{"type":"survey","doc_desc":{"title":"Forestry Plant Cultivation Households Survey 2014","idno":"DDI_IDN_2014_SRTUBTK_v01-ID_M","producers":[{"name":"Rokhidah","abbreviation":"","affiliation":"Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi ","role":"Membuat metadata pada deskripsi metadata & deskripsi kegiatan"},{"name":"Murtika","abbreviation":"","affiliation":"Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi ","role":"Membuat metadata pada dataset"}],"prod_date":"2020-11-24","version_statement":{"version":"Version 01 (November 2020). This version is identical to 00-ST2013-SBK-2014-M1-ENG, except for the following fields that were modified by the World Bank: study ID and DDI ID."}},"study_desc":{"title_statement":{"idno":"IDN_2014_SRTUBTK_v01-ID_M","title":"Forestry Plant Cultivation Households Survey 2014","alt_title":"SRTUBTK 2014","translated_title":"Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan 2014"},"authoring_entity":[{"name":"Deputi Bidang Statistik Produksi","affiliation":"Badan Pusat Statistik"}],"production_statement":{"producers":[{"name":"Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan","affiliation":"Badan Pusat Statistik","role":""}],"copyright":"Copyright \u00a9 2014, BPS Statistics Indonesia.  All rights reserved.","funding_agencies":[{"name":"Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara","abbreviation":"APBN","role":""}]},"distribution_statement":{"contact":[{"name":"1. Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan Penanggung Jawab Informasi Umum","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"2. Deputi Bidang Statistik Produksi Penanggung Jawab Masalah Teknis","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"3. Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan Penanggung Jawab Kuesioner","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"4. Sub Direktorat Pengembangan Desain Sensus dan Survei Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"5. Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan  Penanggung Jawab Prosedur Lapangan","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"6. Direktorat Sistem Informasi Statistik Penanggung Jawab Metode Pengolahan","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""},{"name":"7. Direktorat Diseminasi Statistik Penanggung Jawab Metode Pengolahan","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"","uri":""}]},"series_statement":{"series_name":"Agricultural Survey [ag\/oth]","series_info":"Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan 2014 merupakan salah satu kegiatan dalam pelaksanaan ST2013 Lanjutan. Survei ini dimaksudkan untuk dapat melihat lebih rinci profil rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan, struktur ongkos usaha komoditas kehutanan strategis, dan sosial ekonomi rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan."},"version_statement":{"version":"Version 1"},"study_info":{"topics":[{"topic":"Forests & Forestry","vocab":"","uri":""}],"abstract":"Subsektor kehutanan mempunyai peran yang cukup penting dalam perekonomian Indonesia, baik dalam hal penyerapan tenaga kerja, penghasil devisa, maupun sebagai penghasil bahan baku\/bahan olah industri hulu yang mengolah hasil pertanian. Ditinjau dari faktor non-ekonomi, usaha kehutanan juga sangat bermanfaat karena usaha kehutanan ikut menjaga kelestarian sumber daya alam. \n\nMengingat pentingnya peran usaha kehutanan, perlu dilakukan evaluasi terhadap hasil pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dalam subsektor kehutanan. Untuk keperluan evaluasi dan perencanaan pembangunan selanjutnya, diperlukan berbagai data yang akurat mengenai usaha kehutanan. Pengumpulan data statistik kehutanan telah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari waktu ke waktu, salah satu diantaranya melalui kegiatan Sensus Pertanian yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali sejak tahun 1963. \nInformasi mengenai kehutanan bersumber dari Perusahaan Kehutanan berbadan hukum maupun yang tidak, dan Rumah Tangga Usaha Kehutanan. Pada Sensus Pertanian 2013 (ST2013) keduanya dicacah secara lengkap. Survei lanjutan subsektor kehutanan dipisahkan menjadi 2 (dua), yaitu Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan (SBK 2014) dan Survei Kehutanan (SKH 2014). \n\nSBK 2014 bertujuan untuk mendapatkan data statistik rumah tangga kehutanan yang lengkap dan akurat sehingga dapat diperoleh gambaran yang benar tentang usaha tersebut. \nData-data yang dikumpulkan antara lain : \na. Banyaknya anggota rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih. \nb. Penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan. \nc. Potensi tanaman kehutanan terpilih (luas dan banyak pohon). \nd. Struktur ongkos usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih yang ditebang\/panen dan tanaman siap tebang. \ne. Keterangan-keterangan lain yang berkaitan dengan rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih.","time_periods":[{"start":"2014","end":"2014","cycle":""}],"coll_dates":[{"start":"2014-01","end":"2014-02","cycle":"2. Perencanaan"},{"start":"2014-05-26","end":"2014-07-19","cycle":"1. Pelaksanaan lapangan"},{"start":"2014-10","end":"2014-11-01","cycle":"3. Pengolahan"}],"nation":[{"name":"Indonesia","abbreviation":"IDN"}],"geog_coverage":"Seluruh Wilayah Indonesia","geog_unit":"Rancangan penyajian, sampai dengan tingkat: Provinsi","analysis_unit":"Unit analisis terkecil yang digunakan pada kegiatan ini adalah rumah tangga biasa yang berusaha di subsektor kehutanan","universe":"Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan 2014 mencakup rumah tangga biasa yang berusaha di sub sektor kehutanan untuk komoditas tanaman kehutanan : Akasia, Jabon, Jati, Mahoni, dan Sengon","data_kind":"Sample survey data [ssd]"},"method":{"data_collection":{"data_collectors":[{"name":"Staf BPS","abbreviation":"","affiliation":""},{"name":"Mitra","abbreviation":"","affiliation":""}],"frequency":"Lainnya","sampling_procedure":"1. Penjelasan ringkas tentang  Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan meliputi semua rumah tangga biasa yang berusaha di subsektor kehutanan di seluruh wilayah Indonesia dengan komoditas tanaman kehutanan,\n\n2. Jenis rancangan sampel adalah probability\n   \n3. Metodologi yang digunakan di poin 2 adalah\nMetode sampling yang digunakan pada SBK 2014 adalah two-stage stratified sampling design. Penarikan sampel blok sensus untuk setiap strata usaha jenis tanaman kehutanan di setiap kabupaten\/kota dilakukan secara terpisah dengan prosedur sebagai berikut: \n\n1) Tahap pertama, dari kerangka sampel blok sensus, dipilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size sistematik dengan size jumlah rumah tangga usaha tanaman kehutanan. \n2) Tahap kedua, dari kerangka sampel rumah tangga dipilih sejumlah rumah tangga secara sistematik sampling dengan jenis usaha tanaman kehutanan utama, dan jumlah pohon siap tebang\/pernah tebang dan menghasilkan hasil pendataan keterangan usaha komoditas pertanian terpilih (Daftar ST2013-UKPT Blok II Rincian 201 Kolom (4) 201.E1 Kolom (4) yang utama) sebagai implicit stratification. \n\n4. Sampling frame\n\nKerangka sampel yang digunakan ada 2 jenis, yaitu: \ni).  Kerangka sampel untuk pemilihan blok sensus, yaitu daftar blok sensus biasa dan blok sensus persiapan bermuatan cakupan ST 2013 yang distratifikasi menurut jenis tanaman kehutanan utama dan diurutkan menurut strata. Eligible blok sensus SBK 2014 adalah blok sensus yang memiliki jumlah eligible rumah tangga usaha tanaman kehutanan sebanyak 10 atau lebih.\n ii).  Kerangka sampel untuk pemilihan sampel rumah tangga, yaitu daftar nama kepala rumah tangga usaha tanaman kehutanan di setiap blok sensus terpilih yang diurutkan menurut jenis tanaman kehutanan utama dan jumlah pohon siap tebang\/pernah tebang dan menghasilkan hasil pendataan keterangan usaha komoditas pertanian terpilih \n\n5. Alokasi sampel\nJumlah sampel SBK 2014 dirancang untuk estimasi tingkat provinsi. Alokasi sampel rumah tangga dan blok sensus menurut strata jenis usaha tanaman kehutanan utama dilakukan untuk setiap kabupaten. Metode alokasi sampel yang digunakan akan disesuaikan dengan distribusi jumlah rumah tangga per strata. \ni).  Alokasi sampel rumah tangga menurut kabupaten dilakukan dalam satu provinsi dilakukan untuk setiap jenis usaha dengan power allocation.\nii). Alokasi sampel rumah tangga menurut strata dalam satu kabupaten.\niii). Jumlah sampel blok sensus menurut strata","coll_mode":"Face-to-face [f2f]","research_instrument":"Jenis dokumen yang digunakan dalam pencacahan SBK 2014 adalah : \n\n1. Sketsa Peta Blok Sensus ST2013-WB (Hasil Pemutakhiran Blok Sensus Terpilih) \n\nSketsa peta blok sensus untuk pelaksanaan pencacahan SBK 2014 oleh PCS adalah sketsa peta blok sensus hasil pemutakhiran blok sensus terpilih subsektor pada bulan April 2014. \n2. Daftar ST2013-SBK.DSRT \n\nDaftar ini digunakan untuk mencatat sampel rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih dan keberhasilan pencacahannya. \n3. Daftar ST2013-SBK.S \n\nDaftar ini digunakan untuk melakukan pencacahan pada rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih yang tercantum pada Daftar ST2013-SBK.DSRT.Satu Daftar ST2013-SBK.S digunakan untuk mencacah satu rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih. \n4. Buku Pedoman Pencacah Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Kehutanan (ST2013-SBK.PCS) \n\nBuku ini memuat aturan\/tata cara pencacahan rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih, konsep definisi dan tata cara pengisian Daftar ST2013-SBK.S. \n5. Buku Pedoman Pemeriksa (ST2013-SBK.PMS) \n\nBuku ini memuat aturan\/tata cara pemeriksaan dokumen hasil pencacahan rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih. 4"}},"data_access":{"dataset_availability":{"access_place":"Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi","access_place_uri":""},"dataset_use":{"contact":[{"name":"Direktorat Diseminasi Statistik","affiliation":"Badan Pusat Statistik","email":"bpshq@bps.go.id","uri":"www.bps.go.id"}],"cit_req":"1. Nama survei, yaitu: Forestry Plant Cultivation Households Survey\n2. Survei ID number, yaitu: 00-ST2013-SBK-2014-M1-ENG\n3. Produser data: Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat (Badan Pusat Statistik)","disclaimer":"Pengguna data mengakui bahwa BPS tidak bertanggung jawab atas penggunaan data atau interpretasi atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut."}}},"data_files":[{"file_id":"F1","file_name":"sbk","description":"Berisikan :\nBlok I         : Pengenalan Tempat\nBlok IV       : Keterangan Demografi Rumah Tangga Usaha Tanaman Kehutanan Terpilih\nBlok V        : Penguasaan lahan pada saat pencacahan\nBlok VI       : Keterangan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih selama setahun yang lalu\nBlok VII      : Keterangan umum usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih\nBlok VIII     : Keterangan bangunan dan fasilitas tempat tinggal","case_count":"0","var_count":"162","producer":null,"data_checks":null,"missing_data":null,"version":null,"notes":null}],"variables":[{"file_id":"F1","vid":"V1","name":"PROP","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"1","loc_end_pos":"2","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Propinsi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Propinsi :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Provinsi, Kabupaten\/Kota, Kecamatan, Desa\/ Kelurahan, Klasifikasi Desa\/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"11","max":"12"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V2","name":"KAB","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"3","loc_end_pos":"4","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kabupaten","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kabupaten :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Provinsi, Kabupaten\/Kota, Kecamatan, Desa\/ Kelurahan, Klasifikasi Desa\/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V3","name":"KEC","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"5","loc_end_pos":"7","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Kecamatan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kecamatan :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Provinsi, Kabupaten\/Kota, Kecamatan, Desa\/ Kelurahan, Klasifikasi Desa\/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V4","name":"ID_RUTA","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"8","loc_end_pos":"14","loc_width":"7","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Identitas Rumah Tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Identitas Rumah Tangga :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Provinsi, Kabupaten\/Kota, Kecamatan, Desa\/ Kelurahan, Klasifikasi Desa\/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1000167","max":"1003414"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V5","name":"KODE","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"15","loc_end_pos":"18","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"KODE","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Kode :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Provinsi, Kabupaten\/Kota, Kecamatan, Desa\/ Kelurahan, Klasifikasi Desa\/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6133","max":"6180"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V6","name":"NAMA","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"19","loc_end_pos":"24","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"NAMA","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Nama :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Provinsi, Kabupaten\/Kota, Kecamatan, Desa\/ Kelurahan, Klasifikasi Desa\/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V7","name":"R401","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"25","loc_end_pos":"25","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Banyaknya anggota rumah Tangga pada saat pencacahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya anggota rumah tangga pada saat pencacahan :...........Orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tujuan blok ini adalah : Untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki. \nRumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : \n1. Rumah tangga biasa \n2. Rumah tangga khusus.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga biasa adalah : Sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik\/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.\nYang dimaksud dengan satu dapur adalah : Jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu. \n\nAnggota rumah tangga adalah : Semua orang yang biasa bertempat tinggal dalam suatu rumah tangga, baik yang ada maupun sementara tidak ada atau sedang bepergian kurang dari 6 bulan pada waktu pencacahan.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V8","name":"R402","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"26","loc_end_pos":"26","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Banyaknya anggota rumah tangga(10 tahun ke atas) yang menjadi petani tanaman","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya anggota rumah tangga(10 tahun ke atas) yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih :.........Orang","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki. \nRumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : \n1. Rumah tangga biasa \n2. Rumah tangga khusus.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rumah tangga biasa adalah : Sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik\/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.\nYang dimaksud dengan satu dapur adalah : Jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu. \n\nAnggota rumah tangga adalah : Semua orang yang biasa bertempat tinggal dalam suatu rumah tangga, baik yang ada maupun sementara tidak ada atau sedang bepergian kurang dari 6 bulan pada waktu pencacahan.\n\nPetani tanaman kehutanan adalah : Seseorang yang melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan di lahan yang dikuasai rumah tangga dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar, dan menanggung risiko usaha (bukan sebagai buruh atau pekerja keluarga). \n\nBudidaya tanaman kehutanan adalah : Kegiatan yang meliputi pembenihan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan\/penebangan hasil tanaman kehutanan. \n\nTanaman kehutanan adalah : Tanaman tahunan yang berumur panjang, berbatang keras, dan biasanya bagian yang diambil atau dipanen adalah kayunya (kecuali rotan, bambu, dan kayu putih). \nJenis tanaman kehutanan yang diusahakan meliputi tanaman sengon, mahoni, akasia, jabon, dan jati.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V9","name":"R403B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"27","loc_end_pos":"27","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Hubungan dengan kepala rumah tangga","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keterangan petani tanaman kehutanan terpilih :\nb. Hubungan dengan kepala rumah tangga :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki. \nRumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : \n1. Rumah tangga biasa \n2. Rumah tangga khusus. \n\nTanyakan nama petani kehutanan terpilih.\nApabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu orang petani tanaman kehutanan terpilih (rincian 402 > 2), maka yang dituliskan adalah keterangan petani dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu. \n\nTanyakan nama anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu.\nKemudian tuliskan pada tempat yang disediakan. \n\nTanyakan hubungan antara anggota rumah tangga pada Rincian 403a dengan kepala rumah tangga.\nLingkari kode hubungan dengan kepala rumah tangga yang sesuai dengan jawaban responden. Kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga. \n\nPetani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga.\n\nHubungan dengan kepala rumah tangga, yaitu : \n1. Kepala rumah tangga adalah seseorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari rumah tanggga tersebut atau orang yang ditunjuk\/dianggap sebagai pemimpin dalam rumah tangga. \n2. Istri\/suami dari kepala rumah tangga. \n3. Anak adalah anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat yang diangkat oleh kepala rumah tangga. \n4. Menantu adalah suami\/istri dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat. \n5. Cucu adalah anak dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat. \n6. Orang tua\/mertua adalah bapak\/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak\/ibu dari istri\/suami kepala rumah tangga. \n7. Famili lain adalah orang-orang yang ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau ada hubungan famili dengan istri\/suami kepala rumah tangga, misalnya : adik, kakak, keponakan, bibi, paman, ipar, kakek, nenek, dan sebagainya. \n8. Lainnya adalah orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau istri\/suami kepala rumah tangga, seperti tamu, teman, orang yang mondok dengan makan (indekost), dan sebagainya","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Kepala rumah tangga","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Istri\/suami","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Anak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Menantu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Cucu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Orangtua\/mertua","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Famili lain","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V10","name":"R403C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"28","loc_end_pos":"28","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis Kelamin","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jenis Kelamin :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki. \nRumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : \n1. Rumah tangga biasa \n2. Rumah tangga khusus. \n\nTanyakan nama petani kehutanan terpilih.\nApabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu orang petani tanaman kehutanan terpilih (rincian 402 > 2), maka yang dituliskan adalah keterangan petani dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu. \n\nTanyakan nama anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu.\nKemudian tuliskan pada tempat yang disediakan. \n\nTanyakan hubungan antara anggota rumah tangga pada Rincian 403a dengan kepala rumah tangga.\nLingkari kode hubungan dengan kepala rumah tangga yang sesuai dengan jawaban responden. Kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia. \n\nLingkari kode jenis kelamin dari anggota rumah tangga yang dimaksud Rincian 403a. Lingkari kode 1 apabila laki-laki atau kode 2 apabila perempuan. Kemudian tuliskan pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga. \n\nPetani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Laki-laki","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Perempuan","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V11","name":"R403D","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"29","loc_end_pos":"30","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Umur","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Umur :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki. \nRumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : \n1. Rumah tangga biasa \n2. Rumah tangga khusus. \n\nTanyakan nama petani kehutanan terpilih.\nApabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu orang petani tanaman kehutanan terpilih (rincian 402 > 2), maka yang dituliskan adalah keterangan petani dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu. \n\nTanyakan nama anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu.\nKemudian tuliskan pada tempat yang disediakan. \n\nTanyakan hubungan antara anggota rumah tangga pada Rincian 403a dengan kepala rumah tangga.\nLingkari kode hubungan dengan kepala rumah tangga yang sesuai dengan jawaban responden. Kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia. \n\nTuliskan umur dari anggota rumah tangga yang dimaksud Rincian 403a. Umur dihitung sampai bulan dan tahun terakhir dengan pembulatan ke bawah atau umur menurut ulang tahun yang terakhir.\nPenghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi. \nKolom umur hanya disediakan dua kotak. Untuk anggota rumah tangga yang umurnya 98 tahun atau lebih dituliskan kode 98. Rincian umur harus ada isian .","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga. \n\nPetani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"45","max":"61"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V12","name":"R403E","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"31","loc_end_pos":"31","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki. \nRumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : \n1. Rumah tangga biasa \n2. Rumah tangga khusus. \n\nTanyakan nama petani kehutanan terpilih.\nApabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu orang petani tanaman kehutanan terpilih (rincian 402 > 2), maka yang dituliskan adalah keterangan petani dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu. \n\nTanyakan nama anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu.\nKemudian tuliskan pada tempat yang disediakan. \n\nTanyakan hubungan antara anggota rumah tangga pada Rincian 403a dengan kepala rumah tangga.\nLingkari kode hubungan dengan kepala rumah tangga yang sesuai dengan jawaban responden. Kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia. \n\nLingkari kode 1 s.d 8 untuk ijazah\/STTB tertinggi yang dimiliki oleh anggota rumah tangga yang dimaksud Rincian 403a. Tuliskan kode jawaban pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga. \n\nPetani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga.\n\nIjazah\/STTB adalah  : Surat keterangan\/sertifikat yang diperoleh setelah menamatkan pendidikan formal pada tingkatan tertentu seperti SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. \n\nSekolah adalah : Pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. \nTamat sekolah adalah yang menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat belajar\/Ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi (kelas akselerasi), tetapi telah lulus ujian akhir, dianggap tamat sekolah. \n\nTidak\/belum tamat Sekolah Dasar (SD) adalah : Tidak atau belum pernah sekolah dan orang yang sedang mengikuti pendidikan dasar tetapi belum tamat. \n\nTamat Sekolah Dasar (SD)\/Sederajat adalah tamat Sekolah Dasar 5\/6\/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Sekolah Dasar Kecil, Sekolah Dasar Pamong, Paket A atau Madrasah Ibtidaiyah. \n\nTamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)\/Sederajat adalah tamat Sekolah Menengah Pertama baik Umum maupun Kejuruan, misalnya : SMP, MULO, HBS 3 tahun, Sekolah Luar Biasa Menengah Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, SKKP, SMEP, SPMP, ST, PGA 4 tahun, SGB, Paket B, dan sebagainya. \n\nTamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)\/Sederajat adalah tamat Sekolah Menengah Tingkat Atas baik Umum maupun Kejuruan, misalnya : SMA, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, SPMA, SMKK, SMEA, STM, SPG, SGO\/SMOA, PGA 6 tahun, SAKMA, SAA\/SMF, KPAA, Paket C, dan sebagainya. \n\nTamat D1\/D2 adalah : Mempunyai Ijazah program D1\/D2 seperti, program Diploma I dan II PGSLP, D1 sekretaris, D1 komputer, dan sebagainya. \n\nTamat Akademi\/D3 adalah tamat Akademi atau yang telah mendapatkan gelar Sarjana Muda pada suatu Akademi\/Perguruan Tinggi. \nBagi fakultas yang tidak mengeluarkan gelar Sarjana Muda maka mahasiswa yang duduk di Tingkat 4 atau 5 tetap dimasukkan Sekolah Menengah Tingkat Atas. \n\nTamat D4\/S1 adalah : Tamat program pendidikan sarjana, diploma IV, akta IV atau V, pada suatu Universitas\/Institut\/Sekolah Tinggi. \n\nTamat S2\/S3 adalah : Tamat program pendidikan pasca sarjana, doktor, spesialis I\/II pada suatu Universitas\/Institut.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tidak\/belum tamat SD","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tamat SD\/sederajat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Tamat SLTP\/sederajat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tamat SLTA\/sederajat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Tamat D1\/D2","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tamat Akademi\/D3","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Tamat D4\/S1","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Tamat S2\/S3","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V13","name":"R501A_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"32","loc_end_pos":"32","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan lahan pertanian sawah milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\na. Penguasaan lahan pertanian sawah milik sendiri :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan pada saat pencacahan.\n\nTuliskan luas lahan milik sendiri rumah tangga menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah : Penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V14","name":"R501A_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"33","loc_end_pos":"38","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan lahan pertanian bukan sawah milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\na. Penguasaan lahan  Penguasaan Lahan pertanian bukan sawah milik sendiri :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan pada saat pencacahan.\n\nTuliskan luas lahan milik sendiri rumah tangga menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah : Penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5000","max":"100000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V15","name":"R501A_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"39","loc_end_pos":"41","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan lahan bukan pertanian milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\na. Penguasaan lahan bukan pertanian milik sendiri :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan pada saat pencacahan.\n\nTuliskan luas lahan milik sendiri rumah tangga menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah : Penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"150","max":"720"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V16","name":"R501A_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"42","loc_end_pos":"47","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah Penguasaan Lahan pertanian sawah milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\na. Jumlah Penguasaan Lahan pertanian milik sendiri  :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan pada saat pencacahan.\n\nTuliskan luas lahan milik sendiri rumah tangga menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah : Penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5200","max":"100200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V17","name":"R501B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"48","loc_end_pos":"48","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang berasal dari pihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nb. Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang berasal dari pihak lain :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang berasal dari pihak lain menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V18","name":"R501B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"49","loc_end_pos":"49","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang berasal dari pihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nb. Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang berasal dari pihak lain :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang berasal dari pihak lain menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V19","name":"R501B_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"50","loc_end_pos":"50","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang berasal dari pihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nb. Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang berasal dari pihak lain :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang berasal dari pihak lain menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V20","name":"R501B_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"51","loc_end_pos":"51","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah Penguasaan luas lahan yang berasal dari pihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nc. Jumlah Penguasaan Lahan yang berasal dari pihak lain :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang berasal dari pihak lain menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V21","name":"R501C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"52","loc_end_pos":"52","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang berada di pihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nc. Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang berada di pihak lain :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang berada di pihak lain menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V22","name":"R501C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"53","loc_end_pos":"53","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang berada pihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nc. Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang berada di pihak lain :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang berada di pihak lain menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V23","name":"R501C_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"54","loc_end_pos":"54","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang berada dipihak lain","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nc. Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang berada di pihak lain :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang berada di pihak lain menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V24","name":"R501C_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"55","loc_end_pos":"55","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah Penguasaan Lahan pertanian sawah milik sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nc. Jumlah Penguasaan luas lahan yang berada di pihak lain :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang berada di pihak lain menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat.\nIsian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V25","name":"R501D_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"56","loc_end_pos":"56","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nd. Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang dikuasai :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang dikuasai menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat. \nRincian 501d = R.501a + R.501b - R.501c. Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V26","name":"R501D_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"57","loc_end_pos":"62","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nd. Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang dikuasai :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang dikuasai menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat. \nRincian 501d = R.501a + R.501b - R.501c. Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5000","max":"100000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V27","name":"R501D_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"63","loc_end_pos":"65","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nd. Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang dikuasai :...............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang dikuasai menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat. \nRincian 501d = R.501a + R.501b - R.501c. Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"150","max":"720"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V28","name":"R501D_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"66","loc_end_pos":"71","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah Penguasaan luas lahan yang dikuasai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status Lahan :\nd. Jumlah Penguasaan luas lahan yang dikuasai :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang dikuasai menurut jenis lahan dalam m\u00b2 bilangan bulat. \nRincian 501d = R.501a + R.501b - R.501c. Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Lahan milik sendiri, berasal dari : \na. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. \n\nb. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. \n\nc. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima\/didapat secara cuma-cuma dari badan\/harta orang yang masih hidup. \n\nd. Lahan yang dimiliki berdasarkan : \n. Landreform \n. Permohonan biasa \n. Pembagian lahan transmigrasi \n. Pembagian lahan dari pembukaan hutan \n. Hukum adat \n. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) \n\nPIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.\nPada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta \n\nLahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : \na. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.\nPembayaran sewa dapat berupa uang. \n\nb. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. \n\nc. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.\nLahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. \n\nd. Lahan bengkok\/lahan pelungguh adalah lahan milik desa\/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. \n\ne. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. \n\nf. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. \nLahan yang berada di pihak lain, meliputi : \na. Lahan yang disewakan \nb. Lahan yang dibagihasilkan \nc. Lahan yang digadaikan \nd. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. \n\nLahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. \n\nLahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. \n\nLahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan\/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. \nTermasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.\n \nMacam-macam lahan sawah adalah : \na. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. \n\nb. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : \n1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. \n2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. \n3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. \n\nLahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. \nTegal\/kebun\/ladang\/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija\/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. \nLahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. \nLahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. \nJika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal\/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal\/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. \nLahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. \nLahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual\/ditukar dan menanggung risiko.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5200","max":"100200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V29","name":"R601A","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"72","loc_end_pos":"74","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Belum siap panen\/tebang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya tanaman kehutanan terpilih pada saat pencacahan :\na. Belum siap panen\/tebang :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih, yaitu budidaya, produksi, ongkos produksi, dan pasca panen selama setahun yang lalu. Setahun yang lalu adalah mulai bulan pencacahan (mei-juli 2014) mundur sampai dengan bulan yang sama tahun 2013. \n\nTuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang belum siap panen\/tebang yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tanaman kehutanan yang belum siap panen\/tebang adalah : Tanaman kehutanan yang belum cukup umur dan secara ekonomis belum dapat dipanen\/ditebang (belum bisa dimanfaatkan).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"11","max":"190"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V30","name":"R601B","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"75","loc_end_pos":"76","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Siap panen\/tebang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya tanaman kehutanan terpilih pada saat pencacahan :\nb. Siap panen\/tebang :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih, yaitu budidaya, produksi, ongkos produksi, dan pasca panen selama setahun yang lalu. Setahun yang lalu adalah mulai bulan pencacahan (mei-juli 2014) mundur sampai dengan bulan yang sama tahun 2013. \n\nTuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang siap panen\/tebang yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Tanaman kehutanan siap panen\/tebang adalah : Tanaman kehutanan yang sudah cukup umur dan secara ekonomis sudah dapat dipanen\/ditebang atau digunakan kayunya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"50"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V31","name":"R601C","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"77","loc_end_pos":"79","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Jumlah (a+b)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya tanaman kehutanan terpilih pada saat pencacahan :\nc. Jumlah (a+b) :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih, yaitu budidaya, produksi, ongkos produksi, dan pasca panen selama setahun yang lalu. Setahun yang lalu adalah mulai bulan pencacahan (mei-juli 2014) mundur sampai dengan bulan yang sama tahun 2013. \n\nRincian 601c = Rincian 601a + Rincian 601b","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"16","max":"200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V32","name":"R602A","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"80","loc_end_pos":"82","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Umur kurang dari 3 tahun","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya tanaman kehutanan terpilih menurut umur pada saat pencacahan :\na. Umur kurang dari 3 tahun :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan yang berumur kurang dari 3 tahun.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"11","max":"190"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V33","name":"R602B","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"83","loc_end_pos":"84","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Umur 3 sampai dengan 8 tahun","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya tanaman kehutanan terpilih menurut umur pada saat pencacahan :\nb. Umur 3 sampai dengan 8 tahun :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan yang berumur antara 3 sampai dengan 8 tahun.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"50"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V34","name":"R602C","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"85","loc_end_pos":"86","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. umur lebih dari 8 tahun","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya tanaman kehutanan terpilih menurut umur pada saat pencacahan :\nc. Umur lebih dari 8 tahun :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan yang berumur lebih dari 8 tahun.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"50"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V35","name":"R602D","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"87","loc_end_pos":"89","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Jumlah (a+b+c)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Banyaknya tanaman kehutanan terpilih menurut umur pada saat pencacahan :\nd. Jumlah (a+b+c) :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Rincian 602d = Rincian 602a + Rincian 602b + Rincian 602c.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"16","max":"200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V36","name":"R603","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"90","loc_end_pos":"90","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Cara penanaman utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Cara penanaman utama :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika ditanam secara teratur dan lingkari kode 2 jika ditanam secara tidak teratur. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. \nJika tanaman kehutanan ditanam di dua bidang yang berbeda dengan cara penanaman yang berbeda (teratur dan tidak teratur), maka pilih cara penanaman yang teratur.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Cara tanam teratur adalah : Acara tanam yang dilakukan dengan jarak antar tanaman mengikuti pola teratur (jarak antar tanam teratur).","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Teratur","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak teratur (langsung ke R.605)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V37","name":"R604A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"91","loc_end_pos":"92","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Jarak panjang tanam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 603 berkode 1\na. Jarak panjang tanam :........m","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan rata-rata jarak tanam dari tanaman kehutanan terpilih dalam satuan meter (m) dengan satu angka di belakang koma. Tuliskan ukuran jarak tanam pada tempat yang disediakan ... , \u2026 m \u00d7 ... , \u2026 m dan tuliskan pada kotak yang telah tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jarak tanam adalah rata-rata jarak antara tanaman kehutanan satu dengan tanaman kehutanan lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"7","max":"10"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V38","name":"R604B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"93","loc_end_pos":"94","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Jarang lebar tanam","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 603 berkode 1\nb. Jarak panjang tanam :........m","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan rata-rata jarak tanam dari tanaman kehutanan terpilih dalam satuan meter (m) dengan satu angka di belakang koma. Tuliskan ukuran jarak tanam pada tempat yang disediakan ... , \u2026 m \u00d7 ... , \u2026 m dan tuliskan pada kotak yang telah tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jarak tanam adalah rata-rata jarak antara tanaman kehutanan satu dengan tanaman kehutanan lainnya.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"8","max":"10"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V39","name":"R605","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"95","loc_end_pos":"95","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sistem penanaman utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sistem penanaman utama :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 apabila sistem penanaman yang digunakan adalah tunggal, lingkari kode 2 bila tanaman sela, lingkari kode 3 bila campuran, dan lingkari kode 4 bila terpencar. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. \n\nJika kode yang terpilih adalah kode 4 maka langsung ke Rincian 607.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Sistem penanaman tunggal apabila sebidang lahan ditanami satu jenis tanaman dengan jarak tanam yang relatif teratur. \n\nSistem penanaman sela apabila sebidang lahan ditanami dua jenis tanaman yang berbeda (tanaman musiman dan tanaman tahunan). Contohnya diantara pohon jati ditanami jagung. \nSistem penanaman campuran apabila sebidang lahan ditanami beberapa jenis tanaman tahunan. Seperti tanaman sengon dengan akasia, dll. \n\nSistem penanaman terpencar apabila cara penanaman tanaman tidak pada bidang tersendiri dan tidak memperhatikan jarak tanam.\nSeperti di pinggir lahan atau di galengan dan jarak tanamnya lebih dari 3 kali jarak tanam normal. \n\nJika tanaman kehutanan ditanam di dua bidang atau lebih dengan sistem penanaman yang berbeda-beda, maka pilih sistem penanaman di bidang yang terluas.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Tunggal","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tanaman sela","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Campuran","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Terpancar (langsung ke R.607)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V40","name":"R606A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"96","loc_end_pos":"100","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Luas lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penggunaa lahan untuk kehutanan (m2) :\na. Luas lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang diusahakan untuk budidaya tanaman kehutanan dalam m\u00b2 bilangan bulat.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10000","max":"10000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V41","name":"R606B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"101","loc_end_pos":"105","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Luas lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penggunaa lahan untuk kehutanan (m2) :\nb. Luas lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan terpilih :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lahan yang diusahakan khusus untuk budidaya tanaman kehutanan terpilih dalam m\u00b2 bilangan bulat.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10000","max":"10000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V42","name":"R607A_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"106","loc_end_pos":"107","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Banyaknya jumlah tanaman siap panen\/tebang pada saat pencacahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen\/ditebang dan tanaman siap panen\/tebang :\na. Banyaknya jumlah tanaman siap panen\/tebang pada saat pencacahan :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih siap panen\/tebang yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan pada Kolom (2), dan perkiraan nilai tanaman tersebut pada Kolom (3). Pengisian nilai tanaman ini berdasarkan harga pada saat pencacahan","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: \n1. Untuk tanaman yang sudah dipanen\/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen\/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). \n\n2. Untuk tanaman siap penen\/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"50"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V43","name":"R607A_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"108","loc_end_pos":"112","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Nilai jumlah tanaman siap panen\/tebang pada saat pencacahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen\/ditebang dan tanaman siap panen\/tebang :\na. Nilai jumlah tanaman siap panen\/tebang pada saat pencacahan : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih siap panen\/tebang yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan pada Kolom (2), dan perkiraan nilai tanaman tersebut pada Kolom (3). Pengisian nilai tanaman ini berdasarkan harga pada saat pencacahan","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: \n1. Untuk tanaman yang sudah dipanen\/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen\/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). \n\n2. Untuk tanaman siap penen\/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1200","max":"40000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V44","name":"R607B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"113","loc_end_pos":"114","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Banyaknya panen\/ditebang selama setahun yang lalu","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen\/ditebang dan tanaman siap panen\/tebang :\nb. Banyaknya panen\/ditebang selama setahun yang lalu :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih yang sudah dipanen\/ditebang selama setahun yang lalu pada Kolom (2), dan nilai tanaman tersebut pada Kolom (3). Pengisian nilai pemanenan\/penebangan tanaman ini berdasarkan harga pada saat tanaman dipanen\/ditebang.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: \n1. Untuk tanaman yang sudah dipanen\/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen\/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). \n\n2. Untuk tanaman siap penen\/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"15"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V45","name":"R607B_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"115","loc_end_pos":"118","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Nilai panen\/ditebang selama setahun yang lalu","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen\/ditebang dan tanaman siap panen\/tebang :\nb. Nilai panen\/ditebang selama setahun yang lalu : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih yang sudah dipanen\/ditebang selama setahun yang lalu pada Kolom (2), dan nilai tanaman tersebut pada Kolom (3). Pengisian nilai pemanenan\/penebangan tanaman ini berdasarkan harga pada saat tanaman dipanen\/ditebang.