139","loc_end_pos":"139","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Mesin penetes telur yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nc. Mesin penetas telur yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V63","name":"R602D_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"140","loc_end_pos":"140","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Mesin penetas telur yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nd. Mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 mei 2014 :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V64","name":"R602E_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"141","loc_end_pos":"141","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"e. Tempat makan unggas yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ne. Tempat makan unggas yang digunakan selama1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V65","name":"R602E_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"142","loc_end_pos":"142","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"e. Tempat makan unggas yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ne. Tempat makan unggas yang digunakan selama1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V66","name":"R602E_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"143","loc_end_pos":"143","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"e. Tempat makan unggas yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ne. Tempat makan unggas yang digunakan selama1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V67","name":"R602E_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"144","loc_end_pos":"144","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"e. Tempat makan unggas yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ne. Tempat makan unggas yang dikuasai pada1 mei 2014 :................","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V68","name":"R602F_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"145","loc_end_pos":"145","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Tempat minum unggas yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nf. Tempat minum unggas yang digunakan selama1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V69","name":"R602F_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"146","loc_end_pos":"146","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Tempat minum unggas yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa \/kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nf. Tempat minum unggas yang digunakan selama1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V70","name":"R602F_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"147","loc_end_pos":"147","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Tempat minum unggas yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nf. Tempat minum unggas yang digunakan selama1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V71","name":"R602F_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"148","loc_end_pos":"148","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Tempat minum unggas yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nf. Tempat minum unggas yang dikuasai 1 mei 2014 :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V72","name":"R602G_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"149","loc_end_pos":"149","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"g. Mesin giling pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ng. Mesin giling pakan (hammer mill) yang digunakan 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V73","name":"R602G_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"150","loc_end_pos":"150","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"g. Mesin giling pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa \/kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ng. Mesin giling pakan (hammer mill) yang digunakan 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V74","name":"R602G_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"151","loc_end_pos":"151","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"g. Mesin giling pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ng. Mesin giling pakan (hammer mill) yang digunakan 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 Lainnya :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V75","name":"R602G_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"152","loc_end_pos":"152","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"g. Mesin giling pakan yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ng. Mesin giling pakan (hammer mill) yang dikuasai 1 mei 2014 :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V76","name":"R602H_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"153","loc_end_pos":"153","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"h. Mesin pencampur pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nh. Mesin pencampur pakan (mixer) yang digunakan mei 2013 s.d april 2014 milik sendiri :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V77","name":"R602H_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"154","loc_end_pos":"154","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"h. Mesin pencampur pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nh. Mesin pencampur pakan (mixer) yang digunakan mei 2013 s.d april 2014 sewa\/kontrak :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V78","name":"R602H_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"155","loc_end_pos":"155","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"h. Mesin pencampur pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nh. Mesin pencampur pakan (mixer) yang digunakan mei 2013 s.d april 2014 lainnya :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V79","name":"R602H_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"156","loc_end_pos":"156","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"h. Mesin pencampur pakan yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nh. Mesin pencampur pakan (mixer) yang dikuasai pada 1 mei 2014 :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V80","name":"R602I_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"157","loc_end_pos":"157","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"i. Mesin pembuat pelet yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ni. Mesin pembuat pelet yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V81","name":"R602I_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"158","loc_end_pos":"158","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"i. Mesin pembuat pelet yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ni. Mesin pembuat pelet yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V82","name":"R602I_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"159","loc_end_pos":"159","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"i. Mesin pembuat pelet yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ni. Mesin pembuat pelet yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V83","name":"R602I_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"160","loc_end_pos":"160","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"i. Mesin pembuat pelet yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\ni. Mesin pembuat pelet yang di kuasai pada 1 mei 2014 :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V84","name":"R602J_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"161","loc_end_pos":"161","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"j. Mesin pencacah yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nj. Mesin pencacah (chopper) yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V85","name":"R602J_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"162","loc_end_pos":"162","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"j. Mesin pencacah yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nj. Mesin pencacah (chopper) yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :........... :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V86","name":"R602J_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"163","loc_end_pos":"163","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"j. Mesin pencacah yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nj. Mesin pencacah (chopper) yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V87","name":"R602J_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"164","loc_end_pos":"164","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"j. Mesin pencacah yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nj. Mesin pencacah (chopper) yang dikuasai pada 1 mei 2014 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V88","name":"R602K_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"165","loc_end_pos":"165","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"k. Gudang pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nk.gudang pakan yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V89","name":"R602K_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"166","loc_end_pos":"166","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"k. Gudang pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nk.Gudang pakan yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014  sewa kontrak :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V90","name":"R602K_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"167","loc_end_pos":"167","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"k. Gudang pakan yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nk. Gudang pakan yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V91","name":"R602K_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"168","loc_end_pos":"168","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"k. Gudang pakan yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nk. Gudang pakan yang dikuasai pada 1 mei 2014 :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V92","name":"R602L_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"169","loc_end_pos":"169","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"l. Kendaraan roda 2 yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nl. kendaraan roda 2 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V93","name":"R602L_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"170","loc_end_pos":"170","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"l. Kendaraan roda 2 yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nl. kendaraan roda 2 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa kontrak :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V94","name":"R602L_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"171","loc_end_pos":"171","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"l. Kendaraan roda 2 yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nl. Kendaraa roda 2 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V95","name":"R602L_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"172","loc_end_pos":"172","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"l. Kendaraan roda 2 yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nl. Kendaraan roda 2 yang di kuasai pada 1 mei 2014 :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V96","name":"R602M_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"173","loc_end_pos":"173","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"m. Kendaraan roda 3 atau lebih yang digunakan mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nm. Kendaraan roda 3 atau lebih yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V97","name":"R602M_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"174","loc_end_pos":"174","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"m. Kendaraan roda 3 atau lebih yang digunakan mei 2013 - april 2014 sewa\/ kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nm. Kendaraan roda 3 atau lebih yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V98","name":"R602M_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"175","loc_end_pos":"175","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"m. Kendaraan roda 3 atau lebih yang digunakan mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nm.  Kendaraan roda 3 atau lebih yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V99","name":"R602M_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"176","loc_end_pos":"176","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"m. Kendaraan roda 3 atau lebih yang dikuasai pada mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nm.Kendaraan roda 3 atau lebih yang dikuasai pada 1 mei 2014 :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V100","name":"R602N_1_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"177","loc_end_pos":"193","loc_width":"17","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 1 :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V101","name":"R602N_1_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"194","loc_end_pos":"194","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 1 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 1 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V102","name":"R602N_1_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"195","loc_end_pos":"195","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 1 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 sewa\/kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 1 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V103","name":"R602N_1_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"196","loc_end_pos":"196","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 1 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 1 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V104","name":"R602N_1_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"197","loc_end_pos":"197","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 1 yang dikuasai pada 1 mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 1 yang dikuasai pada 1 mei 2014 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V105","name":"R602N_2_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"198","loc_end_pos":"198","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 2:.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V106","name":"R602N_2_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"199","loc_end_pos":"199","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 2 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 2 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 milik sendiri :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V107","name":"R602N_2_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"200","loc_end_pos":"200","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 2 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 sewa\/kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 2 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 sewa\/kontrak :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V108","name":"R602N_2_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"201","loc_end_pos":"201","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 2 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 2 yang digunakan selama 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 lainnya :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V109","name":"R602N_2_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"202","loc_end_pos":"202","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 2 yang dikuasai pada 1 mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 2 yang dikuasai pada 1 mei 2014 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V110","name":"R602N_3_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"203","loc_end_pos":"203","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 3","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 3 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V111","name":"R602N_3_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"204","loc_end_pos":"204","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 3 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 3 yang digunakan selama 1 mei 2013 - 30 april 2014 milik sendiri :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V112","name":"R602N_3_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"205","loc_end_pos":"205","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 3 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 sewa\/kontrak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 3 yang digunakan selama 1 mei 2013 - 30 april 2014 sewa\/kontrak :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V113","name":"R602N_3_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"206","loc_end_pos":"206","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 3 yang digunakan selama mei 2013 - april 2014 lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 3 yang digunakan selama1 mei 2013 - 30 april 2014 lainnya :................","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V114","name":"R602N_3_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"207","loc_end_pos":"207","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"n. Lainnya ke 3 yang dikuasai pada  mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana usaha ternak terpilih yang digunakan dan dikuasai menurut status kepemilikan (unit) :\nn. Lainnya ke 1 yang dikuasai pada 3 mei 2014 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V115","name":"R603A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"208","loc_end_pos":"208","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lamanya melakukan usaha ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kegiatan Usaha peternakan :\na. Lamanya melakukan usaha ternak terpilih :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"<1 tahun","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"1 s.d < 5 tahun","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"5 s.d <10 tahun","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":">10 tahun","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V116","name":"R603B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"209","loc_end_pos":"209","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Tujuan utama pengusahaan ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kegiatan Usaha peternakan :\nb. Tujuan utama pengusahaan ternak terpilih :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan status ternak sesuai dengan masing- masing rincian yang meliputi milik sendiri, berasal dari pihak lain, berada di pihak lain dan dikuasai pada kolom(2).\nIsikan pula ternak yang berasal dari pihak lain meliputi bantuan pemerintah, bantuan swasta, bagi hasil, atau lainnya pada kolom (4).\n\nIsikan jumlah ternak milik sendiri pada 1 Mei 2014 pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan pemerintah pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bantuan swasta pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari bagi hasil pada kolom (2).\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berasal dari pihak lain selain bantuan pemerintah, bantuan swasta dan bagi hasil pada kolom (2), misalnya ternak yang digadaikan dari pihak lain.\n\nIsikan ternak yang dikuasai yang berada di pihak lain pada kolom (2).\n\nIsikan jumlah ternak yang dikuasai pada kolom (2). Isian ini diperoleh\ndengan rumus :\nR601.d = R601.a + R601.b.1 + R601.b.2 + R601.b.3 + R601.b.4\u2013R601.c\n\nRincian ini bertujuan untuk mendapatkan data jumlah sarana yang digunakan dan dikuasai untuk usaha ternak menurut status kepemilikan (unit)\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nserta yang dikuasai pada 1 Mei 2014.\n\nIsikan jumlah kandang milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/dikontrak pada kolom (3), lainnya seperti kandang bebas sewa pada kolom (4). Isikan banyaknya kandang yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah alat pemerah susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4) . Isikan banyaknya alat pemerah susu yang dikuasai pada 1 Mei 2014\npada kolom (5).\n\nIsikan jumlah penampung susu milik sendiri pada kolom (2), yang disewa \/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya penampung susu yang\ndikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin penetas telur milik sendiri pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin penetas telur yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat makan unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat makan unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah tempat minum unggas milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kol\nom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya tempat minum unggas yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin giling pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin giling pakan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencampur pakan milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencampur pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pembuat pelet milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4). \nIsikan banyaknya mesin pembuat pelet yang dikuasai pada 1 Mei 2014  pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah mesin pencacah (biasanya\nrumput) milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya mesin pencacah yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah gudang pakan milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya gudang pakan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom\n(3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 2 milik sendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3) dan lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 2 yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nIsikan jumlah kendaraan roda 3 atau lebih milik\nsendiri yang biasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya kendaraan roda 3 atau lebih\nyang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (5)\n\nTuliskan jenis sarana lainnya yang dipakai untuk mengusahakan ternak terpilih pada kolom (1) Isikan jumlah sarana lainnya milik sendiri yang\nbiasanya digunakan untuk usaha peternakan pada kolom (2), yang disewa\/kontrak pada kolom (3), lainnya pada kolom (4).\nIsikan banyaknya sarana lainnya yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kolom (5).\n\nLingkari kode lamanya melakukan usaha ternak terpilih dan isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ternak milik sendiri adalah : Ternak yang berdasarkan status hukum atau oleh masyarakat setempat diakui sebagai milik dari salah satu anggota rumah tangga (termasuk ternak yang berada di pihak lain).\nTernak milik sendiri dapat berasal dari pembelian, warisan atau pemberian dari pihak lain yang menjadi milik sendiri.\nTernak yang dibeli secara angsuran dianggap\nsebagai ternak milik sendiri.\n\nTernak yang berasal dari pihak lain\nadalah : Ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014\ndiperoleh dari pihak lain baik bagi hasil atau gadai, dari bantuan pemerintah, bantuan swasta, atau yang lainnya. \n\nMilik sendiri adalah : Jika jenis sarana ternak benar\n- benar milik peternak terpilih.\n\nJenis Sarana yang dibeli secara angsuran dianggap sarana milik sendiri.\n\nSewa adalah :  jika jenis sarana ternak disewa oleh peternak terpilih dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.\n\nKontrak adalah : Jika jenis sarana ternak dikontrak oleh peternak terpilih dengan pembayaran sesuai de ngan yang disepakati dan penggunaannya\nhanya sebatas waktu tertentu.\n\nLainnya adalah :  Jenis sarana ternak yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya bebas sewa, milik bersama.\n\nAlat pemerah susu adalah : Alat khusus untuk memerah susu.\n\nPenampung susu adalah : Alat khusus yang digunakan untuk menampung susu dan biasanya terbuat dari bahan aluminium, tidak termasuk ember.\n\nMesin penetas telur adalah : Alat yang dapat menetaskan telur baik secara tradisional maupun modern.\n\nKendaraan roda 2 dan 3 atau lebih adalah : kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang beroda 2, beroda 3 atau lebih yang biasanya\ndigunakan untuk usaha peternakan seperti untuk mengangkut hasil produksi dan sebagainya.\n\nTujuan utama pengusahaan ternak dibagi menjadi : \n1. Pengembangbiakan ternak\n2. Penggemukan ternak\n3. Pembibitan ternak sesuai dengan konsep                 pembibitan\n4. Pembesaran ternak betina (rearing)\n5. Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur.\n\nPengembangbiakan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperbanyak anak.\n\nPenggemukan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan meningkatkan bobot\/berat badan ternak dengan cara membeli\nbakalan\/anak ternak dan kemudian menjualnya bila sudah cukup umur.\n\nPembibitan ternak adalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan memperoleh anakan, bakalan (ternak muda) yang mewarisi sifat -sifat\nunggul dengan cara-cara pemuliaan ternak (seleksi).\n\nPembesaran ternak betina (rearing) adalah : Usaha pemeliharaan\/pembesaran anak\/pedet sapi perah betina sampai menjadi dara bunting atau dara siap bunting untuk kemudian dijual dan\nanak ayam\/itik petelur sampai menjadi pullet\n(ayam ras \/itik petelur yang siap produksi).\n\nMenghasilkan\/memproduksi susu atau telur\nadalah : Usaha pemeliharaan ternak dengan tujuan menghasilkan susu atau telur.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Pengembiakan ternak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Penggemukan ternak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pembibitan ternak (melakukan seleksi untuk menghasilkan bibit unggul)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Pembesaran ternak betina (reating)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Menghasilkan\/memproduksi susu atau telur","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V117","name":"R701A_J_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"210","loc_end_pos":"210","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak jantan anak (<1 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak jantan anak (<1 tahun) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V118","name":"R701A_J_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"211","loc_end_pos":"211","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak jantan muda","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak jantan Muda (1 s.d 2 tahun) :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau\nterpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V119","name":"R701A_J_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"212","loc_end_pos":"212","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak jantan Muda (1 s.d 2 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak jantan Dewasa (>2tahun) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau\nterpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V120","name":"R701A_J_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"213","loc_end_pos":"213","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina anak (<1 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak betina anak (<1 tahun) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau\nterpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V121","name":"R701A_J_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"214","loc_end_pos":"214","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina muda (1 s.d 2 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak betina muda (1 s.d 2 tahun):..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau\nterpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V122","name":"R701A_J_K7","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"215","loc_end_pos":"215","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina dewasa (>2 s.d 4 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak betina dewasa (>2 s.d 4 tahun) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau\nterpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V123","name":"R701A_J_K8","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"216","loc_end_pos":"216","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina dewasa (>4 s.d 6 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak betina dewasa (>4 s.d 6 tahun) :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau\nterpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V124","name":"R701A_J_K9","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"217","loc_end_pos":"217","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina dewasa (>6 s.d 8 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak betina dewasa (>6 s.d 8 tahun) :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau\nterpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V125","name":"R701A_J_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"218","loc_end_pos":"218","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina dewasa (>8 Tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih ( sapi potong\/sapi perah\/kerbau ) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 :\n- Jenis ternak betina dewasa (>8 Tahun) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau\nterpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V126","name":"R701B1A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"219","loc_end_pos":"219","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Belum pernah melahirkan a. mandul\/majir","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Khusus ternak betina dewas terpilih (sapi ptong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai pada 1 mei 2014 :\n1. Belum pernah melahirkan : a. Mandul\/majir :....ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa yang pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan karena mandul\/ majir\npada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa yang pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan tetapi ternak tersebut tidak mandul\/tidak majir pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa pernah melahirkan = 5 kali pada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa pernah melahirkan > 5 kali pada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V127","name":"R701B1B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"220","loc_end_pos":"220","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Belum pernah melahirkan : b. Tidak mandul\/tidak majir","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Khusus ternak betina dewas terpilih (sapi ptong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai pada 1 mei 2014 :\n1. Belum pernah melahirkan : b. Tidak mandul\/tidak majir :........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa yang pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan karena mandul\/ majir\npada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa yang pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan tetapi ternak tersebut tidak mandul\/tidak majir pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa pernah melahirkan = 5 kali pada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa pernah melahirkan > 5 kali pada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V128","name":"R701B2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"221","loc_end_pos":"221","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pernah melahirkan < 5 kali","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Khusus ternak betina dewas terpilih (sapi ptong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai pada 1 mei 2014 :\n2. Pernah melahirkan < 5 kali :..........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa yang pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan karena mandul\/ majir\npada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa yang pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan tetapi ternak tersebut tidak mandul\/tidak majir pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa pernah melahirkan = 5 kali pada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa pernah melahirkan > 5 kali pada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V129","name":"R701B3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"222","loc_end_pos":"222","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pernah melahirkan > 5 kali","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Khusus ternak betina dewas terpilih (sapi ptong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai pada 1 mei 2014 :\n3. Pernah melahirkan > 5 kali :...........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa yang pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan karena mandul\/ majir\npada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa yang pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan tetapi ternak tersebut tidak mandul\/tidak majir pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa pernah melahirkan = 5 kali pada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak betina dewasa pernah melahirkan > 5 kali pada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V130","name":"R701C1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"223","loc_end_pos":"223","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak betina dewasa pada 1 mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n1. Ternak betina dewasa pada 1 mei 2014 :.......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V131","name":"R701C2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"224","loc_end_pos":"224","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak yang melahirkan selama mei s.d april","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n2. Dari rincian 701.c.1 jumlah ternak yang melahirkan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V132","name":"R701C2A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"225","loc_end_pos":"225","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Melahirkan karena kawin alami","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n2. Dari rincian 701.c.1 jumlah ternak yang melahirkan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Melahirkan karena kawin alami :......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V133","name":"R701C2B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"226","loc_end_pos":"226","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Melahirkan karena satu kali IB","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n2. Dari rincian 701.c.1 jumlah ternak yang melahirkan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Melahirkan karena satu kali IB :.......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V134","name":"R701C2C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"227","loc_end_pos":"227","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Melahirkan karena lebih dari satu kali IB","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n2. Dari rincian 701.c.1 jumlah ternak yang melahirkan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Melahirkan karena lebih dari satu kali IB :..... ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V135","name":"R701C3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"228","loc_end_pos":"228","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah yang dilahirkan selama periode mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n3. Dari rincian 701.c.2 jumlah yang dilahirkan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :...... ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V136","name":"R701C3A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"229","loc_end_pos":"229","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Jantan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n3. Dari rincian 701.c.2 jumlah yang dilahirkan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Jantan :....... ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V137","name":"R701C3B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"230","loc_end_pos":"230","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Betina","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n3. Dari rincian 701.c.2 jumlah yang dilahirkan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Betina :..... ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V138","name":"R701C4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"231","loc_end_pos":"231","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak yang di IB selama periode mei 2013 s.d april","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n4. Dari rincian 701.c.1 jumlah ternak yang di IB selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V139","name":"R701C5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"232","loc_end_pos":"232","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak yang bunting selama periode mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n5. Dari rincian 701.c.1. Jumlah ternak yang bunting selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :.....ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"3"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V140","name":"R701C5A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"233","loc_end_pos":"233","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Bunting karena kawin alam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n5. Dari rincian 701.c.1. Jumlah ternak yang bunting selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Bunting karena kawin alami :.........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"3"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V141","name":"R701C5B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"234","loc_end_pos":"234","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Bunting karena satu kali IB","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n5. Dari rincian 701.c.1. Jumlah ternak yang bunting selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Bunting karena satu kali IB :.........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V142","name":"R701C5C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"235","loc_end_pos":"235","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Bunting karena lebih dari satu kali IB","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n5. Dari rincian 701.c.1. Jumlah ternak yang bunting selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Bunting karena lebih dari satu kali IB :...... ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V143","name":"R701C6A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"236","loc_end_pos":"236","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Ternak jantan dewasa pada 1 mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n6.a. Ternak jantan dewasa pada 1 mei 2014 :......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V144","name":"R701C6B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"237","loc_end_pos":"237","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak yang di gunakan sebagai pejantan selama periode mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"c. Keterangan ternak dewasa (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) :\n6.b. Dari rincian 701. c.6.a jumlah ternak yang di gunakan sebagai pejantan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :.........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak betina dewasa tanggal 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada pada 1 Mei 2014 , isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena kawin alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak betina dewasa yang melahirkan karena IB sebanyak lebih dari satu kali pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\nIsikan jumlah anak yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan\ndengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak jantan yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah anak betina yang dilahirkan dari ternak betina dewasa yang melahirkan karena bunting alami, melahirkan dengan 1 kali IB, dan melahirkan dengan > 1 kali IB selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang \ndisediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang di IB\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\npada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami, bunting karena satu kali IB, dan bunting karena lebih dari satu kali IB selama\nperiode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting alami pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak betina dewasa yang bunting selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, isikan jumlah ternak yang bunting karena lebih dari satu kali IB pada kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan dewasa yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 pada kotak yang disediakan.\n\nDari jumlah ternak jantan dewasa yang ada\npada 1 Mei 2014, isikan jumlah ternak jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V145","name":"R702_J_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"238","loc_end_pos":"238","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak jantan anak (<6 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jenis ternak jantan anak (<6 bulan) :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"9"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V146","name":"R702_J_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"239","loc_end_pos":"239","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak jantan muda (6 s.d 12 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak jantan muda (6 s.d 12 bulan) :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V147","name":"R702_J_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"240","loc_end_pos":"240","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak jantan dewasa (>12 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jenis ternak jantan dewasa (>12 bulan) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V148","name":"R702_J_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"241","loc_end_pos":"241","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina anak (<6 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jenis ternak betina anak (<6 bulan) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V149","name":"R702_J_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"242","loc_end_pos":"242","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina muda (6 s.d 12 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jenis ternak betina muda (6 s.d 12 bulan) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V150","name":"R702_J_K7","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"243","loc_end_pos":"243","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak betina dewasa (>12 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak betina muda (6 s.d 12 bulan) :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V151","name":"R703_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"244","loc_end_pos":"244","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kelinci potong jantan Anak (<4 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kelinci potong) yang dikuasai menurut jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Kelinci potong jantan Anak (<4 bulan) :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah kelinci potong jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (2), (3), dan (4). Isikan pula jumlah kelinci potong betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (5), (6), dan (7).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V152","name":"R703_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"245","loc_end_pos":"245","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kelinci potong jantan muda (4 s.d 6 Bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kelinci potong) yang dikuasai menurut jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Kelinci potong jantan muda (4 s.d 6 Bulan) :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah kelinci potong jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (2), (3), dan (4). Isikan pula jumlah kelinci potong betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (5), (6), dan (7).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V153","name":"R703_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"246","loc_end_pos":"246","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kelinci potong jantan dewasa (>6 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kelinci potong) yang dikuasai menurut jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Kelinci potong jantan dewasa (>6 bulan) :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah kelinci potong jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (2), (3), dan (4). Isikan pula jumlah kelinci potong betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (5), (6), dan (7).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V154","name":"R703_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"247","loc_end_pos":"247","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kelinci potong Betina anak (<4 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kelinci potong) yang dikuasai menurut jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Kelinci potong Betina anak (<4 bulan) :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah kelinci potong jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (2), (3), dan (4). Isikan pula jumlah kelinci potong betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (5), (6), dan (7).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V155","name":"R703_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"248","loc_end_pos":"248","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kelinci potong betina muda (4 s.d 6 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kelinci potong) yang dikuasai menurut jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Kelinci potong betina muda (4 s.d 6 bulan) :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah kelinci potong jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (2), (3), dan (4). Isikan pula jumlah kelinci potong betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (5), (6), dan (7).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V156","name":"R703_K7","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"249","loc_end_pos":"249","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kelinci potong betina dewasa (>6 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kelinci potong) yang dikuasai menurut jenis kelamin dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Kelinci potong betina dewasa (>6 bulan) :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah kelinci potong jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (2), (3), dan (4). Isikan pula jumlah kelinci potong betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur pada kolom (5), (6), dan (7).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V157","name":"R704","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"250","loc_end_pos":"250","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Asal ternak yang diusahakan selama periode 2013 s.d April 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Asal ternak yang diusahakan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 April 2014 terutama berasal dari mana ?\n...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode asal ternak yang diusahakan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan\nisikan kodenya ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Produk sendiri","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Pedagang","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pasar hewan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Bantuan pemerintah","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Peternak lain","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Lainnya (..........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V158","name":"R704_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"251","loc_end_pos":"256","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Asal ternak lainnya periode mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Asal ternak yang diusahakan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 April 2014 ?\nL : Ternak lainnya :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode asal ternak yang diusahakan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan\nisikan kodenya ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V159","name":"R705","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"257","loc_end_pos":"257","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Cara pemeliharaan ternak selama periode mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Cara pemeliharaan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode cara pemeliharaan ternak\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan\nisikan kodenya ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Dikandangkan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Dilepas","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Dikandangkan dan di lepas","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V160","name":"R706A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"258","loc_end_pos":"258","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah selama periode 2013 s.d 30 april 2014 dilakukan vaksinasi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kegiatan vaksinasi :\na. Apakah selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 dilakukan vaksinasi terhadap ternak ?..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dilakukan vaksinasi terhadap ternak terpilih\ndan lingkari kode 2 jika tidak dan langsung ke rincian\n706.\n\nLingkari kode 1 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan jika vaksinasi dilakukan secara teratur dan lingkari kode 2 jika tidak teratur.\n\nTanyakan vaksinasi terbanyak dilakukan oleh siapa.\nLingkari kode 1 jika vaksinasi dilakukan oleh dokter hewan\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri dan kode 3 jika dilakukan\noleh selain dokter hewan\/mantri hewan\ndan sendiri (misalnya oleh tetangga atau peternak lain), kemudian isikan kode yang dilingkari tersebut ke dalam kotak yang disediakan.\nJika vaksinasi dilakukan oleh ART yang berprofesi sebagai dokter hewan, maka vaksinasi dikategorikan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan (kode 1). Namun, jika vaksinasi dilakukan oleh ART yang berprofesi sebagai dokter umum (bukan dokter hewan), maka dikategorikan sebagai vaksinasi yang dilakukan sendiri (kode 2).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung ke rincian 707)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V161","name":"R706B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"259","loc_end_pos":"259","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 706.a. berkode 1, vaksinasi dilakukan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kegiatan vaksinasi :\nb. Jika rincian 706.a. berkode 1, vaksinasi dilakukan secara :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dilakukan vaksinasi terhadap ternak terpilih\ndan lingkari kode 2 jika tidak dan langsung ke rincian\n706.\n\nLingkari kode 1 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan jika vaksinasi dilakukan secara teratur dan lingkari kode 2 jika tidak teratur.\n\nTanyakan vaksinasi terbanyak dilakukan oleh siapa.\nLingkari kode 1 jika vaksinasi dilakukan oleh dokter hewan\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri dan kode 3 jika dilakukan\noleh selain dokter hewan\/mantri hewan\ndan sendiri (misalnya oleh tetangga atau peternak lain), kemudian isikan kode yang dilingkari tersebut ke dalam kotak yang disediakan.\nJika vaksinasi dilakukan oleh ART yang berprofesi sebagai dokter hewan, maka vaksinasi dikategorikan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan (kode 1). Namun, jika vaksinasi dilakukan oleh ART yang berprofesi sebagai dokter umum (bukan dokter hewan), maka dikategorikan sebagai vaksinasi yang dilakukan sendiri (kode 2).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Teratur","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak teratur","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V162","name":"R706C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"260","loc_end_pos":"260","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 706.b. berkode 1, vaksinasi terbanyak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kegiatan vaksinasi :\nc. Jika rincian 706.b. berkode 1, vaksinasi terbanyak dilakukan oleh :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dilakukan vaksinasi terhadap ternak terpilih\ndan lingkari kode 2 jika tidak dan langsung ke rincian\n706.\n\nLingkari kode 1 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan jika vaksinasi dilakukan secara teratur dan lingkari kode 2 jika tidak teratur.\n\nTanyakan vaksinasi terbanyak dilakukan oleh siapa.\nLingkari kode 1 jika vaksinasi dilakukan oleh dokter hewan\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri dan kode 3 jika dilakukan\noleh selain dokter hewan\/mantri hewan\ndan sendiri (misalnya oleh tetangga atau peternak lain), kemudian isikan kode yang dilingkari tersebut ke dalam kotak yang disediakan.\nJika vaksinasi dilakukan oleh ART yang berprofesi sebagai dokter hewan, maka vaksinasi dikategorikan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan (kode 1). Namun, jika vaksinasi dilakukan oleh ART yang berprofesi sebagai dokter umum (bukan dokter hewan), maka dikategorikan sebagai vaksinasi yang dilakukan sendiri (kode 2).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Dokter\/mantri hewan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Sendiri","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Lainnya (..........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V163","name":"R706C_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"261","loc_end_pos":"261","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Vaksinasi lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kegiatan vaksinasi :\nC_L : Vaksinasi lainnya :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dilakukan vaksinasi terhadap ternak terpilih\ndan lingkari kode 2 jika tidak dan langsung ke rincian\n706.\n\nLingkari kode 1 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan jika vaksinasi dilakukan secara teratur dan lingkari kode 2 jika tidak teratur.\n\nTanyakan vaksinasi terbanyak dilakukan oleh siapa.\nLingkari kode 1 jika vaksinasi dilakukan oleh dokter hewan\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri dan kode 3 jika dilakukan\noleh selain dokter hewan\/mantri hewan\ndan sendiri (misalnya oleh tetangga atau peternak lain), kemudian isikan kode yang dilingkari tersebut ke dalam kotak yang disediakan.\nJika vaksinasi dilakukan oleh ART yang berprofesi sebagai dokter hewan, maka vaksinasi dikategorikan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan (kode 1). Namun, jika vaksinasi dilakukan oleh ART yang berprofesi sebagai dokter umum (bukan dokter hewan), maka dikategorikan sebagai vaksinasi yang dilakukan sendiri (kode 2).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V164","name":"R707A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"262","loc_end_pos":"262","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah selama periode mei 2013 s.d april 2014 ada ternak yang sakit","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Tentang penyakit ternak :\na. Apakah selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 ada ternak yang sakit ? .........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 ada ternak yang sakit, dan kode 2 jika tidak.\nIsikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah\ndisediakan.\nJika Rincian 707.a berkode 2 langsung lanjutkan ke rincian 801.\n\nLingkari kode jenis penyakit yang diderita oleh ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan jumlah kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nLingkari kode 1 jika pengobatan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri, dan kode 3 jika dilakukan selain\noleh dokter\/mantri hewan dan sendiri.\nIsikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung ke rincian 801)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V165","name":"R707B1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"263","loc_end_pos":"264","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Untuk ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Tentang penyakit ternak :\nb. Jika rincian 707.a. berkode 1, sebutkan jenis penyakitnya :\ni. Untuk ternak ( bukan unggas ) :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 ada ternak yang sakit, dan kode 2 jika tidak.\nIsikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah\ndisediakan.\nJika Rincian 707.a berkode 2 langsung lanjutkan ke rincian 801.\n\nLingkari kode jenis penyakit yang diderita oleh ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan jumlah kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nLingkari kode 1 jika pengobatan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri, dan kode 3 jika dilakukan selain\noleh dokter\/mantri hewan dan sendiri.\nIsikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Brucellosis","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"16","labl":"Cacingan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Anthraks","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"32","labl":"Lainnya (.......)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Demam susu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Kembung perut\/bloat","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V166","name":"R707B1_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"265","loc_end_pos":"279","loc_width":"15","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Tentang penyakit ternak :\nb. Jika rincian 707.a. berkode 1, sebutkan jenis penyakitnya :\ni_L : Lainnya :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 ada ternak yang sakit, dan kode 2 jika tidak.\nIsikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah\ndisediakan.\nJika Rincian 707.a berkode 2 langsung lanjutkan ke rincian 801.\n\nLingkari kode jenis penyakit yang diderita oleh ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan jumlah kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nLingkari kode 1 jika pengobatan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri, dan kode 3 jika dilakukan selain\noleh dokter\/mantri hewan dan sendiri.\nIsikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V167","name":"R707B2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"280","loc_end_pos":"281","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Untuk unggas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Tentang penyakit ternak :\nb. Jika rincian 707.a. berkode 1, sebutkan jenis penyakitnya :\nii. Untuk unggas :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 ada ternak yang sakit, dan kode 2 jika tidak.\nIsikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah\ndisediakan.\nJika Rincian 707.a berkode 2 langsung lanjutkan ke rincian 801.\n\nLingkari kode jenis penyakit yang diderita oleh ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan jumlah kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nLingkari kode 1 jika pengobatan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri, dan kode 3 jika dilakukan selain\noleh dokter\/mantri hewan dan sendiri.\nIsikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tetelo(pes ayam)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"16","labl":"Gumboro","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Pilek\/snot","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"32","labl":"lainnya (.........)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Flu burung","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Berak kapur","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V168","name":"R707B2_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"282","loc_end_pos":"282","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Tentang penyakit ternak :\nb. Jika rincian 707.a. berkode 1, sebutkan jenis penyakitnya :\nii_L : Lainnya :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 ada ternak yang sakit, dan kode 2 jika tidak.\nIsikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah\ndisediakan.\nJika Rincian 707.a berkode 2 langsung lanjutkan ke rincian 801.\n\nLingkari kode jenis penyakit yang diderita oleh ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan jumlah kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nLingkari kode 1 jika pengobatan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri, dan kode 3 jika dilakukan selain\noleh dokter\/mantri hewan dan sendiri.\nIsikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V169","name":"R707C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"283","loc_end_pos":"283","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 707.a berkode 1, pengobatan terbanyak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Tentang penyakit ternak :\nc. Jika rincian 707.a berkode 1, pengobatan terbanyak dilakukan oleh :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 ada ternak yang sakit, dan kode 2 jika tidak.\nIsikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah\ndisediakan.\nJika Rincian 707.a berkode 2 langsung lanjutkan ke rincian 801.\n\nLingkari kode jenis penyakit yang diderita oleh ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan jumlah kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nLingkari kode 1 jika pengobatan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri, dan kode 3 jika dilakukan selain\noleh dokter\/mantri hewan dan sendiri.\nIsikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Dokter\/mantri hewan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Sendiri","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Lainnya (........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V170","name":"R707C_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"284","loc_end_pos":"312","loc_width":"29","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pengobatan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Tentang penyakit ternak :\nL : Pengbatan lainnya :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 ada ternak yang sakit, dan kode 2 jika tidak.\nIsikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah\ndisediakan.\nJika Rincian 707.a berkode 2 langsung lanjutkan ke rincian 801.\n\nLingkari kode jenis penyakit yang diderita oleh ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan jumlah kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.\n\nLingkari kode 1 jika pengobatan dilakukan oleh dokter\/mantri hewan, kode 2 jika dilakukan oleh peternak sendiri, dan kode 3 jika dilakukan selain\noleh dokter\/mantri hewan dan sendiri.\nIsikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : Segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat - sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong Rumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi\nperanakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi brahman, sapi aceh, dan lain-lain.\n\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :\nWarna bulu :\na. Betina : berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan : berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\nTanduk :\na. Betina : pendek kecil.\nb. Jantan : tumbuh baik berwarna hitam.\nBentuk badan :\na. Betina : bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan : bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki\nciri-ciri sebagai berikut :\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\nc. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal : Dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna\nlebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor warna hitam.\nBentuk badan : Punuknya kecil.\nTanduk : Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah ke depan.\nPada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental Tubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin Sapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman \nWarna bulu : Bulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\nTanduk : Sapi jantan bertanduk, sedangkan\nsapi betina tidak bertanduk.\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross Warna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu-abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu-abu atau merah.\nTanduk : Sapi brahman cross tidak bertanduk.\nBentuk badan : Badan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh Sapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventral.\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah Rumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : \nrumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : Sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau Rumpun\/bangsa ternak kerbau\ndibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murah Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan sebagainya.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal Kerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di\nIndonesia.\nKulit maupun bulu berwarna abu-abu, hitam.\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah : Sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah : Ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1-2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1\n- 2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan\nmaka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4\ntahun).\n3. Ternak dewasa\/tua adalah : Ternak yang berumur lebih dari 2 tahun, atau belum berumur\n2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan.\nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.\n\nBelum pernah melahirkan adalah ternak yang sampai dengan pada 1 Mei 2014 belum pernah melahirkan meskipun sudah cukup umur. mandul\/majir adalah ternak betina yang mengalami gangguan pada fungsi reproduksi sehingga tidak dapat bunting.\nPernah melahirkan adalah : Ternak yang pada 1 Mei 2014 sudah pernah melahirkan.\n\nKawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah : \nSuatu cara atau teknik untuk memasukkan ma\nni (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin\nbetina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut \u201c insemination gun\u201d.\n\nAnak ternak yang dilahirkan adalah : Ternak yang pada waktu dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan walaupun pada 1 Mei 2014 anak ternak\ntersebut sudah tidak ada lagi.\n\nJenis rumpun ternak :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :  Bervariasi dari putih, campur\nhitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :  Mengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan : Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri tegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu : Belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih.\nTanduk :  Kecil.\nBentuk badan : Muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boe. \n\nB. Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu.\n1. Domba Ekor Gemuk\nadalah domba yang memiliki ciri-ciri sebagai\nberikut:\nWarna : warna bulu putih\nTanduk : tidak bertanduk \nBentuk badan : ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.\n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang\ndi Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan:\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n-Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga.\n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras Babi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentu k badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada\npunggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken) : Asal Jerman, telinga panjang, lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken) : Asal Belanda, telinga berdiri.\n\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6-\n12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan . Ternak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.\n\nKelinci potong merupakan kelinci yang diternakkan sebagai kelinci pedaging dengan produk utama adalah daging kelinci atau anakan.\n\nDikandangkan adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dikandangkan, pemberian pakan, obat -obatan dan sebagainya dilakukan di kandang.\nCara ini biasanya dilakukan agar penggemukan ternak dapat lebih intensif, karena jumlah dan komposisi pakan dapat diatur lebih baik, kesehatan ternak dapat lebih terjamin, bahaya penyakit bisa diketahui secara dini, dan keamanan ternak lebih baik.\n\nDilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara dilepas sepanjang hari, baik dalam areal pemeliharaan yang tertentu maupun bukan.\n\nDikandangkan dan dilepas adalah : Pemeliharaan ternak dengan cara sebagian waktu dikandangkan (biasanya pada malam hari), dan sebagian waktu yang lain.\ndilepas (biasanya pada siang hari). Sebagian pemberian pakan dilakukan di kandang, dan sebagian lain merumput sendiri waktu dilepas.\n\nVaksinasi adalah : Usaha pencegahan terhadap penyakit ternak tertentu dengan memberikan\/menyuntikkan vaksin (virus\/kuman penyakit yang telah dilemahkan) untuk memberikan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit tersebut.\n\nPemberian vaksin secara teratur adalah : Memberikan vaksin terhadap ternak sesuai dengan umur dan jadwal yang berlaku\/ditentukan.\nPemberian vaksin secara tidak teratur adalah :\nMemberikan vaksin terhadap ternak hanya sewaktu- waktu atau karena ada program mantri hewan untuk memberikan vaksin terhadap seluruh ternak.\n\nJenis Penyakit ternak:\nBrucellosis (penyakit penyebab keguguran), adalah : Penyakit ternak menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri brucella abortus\n, yang dapat menyerang sapi, domba, kambing, babi, dan hewan\/ternak lainnya. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya\nproduksi susu pada sapi perah.\nPada sapi , penyakit ini dikenal sebagai penyakit\n\u201ckeluron\u201d atau penyakit \u201cbang\u201d.\nTanda-tanda brucellosis pada sapi :\n- Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadi pada kebuntingan berumur 5\n- 8 bulan\n- Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara).\n- Kemajiran yang menetap\n- Keluarnya cairan yang bersifat infeksius karena mengandung bakteri brucella.\n- Kadang-kadang tidak keguguran tetapi engalami\nretensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), radang ambing (mastitis),\nbengkak air(hygroma) pada lutut, produksi susu menurun, pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar (orchitis) dan anak buah zakar\n(epididymitis).\n\nAnthraks adalah : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracic yang bentuknya panjang dan terbungkus kapsul.\nGejalanya antara lain:\n- Suhu tubuh biasanya tinggi , akan tetapi sesudah 3 hari turun menjadi dingin.\n- Nafsu makan hilang sama sekali\n- Pada awalnya, ternak sulit buang kotoran, tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah.\n- Kadang-kadang darah juga keluar dari mulut, lubang hidung, dan vulva.\nDemam susu (milk fever) merupakan penyakit akibat hipokalsemia pada sapi perah yang berproduksi susu tinggi (di atas 20 liter).\nTanda-tandanya adalah :\n- Serum darah normal kadar kalsium sekitar 90\n- 100 ug, sedangkan dalam\nkeadaan sakit defisien bisa terjadi di bawah 50 ug,\n- tidak bisa buang air kecil dan besar, gemetar pada otot muka dan kaki,\n- sapi berjalannya menjadi tidak terkontrol dan akhirnya jatuh serta sulit kembali.\nTahap berikutnya sapi menjadi berbaring dan dengan dada menyentuh tanah, kepala ditaruh diatas bahu.\n- Anorexia (muntah). Kembung perut (bloat)\nadalah : Keadaan rumen (perut pertama) yang\nmengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.\nGejalanya antara lain:\n- Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang.\n- Bagian rumen bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.\n- Pernapasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.\n\nCacingan adalah : Penyakit yang paling banyak menyerang kambing. \nJenis cacing yang sering menginfeksi domba dan kambing adalah cacing bulat dan cacing pita.\nGejalanya antara lain:\n- Domba dan kambing yang terserang cacing menjadi kurus, lemah dan pucat.\n- Bulunya agak berdiri atau kusam (tidak mengkilap).\n- Kotoran encer atau mencret.\n- Nafsu makan berkurang.\n- Pembekakan pada daerah rahang.\n- Kotoran banyak mengandung telur cacing\n-Perut membesar (buncit).\n\nLainnya adalah : Penyakit selain yang disebutkan di atas misalnya penyakit kudis dan kurap, dan lainnya.\nJenis penyakit untuk Unggas:\nPes ayam\/tetelo\/newcastle disease(ND)\nadalah : Penyakit menular yang dapat\nmenyebabkan kematian tinggi pada ternak ayam.\nGejalanya antara lain:\n- Mula\n- mula diawali dengan gangguan pernafasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi nafas mengorok.\n- Nafsu makan hilang\/tidak mau makan, tapi nafsu minum bertambah.\n- Pada anak ayam tampak lesu dan cenderung berkumpul di bawah sumber panas atau dibawah sayap induknya.\n- Kotoran\/tinja cair, berwarna hijau\n- hijauan atau kekuning\n- kuningan.\n- Pada ayam yang sudah bertelur, produksinya bisa berhenti.\n- Untuk tahap selanjutnya gejala syaraf umumnya muncul, tubuh gemetar, kepala memutar ke\nbawah atau ke atas dan diikuti dengan kelumpuhan.\n\nPilek (snot) juga dikenal sebagai penyakit influensa ayam. Umumnya terjadi\nmenjelang pergantian musim hujan atau sebaliknya atau pada kondisi kandang\nyang dingin dan lembab.\nPenyebab penyakit ini adalah : \nbakteri haemophilus gallinarum, dan menyerang ayam semua umur.\nGejalanya antara lain:\n- Keluar cairan dari hidung, bersin\n- bersin, bengkak\n- bengkak pada lubang hidung dari sekitar mata.\n- Nafsu makan turun.\n- Produksi telur menurun.\n\nFlu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah : Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.\nPenyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas.\nSumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.\nGejala flu burung pada unggas:\n- Unggas mati mendadak dalam jumlah yang besar dengan atau tanpa gejala klinis.\n- Unggas terlihat lemas, jengger bengkak berwarna biru atau berdarah dan bulu\n\u2013 bulu berguguran.\n- Kepala tertunduk.\n- Kesulitan bernapas.\n- Bengkak pada kepala dan kelopak mata.\n- Pendarahan di kulit pada bagian yang tidak ditumbuhi bulu, terutama pada kaki.\n- Penurunan jumlah telur yang dihasilkan.\n- Diare, menggigil dan mengeluarkan air mata.\n- Gelisah.\n- Unggas seperti itik, angsa bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala.\n\nBerak kapur adalah : Jenis penyakit yang sangat ganas dan dapat tersebar luas dengan cepat.\nPenyebab penyakit ini adalah : bakteri salmonellappullorum.\nGejalanya antara lain :\n- Anak ayam bergerombol di bawah pemanas dengan mata tertutup dan sayap turun ke\nbawah.\n- Nafsu makan hilang.\n- Kotoran berwarna putih, berbusa dan melekat pada bulu sekitar anus, badan lemas.\n- Pada ayam dewasa yang sedang bertelur, produksi telur turun.\nGumboro adalah :  Penyakit yang disebabkan oleh\nvirus yang agen penyakitnya sering disebut dengan nama Infectious Bursal Agent\n(IBA).\nVirus ini sangat infectious dan contagious, serta mampu bertahan hidup selama 16 minggu setelah penyakit dimusnahkan.\n\nGejala klinis penyakit:\n1) Penyakit gumboro bentuk klasik, yang menyerang ayam usia 36 minggu.\na. Ayam tiba\n- tiba sakit dan gemetar serta bulunya berdiri.\nb. Ayam terlihat sangat lesu, lemah, dan malas bergerak.\nc. Diare yang berwarna putih dan daerah sekitar kloaka kotor.\nd. Ginjal mengalami pembengkakan dengan warna putih keabu-abuan,\ne. Hati membesar dan terjadi perdarahan pada urat daging.\n\n2) Penyakit gumboro bentuk subklinis, yang menyerang ayam usia 1-21 hari.\nPenyakit gumboro bentuk ini tidak disertai gejala-  gejala klinis.\nPenyakit ini m\nengakibatkan kerusakan total pada sistem kekebalan pada ayam.\nLainnya :  Adalah selain yang di atas misalnya berak darah, kolera ayam (fowlcholera), dll.\n\nPengobatan adalah : Usaha menyembuhkan ternak yang sedang sakit dengan menggunakan obat tertentu sesuai dengan penyakitnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V171","name":"WEIGHT","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"313","loc_end_pos":"314","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"WEIGHT","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"17","max":"90"},"fid":"F1"},{"file_id":"F2","vid":"V172","name":"PROP","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"1","loc_end_pos":"2","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Propinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Propinsi :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"12","max":"12"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V173","name":"KAB","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"3","loc_end_pos":"4","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kabupaten","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kabupaten :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V174","name":"KEC","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"5","loc_end_pos":"7","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kecamatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kecamatan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V175","name":"ID_RUTA","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"8","loc_end_pos":"14","loc_width":"7","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Identitas Rumah Tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Identitas Rumah Tangga :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2076071","max":"2076158"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V176","name":"NO_URUT","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"15","loc_end_pos":"15","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"No Urut Rumah Tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"No Urut Rumah Tangga :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V177","name":"R701A_N_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"16","loc_end_pos":"16","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"No Urut ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\nN : No Urut ternak terpilih :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V178","name":"R701A_J_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"17","loc_end_pos":"37","loc_width":"21","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\nJ : Jenis ternak terpilih :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V179","name":"R701A_K_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"38","loc_end_pos":"39","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode rumpun ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\nK : Kode rumpun ternak terpilih :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"12","max":"32"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V180","name":"R701A_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"40","loc_end_pos":"40","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak terpilih jantan anak (<1 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih jantan anak (<1 tahun) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V181","name":"R701A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"41","loc_end_pos":"41","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak terpilih jantan Muda (1 s.d 2 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih jantan Muda (1 s.d 2 tahun) :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V182","name":"R701A_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"42","loc_end_pos":"42","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak terpilih jantan dewasa (<1 tahun )","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih jantan dewasa (<1 tahun ) :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V183","name":"R701A_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"43","loc_end_pos":"43","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak terpilih betina anak (<1 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih betina anak (<1 tahun) :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V184","name":"R701A_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"44","loc_end_pos":"44","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak terpilih betina muda (1 s.d 2 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih betina muda (1 s.d 2 tahun) :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V185","name":"R701A_K7","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"45","loc_end_pos":"45","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak terpilih betina dewasa (>2 s.d 4 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih betina dewasa (>2 s.d 4 tahun) :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun sapi potong\/sapi perah\/kerbau terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan. \n\nIsikan jumlah ternak besar jantan yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak besar betina yang dikuasai\npada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (10).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V186","name":"R701A_K8","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"46","loc_end_pos":"46","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak terpilih betina dewasa (>6 s.d 8 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih betina dewasa (>4 s.d 6 tahun) :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V187","name":"R701A_K9","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"47","loc_end_pos":"47","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak betina dewasa (>6 s.d 8 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih betina dewasa (>6 s.d 8 tahun) :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V188","name":"R701A_K10","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"48","loc_end_pos":"48","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ternak terpilih betina dewasa (>8 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Jumlah ternak terpilih (sapi potong\/sapi perah\/kerbau) yang dikuasai menurut jenis rumpun, jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Ternak terpilih betina dewasa (>8 tahun) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumpun\/bangsa (breed) ternak adalah : segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan sifat keturunan yang sama\/sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan sifat- sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak tersebut.