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: \n1. Untuk tanaman yang sudah dipanen\/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen\/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). \n\n2. Untuk tanaman siap penen\/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"700","max":"2100"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V46","name":"R607C_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"119","loc_end_pos":"120","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Banyaknya jumlah tanaman setahun yang lalu","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen\/ditebang dan tanaman siap panen\/tebang :\nc. Banyaknya jumlah tanaman setahun yang lalu {a+b} (rumus hanya untuk kolom 2) (Kolom 3 adalah perkiraan nilai setahun yang lalu) :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih yang sudah dipanen\/ditebang dan atau siap panen\/tebang pada kondisi setahun yang lalu pada Kolom (2). Berdasarkan rumus : \nRincian 607 c = Rincian 607 a + Rincian 607 b\nSedangkan untuk nilai pada Kolom (3) diisi berdasarkan perkiraan nilai tanaman setahun yang lalu (Mei 2013).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: \n1. Untuk tanaman yang sudah dipanen\/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen\/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). \n\n2. Untuk tanaman siap penen\/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"55"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V47","name":"R607C_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"121","loc_end_pos":"125","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Nilai jumlah tanaman setahun yang lalu","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen\/ditebang dan tanaman siap panen\/tebang :\nc. Nilai jumlah tanaman setahun yang lalu {a+b} (rumus hanya untuk kolom 2) (Kolom 3 adalah perkiraan nilai setahun yang lalu) : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih yang sudah dipanen\/ditebang dan atau siap panen\/tebang pada kondisi setahun yang lalu pada Kolom (2). Berdasarkan rumus : \nRincian 607 c = Rincian 607 a + Rincian 607 b\nSedangkan untuk nilai pada Kolom (3) diisi berdasarkan perkiraan nilai tanaman setahun yang lalu (Mei 2013).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: \n1. Untuk tanaman yang sudah dipanen\/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen\/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). \n\n2. Untuk tanaman siap penen\/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"100","max":"30000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V48","name":"R607D_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"126","loc_end_pos":"130","loc_width":"5","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Nilai pertambahan nilai selama setahun (a+b-c)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen\/ditebang dan tanaman siap panen\/tebang :\nd. Nilai pertambahan nilai selama setahun (a+b-c) : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan pertambahan nilai tanaman kehutanan terpilih yang dibudidayakan pada kondisi setahun yang lalu pada Kolom (3). \nR.607d Kol. (3) = R.607a Kol. (3) + R.607b Kol. (3) - R.607c Kol. (3)","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: \n1. Untuk tanaman yang sudah dipanen\/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen\/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). \n\n2. Untuk tanaman siap penen\/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"200","max":"20600"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V49","name":"R608","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"131","loc_end_pos":"131","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah selama setahun yang lalu melakukan permanen\/penebangan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Apakah selama setahun yang lalu melakukan permanen\/penebangan ?..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1, apabila selama setahun yang lalu pernah melakukan pemanenan\/penebangan terhadap tanaman kehutanan terpilih, baik pemanenan sendiri, diijonkan maupun ditebaskan dan lingkari kode 2 apabila tidak melakukan pemanenan\/penebangan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. \n\nApabila Rincian 608 berkode 2, maka langsung ke Blok VI C.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V50","name":"R609A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"132","loc_end_pos":"132","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Dipanen\/ditebang sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Cara penebangan\/pemanenan :\na. Dipanen\/ditebang sendiri :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu tentang cara pemanenan\/penebangan, lingkari kode 1, 3, dan atau 5 \"Ya\" apabila rumah tangga melakukan pemanenan\/penebangan dengan cara yang disebutkan, lingkari kode 2, 4, dan atau 6 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak melakukan pemanenan\/penebangan dengan cara yang disebutkan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ditebang sendiri adalah : Melakukan penebangan terhadap tanaman kehutanan terpilih baik dilakukan sendiri maupun menggunakan buruh. \nDiijonkan adalah menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman masih sangat muda atau belum siap untuk dipanen\/ditebang. \n\nDitebaskan adalah : Menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman sudah siap untuk dipanen\/ditebang.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V51","name":"R609B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"133","loc_end_pos":"133","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Diijonkan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Cara penebangan\/pemanenan :\nb. Diijonkan :..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu tentang cara pemanenan\/penebangan, lingkari kode 1, 3, dan atau 5 \"Ya\" apabila rumah tangga melakukan pemanenan\/penebangan dengan cara yang disebutkan, lingkari kode 2, 4, dan atau 6 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak melakukan pemanenan\/penebangan dengan cara yang disebutkan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ditebang sendiri adalah : Melakukan penebangan terhadap tanaman kehutanan terpilih baik dilakukan sendiri maupun menggunakan buruh. \n\nDiijonkan adalah menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman masih sangat muda atau belum siap untuk dipanen\/ditebang. \n\nDitebaskan adalah : Menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman sudah siap untuk dipanen\/ditebang.","var_catgry":[{"value":"3","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V52","name":"R609C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"134","loc_end_pos":"134","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Ditebaskan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Cara penebangan\/pemanenan :\nd. Ditebaskan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu tentang cara pemanenan\/penebangan, lingkari kode 1, 3, dan atau 5 \"Ya\" apabila rumah tangga melakukan pemanenan\/penebangan dengan cara yang disebutkan, lingkari kode 2, 4, dan atau 6 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak melakukan pemanenan\/penebangan dengan cara yang disebutkan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Ditebang sendiri adalah : Melakukan penebangan terhadap tanaman kehutanan terpilih baik dilakukan sendiri maupun menggunakan buruh. \n\nDiijonkan adalah menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman masih sangat muda atau belum siap untuk dipanen\/ditebang. \n\nDitebaskan adalah : Menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman sudah siap untuk dipanen\/ditebang.","var_catgry":[{"value":"5","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V53","name":"R610A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"135","loc_end_pos":"135","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Rata-rata umur tanaman pada saat panen\/ditebang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) :\na. Rata-rata umur tanaman pada saat panen\/ditebang :..........Tahun","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) .\n\nTuliskan berapa tahun rata-rata umur tanaman kehutanan terpilih saat dipanen\/ditebang (tahun).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"9","max":"9"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V54","name":"R610B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"136","loc_end_pos":"137","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Rata-rata diameter tanaman","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) :\nb. Rata-rata diameter tanaman :......Cm","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) .\n\nTuliskan berapa rata-rata diameter tanaman kehutanan terpilih saat dipanen\/ditebang dalam satuan sentimeter (cm).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"25","max":"25"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V55","name":"R610C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"138","loc_end_pos":"138","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Pemanenan\/penebangan sebagian besar dilakukan oleh","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) :\nc. Pemanenan\/penebangan sebagian besar dilakukan oleh :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) .\n\nLingkari salah satu kode 1 s.d 4 sesuai dengan jawaban responden. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Petani dan keluarganya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Buruh","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pemborong","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V56","name":"R610D","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"139","loc_end_pos":"139","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Alat panen\/tebang utama yang digunakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) :\nd. Alat panen\/tebang utama yang digunakan :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) .\n\nLingkari salah satu kode 1 s.d 5 sesuai dengan jawaban responden. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Gergaji\/Chainsaw","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Kampak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Parang\/golok","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Sabit","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V57","name":"R610E1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"140","loc_end_pos":"140","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"e. Produk utama : i. satuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) :\ne. Produk utama : i. Satuan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) .\n\nLingkari kode 1 untuk satuan pohon dan kode 2 untuk satuan m3. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. \nJika satuan produksi utama selain pohon dan m3, maka harus dikonversi ke satuan tersebut.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Produksi utama adalah hasil panen utama dari usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Pohon","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"M3","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V58","name":"R610E2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"141","loc_end_pos":"142","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"e. Produk  utama : ii. Volume\/banyaknya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) :\ne. Produk  utama : ii. Volume\/banyaknya :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) .\n\nTuliskan volume\/banyaknya tanaman yang dipanen\/ditebang sendiri.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Produksi utama adalah hasil panen utama dari usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"15","max":"15"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V59","name":"R610E3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"143","loc_end_pos":"145","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"e. Produk utama : iii. Nilai","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) :\ne. Produk utama : iii. Nilai (000 Rp) :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) .\n\nTuliskan nilai tanaman yang dipanen\/ditebang dalam satuan ribuan rupiah. Nilai tanaman adalah harga tanaman kehutanan terpilih pada saat dipanen\/ditebang.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Produksi utama adalah hasil panen utama dari usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"700","max":"700"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V60","name":"R610F","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"146","loc_end_pos":"151","loc_width":"6","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Jika rincian 610 e ada isian, nilai produksi ikutan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) :\nf. Jika rincian 610 e ada isian, nilai produksi ikutan","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen\/ditebang sendiri) .\n\nTuliskan nilai produksi ikutan dari tanaman kehutanan terpilih yang dipanen\/ditebang dalam satuan ribuan rupiah. Jika jenis produksi ikutan lebih dari satu, maka nilai produksi ikutan adalah jumlah total dari nilai semua jenis produksi ikutan yang dihasilkan oleh tanaman kehutanan terpilih.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Produksi ikutan adalah : Produk yang dihasilkan bersama dengan produk utama dan mempunyai nilai jual.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"700000","max":"700000"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V61","name":"R611A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"152","loc_end_pos":"152","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Rata-rata umur tanaman pada saat ditebaskan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (diijonkan) :\na. Rata-rata umur tanaman pada saat ditebaskan :.........Tahun","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan) \n\nTuliskan rata-rata umur tanaman kehutanan terpilih pada saat diijonkan (tahun).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V62","name":"R611B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"153","loc_end_pos":"153","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Rata-rata diameter tanaman","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (diijonkan) :\nb. Rata-rata diameter tanaman :............Cm","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan).\n\nTuliskan rata-rata diameter tanaman kehutanan terpilih saat ditebang dalam satuan sentimeter (cm).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan)","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V63","name":"R611C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"154","loc_end_pos":"154","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Jumlah tanaman yang diijonkan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (diijonkan) :\nc. Jumlah tanaman yang diijonkan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan).\n\nTuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih pada saat diijonkan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan)","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V64","name":"R611D","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"155","loc_end_pos":"155","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Nilai tanaman yang diijonkan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (diijonkan) :\nd. Nilai tanaman yang diijonkan (000) : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan).\n\nTuliskan nilai tanaman kehutanan terpilih yang diijonkan dalam satuan ribuan rupiah. Nilai tanaman adalah pada saat diijonkan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan)","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V65","name":"R612A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"156","loc_end_pos":"156","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Rata-rata umur tanaman pada saat di tebaskan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan) :\na. Rata-rata umur tanaman pada saat di tebaskan :......... Tahun","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan).\n\nTuliskan rata-rata umur tanaman kehutanan terpilih pada saat ditebaskan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"8","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V66","name":"R612B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"157","loc_end_pos":"159","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Rata-rata diameter tanaman","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan) :\nb. Rata-rata diameter tanaman :...........Cm","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan).\n\nTuliskan rata-rata diameter tanaman kehutanan terpilih saat ditebang dalam satuan sentimeter (cm).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"100","max":"100"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V67","name":"R612C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"160","loc_end_pos":"160","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Jumlah tanaman yang ditebaskan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan) :\nc. Jumlah tanaman yang ditebaskan :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan).\n\nTuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih pada saat cara ditebaskan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V68","name":"R612D","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"161","loc_end_pos":"164","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Nilai tanaman yang ditebaskan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan) :\nd. Nilai tanaman yang ditebaskan (000) : Rp.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan).\n\nTuliskan nilai tanaman kehutanan terpilih yang ditebaskan dalam satuan ribuan rupiah. Nilai tanaman adalah pada saat ditebaskan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2100","max":"2100"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V69","name":"R613A_K3","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"165","loc_end_pos":"167","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Banyaknya pupuk urea","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\nBanyaknya pupuk urea :.......Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pupuk urea yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk urea pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10","max":"125"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V70","name":"R613A_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"168","loc_end_pos":"170","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Nilai pupuk urea","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\na. Nilai pupuk urea : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pupuk urea yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk urea pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"100","max":"225"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V71","name":"R613B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"171","loc_end_pos":"173","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Banyaknya pupuk Kandang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\nb. Banyaknya pupuk Kandang :..........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pupuk urea yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk urea pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"500","max":"500"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V72","name":"R613B_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"174","loc_end_pos":"176","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Nilai Pupuk Kandang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\nb. Nilai Pupuk Kandang : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pupuk urea yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk urea pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"500","max":"500"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V73","name":"R613C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"177","loc_end_pos":"177","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Banyaknya pupuk kompos","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\nc. Banyaknya pupuk kompos :...........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pupuk kompos yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk kompos pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V74","name":"R613C_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"178","loc_end_pos":"178","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Nilai pupuk kompos","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\nc. Nilai pupuk kompos : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pupuk kompos yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk kompos pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V75","name":"R613D_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"179","loc_end_pos":"179","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"d. Nilai Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\nd. Nilai Lainnya : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai pupuk lainnya yang digunakan untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih selama setahun yang lalu pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V76","name":"R614A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"180","loc_end_pos":"180","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Banyaknya pestisida padat","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\na. Banyaknya pestisida padat :..........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pestisida padat yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dengan dua angka di belakang koma, dan nilai pestisida padat pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V77","name":"R614A_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"181","loc_end_pos":"181","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Nilai pestisida padat","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\na. Nilai pestisida padat : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pestisida padat yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dengan dua angka di belakang koma, dan nilai pestisida padat pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V78","name":"R614B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"182","loc_end_pos":"182","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Banyaknya pestisida cair","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\nb. Banyaknya pestisida cair :..........Kg","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pestisida cair yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dengan dua angka di belakang koma, dan nilai pestisida cair pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V79","name":"R614B_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"183","loc_end_pos":"184","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Nilai pestisida cair","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sarana produksi :\nb. Nilai pestisida cair : Rp............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan banyaknya pestisida cair yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dengan dua angka di belakang koma, dan nilai pestisida cair pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10","max":"60"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V80","name":"R615_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"185","loc_end_pos":"187","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jumlah sarana produksi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah sarana produksi (613a+613b+613c+613d+614a+614b) : Rp.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Jumlah (R.613a + R.613b + R.613c + R.613d + R.614a + R.614b)","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10","max":"500"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V81","name":"R616A_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"188","loc_end_pos":"188","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pekerja dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :\na. Pekerja dibayar laki-laki :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan pada Kolom (2) untuk jumlah pekerja dibayar laki-laki dan pada Kolom (3) untuk jumlah pekerja dibayar perempuan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"2","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V82","name":"R616A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"189","loc_end_pos":"189","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pekerja dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :\na. Pekerja dibayar perempuan :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan pada Kolom (2) untuk jumlah pekerja dibayar laki-laki dan pada Kolom (3) untuk jumlah pekerja dibayar perempuan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V83","name":"R616B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"190","loc_end_pos":"190","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Pekerja tidak dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :\nb. Pekerja tidak dibayar laki-laki :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan pada Kolom (2) untuk jumlah pekerja tidak dibayar laki-laki dan pada Kolom (3) untuk jumlah pekerja tidak dibayar perempuan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V84","name":"R616B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"191","loc_end_pos":"191","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Pekerja tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :\nb. Pekerja tidak dibayar perempuan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan pada Kolom (2) untuk jumlah pekerja tidak dibayar laki-laki dan pada Kolom (3) untuk jumlah pekerja tidak dibayar perempuan.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V85","name":"R616C_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"192","loc_end_pos":"192","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Jumlah tenaga kerja dibayar dan tidak dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :\nc. Jumlah tenaga kerja dibayar dan tidak dibayar laki-laki :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Rincian 616c = Rincian 616a + Rincian 616b untuk masing-masing kolom","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bekerja adalah : Melakukan pekerjaan paling sedikit satu jam berturut-turut selama seminggu yang lalu dengan maksud untuk memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan.\nPekerja keluarga yang tidak dibayar termasuk kelompok penduduk yang bekerja. \n\nPekerja dibayar adalah : Semua orang yang biasanya bekerja di perusahaan\/usaha dengan mendapat upah\/gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya baik berupa uang maupun barang. \n\nPekerja tidak dibayar adalah : Orang yang bekerja pada perusahaan\/usaha dengan tidak menerima upah dan gaji sebagaimana yang berlaku di perusahaan\/usaha tersebut.\nTenaga kerja ini biasanya berasal dari pekerja pemilik\/pengusaha dan pekerja keluarga lainnya. \n\nUsaha jasa pertanian adalah : Kegiatan yang dilakukan baik oleh perorangan maupun badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak yang dibayarkan untuk kegiatan pengolahan lahan, penanaman tanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian OPT, pemanenan, dan pengangkutan hasil. \nContoh : Nilai jasa pertanian dalam budidaya tanaman kehutanan antara lain adalah upah tenaga kerja borongan pengolahan lahan, pemanenan, jasa pengendalian OPT, dsb.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V86","name":"R616C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"193","loc_end_pos":"193","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Jumlah tenaga kerja dibayar dan tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :\nc. Jumlah tenaga kerja dibayar dan tidak dibayar perempuan : .............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Rincian 616c = Rincian 616a + Rincian 616b untuk masing-masing kolom","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Bekerja adalah : Melakukan pekerjaan paling sedikit satu jam berturut-turut selama seminggu yang lalu dengan maksud untuk memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan.\nPekerja keluarga yang tidak dibayar termasuk kelompok penduduk yang bekerja. \n\nPekerja dibayar adalah : Semua orang yang biasanya bekerja di perusahaan\/usaha dengan mendapat upah\/gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya baik berupa uang maupun barang. \n\nPekerja tidak dibayar adalah : Orang yang bekerja pada perusahaan\/usaha dengan tidak menerima upah dan gaji sebagaimana yang berlaku di perusahaan\/usaha tersebut.\nTenaga kerja ini biasanya berasal dari pekerja pemilik\/pengusaha dan pekerja keluarga lainnya. \n\nUsaha jasa pertanian adalah : Kegiatan yang dilakukan baik oleh perorangan maupun badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak yang dibayarkan untuk kegiatan pengolahan lahan, penanaman tanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian OPT, pemanenan, dan pengangkutan hasil. \nContoh : Nilai jasa pertanian dalam budidaya tanaman kehutanan antara lain adalah upah tenaga kerja borongan pengolahan lahan, pemanenan, jasa pengendalian OPT, dsb.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"1"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V87","name":"R617A_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"194","loc_end_pos":"196","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\na. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja dibayar laki-laki : Rp.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"8","max":"100"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V88","name":"R617A_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"197","loc_end_pos":"197","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\na. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja dibayar perempuan : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V89","name":"R617A_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"198","loc_end_pos":"200","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja tidak dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\na. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja tidak dibayar laki-laki : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"7","max":"400"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V90","name":"R617A_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"201","loc_end_pos":"203","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\na. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja tidak dibayar perempuan : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V91","name":"R617A_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"204","loc_end_pos":"204","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Nilai jasa pertanian pemeliharaan\/penyiangan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\na. Nilai jasa pertanian pemeliharaan\/penyiangan : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V92","name":"R617B_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"205","loc_end_pos":"205","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Pemupukan pekerja dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nb. Pemupukan pekerja dibayar laki-laki : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V93","name":"R617B_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"206","loc_end_pos":"206","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Pemupukan pekerja dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nb. Pemupukan pekerja dibayar perempuan : Rp........