\n\nAda beberapa ciri\/persyaratan khusus yang dapat membedakan rumpun\/bangsa yaitu persyaratan\nkuantitatif (ukuran tubuh) dan persyaratan\nkualitatif (sifat-sifat lain misalnya warna, tanduk, bentuk badan, kepala dan sebagainya).\n\nA. Sapi Potong\nRumpun\/bangsa ternak sapi potong dibedakan menjadi: sapi bali, sapi peranakan onggole (PO), sapi madura, sapi simmental, sapi limousin, sapi\nbrahman, sapi aceh, dan lain - lain.\n1. Sapi Bali Adalah : Sapi asli Indonesia yang merupakan keturunan langsung dari banteng liar (Bos Sundacius) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna bulu :\na. Betina: Berwarna merah, lutut kebawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, garis belut pada punggung, ujung ekor hitam.\nb. Jantan: Berwarna hitam, lutut ke bawah berwarna putih, pantat putih berbentuk setengah bulan, ujung ekor hitam.\n\nTanduk :\na. Betina : Pendek kecil.\nb. Jantan :Tumbuh baik berwarna hitam\n\nBentuk badan :\na. Betina: Bentuk kepala panjang, halus dan sempit, leher ramping.\nb. Jantan: Bentuk kepala lebar, leher kompak dan kuat, dada dalam dan lebar.\n\n2. Sapi Onggole\/Peranakan Onggole adalah : Sapi potong atau sapi kerja yang berasal dari hasil persilangan Sapi Onggole dengan sapi setempat.\nSapi Onggole\/Peranakan Onggole (PO) memiliki ciri\n- ciri sebagai berikut:\na. Warna bulu putih dengan warna keabu-abuan pada bagian pinggul, leher, pundak dan sebagian kepala.\nKeempat kaki bagian bawah tarsus dan karpus berwarna abu-abu kehitaman.\nKulit disekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku kaki dan bulu cambuk ekor berwarna hitam.\n\nb. Tanduknya pendek dan tumpul, pada yang betina lebih pendek dari pada jantan.\n\nc. Kepala relatif pendek dengan profil elengkung, punuk besar mengarah ke leher, gelambir (lipatan\n- lipatan kulit) yang besar terdapat di bawah leher dan perut, kaki panjang dan kokoh.\n\n3. Sapi madura berasal dari hasil persilangan sapi impor brahman dengan banteng yang telah dijinakkan.\nCiri-cirinya sebagai berikut:\nWarna bulu : Sapi jantan dan betina berwarna merah bata, bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna lebih terang, warna putih pada moncongnya, kaki bagian bawah serta ekor\nwarna hitam.\n\nBentuk badan : Punuknya kecil.\n\nTanduk :  Kecil, pendek dan melengkung dengan ujungnya mengarah kedepan. Pada betina tanduk ini hampir tak nampak.\n\n4. Sapi Simmental\nTubuh sapi simmental sedang, kompak dan padat , warna bulu bervariasi dari merah gelap sampai kuning kecoklatan, sapi simmental baik yang jantan maupun betinanya bertanduk.\n\n5. Sapi Limousin\nSapi jenis ini bertubuh besar dan padat, warna kuning agak kelabu serta tidak bertanduk.\n\n6. Sapi Brahman Warna bulu :\nBulu tipis dan berwarna putih atau kelabu.\n\nTanduk :\nSapi jantan bertanduk, sedang kan sapi betina tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nKepala dan paha besar, berpunuk, telinga lebar\nmenggantung, gelambir mulai dari rahang bawah\nsampai bagian ujung tulang dada bagian depan.\n\n7. Sapi Brahman Cross \nWarna bulu :\nSapi jantan berwarna putih\/abu- abu, sedang sapi\nbetina berwarna putih\/abu- abu atau merah.\n\nTanduk :\nSapi brahman cross tidak bertanduk.\n\nBentuk badan :\nBadan besar dan kepala relatif besar.\n\n8. Sapi Aceh\nSapi jenis ini terdapat di Provinsi Aceh, dengan ciri\n- ciri sebagai berikut:\n\nWarna bulu :\nSapi berwarna coklat muda, coklat merah (merah\nbata) coklat hitam, hitam dan putih kelabu , kulit\nhitam memutih kearah ventra.\n\nBentuk badan :\nSapi Jantan dewasa berpunuk dan terlihat jelas. Sapi betina muda dan betina dewasa berpunuk kecil.\n\nB. Sapi Perah\nRumpun ternak sapi perah di Indonesia saat ini sebagian besar adalah : Rumpun Fries Holland (FH).\nSapi FH adalah : sapi perah yang berasal dari\nBelanda, dengan ciri-ciri sebagai berikut :\n- warna belang hitam putih.\n- pada dahi umumnya terdapat warna putih segitiga.\n- Kaki bagian bawah dan bulu ekor berwarna putih.\n- Tanduk menjurus ke depan.\n\nC. Kerbau\nRumpun\/bangsa ternak kerbau dibedakan menjadi 2 yaitu kerbau murrah, dan kerbau lumpur\/lokal.\n\n1. Kerbau Murrah\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau perah yang sudah banyak dikembangkan di beberapa daerah seperti di Aceh, Sumatera Utara dan\nsebagainya.\nCiri - cirinya sebagai berikut:\n- Warna hitam, ambing lebih nampak dari luar.\n- Tanduk melingkar ke depan.\n- Bentuk badan lebih kecil dari kerbau biasa.\n\n2. Kerbau Lumpur\/Lokal\nKerbau jenis ini merupakan jenis kerbau yang umum terdapat di Indonesia. Kulit maupun bulu berwarna abu - abu, hitam.\n\nTanduk mengarah ke belakang, bentuk bulat panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran.\n\nPenggolongan umur ternak besar adalah sebagai\nberikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 1 tahun.\n\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 1- 2 tahun dan belum pernah kawin\/melahirkan.\nJika ada ternak yang berumur 1-2 tahun dan sudah pernah kawin\/melahirkan maka dikategorikan sebagai ternak dewasa (2-4 tahun).\n\n3.Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur\nlebih dari 2 tahun, atau belum berumur 2 tahun tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak tua (yang berumur 8 tahun dan lebih) pada kegiatan ini dimasukkan dalam kategori ternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F2"},{"file_id":"F2","vid":"V189","name":"WEIGHT","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"49","loc_end_pos":"50","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"WEIGHT","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"17","max":"90"},"fid":"F2"},{"file_id":"F3","vid":"V190","name":"PROP","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"1","loc_end_pos":"2","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Propinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Propinsi :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"12","max":"12"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V191","name":"KAB","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"3","loc_end_pos":"4","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kabupaten","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kabupaten :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V192","name":"KEC","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"5","loc_end_pos":"7","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kecamatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kecamatan :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V193","name":"ID_RUTA","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"8","loc_end_pos":"14","loc_width":"7","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Identitas Rumah Tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Identitas Rumah Tangga :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2076071","max":"2076158"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V194","name":"NO_URUT","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"15","loc_end_pos":"15","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"NO Urut Rumah Tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"NO Urut Rumah Tangga :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V195","name":"R702_N_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"16","loc_end_pos":"16","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"No urut ternak tepilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- No urut ternak tepilih :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V196","name":"R702_J_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"17","loc_end_pos":"30","loc_width":"14","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jenis ternak terpilih :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V197","name":"R702_K_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"31","loc_end_pos":"32","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode rumpun ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Kode rumpun ternak terpilih :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"41","max":"41"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V198","name":"R702_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"33","loc_end_pos":"33","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak terpilih jantan anak (<6 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jumlah ternak terpilih jantan anak (<6 bulan) :.....","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"9"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V199","name":"R702_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"34","loc_end_pos":"34","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak terpilih jantan muda (6 s.d 12 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jumlah ternak terpilih jantan muda (6 s.d 12 bulan) :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V200","name":"R702_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"35","loc_end_pos":"35","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak terpilih jantan dewasa (>12 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jumlah ternak terpilih jantan dewasa (>12 bulan) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V201","name":"R702_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"36","loc_end_pos":"36","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak terpilih betina anak (<6 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jumlah ternak terpilih betina anak (<6 bulan) :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V202","name":"R702_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"37","loc_end_pos":"37","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak terpilih betina muda (6 s.d 12 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jumlah ternak terpilih betina muda (6 s.d 12 bulan) :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V203","name":"R702_K7","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"38","loc_end_pos":"38","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak terpilih betina dewasa (>12 bulan)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah ternak terpilih (kambing\/domba\/babi)yang dikuasai menurut jenis rumpun. jenis kelamin, dan kategori umur pada 1 mei 2014 (ekor) :\n- Jumlah ternak terpilih betina dewasa (>12 bulan) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jenis rumpun ternak kecil terpilih pada titik-titik dan masukan kode rumpun ternak kedalam kotak yang disediakan.\n\nIsikan jumlah ternak jantan yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur.\n\nIsikan jumlah ternak betina yang dikuasai pada 1 Mei 2014 menurut kategori umur. \n\nIsikan jumlah ternak pada masing-masing kolom umur ternak (kolom (2) s.d kolom (7)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jenis kode rumpun :\nA. Kambing\nRumpun\/bangsa ternak kambing dibedakan menjadi 3 yaitu kambing kacang, etawa\/ peranakan etawa (PE) dan persilangan kambing boer.\n1. Kambing Kacang\nadalah : Ternak kambing yang mempunyai ciri-ciri\nsebagai berikut:\nWarna bulu :\nBervariasi dari putih, campur hitam, coklat atau hitam sama sekali.\nTanduk :\nMengarah ke belakang dan membengkok keluar.\nBentuk badan :\nhidung lurus, leher pendek, telinga pendek, berdiri\ntegak kedepan samping kepala kecil dan ringan.\n\n2. Kambing Etawa\/Peranakan Etawa (PE)\nWarna bulu :\nbelang hitam, putih, merah, coklat dan kadang- kadang putih.\nTanduk : Kecil.\nBentuk badan :\nMuka cembung, daun telinga panjang dan terkulai\nke bawah, bergelambir cukup besar, daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang.\n\n3. Persilangan Kambing Boer\n\nB.Domba\nRumpun\/bangsa domba dibedakan menjadi beberapa yaitu :\n1. Domba Ekor Gemuk adalah : Domba yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\nWarna : Warna bulu putih\nTanduk : Tidak bertanduk\nBentuk badan : Ekor besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor\nkecil karena tidak terjadi penimbunan lemak.\n\n2. Domba ekor tipis (domba gembel)\nDomba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel.\nCiri-ciri domba ekor tipis :\n- Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30\n- 40 kg dan domba betina 15\n- 20 kg.\n- Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.\n- Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. \n- Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.\n- Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. \n\n3. Domba garut\/priangan Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat).\nNamun, saat ini domba garut sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.\nDomba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.\nCiri-ciri domba garut\/priangan :\n- Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks.\n- Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu.\nSedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang\ntanduk.\n- Domba jantan mempunyai berat 40\n- 80 kg, sedangkan betina 30\n- 40 kg.\n- Kadang\n- kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. \n\nC. Babi\nRumpun\/bangsa ternak babi dibedakan menjadi 3 yaitu jenis babi ras, babi lokal, dan persilangan.\n1. Babi Lokal\nMisalnya babi bali, babi nias, babi krawang, babi sumba, babi toraja, dan babi manado.\n2. Babi Ras\nBabi jenis ini merupakan jenis impor misalnya:\n1.1. Berkshire:\nAsal Inggris, warna hitam, totol putih, ada juga\nyang merah, kaki dan kepala pendek, telinga\nbesar.\n1.2. Chester White:\nAsal USA (Pensilvania), warna putih.\n1.3. Tamworth:\nAsal Inggris\/Irlandia, warna merah, coklat muda,\nkepala dan muka panjang, telinga agak lebar.\n1.4. Yorkshire:\nAsal Inggris, warna putih, bentuk badan besar,\npanjang, dan kaki pendek.\n1.5. Sadleback:\nWarna hitam dengan belang putih pada punggung atas dekat pundak.\n1.6. Hampshire:\nAsal Sadleback, warna hitam, putih pada pundak\ndan kaki depan mirip selendang.\n1.7. VDL (Veredelde Duitse Landvarken ) : Asal Jerman, telinga panjang,lebar dan jatuh.\n1.8. VNL (Veredelde Neder Landselandvaken)\n: Asal Belanda, telinga berdiri.\n3. Persilangan Merupakan hasil persilangan babi ras dengan babi lokal.\n\nPenggolongan umur ternak kecil adalah sebagai berikut:\n1. Anak ternak adalah ternak yang berumur kurang dari 6 bulan.\n2. Ternak muda adalah ternak yang berumur 6\n- 12 bulan dan belum dikawinkan\/melahirkan.\n3. Ternak dewasa\/tua adalah ternak yang berumur > 12 bulan atau belum ber-umur 12\nbulan tetapi sudah dikawinkan atau melahirkan. \nTernak kecil tua (yang berumur 6 tahun dan lebih) pada penelitian ini dimasukkan dalam kategori\nternak dewasa.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F3"},{"file_id":"F3","vid":"V204","name":"WEIGHT","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"39","loc_end_pos":"40","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"WEIGHT","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"17","max":"90"},"fid":"F3"},{"file_id":"F4","vid":"V205","name":"PROP","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"1","loc_end_pos":"2","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Propinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Propinsi :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"12","max":"12"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V206","name":"KAB","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"3","loc_end_pos":"4","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kabupaten","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kabupaten :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V207","name":"KEC","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"5","loc_end_pos":"7","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kecamatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kecamatan :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V208","name":"ID_RUTA","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"8","loc_end_pos":"14","loc_width":"7","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Identitas Rumah Tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Identitas Rumah Tangga :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2076071","max":"2076158"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V209","name":"KODE","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"15","loc_end_pos":"18","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"KODE","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kode :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"4101","max":"4304"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V210","name":"NAMA","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"19","loc_end_pos":"30","loc_width":"12","loc_rec_seg_no":"1","labl":"NAMA","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nama :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V211","name":"R801A_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"31","loc_end_pos":"31","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pekerja tetap laki laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Jumlah pekerja tetap laki laki :........orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tetap yang dibayar laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3),\nserta nilai upah pekerja tetap laki-laki pada kolom (4) dan nilai upah pekerja tetap perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pekerja Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji secara tetap baik ada kegiatan maupun tidak ada kegiatan dan biasanya apabila diberhentikan akan mendapat pesangon.\n\nPekerja Tidak Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji berdasarkan pada banyaknya waktu kerja dan volume pekerjaan yang dikerjakan.\n\nUpah pekerja atau upah buruh\/karyawan\nadalah : Semua pembayaran yang dikeluarkan baik berupa uang maupun barang untuk pekerja yang dibayar.\nUpah berupa barang dinilai berdasarkan harga setempat yang berlaku pada saat dibayarkan.\nPekerja meliputi:\n1. Buruh\/karyawan\/pegawai atau pekerja dibayar ada lah kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga yang bekerja pada orang lain atau\ninstansi\/kantor\/perusahaan dengan menerima upah\/gaji baik berupa uang maupun barang.\n\n2. Pekerja keluarga\/pekerja tidak dibayar adalah anggota rumah tangga yang bekerja membantu kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga\nlain\/orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah\/gaji, baik berupa uang maupun barang.\nTermasuk pekerja tidak dibayar adalah:\na. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya, misalnya isteri\/suami dan anak.\nb. Bukan sebagai anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, misalnya keponakan atau mertua.\nc. Bukan sebagai anggota rumah tangga dan bukan keluarga orang yang dibantunya.\n\nPengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0\u20138 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9\u2013 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21\u201375 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0\u20134 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5\u20138 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V212","name":"R801A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"32","loc_end_pos":"32","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pekerja tetap perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Jumlah pekerja tetap perempuan :........orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tetap yang dibayar laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3),\nserta nilai upah pekerja tetap laki-laki pada kolom (4) dan nilai upah pekerja tetap perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pekerja Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji secara tetap baik ada kegiatan maupun tidak ada kegiatan dan biasanya apabila diberhentikan akan mendapat pesangon.\n\nPekerja Tidak Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji berdasarkan pada banyaknya waktu kerja dan volume pekerjaan yang dikerjakan.\n\nUpah pekerja atau upah buruh\/karyawan\nadalah : Semua pembayaran yang dikeluarkan baik berupa uang maupun barang untuk pekerja yang dibayar.\nUpah berupa barang dinilai berdasarkan harga setempat yang berlaku pada saat dibayarkan.\nPekerja meliputi:\n1. Buruh\/karyawan\/pegawai atau pekerja dibayar ada lah kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga yang bekerja pada orang lain atau\ninstansi\/kantor\/perusahaan dengan menerima upah\/gaji baik berupa uang maupun barang.\n\n2. Pekerja keluarga\/pekerja tidak dibayar adalah anggota rumah tangga yang bekerja membantu kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga\nlain\/orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah\/gaji, baik berupa uang maupun barang.\nTermasuk pekerja tidak dibayar adalah:\na. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya, misalnya isteri\/suami dan anak.\nb. Bukan sebagai anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, misalnya keponakan atau mertua.\nc. Bukan sebagai anggota rumah tangga dan bukan keluarga orang yang dibantunya.\n\nPengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0\u20138 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9\u2013 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21\u201375 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0\u20134 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5\u20138 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V213","name":"R801A_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"33","loc_end_pos":"36","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai upah pekerja tetap laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Nilai upah pekerja tetap laki-laki : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tetap yang dibayar laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3),\nserta nilai upah pekerja tetap laki-laki pada kolom (4) dan nilai upah pekerja tetap perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pekerja Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji secara tetap baik ada kegiatan maupun tidak ada kegiatan dan biasanya apabila diberhentikan akan mendapat pesangon.\n\nPekerja Tidak Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji berdasarkan pada banyaknya waktu kerja dan volume pekerjaan yang dikerjakan.\n\nUpah pekerja atau upah buruh\/karyawan\nadalah : Semua pembayaran yang dikeluarkan baik berupa uang maupun barang untuk pekerja yang dibayar.\nUpah berupa barang dinilai berdasarkan harga setempat yang berlaku pada saat dibayarkan.\nPekerja meliputi:\n1. Buruh\/karyawan\/pegawai atau pekerja dibayar ada lah kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga yang bekerja pada orang lain atau\ninstansi\/kantor\/perusahaan dengan menerima upah\/gaji baik berupa uang maupun barang.\n\n2. Pekerja keluarga\/pekerja tidak dibayar adalah anggota rumah tangga yang bekerja membantu kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga\nlain\/orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah\/gaji, baik berupa uang maupun barang.\nTermasuk pekerja tidak dibayar adalah:\na. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya, misalnya isteri\/suami dan anak.\nb. Bukan sebagai anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, misalnya keponakan atau mertua.\nc. Bukan sebagai anggota rumah tangga dan bukan keluarga orang yang dibantunya.\n\nPengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0\u20138 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9\u2013 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21\u201375 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0\u20134 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5\u20138 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"72","max":"3600"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V214","name":"R801A_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"37","loc_end_pos":"37","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai upah pekerja tetap perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Nilai upah pekerja tetap perempuan : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tetap yang dibayar laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3),\nserta nilai upah pekerja tetap laki-laki pada kolom (4) dan nilai upah pekerja tetap perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pekerja Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji secara tetap baik ada kegiatan maupun tidak ada kegiatan dan biasanya apabila diberhentikan akan mendapat pesangon.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V215","name":"R801B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"38","loc_end_pos":"38","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pekerja tidak tetap laki laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Jumlah pekerja tidak tetap laki laki :........orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tidak tetap laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3),serta\nnilai upah pekerja tidak tetap laki-laki pada kolom (4)\ndan nilai upah pekerja tidak tetap perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pekerja Tidak Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji berdasarkan pada banyaknya waktu kerja dan volume pekerjaan yang dikerjakan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V216","name":"R801B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"39","loc_end_pos":"39","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pekerja tidak tetap perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Jumlah pekerja tidak tetap perempuan :........orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tidak tetap laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3),serta\nnilai upah pekerja tidak tetap laki-laki pada kolom (4)\ndan nilai upah pekerja tidak tetap perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pekerja Tidak Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji berdasarkan pada banyaknya waktu kerja dan volume pekerjaan yang dikerjakan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V217","name":"R801B_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"40","loc_end_pos":"40","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai upah pekerja tidak tetap laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Nilai upah pekerja tidak tetap laki-laki : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tidak tetap laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3),serta\nnilai upah pekerja tidak tetap laki-laki pada kolom (4)\ndan nilai upah pekerja tidak tetap perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pekerja Tidak Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji berdasarkan pada banyaknya waktu kerja dan volume pekerjaan yang dikerjakan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V218","name":"R801B_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"41","loc_end_pos":"41","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai upah pekerja tidak tetap perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Nilai upah pekerja tidak tetap perempuan : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tidak tetap laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3),serta\nnilai upah pekerja tidak tetap laki-laki pada kolom (4)\ndan nilai upah pekerja tidak tetap perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pekerja Tidak Tetap adalah : Pekerja yang bekerja dengan menerima upah\/gaji berdasarkan pada banyaknya waktu kerja dan volume pekerjaan yang dikerjakan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V219","name":"R801C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"42","loc_end_pos":"42","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pekerja tidak dibayar laki laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Jumlah pekerja tidak dibayar (upah di perkirakan) laki laki :........orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tidak dibayar laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3), serta perkiraan nilai upah pekerja tidak dibayar laki-laki pada kolom (4) dan perkiraan nilai upah pekerja tidak\ndibayar perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Upah pekerja atau upah buruh\/karyawan\nadalah : Semua pembayaran yang dikeluarkan baik berupa uang maupun barang untuk pekerja yang dibayar.\nUpah berupa barang dinilai berdasarkan harga setempat yang berlaku pada saat dibayarkan.\nPekerja meliputi:\n1. Buruh\/karyawan\/pegawai atau pekerja dibayar ada lah kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga yang bekerja pada orang lain atau\ninstansi\/kantor\/perusahaan dengan menerima upah\/gaji baik berupa uang maupun barang.\n\n2. Pekerja keluarga\/pekerja tidak dibayar adalah anggota rumah tangga yang bekerja membantu kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga\nlain\/orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah\/gaji, baik berupa uang maupun barang.\nTermasuk pekerja tidak dibayar adalah:\na. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya, misalnya isteri\/suami dan anak.\nb. Bukan sebagai anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, misalnya keponakan atau mertua.\nc. Bukan sebagai anggota rumah tangga dan bukan keluarga orang yang dibantunya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V220","name":"R801C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"43","loc_end_pos":"43","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pekerja tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Jumlah pekerja tidak dibayar (upah di perkirakan) perempuan :........orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tidak dibayar laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3), serta perkiraan nilai upah pekerja tidak dibayar laki-laki pada kolom (4) dan perkiraan nilai upah pekerja tidak\ndibayar perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Upah pekerja atau upah buruh\/karyawan\nadalah : Semua pembayaran yang dikeluarkan baik berupa uang maupun barang untuk pekerja yang dibayar.\nUpah berupa barang dinilai berdasarkan harga setempat yang berlaku pada saat dibayarkan.\nPekerja meliputi:\n1. Buruh\/karyawan\/pegawai atau pekerja dibayar ada lah kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga yang bekerja pada orang lain atau\ninstansi\/kantor\/perusahaan dengan menerima upah\/gaji baik berupa uang maupun barang.\n\n2. Pekerja keluarga\/pekerja tidak dibayar adalah anggota rumah tangga yang bekerja membantu kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga\nlain\/orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah\/gaji, baik berupa uang maupun barang.\nTermasuk pekerja tidak dibayar adalah:\na. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya, misalnya isteri\/suami dan anak.\nb. Bukan sebagai anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, misalnya keponakan atau mertua.\nc. Bukan sebagai anggota rumah tangga dan bukan keluarga orang yang dibantunya.\n\nPengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V221","name":"R801C_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"44","loc_end_pos":"48","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai upah pekerja tidak dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Nilai upah pekerja tidak dibayar (upah diperkirakan) laki-laki : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tidak dibayar laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3), serta perkiraan nilai upah pekerja tidak dibayar laki-laki pada kolom (4) dan perkiraan nilai upah pekerja tidak\ndibayar perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Upah pekerja atau upah buruh\/karyawan\nadalah : Semua pembayaran yang dikeluarkan baik berupa uang maupun barang untuk pekerja yang dibayar.\nUpah berupa barang dinilai berdasarkan harga setempat yang berlaku pada saat dibayarkan.\nPekerja meliputi:\n1. Buruh\/karyawan\/pegawai atau pekerja dibayar ada lah kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga yang bekerja pada orang lain atau\ninstansi\/kantor\/perusahaan dengan menerima upah\/gaji baik berupa uang maupun barang.\n\n2. Pekerja keluarga\/pekerja tidak dibayar adalah anggota rumah tangga yang bekerja membantu kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga\nlain\/orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah\/gaji, baik berupa uang maupun barang.\nTermasuk pekerja tidak dibayar adalah:\na. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya, misalnya isteri\/suami dan anak.\nb. Bukan sebagai anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, misalnya keponakan atau mertua.\nc. Bukan sebagai anggota rumah tangga dan bukan keluarga orang yang dibantunya.\n\nPengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"72","max":"25200"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V222","name":"R801C_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"49","loc_end_pos":"49","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai upah pekerja tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai upah pekerja selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Nilai upah pekerja tidak dibayar (upah diperkirakan)  perempuan : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah pekerja tidak dibayar laki-laki pada kolom (2) dan perempuan pada kolom (3), serta perkiraan nilai upah pekerja tidak dibayar laki-laki pada kolom (4) dan perkiraan nilai upah pekerja tidak\ndibayar perempuan pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Upah pekerja atau upah buruh\/karyawan\nadalah : Semua pembayaran yang dikeluarkan baik berupa uang maupun barang untuk pekerja yang dibayar.\nUpah berupa barang dinilai berdasarkan harga setempat yang berlaku pada saat dibayarkan.\nPekerja meliputi:\n1. Buruh\/karyawan\/pegawai atau pekerja dibayar ada lah kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga yang bekerja pada orang lain atau\ninstansi\/kantor\/perusahaan dengan menerima upah\/gaji baik berupa uang maupun barang.\n\n2. Pekerja keluarga\/pekerja tidak dibayar adalah anggota rumah tangga yang bekerja membantu kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga\nlain\/orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah\/gaji, baik berupa uang maupun barang.\nTermasuk pekerja tidak dibayar adalah:\na. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya, misalnya isteri\/suami dan anak.\nb. Bukan sebagai anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, misalnya keponakan atau mertua.\nc. Bukan sebagai anggota rumah tangga dan bukan keluarga orang yang dibantunya.\n\nPengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V223","name":"R802A1_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"50","loc_end_pos":"50","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian petelur starter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n1. Jumlah pembelian petelur starter :........ Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V224","name":"R802A1_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"51","loc_end_pos":"51","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian petelur starter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n1. Nilai pembelian petelur starter : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V225","name":"R802A1_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"52","loc_end_pos":"52","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian petelur starter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n1. Jumlah bukan pembelian petelur starter :........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V226","name":"R802A1_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"53","loc_end_pos":"53","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian petelur starter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n1. Nilai perkiraan bukan pembelian petelur starter : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V227","name":"R802A2_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"54","loc_end_pos":"54","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian petelur grower","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n2. Jumlah pembelian petelur grower :........ Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V228","name":"R802A2_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"55","loc_end_pos":"55","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian petelur grower","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n2. Nilai pembelian petelur grower : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V229","name":"R802A2_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"56","loc_end_pos":"56","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian petelur grower","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n2. Jumlah bukan pembelian petelur grower :.......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V230","name":"R802A2_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"57","loc_end_pos":"57","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian petelur grower","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n2. Nilai perkiraan bukan pembelian petelur grower : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V231","name":"R802A3_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"58","loc_end_pos":"58","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian petelur layer","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n3. Jumlah pembelian petelur layer :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V232","name":"R802A3_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"59","loc_end_pos":"59","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian petelur Layer","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n3. Nilai pembelian petelur Layer : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V233","name":"R802A3_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"60","loc_end_pos":"60","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian petelur layer","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n3. Jumlah bukan pembelian petelur layer :........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V234","name":"R802A3_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"61","loc_end_pos":"61","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian petelur layer","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n3. Nilai perkiraan bukan pembelian petelur layer : Rp.....","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V235","name":"R802A4_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"62","loc_end_pos":"62","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian broiler starter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n4. Jumlah pembelian Broiler starter :....... Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V236","name":"R802A4_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"63","loc_end_pos":"63","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian broiler starter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n4. Nilai pembelian Broiler starter : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V237","name":"R802A4_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"64","loc_end_pos":"64","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian broiler starter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n4. Jumlah bukan pembelian Broiler starter :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V238","name":"R802A4_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"65","loc_end_pos":"65","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian broiler starter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n4. Nilai perkiraan bukan pembelian Broiler starter : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\n\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V239","name":"R802A5_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"66","loc_end_pos":"66","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian broiler finisher","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n5. Jumlah pembelian broiler finisher :.......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V240","name":"R802A5_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"67","loc_end_pos":"67","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian broiler finisher","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n5.  Nilai pembelian broiler finisher : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V241","name":"R802A5_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"68","loc_end_pos":"68","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian broiler finisher","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak uggas :\n5. Jumlah bukan pembelian broiler finisher :........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V242","name":"R802A5_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"69","loc_end_pos":"69","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian broiler finisher","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n5. Nilai perkiraan bukan pembelian broiler finisher : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V243","name":"R802A6_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"70","loc_end_pos":"70","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian Konsentrat (pelet, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n6. Jumlah pembelian Konsentrat (pelet, dll) : ......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V244","name":"R802A6_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"71","loc_end_pos":"71","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian Konsentrat (pelet, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n6. Nilai pembelian Konsentrat (pelet, dll) : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V245","name":"R802A6_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"72","loc_end_pos":"72","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian konsentrat (pelet, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n6. Jumlah bukan pembelian konsentrat (pelet, dll) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V246","name":"R802A6_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"73","loc_end_pos":"73","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian Konsentrat (pelet, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n6. Nilai perkiraan bukan pembelian Konsentrat (pelet, dll) : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V247","name":"R802A7_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"74","loc_end_pos":"77","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian dedak\/bekatul","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n7. Jumlah pembelian dedak\/bekatul :..........kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"36","max":"1680"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V248","name":"R802A7_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"78","loc_end_pos":"81","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian dedak\/bekatul","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n7. Nilai pembelian dedak\/bekatul : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"1680"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V249","name":"R802A7_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"82","loc_end_pos":"84","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian dedak\/bekatul","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n7. Jumlah bukan pembelian dedak\/bekatul :.......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"480"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V250","name":"R802A7_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"85","loc_end_pos":"88","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian dedak\/bekatul","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n7. Nilai perkiraan bukan pembelian dedak\/bekatul : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"40","max":"4800"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V251","name":"R802A8_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"89","loc_end_pos":"91","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian biji-bijian (gabah, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n8. Jumlah pembelian biji-bijian (gabah, dll) :......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"240","max":"240"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V252","name":"R802A8_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"92","loc_end_pos":"94","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian biji-bijian (gabah, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n8. Nilai pembelian biji-bijian (gabah, dll) : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"480","max":"480"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V253","name":"R802A8_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"95","loc_end_pos":"97","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian biji-bijian (gabah, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n8. Jumlah bukan pembelian biji-bijian (gabah, dll) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"12","max":"240"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V254","name":"R802A8_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"98","loc_end_pos":"101","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian biji-bijian (gabah, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n8. Nilai perkiraan bukan pembelian biji-bijian (gabah, dll) : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"120","max":"2000"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V255","name":"R802A9_1_K","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"102","loc_end_pos":"113","loc_width":"12","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis pakan lainnya ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Jenis pakan lainnya ke 1 :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V256","name":"R802A9_1_1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"114","loc_end_pos":"116","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian lainnya ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Jumlah pembelian pakan lainnya ke 1 :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"360","max":"360"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V257","name":"R802A9_1_2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"117","loc_end_pos":"119","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian lainnya ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Nilai pembelian pakan lainnya ke 1 : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"720","max":"720"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V258","name":"R802A9_1_3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"120","loc_end_pos":"122","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian lainnya ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Jumlah bukan pembelian pakan lainnya ke 1 :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"72","max":"360"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V259","name":"R802A9_1_4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"123","loc_end_pos":"126","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian lainnya ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Nilai perkiraan bukan pembelian pakan lainnya ke 1 : Rp.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"720","max":"3600"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V260","name":"R802A9_2_K","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"127","loc_end_pos":"127","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis pakan lainnya ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Jenis pakan lainnya ke 2 :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V261","name":"R802A9_2_1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"128","loc_end_pos":"128","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian pakan lainnya ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Jumlah pembelian pakan lainnya ke 2 : ......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V262","name":"R802A9_2_2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"129","loc_end_pos":"129","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian pakan lainnya ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Nilai pembelian pakan lainnya ke 2 : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V263","name":"R802A9_2_3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"130","loc_end_pos":"130","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian pakan lainnye ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Jumlah bukan pembelian pakan lainnye ke 2 :......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.\n\nHijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V264","name":"R802A9_2_4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"131","loc_end_pos":"131","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian pakan lainnya ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. khusus pakan ternak unggas :\n9. Nilai perkiraan bukan pembelian pakan lainnya ke 2 : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian pada kolom (4 ), serta nilai pakan yang diperoleh dari pembelian pada kolom (3 ) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan unggas.\n\nJika ada jenis pakan yang digunakan selain R 802.a.1-R802.a.8, maka tuliskan nama pakan yang digunakan pada R802.a.9 kolom (1) dan jumlah pakan dari pembelian pada kolom (2), pak\nan bukan pembelian pada kolom (4) serta nilai\npembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan\nbukan pembelian pada kolom (5).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran pakan ternak adalah : Pengeluaran untuk pakan ternak yang benar-benar telah\ndigunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 , sehingga untuk pakan yang telah dibeli tetapi belum digunakan tidak dimasukan sebagai pengeluaran pakan.\nPakan ternak dibedakan berdasarkan cara memperolehnya yaitu pembelian dan bukan pembelian.\nPakan ternak bukan pembelian adalah : Pakan ternak yang diperoleh dari pihak lain secara cuma\n- cuma (misalnya dari pemberian orang lain)atau pakan yang dicari sendiri oleh peternak tanpa harus membeli.\nJika pakan diperoleh dari bukan pembelian\nmaka nilainya diperkirakan seolah-olah membeli berdasarkan harga di wilayah tersebut.\nTernak yang mencari makan sendiri di padang rumput dan tempat lainnya atau unggas yang mencari makan sendiri di ladang\/sawah dan sebag\nai nya, maka penggunaan pakannya dianggap tidak ada.\n\nComplete feed, atau biasa disebut sebagai ransum merupakan jenis pakan yang dapat diberikan langsung (tidak perlu dicampur dengan bahan makanan lain dalam penggunaannya\n). Complete feed terdiri dari :\n1. Complete feed\nuntuk ayam ras petelur :\n- Petelur stater diberi saat usia ayam 0-8 minggu\n- Petelur grower diberikan saat usia ayam 9- 20 minggu.\n- Petelur layer diberikan saat usia 21-75 minggu\n\n2. Complete feed untuk ayam ras pedaging\n- Broiler starter diberikan saat usia ayam 0-4 minggu.\n- Broiler finisher diberikan saat usia ayam 5-8 minggu.\n\nKonsentrat adalah : Pakan unggas kemasan buatan pabrik yang dalam penggunaannya harus\ndicampur dengan dedak atau jagung , contoh: pellet, dll.\nDedak \/bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dalam proses penggilingan padi diIndonesia, dedak\ndihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V265","name":"R802B1_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"132","loc_end_pos":"136","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian Hijauan pakan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n1. Jumlah pembelian Hijauan pakan ternak (rumput, dll) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"21600","max":"21600"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V266","name":"R802B1_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"137","loc_end_pos":"140","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian hijaun pakan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n1. Nilai pembelian hijauan pakan ternak (rumput, dll) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5400","max":"5400"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V267","name":"R802B1_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"141","loc_end_pos":"145","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian Hijauan pakan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n1. Jumlah bukan pembelian Hijauan pakan ternak (rumput, dll) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1400","max":"10950"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V268","name":"R802B1_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"146","loc_end_pos":"149","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian hijauan pakan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n1. Nilai perkiraan bukan pembelian hijauan pakan ternak (rumput, dll) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"540","max":"5475"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V269","name":"R802B2_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"150","loc_end_pos":"150","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian pakan buatan pabrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n2. Jumlah pembelian pakan buatan pabrik (pelet, dll) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V270","name":"R802B2_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"151","loc_end_pos":"151","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian pakan buatan pabrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n2. Nilai pembelian pakan buatan pabrik (pelet, dll) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V271","name":"R802B2_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"152","loc_end_pos":"152","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian pakan buatan pabrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n2. Jumlah bukan pembelian pakan buatan pabrik (pelet, dll) :....... Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V272","name":"R802B2_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"153","loc_end_pos":"153","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian pakan buatan pabrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n2. Nilai perkiraan bukan pembelian pakan buatan pabrik (pelet, dll) : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V273","name":"R802B3_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"154","loc_end_pos":"154","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian limbah rumah tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n3. Jumlah pembelian limbah rumah tangga :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V274","name":"R802B3_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"155","loc_end_pos":"155","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian limbah rumah tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n3. Nilai pembelian limbah rumah tangga : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V275","name":"R802B3_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"156","loc_end_pos":"156","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian limbah rumah tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n3. Jumlah bukan pembelian limbah rumah tangga :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V276","name":"R802B3_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"157","loc_end_pos":"157","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian limbah rumah tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n3. Nilai perkiraan bukan pembelian limbah rumah tangga : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V277","name":"R802B4_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"158","loc_end_pos":"158","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian limbah pertanian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n4. Jumlah pembelian limbah pertanian(jerami) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V278","name":"R802B4_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"159","loc_end_pos":"159","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian limbah pertanian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n4. Nilai pembelian limbah pertanian (jerami, dll): Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V279","name":"R802B4_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"160","loc_end_pos":"160","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian limbah pertanian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n4. Jumlah bukan pembelian limbah pertanian (jerami, dll) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V280","name":"R802B4_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"161","loc_end_pos":"161","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian limbah pertanian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n4. Nilai perkiraan bukan pembelian limbah pertanian : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V281","name":"R802B5_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"162","loc_end_pos":"162","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian limbah pabrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n5. Jumlah pembelian limbah pabrik (ampas tahu, bungkil inti sawit,dedak\/bekatul, dll) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V282","name":"R802B5_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"163","loc_end_pos":"163","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian limbah pabrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n5. Nilai pembelian limbah pabrik (ampas tahu, bungkil inti sawit, dedak\/bekatul, dll) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V283","name":"R802B5_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"164","loc_end_pos":"164","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian limbah pabrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n5. Jumlah bukan pembelian limbah pabrik (ampas tahu, bungkil inti sawit,dedak\/bekatul,dll) :.........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V284","name":"R802B5_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"165","loc_end_pos":"165","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian limbah pabrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n5. Nilai perkiraanbukan pembelian limbah pabrik (ampas tahu, bungkil inti sawit, dedak\/bekatul, dll) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V285","name":"R802B6_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"166","loc_end_pos":"166","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis pakan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n6. Jenis pakan lainnya :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V286","name":"R802B6_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"167","loc_end_pos":"167","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian jenis pakan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n6. Jumlah pembelian jenis pakan lainnya :.......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V287","name":"R802B6_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"168","loc_end_pos":"168","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian jenis pakan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n6. Nilai pembelian jenis pakan lainnya : RP..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V288","name":"R802B6_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"169","loc_end_pos":"169","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian jenis pakan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n6. Jumlah bukan pembelian jenis pakan lainnya :........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V289","name":"R802B6_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"170","loc_end_pos":"170","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian jenis pakan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai pakan ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Khusus pakan ternak besar, kecil dan kelinci :\n6. Nilai perkiraan bukan pembelian jenis pakan lainnya : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan banyaknya pakan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (\n2 ) dan banyaknya pakan yang bukan dari pembelian\npada kolom (4) serta nilai pembelian pakan pada kolom (3) dan nilai pakan bukan pembelian pada kolom (5) menurut jenis pakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Hijauan pakan ternak (rumput, dll) adalah :  Tanaman yang diberikan langsung kepada ternak tanpa melalui proses terlebih dahulu seperti rumput gajah, rumput benggala, setaria, tanaman jagung yang khusus untuk pakan ternak, polong-\npolongan, dll.\n\nPakan buatan pabrik adalah : Makanan jadi yang dibuat oleh pabrik untuk ternak misalnya starter swine, finisher swine dan concentrate swine.\n\nLimbah rumah tangga adalah : Sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya sisa sayur atau buah dan sisa makanan.\n\nLimbah pertanian (jerami, dll) adalah : Sisa-sisa\nhasil pertanian yang dapat dimakan ternak, seperti jerami padi, sisa tanaman jagung, sisa tanaman kacang tanah, sisa tanaman kacang kedelai, daun singkong, daun ubi jalar, pucuk tebu, dll.\n\nLimbah pabrik adalah  : Sisa hasil dari suatu proses pengolahan (pabrik) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya dedak, ampas tahu, bungkil inti sawit, dll.\n\nPakan lainnya adalah : Pakan ternak selain di atas misalnya beras, jagung, biji-bijian dan umbi-umbian.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V290","name":"R803A_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"171","loc_end_pos":"175","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pembelian bahan bakar\/pelumas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran bahan bakar, listrik, dan air selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Pembelian bahan bakar\/pelumas (bensin, solar, minyak tanah, dll) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai pemakaian bensin, solar, minyak tanah, pelumas , dan bahan bakar minyak lainnya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2)\ndan isikan nilai perkiraan bukan pembelian pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran bahan bakar, listrik,dan air adalah  : Pengeluaran atas penggunaan bahan bakar dan pelumas, listrik serta air yang digunakan untuk\nusaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dalam ribuan rupiah.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"14400","max":"14400"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V291","name":"R803A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"176","loc_end_pos":"176","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Bukan pembelian bahan bakar\/pelumas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran bahan bakar, listrik, dan air selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Bukan pembelian bahan bakar\/pelumas (bensin, solar, minyak tanah, dll) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai pemakaian bensin, solar, minyak tanah, pelumas , dan bahan bakar minyak lainnya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2)\ndan isikan nilai perkiraan bukan pembelian pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengeluaran bahan bakar, listrik,dan air adalah  : Pengeluaran atas penggunaan bahan bakar dan pelumas, listrik serta air yang digunakan untuk\nusaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dalam ribuan rupiah.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V292","name":"R803B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"177","loc_end_pos":"177","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pembelian listrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran bahan bakar, listrik, dan air selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Pembelian listrik : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai pemakaian listrik, baik yang dibeli dari PLN maupun non-PLN selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) dan isikan nilai perkiraan listrik bukan pembelian pada kolom (3).\nListrik yang dibangkitkan sendiri dengan menggunakan generator, cukup diisikan nilai bahan bakar untuk generator tersebut pada rincian 803.a","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V293","name":"R803B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"178","loc_end_pos":"178","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Bukan pembelian listrik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran bahan bakar, listrik, dan air selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Bukan pembelian listrik : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V294","name":"R803C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"179","loc_end_pos":"179","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pembelian air","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran bahan bakar, listrik, dan air selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Pembelian air : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai pemakaian air yang dibeli baik dari PAM maupun non- PAM selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom ( 2 ) .\nIsikan pula nilai perkiraan pemakaian air bukan pembelian pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V295","name":"R803C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"180","loc_end_pos":"180","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Bukan pembelian air","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran bahan bakar, listrik, dan air selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Bukan pembelian air : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai pemakaian air yang dibeli baik dari PAM maupun non- PAM selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom ( 2 ) .\nIsikan pula nilai perkiraan pemakaian air bukan pembelian pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V296","name":"R803D_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"181","loc_end_pos":"185","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran bahan bakar, listrik, dan air selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Jumlah Pembelian : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah nilai pemakaian bahan bakar\/pelumas, listrik dan air yang dibeli selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) dan nilai\nperkiraan dari bukan pembelian pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"14400","max":"14400"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V297","name":"R803D_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"186","loc_end_pos":"186","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Bukan jumlah pembelian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran bahan bakar, listrik, dan air selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Jumlah bukan pembelian : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah nilai pemakaian bahan bakar\/pelumas, listrik dan air yang dibeli selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) dan nilai\nperkiraan dari bukan pembelian pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V298","name":"R804A_1_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"187","loc_end_pos":"192","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Vaksin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na1. Vaksin ke 1 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V299","name":"R804A_1_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"193","loc_end_pos":"193","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan vaksin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na1. Kode satuan vaksin ke1 :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"4","max":"4"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V300","name":"R804A_1_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"194","loc_end_pos":"194","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian vaksin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na1. Jumlah pembelian vaksin ke 1 :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V301","name":"R804A_1_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"195","loc_end_pos":"197","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian vaksin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na1. Nilai pembelian vaksin ke 1 : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"120","max":"120"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V302","name":"R804A_1_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"198","loc_end_pos":"198","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian vaksin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na1. Jumlah bukan pembelian vaksin ke 1 :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V303","name":"R804A_1_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"199","loc_end_pos":"199","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian vaksin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na1. Nilai perkiraan bukan pembelian vaksin ke 1 : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V304","name":"R804A_2_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"200","loc_end_pos":"200","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Vaksin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na2. Vaksin ke 2 :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V305","name":"R804A_2_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"201","loc_end_pos":"201","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan vaksin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na2. Kode satuan vaksin ke 2 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V306","name":"R804A_2_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"202","loc_end_pos":"202","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian vaksin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na2. Jumlah pembelian vaksin ke 2 :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V307","name":"R804A_2_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"203","loc_end_pos":"203","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian vaksin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na2. Nilai pembelian vaksin ke 2 : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V308","name":"R804A_2_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"204","loc_end_pos":"204","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian vaksin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na2. Jumlah bukan pembelian vaksin ke 2 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V309","name":"R804A_2_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"205","loc_end_pos":"205","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian vaksin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na2. Nilai perkiraan bukan pembelian vaksin ke 2 : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vaksin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vaksin pada kolom (2), jumlah vaksin yang diberikan dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai vaksin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vaksin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V310","name":"R804B_1_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"206","loc_end_pos":"222","loc_width":"17","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Obat-obatan ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb1. Obat-obatan ke 1 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V311","name":"R804B_1_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"223","loc_end_pos":"223","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan obat-obatan ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb1. Kode satuan obat-obatan ke 1 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"4"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V312","name":"R804B_1_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"224","loc_end_pos":"225","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian obat-obatan ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb1. Jumlah pembelian obat-obatan ke1 :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"10"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V313","name":"R804B_1_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"226","loc_end_pos":"228","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian obat-obatan ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb1. Nilai pembelian obat-obatan ke 1 : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"150"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V314","name":"R804B_1_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"229","loc_end_pos":"229","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian obat-obatan ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb1. Jumlah bukan pembelian obat-obatan ke 1 :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V315","name":"R804B_1_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"230","loc_end_pos":"230","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian obat-obatan ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb1. Nilai perkiraan bukan pembelian obat-obatan ke 1 : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V316","name":"R804B_2_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"231","loc_end_pos":"237","loc_width":"7","loc_rec_seg_no":"1","labl":"obat-obatan ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb2. obat-obatan ke 2 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V317","name":"R804B_2_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"238","loc_end_pos":"238","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan obat-obatan ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb2. Kode satuan obat-obatan ke 2 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"3"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V318","name":"R804B_2_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"239","loc_end_pos":"239","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian obat-obatan ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb2. Jumlah pembelian obat-obatan ke 2 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V319","name":"R804B_2_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"240","loc_end_pos":"241","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian obat-obatan ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb2. Nilai pembelian obat-obatan ke 2 : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"50"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V320","name":"R804B_2_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"242","loc_end_pos":"242","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian Obat-obatan ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb2. Jumlah bukan pembelian Obat-obatan ke 2 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V321","name":"R804B_2_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"243","loc_end_pos":"243","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian obat-obatan ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb2. Nilai perkiraan bukan pembelian obat-obatan ke 2 : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama obat - obatan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan obat pada kolom (2), jumlah obat yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai obat pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan obat bukan pembelian pada\nkolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V322","name":"R804C_1_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"244","loc_end_pos":"250","loc_width":"7","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Vitamin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc1. Vitamin ke 1 :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V323","name":"R804C_1_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"251","loc_end_pos":"251","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan Vitamin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc1. Kode satuan Vitamin ke 1 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"3"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V324","name":"R804C_1_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"252","loc_end_pos":"253","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian Vitamin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc1. Jumlah pembelian Vitamin ke 1 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"24","max":"24"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V325","name":"R804C_1_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"254","loc_end_pos":"256","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian Vitamin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc1. Nilai pembelian Vitamin ke 1 : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"360","max":"360"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V326","name":"R804C_1_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"257","loc_end_pos":"257","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian Vitamin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc1. Jumlah bukan pembelian Vitamin ke 1 : ..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V327","name":"R804C_1_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"258","loc_end_pos":"258","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian Vitamin ke 1","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc1. Nilai perkiraan bukan pembelian Vitamin ke 1 : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V328","name":"R804C_2_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"259","loc_end_pos":"259","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Vitamin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc2. Vitamin ke 2 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V329","name":"R804C_2_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"260","loc_end_pos":"260","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan Vitamin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc2. Kode satuan Vitamin ke 2 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V330","name":"R804C_2_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"261","loc_end_pos":"261","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian Vitamin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc2. Jumlah pembelian Vitamin ke 2 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V331","name":"R804C_2_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"262","loc_end_pos":"262","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian Vitamin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc2. Nilai pembelian Vitamin ke 2 : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V332","name":"R804C_2_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"263","loc_end_pos":"263","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian Vitamin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc2. Jumlah bukan pembelian Vitamin ke 2 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V333","name":"R804C_2_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"264","loc_end_pos":"264","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian Vitamin ke 2","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc2. Nilai perkiraan bukan pembelian Vitamin ke 2 ; Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tuliskan nama vitamin yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (1), isikan kode satuan vitamin pada kolom (2), jumlah vitamin yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pa\nda kolom (5), serta nilai vitamin pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan vitamin bukan pembelian pada kolom (6).