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V94","name":"R617B_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"207","loc_end_pos":"209","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Pemupukan pekerja tidak dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nb. Pemupukan pekerja tidak dibayar laki-laki : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"60","max":"200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V95","name":"R617B_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"210","loc_end_pos":"212","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Pemupukan pekerja tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nb. Pemupukan pekerja tidak dibayar perempuan : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"150"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V96","name":"R617B_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"213","loc_end_pos":"213","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"b. Nilai jasa pertanian pemupukan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nb. Nilai jasa pertanian pemupukan : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V97","name":"R617C_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"214","loc_end_pos":"215","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Pengendalian OPT pekerja dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nc. Pengendalian OPT pekerja dibayar laki-laki : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"8","max":"60"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V98","name":"R617C_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"216","loc_end_pos":"216","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Pengendalian OPT pekerja dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nc. Pengendalian OPT pekerja dibayar perempuan : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V99","name":"R617C_K4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"217","loc_end_pos":"217","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Pengendalian OPT pekerja tidak dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nc. Pengendalian OPT pekerja tidak dibayar laki-laki : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V100","name":"R617C_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"218","loc_end_pos":"218","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Pengendalian OPT pekerja tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nc. Pengendalian OPT pekerja tidak dibayar perempuan : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V101","name":"R617C_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"219","loc_end_pos":"220","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"c. Nilai jasa pertanian pengendalian OPT","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nc. Nilai jasa pertanian pengendalian OPT : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"50"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V102","name":"R617D_K2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"221","loc_end_pos":"224","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1370","max":"1370"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V103","name":"R617D_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"225","loc_end_pos":"225","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V104","name":"R617D_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"226","loc_end_pos":"229","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja tidak dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"70","max":"2200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V105","name":"R617D_K5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"230","loc_end_pos":"232","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Pemeliharaan\/penyiangan pekerja tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"570","max":"570"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V106","name":"R617D_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"233","loc_end_pos":"235","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"a. Nilai jasa pertanian pemeliharaan\/penyiangan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"900","max":"900"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V107","name":"R617E_K2","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"236","loc_end_pos":"239","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Jumlah balas jasa tenaga kerja dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nf. Jumlah balas jasa tenaga kerja dibayar laki-laki : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"16","max":"1370"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V108","name":"R617E_K3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"240","loc_end_pos":"240","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Jumlah balas jasa tenaga kerja dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nf. Jumlah balas jasa tenaga kerja dibayar perempuan : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V109","name":"R617E_K4","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"241","loc_end_pos":"244","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Jumlah balas jasa tenaga kerja tidak dibayar laki-laki","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nf. Jumlah balas jasa tenaga kerja tidak dibayar laki-laki : Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"7","max":"2200"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V110","name":"R617E_K5","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"245","loc_end_pos":"247","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Jumlah balas jasa tenaga kerja tidak dibayar perempuan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nf. Jumlah balas jasa tenaga kerja tidak dibayar perempuan : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"6","max":"570"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V111","name":"R617E_K6","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"248","loc_end_pos":"250","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"f. Jumlah nilai jasa pertanian","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :\nf. Jumlah nilai jasa pertanian : Rp......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan\/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan\/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. \n\nUntuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. \nR.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c \nJika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. \n\nSelain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. \n\nPengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. \n\nPemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. \n\nPenyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. \n\nPendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. \n\nPemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. \n\nPemanenan\/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"900"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V112","name":"R618_K6","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"251","loc_end_pos":"252","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Penyusutan barang modal","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyusutan barang modal : Rp.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan besarnya nilai penyusutan barang modal selama setahun yang lalu pada kotak yang tersedia dalam satuan ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Barang modal adalah : Seluruh peralatan dan prasarana fisik yang digunakan dalam proses produksi, seperti mesin, kendaraan, gedung, jalan, jembatan, dan lain-lain. \n\nPenyusutan barang modal adalah besarnya pengurangan (penyusutan) nilai suatu barang modal karena telah digunakan dalam proses produksi selama periode tertentu (selama setahun).","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"35","max":"75"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V113","name":"R619_K6","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"253","loc_end_pos":"254","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pajak tak langsung (PPN, Bea balik nama, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pajak tak langsung (PPN, Bea balik nama, dll) : Rp......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan besarnya pengeluaran pajak tak langsung selama setahun yang lalu pada kotak yang tersedia dalam satuan ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pajak tak langsung adalah pajak yang tidak langsung dikenakan kepada wajib pajak yang bersangkutan, tetapi dilimpahkan dan dibebankan pada wajib pajak lainnya. Contoh : PPN, Bea balik Nama, dll.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10","max":"50"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V114","name":"R620_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"255","loc_end_pos":"256","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sewa alat tanpa operator","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sewa alat tanpa operator : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan besarnya pengeluaran untuk sewa alat tanpa operator pada kotak yang tersedia dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"50","max":"50"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V115","name":"R621_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"257","loc_end_pos":"257","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sewa lahan dan bunga modal","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sewa lahan dan bunga modal : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan besarnya pengeluaran untuk sewa lahan dan bunga modal pada kotak yang tersedia dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V116","name":"R622_K6","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"258","loc_end_pos":"258","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jasa kehutanan lainnya (jasa pengamanan hutan, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jasa kehutanan lainnya (jasa pengamanan hutan, dll) : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan besarnya pengeluaran jasa kehutanan lainnya seperti jasa pengamanan kehutanan pada kotak yang tersedia dalam ribuan rupiah.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V117","name":"R623_K6","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"259","loc_end_pos":"262","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Pengeluaran lainnya (pengangkutan, PPH, PBB, Pajak bermotor, PNBP, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pengeluaran lainnya (pengangkutan, PPH, PBB, Pajak bermotor, PNBP, dll) : Rp..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan besarnya pengeluaran lainnya untuk usaha budidaya tanaman kehutanan pada kotak yang tersedia dalam ribuan rupiah. \nRincian 623 harus ada isian, minimal untuk PBB lahan selama setahun.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"10","max":"1350"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V118","name":"R624_K6","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"263","loc_end_pos":"266","loc_width":"4","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Total Pengeluaran","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Total Pengeluaran {R.615 kol 4+ R.617e kol 2+ R.617e kol3 + R.617e kol 4+ R.617e kol 5+ R.617e kol 6+ R.618+ R.619+ R.620+ R.621+ R.622+ R.23}  Rp...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"[R.615 Kol.(4) + R.617e Kol.(2) + R.617e Kol.(3) + R.617e Kol. (4) + R.617e Kol.(5) + R.617e Kol.(6) + R.618 + R.619 + R.620 + R.621 + R.622 + R.623] \n\nR.624 adalah penjumlahan dari R.615 Kol.(4), R.617e Kol.(2), R.617e Kol.(3), R.617e Kol.(4), R.617e Kol.(5), R.617e Kol.(6), R.618, R.619, R.620, R.621, R.622, dan R.623","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"59","max":"6390"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V119","name":"R625A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"267","loc_end_pos":"267","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah dalam pemasaran hasil produksi mengalami kesulitan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Apakah dalam pemasaran hasil produksi mengalami kesulitan ?..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 apabila mengalami kesulitan dalam melakukan pemasaran hasil produksi tanaman kehutanan terpilih atau kode 2 apabila tidak. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak (langsung ke rincian 626)","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V120","name":"R625B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"268","loc_end_pos":"268","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apabila rincian 625a berkode 1, penyebab kesulitan yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Apabila rincian 625a berkode 1, penyebab kesulitan yang utama :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika kesulitan utamanya adalah sarana transportasi yang terbatas, lingkari kode 2 jika biaya transportasi mahal, lingkari kode 3 jika persyaratan kualitas, lingkari kode 4 jika jarak tempat pemasaran yang jauh, atau kode 5 jika lainnya. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Sarana transportasi terbatas adalah : Sulitnya pemasaran yang diakibatkan oleh terbatasnya sarana transportasi di daerah tersebut. \n\nBiaya transportasi mahal adalah : Mahalnya biaya angkut produksi dari tempat usaha ke tempat pemasaran. \n\nPersyaratan kualitas adalah :  Sulitnya pemasaran yang diakibatkan oleh tidak terpenuhinya persyaratan yang diminta pembeli.\nContohnya ketika diameter pohon kurang sesuai dan sebagainya. \n\nJarak tempat pemasaran yang jauh adalah : Sulitnya pemasaran diakibatkan jauhnya jarak yang yang harus ditempuh untuk menuju lokasi pemasaran.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Sarana transportasi terbatas","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Biaya transportasi mahal","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Persyaratan kualitas","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Jarak ketempat pemasaran jauh","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"5"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V121","name":"R626","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"269","loc_end_pos":"269","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sebagian besar hasil produksi di jual ke","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sebagian besar hasil produksi di jual ke :............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika sebagian besar hasil produksi dijual kepada pedagang keliling\/pengumpul, kode 2 jika dijual ke koperasi\/kelompok tani hutan, kode 3 jika dijual ke pasar, kode 4 jika dijual ke perusahaan\/ industri pemakai, kode 5 jika dijual ke Perhutani\/inhutani, atau kode 6 jika lainnya. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pedagang keliling\/pengumpul adalah : Orang yang biasa melakukan pembelian hasil produksi kehutanan dari masyarakat. \n\nPerusahaan\/industri pemakai adalah : Perusahaan yang biasa melakukan pembelian hasil produksi kehutanan dari masyarakat, biasanya untuk diolah lebih lanjut.\nContohnya perusahaan kayu gergajian, dsb. \n\nPerhutani adalah : Badan Usaha Milik Negara berbentuk Perusahaan Umum (Perum) sebagai pengelola sumberdaya hutan di Pulau Jawa. \n\nInhutani adalah : Badan Usaha Milik Negara di sektor kehutanan, dengan unit bisnis utama meliputi usaha di bidang industri pengolahan kayu, pengelolaan hutan alam, dan pengelolaan hutan tanaman. \n\nBUMN\/BUMD adalah : Badan usaha yang sebagian atau seluruh kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia atau Pemerintah Daerah. \n\nLainnya adalah : Selain yang disebutkan di atas. Contohnya perorangan\/rumah tangga.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Pedagang keliling\/pengumpul","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Koperasi\/kelompok tani hutan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pasar","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Perusahaan swasta\/industri pemakai","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Perhutani\/inhutani\/BUMN\/BUMD","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V122","name":"R627A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"270","loc_end_pos":"270","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sebagian besar hasil produksi tanaman kehutanan dijual dalam bentuk","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sebagian besar hasil produksi tanaman kehutanan dijual dalam bentuk :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika hasil produksi tanaman kehutanan sebagian besar dijual dalam Batang\/pohon, atau lingkari kode 2 jika dijual dalam bentuk olahan. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Produk olahan adalah : Bentuk produksi dari proses pengolahan bahan baku (bahan mentah atau bahan setengah jadi). Contoh: balok, papan, kayu gergajian, dll.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Batang\/pohon","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Olahan","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V123","name":"R627B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"271","loc_end_pos":"271","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apabila rincian 627a berkode 2, apakah diolah sendiri\/dikerjakan sendiri","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Apabila rincian 627a berkode 2, apakah diolah sendiri\/dikerjakan sendiri :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika melakukan pengolahan sendiri atau kode 2 jika tidak melakukan pengolahan sendiri. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V124","name":"R627C","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"272","loc_end_pos":"272","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apabila rincian 627b berkode 1, alat pengolahan utama yang digunakan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Apabila rincian 627b berkode 1, alat pengolahan utama yang digunakan :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika alat pengolahan utama yang digunakan adalah milik sendiri atau lingkari kode 2 jika bukan milik sendiri. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Alat pengolahan utama adalah alat yang paling banyak menghasilkan produk olahan.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Milik sendiri","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Bukan milik sendiri","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V125","name":"R701","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"273","loc_end_pos":"273","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Modal utama usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih diperoleh dari","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Modal utama usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih diperoleh dari :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Blok ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan secara umum dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan, antara lain : mengenai modal usaha budidaya, keanggotaan dan pelayanan yang diterima dari koperasi serta kelompok tani tanaman kehutanan, dan penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan. \n\nLingkari salah satu kode 1 s.d 9 yang sesuai dengan modal utama usaha budidaya tanaman kehutanan. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. \n\nPemerintah (selain Kementerian Kehutanan), misalnya mendapat bantuan modal dari pemerintah\/Negara (selain Kementerian Kehutanan). \nModal dari perorangan adalah modal yang diperoleh dari individu\/perorangan yang tidak berbadan hukum, seperti pinjaman modal dari teman, saudara, dll.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Modal utama adalah : Modal dengan jumlah paling besar yang digunakan petani tanaman kehutanan untuk kegiatan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih. \n\nKoperasi adalah : Suatu lembaga ekonomi berazas sosial, yaitu sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan. \n\nKelompok tani tanaman kehutanan adalah : Kelompok masyarakat yang mengusahakan tanaman kehutanan yang bertujuan untuk menyediakan wadah kebersamaan dalam mengelola kegiatan sosial ekonomi atau pembinaan sikap kepedulian terhadap pembangunan desa serta perlindungan terhadap keberadaan dan kelestarian hutan, tanah, dan air di sekitar lingkungan kehidupan masyarakat baik dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan. \n\nBadan Layanan Umum\/ Kementerian Kehutanan adalah : Sebuah bentuk institusi penyelenggara layanan publik yang bertugas dalam penyediaan jasa kepada masyarakat. \n\nDalam hal ini BLU yang dimaksud adalah : Yang terkait dengan Kementerian Kehutanan. \n\nPinjaman Bank adalah : Pinjaman dari bank baik bank pemerintah maupun bank swasta. \n\nDibantu\/pinjam dari perusahaan adalah : Bantuan\/pinjaman dari perusahaan yang berbadan hukum. \n\nPemerintah (selain Kementerian Kehutanan), misalnya mendapat bantuan modal dari pemerintah\/Negara (selain Kementerian Kehutanan). \nModal dari perorangan adalah modal yang diperoleh dari individu\/perorangan yang tidak berbadan hukum, seperti pinjaman modal dari teman, saudara, dll.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Modal sendiri","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Pinjaman koperasi","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pinjaman kelompok tani tanaman kehutanan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Badan layanan umum (BLU)\/kementrian kehutanan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Pinjaman Bank","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Dibantu\/pinjam dari perusahaan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Pemerintah (selain kementrian kehutanan)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Perorangan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"9","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"9"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V126","name":"R702A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"274","loc_end_pos":"274","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi pada saat pencacahan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan koperasi :\na. Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi pada saat pencacahan ?","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1, apabila ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota Koperasi, atau lingkari kode 2 apabila tidak ada.\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. \nSeseorang dinyatakan menjadi anggota koperasi, apabila sudah terdaftar, membayar simpanan pokok, dan berumur 17 tahun atau lebih. \nApabila Rincian 702a berkode 1, maka langsung ke rincian 703.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ada (langsung ke rincian 703)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak ada","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V127","name":"R702B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"275","loc_end_pos":"275","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apabila rincian 702a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan koperasi :\nApabila rincian 702a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota :","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Apabila tidak ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi, lingkari salah satu kode 1 s.d 4 untuk alasan utama tidak menjadi anggota koperasi.\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Belum ada koperasi di desanya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Sudah ada koperasi tetapi belum berminat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pelayanan koperasi tidak memuaskan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V128","name":"R703A_I","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"276","loc_end_pos":"276","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"i. Untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan Koperasi :\na. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan dari koperasi selama setahun yang lalu :\ni. Untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih ?..............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Rincian ini tetap ditanyakan untuk semua anggota rumah tangga, baik yang menjadi anggota koperasi maupun tidak. \n\nPelayanan koperasi antara lain berbentuk kredit uang, sarana produksi, pengolahan pasca panen, penjualan hasil produksi, dan lain-lain. \n\nLingkari kode 1 apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih atau lingkari kode 2 apabila tidak ada.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ada","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V129","name":"R703A_II","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"277","loc_end_pos":"277","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"ii. Untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan Koperasi :\na. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan dari koperasi selama setahun yang lalu :\nii. Untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih ? .........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Rincian ini tetap ditanyakan untuk semua anggota rumah tangga, baik yang menjadi anggota koperasi maupun tidak. \n\nPelayanan koperasi antara lain berbentuk kredit uang, sarana produksi, pengolahan pasca panen, penjualan hasil produksi, dan lain-lain. \n\nLingkari kode 3 apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih atau lingkari kode 4 apabila tidak ada.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ada","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V130","name":"R703B1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"278","loc_end_pos":"278","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"1. Kredit Uang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan Koperasi :\nb. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :\n1. Kredit Uang :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \u201eYa? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \u201eTidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V131","name":"R703B2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"279","loc_end_pos":"279","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"2. Pengadaan sarana produksi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan Koperasi :\nb. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :\n2. Pengadaan sarana produksi :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \u201eYa? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \u201eTidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"3","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V132","name":"R703B3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"280","loc_end_pos":"280","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"3. Pengolahan hasil","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan Koperasi :\nb. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :\n3. Pengolahan hasil :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \u201eYa? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \u201eTidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"5","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V133","name":"R703B4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"281","loc_end_pos":"281","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"4. Penjualan Hasil","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan Koperasi :\nb. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :\n4. Penjualan Hasil :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \u201eYa? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \u201eTidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"7","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"7","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V134","name":"R703B5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"282","loc_end_pos":"282","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"5. Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan Koperasi :\nb. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :\n5. Lainnya :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \u201eYa? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \u201eTidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V135","name":"R704A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"283","loc_end_pos":"283","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok tani","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan kelompok tani tanaman kehutanan :\na. Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok tani tanaman kehutanan pada saat pencacahan ? ..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1, apabila ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok tani tanaman kehutanan, dan lingkari kode 2 apabila tidak ada. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ada (langsung ke rincian 705)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak ada","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V136","name":"R704B","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"284","loc_end_pos":"284","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apabila rincian 704a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Keanggotaan kelompok tani tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 704a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Apabila tidak ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok tani tanaman kehutanan, lingkari salah satu kode 1 s.d 4 untuk alasan utama rumah tangga tidak menjadi anggota kelompok tani tanaman kehutanan.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Belum ada kelompok tani tanaman kehutanan di kecamatannya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Sudah ada kelompok tani tanaman kehutanan tetapi belum berminat","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan tidak memuaskan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V137","name":"R705A_I","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"285","loc_end_pos":"285","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"i. Untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :\na. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani tanaman kehutanan selama setahun yang lalu :\ni. Untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih ?.......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1, apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha budidaya tanaman kehutanan, dan lingkari kode 2, apabila tidak.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ada","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V138","name":"R705A_II","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"286","loc_end_pos":"286","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"ii. Untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :\na. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani tanaman kehutanan selama setahun yang lalu :\nii. Untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih ?....","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 3, apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha pertanian selain kehutanan, dan lingkari kode 4, apabila tidak.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ada","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V139","name":"R705B1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"287","loc_end_pos":"287","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"1. Kredit uang","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :\n1. Kredit uang :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V140","name":"R705B2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"288","loc_end_pos":"288","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"2. Pengadaan sarana produksi","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :\n2. Pengadaan sarana produksi :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"3","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V141","name":"R705B3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"289","loc_end_pos":"289","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"3. Pengolahan hasil","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :\n3. Pengolahan hasil :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"5","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V142","name":"R705B4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"290","loc_end_pos":"290","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"4. Penjualan Hasil","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :\n4. Penjualan Hasil :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"7","labl":"ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"7","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V143","name":"R705B5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"291","loc_end_pos":"291","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"5. Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :\n5. Lainnya :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V144","name":"R706A","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"292","loc_end_pos":"292","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan pengelolaan budidaya tanaman kehutanan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\na. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan pengelolaan budidaya tanaman kehutanan ? ..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1, apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan pengelolaan budidaya tanaman kehutanan, atau lingkari kode 2 apabila tidak ada. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Pengelolaan budidaya tanaman kehutanan mencakup teknis budidaya tanaman kehutanan, cara pengolahan dan pemasaran hasil budidaya tanaman kehutanan.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V145","name":"R706B_I1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"293","loc_end_pos":"293","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"1. Teknis budidaya tanaman kehutanan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\ni. Jenis penyuluhan yang pernah di ikuti :\n1. Teknis budidaya tanaman kehutanan :......","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan budidaya tanaman kehutanan, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman kehutanan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Teknis budidaya tanaman kehutanan adalah : Cara untuk membudidayakan tanaman kehutanan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas atau bermutu tinggi. \n\nPengolahan hasil adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat hasil panen dari yang bernilai rendah menjadi lebih tinggi.\nSeperti : kayu bulat yang diolah menjadi papan atau kayu balok, dll.\n\nCara pemasaran adalah : Teknik untuk memasarkan hasil panen supaya lebih cepat terjual.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V146","name":"R706B_I2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"294","loc_end_pos":"294","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"2. Cara pengolahan hasil","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\ni. Jenis penyuluhan yang pernah di ikuti :\n2. Cara pengolahan hasil :.....","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan budidaya tanaman kehutanan, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman kehutanan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Teknis budidaya tanaman kehutanan adalah : Cara untuk membudidayakan tanaman kehutanan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas atau bermutu tinggi. \n\nPengolahan hasil adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat hasil panen dari yang bernilai rendah menjadi lebih tinggi.\nSeperti : kayu bulat yang diolah menjadi papan atau kayu balok, dll.\n\nCara pemasaran adalah : Teknik untuk memasarkan hasil panen supaya lebih cepat terjual.","var_catgry":[{"value":"3","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V147","name":"R706B_I3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"295","loc_end_pos":"295","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"3. Cara Pemasaran","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\ni. Jenis penyuluhan yang pernah di ikuti :\n3. Cara Pemasaran :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan budidaya tanaman kehutanan, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman kehutanan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Teknis budidaya tanaman kehutanan adalah : Cara untuk membudidayakan tanaman kehutanan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas atau bermutu tinggi. \n\nPengolahan hasil adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat hasil panen dari yang bernilai rendah menjadi lebih tinggi.