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V334","name":"R804D_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"265","loc_end_pos":"265","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan garam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Kode satuan garam :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan garam yang diberikan pada kolom (2), jumlah garam yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai garam pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan garam bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemakaian garam yang dicatat adalah : Garam yang digunakan untuk usaha peternakan ternak terpilih, misalnya untuk campuran pakan ternak atau\nminuman ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V335","name":"R804D_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"266","loc_end_pos":"268","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian garam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Jumlah pembelian garam :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan garam yang diberikan pada kolom (2), jumlah garam yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai garam pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan garam bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemakaian garam yang dicatat adalah : Garam yang digunakan untuk usaha peternakan ternak terpilih, misalnya untuk campuran pakan ternak atau\nminuman ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"600","max":"600"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V336","name":"R804D_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"269","loc_end_pos":"271","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian garam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Nilai pembelian garam : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan garam yang diberikan pada kolom (2), jumlah garam yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai garam pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan garam bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemakaian garam yang dicatat adalah : Garam yang digunakan untuk usaha peternakan ternak terpilih, misalnya untuk campuran pakan ternak atau\nminuman ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"720","max":"720"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V337","name":"R804D_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"272","loc_end_pos":"272","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian garam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Jumlah bukan pembelian garam :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan garam yang diberikan pada kolom (2), jumlah garam yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai garam pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan garam bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemakaian garam yang dicatat adalah : Garam yang digunakan untuk usaha peternakan ternak terpilih, misalnya untuk campuran pakan ternak atau\nminuman ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V338","name":"R804D_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"273","loc_end_pos":"273","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian garam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Nilai perkiraan bukan pembelian garam : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan garam yang diberikan pada kolom (2), jumlah garam yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai garam pembelian pada kolom (4) dan nilai perkiraan garam bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemakaian garam yang dicatat adalah : Garam yang digunakan untuk usaha peternakan ternak terpilih, misalnya untuk campuran pakan ternak atau\nminuman ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V339","name":"R804E_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"274","loc_end_pos":"274","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian Inseminasi buatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ne. Jumlah pembelian Inseminasi buatan :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah dosis IB yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan buk\nan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai\npembelian IB pada kolom (4) dan nilai perkiraan IB bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V340","name":"R804E_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"275","loc_end_pos":"275","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian Inseminasi buatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ne. Nilai pembelian Inseminasi buatan : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah dosis IB yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan buk\nan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai\npembelian IB pada kolom (4) dan nilai perkiraan IB bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V341","name":"R804E_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"276","loc_end_pos":"276","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian Inseminasi buatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ne. Jumlah bukan pembelian Inseminasi buatan :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah dosis IB yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan buk\nan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai\npembelian IB pada kolom (4) dan nilai perkiraan IB bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V342","name":"R804E_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"277","loc_end_pos":"277","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian Inseminasi buatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ne. Nilai perkiraan bukan pembelian Inseminasi buatan : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah dosis IB yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan buk\nan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai\npembelian IB pada kolom (4) dan nilai perkiraan IB bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V343","name":"R804F_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"278","loc_end_pos":"278","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan Desinfektan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nf. Kode satuan Desinfektan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan desinfektan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), jumlah desinfektan yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai pembelian desinfektan pada kolom (5) dan perkiraan desinfektan bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Desinfektan adalah : Bahan yang digunakan untuk sanitasi sarana usaha peternakan seperti kandang dan sekitarnya, peralatan, dan sarana lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V344","name":"R804F_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"279","loc_end_pos":"279","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian Desinfektan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nf. Jumlah pembelian Desinfektan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan desinfektan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), jumlah desinfektan yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai pembelian desinfektan pada kolom (5) dan perkiraan desinfektan bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Desinfektan adalah : Bahan yang digunakan untuk sanitasi sarana usaha peternakan seperti kandang dan sekitarnya, peralatan, dan sarana lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V345","name":"R804F_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"280","loc_end_pos":"280","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian Desinfektan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nf. Nilai pembelian Desinfektan : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan desinfektan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), jumlah desinfektan yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai pembelian desinfektan pada kolom (5) dan perkiraan desinfektan bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Desinfektan adalah : Bahan yang digunakan untuk sanitasi sarana usaha peternakan seperti kandang dan sekitarnya, peralatan, dan sarana lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V346","name":"R804F_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"281","loc_end_pos":"281","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah bukan pembelian Desinfektan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nf. Jumlah bukan pembelian Desinfektan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan desinfektan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), jumlah desinfektan yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai pembelian desinfektan pada kolom (5) dan perkiraan desinfektan bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Desinfektan adalah : Bahan yang digunakan untuk sanitasi sarana usaha peternakan seperti kandang dan sekitarnya, peralatan, dan sarana lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V347","name":"R804F_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"282","loc_end_pos":"282","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian Desinfektan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nf. Nilai perkiraan bukan pembelian Desinfektan : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan desinfektan yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), jumlah desinfektan yang diberikan yang berasal dari pembelian pada kolom (3) dan yang diberikan bukan dari pembelian pada kolom (5), serta nilai pembelian desinfektan pada kolom (5) dan perkiraan desinfektan bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Desinfektan adalah : Bahan yang digunakan untuk sanitasi sarana usaha peternakan seperti kandang dan sekitarnya, peralatan, dan sarana lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V348","name":"R804G_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"283","loc_end_pos":"283","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian pemeliharaan kesehatan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ng. Nilai pembelian pemeliharaan kesehatan ternak : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan kesehatan ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (4) dan isikan perkiraan biaya jika pemeliharaan kesehatan ternak tidak membayar (gratis) pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemeliharaan kesehatan ternak yang dituliskan\npada rincian 804.g kolom (4) dan (6) merupakan pemeliharaan kesehatan ternak yang tidak dapat dirinci, seperti obat, vitamin, vaksin, dan biaya dokter dibayar sekaligus dalam satu paket.\n\nJenis obat ternak yang sering dijumpai pada petani:\n1 . Vaksin \na.Vaksin unggas ; contoh :\nMarek, ND kill, IBD, ND Lasota, Fowl fox, ILT,\nCoryza, dll.\nb. Vaksin ternak besar\/Vaksin ternak kecil ; contoh : Anthravax, anthravet, Brucella abortus RB-51, Brucivet, dll.\nc. Serum\nd. Diagnostik.\ne. Pelarut Vaksin.\n\n2. Obat-Obatan\na. Anastesik \/Obat bius ; contoh : Ketamine, zoletil, dll\nb. Antiseptik ; contoh : Antisep, Biocid, Destan, Formades, Fumisid, dll.\nc. Antibiotik ; contoh: gentamycin\nd. Anti fungi\/Anti jamur\ne. Anti protozoa\/parasit darah ; contoh : Antikoksi, coccin, coccivit, decoxy, diacox, dll.\nf. Antelmintik\/Obat cacing ;contoh: Ascarex, Ascarin, Carisid, dovenix,efficazol, dll.\ng. Ektoparasit\/obat kutu ; contoh: Ecofleece, Frontline spot on, ivermectin, surpizin, dll.\nh. Diuretika\/pelancar kencing ; contoh : Nephryl, prosretic, dll.\ni. Kardiovaskuler\/obat jantung.\nj. Anti diare ; contoh : Pil mangsur, OTC C.\nk. Obat kembung ; contoh : Anti Bloat,\nl. Anti defisiensi vitamin dan mineral ; contoh: Aminovit, B- sanplex, calcidex, duphafral, ferrovet, injectamin, dll.\nm. Analgesik, anti piretik dan anti inflamasi ; contoh : Dexadreson, novaldon, rimadyl,\nsulpidon, dll.\nn. Hormon reproduksi ; contoh :chorulon. Enzaprost, improoestradiol.\no. Hormon non reproduksi: sanabolicum.\np. Obat yang bekerja secara lokal\n(mata, telinga, mulut, kuku, ambing, kulit,\ndan mukosa) ; contoh : CIL\n\n3. Vitamin\na. Feed additive: albac 100, bayonox, chipox, rhodex, stafac, zinc bacitrasin.\nb. Feed supplement: vitamin dan mineral.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V349","name":"R804G_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"284","loc_end_pos":"284","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian pemeliharaan kesehatan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ng. Nilai perkiraan bukan pembelian pemeliharaan kesehatan ternak : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan kesehatan ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (4) dan isikan perkiraan biaya jika pemeliharaan kesehatan ternak tidak membayar (gratis) pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemeliharaan kesehatan ternak yang dituliskan\npada rincian 804.g kolom (4) dan (6) merupakan pemeliharaan kesehatan ternak yang tidak dapat dirinci, seperti obat, vitamin, vaksin, dan biaya dokter dibayar sekaligus dalam satu paket.\n\nJenis obat ternak yang sering dijumpai pada petani:\n1 . Vaksin \na.Vaksin unggas ; contoh :\nMarek, ND kill, IBD, ND Lasota, Fowl fox, ILT,\nCoryza, dll.\nb. Vaksin ternak besar\/Vaksin ternak kecil ; contoh : Anthravax, anthravet, Brucella abortus RB-51, Brucivet, dll.\nc. Serum\nd. Diagnostik.\ne. Pelarut Vaksin.\n\n2. Obat-Obatan\na. Anastesik \/Obat bius ; contoh : Ketamine, zoletil, dll\nb. Antiseptik ; contoh : Antisep, Biocid, Destan, Formades, Fumisid, dll.\nc. Antibiotik ; contoh: gentamycin\nd. Anti fungi\/Anti jamur\ne. Anti protozoa\/parasit darah ; contoh : Antikoksi, coccin, coccivit, decoxy, diacox, dll.\nf. Antelmintik\/Obat cacing ;contoh: Ascarex, Ascarin, Carisid, dovenix,efficazol, dll.\ng. Ektoparasit\/obat kutu ; contoh: Ecofleece, Frontline spot on, ivermectin, surpizin, dll.\nh. Diuretika\/pelancar kencing ; contoh : Nephryl, prosretic, dll.\ni. Kardiovaskuler\/obat jantung.\nj. Anti diare ; contoh : Pil mangsur, OTC C.\nk. Obat kembung ; contoh : Anti Bloat,\nl. Anti defisiensi vitamin dan mineral ; contoh: Aminovit, B- sanplex, calcidex, duphafral, ferrovet, injectamin, dll.\nm. Analgesik, anti piretik dan anti inflamasi ; contoh : Dexadreson, novaldon, rimadyl,\nsulpidon, dll.\nn. Hormon reproduksi ; contoh :chorulon. Enzaprost, improoestradiol.\no. Hormon non reproduksi: sanabolicum.\np. Obat yang bekerja secara lokal\n(mata, telinga, mulut, kuku, ambing, kulit,\ndan mukosa) ; contoh : CIL\n\n3. Vitamin\na. Feed additive: albac 100, bayonox, chipox, rhodex, stafac, zinc bacitrasin.\nb. Feed supplement: vitamin dan mineral.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V350","name":"R804H_K1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"285","loc_end_pos":"298","loc_width":"14","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nh. Lainnya : ..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama bahan kimia lain (seperti: jamu) yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), dan nilai pembelian bahan kimia lain pada kolom (4) dan perkiraan bahan lain bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V351","name":"R804H_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"299","loc_end_pos":"299","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nh. Nilai pembelian lainnya : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama bahan kimia lain (seperti: jamu) yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), dan nilai pembelian bahan kimia lain pada kolom (4) dan perkiraan bahan lain bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V352","name":"R804H_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"300","loc_end_pos":"301","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan bukan pembelian Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan ternak dan inseminasi buatan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nh. Nilai perkiraan bukan pembelian Lainnya : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nama bahan kimia lain (seperti: jamu) yang diberikan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (1), dan nilai pembelian bahan kimia lain pada kolom (4) dan perkiraan bahan lain bukan pembelian pada kolom (6).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"50"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V353","name":"R805A_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"302","loc_end_pos":"304","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai ongkos dan suku cadang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Nilai ongkos dan suku cadang\/bahan untuk pemeliharaan\/perbaikan kecil barang modal : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai pengeluaran lain yang riil untuk usaha peternakan terpilih pada kolom (2) dan perkiraan nilai pengeluaran lain pada kolom (3), sesuai dengan jenis pengeluaran di kolom (1).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"180","max":"180"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V354","name":"R805A_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"305","loc_end_pos":"308","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan ongkos dan suku cadang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Nilai perkiraan ongkos dan suku cadang\/bahan untuk pemeliharaan\/perbaikan kecil barang modal : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai pengeluaran lain yang riil untuk usaha peternakan terpilih pada kolom (2) dan perkiraan nilai pengeluaran lain pada kolom (3), sesuai dengan jenis pengeluaran di kolom (1).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"3000"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V355","name":"R805B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"309","loc_end_pos":"309","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai sewa lahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Nilai sewa lahan : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil sewa lahan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom ( 2 ), dan perkiraan nilai\npengeluaran sewa lahan yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom ( 3 ).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V356","name":"R805B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"310","loc_end_pos":"312","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan sewa lahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Nilai perkiraan sewa lahan : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil sewa lahan yang digunakan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom ( 2 ), dan perkiraan nilai\npengeluaran sewa lahan yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom ( 3 ).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"100","max":"100"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V357","name":"R805C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"313","loc_end_pos":"313","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai sewa kandang, bangunan, mesin, dan alat-alat","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Nilai sewa kandang, bangunan, mesin, dan alat-alat : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil sewa kandang , bangunan , mesin , dan alat - alat yang digunakan\nuntuk usaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2),dan perkiraan nilai pengeluaran sewa kandang , bangunan , mesin dan alat-alat yang digunakan untuk usaha peternakan terpilih yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 3 0 April 2014 pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V358","name":"R805C_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"314","loc_end_pos":"316","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan sewa kandang, bangunan, mesin dan alat-alat","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Nilai perkiraan sewa kandang, bangunan, mesin dan alat-alat : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil sewa kandang , bangunan , mesin , dan alat - alat yang digunakan\nuntuk usaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2),dan perkiraan nilai pengeluaran sewa kandang , bangunan , mesin dan alat-alat yang digunakan untuk usaha peternakan terpilih yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 3 0 April 2014 pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"100"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V359","name":"R805D_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"317","loc_end_pos":"318","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pajak tidak langsung\/PBB","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Nilai pajak tidak langsung\/PBB : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil pajak tidak langsung seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk\nusaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei\n2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2 ), dan perkiraan nilai pengeluaran pajak tidak langsung seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk\nusaha peternakan terpilih yang tidak  mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"15","max":"15"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V360","name":"R805D_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"319","loc_end_pos":"320","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan pajak tidak langsung\/PBB","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Nilai perkiraan pajak tidak langsung\/PBB : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil pajak tidak langsung seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk\nusaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei\n2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2 ), dan perkiraan nilai pengeluaran pajak tidak langsung seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk\nusaha peternakan terpilih yang tidak  mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"20","max":"20"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V361","name":"R805E_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"321","loc_end_pos":"321","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai Jasa peternakan lainnya( kesehatan, pemacekan, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ne. Nilai Jasa peternakan lainnya( kesehatan, pemacekan, dll) : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil jasa peternakan yang diterima dari pihak lain selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), dan\nperkiraan nilai jasa peternakan yang diterima dari pihak lain yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom\n(3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jasa peternakan meliputi jasa pemeliharaan, jasa\npelayanan kesehatan ternak, jasa pemacekan ternak, jasa penetasan telur serta jasa peternakan lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V362","name":"R805E_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"322","loc_end_pos":"322","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan jasa peternakan lainnya ( kesehatan, pemacekan, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ne. Nilai perkiraan jasa peternakan lainnya ( kesehatan, pemacekan, dll) : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil jasa peternakan yang diterima dari pihak lain selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), dan\nperkiraan nilai jasa peternakan yang diterima dari pihak lain yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom\n(3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jasa peternakan meliputi jasa pemeliharaan, jasa\npelayanan kesehatan ternak, jasa pemacekan ternak, jasa penetasan telur serta jasa peternakan lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V363","name":"R805F_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"323","loc_end_pos":"323","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai retribusi dan pungutan lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nf. Nilai retribusi dan pungutan lain : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran untuk membayar retribusi dan pungutan-pungutan lain selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), dan perkiraan nilai retribusi serta pungutan-pungutan lain yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (3 ).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V364","name":"R805F_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"324","loc_end_pos":"324","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan retribusi dan pungutan lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nf. Nilai perkiraan retribusi dan pungutan lain : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran untuk membayar retribusi dan pungutan-pungutan lain selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), dan perkiraan nilai retribusi serta pungutan-pungutan lain yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (3 ).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V365","name":"R805G_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"325","loc_end_pos":"325","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai Nilai bunga atas pinjaman","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ng. Nilai Nilai bunga atas pinjaman : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran untuk membayar bunga atas pinjaman atau kredit kepada pihak lain\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkolom (2).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V366","name":"R805H_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"326","loc_end_pos":"326","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai Biaya trasnpor\/pengangkutan hasil","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nh. Nilai Biaya trasnpor\/pengangkutan hasil : Rp......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran untuk membayar transport\/pengangkutan hasil usaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), dan perkiraan nilai transport\/pengangkutan hasil usaha peternakan terpilih yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V367","name":"R805H_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"327","loc_end_pos":"327","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan biaya transpor\/pengangkutan hasil","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nh. Nilai perkiraan biaya transpor\/pengangkutan hasil : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran untuk membayar transport\/pengangkutan hasil usaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), dan perkiraan nilai transport\/pengangkutan hasil usaha peternakan terpilih yang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V368","name":"R805I_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"328","loc_end_pos":"330","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai penyusutan barang modal","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ni. Nilai penyusutan barang modal : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai penyusutan terhadap barang modal yang digunakan untuk usaha peternakan terpilih\nselama periode 1 M ei 2013 s.d. 30 April 2014 pada\nkolom (2).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Penyusutan barang modal adalah : Pengurangan nilai pembelian atau nilai fisik suatu barang modal yang digunakan dalam proses produksi selama\nreferensi waktu survei.\n\nBarang modal adalah : Barang-barang yang pada\numumnya mempunyai umur pemakaian satu tahun atau lebih dan digunakan sebagai sarana\/alat untuk berproduksi, dan harganya relative mahal. Contoh barang modal antara lain bangunan, kendaraan, mesin dan alat peternakan.\n\nKhusus untuk alat peternakan seperti arit, parang, ember, dan lain sebagainya,walaupun umur penggunaannya lebih dari satu tahun dianggap bukan barang modal. \n\nNilai penyusutan barang modal adalah : Dengan cara menghitung nilai harga perolehan barang modal dibagi dengan perkiraan jangka waktu optimal (sampai tidak dapat lagi digunakan untuk\nproses produksi) penggunaan barang modal tersebut.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"500","max":"500"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V369","name":"R805J_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"331","loc_end_pos":"332","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pengeluaran lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nj. Nilai pengeluaran lainnya (jasa pemasaran\/blantik, pembelian telur tetas, dsb) : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil yang digunakan selain pengeluaran yang telah disebutkan diatas, misalnya jasa pemasaran\/blantik , pembelian telur\ntetas untuk usaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), dan perkiraan nilai dari pengeluaran selain\nyang telah disebutkan di atas, misalnya jasa pemasaran\/blantik, pembelian telur tetas, dsb\nyang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d . 30 April 2014 pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"60","max":"60"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V370","name":"R805J_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"333","loc_end_pos":"333","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan pengeluaran lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nj. Nilai perkiraan lainnya (jasa pemasaran\/blantik, pembelian telur tetas, dsb) : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pengeluaran riil yang digunakan selain pengeluaran yang telah disebutkan diatas, misalnya jasa pemasaran\/blantik , pembelian telur\ntetas untuk usaha peternakan terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2), dan perkiraan nilai dari pengeluaran selain\nyang telah disebutkan di atas, misalnya jasa pemasaran\/blantik, pembelian telur tetas, dsb\nyang tidak mengeluarkan biaya selama periode 1 Mei 2013 s.d . 30 April 2014 pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V371","name":"R805K_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"334","loc_end_pos":"336","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai jumlah","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nk. Nilai jumlah : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isian rincian 805.k ini diperoleh dari: R.805.=(R.805.a+R.805.b+R.805.c+R.805.d+R.805.e+R.805.f+R.805.g+R.805.h+ R.805.i + R.805.j).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"15","max":"740"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V372","name":"R805K_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"337","loc_end_pos":"340","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai perkiraan jumlah","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nilai pengeluaran lainnya selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nk. Nilai perkiraan jumlah : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isian rincian 805.k ini diperoleh dari: R.805.=(R.805.a+R.805.b+R.805.c+R.805.d+R.805.e+R.805.f+R.805.g+R.805.h+ R.805.i + R.805.j).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"3000"},"fid":"F4"},{"file_id":"F4","vid":"V373","name":"WEIGHT","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"341","loc_end_pos":"342","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"WEIGHT","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"17","max":"90"},"fid":"F4"},{"file_id":"F5","vid":"V374","name":"PROP","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"1","loc_end_pos":"2","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Propinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Propinsi :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"12","max":"12"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V375","name":"KAB","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"3","loc_end_pos":"4","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kabupaten","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kabupaten :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V376","name":"KEC","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"5","loc_end_pos":"7","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kecamatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kecamatan :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V377","name":"ID_RUTA","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"8","loc_end_pos":"14","loc_width":"7","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Identitas Rumah Tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Identitas Rumah Tangga :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2076071","max":"2076158"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V378","name":"KODE","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"15","loc_end_pos":"18","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"KODE","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kode :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"4101","max":"4304"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V379","name":"NAMA","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"19","loc_end_pos":"30","loc_width":"12","loc_rec_seg_no":"1","labl":"NAMA","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nama :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V380","name":"B9_R901A_K","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"31","loc_end_pos":"32","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak pada 1 mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\na. Jumlah ternak pada 1 mei 2014 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (2) dan nilainya dalam ribuan rupiah\npada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai yang dimaksud adalah : Taksiran harga jual ternak pada kondisi 1 Mei 2014.\n.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"70"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V381","name":"B9_R901A_1","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"33","loc_end_pos":"38","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai jumlah ternak pada 1 mei 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\na. Nilai jumlah ternak pada 1 mei 2014 : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dikuasai pada 1 Mei 2014 pada kolom (2) dan nilainya dalam ribuan rupiah\npada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai yang dimaksud adalah : Taksiran harga jual ternak pada kondisi 1 Mei 2014.\n.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"400","max":"120000"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V382","name":"B9_R901B_K","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"39","loc_end_pos":"39","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah penjualan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nb. Jumlah penjualan :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika rumah tangga melakukan penjualan ternak selama periode setahun yang lalu, isikan jumlah ternak yang dijual pada kolom (2) dan nilainya\ndalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai yang dimaksud adalah : Harga jual ternak pada\nsaat transaksi selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V383","name":"B9_R901B_1","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"40","loc_end_pos":"42","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai penjualan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nb. Nilai penjualan : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika rumah tangga melakukan penjualan ternak selama periode setahun yang lalu, isikan jumlah ternak yang dijual pada kolom (2) dan nilainya\ndalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai yang dimaksud adalah : Harga jual ternak pada\nsaat transaksi selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"120","max":"800"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V384","name":"B9_R901C_K","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"43","loc_end_pos":"44","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pemotongan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nc. Jumlah pemotongan :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika rumah tangga melakukan pemotongan ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 isikan jumlah ternak yang dipotong pada kolom (2) dan nilai\nsaat pemotongan dalam ribuan rupiah pada kolom\n(3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Dipotong adalah : Pemotongan ternak baik untuk tujuan dikonsumsi sendiri maupun dijual sebagian atau seluruhnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"20"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V385","name":"B9_R901C_1","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"45","loc_end_pos":"47","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pemotongan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nc. Nilai pemotongan : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika rumah tangga melakukan pemotongan ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 isikan jumlah ternak yang dipotong pada kolom (2) dan nilai\nsaat pemotongan dalam ribuan rupiah pada kolom\n(3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Dipotong adalah : Pemotongan ternak baik untuk tujuan dikonsumsi sendiri maupun dijual sebagian atau seluruhnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"890"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V386","name":"B9_R901D_K","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"48","loc_end_pos":"49","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah kematian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nd. Jumlah kematian :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang mati selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) dan nilainya\ndalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kematian adalah : Kematian ternak karena sakit atau kecelakaan seperti tertabrak kendaraan, terbenam, dimakan binatang buas.\n\nMati karena dipotong\/disembelih tidak termasuk dalam kategori mati, tetapi termasuk kategori pemotongan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"50"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V387","name":"B9_R901D_1","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"50","loc_end_pos":"53","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai kematian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nd. Nilai kematian : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang mati selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) dan nilainya\ndalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kematian adalah : Kematian ternak karena sakit atau kecelakaan seperti tertabrak kendaraan, terbenam, dimakan binatang buas.\nMati karena dipotong\/disembelih tidak termasuk dalam kategori mati, tetapi termasuk kategori pemotongan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"30","max":"1500"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V388","name":"B9_R901E_K","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"54","loc_end_pos":"55","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pengurangan lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\ne. Jumlah pengurangan lain :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak akibat pengurangan lain di kolom (2) dan taksiran nilainya dalam ribuan rupiah di kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengurangan lain adalah : Pengurangan ternak yang disebabkan oleh:\n1. Ternak yang diberikan kepada pihak lain sebagai bantuan, hibah atau bagi hasil.\n2. Penyerahan kembali ternak yang dibagi hasilkan kepada pemilik.\n3. Hilang karena dicuri atau sebab lain.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"10"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V389","name":"B9_R901E_1","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"56","loc_end_pos":"58","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pengurangan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\ne. Nilai pengurangan lainnya : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak akibat pengurangan lain di kolom (2) dan taksiran nilainya dalam ribuan rupiah di kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengurangan lain adalah : Pengurangan ternak yang disebabkan oleh:\n1. Ternak yang diberikan kepada pihak lain sebagai bantuan, hibah atau bagi hasil.\n2. Penyerahan kembali ternak yang dibagi hasilkan kepada pemilik.\n3. Hilang karena dicuri atau sebab lain.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"75","max":"100"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V390","name":"B9_R901F_K","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"59","loc_end_pos":"61","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah (a+b+c+d+e)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nf. Jumlah (a+b+c+d+e) : ..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan penjumlahan rincian 901.a s.d .901.e pada kolom (2) dan nilai dalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"110"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V391","name":"B9_R901F_1","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"62","loc_end_pos":"67","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai jumlah (a+b+c+d+e)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nf. Nilai jumlah (a+b+c+d+e) : RP........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan penjumlahan rincian 901.a s.d .901.e pada kolom (2) dan nilai dalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"500","max":"120000"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V392","name":"B9_R901G_K","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"68","loc_end_pos":"69","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pembelian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\ng. Jumlah pembelian :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika rumah tangga melakukan pembelian ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 maka\nisikan jumlah ternak yang dibeli pada kolom (2) dan\nnilai nya dalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai yang dimaksud adalah : Harga pembelian ternak pada saat transaksi selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"30"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V393","name":"B9_R901G_1","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"70","loc_end_pos":"73","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pembelian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\ng. Nilai pembelian : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika rumah tangga melakukan pembelian ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 maka\nisikan jumlah ternak yang dibeli pada kolom (2) dan\nnilai nya dalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai yang dimaksud adalah : Harga pembelian ternak pada saat transaksi selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1800","max":"7000"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V394","name":"B9_R901H_K","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"74","loc_end_pos":"75","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah kelahiran\/penetasan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nh. Jumlah kelahiran\/penetasan : ..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dilahirkan\/ditetaskan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom jumlah (kolom (2)).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kelahiran\/penetasan adalah : Lahir\/menetas hidup, yaitu ternak yang dilahirkan\/ditetaskan hidup selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan pada waktu dilahirkan\/ditetaskan menunjukkan tanda-tanda kehidupan antara lain : jantung berdenyut, bernafas, dan bergerak.\nKelahiran tetap dicatat, walaupun pada 1 Mei 2014 anak maupun induknya sudah tidak ada lagi (karena dijual, dipotong, dll).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"80"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V395","name":"B9_R901I_K","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"76","loc_end_pos":"76","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah penambahan lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\ni. Jumlah penambahan lain :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang diperoleh dari penambahan lain pada kolom (2) dan taksiran nilainya dalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Penambahan lain adalah : Penambahan ternak yang diterima dari pihak lain selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, misalnya:\n1. Ternak yang diterima dari pihak lain sebagai bantuan, hibah, bagi hasil (di-gaduh-kan).\n2. Penerimaan dari pengembalian ternak bagi hasil.\n3. Ternak yang ditemukan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V396","name":"B9_R901I_1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"77","loc_end_pos":"77","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai penambahan lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\ni. Nilai penambahan lain : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang diperoleh dari penambahan lain pada kolom (2) dan taksiran nilainya dalam ribuan rupiah pada kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Penambahan lain adalah : Penambahan ternak yang diterima dari pihak lain selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, misalnya:\n1. Ternak yang diterima dari pihak lain sebagai bantuan, hibah, bagi hasil (di-gaduh-kan).\n2. Penerimaan dari pengembalian ternak bagi hasil.\n3. Ternak yang ditemukan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V397","name":"B9_R901J_K","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"78","loc_end_pos":"79","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah ternak untuk kolom 2,untuk kolom 3","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nj. Jumlah ternak  1 mei 2013 (f-g-h-i untuk kolom (2), untuk kolom (3) diisikan nilai ternak pada 1 mei 2013 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dikuasai pada tanggal 1 Mei 2013 yang lalu pada kolom (2) dan nilainya dalam ribuan rupiah pada kolom (3).\nJumlah ternak kondisi 1 Mei 2013 (rincian 901.j kolom (2)) bisa diperoleh dari perhitungan rumus .","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai yang dimaksud adalah : Taksiran harga ternak pada 1 Mei 2013.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"0","max":"70"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V398","name":"B9_R901J_1","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"80","loc_end_pos":"85","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai jumlah ternak untuk kolom 2, untuk kolom 3","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nj. Nilai Jumlah ternak  1 mei 2013 (f-g-h-i untuk kolom (2), untuk kolom (3) diisikan nilai ternak pada 1 mei 2013 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dikuasai pada tanggal 1 Mei 2013 yang lalu pada kolom (2) dan nilainya dalam ribuan rupiah pada kolom (3).\nJumlah ternak kondisi 1 Mei 2013 (rincian 901.j kolom (2)) bisa diperoleh dari perhitungan rumus .","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai yang dimaksud adalah : Taksiran harga ternak pada 1 Mei 2013.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"0","max":"100000"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V399","name":"B9_R901K_K","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"86","loc_end_pos":"91","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai jumlah (g+i+j)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nk. Nilai jumlah (g+i+j) : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan penjumlahan rincian 901.g s.d 901.j pada Kolom (3) dengan rumus.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"385","max":"100000"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V400","name":"B9_R901L_K","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"92","loc_end_pos":"96","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai tambah ternak (f-k)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah nilai mutasi ternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 (kecuali ayam ras pedaging) :\nl. Nilai tambah ternak (f-k) : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isian rincian 901. l kolom (3) adalah hasil Perhitungan rincian (901.f\u2013901.k) kolom (3).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Nilai tambah ternak adalah : Nilai produksi sebagai akibat pertambahan bobot\/penggemukan ternak selama setahun.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"0","max":"20000"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V401","name":"B9_R902A_K","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"97","loc_end_pos":"97","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata jumlah sapi perah betina produktif","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Rata-rata jumlah sapi perah betina produktif :.......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata jumlah sapi perah pada kolom (3), dan ayam ras petelur\/ itik pada kolom (4) dalam satuan ekor.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V402","name":"B9_R902A_1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"98","loc_end_pos":"99","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata jumlah ayam ras petelur atau itik betina  produktif","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Rata-rata jumlah ayam ras petelur atau itik betina  produktif :.......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata jumlah sapi perah pada kolom (3), dan ayam ras petelur\/ itik pada kolom (4) dalam satuan ekor.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"15","max":"35"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V403","name":"B9_R902B_K","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"100","loc_end_pos":"100","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata produksi susu sapi perah perhari","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nb. Rata-rata produksi susu sapi perah perhari :...........Liter","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode satuan rata- rata produksi susu\nsapi perah per ekor perhari (liter) atau rata-\nrata produksi telur per hari (butir atau kg)\npada kolom (2), isikan kode tersebut untuk sapi perah pada kolom (3), dan ayam ras petelur\/itik pada kolom (4) . \nIsikan rata-rata jumlah susu sapi perah perekor perhari pada kolom (3), dan rata\n- rata jumlah produksi telur per hari pada kolom (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V404","name":"B9_R902B_1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"101","loc_end_pos":"102","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata produksi telur ayamras petelur atau itik  perhari","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nb. Rata-rata produksi telur ayamras petelur atau itik  perhari :............Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode satuan rata- rata produksi susu\nsapi perah per ekor perhari (liter) atau rata-\nrata produksi telur per hari (butir atau kg)\npada kolom (2), isikan kode tersebut untuk sapi perah pada kolom (3), dan ayam ras petelur\/itik pada kolom (4) . \nIsikan rata-rata jumlah susu sapi perah perekor perhari pada kolom (3), dan rata\n- rata jumlah produksi telur per hari pada kolom (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"9","max":"20"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V405","name":"R902B_S_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"103","loc_end_pos":"103","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan rata-rata produksi telur perhari","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nb.s . Kode satuan rata-rata produksi telur perhari :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode satuan rata- rata produksi susu\nsapi perah per ekor perhari (liter) atau rata-\nrata produksi telur per hari (butir atau kg)\npada kolom (2), isikan kode tersebut untuk sapi perah pada kolom (3), dan ayam ras petelur\/itik pada kolom (4) . \nIsikan rata-rata jumlah susu sapi perah perekor perhari pada kolom (3), dan rata - rata jumlah produksi telur per hari pada kolom (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V406","name":"R902C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"104","loc_end_pos":"104","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata lama periode produksi susu sapi perah","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nc. Rata-rata lama periode produksi susu sapi perah selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 : ........hari","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata lama periode satu ekor sapi perah memproduksi susu pada kolom (3) dan rata- rata lama periode seekor ayam ras petelur\/itik petelur menghasilkan telur pada kolom (4) selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 (hari).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V407","name":"R902C_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"105","loc_end_pos":"107","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata lama periode produksi telur ayam ras petelur atau itik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nc. Rata-rata lama periode produksi telur ayam ras petelur atau itik selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 : ........hari","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata lama periode satu ekor sapi perah memproduksi susu pada kolom (3) dan rata- rata lama periode seekor ayam ras petelur\/itik petelur menghasilkan telur pada kolom (4) selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 (hari).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"30","max":"270"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V408","name":"R902D_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"108","loc_end_pos":"108","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata harga susu sapi perah per liter","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nd. Rata-rata harga susu sapi perah per liter :.......liter","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata-rata harga susu per liter pada kolom (3) dan telur per butir atau telur perkg pada kolom (4)\ndalam satuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V409","name":"R902D_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"109","loc_end_pos":"112","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata harga telur ayam ras petelur atau itik pertelur","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nd. Rata-rata harga telur ayam ras petelur atau itik pertelur :......butir\/kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata-rata harga susu per liter pada kolom (3) dan telur per butir atau telur perkg pada kolom (4)\ndalam satuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2000","max":"2000"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V410","name":"R902D_S_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"113","loc_end_pos":"113","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan telur ayam ras petelur atau itik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nd.s : Kode satuan telur ayam ras petelur atau itik :............butir\/kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata-rata harga susu per liter pada kolom (3) dan telur per butir atau telur perkg pada kolom (4)\ndalam satuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V411","name":"R902E_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"114","loc_end_pos":"115","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata banyaknya telur per kg","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\ne. Rata-rata banyaknya telur per kg :.........butir","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata-rata banyaknya telur perkilogram\npada kolom (4) dalam satuan butir.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"15","max":"15"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V412","name":"R902F_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"116","loc_end_pos":"116","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata- rata lama periode kering atau rontok bulu sapi perah","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nf. Rata- rata lama periode kering atau rontok bulu sapi perah :.............hari","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata lama periode kering sapi perah pada kolom (3) dan rontok bulu pada ayam petelur\/itik petelur pada kolom (4) dalam satuan hari.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Periode kering\/rontok bulu adalah : Periode ternak \nsedang tidak berproduksi, dimana sebelumnya ternak pernah berproduksi dan masih akan berproduksi lagi.\nIstilah periode kering biasanya digunakan pada sapi perah, dan rontok bulu biasanya digunakan pada unggas.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V413","name":"R902F_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"117","loc_end_pos":"118","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata lama periode kering atau rontok bulu ayam ras petelur atau itik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas khusus sapi perah, ayam ras petelur, dan itik selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nf. Rata-rata lama periode kering atau rontok bulu ayam ras petelur atau itik :.......hari","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata lama periode kering sapi perah pada kolom (3) dan rontok bulu pada ayam petelur\/itik petelur pada kolom (4) dalam satuan hari.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Periode kering\/rontok bulu adalah : Periode ternak \nsedang tidak berproduksi, dimana sebelumnya ternak pernah berproduksi dan masih akan berproduksi lagi.\nIstilah periode kering biasanya digunakan pada sapi perah, dan rontok bulu biasanya digunakan pada unggas.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"40","max":"48"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V414","name":"R903A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"119","loc_end_pos":"120","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata jumlah ayam kampung betina produktif","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\na. Rata-rata jumlah ayam kampung betina produktif : ........ ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata jumlah ayam kampung betina\nproduktif pada kolom (3) dan itik manila betina produktif menghasilkan telur pada kolom (4) dalam satuan ekor.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"10"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V415","name":"R903A_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"121","loc_end_pos":"121","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata jumlah itik manila betina produktif","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\na. Rata-rata jumlah itik manila betina produktif :.......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata jumlah ayam kampung betina\nproduktif pada kolom (3) dan itik manila betina produktif menghasilkan telur pada kolom (4) dalam satuan ekor.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V416","name":"R903B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"122","loc_end_pos":"123","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata produksi telur ayam kampung per siklus","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\nb. Rata-rata produksi telur ayam kampung per siklus :........butir","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata banyaknya telur yang dihasilkan oleh satu ekor ayam kampung pada kolom (3) dan itik manila pada kolom (4) dalam satu siklus.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Siklus ayam kampung adalah : Rentang waktu dimulai dari ayam mulai bertelur sampai dengan siap bertelur kembali pada periode berikutnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"12"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V417","name":"R903B_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"124","loc_end_pos":"124","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata produksi telur itik manila per siklus","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\nb. Rata-rata produksi telur itik manila per siklus :........butir","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata banyaknya telur yang dihasilkan oleh satu ekor ayam kampung pada kolom (3) dan itik manila pada kolom (4) dalam satu siklus.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Siklus ayam kampung adalah : Rentang waktu dimulai dari ayam mulai bertelur sampai dengan siap bertelur kembali pada periode berikutnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V418","name":"R903C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"125","loc_end_pos":"125","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata jumlah siklus ayam kampung selama mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\na. Rata-rata jumlah siklus ayam kampung selama periode mei 2013 s.d april 2014 :........siklus","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata jumlah siklus dalam periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 untuk ayam kampung pada kolom (3) dan itik manila pada kolom (4) dalam satuan\nsiklus .","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"3"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V419","name":"R903C_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"126","loc_end_pos":"126","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata jumlah siklus itik manila selama mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\na. Rata-rata jumlah siklus itik manila selama periode 1 mei 2013 s.d april 2014 : ........ siklus","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata jumlah siklus dalam periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 untuk ayam kampung pada kolom (3) dan itik manila pada kolom (4) dalam satuan\nsiklus .","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V420","name":"R903D_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"127","loc_end_pos":"128","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata produksi telur ayam kampung perekor mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\nd. Rata-rata produksi telur ayam kampung per ekor selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :........ butir","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata banyaknya telur yang dihasilkan tiap satu ekor ayam kampung\/itik manila dalam\nperiode 1 Mei 2013 s.d 30 Mei 2014 (butir).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"30"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V421","name":"R903D_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"129","loc_end_pos":"129","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata  produksi telur itik manila perekor mei 2013 s.d april 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\nd. Rata-rata produksi telur itik manila per ekor selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :........ butir","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata banyaknya telur yang dihasilkan tiap satu ekor ayam kampung\/itik manila dalam\nperiode 1 Mei 2013 s.d 30 Mei 2014 (butir).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V422","name":"R903E_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"130","loc_end_pos":"132","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata lama periode rontok bulu ayam kampung","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\ne. Rata-rata lama periode rontok bulu ayam kampung :...........hari","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata lamanya masa rontok bulu (hari) pada ayam kampung pada kolom (3) dan itik manila\npada kolom (4).\n.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10","max":"120"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V423","name":"R903E_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"133","loc_end_pos":"133","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata lama periode rontok bulu","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\ne. Rata-rata lama periode rontok bulu :.......hari","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata lamanya masa rontok bulu (hari) pada ayam kampung pada kolom (3) dan itik manila\npada kolom (4).\n.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V424","name":"R903F_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"134","loc_end_pos":"137","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata harga telur ayam kampung per butir","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\nf. Rata-rata harga telur Ayam kampung per butir : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata harga satu butir telur ayam \nkampung pada kolom (3) dan itik manila pada kolom (4) dalam satuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2000","max":"2500"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V425","name":"R903F_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"138","loc_end_pos":"138","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Rata-rata harga telur itik manila per butir","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produktivitas ayam kampung dan itik manila selama periode 1 mei 30 april 2014 :\nf. Rata-rata harga telur itik manila per butir : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan rata- rata harga satu butir telur ayam \nkampung pada kolom (3) dan itik manila pada kolom (4) dalam satuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V426","name":"R904_J_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"139","loc_end_pos":"139","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pembelian ayam ras pedaging yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keterangan ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n-Pembelian ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :.......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan periode siklus\/bulan usaha (bulan pembelian DOC sampai penjualan) pada kolom (1), lama siklus pada kolom (2), jumlah pembelian DOC pada kolom (3), jumlah penambahan lain (selain pembelian DOC) pada kolom (4), jumlah ayam\npedaging yang mati selama proses penggemukan pada kolom (5), jumlah pemotongan dan\npengurangan lain (selain kematian) pada kolom (6), jumlah ayam ras pedaging yang dijual pada kolom (7) dan bobotnya pada kolom (8), dan rata\n- rata harga ayam pedaging per kg pada kolom (9).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Siklus yang dituliskan pada baris pertama adalah: Siklus terakhir pada periode pencacahan.\nSiklus yang dituliskan pada baris kedua adalah : Siklus sebelum siklus pertama.\nSiklus yang dituliskan pada baris ketiga adalah : Siklus sebelum periode siklus kedua , dst.\n\nSiklus ayam ras pedaging adalah : Rentang waktu yang dimulai dari saat DOC (Day Old Chick) dibeli, kemudian dipelihara\/digemukkan, sampai akhirnya dijual.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V427","name":"R904_J_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"140","loc_end_pos":"140","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penambahan lain ayam ras pedaging yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keterangan ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Penambahan lain ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :......ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan periode siklus\/bulan usaha (bulan pembelian DOC sampai penjualan) pada kolom (1), lama siklus pada kolom (2), jumlah pembelian DOC pada kolom (3), jumlah penambahan lain (selain pembelian DOC) pada kolom (4), jumlah ayam\npedaging yang mati selama proses penggemukan pada kolom (5), jumlah pemotongan dan\npengurangan lain (selain kematian) pada kolom (6), jumlah ayam ras pedaging yang dijual pada kolom (7) dan bobotnya pada kolom (8), dan rata\n- rata harga ayam pedaging per kg pada kolom (9).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Siklus yang dituliskan pada baris pertama adalah: Siklus terakhir pada periode pencacahan.\nSiklus yang dituliskan pada baris kedua adalah : Siklus sebelum siklus pertama.\nSiklus yang dituliskan pada baris ketiga adalah : Siklus sebelum periode siklus kedua , dst.\n\nSiklus ayam ras pedaging adalah : Rentang waktu yang dimulai dari saat DOC (Day Old Chick) dibeli, kemudian dipelihara\/digemukkan, sampai akhirnya dijual.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V428","name":"R904_J_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"141","loc_end_pos":"141","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kematian ayam ras pedaging yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keterangan ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Kematian ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan periode siklus\/bulan usaha (bulan pembelian DOC sampai penjualan) pada kolom (1), lama siklus pada kolom (2), jumlah pembelian DOC pada kolom (3), jumlah penambahan lain (selain pembelian DOC) pada kolom (4), jumlah ayam\npedaging yang mati selama proses penggemukan pada kolom (5), jumlah pemotongan dan\npengurangan lain (selain kematian) pada kolom (6), jumlah ayam ras pedaging yang dijual pada kolom (7) dan bobotnya pada kolom (8), dan rata\n- rata harga ayam pedaging per kg pada kolom (9).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Siklus yang dituliskan pada baris pertama adalah: Siklus terakhir pada periode pencacahan.\nSiklus yang dituliskan pada baris kedua adalah : Siklus sebelum siklus pertama.\nSiklus yang dituliskan pada baris ketiga adalah : Siklus sebelum periode siklus kedua , dst.\n\nSiklus ayam ras pedaging adalah : Rentang waktu yang dimulai dari saat DOC (Day Old Chick) dibeli, kemudian dipelihara\/digemukkan, sampai akhirnya dijual.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V429","name":"R904_J_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"142","loc_end_pos":"142","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pemotongan dan pengurangan lain ayam ras pedaging yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keterangan ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n-Pemotongan dan pengurangan lain ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :..........ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan periode siklus\/bulan usaha (bulan pembelian DOC sampai penjualan) pada kolom (1), lama siklus pada kolom (2), jumlah pembelian DOC pada kolom (3), jumlah penambahan lain (selain pembelian DOC) pada kolom (4), jumlah ayam\npedaging yang mati selama proses penggemukan pada kolom (5), jumlah pemotongan dan\npengurangan lain (selain kematian) pada kolom (6), jumlah ayam ras pedaging yang dijual pada kolom (7) dan bobotnya pada kolom (8), dan rata\n- rata harga ayam pedaging per kg pada kolom (9).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Siklus yang dituliskan pada baris pertama adalah: Siklus terakhir pada periode pencacahan.\nSiklus yang dituliskan pada baris kedua adalah : Siklus sebelum siklus pertama.\nSiklus yang dituliskan pada baris ketiga adalah : Siklus sebelum periode siklus kedua , dst.\n\nSiklus ayam ras pedaging adalah : Rentang waktu yang dimulai dari saat DOC (Day Old Chick) dibeli, kemudian dipelihara\/digemukkan, sampai akhirnya dijual.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V430","name":"R904_J_K7","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"143","loc_end_pos":"143","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penjualan perekor ayam ras pedaging yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keterangan ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Penjualan perekor ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :.....ekor","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan periode siklus\/bulan usaha (bulan pembelian DOC sampai penjualan) pada kolom (1), lama siklus pada kolom (2), jumlah pembelian DOC pada kolom (3), jumlah penambahan lain (selain pembelian DOC) pada kolom (4), jumlah ayam\npedaging yang mati selama proses penggemukan pada kolom (5), jumlah pemotongan dan\npengurangan lain (selain kematian) pada kolom (6), jumlah ayam ras pedaging yang dijual pada kolom (7) dan bobotnya pada kolom (8), dan rata\n- rata harga ayam pedaging per kg pada kolom (9).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Siklus yang dituliskan pada baris pertama adalah: Siklus terakhir pada periode pencacahan.\nSiklus yang dituliskan pada baris kedua adalah : Siklus sebelum siklus pertama.\nSiklus yang dituliskan pada baris ketiga adalah : Siklus sebelum periode siklus kedua , dst.\n\nSiklus ayam ras pedaging adalah : Rentang waktu yang dimulai dari saat DOC (Day Old Chick) dibeli, kemudian dipelihara\/digemukkan, sampai akhirnya dijual.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V431","name":"R904_J_K8","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"144","loc_end_pos":"144","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penjualan perkg ayam ras pedaging yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keterangan ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Penjualan perkg ayam ras pedaging yang dikuasai selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan periode siklus\/bulan usaha (bulan pembelian DOC sampai penjualan) pada kolom (1), lama siklus pada kolom (2), jumlah pembelian DOC pada kolom (3), jumlah penambahan lain (selain pembelian DOC) pada kolom (4), jumlah ayam\npedaging yang mati selama proses penggemukan pada kolom (5), jumlah pemotongan dan\npengurangan lain (selain kematian) pada kolom (6), jumlah ayam ras pedaging yang dijual pada kolom (7) dan bobotnya pada kolom (8), dan rata\n- rata harga ayam pedaging per kg pada kolom (9).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Siklus yang dituliskan pada baris pertama adalah: Siklus terakhir pada periode pencacahan.\nSiklus yang dituliskan pada baris kedua adalah : Siklus sebelum siklus pertama.\nSiklus yang dituliskan pada baris ketiga adalah : Siklus sebelum periode siklus kedua , dst.\n\nSiklus ayam ras pedaging adalah : Rentang waktu yang dimulai dari saat DOC (Day Old Chick) dibeli, kemudian dipelihara\/digemukkan, sampai akhirnya dijual.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V432","name":"R905A1_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"145","loc_end_pos":"145","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan Pupuk kandang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan :\n1. Kode satuan Pupuk kandang :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan pupuk kandang (kg) yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) , jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pupuk kandang adalah : Pupuk yang berasal dari olahan kotoran hewan\/ternak, yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V433","name":"R905A1_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"146","loc_end_pos":"149","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pupuk kandang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n1. Jumlah pupuk kandang :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan pupuk kandang (kg) yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) , jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pupuk kandang adalah : Pupuk yang berasal dari olahan kotoran hewan\/ternak, yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"7200"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V434","name":"R905A1_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"150","loc_end_pos":"154","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pupuk kandang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n1. Nilai pupuk kandang : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan pupuk kandang (kg) yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) , jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pupuk kandang adalah : Pupuk yang berasal dari olahan kotoran hewan\/ternak, yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"100","max":"14400"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V435","name":"R905A2_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"155","loc_end_pos":"155","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan biogas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n2. Kode satuan biogas :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan biogas yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (2), jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4)\ndalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Biogas adalah : Gas yang dihasilkan oleh proses fermentasi dari bahan-bahan organik, termasuk kotoran hewan, limbah rumah tangga, dan sampah -sampah organik secara anaerobic.\n\nSumber energi biogas yang utama yaitu kotoran ternak sapi, kerbau, dan babi.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V436","name":"R905A2_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"156","loc_end_pos":"156","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah biogas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n2. Jumlah biogas :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan biogas yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (2), jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4)\ndalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Biogas adalah : Gas yang dihasilkan oleh proses fermentasi dari bahan-bahan organik, termasuk kotoran hewan, limbah rumah tangga, dan sampah -sampah organik secara anaerobic.\n\nSumber energi biogas yang utama yaitu kotoran ternak sapi, kerbau, dan babi.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V437","name":"R905A2_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"157","loc_end_pos":"157","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai biogas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n2. Nilai biogas : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan biogas yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d.30 April 2014 pada kolom (2), jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4)\ndalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Biogas adalah : Gas yang dihasilkan oleh proses fermentasi dari bahan-bahan organik, termasuk kotoran hewan, limbah rumah tangga, dan sampah -sampah organik secara anaerobic. Sumber energi biogas yang utama yaitu kotoran ternak sapi, kerbau, dan babi.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V438","name":"R905A3_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"158","loc_end_pos":"158","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan pupuk cair","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n3. Kode satuan pupuk cair (urine ternak) :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan pupuk cair yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2)\n, jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4)\ndalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pupuk cair adalah : Suatu bahan hara berbentuk cairan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, biasanya dengan memanfaatkan urine hewan ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V439","name":"R905A3_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"159","loc_end_pos":"159","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah pupuk cair","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n3. Jumlah Pupuk cair (urine ternak) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan pupuk cair yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2)\n, jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4)\ndalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pupuk cair adalah : Suatu bahan hara berbentuk cairan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, biasanya dengan memanfaatkan urine hewan ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V440","name":"R905A3_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"160","loc_end_pos":"160","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai pupuk cair","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan :\n3. Nilai pupuk cair (urine ternak) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan pupuk cair yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2)\n, jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4)\ndalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pupuk cair adalah : Suatu bahan hara berbentuk cairan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, biasanya dengan memanfaatkan urine hewan ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V441","name":"R905A4_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"161","loc_end_pos":"161","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan susu kambing\/kerbau","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan :\n4. Kode satuan susu kambing\/kerbau :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan susu kambing\/kerbau yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) , jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V442","name":"R905A4_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"162","loc_end_pos":"162","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah susu kambing\/kerbau","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n4. Jumlah susu kambing\/kerbau :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan susu kambing\/kerbau yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) , jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V443","name":"R905A4_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"163","loc_end_pos":"163","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai susu kambing\/kerbau","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan : \n4. Nilai susu kambing\/kerbau : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode satuan susu kambing\/kerbau yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (2) , jumlah pada kolom (3), dan nilai pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V444","name":"R905A5_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"164","loc_end_pos":"164","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\na. Produksi ikutan :\n5. Nilai lainnya, seperti : kulit, tanduk, dan bulu : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai kulit, tanduk, dan bulu dalam ribu rupiah yang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V445","name":"R905B_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"165","loc_end_pos":"165","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai jasa peternakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nb. Nilai jasa peternakan (pemacekan ternak, penetasan telur, dll ): Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan nilai produksi jasa peternakan (pemacekan ternak, penetasan telur, dll) yang dihasilkan\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (4 ) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V446","name":"R905C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"166","loc_end_pos":"166","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kode satuan penjualan ternak afkir","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nc. Kode satuan penjualan ternak afkir ( khusus sapi perah betina, ayam ras petelur, dan itik ):......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah penjualan ternak afkir (sapi perah betina afkir, ayam ras petelur afkir, dan itik afkir)\nyang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (3) dalam satuan (ekor),\ndan nilai nya pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V447","name":"R905C_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"167","loc_end_pos":"167","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah penjualan ternak afkir","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nc. Jumlah penjualan ternak afkir ( khusus sapi perah betina, ayam ras petelur, dan itik ) :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah penjualan ternak afkir (sapi perah betina afkir, ayam ras petelur afkir, dan itik afkir)\nyang dihasilkan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kolom (3) dalam satuan (ekor),\ndan nilai nya pada kolom (4) dalam ribu rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V448","name":"R905D_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"168","loc_end_pos":"172","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Nilai penjualan ternak afkir","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah dan nilai produksi lainnya selama periode 1 mei s.d 30 april 2014 :\nc. Nilai penjualan ternak afkir ( khusus sapi perah betina, ayam ras petelur, dan itik ) : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan penjumlahan nilai produksi lainnya pada kolom (2).\nR.905.c = R. 905.a.1 + R. 905.a.2 + R. 905.a.3 + R. 905.a.4 + R. 905.a.5 + R. 905.b+ R. 905.c","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"100","max":"14400"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V449","name":"R1001A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"173","loc_end_pos":"173","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 603.a berkode 2-4 (lama usaha ternak terpilih>1 tahun)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 603.a berkode 2-4 (lama usaha ternak terpilih>1 tahun), apakah biasanya melakukan penjualan ternak secara rutin setiap tahun ?..