\nSeperti : kayu bulat yang diolah menjadi papan atau kayu balok, dll.\n\nCara pemasaran adalah : Teknik untuk memasarkan hasil panen supaya lebih cepat terjual.","var_catgry":[{"value":"5","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V148","name":"R706B_I4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"296","loc_end_pos":"296","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"4. Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\ni. Jenis penyuluhan yang pernah di ikuti :\n4. Lainnya :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tanyakan satu persatu jenis penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan budidaya tanaman kehutanan, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman kehutanan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Teknis budidaya tanaman kehutanan adalah : Cara untuk membudidayakan tanaman kehutanan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas atau bermutu tinggi. \n\nPengolahan hasil adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat hasil panen dari yang bernilai rendah menjadi lebih tinggi.\nSeperti : kayu bulat yang diolah menjadi papan atau kayu balok, dll.\n\nCara pemasaran adalah : Teknik untuk memasarkan hasil panen supaya lebih cepat terjual.","var_catgry":[{"value":"7","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"7","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V149","name":"R706B_II1","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"297","loc_end_pos":"297","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"1. Pemerintah","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\nii. Pihak yang memberikan penyuluhan :\n1. Pemerintah :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. \nTanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V150","name":"R706B_II2","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"298","loc_end_pos":"298","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"2. Pendamping KTH (LSM, individu, dll)","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\nii. Pihak yang memberikan penyuluhan :\n2. Pendamping KTH (LSM, individu, dll) :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. \nTanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"3","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"3","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V151","name":"R706B_II3","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"299","loc_end_pos":"299","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"3. Perusahaan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\nii. Pihak yang memberikan penyuluhan :\n3. Perusahaan :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. \nTanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"5","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"5","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V152","name":"R706B_II4","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"300","loc_end_pos":"300","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"4. Lembaga pendidikan","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\nii. Pihak yang memberikan penyuluhan :\n4. Lembaga pendidikan :..........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. \nTanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"7","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"7","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V153","name":"R706B_II5","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"301","loc_end_pos":"301","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"5. Lainnya","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :\nb. Apabila rincian 706a berkode 1 :\nii. Pihak yang memberikan penyuluhan :\n5. Lainnya :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. \nTanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 \"ya\" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 \"Tidak\" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Ya","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Tidak","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"2"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V154","name":"R801","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"302","loc_end_pos":"302","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Status kepemilikan\/penguasaan bangunan tempat tinggal yang ditempati","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Status kepemilikan\/penguasaan bangunan tempat tinggal yang ditempati :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika milik sendiri, kode 2 jika sewa\/kontrak, kode 3 jika bebas sewa dan kode 4 jika lainnya. \n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Milik sendiri, jika tempat tinggal tersebut pada waktu pencacahan betul-betul sudah milik kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga.\n\nRumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap rumah milik sendiri. \n\nKontrak, jika tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga\/ anggota rumah tangga dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian kontrak antara pemilik dan pemakai, misalnya 1 atau 2 tahun.\n\nCara pembayaran biasanya sekaligus di muka atau dapat diangsur menurut persetujuan kedua belah pihak.\n\nPada akhir masa perjanjian pihak pengontrak harus meninggalkan tempat tinggal yang didiami dan bila kedua belah pihak setuju bisa diperpanjang kembali dengan mengadakan perjanjian kontrak baru. \n\nSewa, jika tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu. \n\nLainnya, selain yang disebutkan di atas \nBebas Sewa, meliputi : \n1. Bebas sewa milik orang lain, jika tempat tinggal tersebut diperoleh dari pihak lain (bukan famili\/orang tua) dan ditempati\/didiami oleh rumah tangga tanpa mengeluarkan suatu pembayaran apapun. \n\n2. Rumah Milik Orang Tua\/Sanak\/Saudara, jika tempat tinggal tersebut bukan milik sendiri melainkan milik orang tua\/sanak\/saudara dan tidak mengeluarkan suatu pembayaran apa pun untuk mendiami tempat tinggal tersebut. \n\n3. Rumah Dinas, jika tempat tinggal tersebut dimiliki dan disediakan oleh suatu instansi tempat bekerja salah satu anggota rumah tangga baik dengan membayar sewa maupun tidak. \n\n4. Lainnya, jika tempat tinggal tersebut tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya tempat tinggal milik bersama, rumah adat, dll.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Sewa sendiri","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Sewa\/Kontrak","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Bebas sewa","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V155","name":"R802","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"303","loc_end_pos":"303","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis lantai bangunan tempat tinggal yang terluas","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jenis lantai bangunan tempat tinggal yang terluas :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika keramik\/marmer\/granit, kode 2 jika ubin\/tegel\/teraso, kode 3 jika semen\/bata merah, kode 4 jika kayu\/papan, lingkari kode 5 jika bambu, atau lingkari kode 6 jika tanah\/lainnya.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Yang dimaksud dengan lantai di sini adalah :  Bagian bawah\/dasar\/alas suatu ruangan, baik terbuat dari tanah maupun bukan tanah seperti marmer\/keramik\/teraso, ubin\/tegel, semen\/bata merah, kayu, bambu atau lainnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Keramik\/marmer\/granit","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Ubin\/tegel\/teraso","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Semen\/bata merah","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Kayu\/papan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Bambu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Tanah\/lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V156","name":"R803","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"304","loc_end_pos":"305","loc_width":"2","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Luas lantai bangunan tempat tinggal","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Luas lantai bangunan tempat tinggal :..........M2","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Tuliskan luas lantai dari bangunan tempat tinggal yang dihuni oleh rumah tangga responden dan tuliskan di dalam kotak yang tersedia (dalam m2).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Luas lantai yang dimaksud di sini adalah luas lantai yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari (sebatas atap).\n\nIsian untuk rincian ini minimal 10 m2.","var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"12","max":"48"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V157","name":"R804","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"306","loc_end_pos":"306","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sumber penerangan yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sumber penerangan yang utama :.............","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika listrik PLN, kode 2 jika listrik Non PLN, atau kode 3 jika bukan listrik. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. \n\nApabila responden menggunakan lebih dari satu sumber penerangan, maka pilih sumber penerangan yang mempunyai teknologi\/nilai lebih tinggi (kode terkecil).","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Penjelasan: \n1. Listrik non-PLN, adalah sumber penerangan listrik yang dikelola oleh instansi\/pihak lain selain PLN termasuk yang menggunakan sumber penerangan dari accu (aki), generator, dan pembangkit listrik tenaga surya (yang dikelola bukan oleh PLN). \n\n2. Rumah tangga dikatakan menggunakan listrik PLN baik menggunakan meteran (volumetrik) atau tidak.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Listrik PLN","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Listrik Non PLN","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Bukan listrik","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"3"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V158","name":"R805","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"307","loc_end_pos":"307","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Jenis bahan bakar untuk memasak yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Jenis bahan bakar untuk memasak yang utama :...........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika listrik, kode 2 jika gas\/elpiji, kode 3 jika minyak tanah, kode 4 jika arang, kode 5 jika kayu, atau kode 6 jika lainnya.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[{"value":"1","labl":"Listrik","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Gas\/elpiji","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Minyak tanah","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Arang","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Kayu","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"6"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V159","name":"R806","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"308","loc_end_pos":"308","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Sumber air minum yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Sumber air minum yang utama :........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika air dalam kemasan\/isi ulang, kode 2 jika leding (meteran\/eceran), kode 3 jika pompa\/sumur bor, lingkari kode 4 jika sumur, kode 5 jika mata air, kode 6 jika air sungai, kode 7 jika air hujan, atau kode 8 untuk lainnya.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. \n\nPerlu diingat bahwa yang ditanyakan di sini adalah sumbernya","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Air dalam kemasan adalah air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol (500 ml, 600 ml, 1 liter, atau 19 liter) dan kemasan gelas; seperti antara lain air kemasan merk Aqua, Moya, 2 Tang, dan VIT dan air minum isi ulang. \n\nAir leding adalah : Aiir yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air.\nSumber air ini diusahakan oleh PAM (Perusahaan Air Minum), PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), atau BPAM (Badan Pengelola Air Minum), baik dikelola pemerintah maupun swasta. \n\nAir sumur bor adalah : Aiir yang diperoleh dari dalam tanah dengan cara melakukan pengeboran untuk mendapatkan sumber mata air kemudian menempatkan alat pompa air (jet pump) pada permukaan tanah untuk menaikkan air dari dalam tanah. \n\nAir sumur pompa adalah : Air yang diperoleh dari dalam tanah dengan cara menggunakan perangkat pompa air sederhana\/tangan untuk menaikkan air dari dalam tanah. \n\nAir sumur adalah : Air yang berasal dari dalam tanah yang digali.\nCara pengambilannya dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol. \n\nMata air adalah : Sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya.\nTterlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya. \n\nLainnya, adalah : Sumber air selain yang tersebut di atas seperti air waduk\/danau.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Air dalam kemasan\/isi ulang","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Leding (meteran\/eceran)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Sumur pompa\/sumur bor","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Sumur\/Perigi","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"5","labl":"Mata air","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"6","labl":"Air sungai","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"7","labl":"Air hujan","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"8","labl":"Lainnya","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"8"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V160","name":"R807","var_intrvl":"discrete","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"309","loc_end_pos":"309","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"Fasilitas tempat buang air yang utama","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":"Fasilitas tempat buang air yang utama :.........","var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":"Lingkari kode 1 jika jamban sendiri, kode 2 jika jamban bersama, kode 3 jika jamban umum, dan kode 4 jika tidak ada.\n\nTuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.","var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":"Fasilitas sanitasi rumah adalah ketersediaan jamban\/kakus\/WC\/toilet yang dapat digunakan oleh rumah tangga. Jamban\/kakus\/WC\/toilet yang dimaksud adalah : Yang memiliki tempat penampungan (septic tank).\n\nPenggunaan fasilitas sanitasi rumah dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu sendiri, bersama, umum dan tidak ada. \n\nSendiri adalah : Fasilitas tempat buang air besar yang digunakan khusus oleh rumah tangga responden, walaupun kadang-kadang ada yang menumpang. \n\nBersama adalah : Fasilitas tempat buang air besar yang digunakan beberapa rumah tangga tertentu.\n \nUmum adalah : Fasilitas tempat buang air besar yang penggunaannya tidak terbatas pada rumah tangga tertentu, tetapi siapapun dapat menggunakannya. \n\nTidak ada adalah : Tidak ada fasilitas tempat buang air besar, misalnya lahan terbuka yang bisa digunakan untuk buang air besar (tanah lapang\/kebun\/ halaman\/semak belukar), pantai, sungai, danau, Kolomam, dan lainnya.","var_catgry":[{"value":"1","labl":"Sendiri ( satu rumah tangga)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"2","labl":"Bersama (beberapa rumah tangga)","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"3","labl":"Umum","is_missing":null,"stats":[]},{"value":"4","labl":"Tidak ada","is_missing":null,"stats":[]}],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"1","max":"4"},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V161","name":"CATATAN","var_intrvl":"discrete","var_dcml":null,"var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"310","loc_end_pos":"310","loc_width":"1","loc_rec_seg_no":"1","labl":"CATATAN","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"character","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":null,"max":null},"fid":"F1"},{"file_id":"F1","vid":"V162","name":"WEIGHT","var_intrvl":"contin","var_dcml":"0","var_wgt":null,"var_is_wgt":null,"loc_start_pos":"311","loc_end_pos":"313","loc_width":"3","loc_rec_seg_no":"1","labl":"WEIGHT","var_imputation":null,"var_security":null,"var_resp_unit":null,"var_analysis_unit":null,"var_qstn_preqtxt":null,"var_qstn_qstnlit":null,"var_qstn_postqtxt":null,"var_qstn_ivuinstr":null,"var_universe":null,"var_universe_clusion":null,"var_sumstat":[{"value":"0","type":"vald","wgtd":null},{"value":"0","type":"invd","wgtd":null}],"var_txt":null,"var_catgry":[],"var_codinstr":null,"var_concept":[],"var_format":{"type":"numeric","schema":"other","category":null,"name":null},"var_notes":null,"var_val_range":{"min":"16","max":"100"},"fid":"F1"}],"variable_groups":[]}