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan kode 1 (ya - langsung ke rincian 1001.c\n) jika rumah tangga biasanya melakukan penjualan ternak secara rutin setiap tahun dan langsung ke rincian 1001.c , tetapi isikan kode 2 jika tidak.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya (langsung ke rincian 1001.c)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V450","name":"R1001B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"174","loc_end_pos":"174","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1001.a berkode 2, alasan utama melakukan penjualan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 1001.a berkode 2, alasan utama melakukan penjualan ternak :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode yang sesuai dengan alasan utama peternak melakukan penjualan ternak secara tidak rutin, kemudian isikan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Biaya pendidikan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Biaya kesehatan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Memenuhi kebutuhan sehari-hari","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Biaya pesan keluarga","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Upacara keagamaan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"lainnya (........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"6"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V451","name":"R1001B_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"175","loc_end_pos":"194","loc_width":"20","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Lainnya :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode yang sesuai dengan alasan utama peternak melakukan penjualan ternak secara tidak rutin, kemudian isikan pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V452","name":"R1001C_1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"195","loc_end_pos":"195","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Mei 2013","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Bulan mei 2013 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V453","name":"R1001C_2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"196","loc_end_pos":"196","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Juni 2013","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Bulan juni 2013 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V454","name":"R1001C_3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"197","loc_end_pos":"197","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Juli 2013","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Bulan juli 2013 :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V455","name":"R1001C_4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"198","loc_end_pos":"198","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Agustus 2013","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Bulan agustus 2013 :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V456","name":"R1001C_5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"199","loc_end_pos":"199","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"September 2013","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Bulan september 2013 :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V457","name":"R1001C_6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"200","loc_end_pos":"200","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Oktober 2013","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Bulan oktober 2013 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V458","name":"R1001C_7","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"201","loc_end_pos":"201","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"November 2013","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 : \n- Bulan November 2013 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V459","name":"R1001C_8","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"202","loc_end_pos":"202","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Desember 2013","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 : \n- Bulan desember 2013 :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V460","name":"R1001C_9","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"203","loc_end_pos":"203","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Januari 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Januari 2014 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V461","name":"R1001C_10","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"204","loc_end_pos":"204","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Februari 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- Februari 2014 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V462","name":"R1001C_11","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"205","loc_end_pos":"205","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Maret 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 : \n- Maret 2014 :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V463","name":"R1001C_12","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"206","loc_end_pos":"206","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"April 2014","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Isikan jumlah ternak yang dijual setiap bulan selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\n- April 2014 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah ternak yang dijual pada kotak yang disediakan sesuai dengan bulan penjualannya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V464","name":"R1002A1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"207","loc_end_pos":"207","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Koperasi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n1. Koperasi :..........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual dalam bentuk primer selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan kedalam kotak yang telah disediakan.\n\nDari ternak\/telur\/susu yang dijual (dalam bentuk primer), isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual ke koperasi selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak tanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V465","name":"R1002A2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"208","loc_end_pos":"208","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pedagang\/pengumpul\/blantik","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n2. Pedagang\/pengumpul\/blantik :........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Dari ternak\/telur\/susu yang dijual (dalam bentuk primer), isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual ke pedagang\/pengumpul\/blantik selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak tanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V466","name":"R1002A3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"209","loc_end_pos":"209","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Restoran\/hotel","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n3. Restoran\/hotel :..........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Dari ternak\/telur\/susu yang dijual (dalam bentuk primer), isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual ke restoran\/hotel selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak\ntanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V467","name":"R1002A4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"210","loc_end_pos":"210","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Industri pengolahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n4. Industri pengolahan :.........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Dari ternak\/telur\/susu yang dijual (dalam bentuk primer), isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual ke Industri pengolahan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak\ntanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V468","name":"R1002A5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"211","loc_end_pos":"212","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Konsumen akhir","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n5. Konsumen akhir :.........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Dari ternak\/telur\/susu yang dijual (dalam bentuk primer), isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual langsung ke konsumen akhir selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak\ntanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"90"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V469","name":"R1002A6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"213","loc_end_pos":"213","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kelompok peternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n6. Kelompok peternak :..........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Dari ternak\/telur\/susu yang dijual (dalam bentuk primer), isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual ke kelompok peternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak\ntanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V470","name":"R1002A7","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"214","loc_end_pos":"214","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Peternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n7. Peternak :..........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Dari ternak\/telur\/susu yang dijual (dalam bentuk primer), isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual kepeternak lain selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak\ntanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V471","name":"R1002A8","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"215","loc_end_pos":"215","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n8. Lainnya :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Dari ternak\/telur\/susu yang dijual (dalam bentuk primer), isikan persentase banyaknya ternak\/telur\/susu yang dijual ke tempat lain\nselain R.1002.a.1 s.d.R.1002.a.7 selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah\ndisediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak\ntanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V472","name":"R1002A9","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"216","loc_end_pos":"217","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sub jumlah","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\na. Dijual dalam bentuk primer :\n9. Sub jumlah (a1+a2+a3","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan penjumlahan pemanfaatan hasil usaha ternak yang di jual dalam bentuk primer.\nSubjumlah = R.1002.a.1 + R.1002.a.2 + R.1002.a.3 + R.1002.a.4 + R.1002.a.5+ R.1002.a.6 + R.1002.a.7 + R.1002.a.8","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bentuk primer adalah : Bentuk produksi ternak\ntanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu, yaitu:\nternak hidup, daging segar, telur, dan susu segar.\n\nPedagang adalah : Pedagang yang membeli hasil panen para petani kemudian menjual kepada pihak lain.\n\nIndustri Pengolahan, adalah : Tempat melakukan kegiatan mengolah produksi ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"90"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V473","name":"R1002B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"218","loc_end_pos":"218","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Dijual dalam bentuk olahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nb. Dijual dalam bentuk olahan :.........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan persentase banyaknya hasil usaha ternak (ternak\/telur\/susu) yang dijual setelah mengalami pro\nses pengolahan terlebih dahulu, misalnya, menjual\ntelur asin (telur hasil itik sendiri), menjual sate ayam (ayam hasil ternak sendiri), dsb.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V474","name":"R1002C","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"219","loc_end_pos":"221","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Dikonsumsi sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nc. Dikonsumsi sendiri :...........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan persentase banyaknya telur yang dikonsumsi oleh rumah tangga selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan ke dalam kotak yang telah\ndisediakan. Jenis produksi yang dikonsumsi dapat berupa produksi yang belum diproses, maupun yang telah diproses.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10","max":"100"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V475","name":"R1002D","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"222","loc_end_pos":"222","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Disusukan kepada anak ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nd. Disusukan kepada anak ternak (khusus susu) :.........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan persentase banyaknya susu yang disusukan kepada anak ternak selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pada kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Disusukan pada anak ternak adalah : Susu yang sudah diperah kemudian diberikan kepada anak ternak.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V476","name":"R1002E","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"223","loc_end_pos":"224","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ditetaskan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\ne. Ditetaskan (khusus telur) :.........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan persentase banyaknya telur yang ditetaskan selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ditetaskan adalah : Penetasan telur yang berasal dari produksi sendiri, bukan yang berasal dari pihak lain, pembelian, dan sebagainya, baik dengan cara tradisional atau dengan cara modern (penetasan dengan mesin).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"25","max":"25"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V477","name":"R1002F","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"225","loc_end_pos":"227","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pemanfaatan hasil usaha ternak ( ternak\/telur\/susu) selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :\nf. Lainnya ( tercecer, rusak\/busuk, diberikan\/disumbangkan. dll):...........%","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan jumlah persentase telur yang dimanfaatkan selain yang tersebut diatas selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014, misalnya rusak, hilang, diberikan kepada pihak lain, dsb, dan isikan ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rusak adalah : Produksi yang secara ekonomis tidak dapat digunakan lagi.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"25","max":"100"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V478","name":"R1101A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"228","loc_end_pos":"228","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah menggunakan sarana angkutan dalam penjualan produksi selama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Apakah menggunakan sarana angkutan dalam penjualan produksi selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila dalam penjualan produksi\nselama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014\nmenggunakan sarana angkutan, atau kode 2 bila tidak menggunakan sarana angkutan dan langsung ke rincian 1102, atau kode 3 bila belum pernah melakukan penjualan dan langsung ke rincian 1104.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung kerincian 1102)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Belum pernah menjual (langsung ke rincian 1104)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V479","name":"R1101B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"229","loc_end_pos":"229","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1101.a berkode 1, sarana angkutan utama yang digunakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b.Jika rincian 1101.a berkode 1, sarana angkutan utama yang digunakan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Rincian ini untuk mengetahui sarana pengangkutan produksi ke tempat penjualan.\nLingkari kode sarana utama pengangkutan produksi dan isikan kode yang dilingkari ke kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Kendaraan bermotor roda tiga\/lebih","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Kendaraan bermotor roda dua","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"kendaraan tidak bermotor","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Angkutan air","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Tenaga hewan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tenaga manusia","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Lainnya (...........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"7"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V480","name":"R1101B_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"230","loc_end_pos":"230","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b.L.Lainnya :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Rincian ini untuk mengetahui sarana pengangkutan produksi ke tempat penjualan.\nLingkari kode sarana utama pengangkutan produksi dan isikan kode yang dilingkari ke kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V481","name":"R1102","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"231","loc_end_pos":"231","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Produksi yang dijual dalam bentuk","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Produksi yang dijual dalam bentuk :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika penjualan produksi utama dalam bentuk ternak hidup, kode 2 untuk susu, kode 3 untuk telur, kode 4 bila penjualan produksi utama adalah: Daging segar, dan kode 5 bila dalam bentuk olahan, kemudian isikan kode tersebut ke kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ternak hidup","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Susu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Telur","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Daging","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Olahan","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V482","name":"R1103A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"232","loc_end_pos":"232","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah dalam pemasaran produksi ternak mengalami kesulitan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Apakah dalam pemasaran produksi ternak mengalami kesulitan ?.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika dalam pemasaran produksi ternak mengalami kesulitan, dan kode 2 bila \u201ctidak\u201d, dan isikan ke kotak yang tersedia.\nJika jawaban adalah : Kode (2) maka langsung ke rincian 1104.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung kerincian 1104)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V483","name":"R1103B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"233","loc_end_pos":"233","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1103.a berkode 1, jenis kesulitan utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Jika rincian 1103.a berkode 1, jenis kesulitan utama :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode kesulitan utama dan isikan kode yang dilingkari kekotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Masalah transportasi\/angkutan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Harga rendah","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Isu adanya wabah\/penyakit","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lainnya (misal : tertutupnya pasar, dll)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V484","name":"R1104A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"234","loc_end_pos":"234","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi pada saat pencacahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan koperasi :\na. Apakah ada anggota rumah tangga (termasuk kepala rumah tangga) yang menjadi anggota koperasi pada saat pencacahan ?.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila ya, kode 2 bila tidak, kemudian isikan ke kotak yang telah disediakan. Jika kode 2 langsung ke Rincian 1104.c.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Anggota Koperasi adalah : Mereka yang telah berumur ? 18 tahun atau sudah kawin, telah lunas membayar simpanan pokok dan simpanan wajib secara teratur, telah terdaftar dan menandatangani buku daftar anggota koperasi serta telah disahkan oleh pengurus koperasi yang bersangkutan mempunyai hak suara, hak pilih\ndan dipilih dalam rapat anggota.\n\nKoperasi yang dimaksud disini tidak hanya sebatas koperasi peternakan.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung kerincian 1104.c)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V485","name":"R1104B1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"235","loc_end_pos":"235","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1104.a. berkode 1, laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan koperasi :\nb. Jika rincian 1104.a. berkode 1, jumlah anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi :\n1. Laki-laki :.............orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Bila ada anggota rumah tangga yang menjadi\nanggota koperasi, tuliskan jumlah anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi berdasarkan jenis kelamin, laki- laki pada rincian 1104.b.1 dan perempuan pada rincian 1104.b.2, kemudian isikan ke kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V486","name":"R1104B2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"236","loc_end_pos":"236","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1104.a. berkode 1, perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan koperasi :\nb. Jika rincian 1104.a. berkode 1, alasan utama tidak menjadi anggota koperasi :\n2. Perempuan :.............orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Bila ada anggota rumah tangga yang menjadi\nanggota koperasi, tuliskan jumlah anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi berdasarkan jenis kelamin, laki- laki pada rincian 1104.b.1 dan perempuan pada rincian 1104.b.2, kemudian isikan ke kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V487","name":"R1104C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"237","loc_end_pos":"237","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1104.a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota koperasi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan koperasi :\nc. Jika rincian 1104.a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota koperasi :.....","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Bila tidak ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi, maka lingkari kode 1 bila alasannya belum ada koperasi, kode 2 bila sudah ada koperasi tetapi belum \/tidak berminat, kode 3 bila disebabkan oleh pelayanan koperasi tidak memuaskan, kode 4 bila proses administrasi yang sulit, dan kode 5 untuk alasan lainnya.\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Belum ada koperasi didesanya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Belum\/tidak berminat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pelayanan koperasi tidak memuaskan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Proses administrasi yang sulit","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Lainnya (.........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V488","name":"R1104C_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"238","loc_end_pos":"238","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan koperasi :\nc.L: Lainnya :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Bila tidak ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi, maka lingkari kode 1 bila alasannya belum ada koperasi, kode 2 bila sudah ada koperasi tetapi belum \/tidak berminat, kode 3 bila disebabkan oleh pelayanan koperasi tidak memuaskan, kode 4 bila proses administrasi yang sulit, dan kode 5 untuk alasan lainnya.\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V489","name":"R1105A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"239","loc_end_pos":"239","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan koperasi :\na. Apakah pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha ternak terpilih dari koperasi selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha peternakan dan kode 2 bila tidak pernah,\nkemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan.\nJika kode (2) maka langsung ke rincian 1106.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung ke rincian 1106)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V490","name":"R1105B_I","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"240","loc_end_pos":"240","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kredit uang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan koperasi :\nb. Jika rincian 1105.a. berkode , jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk peternak terpilih :\ni. Kredit uang :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing-\nmasing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan koperasi meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, kesehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit uang adalah : Pinjaman uang dari unit usaha koperasi yang digunakan untuk usaha peternakan dimana pengembaliannya dilakukan dengan cara mencicil.\n\nPengadaan sapronak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan sarana produksi ternak misal pakan, obat-obatan.\n\nPemasaran Produksi adalah : Unit koperasi tersebut dapat menampung hasil dari usaha ternak.\n\nPelayanan Kesehatan Ternak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan pelayanan kesehatan ternak terhadap rumah tangga yang\nmengusahakan ternak.\n\nLainnya adalah pelayanan yang diberikan unit koperasi selain yang telah tersebut di atas untuk menunjang usaha peternakan, misalnya pelayanan IB (Inseminasi Buatan).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V491","name":"R1105B_II","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"241","loc_end_pos":"241","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pengadaan bibit","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan koperasi :\nb. Jika rincian 1105.a. berkode , jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk peternak terpilih :\nii. Pengadaan bibit (anak) :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing-\nmasing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan koperasi meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, kesehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit uang adalah : Pinjaman uang dari unit usaha koperasi yang digunakan untuk usaha peternakan dimana pengembaliannya dilakukan dengan cara mencicil.\n\nPengadaan sapronak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan sarana produksi ternak misal pakan, obat-obatan.\n\nPemasaran Produksi adalah : Unit koperasi tersebut dapat menampung hasil dari usaha ternak.\n\nPelayanan Kesehatan Ternak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan pelayanan kesehatan ternak terhadap rumah tangga yang\nmengusahakan ternak.\n\nLainnya adalah pelayanan yang diberikan unit koperasi selain yang telah tersebut di atas untuk menunjang usaha peternakan, misalnya pelayanan IB (Inseminasi Buatan).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V492","name":"R1105B_III","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"242","loc_end_pos":"242","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pengadaan sapronak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan koperasi :\nb. Jika rincian 1105.a. berkode , jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk peternak terpilih :\niii. Pengadaan sapronak (selain bibit) :.....","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing-\nmasing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan koperasi meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, kesehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit uang adalah : Pinjaman uang dari unit usaha koperasi yang digunakan untuk usaha peternakan dimana pengembaliannya dilakukan dengan cara mencicil.\n\nPengadaan sapronak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan sarana produksi ternak misal pakan, obat-obatan.\n\nPemasaran Produksi adalah : Unit koperasi tersebut dapat menampung hasil dari usaha ternak.\n\nPelayanan Kesehatan Ternak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan pelayanan kesehatan ternak terhadap rumah tangga yang\nmengusahakan ternak.\n\nLainnya adalah pelayanan yang diberikan unit koperasi selain yang telah tersebut di atas untuk menunjang usaha peternakan, misalnya pelayanan IB (Inseminasi Buatan).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V493","name":"R1105B_IV","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"243","loc_end_pos":"243","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pemasaran produksi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan koperasi :\nb. Jika rincian 1105.a. berkode , jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk peternak terpilih :\niv. Pemasaran produksi : .........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing-\nmasing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan koperasi meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, kesehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit uang adalah : Pinjaman uang dari unit usaha koperasi yang digunakan untuk usaha peternakan dimana pengembaliannya dilakukan dengan cara mencicil.\n\nPengadaan sapronak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan sarana produksi ternak misal pakan, obat-obatan.\n\nPemasaran Produksi adalah : Unit koperasi tersebut dapat menampung hasil dari usaha ternak.\n\nPelayanan Kesehatan Ternak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan pelayanan kesehatan ternak terhadap rumah tangga yang\nmengusahakan ternak.\n\nLainnya adalah pelayanan yang diberikan unit koperasi selain yang telah tersebut di atas untuk menunjang usaha peternakan, misalnya pelayanan IB (Inseminasi Buatan).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V494","name":"R1105B_V","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"244","loc_end_pos":"244","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kesehatan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan koperasi :\nb. Jika rincian 1105.a. berkode , jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk peternak terpilih :\nv. Kesehatan ternak :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing-\nmasing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan koperasi meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, kesehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit uang adalah : Pinjaman uang dari unit usaha koperasi yang digunakan untuk usaha peternakan dimana pengembaliannya dilakukan dengan cara mencicil.\n\nPengadaan sapronak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan sarana produksi ternak misal pakan, obat-obatan.\n\nPemasaran Produksi adalah : Unit koperasi tersebut dapat menampung hasil dari usaha ternak.\n\nPelayanan Kesehatan Ternak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan pelayanan kesehatan ternak terhadap rumah tangga yang\nmengusahakan ternak.\n\nLainnya adalah pelayanan yang diberikan unit koperasi selain yang telah tersebut di atas untuk menunjang usaha peternakan, misalnya pelayanan IB (Inseminasi Buatan).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V495","name":"R1105B_VI","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"245","loc_end_pos":"245","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan koperasi :\nb. Jika rincian 1105.a. berkode , jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk peternak terpilih :\nvi. lainnya :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing-\nmasing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan koperasi meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, kesehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit uang adalah : Pinjaman uang dari unit usaha koperasi yang digunakan untuk usaha peternakan dimana pengembaliannya dilakukan dengan cara mencicil.\n\nPengadaan sapronak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan sarana produksi ternak misal pakan, obat-obatan.\n\nPemasaran Produksi adalah : Unit koperasi tersebut dapat menampung hasil dari usaha ternak.\n\nPelayanan Kesehatan Ternak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan pelayanan kesehatan ternak terhadap rumah tangga yang\nmengusahakan ternak.\n\nLainnya adalah pelayanan yang diberikan unit koperasi selain yang telah tersebut di atas untuk menunjang usaha peternakan, misalnya pelayanan IB (Inseminasi Buatan).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V496","name":"R1105B_VIL","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"246","loc_end_pos":"246","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis pelayanan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan koperasi :\nb. Jika rincian 1105.a. berkode , jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk peternak terpilih :\nvi.l. Jenis pelayanan lainnya :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing-\nmasing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari koperasi untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan koperasi meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, kesehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit uang adalah : Pinjaman uang dari unit usaha koperasi yang digunakan untuk usaha peternakan dimana pengembaliannya dilakukan dengan cara mencicil.\n\nPengadaan sapronak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan sarana produksi ternak misal pakan, obat-obatan.\n\nPemasaran Produksi adalah : Unit koperasi tersebut dapat menampung hasil dari usaha ternak.\n\nPelayanan Kesehatan Ternak adalah : Unit usaha koperasi yang dapat menyediakan pelayanan kesehatan ternak terhadap rumah tangga yang\nmengusahakan ternak.\n\nLainnya adalah pelayanan yang diberikan unit koperasi selain yang telah tersebut di atas untuk menunjang usaha peternakan, misalnya pelayanan IB (Inseminasi Buatan).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V497","name":"R1106A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"247","loc_end_pos":"247","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok peternak pada saat pencacahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan kelompok peternak :\na. Apakah ada anggota rumah tangga (termasuk kepala rumah tangga) yang menjadi anggota kelompok peternak pada saat pencacahan ? ......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok peternak, dan kode 2 bila tidak ada, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan.\nJika rincian ini berkode 2 lanjutkan pertanyan ke R. 1106.c.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V498","name":"R1106B1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"248","loc_end_pos":"248","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1106.a. berkode 1, laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan kelompok peternak :\nb. Jika rincian 1106.a. berkode 1, Jumlah anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok peternak :\n1. Laki-laki :............orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Bila ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok peternak, tuliskan jumlah anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok peternak berdasarkan jenis kelamin, laki- laki pada rincian 1106.b.1 dan perempuan pada rincian 1106.b.2, kemudian isikan isian tersebut pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V499","name":"R1106B2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"249","loc_end_pos":"249","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1106.a. berkode 1, perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan kelompok peternak :\nb. Jika rincian 1106.a. berkode 1, Jumlah anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok peternak :\n2. Perempuan :............orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Bila ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok peternak, tuliskan jumlah anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok peternak berdasarkan jenis kelamin, laki- laki pada rincian 1106.b.1 dan perempuan pada rincian 1106.b.2, kemudian isikan isian tersebut pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V500","name":"R1106C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"250","loc_end_pos":"250","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1106.a. alasan utama tidak menjadi anggota kelompok peternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan kelompok peternak :\nc. Jika rincian 1106.a. alasan utama tidak menjadi anggota kelompok peternak :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila alasannya belum ada kelompok peternak di desanya, kode 2 bila sudah ada kelompok peternak tetapi belum\/tidak berminat, kode 3\ndisebabkan karena pelayanan tidak memuaskan, dan kode 4 untuk alasan lainnya (selain yang telah disebutkan diatas).\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Belum ada kelompok di desanya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Belum\/tidak berminat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pelayanan kelompok tidak memuaskan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lainnya (.......)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V501","name":"R1106C_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"251","loc_end_pos":"251","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Alasan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan kelompok peternak :\nL: Alasan lainnya :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila alasannya belum ada kelompok peternak di desanya, kode 2 bila sudah ada kelompok peternak tetapi belum\/tidak berminat, kode 3\ndisebabkan karena pelayanan tidak memuaskan, dan kode 4 untuk alasan lainnya (selain yang telah disebutkan diatas).\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V502","name":"R1107A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"252","loc_end_pos":"252","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha ternak terpilih dari kelompok peternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok peternak :\na. Apakah pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha ternak terpilih dari kelompok peternak selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 ?......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha peternakan dari kelompok peternak dan\nkode 2 bila tidak ada, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan.\nJika kode 2, maka langsung ke rincian 1108.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung ke rincian 1108)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V503","name":"R1107B_I","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"253","loc_end_pos":"253","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kredit uang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok peternak :\nb. Jika rincian 1107.a. berkode 1, jenis pelayanan untuk ternak terpilih yang pernah diterima dari kelompok peternak :\ni. Kredit uang :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing- masing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari kelompok peternak untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan dari kelompok peternak meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, pelayanan kes\nehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V504","name":"R1107B_II","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"254","loc_end_pos":"254","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pengadaan bibit","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Jika rincian 1107.a. berkode 1, jenis pelayanan untuk ternak terpilih yang pernah diterima dari kelompok peternak :\nii. Pengadaan bibit (anak) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing- masing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari kelompok peternak untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan dari kelompok peternak meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, pelayanan kes\nehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V505","name":"R1107B_III","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"255","loc_end_pos":"255","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pengadaan sapronak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Jika rincian 1107.a. berkode 1, jenis pelayanan untuk ternak terpilih yang pernah diterima dari kelompok peternak :\niii : Pengadaan sapronak (selain bibit) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing- masing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari kelompok peternak untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan dari kelompok peternak meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, pelayanan kes\nehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V506","name":"R1107B_IV","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"256","loc_end_pos":"256","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pemasaran produksi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Jika rincian 1107.a. berkode 1, jenis pelayanan untuk ternak terpilih yang pernah diterima dari kelompok peternak :\niv. Pemasaran produksi :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing- masing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari kelompok peternak untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan dari kelompok peternak meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, pelayanan kes\nehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V507","name":"R1107B_V","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"257","loc_end_pos":"257","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kesehatan ternak","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Jika rincian 1107.a. berkode 1, jenis pelayanan untuk ternak terpilih yang pernah diterima dari kelompok peternak :\nv. Kesehatan ternak :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing- masing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari kelompok peternak untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan dari kelompok peternak meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, pelayanan kes\nehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V508","name":"R1107B_VI","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"258","loc_end_pos":"258","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Jika rincian 1107.a. berkode 1, jenis pelayanan untuk ternak terpilih yang pernah diterima dari kelompok peternak :\nvi. Lainnya :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing- masing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari kelompok peternak untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan dari kelompok peternak meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, pelayanan kes\nehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V509","name":"R1107B_VIL","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"259","loc_end_pos":"259","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis pelayanan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Jika rincian 1107.a. berkode 1, jenis pelayanan untuk ternak terpilih yang pernah diterima dari kelompok peternak :\nvi.l. Jenis pelayanan lainnya  :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode \u201eya? atau \u201etidak? pada masing- masing rincian jenis pelayanan yang pernah diterima dari kelompok peternak untuk usaha peternakan, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan pada setiap jenis pelayanan.\nJenis pelayanan dari kelompok peternak meliputi kredit uang, pengadaan bibit (anak), pengadaan sapronak, pemasaran produksi, pelayanan kes\nehatan ternak, dan lainnya.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V510","name":"R1108A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"260","loc_end_pos":"260","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota asosiasi peternak pada saat pencacahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan asosiasi :\na. Apakah ada anggota rumah tangga (termasuk kepala rumah tangga) yang menjadi anggota asosiasi peternak pada saat pencacahan ?..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota asosiasi , dan kode 2 bila tidak ada, kemudian isikan isiannya ke kotak yang telah disediakan. \nJika rincian ini berkode 2 lanjutkan pertanyan ke R. 110 9.a.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V511","name":"R1108B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"261","loc_end_pos":"261","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1108.a.berkode 1. manfaat utama dari asosiasi peternak untuk peternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan asosiasi :\nb. Jika rincian 1108.a.berkode 1. manfaat utama dari asosiasi peternak untuk peternak terpilih :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila manfaatnya adalah inovasi teknologi , kode 2 bila manfaatnya jaringan informasi pasar, kode 3 bila manfaatnya penyaluran aspirasi peternak , dan kode 4 untuk alasan lainnya (selain yang telah disebutkan di atas).\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Inovasi teknologi","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Jaringan informasi pasar","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Penyaluran aspirasi","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lainnya (.....)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V512","name":"R1108B_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"262","loc_end_pos":"262","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"manfaat lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan asosiasi :\nb.l. Manfaat Lainnya :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila manfaatnya adalah inovasi teknologi , kode 2 bila manfaatnya jaringan informasi pasar, kode 3 bila manfaatnya penyaluran aspirasi peternak , dan kode 4 untuk alasan lainnya (selain yang telah disebutkan di atas).\n\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V513","name":"R1109A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"263","loc_end_pos":"264","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sumber tambahan modal untuk usaha ternak terpilih selama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Sumber tambahan modal untuk usaha ternak terpilih selama periode 1 mei 2013 s.d 30 april 2014 diperoleh dari :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan sumber tambahan modal untuk usaha ternak terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 . Kode jawaban bisa lebih dari satu. \n\nLingkari kode- kode jawaban yang sesuai, jumlahkan kode - kode yang dilingkari dan isikan\njumlah kode - kode tersebut ke dalam kotak yang telah disediakan.\nJika Rincian 1109.a berkode 00 maka pertanyaan\nlangsung dilanjutkan keR.1109.c.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit Usaha Rakyat atau KUR, adalah : Jenis pembiayaan atau kredit modal kerja dan atau investasi bagi Usaha Mikro, kecil, menengah dan Koperasi (UMKMK) dibidang usaha yang produktif yang layak namun belum Bankable, dengan plafond kredit sampai dengan Rp. 500.000.000,\n- (lima ratus juta rupiah)yang dijamin oleh perusahaan penjaminan yang di tunjuk Pemerintah serta di jalankan oleh Bank Pelaksana atau Lembaga Penghubung.\n\nPNPM Mandiri, adalah : Program utama pemerintah bagi pembangunan berbasis\nmasyarakat.\n\nTujuan utama PNPM adalah : Mengurangi kemiskinan di seluruh provinsi di Indonesia melalui proses perencanaan masyarakat yang menghasilkan lapangan kerja dan berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala kecil yang\nmeningkatkan pembangunan desa individual dan kawasan perkotaan.\n\nPUAP, merupakan program merupakan program kementerian pertanian bagi petani di perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan dengan memberikan fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang salah satu\ntujuannya yaitu memberikan kepastian akses pembiayaan kepada petani anggota\nGapoktan. \n\nStruktur PUAP terdiri dari Gapoktan, penyuluh pendamping dan Penyelia Mitra Tani sehingga memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi\nperdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis.","var_catgry":[{"value":"00","labl":"Tidak mendapat kredit\/tambahan modal (langsung ke rincian 1109.c)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"01","labl":"Bank\/KUR\/PUAP","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"02","labl":"PNPM","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"04","labl":"Koperasi\/kelompok","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"08","labl":"Perorangan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"16","labl":"Lainnya (.......)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V514","name":"R1109A_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"265","loc_end_pos":"270","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sumber lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a.L. Sumber lainnya :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan sumber tambahan modal untuk usaha ternak terpilih selama periode 1 Mei 2013 s.d. 30 April 2014 . Kode jawaban bisa lebih dari satu. \n\nLingkari kode- kode jawaban yang sesuai, jumlahkan kode - kode yang dilingkari dan isikan\njumlah kode - kode tersebut ke dalam kotak yang telah disediakan.\nJika Rincian 1109.a berkode 00 maka pertanyaan\nlangsung dilanjutkan keR.1109.c.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kredit Usaha Rakyat atau KUR, adalah : Jenis pembiayaan atau kredit modal kerja dan atau investasi bagi Usaha Mikro, kecil, menengah dan Koperasi (UMKMK) dibidang usaha yang produktif yang layak namun belum Bankable, dengan plafond kredit sampai dengan Rp. 500.000.000,\n- (lima ratus juta rupiah)yang dijamin oleh perusahaan penjaminan yang di tunjuk Pemerintah serta di jalankan oleh Bank Pelaksana atau Lembaga Penghubung.\n\nPNPM Mandiri, adalah : Program utama pemerintah bagi pembangunan berbasis\nmasyarakat.\n\nTujuan utama PNPM adalah : Mengurangi kemiskinan di seluruh provinsi di Indonesia melalui proses perencanaan masyarakat yang menghasilkan lapangan kerja dan berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala kecil yang\nmeningkatkan pembangunan desa individual dan kawasan perkotaan.\n\nPUAP, merupakan program merupakan program kementerian pertanian bagi petani di perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan dengan memberikan fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang salah satu\ntujuannya yaitu memberikan kepastian akses pembiayaan kepada petani anggota\nGapoktan. \n\nStruktur PUAP terdiri dari Gapoktan, penyuluh pendamping dan Penyelia Mitra Tani sehingga memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi\nperdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V515","name":"R1109B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"271","loc_end_pos":"271","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Cara utama pengembalian kredit\/tambahan modal yang dipinjam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Cara utama pengembalian kredit\/tambahan modal yang dipinjam :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika tambahan modal\/kredit yang dipinjam dikembalikan dengan cara menjual hasil ke pemberi kredit\/modal yang dipinjam, kode 2 jika\ndengan cara mengangsur setelah berproduksi, kode 3 jika mengembalikan dengan cara lain dan tuliskan cara pengembalian kredit\/tambahan modal tersebut.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Menjual hasil ke pemberi kredit\/modal adalah :  Seorang peternak harus menjual hasil usahanya ke pemberi kredit\/tambahan modal.\n\nMengangsur setelah berproduksi adalah : Membayar secara mencicil dengan perjanjian harus berproduksi dulu.\n\nLainnya adalah : Selain kedua cara tersebut di atas.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Menjual hasil ke pemberi kredit\/modal","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Mengangsur setelah berproduksi","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Lainnya (......)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V516","name":"R1109B_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"272","loc_end_pos":"293","loc_width":"22","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Cara lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Cara lainnya :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika tambahan modal\/kredit yang dipinjam dikembalikan dengan cara menjual hasil ke pemberi kredit\/modal yang dipinjam, kode 2 jika\ndengan cara mengangsur setelah berproduksi, kode 3 jika mengembalikan dengan cara lain dan tuliskan cara pengembalian kredit\/tambahan modal tersebut.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Menjual hasil ke pemberi kredit\/modal adalah :  Seorang peternak harus menjual hasil usahanya ke pemberi kredit\/tambahan modal.\n\nMengangsur setelah berproduksi adalah : Membayar secara mencicil dengan perjanjian harus berproduksi dulu.\n\nLainnya adalah : Selain kedua cara tersebut di atas.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V517","name":"R1109C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"294","loc_end_pos":"294","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1109.a. berkode 00, penyebab utama tidak mendapat kredit\/tambahan modal","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 1109.a. berkode 00, penyebab utama tidak mendapat kredit\/tambahan modal :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode penyebab utama tidak\nmemperoleh tambahan modal dan isikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tidak mampu membayar bunga, Responden tidak mengambil kredit karena suku bunga yang ditawarkan terlalu tinggi\/tidak ada subsidi.\n\nTidak memiliki agunan, untuk mendapatkan pinjaman\/kredit maka peminjam biasanya harus mempunyai agunan padahal responden tidak mempunyai agunan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit tersebut, misalnya sertifikat\nrumah.\n\nLokasi bank\/koperasi terlalu jauh , tempat tinggal responden letaknya jauh dari lokasi bank\/koperasi yang ada dan akses menuju ke bank tersebut sangat sulit.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tidak mampu membayar bunga","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak memiliki anggunan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Lokasi bank\/koperasi terlalu jauh","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tidak ada pemberi bantuan kredit","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Tidak berminat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Lainnya (..........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"6"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V518","name":"R1109C_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"295","loc_end_pos":"295","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penyebab lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyebab lainnya :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode penyebab utama tidak\nmemperoleh tambahan modal dan isikan kode tersebut ke dalam kotak yang telah disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tidak mampu membayar bunga, Responden tidak mengambil kredit karena suku bunga yang ditawarkan terlalu tinggi\/tidak ada subsidi.\n\nTidak memiliki agunan, untuk mendapatkan pinjaman\/kredit maka peminjam biasanya harus mempunyai agunan padahal responden tidak mempunyai agunan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit tersebut, misalnya sertifikat\nrumah.\n\nLokasi bank\/koperasi terlalu jauh , tempat tinggal responden letaknya jauh dari lokasi bank\/koperasi yang ada dan akses menuju ke bank tersebut sangat sulit.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V519","name":"R1110A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"296","loc_end_pos":"296","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti bimbingan penyuluhan usaha ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti bimbingan penyuluhan dalam budidaya\/pembibitan ternak terpilih , dan kode 2 bila tidak ada.\nKemudian isikan kode ke kotak yang telah disediakan.\nJika jawaban kode 2 maka langsung ke rincian 1110 d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Penyuluhan usaha peternakan adalah : Kegiatan penerangan yang dilakukan oleh orang\/instansi yang mengetahui\/ahli di dalam pengetahuan pembudidayaan ternak, misalnya oleh dinas peternakan, dokter hewan, dan Petugas penyuluh\nLapangan (PPL).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung ke rincian 1110.d)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V520","name":"R1110B1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"297","loc_end_pos":"297","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1110.a berkode 1, laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah anggota rumah tangga yang pernah mengikuti bimbingan penyuluhan usaha peternakan ternak terpilih berdasarkan jenis kelamin, laki- laki pada rincian 1110.b.1 dan perempuan pada rincian 1110.b.2, kemudian isikan jumlahnya ke kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Penyuluhan usaha peternakan :\nb. Jika rincian 1110.a berkode 1, jumlah anggota rumah tangga yang mengikuti bimbingan penyuluhan usaha ternak terpilih :\n1. laki-laki :.............orang","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V521","name":"R1110B2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"298","loc_end_pos":"298","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1110.a berkode 1, perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah anggota rumah tangga yang pernah mengikuti bimbingan penyuluhan usaha peternakan ternak terpilih berdasarkan jenis kelamin, laki- laki pada rincian 1110.b.1 dan perempuan pada rincian 1110.b.2, kemudian isikan jumlahnya ke kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Penyuluhan usaha peternakan :\nb. Jika rincian 1110.a berkode 1, jumlah anggota rumah tangga yang mengikuti bimbingan penyuluhan usaha ternak terpilih :\n2. Perempuan :...........orang","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V522","name":"R1110C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"299","loc_end_pos":"300","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis penyuluhan usaha ternak terpilih yang diikuti","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode jenis penyuluhan yang diikuti pada saat bimbingan penyuluhan. Kemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.\nKode jawaban bisa lebih dari satu.\nApabila dalam rumah tangga ini pernah mengikuti jenis penyuluhan lebih dari satu, maka jumlahkan kode yang dilingkari, kemudian isikan ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Teknik budidaya ternak adalah : Cara pemeliharaan dan perawatan ternak\/ungas yang baik sejak kecil sampai dewasa guna mendapatkan produksi ternak yang optimal.\n\nPenyusunan ransum ternak adalah : Cara penyusunan pakan ternak dengan menggunakan berbagai pedoman seperti umur, berat badan ternak dan pengaturan komposisi protein yang digunakan untuk ternak.\n\nPengobatan ternak adalah : Suatu materi yang diberikan kepada peternak untuk melakukan tindakan pengobatan terhadap ternak baik secara tradisional maupun pengobatan sederhana.\n\nPemasaran hasil produksi adalah : Materi tentang penjualan hasil produksi dengan melihat harga pasar dan tempat penjualan.\n\nLainnya adalah : Jenis penyuluhan yang diikuti peternak selain tersebut di atas.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Teknik budidaya ternak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Penyusunan ransum ternak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Pengobatan ternak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Pemasaran hasil produksi","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"16","labl":"Pengolahan hasil produksi","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"32","labl":"Lainnya (...........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"32"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V523","name":"R1110C_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"301","loc_end_pos":"301","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penyuluhan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode jenis penyuluhan yang diikuti pada saat bimbingan penyuluhan. Kemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.\nKode jawaban bisa lebih dari satu.\nApabila dalam rumah tangga ini pernah mengikuti jenis penyuluhan lebih dari satu, maka jumlahkan kode yang dilingkari, kemudian isikan ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Teknik budidaya ternak adalah : Cara pemeliharaan dan perawatan ternak\/ungas yang baik sejak kecil sampai dewasa guna mendapatkan produksi ternak yang optimal.\n\nPenyusunan ransum ternak adalah : Cara penyusunan pakan ternak dengan menggunakan berbagai pedoman seperti umur, berat badan ternak dan pengaturan komposisi protein yang digunakan untuk ternak.\n\nPengobatan ternak adalah : Suatu materi yang diberikan kepada peternak untuk melakukan tindakan pengobatan terhadap ternak baik secara tradisional maupun pengobatan sederhana.\n\nPemasaran hasil produksi adalah : Materi tentang penjualan hasil produksi dengan melihat harga pasar dan tempat penjualan.\n\nLainnya adalah : Jenis penyuluhan yang diikuti peternak selain tersebut di atas.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V524","name":"R1110D","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"302","loc_end_pos":"302","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rincian 1110.a. berkode 2, alasan utama tidak mengikuti penyuluhan usaha ternak terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 1110.a. berkode 2, alasan utama tidak mengikuti penyuluhan usaha ternak terpilih :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila alasannya tidak pernah ada penyuluhan, kode 2 merasa tidak perlu, kode 3 materi penyuluhan tidak sesuai, kode 4 lokasi penyuluhan jauh,dan kode 5 untuk lainnya.\n\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak\nyang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tidak pernah ada penyuluhan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Merasa tidak perlu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Materi penyuluhan tidak sesuai","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lokasi penyuluhan jauh","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Lainnya (..........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V525","name":"R1110D_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"303","loc_end_pos":"303","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penyuluhan lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"l. Penyuluhan lainnya :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila alasannya tidak pernah ada penyuluhan, kode 2 merasa tidak perlu, kode 3 materi penyuluhan tidak sesuai, kode 4 lokasi penyuluhan jauh,dan kode 5 untuk lainnya.\n\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak\nyang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V526","name":"R1111A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"304","loc_end_pos":"304","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah melakukan kemitraan usaha untuk ternak terpilih dengan perusahaan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"a. Apakah melakukan kemitraan usaha untuk ternak terpilih dengan perusahaan ?.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 bila melakukan kemitraan dengan perusahaan dan kode 2 bila tidak.\nBila kode 2 dilingkari, pertanyaan langsung ke rincian 1201.\nTuliskan kode yang dilingkari pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung kerincian 1201)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V527","name":"R1111B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"305","loc_end_pos":"305","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jika rinciian 111.a berkode 1, kemitraan yang utama dilakukan dengan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"b. Jika rinciian 111.a berkode 1, kemitraan yang utama dilakukan dengan :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Rincian ini terisi bila rumah tangga usaha\npeternakan terpilih melakukan kemitraan dengan perusahaan peternakan (rincian 1110.a berkode 1\n).\n Lingkari kode 1 bila melakukan kemitraan dengan\nBUMN, kode 2 bila melakukan kemitraan dengan BUMD , dan kode 3 bila melakukan kemitraan\ndengan swasta.\n\nKemudian tulis kan kode yang dilingkari pada kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Kemitraan adalah : Pola kerja sama antara perusahaan mitra dengan petani\/kelompok tani.\n\nPerusahaan mitra adalah : Perusahaan yang melakukan kemitraan dengan petani\/kelompok tani.\n\nBUMN adalah : Badan usaha yang kepemilikan sahamnya sebagian besar dikuasai oleh Pemerintah dan ditetapkan sebagai Badan Usaha Milik Negara, contoh : PT. Perkebunan Nusantara (PTPN), PT. Pupuk Sriwijaya, PT. Pertani .\n\nBUMD adalah : Badan usaha yang kepemilikan sahamnya sebagian besar dikuasai oleh pemerintah Daerah dan ditetapkan sebagai\nBadan Usaha Milik Daerah.\n\nPerusahaan swasta\/usaha adalah : Perusahaan yang modalnya berasal dari orang-orang atau\nbadan-badan non pemerintah.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"BUMN","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"BUMD","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Swasta","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V528","name":"R1201","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"306","loc_end_pos":"306","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Status penguasaan bangunan tempat tinggal yang di tempati","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status penguasaan bangunan tempat tinggal yang di tempati : .............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode 1 s.d 5 sesuai dengan jawaban responden.\nKemudian isikan kode yang dilingkari ke dalam kotak yang disediakan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Milik Sendiri, jika tempat tinggal tersebut pada waktu pencacahan betul-betul sudah milik kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga.\n\nRumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli di-ang\ngap rumah milik sendiri. \nTermasuk dalam hal ini adalah : Rumah warisan yang sepenuhnya sudah menjadi hak milik.\n\nSewa\/kontrak , jika tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga\/anggota rumah tangga dalam jangka waktu tertentu berdasarkan\nperjanjian sewa\/kontrak antara pemilik dan pemakai. \nCara pembayaran biasanya sekaligus di muka atau dapat diangsur menurut persetujuan kedua belah pihak.\n\nBebas sewa , jika tempat tinggal tersebut diperoleh dari pihak lain ( bukan famili\/orang tua) dan ditempati oleh rumah tangga tanpa mengeluarkan suatu pembayaran.\n\nRumah Dinas , jika tempat tinggal tersebut merupakan fasilitas yang disediakan oleh negara\/perusahaan yang berkaitan dengan tugasnya.\n\nLainnya, jika tempat tinggal tersebut tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya tempat tinggal milik bersama, rumah adat, rumah milik orang tua\/saudara.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Milik sendiri","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Sewa\/kontrak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Bebas sewa","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Rumah dinas","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V529","name":"R1202","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"307","loc_end_pos":"307","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis lantai bangunan tempat tinggal yang terluas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jenis lantai bangunan tempat tinggal yang terluas :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode jenis lantai terluas dari bangunan tempat tinggal yang di rumah tangga responden.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lantai,yang dimaksud disini adalah : Bagian bawah\/dasar\/alas suatu ruangan, baik terbuat dari keramik\/marmer\/granit, ubin\/tegel\/teraso, semen\/bata merah,kayu\/papan, bambu, maupun tanah\/lainnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Keramik\/marmer\/granit","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Ubin\/tegel\/teraso","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Semen\/bata merah","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Kayu\/papan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Bambu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tanah\/lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"6"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V530","name":"R1203","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"308","loc_end_pos":"309","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas lantai bangunan tempat tinggal","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Luas lantai bangunan tempat tinggal :..........m2","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Isikan luas lantai dari bangunan tempat tinggal yang dihuni oleh rumah tangga responden dalam satuan meter persegi.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lantai , yang dimaksud disini adalah : Luas lantai yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari (sebatas atap). \n\nUntuk bangunan bertingkat, luas lantai adalah : Jumlah luas dari semua tingkat yang ditempati.\n\nBila suatu tempat tinggal dihuni oleh lebih dari satu rumah tangga, maka luas lantai dari ruangan yang dipakai bersama dibagi banyaknya rumah tangga\nditambah dengan luas lantai pribadi rumah tangga yang bersangkutan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"16","max":"96"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V531","name":"R1204","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"310","loc_end_pos":"310","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis atap terluas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jenis atap terluas :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode jenis atap terluas dari bangunan tempat tinggal responden.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Beton","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Genteng","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Sirap","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Seng","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Asbes","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Ijuk\/rumbia","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"7"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V532","name":"R1205","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"311","loc_end_pos":"311","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis dinding terluas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jenis dinding terluas :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode jenis dinding terluas dari bangunan tempat tinggal responden.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tembok","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Kayu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Bambu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V533","name":"R1206","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"312","loc_end_pos":"312","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sumber penerangan yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sumber penerangan yang utama :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode sumber penerangan yang digunakan oleh responden. Apabila responden menggunakan lebih dari satu sumber penerangan,\nmaka pilih sumber penerangan yang mempunyai nilai lebih tinggi (kode terkecil).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga dikatakan menggunakan listrik PLN apabila sumber utama penerangan menggunakan listrik yang berasal dari PLN, baik menggunakan\nmeteran (volumetrik) atau tidak.\n\nListrik Non PLN adalah : Sumber penerangan listrik yang dikelola oleh instansi\/pihak lain selain PLN termasuk yang menggunakan sumber penerangan\ndari accu (aki), generator dan pembangkit listrik tenaga surya (yang dikelola bukan oleh PLN).\n\nBukan listrik adalah : Sumber penerangan yang tidak menggunakan listrik, baik yang berasal dari PLN ataupun Non PLN, seperti minyak tanah, lilin, biji jarak, dll.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Listrik PLN","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Listrik non PLN","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Bukan listrik","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V534","name":"R1207","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"313","loc_end_pos":"313","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis bahan bakar untuk memasak yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jenis bahan bakar untuk memasak yang utama :.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode jenis bahan bakar yang digunakan oleh responden.\nApabila responden menggunakan lebih dari satu jenis bahan bakar, maka pilih jenis bahan bakar yang mempunyai nilai lebih tinggi (kode terkecil).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Listrik","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Gas\/elpiji","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Miyak tanah","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Arang kayu\/tempurung","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Kayu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Lainnya (.......)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"6"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V535","name":"R1207_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"314","loc_end_pos":"314","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis bahan bakar lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jenis bahan bakar lainnya :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode jenis bahan bakar yang digunakan oleh responden.\nApabila responden menggunakan lebih dari satu jenis bahan bakar, maka pilih jenis bahan bakar yang mempunyai nilai lebih tinggi (kode terkecil).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V536","name":"R1208","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"315","loc_end_pos":"315","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sumber air minum yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sumber air minum yang utama :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan sumber air minum utama yang digunakan oleh\nrumah tangga\nresponden. Lingkari salah satu kode jawaban yang sesuai.\nPerlu diingat bahwa yang ditanyakan disini adalah sumbernya. Jadi kalau rumah\ntangga responden mendapatkan air dari mata air yang disalurkan sampai ke rumah, maka sumber\nairnya adalah mata air. Bila responden menggunakan air minum yang berasal dari beberapa sumber air, maka pilih salah satu sumber air minum yang volume airnya paling banyak digunakan oleh rumah tangga tersebut.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Air dalam kemasan adalah : Air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol\/galon dan kemasan gelas, seperti aqua, ades dsb.\n\nAir ledeng adalah : Air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air.\n\nSumber air ini diusahakan oleh PAM, PDAM, atau BPAM baik dikelola pemerintah maupun swasta.\nPenjelasan :\n1. Rumah tangga yang minum dari air ledeng yang diperoleh baik dari pedagang air keliling maupun dari tetangga dianggap mempunyai sumber air minum ledeng.\n2. Rumah tangga yang minum air yang berasal dari mata air atau air hujan yang ditampung dan dialirkan ke rumah dengan menggunakan pipa\npralon\/pipa ledeng maka sumber air minumnya tetap mata air atau air hujan.\n3. Rumah tangga yang menggunakan air hujan pada musim penghujan, dan membeli air pada musim kemarau, maka sumber air minumnya tergantung pada apa yang banyak dimanfaatkan selama setahun yang lalu.\n4. Rumah tangga yang menggunakan air sungai, air danau, air sumur dan air hujan melalui proses penjernihan dengan menggunakan mesin penjernih dianggap menggunakan sumber air minum ledeng.\n5. Rumah tangga yang menggunakan air minum isi ulang maka sumber air minumnya adalah : Air dalam kemasan.\n\nPompa adalah : Air tanah yang cara pengambilannya dengan menggunakan pompa tangan, pompa listrik atau kincir angin, termasuk sumur artesis (sumur pantek).\n\nSumur\/perigi adalah : Air yang berasal dari dalam tanah yang digali.\nCara pengambilannya dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan katrol maupun tidak.\nPenjelasan :\nBila suatu rumah tangga menggunakan sumur terlindung sebagai sumber air minum, namun dalam mengambil (menaikkan) airnya, rumah tangga itu menggunakan pompa (pompa tangan atau pompa listrik), maka:\n- sumber air rumah tangga tersebut dikategorikan sumur jika mulut sumur terbuka,\n- pompa jika mulut sumur tertutup.\n\nSumur terlindung adalah : Bila lingkar sumur\/perigi tersebut dilindungi oleh tembok paling sedikit 0,8 meter diatas tanah dan 3 meter ke bawah tanah, serta ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur atau perigi.\n\nMata air adalah : Sumber air permukaan tanah dimana air timbul dengan sendirinya.\n\nLainnya adalah : Sumber air selain yang tersebut diatas seperti air waduk, danau.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Air kemasan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Ledeng (meteran\/eceran)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"pompa (sumur bor)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Sumur","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Mata air","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Air sungai","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Air hujan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Lainnya (........)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"8"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V537","name":"R1208_L","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"316","loc_end_pos":"316","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sumber lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sumber lainnya :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan sumber air minum utama yang digunakan oleh\nrumah tangga\nresponden. Lingkari salah satu kode jawaban yang sesuai.\nPerlu diingat bahwa yang ditanyakan disini adalah sumbernya. Jadi kalau rumah\ntangga responden mendapatkan air dari mata air yang disalurkan sampai ke rumah, maka sumber\nairnya adalah mata air. Bila responden menggunakan air minum yang berasal dari beberapa sumber air, maka pilih salah satu sumber air minum yang volume airnya paling banyak digunakan oleh rumah tangga tersebut.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Air dalam kemasan adalah : Air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol\/galon dan kemasan gelas, seperti aqua, ades dsb.\n\nAir ledeng adalah : Air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air.\n\nSumber air ini diusahakan oleh PAM, PDAM, atau BPAM baik dikelola pemerintah maupun swasta.\nPenjelasan :\n1. Rumah tangga yang minum dari air ledeng yang diperoleh baik dari pedagang air keliling maupun dari tetangga dianggap mempunyai sumber air minum ledeng.\n2. Rumah tangga yang minum air yang berasal dari mata air atau air hujan yang ditampung dan dialirkan ke rumah dengan menggunakan pipa\npralon\/pipa ledeng maka sumber air minumnya tetap mata air atau air hujan.\n3. Rumah tangga yang menggunakan air hujan pada musim penghujan, dan membeli air pada musim kemarau, maka sumber air minumnya tergantung pada apa yang banyak dimanfaatkan selama setahun yang lalu.\n4. Rumah tangga yang menggunakan air sungai, air danau, air sumur dan air hujan melalui proses penjernihan dengan menggunakan mesin penjernih dianggap menggunakan sumber air minum ledeng.\n5. Rumah tangga yang menggunakan air minum isi ulang maka sumber air minumnya adalah : Air dalam kemasan.\n\nPompa adalah : Air tanah yang cara pengambilannya dengan menggunakan pompa tangan, pompa listrik atau kincir angin, termasuk sumur artesis (sumur pantek).\n\nSumur\/perigi adalah : Air yang berasal dari dalam tanah yang digali.\nCara pengambilannya dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan katrol maupun tidak.\nPenjelasan :\nBila suatu rumah tangga menggunakan sumur terlindung sebagai sumber air minum, namun dalam mengambil (menaikkan) airnya, rumah tangga itu menggunakan pompa (pompa tangan atau pompa listrik), maka:\n- sumber air rumah tangga tersebut dikategorikan sumur jika mulut sumur terbuka,\n- pompa jika mulut sumur tertutup.\n\nSumur terlindung adalah : Bila lingkar sumur\/perigi tersebut dilindungi oleh tembok paling sedikit 0,8 meter diatas tanah dan 3 meter ke bawah tanah, serta ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur atau perigi.\n\nMata air adalah : Sumber air permukaan tanah dimana air timbul dengan sendirinya.\n\nLainnya adalah : Sumber air selain yang tersebut diatas seperti air waduk, danau.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V538","name":"R1209","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"317","loc_end_pos":"317","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Fasilitas tempat buang air besar yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Fasilitas tempat buang air besar yang utama :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari salah satu kode fasilitas tempat buang air besar yang utama sesuai dengan keterangan responden.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Fasilitas buang air besar, adalah : Ketersedian jamban\/kakus yang dapat digunakan oleh rumah tangga responden. Penggunaan fasilitas\/tempat membuang air besar dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu : Sendiri (satu rumah tangga), bersama (beberapa rumah tangga) dan umum.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Jamban sendiri","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Jamban bersama","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Jamban umum","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tidak ada","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F5"},{"file_id":"F5","vid":"V539","name":"WEIGHT","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"318","loc_end_pos":"319","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"WEIGHT","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"17","max":"90"},"fid":"F5"}],"variable_groups":[]}